Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B, slight! JaeMin. Conflict! HoMin. DLDR
©veectjae
Preview last chapter
Changmin merenungi baik-baik sikapnya selama ini. Melihat kembali semua kenangan yang telah ia alami, dan memikirkan kembali perkataan Jaejoong. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk menemui keluarganya minggu depan. Entah apakah ini keputusan yang benar atau tidak, entah apakah hubungan keluarganya dapat kembali seperti dulu, setidaknya ia sudah berusaha memperbaikinya, seperti kata Jaejoong.
Sedangkan, hubungan Yunho dan Jaejoong terlihat semakin mesra. Kali ini, Jaejoong menyemangati Yunho yang menghadapi turnamen basket se-SMA di Seoul, ditemani oleh Siwon. Tak disangkanya, Siwon menanyakan tentang Go Ahra. Jaejoong semakin terkejut, ketika mengetahui bahwa Ahra adalah salah satu wanita penggoda di Mirotic Club. Cherry lipsnya menyunggingkan senyum licik, menyusun rencana untuk membuat nenek lampir itu berhenti mengganggunya.
Chapter 13
Changmin menghela nafas dalam, memandangi mansion mewah di depan matanya. Sudah lama sekali, sejak ia menginjakkan kakinya di mansion ini lagi. Tangannya mengulur ragu, hendak menekan bel mansion tersebut. Yah, walaupun mansion ini juga tempat tinggalnya, ia merasa canggung untuk langsung masuk ke dalamnya. Padahal, dulu ia selalu sembarang masuk, lalu berteriak memanggil eommanya.
"Sudah lama sekali" gumamnya. Setelah ragu untuk beberapa saat, akhirnya ia memberanikan diri untuk menekan bel tersebut. Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya. Seorang wanita yang terlihat sudah mulai menua, namun gurat-gurat kecantikan itu masih ada di wajahnya. Wanita dengan senyum yang merekah lebar di wajah kecilnya.
"Changminnie!" pekik wanita itu, lalu memeluk Changmin erat.
"Eomma" gumamnya, lalu dengan ragu ia memeluk sang eomma. Jung Taehee, eommanya, semakin memeluk anaknya erat, seakan-akan anaknya akan meninggalkannya lagi.
"Aigooo, Minnie sudah besar ne? Eomma menjadi merasa bersalah, tidak mengikuti perkembanganmu sayang" ujar Taehee dengan wajah bersalah. Changmin merasa tidak enak karena telah membuat eommanya bersedih.
"Aniya eomma, gwaenchana. Lagipula, semenjak aku di Jepang, aku menjadi lebih mandiri kan? Mianhae, baru mengunjungi eomma sekarang" kata Changmin sambil mengelus wajah eommanya yang sudah mulai berkerut. Ia menjadi merasa bersalah, karena membiarkan eommanya sendiri, selama ia di Jepang dan hyungnya di Amerika.
"Aishh, sudahlah. Kajja kita masuk, appamu sudah menunggu" Taehee menarik pelan tangan anak bungsunya. Mendengar kata 'appa', Changmin sedikit gugup. Ia paham sekali sifat temperamental appanya itu, dan ia yakin ia akan dimarahi karena dianggap anak kurang ajar, karena baru mengunjungi keluarganya setelah hampir dua minggu pulang. Mereka berdua memasuki ruang keluarga, sang appa, Jung Jihoon sedang asik membaca majalah bisnis sambil menikmati espresso buatan istrinya.
"Annyeong haseyo, appa" sapa Changmin. Yah, walaupun ia membenci, ah ani, sedikit 'takut' dan memiliki luka dengan appanya, ia masih menghargai Jihoon sebagai orang tua yang merawatnya.
"Kau kembali juga, Min. Masih ingat dengan rumah, eoh?" sindir Jihoon halus. Changmin hanya terdiam, sementara Taehee menyenggol lengan suaminya, memperingatinya agar bersikap seperti biasa.
"Hyung di mana, eomma?" Tanya Changmin memecah keheningan.
"Hyungmu sedang mengantarkan calon kakak iparmu pulang" jawab eommanya bersemangat. Changmin mengangkat alisnya.
"Jaejoong hyung habis dari sini?" Tanya Changmin. Jihoon berhenti membaca majalahnya, lalu balik bertanya pada Changmin.
"Kau mengenal Jaejoong, Min?" Changmin mengangguk singkat.
"Jaejoong hyung adalah roommate-ku saat di Jepang dulu" sang appa hanya mengangguk singkat, sedangkan eommanya terkejut dan dengan heboh menanyainya macam-macam.
"Hah, bagaimana bisa? Kalian tinggal dalam satu apartemen? Sejak kapan kalian saling mengenal? Memangnya uang yang eomma transferkan kurang, sampai kamu tinggal bersama dengan Jaejoongie?" Changmin mendesah pelan, heran dengan sikap eommanya yang tidak berubah, tetap suka bertanya dengan tidak sabaran.
Ia pun menceritakan kehidupannya selama di Jepang. Mulai saat pertama kali ia bertemu Jaejoong dengan tidak sengaja di salah satu pameran sekolah, ketika mereka memutuskan untuk tinggal bersama demi menghemat, mengambil kerja part-time, hingga bagaimana telatennya Jaejoong 'merawat' Changmin selama ia di Jepang. Taehee terlihat terkesima dengan cerita Changmin. Jaejoong yang kelihatannya agak cuek, dan bersikap seperti laki-laki sebayanya (bukan seperti uke pada umumnya), bisa memiliki sifat keibuan seperti itu. Sedangkan Jihoon, menatap Changmin dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kau, tidak menyukai Jaejoong kan, Min?" selidik sang appa.
"Tentu aku menyukainya, appa. Siapa yang tidak suka dengannya, Jaejoong hyung terlalu baik untuk dibenci" jawab Changmin apa-adanya.
"Ani, bukan suka yang seperti itu. Maksud appa, kau mencintainya?" Tanya sang appa.
"Tentu, dia sudah seperti hyungku sendiri. Bahkan aku merasa lebih dekatnya daripada dengan Yunho hyung" ujar Changmin santai.
"Kau tahu kan Min, hyungmu itu paling tidak suka ada orang yang menganggu barang miliknya" kata Jihoon, singkat namun tajam.
"Berdasarkan cerita Jaejoong hyung, mereka tidak berpacaran, appa. Aku hanya ingin melindunginya. Dan, Jaejoong hyung bukan barang yang bisa diperebutkan" balas Changmin tajam. Taehee mendesah pelan, ia tidak bodoh. Ia tahu, keluarganya kurang harmonis, dan anak bungsunya ini masih memiliki luka batin dengan suaminya. Dan jika hal ini ia biarkan, pertemuan mereka dengan Changmin setelah beberapa tahun ini akan diakhiri dengan adu mulut antar suami dan anaknya.
"Sudahlah yeobo. Jaejoongie dan Changmin kan hanya dekat karena dulu mereka roommate. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, betul kan Minnie?" Taehee menengahi mereka. Changmin hanya mengangguk asal. Taehee mengajak Changmin mengobrol ringan, sedangkan Jihoon melanjutkan membaca majalahnya. Tak lama kemudian, terdengar derap langkah kaki ke arah mereka.
"Eoh, Yun? Sudah pulang? Tumben cepat" Tanya Taehee.
"Ne, Jaejoong memaksaku untuk segera pulang" jawab Yunho.
"Ahhh, pasti karena kau merindukan adik kecilmu ini kan?" goda Taehee, yang malah membuat suasana sedikit canggung. Yunho dan Changmin hanya saling menatap. Taehee mendesah pelan, tidak paham apa lagi yang terjadi dalam keluarganya.
"Haishhh, sudahlah kalian ini. Kajja, kita makan!" ucap Taehee, memecah keheningan.
.
.
.
Sementara itu, Jaejoong dengan keadaan shirtless, tengah menelfon seseorang di balkon kamarnya, seraya memandangi langit-langit malam.
"Sudah kau pastikan, hyung? Aku tak butuh yang terlalu lama reaksinya, cukup satu jam saja. Tak sudi aku menghabiskan waktuku terlalu banyak dengannya" ujarnya pada seseorang disebrang telefon.
"….." Jaejoong tersenyum puas mendengarnya.
"Gomawo hyung. Tolong pastikan tidak ada orang yang tahu hal ini selain kita. Setelahnya, kau bisa mengurusinya, kan?"
"…." Jaejoong membalikkan badannya, berjalan memasuki kamarnya.
"Arraseo, arraseo. Kau hanya tinggal menyiapkan semuanya, dan kirim rekeningmu ke aku. Gomawo, hyung" Jaejoong memutuskan telefon tersebut. Lalu ia mengetik pesan kepada Siwon.
"To : Siwon Hyung
Hyung, mianhae, weekend ini aku tidak bisa bergabung. Setelah pekerjaanku selesai, ada hal yang harus kulakukan"
Jegrekkk. Pintu kamar Jaejoong terbuka, terlihat Youngwoon sedang melongo melihat hyungnya. Jaejoong buru-buru menekan tombol send, lalu mengomel pada adik kesayangannya itu.
"Yahhh, sudah berapa kali kubilang, ketok pintu dulu!" Youngwoon tetap melongo, dan tak lama kemudian berteriak sambil menutup pintu kamar Jaejoong dengan keras.
"YAH HYUNG PAKAI BAJUMU!" Jaejoong menyerngit heran melihat tingkah adiknya itu, yang bak perawan yang hendak diperkosa.
"Yaishh, ada apa denganmu Kim Youngwoon? Memangnya kau tidak pernah melihatku shirtless?" gerutunya, sambil memakai singlet hitamnya.
"Ada apa?" ketusnya saat membuka pintu kamarnya.
"Yaishh, jangan ketus seperti itu hyung! Akukan hanya kaget melihatmu shirtless!" rengek Youngwoon.
"Memangnya kau tidak pernah melihatku shirtless? Kau seperti hendak kuperkosa. Untung saja appa dan eomma sedang pergi, jika tidak pasti mereka sudah heboh mendengarmu" omel Jaejoong.
"Hehehe mianhae hyung. Sepertinya terakhir kali aku melihatmu shirtless, badanmu tidak sebagus ini deh. Apakah sekarang kau punya abs, hyung? Kau sixpack?" Tanya Youngwoon bersemangat, sambil menyentuh-nyentuh perut ramping Youngwoon.
"YAH! Kau mengerikan Woon-ie!" gidik Jaejoong sambil menepis Youngwoon.
"Hehehe, habisnya aku kagum hyung. Dulukan kau kerempeng, mengapa sekarang bisa menjadi terbentuk seperti ini badanmu?" cengir Youngwoon. Jaejoong mendengus kesal.
"Ck, tentu saja! Apa gunanya alat-alat fitness yang ada di belakang rumah itu jika tidak digunakan?"
"Dipakai appa" jawab Youngwoon polos. Jaejoong menepuk dahinya pelan, gemas dengan adiknya ini.
"Tentu saja kita harus memakainya, babo! Meskipun kita ini uke, badan kita juga harus fit! Memangnya kamu, gendut seperti ini? Nanti Hyunjoong hyung tidak mau lagi denganmu lho" goda Jaejoong. Tiba-tiba, wajah Youngwoon menjadi murung.
"Begitu ya?" gumamnya, kemudian masuk ke kamar Jaejoong, dan menghempaskan tubuhnya di kasur empuk Jaejoong. Jaejoong heran melihat tingkah adiknya yang tidak biasa itu. Ia mendekatinya, lalu duduk di kasur, di samping adiknya yang sedang menerawang langit-langit kamar.
"Sepertinya sedang ada masalah dengan Hyunjoong hyung" pikir Jaejoong.
"Hyunjoong hyung kenapa lagi?" Tanya Jaejoong. Youngwoon memejamkan matanya erat-erat, lalu membukanya lagi.
"Mollayo. Sudah hampir dua minggu ini Hyunnie seperti menghindariku. Setiap kuajak berkencan, dia selalu bilang sedang ada tugas kuliah. Atau kalau tidak, ia bilang sudah terlanjur janji dengan temannya. Haahhh, memang sih waktu itu ia sempat ke rumah, tapi hanya sebentar" keluh Youngwoon. Jaejoong tersenyum kecil melihatnya.
"Bukankah Hyunjoong sedang mengerjakan skripsinya? Wajar bukan bila ia sibuk?" kata Jaejoong sambil merapihkan rambut Youngwoon yang terlihat berantakan.
"Tapi hyung, kemarin aku melihat Hyunnie sedang berduaan dengan seorang yeoja di sebuah toko buku hyung! Mereka terlihat sangat akrab!" adu Youngwoon dengan penuh emosi. Jaejoong tertawa kecil melihat adiknya yang sedang dibakar api cemburu itu.
"Jinjja? Apakah kau yakin itu Hyunjoong?" Tanya Jaejoong untuk memastikan.
"Ne, hyung! Aku yakin 100% itu Hyunnie! Kemarin ia juga sudah kutanyai, katanya sih yeoja itu hanya temannya saat mengerjakan skripsi. Mereka ke toko buku untuk mencari referensi" Jaejoong mengelus-elus dahi Youngwoon, kebiasaan yang selalu ia lakukan saat menghibur atau menenangkan adiknya itu sejak kecil.
"Kalau begitu, mengapa kau tidak belajar untuk mempercayainya saja? Kunci keberhasilan sebuah hubungan adalah kepercayaan, Woon-ie. Percayalah, tidak mungkin Hyunjoong hyung selingkuh" nasihat Jaejoong.
"Aku juga ingin berpikir seperti itu, hyung. Tapi… ketika melihat yeoja itu… Aku takut, Hyunjoong hyung meninggalkanku. Yeoja itu sangat cantik…" cicit Youngwoon dengan mata berair.
"Yah yah, yahh! Jangan menangis! Aigooo, kau ini sangat mudah negative thinking sih!" gerutu Jaejoong. Youngwoon menyeka air matanya, lalu men-pout-kan bibirnya.
"Kau akan merasakannya ketika Yunhomu itu berdekatan dengan yeoja cantik hyung!" kesal Youngwoon. Jaejoong hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Woon-ie, dengarkan aku. Seharusnya, ketika kau mencintai seseorang, kau tidak perlu merasa takut untuk kehilangannya. Karena, jika ia memang benar-benar mencintaimu, ia akan memastikan dirinya selalu ada untukmu. Ketika kalian benar-benar saling mencintai, tidak ada satupun dari kalian yang takut kehilangan, karena kalian tahu, kalian tak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Kalian saling membutuhkan, maka kalian tidak akan meninggalkan siapapun. Arrachi?" Youngwoon mengangguk.
"Gomawo hyung. Kau yang terhebat" ujar Youngwoon lalu bangkit dari tidurnya, dan memeluk Jaejoong erat.
"Ne, aku senang jika kau sudah merasa lebih baik" jawabnya.
"Malam ini aku tidur kamarmu ne hyung? Jeballl " rengek Youngwoon manja. Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya, bingung dengan adiknya yang masih sangat manja ini.
"Arrasep, tapi bawa boneka teddymu itu! Aku tidak mau kau peluk hingga pagi" gerutu Jaejoong yang dibalas oleh cengiran Youngwoon.
Dalam hati, Jaejoong tersenyum senang. Ia bangga, bisa menjadi kakak yang baik untuk Youngwoon. Ia senang, Youngwoon selalu mempercayainya sebagai tempatnya untuk berkeluh-kesah. Ia senang, hubungannya dengan sang adik sangatlah akrab. Walaupun tak jarang Jaejoong memarahi Youngwoon, dalam lubuk hati yang paling dalam, adiknya adalah orang yang paling ia cintai, dan selalu ingin dia lindungi. Itulah guna seorang saudara bukan? Saling mendukung, dan saling melindungi apapun yang terjadi.
.
.
.
Keluarga Jung telah menyelesaikan makan malam mereka, dan sekarang mereka sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV. Sang eomma berusaha untuk mengajak anak-anak serta suaminya mengobrol, tetapi sepertinya mereka tidak begitu tertarik untuk membuka obrolan. Sehingga, keadaan menjadi sangat hening seperti sekarang ini.
"Bagaimana pendidikan kalian di sekolah?" Tanya Jihoon.
"Masih stabil, appa. Belum ada yang berhasil merebut gelar juara umumku" ujar Yunho, sedikit menyombongkan diri. Jihoon mengangguk puas. Putranya yang satu ini memang tak pernah mengecewakannya.
"Bagaimana denganmu, Min?" Jihoon menatap Changmin.
"Yahh, seperti biasa appa. Aku baru dua minggu bersekolah di sini. Kalau selama di Jepang, tidak ada masalah berarti" Appa Jung memanggut-manggut.
"Baguslah. Setidaknya dalam beberapa tahun lagi, aku bisa menyerahkan perusahaan ke tangan kalian" Yunho hanya menganggung-angguk, karena memang minatnya sama dengan sang apa, di bidang bisnis. Tetapi tidak dengan Changmin. Ia sama sekali tak tertarik untuk duduk di belakang meja, membaca ulang berkas-berkas, menandatanganinya, lalu mengulanginya sampai jam kerjanya selesai. Itu sama sekali bukan tipenya.
Tetapi, belum sempat Changmin mengeluarkan protesnya, Jihoon sudah menanyainya kembali.
"Kau tinggal di mana selama ini?" Changmin meneguk ludahnya. Sepertinya ia tahu kemana arah pembicaraan ini.
"Di apartemen di kawasan Seongdong-gu. Di dekat Seoul Forest, appa" jawab Changmin. Dahinya mengerut.
"Seongdong-gu? Seoul Forest? Apa kau tinggal di Galleria Foret(*)?" selidik Jihoon. Changmin mengangguk.
"Jinjjayo, Minnie? Kau membeli apartemen di Galleria Foret?" Tanya sang eomma. Changmin kembali mengangguk.
"Ne, eomma. Aku membelinya sekitar satu bulan lalu. Saat itu, ada salah satu temanku yang menawarkan salah satu apartemen di sana dengan harga yang terhitung cukup murah untuk apartemen semewah itu" jelas Changmin.
"Darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu?" kali ini Yunho yang bertanya. Changmin menyeringai.
"Dari hasil tabunganku selama ini. Hasil penghematanku dengan Jaejoong hyung, dengan berbagi kamar saat di Jeoang. Bekerja part-time. Mengikuti berbagai lomba, dan mendapatkan uang yang tidaklah sedikit. Mendapatkan beasiswa, yang uangnya kutabung. Juga, aku menjual beberapa lagu hasil karyaku ke beberapa agency di Jepang. Ada beberapa agency di Korea yang membeli laguku juga" ujar Changmin bangga.
Ya, Changmin bukanlah anak manja yang suka bergantung dengan kekayaan orang tuanya. Ia suka jika apa yang ia dapatkan adalah hasil jerih payahnya sendiri, bukan karena diberi oleh orang tuanya, walaupun keluarganya sudah sangat kaya. Jadi, ia berusaha mendapatkan uang dengan cara-cara yang ia bisa lakukan.
"Apakah uang yang kami transfer kurang, sehingga kau harus mencari uang sendiri, Jung Changmin?" Tanya Jihoon tajam. Ia tidak suka jika anaknya yang masih pelajar mencari uang sendiri, walaupun sebenarnya hal itu tidak menganggu pendidikan Changmin.
"Tidak, appa. Sangat cukup malah. Tapi aku berusaha untuk mandiri. Aku tidak ingin selamanya bergantung pada appa dan eomma. Bukankah appa sendiri yang berkata, bahwa aku harus mandiri seperti Yunho hyung?" balas Changmin tajam. Ayah dan anak itu beradu tatap dengan tajam. Yunho mendesah pelan, sedangkan sang eomma ikut tegang melihatnya.
"Neo…" geram sang appa. Taehee memegang lengan Jihoon. Jihoon memejamkan matanya, lalu menghembuskan nafasnya.
"Kau harus kembali ke rumah ini" ucap Jihoon final. Sayangnya, Changmin bukanlah Yunho yang akan menurut semudah itu.
"Aku sudah SMA, appa. Aku berhak menentukan aku tinggal di mana. Dan untuk saat ini, aku ingin tinggal di apartemen hasil jerih payahku. Aku ingin menikmati barang yang kubeli sendiri dengan kerja kerasku" ucap Changmin dingin. Mereka kembali beradu tatap.
"Sebaiknya aku segera pulang. Terimakasih untuk makan malamnya, eomma. Aku pamit dulu. Sampai berjumpa lagi" kata Changmin singkat, lalu meninggalkan kediaman Jung. Jihoon memilih untuk masuk ke kamarnya, sementara Yunho menunggu sang eomma yang masih melihat punggung adiknya yang lama-kelamaan menghilang.
"Bahkan ia memperlakukan kita, seperti ia datang ke rumah ini sebagai seorang tamu" gumam Taehee sedih.
"Sudahlah, eomma. Appa dan Changmin memang sama-sama keras kepala" ujar Yunho dan menepuk-nepuk bahu eommanya yang terlihat semakin rapuh itu. Taehee menatap anak sulungnya itu.
"Tolong keluarga kita, Yun. Hanya kau yang bisa mengembalikannya seperti semula" kata Taehee penuh harap, lalu memilih untuk menyusul suaminya ke kamar.
Yunho diam. Ucapan eommanya, seakan-akan menambah beban baru pada Yunho.
"Bagaimana aku bisa mengembalikannya, jika aku masuk dalam masalah ini?" batinnya
.
.
.
(*) Galleria Foret : Apartemen mewah di daerah Seongdong-gu, di dekat Seoul Forest dan Sungai Hangang. Kabarnya, Galleria Foret ini adalah apartemen termahal di Korea Selatan. Harga termurah untuk mendapatkan ruang apartemen di lantai bawah berkisar di 3 Milliar Won, atau sekitar 30 Milliar Rupiah. Sedangkan, untuk mendapatkan ruang apartmen di lantai atas, harga yang dikenakan cukup mahal, yaitu 5 Milliar Won atau 50 Milliar Rupiah (bayangin Changmin yang masih SMA, punya uang sebanyak itu. Gapaham lagi dapet darimana XD)
.
OMO FINALLY CHAPTER 13 UPDATE! XD
Hahaha mianhae karena updatenya lamaaaa sekali :")
Karena idenya sempet mampet /? Jadi stuck huhu. Begitu ada ide, tugas numpuk. Terus ujian. Baru deh liburan ini bisa ngelanjutin :') masih ada yang nungguin nggak ya….
Kalau masih ada, jeongmal gomawo! Maaf, di chapter ini sama sekali gaada Yunjae moment. Chapter ini memang veect rencanakan khusus untuk family. Mungkin di chapter depan ada, tapi tidak banyak. Haha maapkeun :")
Oh ya, untuk yang tanya tentang maslah Youngwoong dan Youngwoon (lagi), veect akan jelaskan kembali. Memang, sebenarnya yang veect maksudkan adalah Youngwoong. Tapi, karena kesalahan dalam mengetik (typo :'D), veect memutuskan untuk membuat karakter baru, sesuai dengan kreasi veect dengan nama 'Kim Youngwoon'. Jadi, Kim Youngwoon ini bukan Kangin Super Junior. Yakali Kangin jadi uke :"D
Gomawo untuk yang sudah review! Ahhh kalian selalu bikin semangat buat nulis~
(( SPECIAL THANKS :
.50, whirlwind27, .94043, bearkitty, BlackRose98, Guest, JonginDO, Lawliet Jung, yunacho90, Shim JaeCho, de, yunjae107, imaimairma, shipper89, ruixi1, dheaniyuu, AprilianyArdeta, Aika Ayaka, kimJJ boo, Hiruzent.1, oline, , yeonkkoch, boojaebear2601, dheaniyuu, nabratz, ruixi1, JungKimCaca, Black Rose, Guest, Guest, Guest, Guest, Kyuhyuk07, fuyu cassiopeia, alby, min, hatakehanahungry, JungKimCaca, Guest, azahra88, Yunjj, blueonyx syiie, Guest, AidenLee15, Black Swan II, Cassie Cassiopeia YunJae, Choi Min Gi, ChwangKyuh EviLBerry, DevilCute, Dovyqueensan, Jung hyo ra, Kim Rin Sung, KimSungJin, Lee Ha Jae, ParkHyunHa, Shawoll na Cassie, UMeWookie, angelhana9, aprilyarahmadani, azahra88, chachatasia, dbsktvxqthsk95, depdeph, fuyu cassiopeia, honey02, imaimairma, , miss busy, ratnawulansari51, runashine88, sakuranatsu90, say yo, shanzec, tatsuki1988, , 6002nope, Ami Yuzu, Casshipper Jung, Daniar wu, Jeremmy Kim, MyBabyWonKyu, Lee Min Ah, ParkHyunHa, TitaniumSP, boojaebear2601, dee6002, dheaniyuu, elleinadk, , imaimairma, ividis, megumi takahashi, megumi takahashi, pluspitasary, 94, roxy fuji, suira seans, wildapolaris, dee6002, ClouDyRyeoRez, alwaysyunjae, My jeje, allyadyah, ayyaLaksita, jejebear, Rennyekalovedbsk, , Anik0405, Dovyqueensan, Krisyeol Lover, Lee HwaKyung, Sorra988, , cassandraaeris12, devil kyu, koukei8696, yumiyuuki, Choi ann, SheeHae, Rahel KaiSoo shipper, Hyunki2204, popyeos, Dewi15, apine shim, usriaya, .5, DOUBLE-YU, , demikyu, serenade, uchiwawa, lingpark, anara17, mchanyeollie, koukei8689, AnissKim, riza,
Gomawo udah review, follow and favorite! Saranghaee~~ *bow*
Mianhae kalau ada yang ketinggalan ._. ))
Thanks for reading, review please? ^^~
