Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B, slight! JaeMin. DLDR
Preview last chapter
Sepulang dari apartemen Changmin, Jaejoong makan malam bersama keluarganya. Jaejoong bercerita bahwa Changmin adalah adik dari Yunho. Mereka keget, pasalnya appa dan eommanya juga mengenal Changmin. Sedangkan Youngwoon meminta penjelasan pada Jaejoong di tengah-tengah hyungnya itu bertelfon ria dengan Yunho. Jaejoong menceritakannya secara singkat. Sementara itu, Yunho sedang merasa penat. Rindu, marah, kecewa, takut, entah apalagi yang ia rasakan. Rasa sayangnya pada sang adik sudah terkalahkan oleh egonya sendiri.
"Bolehkah aku egois? Kau tak usah pulang ke rumah. Aku masih ingin menikmati perhatian eomma. Tak usah pulang, sampai semuanya kembali seperti dulu"
Chapter 11
Keesokan harinya, mereka beraktivitas seperti biasa. Jaejoong kembali menjadi nerd, dan Youngwoon menjadi flower boy. Yunho melangkah lunglai dengan wajah kusut di sekolah, pemandangan yang sangat aneh, mengingat biasanya Yunho selalu memasang senyuman ramah di wajahnya. Sementara itu, Changmin sudah duduk di kantin bersama Jaejoong, menikmati sarapannya.
"Kau tak sarapan, Chwang?" Tanya Jaejoong sambil mengamati Changmin yang sibuk makan.
"Hung sepeti tak tahu aku haja (Hyung seperti tak tahu aku saja)" jawab Changmin dengan mulut penuh dengan makanan. Jaejoong mendengus kesal melihat kebiasaan Changmin yang tak pernah berubah. Bangun agak siang, dan lebih memilih untuk sarapan di sekolah daripada di apartemennya. Saat di Jepang, jika Jaejoong tidak memasakkan sarapan untuknya, ia juga memilih untuk sarapan di kantin sekolah.
"Daripada aku makan ramen setiap hari. Tidak sehat" begitu Changmin beralasan.
"Habiskan dulu makanmu. Baru jawab" ucap Jaejoong lalu membaca novelnya lagi. Changmin hanya menggumam sambil tetap makan. Tak lama Jaejoong mendengar seseorang memanggilnya.
"Joongie hyung!" ternyata Junsu yang memanggilnya.
"Waeyo, Su-ie? Yah, mengapa kau datang dengan makhluk ini? Bergandengan tangan pula" Tanya Jaejoong sambil menunjuk jidat lebar Yoochun.
"Yaish kau ini hyung! Memangnya salah menggandeng namja chinguku sendiri?" gerutunya. Jaejoong membelalakkan matanya.
"MWOYA? Kalian sudah jadian?" Tanya Jaejoong heboh sambil menatap Junsu yang salah tingkah.
"Ne hyung. Sudah satu minggu. Kau kapan jadian dengan beruang besar itu?" jawab Yochun.
"YAH KIM JUNSU! Benarkan? Aigooo mengapa kau tak memberitahuku?" kata Jaejoong lalu memeluk Junsu, tak mempedulikan pertanyaan Yoochun.
"Hehe habisnya kau sibuk terus dengan Yunho hyung. Dan sekarang ditambah kau bersama murid baru itu" bisik Junsu di akhir katanya, karena Changmin masih ada di dekat mereka, menikmati makanannya.
"Oh iya! Aku belum mengenalkannya padamu. Su-ie, Chun-ah, kenalkan, ini Changmin. Dia teman lamaku saat di Jepang. Yah food monster, berhentilah makan dulu! Mian, dia tak pernah mempedulikan sekitarnya ketika sedang makan" ringis Jaejoong.
"Hah? Waeyo? Ah, annyeong haseyo. Jung Changmin imnida" Changmin memperkenalkan diri.
"Annyeong haseyo, Kim Junsu imnida"
"Annyeong haseyo, Park Yoochun imnida. Kau pindahan dari Jepang ya? Ah, sebaiknya kau jika istirahat bergabung saja denganku dan Junsu. Bersama dengan Jonghyun dan Minho" YooSu balik memperkenalkan diri. Yoochun mengajak Changmin untuk bergabung dengan mereka saat istirahat.
"Ne, nanti aku akan bergabung, Yoochun-ssi" jawab Changmin.
"Panggil saja aku Yoochun, santai saja denganku" kata Yoochun lalu merangkul Changmin. Yoochun memang terlalu supel.
"Tapi aku lebih muda dua tahun darimu. Kupanggil hyung saja ne?"
"Hah? Dua tahun? Bagaimana bisa?" kali ini Junsu yang terkejut
"Bocah ini terlalu jenius, Su-ie. Ia loncat kelas dua kali saat SD" Jaejoong yang menjawab.
"Whoaa keren sekali!" lalu mereka mengobrol-ngobrol, sambil Changmin meneruskan sarapannya yang tertunda.
"Oh iya hyung. Ada apa dengan Yunho hyung? Tadi dia datang mukanya kusut sekali, seperti orang tidak mandi. Kau sedang ada masalah dengannya?" Junsu memberitahu Jaejoong. Jaejoong terlihat bingung, sedangkan Changmin menegang mendengar nama hyungnya disebut.
"Mwo? Aniyo, aku tak ada masalah dengannya. Semalam kami juga baik-baik saja, Yunho juga tak bercerita apapun" ucap Jaejoong bingung. Kemudian, ia menatap Changmin kemudian mengisyaratkan 'tak usah dipikirkan' yang dibalas oleh anggukan samar olehnya.
"Ada apa lagi dengannya?" gumam Jaejoong.
.
.
.
Istirahat kali ini, Yunho tidak langsung pergi ke halaman belakang sekolah seperti biasa. Ia pergi ke kelas Jaejoong dan Changmin dan menemukan adiknya sedang mengerjakan sesuatu dengan Jaejoong. Jujur, ia masih kesal karena kedekatan mereka. Tapi, Yunho berusaha memberikan pengertian pada Jaejoong, percaya bahwa Jaejoong hanya menganggapnya adik. Ia memantapkan hatinya, kemudian melangkah masuk ke kelas mereka.
"Min" panggil Yunho pelan saat sudah di dekat mereka.
"Eh, Yun? Tumben sekali kau ke kelas?" Changmin dan Jaejoong mendongak, kemudian berhenti dari aktivitas mereka.
"Aku mau bertemu Changmin" kata Yunho singkat. Baik Jaejoong maupun Changmin merasa kaget.
"Tak usah berpikiran macam-macam. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari appa dan eomma" katanya dingin.
"Waeyo?" jawab Changmin tak kalah dingin. Mereka beradu pandang sesaat. Jaejoong mendengus, heran dengan mereka yang bersikap seolah bicara dengan musuh terbesarmu sendiri.
"Appa menyuruhmu pulang ke rumah. Semalam ia marah. Lalu, eomma berkata ia merindukanmu. Eomma bilang kau tak usah pulang tidak apa-apa, yang penting kau datang berkunjung. Tapi sebenarnya aku tak menginginkan kehadiranmu di rumah. Aku tidak ingin melihatmu" sinis Yunho. Jaejoong kaget mendengar ucapan Yunho, tetapi ia lebih kaget lagi setelah mendengar jawaban Changmin.
"Tak usah kau beritahupun aku sudah tahu. Kau pikir, aku ingin melihat wajah munafikmu? Melihatnya di sekolah saja sudah cukup" Yunho sudah mengepalkan tangannya. Untung, Jaejoong sigap menenangkannya.
"Yun…" Yunho menghela nafas berat. Ia melihat Jaejoong sejenak, lalu menatap Changmin tajam.
"Jaga ucapanmu. Bagaimanapun kau masih seorang Jung yang dihormati" kata Yunho tegas yang langsung disahut sinis oleh Changmin.
"Memangnya kalian masih menganggapku?" Rahang Yunho mengeras.
"Kau…." Jaejoong memegang erat tangan Yunho yang siap melayangkan pukulan pada adiknya.
"Sudahlah Yun, Chwang" Yunho kembali menghela nafas sambil memejamkan mata.
"Kau masih lama berurusan dengan dia? Kalau masih, aku akan menunggumu di tempat biasa saja" ucap Yunho setelahnya, pada Jaejoong.
"Ani, aniya. Kita ke sana bersama saja. Chwang, kutinggal ne? Setelah istirahat nanti kuteruskan" pamit Jaejoong yang segera diangguki oleh Changmin. Yunho sedikit menarik Jaejoong untuk keluar kelas, setelah sebelumnya menatap Changmin dengan tatapan setajam mungkin. Ia menggenggam tangan Jaejoong erat dan posesif.
"Kau sedikit keterlaluan, Yun" kata Jaejoong saat mereka sudah di luar kelas.
"Biar saja. Aku sedang kesal dengannya. Dia harus belajar menjaga ucapannya. Aku yakin, jika appa dan eomma tahu ia berkata seperti itu, tak ada yang bisa menyelamatkannya" kesal Yunho, seraya mengangkat tangan Jaejoong, kemudian mencium punggung tangannya. Hanya hal ini yang dapat membuat Yunho membaik, membuatnya tenang. Seolah, memastikan Jaejoong tidak pergi dari sisinya.
Jaejoong merona, pasalnya mereka sedang berjalan di koridor kelas-kelas. Tentunya, ada siswa lain di sekitar mereka yang melihat perlakuan manis Yunho pada Jaejoong.
"Yun…. Ini masih di jalan, banyak yang melihat" kata Jaejoong tersipu, berusaha melepaskan genggaman Yunho.
"Biar saja, biar semua tahu kalau kau milikku" kata Yunho cuek, dan malah semakin menggenggam tangan mungil Jaejoong erat. Jaejoong meringis, seperti biasa Yunho mengatakan hal-hal manis.
"Jadi, mengapa kau kesal lagi eoh dengan Changmin?" Tanya Jaejoong lembut pada Yunho. Yunho kembali teringat tentang kejadian semalam. Segala kekecewaan, ketakutan, hingga keraguannya.
"Aniya. Aku hanya tak ingin dia pulang dan merubut eomma dariku" kata Yunho.
"Aigoo, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Tak ada yang akan merebutnya darimu. Eommamu milikmu, milik Changmin juga. Dia sama-sama eomma kalian. Bagaimana kau hanya bisa memilikinya seorang diri? Kau hanya perlu mengubah mindset-mu, Yun" nasehat Jaejoong. Ia mulai mengerti, bahwa permasalahannya adalah keegoisan Yunho, dan emosi Changmin yang kadang tak bisa terkontrol itu.
"Entahlah. Susah rasanya, Jae"keluh Yunho.
"Cobalah kalahkan egomu sendiri, Yun. Permasalahannya di situ. Kau terkadang egois, dan Changmin emosinya tak dapat dikontrol. Kesampingkan egomu sebentar, dan semuanya akan membaik" saran Jaejoong kemudian. Yunho hanya mengangguk, terlalu lelah untuk memikirkannya sekarang.
Mereka terus berjalan bersama menuju halaman belakang. Jaejoong berusaha menghibur Yunho, ia tahu persis Yunhonya itu tidak sedang dalam mood baik. Untungnya, Jaejoong dapat membuatnya beberapa kali tersenyum. Hati Yunho sudah merasa lebih tenang dengan kehadiran Jaejoong. Sampai, saat mereka berjalan menuju lapangan, kembali, Ahra mengganggu mereka.
"Ckckck…. Lihatlah! Kau tidak bersama selingkuhanmu lagi, eoh?" sindir Ahra.
"Mianhae Ahra-ssi, kau menghalangi jalan kamu. Dan, aku tak punya selingkuhan" jawab Jaejoong tenang.
"Pergilah Ahra-ssi. Aku sedang tidak mood untuk meladenimu" kata Yunho kemudian.
"Ya, jelas kau tak akan mengakuinya di depan Yunho. Mana ada maling yang mengaku" ucap Ahra menuduh Jaejoong.
"Siapa yang kau maksudkan, Ahra-ssi?" Tanya Yunho kemudian.
"Siapa lagi kalau bukan Changmin, murid baru pindahan Jepang itu? Kau tahu tidak Yun? Aku kemarin melihatnya berjalan berdua dengan murid baru itu. Bahkan, tadi pagi mereka berduaan di kantin" rengek Ahra manja lalu memegang tangan Yunho yang sedang tidak menggenggam tangan tangan Jaejoong, tetapi segera ditepisnya.
"Kau ini kenapa? Iri denganku yang bisa dekat dengan Yunho dan Changmin? Kau bersikap seperti anjing, yang hanya menggonggong pada orang yang tak dikenalnya" ucap Jaejoong, masih dengan pembawaannya yang tenang.
"Mwo, iri denganmu? Aigoo, aigooo. Pede sekali kau, Kim. Sekalipun kau dengan mereka, aku tidak akan iri dengan orang yang di luarnya nerd tapi dalamnya tak lebih dari sekedar b*tch. Berapa harga yang kau pasang, Jae? Biar nanti kubantu mencarikan pelanggan untukmu" ledek Ahra, merendahkan. Yunho emosi melihat sang kekasih hati direndahkan sampai seperti itu. Hampir saja ia melayangkan tamparan pada Ahra, jika tak ditahan oleh Jaejoong.
"Sudahlah Yun. Dia yeoja" bisik Jaejoong. Yunho menurunkan tangannya, tetapi masih menatap sengit Ahra.
"Aku pikir kau yeoja terhormat dan baik-baik, Ahra-ssi. Tapi, melihat dari ucapanmu barusan, aku kira kau yang lebih pantas dikatai begitu" Yunho mengatakannya dengan penuh penekanan dan dingin. Ahra terkejut. Selama ini, walau ia menganggu atau merendakan orang-orang yang dekat dengan Yunho, Yunho selalu cuek. Ia tak pernah menanggapi lebih apapun yang dilakukan Ahra.
Tapi, kali ini? Yunho membela Jaejoong, bahkan sampai berkata setajam itu. Hancur hati Ahra mendengar perkataan Yunho.
Yunho segera menarik tangan Jaejoong pelan, mengisyarakatkan untuk kembali berjalan. Yunho sengaja menabrak bahu Ahra, dan berkata dengan tajam.
"Jangan kau ganggu Jaejoong-ku" kata Yunho dengan menekankan bagian "ku"
"Lihat saja, Kim Jaejoong. Akan kubuktikan kejalanganmu itu" gertak Ahra pelan, dengan tangannya yang mengepal emosi.
.
.
.
"Jangan masukkan hati perkatannya, Jae" kata Yunho.
"Ne, Yun. Untuk apa aku memikirkan perkataannya yang tak masuk akal itu" jawab Jaejoong, masih tenang. Yunho salut dengan ketenangan Jaejoong, yang dengan sabarnya menghadapi nenek sihir seperti Ahra.
"Tapi, ucapannya benar-bear keterlaluan. Wanita gila, bisakah ia berkata lebih sopan?" gerutu Yunho yang malah ditertawai kecil oleh Jaejoong.
"Otaknya sudah hilang, Yun. Kalau adapun, isinya hanya obsesi untuk memilikimu" goda Jaejoong. Tak lama kemudian, mereka sampai di halaman belakang sekolah. Mereka berdua segera duduk di bawah pohon, kemudian memposisikan diri masing-masing senyaman mungkin.
"Memang benar tadi pagi kau bersama Changmin?" Tanya Yunho, sambil merangkul Jaejoong, dan memposisikan kepala Jaejoong di bahunya.
"Ne, menemaninya sarapan. Adikmu itu sangat susah disuruh sarapan di apartemen. Kan lebih sehat jika ia memasak sendiri. Sayangnya ia selalu terlambat bangun" keluh Jaejoong yang membuat Yunho mendelik.
"Tapi tidak berdua kok! Awalnya memang hanya berdua, lalu Su-ie dan Yoochun bergabung. Aku mengenalkannya pada mereka" jelas Jaejoong.
"Kau benar-benar hanya menganggapnya adik 'kan, Jae?" Tanya Yunho untuk memastikan.
"Kau tak percaya padaku?" tuduh Jaejoong.
"Ani, ani. Bukan begitu. Entahlah, aku hanya merasa hbungan kalian sangatlah dekat" jelas Yunho cepat. Ia tak ingin Jaejoong mengira ia tak percaya padanya.
"Kalau bukan aku, siapa yang akan mengurusnya, Yun? Kelihatannya saja mandiri, padahal manjanya keterlaluan. Apalagi apartemennya. Tak kalah indah dengan kapal pecah" gerutu Jaejoong.
"Apartemennya? Kau sudah pernah ke sana?" selidik Yunho. Jaejoong terkejut, tak sadar ia keceplosan.
"Aigooo baboya Kim Jaejoong!" rutuknya dalam hati.
"Kemarin sore" kata Jaejoong pelan.
"Untuk apa? Jadi, kemarin kau pergi untuk mengunjunginya? Atau, kau sengaja tak membalas pesanku karena terlalu asik dengannya?" Tanya Yunho lagi, seperti seorang polisi yang menintrogasi tersangkanya.
"Hanya mengobrol biasa. Kemudian memasakkan makan malam untuknya. Hanya itu, setelah itu aku pulang. Enak saja! HPku benar-benar mati, Yun. Aku mau meminjam charger milik Changmin, tapi sayangnya tipe charger kami berbeda" jelas Jaejoong.
"Benar-benar seperti sepasang kekasih ne" sindir Yunho. Jaejoong melepas rangkulan Yunho dan melihat wajah tampannya.
"Kau cemburu? Aigoo, Yunho! Sudah berapa kali kubilang, dia hanya kuanggap adik, tidak lebih! Haishh, terserah kau, Yun. Dasar menyebalkan" kata Jaejoong kesal, lalu mengerucutkan bibirnya. Yunho terkekeh melihat tingkah menggemaskan Jaejoong yang jarang ia tunjukkan, lalu kembali merangkutnya.
"Ne, ne. Aku percaya, Baby Boo. Hanya cemburu. Sedikit" kata Yunho lalu mencubit hidung Jaejoong.
"Eh, nanti kau latihan kan?" Tanya Jaejoong.
"Ne, minggu depan aku sudah mulai bertanding. Kau mau ikut aku latihan?" tawar Yunho. Memang, sekolahnya akan mengikuti pertandingan basket se-SMA di Seoul.
"Ani! Kau selalu menyuekkanku jika sudah latihan. Besok saja kalau sudah mulai tanding, aku akan menonton. Siwon hyung memintaku menemaninya menonton. Katanya, ia sponsor dalam pertandingan kali ini. Mungkin aku akan menonton bersama hyungdeul yang lain"
"Memangnya Siwon hyung akan menonton setiap hari?"
"Katanya sih begitu. Kalau tidak, aku akan menonton dengan Woon-ie"
"Arraseo, yang penting kau wajib datang tiap aku bertanding, agar aku semangat!"
"Eo, tenang saja. Aku penasaran sehebat apa permainanmu"
"Akan kubuat kau kagum, Jung Jaejoong"
"Yah, tidak usah mengganti-ganti margaku!"
Yunho tertawa melihat Jaejoong. Ia sangat menikmati setiap detiknya dengan Jaejoong. Waktunya menjadi sangat berharga dan menyenangkan jika bersama Jaejoong.
"Aku hanya tak ingin kau pergi dariku Boo, bahkan hanya untuk sedetik. Aku tak rela, dan takkan rela" batinnya.
TBC
.
.
.
HWAAA CHAPTER 11 UPDATE! Veect sengaja update pas 31 Maret, JJ wamil… :')
Gila huweee siapa yang galau di sini lihat JJ wamil….
Rambutnya dipotong…. Rambutnya JJ yang sexy…
Veect shock banget dan hampir nangis waktu tahu army basenya JJ di 38th parallel north, di bagian army garis depan, di antara batas korea utara sama korea selatan pula….. War zone… Dan dia milih lokasi itu sendiri…. HAH GILA GA SIH -_- semoga JJ kembali dengan selamat. AMIN :'
#WeWillWaitForJaejoong *lovelovelove*
.
Choi ann : haha iya nih XD mianhae kalau bikin ga nyaman bacanya ne *bow* gomawo ^^
SheeHae : nah ini… Maksud veect Youngwoong (pakai 'g'). Tapi sering typo, atau kelupaan, jadinya Youngwoon XD jadi… anggap aja Youngwoon ini OC, bukan Kangin, bukan Youngwoong, tapi karakter bikinan veect sendiri XD
Rahel KaiSoo shipper : Haha, nee gomawo ^^
ClouDyRyeoRez : Jadiannya nunggu YunJae ada konflik dulu ne :p
Hyunki2204 : nee gomawo ^^
.
(( SPECIAL THANKS :
.50, whirlwind27, .94043, bearkitty, BlackRose98, Guest, JonginDO, Lawliet Jung, yunacho90, Shim JaeCho, de, yunjae107, imaimairma, shipper89, ruixi1, dheaniyuu, AprilianyArdeta, Aika Ayaka, kimJJ boo, Hiruzent.1, oline, , yeonkkoch, boojaebear2601, dheaniyuu, nabratz, ruixi1, JungKimCaca, Black Rose, Guest, Guest, Guest, Guest, Kyuhyuk07, fuyu cassiopeia, alby, min, hatakehanahungry, JungKimCaca, Guest, azahra88, Yunjj, blueonyx syiie, Guest, AidenLee15, Black Swan II, Cassie Cassiopeia YunJae, Choi Min Gi, ChwangKyuh EviLBerry, DevilCute, Dovyqueensan, Jung hyo ra, Kim Rin Sung, KimSungJin, Lee Ha Jae, ParkHyunHa, Shawoll na Cassie, UMeWookie, angelhana9, aprilyarahmadani, azahra88, chachatasia, dbsktvxqthsk95, depdeph, fuyu cassiopeia, honey02, imaimairma, , miss busy, ratnawulansari51, runashine88, sakuranatsu90, say yo, shanzec, tatsuki1988, , 6002nope, Ami Yuzu, Casshipper Jung, Daniar wu, Jeremmy Kim, MyBabyWonKyu, Lee Min Ah, ParkHyunHa, TitaniumSP, boojaebear2601, dee6002, dheaniyuu, elleinadk, , imaimairma, ividis, megumi takahashi, megumi takahashi, pluspitasary, 94, roxy fuji, suira seans, wildapolaris, dee6002, ClouDyRyeoRez, alwaysyunjae, My jeje, allyadyah, ayyaLaksita, jejebear, Rennyekalovedbsk, , Anik0405, Dovyqueensan, Krisyeol Lover, Lee HwaKyung, Sorra988, , cassandraaeris12, devil kyu, koukei8696, yumiyuuki, Choi ann, SheeHae, Rahel KaiSoo shipper, Hyunki2204, popyeos, Dewi15, apine shim, usriaya, .5, DOUBLE-YU, , demikyu, serenade, uchiwawa, lingpark, anara17, mchanyeollie, koukei8689
Gomawo udah review, follow and favorite! Saranghaee~~ *bow*
Mianhae kalau ada yang ketinggalan ._. ))
.
Anw, yang cassie, elf, ygstan, atau apapun kalian (?) boleh loh temenan sama veect, di twitter princelfss atau bisa tanya-tanya juga di askfm : victingrid :D biar bisa fangirlingan barengg
Gomawo yang udah setia nungguin dan baca ff ini! Veect cinta deh sama kalian XD
Mianhae kalau banyak typo ne :'D
Thanks for reading! Leave a review, please? :D ^^~
