Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B, slight! JaeMin. DLDR!
Preview last chapter
Kelas Jaejoong kedatangan murid pindahan dari Jepang, Jung Changmin, yang merupakan teman lama Jaejoong. Jaejoong tak menyangka, bahwa hyung yang selama ini Changmin ceritakan memiliki hubungan kurang baik dengannya adalah Yunho. Tak ayal, mereka terlibat dalam adu mulut. Baik Yunho ataupun Changmin terlihat tidak suka saat mereka bertemu. Yunho meminta Jaejoong untuk tidak terlalu dekat dengan Changmin, yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri. Sedangkan Changmin, terlihat sedih dengan keadaan yang ada.
Chapter 9
Jaejoong terlihat kaget dengan permintaan Yunho.
"Yun, Changmin itu sahabatku. Dia yang melindungi selama aku di Jepang, dia kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku tak mungkin menjauhinya, terutama di saat-saat seperti ini" Jaejoong mencoba memberikan pengertian pada Yunho. Yunho mengerang kesal padanya.
"Yun, ayolah. Kasihan Changmin, dia tertekan. Bahkan, ia sekarang tinggal sendiri. Apa kau tidak kasihan?" kata Jaejoong. Emosi Yunho terpancing. Ia bangkit berdiri.
"Kau kira aku tak tertekan? Aku kehilangan perhatian eommaku! Eomma hanya memperhatikan Changmin, Changmin, dan Changmin! Sedangkan dengan appa, aku dituntut untuk selalu menurutinya! Aku iri dengan Changmin, ia punya kebebasan yang tidak kumiliki! Ia bebas merebut barang-barangku, ia bebas memilih di mana ia akan bersekolah, dan ia memiliki kasih sayang eomma! Ya, aku diperhatikan appa. Tapi bukan perasaanku, melainkan prestasiku!" kesal Yunho, setengah berteriak pada Jaejoong. Jaejoong tertegun. Ia sadar, ia belum pernah mendengarkan cerita dari sisi Yunho. Selama ini ia hanya tahu dari cerita Changmin, yang tentu berbeda dengan versi Yunho. Changmin hanya menceritakan apa yang ia rasakan, bukan yang Yunho rasakan.
"Duduklah, Yun. Tenangkan dirimu" kata Jaejoong setelah terdiam sesaat. Yunho menghela nafas berat, lalu duduk. Memejamkan matanya, lalu mengacak-acak rambutnya kesal. Jaejoong mengambil tangan Yunho, lalu menggenggamnya, berusaha menyalurkan ketenangan padanya. Yunho kembali memeluk Jaejoong dengan erat.
"Mianhae, tidak seharusnya aku berteriak padamu, boo. Aku hanya emosi"
"Ne, aku mengerti, Yun. Sangat mengerti" kata Jaejoong. Mereka terdiam untuk sesaat, lalu Yunho melepaskan pelukannya pada Jaejoong.
"Ceritakanlah, Yun" ucap Jaejoong lembut, sambil membelai pelan pipi Yunho yang memerah karena emosi.
"Hubungan dalam keluargaku tidak begitu harmonis, Jae. Changmin dulu suka merebut segala yang menjadi milikku. Mulai dari makananku, mainanku, bahkan anjing yang kupelihara pun lebih sering bermain dengannya.
Aku tidak suka, karena dulu appa dan eomma selalu membela Changmin. Saat aku kelas 5 SD dan Changmin 3 SD, appa mulai bersikap keras. Entahlah, appa hanya memperdulikan tentang prestasi kami. Hanya saja, appa lebih keras padaku. Aku harus menjadi yang terbaik, tak jarang aku dimarahi oleh appa. Changmin tidak mengetahuinya, karena ia sudah tidur. Eomma juga lebih peduli dengan Changmin, ia selalu menemani Changmin belajar, sedangkan aku tidak. Aku tidak menikmati masa kecilku yang tidak bebas itu. Beda dengan Changmin, yang bisa bermain sepuas hati.
Saat SMP, aku dipindahkan appa ke Amerika, dengan alasan agar pengetahuanku lebih luas. Awalnya aku membangkang, siapa yang mau pergi ke Negara yang tidak kau kenal, dengan umur semuda itu, sendirian pula. Appa membentakku, bahkan mengataiku anak kurang ajar hanya karena waktu itu aku menolak habis-habisan idenya untuk mengirimkanku ke Amerika. Akhirnya aku mengalah. Aku pergi ke Amerika, untungnya di sana ada Siwon Hyung. Di sana, aku mengenal kebebasan. Aku sedikit bersyukur dikirim ke sana, walaupun aku tidak menikmatinya. Aku bukan tipe orang yang suka berada jauh dari keluargaku.
Aku tambah iri dengan Changmin, saat appa menceritakan bahwa Changmin memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di Jepang. Changmin bisa memilih jalan hidupnya, tidak seperti aku yang diatur-atur oleh appa. Changmin sangat bebas, bahkan ia bertemu denganmu di sana, kan?
Aku bisa kembali ke Korea, itu saja dengan bertengkar dulu dengan appa. Aku sangat kesal, sehingga waktu itu aku mengeluarkan semua isi hatiku. Appa memarahiku habis-habisan, tapi ada untungnya juga. Appa sedikit memberikanku kebebasan, tidak mengatur-atur semuanya. Aku yakin kalau waktu itu aku tidak bertengkar dengannya, aku jadi dijodohkan oleh anak dari relasi bisnisnya.
Aku sudah senang sekarang ini. Eomma kembali memberikan perhatian padaku. Appa juga bersikap lebih lembut padaku. Yah, walaupun aku masih mendapatkan tanggung jawab besar, tapi aku cukup senang. Tapi begitu Changmin datang, aku gelisah, boo. Aku takut semuanya akan kembali seperti dulu. Terlebih, aku takut Changmin akan merebutmu. Dia berkata seperti ini, 'Kau bilang kau memilikinya, tapi aku yang mengetahuinya luar-dalam' Dia membuatku takut, Jae" Yunho menceritakan semuanya. Dari masalah yang dialaminya, sampai isi hatinya. Jaejoong tersenyum mendengar cerita Yunho.
"Aku turut sedih dengan apa yang kau alami Yun. Tapi, asal kau tahu, Changmin pun merasakan hal yang sama denganmu. Bukannya aku ingin membelanya, tapi aku hanya ingin kau menngetahuinya juga. Ia sedih karena tak pernah dibanggakan oleh appanya. Ia sama sepertimu, sama-sama iri. Kau iri dengan kedekatannya dengan eomma kalian, ia iri dengan kedekatanmu dengan appamu. Kamu iri dengan kebebasan yang didapatkannya, ia iri denganmu yang 'lebih sukses' daripadanya. Bukankah begitu, Yun?" kata Jaejoong lembut, seraya mengelus surai rambut Yunho perlahan.
Yunho menghela nafas. Ia mengerti, ia sebenarnya daridulu mengerti bahwa Changmin iri dengannya. Tapi, tetap saja. Susah rasanya untuk berhenti membenci adik yang sebenarnya ia sayangi itu.
"Dan, tenang saja. Aku hanya menganggap Changmin adikku. Sama seperti Changmin menanggapku hyungnya. Kami hanya ingin saling melindungi. Aku tahu batas-batasnya, Yun. Tidak mungkin aku akan meninggalkannya. Aku tak bisa meninggalkannya, sama seperti aku tak bisa meninggalkanmu. Aku yakin, Changmin berkata seperti itu karena ia tak ingin ada yang menyakitiku. Tapi, kau takkan menyakitiku, bukan?" kata Jaejoong. Yunho menangguk pelan. Ia menyerah dengan Jaejoong. Ia hanya mencoba percaya pada Jaejoong, bahwa semuanya butuh waktu.
"Gomawo, Boo. You the best lah" kata Yunho kemudian memeluk Jaejoong lagi. Jaejoong tersenyum, lalu berkata.
"Kau tahu? Aku suka sikap manjamu ini kkk~~"
.
.
.
Sorenya, Jaejoong pergi ke apartemen yang ditinggali Changmin. Sebelumnya, Jaejoong sudah mengirim pesan pada Changmin bahwa ia akan datang berkunjung. Jaejoong memencet bel, lalu terdengar teriakan dari dalam.
"Sebentar hyungggg" tak lama, Changmin membukakan pintu dengan mulut yang sedang mengunyah.
"Yah, sedang makan apa kau, Chwang?" Changmin mengunyah lalu menelan makanannya, sebelum menjawab Jaejoong.
"Cemilan sore hari hyung. Pizza. Masuklah" Jaejoong melangkah masuk apartemen Changmin, sambil melihat-lihat keadaan apartemennya.
"Kau tahu, hyung? Tadi ahjussi yang mengirimkan pizza ini ku kira kau. Memalukkannya, saat membuka pintu aku berkata 'Yah hyung, kenapa kau lelet sekali?' Yaahh aku sangat malu hyungggg" cerocos Changmin lalu kembali mengambil kembali satu potong pizza. Jaejoong yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Dasar food monster. Sedang apa kau?" Tanya Jaejoong sembari melepaskan sepatu yang digunakannya.
"Main PS hyung. Melepaskan stress. Sambil mengemil tentunya hehe" cengir Changmin. Jaejoong melihat keadaan di depan TV, kemudian ternganga.
"Aigo Jung Changmin! Kau baru meninggali apartemen ini 3 hari, dan sudah seberantakan ini? Michyeosseo!" Lihat saja keadaannya. Bungkus camilan yang berserakan, hp yang terletak sembarangan, hingga CD-CD game yang bertebaran.
"Cerewet kau hyung. Nanti juga kubereskan" gerutu Changmin.
"Nanti? Maksudmu besok? Atau besok-besok-besok-besok-besoknya sampai aku yang datang memberesinya?" Tinggal selama kurang lebih dua tahun dengan Changmin membuatnya hafal dengan kebiasaan Changmin yang selalu meninggalkan barang-barangnya begitu saja.
"Haishhh, setahun belakang ini aku sudah lebih rapi hyung!" Changmin memanyunkan bibirnya.
"Hentikan tingkah sok imutmu ini Chwang. Menjijikkan" dengus Jaejoong sambil duduk di sofa.
"Jadi, bagaimana Yunho hyung?" Tanya Changmin. Jaejoong tidak paham yang dimaksudkannya.
"Bagaimana apanya?"
"Alaahhh tak usah pura-pura tak tahu hyung. Apa hubunganmu dengannya? Dia kekasihmu ya?" selidik Changmin yang membuat pipi Jaejoong memanas.
"A-ani, kami belum jadian kok" kata Jaejoong salah tingkah.
"Belum? Berarti akan?" Changmin tak puas dengan jawaban yang diberikan Jaejoong.
"Yah, mengapa kau sangat penasaran sih, Chwang?" dengus Jaejoong.
"Haish kau ini, hyung. Tak asik" gerutu Changmin sambil merebahkan dirinya di sofa, di samping Jaejoong. Mereka terdiam untuk beberapa saat, sampai Jaejoong bertanya.
"Kau…. Tidak apa-apakan?" Tanya Jaejoong sedikit ragu.
"Apanya?" jawab Changmin berusaha menghindar.
"Tak ada gunanya berbohong padaku, Chwang" Changmin menghela nafas. Ia memejamkan mata, lalu meletakkan tangannya di dahinya.
"Apa yang Yunho hyung katakana padamu, hyung? Pasti dia memintamu untuk menjauhinya, kan?" Kali ini Jaejoong yang menghela nafas. Tak ada gunanya berbohong pada Changmin, toh ia pasti akan tahu. Jaejoong menceritakan semuanya, termasuk bagian isi hati Yunho. Changmin membelalakkan matanya
"Jinjja, hyung?" katanya tak percaya. Setahunya, Yunho sama sekali tak pernah dimarahi. Karena Yunho tak pernah berbuat aneh-aneh, bahkan terlibat perkelahian pun tidak.
"Eo. Seperti itulah yang ia katakan. Sudah kubilangkan Chwang. Dari dulu aku merasa hyungmu pasti juga merasa iri. Bukannya apa-apa, tapi dari ceritamu aku merasa eomma lebih perhatian denganmu" Changmin mengangguk.
"Eomma memang lebih dekat padaku. Katanya, Yunho hyung sudah terbiasa mandiri, jadi tak bisa ia manja seperti ia memanjakanku" Jaejoong terlihat seperti berpikir.
"Sebenarnya, aku tak bisa berbuat banyak untuk kalian. Aku tak ingin dikira mencampuri urusan keluargamu, yaahhh apalagi kau tahukan, Aku tak ingin menghilangkan kesan baik di depan orang tuamu. Tapi, saranku. Saranku ya. Datanglah ke rumah orang tuamu. Kupikir, dari situ kau bisa membenahi hubungan kalian. Kau tahulah, terkadang orang tua tak ingin menjadi pihak yang bersalah. Tak ada salahnya kau yang memulainya" saran Jaejoong. Changmin memanggut-manggut.
"Tapi hyung, apakah mereka takkan menolakku? Yah kau tahu. Selama di Jepang aku hanya mengabari eomma. Pulang ke Korea pun aku hanya mengabari eomma, selainnya kuurus sendiri. Bahkan saat pertama kali sampai, aku langsung menuju apartemen yang kubeli tanpa sepengetahuan mereka. Eomma saja baru kuberi tahu keesokkan harinya" ucap Changmin. Jaejoong membenahi rambut Changmin yang terlihat berantakan.
"Kau takkan mengetahuinya jika kau tidak mencobanya, Chwang. Sekalipun kau ditolak, ingatlah. Keluarga selalu menyimpan rasa sayang anggota keluarga lainnya, sebesar apapun kesalahannya. Jangan menyerah untuk memperbaiki hubungan kalian. Aku akan mencoba merayu Yunho untuk juga membenahi hubungan kalian. Okay?" Inilah yang Changmin sukai dari Jaejoong. Jaejoong adalah pendengar yang baik. Tempat menampung cerita yang tepat. Seorang pemberi saran yang bijak.
"Eum hyung. Akan kupikirkan. Mungkin lusa atau tiga hari lagi aku akan berkunjung" putus Changmin akhirnya. Jaejoong tersenyum, turut senang atas keputusan yang Changmin ambil.
"Eh iya hyung. Kenapa kau jadi nerd begini? Mana Kim Jaejoong yang diidolakan di SMP? Kenapa jadi sendirian, tidak dikelilingi oleh fansmu lagi?" Tanya Changmin. Pasalnya, Jaejoong adalah idola saat di SMP. Fansnya membeludak, bahkan dari sekolah-sekolah lain.
"Yaaahhh, kau tahu, Chwang. Setelah kejadian 'itu', aku menjadi trauma. Aku takut dikelilingi oleh orang yang kukenal" kata Jaejoong sedikit bergetar, mengingat hal yang sangat menakutkan untuknya.
"Mianhae, hyung. Tak seharusnya aku meninggalkanmu saat itu" kata Changmin menyesal.
"Sudahlah, Min. Untuk apa kau meminta maaf yang kesekian kalinya? Itu sama sekali bukan salahku. Aku malah bersyukur kau datang menyelamatkanku" kata Jaejoong.
"Tapi, tetap saja hyung. Aku merasa kesal dengan diriku sendiri. Aku harusnya bisa menjagamu" ucap Changmin.
"Hey, hey! Kau ini! Menyebalkan sekali, sudah kubilang itu bukan salahmu!" kesal Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya. Changmin tertawa, lalu bangkit duduk.
"Simpan poutmu untuk Yunho hyung, Jaejoong hyungku yang cantik" goda Changmin sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berlari ke dapur untuk mengambil makanan lagi.
"YAH! JUNG CHANGMIN SIALAN! YUNHO BUKAN SIAPA-SIAPAKU, DAN AKU TAMPAK BUKAN CANTIK!" teriak Jaejoong kesal yang membuat Changmin tertawa terbahak.
"Teruslah seperti ini, Jae hyung. Aku menyukai senyumanmu yang menenangkan dan teriakanmu yang sangat lucu itu" gumam Changmin sambil tersenyum.
TBC
.
.
.
UPDATE CHAPTER 9~~
Whoaaa ga kerasa ya, veect udah sampai chapter 9 aja :'D padahal biasanya kalo veect nulis ff, satu chapter aja nggak kelar-kelar XD
Maaf buat yang ngerasa kecepatan :( veect pingin mulai ada konflik, dengan kembalinya Changmin ke Korea
Jadi…. Changmin suka sama Jaejoong nggak? :v
.
whirlwind27 : Yunppa emang punya rasa 'gasuka' juga buat Changmin, karena iri, dan Changmin suka merebut barang2nya dulu :) *penjelasan di chapter ini kok* Yunppa takut kalau Jaemma direbut juga sama Changminn~ gomawo ne ^^
dee6002 : slight JaeMin, maybe :v
Hiruzent.1 : mianhae ne kalau ngerasa terburu-buru *bow*
shipper89 : nee siap! '-')7
ClouDyRyeoRez : veect belum berencana buat munculin kyu XD gomawo ^^
ruixi1 : nee siap! '-')7 iya dongg yunjae forever! *lopelope*
runashine88 : iya siap! Yunjae forever kok '-')7
yunacho90 : ahra bakal jadi tukang rusuh aja XD
alwaysyunjae : nee gomawo ^^
Cassie Cassiopeia YunJae : nah iya! JJ bikin tambah sedih, apalagi liat dia nangis…. Sedih kali :((( nee gomawo ^^
.
(( SPECIAL THANKS :
.50, whirlwind27, .94043, bearkitty, BlackRose98, Guest, JonginDO, Lawliet Jung, yunacho90, Shim JaeCho, de, yunjae107, imaimairma, shipper89, ruixi1, dheaniyuu, AprilianyArdeta, Aika Ayaka, kimJJ boo, Hiruzent.1, oline, , yeonkkoch, boojaebear2601, dheaniyuu, nabratz, ruixi1, JungKimCaca, Black Rose, Guest, Guest, Guest, Guest, Kyuhyuk07, fuyu cassiopeia, alby, min, hatakehanahungry, JungKimCaca, Guest, azahra88, Yunjj, blueonyx syiie, Guest, AidenLee15, Black Swan II, Cassie Cassiopeia YunJae, Choi Min Gi, ChwangKyuh EviLBerry, DevilCute, Dovyqueensan, Jung hyo ra, Kim Rin Sung, KimSungJin, Lee Ha Jae, ParkHyunHa, Shawoll na Cassie, UMeWookie, angelhana9, aprilyarahmadani, azahra88, chachatasia, dbsktvxqthsk95, depdeph, fuyu cassiopeia, honey02, imaimairma, , miss busy, ratnawulansari51, runashine88, sakuranatsu90, say yo, shanzec, tatsuki1988, , 6002nope, Ami Yuzu, Casshipper Jung, Daniar wu, Jeremmy Kim, MyBabyWonKyu, Lee Min Ah, ParkHyunHa, TitaniumSP, boojaebear2601, dee6002, dheaniyuu, elleinadk, , imaimairma, ividis, megumi takahashi, megumi takahashi, pluspitasary, 94, roxy fuji, suira seans, wildapolaris, dee6002, ClouDyRyeoRez, alwaysyunjae, My jeje, allyadyah, ayyaLaksita, jejebear
Gomawo udah review, follow and favorite! Saranghaee~~ *bow*
Mianhae kalau ada yang ketinggalan ._. ))
Anw it's D-6 :'( gila sedih liat JJ nangis di fanmeet triangle Jepang…. We'll wait for you kokk~
.
Thanks for reading, leave a review please? ^^~
