Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B, slight! JaeMin. Conflict! HoMin. DLDR
©veectjae
Preview last chapter
Jaejoong menyusun sebuah rencana untuk memberikan pelajaran kecil pada Ahra. Ia sengaja memberikan penampilan special pada weekend kali ini. Sebuah sexy dance yang membuat dance floor memanas. Namun sayang, usaha itu tidak membuahkan hasil apapun. Ahra tidak kunjung mendekat padanya, dan menggodanya. Sehingga, ia tak bisa melanjutkan rencananya. Akhirnya, ia mengadakan dance battle. Hal ini menarik banyak pengunjung, karena pemenang dari dance battle ini akan mendapatkan Mirotic's 50% Voucher. Ahra datang ke panggungnya, lalu menggodanya. Tentu hal ini ditanggapi dengan senang oleh Jaejoong, demi kelancaran rencananya. Bahkan, Ahra berhasil mencuri sebuah ciuman dari Jaejoong. Ia menunggu Jaejoong hingga menyelesaikan pekerjaannya, dan sedikit minum. Jaejoong sengaja memesankan wine yang khusus ia pesan untuk Ahra, wine yang telah ia campuri obat. Benar saja, tak lama setelah Ahra meminum wine itu, ia pingsan. Jaejoong segera membawanya ke motel yang telah ia pesan, dan melanjutkan 'malam panas' mereka.
Chapter 15
Yangmi Motel, Room Number 102. 02.25 KST
Ahra membuka matanya yang terasa berat. Hal terakhir yang ia ingat adalah, ia menggoda DJ yang disapa orang-orang DJ Hero. Ia duduk di pangukuan DJ itu, sambil meminum wine yang diberikannya kepada Ahra. Dan semuanya terasa gelap.
Ia melihat seorang namja berkacamata, duduk berselonjor di kasur sambil membaca buku. Ahra berusaha berdiri dari kursinya, namun sayang, tidak bisa. Tangan dan kakinya sudah terikat dengan kuat. Ia berusaha melepaskan ikatan itu, namun yang ada tali itu semakin kuat menjerat dirinya, dan hanya sakit yang dirasakannya. Namja itu, menyadari bahwa Ahra telah bangun. Ia melepas kacamatanya, lalu bangkit berdiri mendekati Ahra.
"Sudah bangun, bitch?" seringai Jaejoong yang membuat Ahra bergidik ngeri. Ia belum menyadari siapa yang berdiri di depannya sekarang. Penglihatannya masih buyar.
"Di mana ini? Lepaskan aku!" ronta Ahra. Sayang, usahanya itu tak membuahkan apapun. Jaejoong tertawa puas melihat nenek lampir itu tak berdaya.
"Hmmm, Sleeping Liqiud Sex ini sangat manjur. Aku harus berterimakasih pada Youngbae hyung nanti" ujar Jaejoong sambil mengamati botol kecil yang digenggamnya.
"Siapa kau? Kau punya masalah apa denganku hingga kau menculikku seperti ini? Tak bisakah kita menyelesaikan masalahnya baik-baik?" tanya Ahra ketakutan. Jaejoong menampilkan smirk mengerikannya.
"Hm? Satu, aku tak menculikmu. Bukankah kau sendiri yang menawariku malam yang panas? Dan, aku menginginkan malam yang 'panas' seperti ini" sahut Jaejoong. Ia mencodongkan tubuhnya mendekat ke Ahra.
"Dua, kau tak mengenaliku, Go Ahra?" ia terkekeh pelan sebelum melanjutkan perkataannya.
"Mungkin kacamata ini akan membantumu mengenaliku" Kata Jaejoong tajam sambil menatap Ahra tajam pula. Ia mengenakan kacamata yang biasa ia pakai ke sekolah. Mata Ahra mengerjap beberapa kali, sebelum membulat sempurna.
"K-kim Jaejoong?" Ahra meneguk liurnya.
"Bagaimana Jaejoong yang nerd itu bisa menjadi seperti ini? Apakah ia DJ Hero? Dan mengapa ia menculikku?" berbagai pertanyaan muncul di benakmya.
"Tiga, masalah? Diselesaikan baik-baik? Bahkan sudah hampir setiap hari aku berusaha menyelesaikan masalah kita secara baik-baik. Kau saja yang tidak bisa diajak berkerja sama. Ck, kau sangat bodoh bila tak mengetahui kesalahanmu" ucap Jaejoong dingin. Ia menarik tubuhnya menjauh dari Ahra.
"A-apa salahku padamu, Kim Jaejoong?" Ahra berusaha melawan Jaejoong, walaupun dalam hatinya ia sangat ketakutan.
"Kau tak tahu?" Jaejoong tertawa terbahak-bahak.
"Kau" Jaejoong memegang wajah Ahra dengan tangan lembutnya.
"Mengganggu" Ia mulai memainkan jemari lentiknya di wajah Ahra. Ahra bergidik ketakutan.
"Diriku" Jaejoong sedikit menancapkan kukunya yang tajam ke pipi Ahra. Ahra meringis kesakitan
"Dan Yunho" Jaejoong mencengkram wajah Ahra dan menariknya mendekat. Ia menatap Ahra dengan tatapan tajam, dingin, dan penuh amarah.
"Kau paham, Ahra-ssi?" Jaejoong melepaskan cengkramannya di wajah Ahra dengan kasar. Ahra menggeleng-geleng ketakutan.
"Ini bukan Jaejooong. Bukan, Jaejoong yang kutahu bukan seperti ini" cicitnya.
"Yang kau tahu, bukan? Kau tak mengenalku, Ahra-ssi. Aku jauh lebih kejam dari yang kau tahu. Aku bisa saja mengasarimu di sekolahan. Sayangnya, itu akan merusak image nerdku yang masih kubutuhkan" Jaejoong kembali menyeringai puas melihat Ahra yang ketakutan.
"Dan, ya. Aku DJ Hero yang kau goda itu. Kaget?" Jaejoong tertawa. Ahra terlihat semakin ketakutan.
"Sayangnya aku tak sudi bercinta dengan wanita murahan sepertimu. Bercinta dengan wanita yang berlagak manis di sekolah, sedangkan ia sudah menekuni dunia malam, menggoda lelaki sana-sini sejak SMP? Aku jauh lebih memilih untuk bermain sendiri daripada harus dipuaskan olehmu, slut" kata Jaejoong tajam. Ahra terbelalak.
"D-dari mana kau mengetahui semuanya?" Jaejoong kembali tertawa.
"Hey, club tempatmu menggoda para lelaki itu adalah milik eommaku! Yang suatu saat nanti akan menjadi milikku! Tentu, aku mengetahui semua yang terjadi di club" kata Jaejoong. Yah, sedikit berbohong tidak apa-apakan?
"L-lalu, a-ap-apa yang kau mau?" Ahra benar-benar ketakutan kali ini. Baru kali ini ia melihat Jaejoong menjadi semengerikan ini. Selama ini ia menindas Jaejoong, dan menganggunya tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti. Dan sekarang, nampaknya Jaejoong ingin membalaskan dendamnya.
"Simple saja. Kau pasti mengetahuinya" Jaejoong tersenyum puas.
"Jauhi Yunho. Atau..." Jaejoong menggantungkan perkataannya sesaat.
"Aku akan memberi tahu satu sekolahan bahwa kau, Go Ahra, adalah seorang bitch yang suka menggoda lelaki" kata Jaejoong puas. Wajah Ahra memucat. Mendengar kata-kata 'Jauhi Yunho' saja ia sudah tidak rela. Apalagi 'memberi tahu satu sekolahan'. Hell, no! Reputasinya sebagai ketua fan-club Yunho pasti akan jatuh. Ia pasti akan dikucilkan. Ia akan dimarahi habis-habisan oleh orang tuanya.
"Tidak mau? Yasudah" kata Jaejoong sambil menjauhi Ahra, hendak keluar.
"Jangan!" teriak Ahra. Tentu ia sangat takut jika Jaejoong benar-benar membocorkan rahasia besarnya itu. Jaejoong bukanlah orang yang main-main dengan perkataannya.
"So?" Ahra meneguk ludahnya kasar.
"Aku tak bisa menjauhi Yunho. Bagaimanapun, aku kan ketua fanclub nya di sekolah" Ahra masih berusaha untuk tetap berdekatan dengan Yunho.
"Ck, berikan saja titel tak berguna itu pada orang lain yang mendukung hubungan kami" gerutu Jaejoong.
"ANDWEYO! Titel itu kudapatku dengan susah payah, Kim!" getak Ahra. Jaejoong menatapnya nyalang. Ahra ketakutan melihat mata Jaejoong yang dipenuhi oleh emosi.
"Jadi seperti itu?" ujar Jaejoong. Ia berjalan menuju meja, lalu mengambil pisau lipat yang berada di atasnya.
"Apa yang bisa kulakukan dengan pisau ini ya? Sepertinya menggambar di tubuhmu akan menyenangkan" Jaejoong tersenyum licik sambil menatap Ahra.
"Jangan! Arraseo, arraseo! Aku akan menjauhi Yunho!" kata Ahra akhirnya sambil terengah ketakutan. Jaejoong tersenyum puas.
"Seharusnya kau katakan itu sedari tadi, Ahra-ssi" ucap Jaejoong sambil tersenyum puas. Ahra mendengus kesal.
"Sekarang segera lepaskan aku!" ketus Ahra.
"Hey, hey, hey, slow down! You called me master before. It means, you're my slave tonight, rite? Tak ada slave yang memerintah masternya" Jaejoong menyeringai. Ahra merasakan sesuatu yang tidak enak. Jaejoong meletakkan pisau lipatnya, lalu mengambil gunting dari sakunya.
"Apa yang akan kau lakukan, Kim Jaejoong!" teriak Ahra histeris.
"Mempercantik slave baruku ini" kata Jaejoong licik.
"Please, Kim Jaejoong! Aku sudah menurutimu! Tolong akuuuu! Jangan lakukan ini, Jae!" teriak Ahra kuat-kuat.
"Sayangnya ruangan ini sudah kubuat kedap suara, Ahra. Jadi mau kau berteriak sekeras apapun, hanya aku dan kau yang bisa mendengarnya" kata Jaejoong.
"Di mana otakmu Kim Jaejoong?!" teriak Ahra ketakutan. Lama-lama, Jaejoong dibuat kesal oleh yeoja satu ini.
"Otakku? Seharusnya aku yang bicara seperti itu! Di mana otakmu ketika kau mengataiku bitch di depan semua orang?" teriak Jaejoong yang membuat Ahra terdiam.
"Asal kau tahu saja, aku tak pernah menggoda Yunho! Dia yang menggodaku, dia yang mendekatiku! Bahkan, sebelum ia menyapaku, aku tak tahu ada makhluk bernama 'Jung Yunho' di Toho High School!" lanjut Jaejoong.
"Jadi, jika kau berkata, siapa yang tidak punya otak, kau! Kau itu yang tidak punya otak! Kau tidak punya logika! Bahkan kau dulu pernah menyilet Park Karam bukan?" geram Jaejoong. Lalu ia berusaha mengatur nafasnya yang mulai terengah-engah.
"Jadi, hari ini, aku akan memberikan sebuah pelajaran berharga untukmu. Kau harus menghentikan obsesi gilamu itu pada Yunho" Jaejoong berjalan mendekati Ahra. Ahra meronta-ronta, sebuah usaha yang sia-sia.
"Diam lah, bitch!" teriak Jaejoong. Ia menempatkan dirinya di belakang Ahra.
"A-apa yang kau lakukan, Jaejoong?" kata Ahra ketakutan.
"Kan sudah kubilang, aku ingin mempercantik dirimu" kata Jaejoong sambil menyisiri rambut Ahra menggunakan tangannya. Ahra membuka kelopak matanya lebar-lebar.
"Tolong Jae, tolong! Kumohon jangan lakukan apapun dengan rambutku ini!" teriak Ahra histeris.
"Setidaknya aku tidak menyiletmu seperti kau menyilet Karam-ssi" sahut Jaejoong dingin.
"Andwe! Kumohon dengan sangat Jaejoong-ah!" teriakan Ahra semakin menjadi.
"Ck, kau memang tak bisa diajak bekerja sama. Yasudah" Jaejoong mengambil plester lalu menempelkannya pada mulut Ahra. Dengan perasaan bahagia, ia mulai memotong rambut Ahra. Sehingga, rambut Ahra yang panjang sekarang menjadi sangat pendek dan lebih mirip potongan rambut seorang namja namun acak-acakan.
"Selesai!" ucap Jaejoong riang seraya menepuk-nepuk rambut Ahra. Rambut Ahra terlihat seperti rambut tokoh-tokoh kartun. Jaejoong melepas plester di mulut Ahra, lalu menyodorkan cermin, bermaksud agar Ahra melihat hasil karyanya.
"Ah, mian aku lupa tanganmu masih terikat" kata Jaejoong, lalu menghadapkan cermin itu di depan wajah Ahra. Begitu melihat rambutnya, Ahra menangis meraung-raung. Jaejoong memejamkan matanya. Dia tahu, dia sangatlah jahat pada Ahra kali ini. Tapi ia pikir, jika ia tidak melakukan hal ini, pelacur itu tidak tahu bagaimana menempatkan diri.
"Mianhae, Jaejoong! Jeongmal mianhae! Aku janji tidak akan mendekati Yunho lagi! Aku janji tidak akan bertatap muka dengannya lagi!" raung Ahra. Jaejoong mengangguk puas.
"Kuharap kata-katamu bisa kupegang, Ahra-ssi" kata Jaejoong dingin. Ia meletakkan cermin itu sembarangan, lalu berjalan keluar kamar.
"Jaejoong! Bagaimana dengan ikatanku?" tanya Ahra panik.
"Well, aku takut kau harus melepaskannya sendiri, Ahra-ssi" kata Jaejoong santai lalu meninggalkan Ahra yang masih berteriak meminta pertolongannya.
BRAK. Pintu Jaejoong tutup dengan kasar. Jaejoong mengusap wajahnya. Sungguh, ia merasa sangat bersalah dengan Ahra. Ia masih memiliki hati, sehingga ia menyuruh Youngbae untuk mengurus wanita itu.
"Kuserahkan ia padamu, hyung. Terserah mau kau apakan, yang penting jangan kau siksa lagi. Dia sudah cukup tersiksa malam ini. Ah ya, jangan lupa berikan wig yang sudah kusiapkan padamya" kata Jaejoong. Youngbae tersenyum, ia paham sekejam apapun Jaejoong, ia masih memiliki hati sebaik malaikat.
"Arraseo. Sekarang beristirahatlah. Kau terlihat sangat lelah malam ini" ucap Youngbae sambil menepuk-nepuk pundak Jaejoong.
"Ye, hyung. Gomawo. Besok pagi akan kutransferkan bonus untukmu. Anggap saja, tip dariku karena kau telah mengurus Ahra" kata Jaejoong lalu melenggang pergi.
Well, ia memang baik bukan?
.
.
.
Jaejoong terlihat sangat mengantuk pagi ini. Yah, bagaimana tidak mengantuk? Ia baru sampai rumahnya jam 4. Dan tentu saja ia tak bisa langsung menggeletakkan dirinya begitu saja. Ia membereskan alat-alat DJ yang dibawanya, mencharge laptopnya, mencuci wajah, dan menata buku-buku yang harus dibawanya besok. Baru, setengah jam kemudian ia bisa mengistirahatkan tubuhnya. Tentu, istirahatnya sangat tidak maksimal. Bahkan ia terlihat seperti zombie di sekolah.
"Joongie hyung, kau yakin kau baik-baik saja?" tanya Junsu khawatir.
"Ne, aku hanya kurang tidur semalam" sahut Jaejoong sambil berusaha tersenyum. Tapi, tak hanya Junsu yang mengkhawatirkannya. Teman-teman sekelasnya, termasuk Changmin yang kali ini tak duduk dengannya pun ikut mengkhawatirkannya. Sampai akhirnya, Bae Seonsangnim yang sedang mengajar menghampiri anak didiknya itu.
"Jae, kau baik-baik saja?" tanya Bae Seonsangnim. Jaejoong sedikit memgangkat kepalanya, lalu menganggukkan kepalanya.
"Sungguh? Jika kau kelelahan, kau bisa beristirahat selama jam pelajaran saya di UKS" tawar Bae Seonsangnim. Jaejoong tentu akan menerima tawaran itu, jika sekarang mereka sedang tidak mengerjakan tugas.
"Tidak usah, Seonsangnim. Aku harus menyelesaikan tugas dari Seonsangnim" tolak Jaejoong sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa jika kau ingin beristirahat. Tugas ini bisa kau kumpulkan pulang sekolah nanti. Aku tak ingin anak didikku sakit karena kelelahan" Bae Seonsangnim memang terkenal sebagai guru yang sangat baik. Maka dari itu, banyak murid yang menyukainya dan dekat dengannya. Umurnya juga belum terlalu tua, walaupun sudah menikah dan memiliki anak. Ia sangat mengerti watak remaja jaman sekarang.
"Ne, gamsahamnida, Seongsanim. Pulang sekolah nanti pasti aku akan mengumpulkan tugas ini" ujar Jaejoong penuh terimakasih sambil membungkuk pada Bae Seonsangnim. Bae Seonsangnim hanya tersenyum tipis, dan kembali ke meja gurunya.
Jaejoong berjalan menuju, dan merebahkan tubuh rampingnya di kasur empuk itu. Ia mulai memejamkan matanya, dan pergi ke alam mimpi.
.
.
.
Jaejoong membuka matanya sedikit ketika merasakan sebuah tangan mengelus pelan dahinya.
"Kau sudah bangun, Boo?" suara ini. Tanpa Jaejoong melihat orang itu, ia sudah mengenali siapa yang sedang berada di sampingny. Maka dari itu. ia memilih untuk kembali memejamkan matanya sejenak.
"Kau masih mengantuk" Yunho terkekeh pelan melihat Jaejoong yang mengangguk imut.
"Tidurlah lebih lama lagi. Aku akan menungguimu" kata Yunho penuh perhatian. Jaejoong menggeleng, lalu membuka matanya yang masih lengket itu.
"Ani, aku ingin ke kantin. Aku lapar" katanya.
"Jika kau masih mengantuk, kau tidur di sini saja, aku akan membelikan makanan untukmu" kata Yunho sambil hendak beranjak pergi, namun tangannya segera diraih oleh Jaejoong.
"Jangan. Kita ke kantin bersama" cegah Jaejoong. Yunho mengangguk lalu tersenyum. Jaejoong bangkit dari tidurnya, dan memakai sepatunya. Yunho yang melihat itu mendudukkan dirinya, membantu Jaejoong memakai sepatunya yang sebelah. Jaejoong tertegun melihat perlakuan Yunho yang sangat manis itu. Tanpa sadar, pipinya merona merah.
"Jja!" kata Yunho bersemangat sambil menggandeng tangan Jaejoong. Mereka berjalan beriringan menuju kantin.
"Kau tahu, saat aku tak menemukanmu di kelas, aku sangat panik. Untungnya, Junsu segera memberitahuku kalau kau di UKS. Saat Junsu memberitahuku kau di UKS, aku segera berlari secepat mungkin. Aku sangat mengkhawatirkanmu, kau tahu? Memangnya apa yang kau lakukan hingga tampak seperti zombie pagi ini? Apakah kau kurang tidur? Blablablabla" celoteh Yunho panjang lebar. Jaejoong tersenyum manis mendengar celotehan Yunho itu.
"Aku hanya kurang tidur semalam, Yun. Aku tidak sakit kok"
"Kau ini, jangan sampai kurang tidur lagi! Kurang tidur itu tidak baik, kau tahu? Blablablabla" Yunho kembali menceramahinya panjang lebar. Jaejoong terkikik pelan, menyadari bahwa Yunho memang sangat cerewet.
Di tengah jalan, mereka bertemu Ahra. Jaejoong menghentikan langkahnya, yang membuat Yunho juga menghentikan langkahnya. Yunho menatap Jaejoong bingung.
"Waeyo, Boo? Mengapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Yunho bingung. Jaejoong yang ditanya tak menanggapi pertanyaan itu, hanya menatapi Ahra dengan intens. Penasaran dengan apa yang Jaejoong lihat, Yunho ikut melihat ke arah yang Jaejoong pandang. Ia menemukan Ahra sedang mematung melihat ke arah mereka. Rambutnya yang bergelombang kini terlihat lurus dan lebih panjang. Bahkan, rambutnya yang seingatnya berwarna merah menyala itu, sudah berganti menjadi hitam legam.
"Ada apa dengannya? Mengapa ia mematung melihat kita?" tanya Yunho bingung. Jaejoong tersenyum lebar, yang menurut Ahra mengerikan. Wajahnya mulai memucat. Mungkin ia sedikit trauma dengan apa yang Jaejoong lakukan. Lalu dengan segera, ia berlari dari hadapan YunJae.
"Yah, mengapa ia tiba-tiba lari? Mengapa ia tak menganggu kita lagi? Apakah ia tersambar petir?" Yunho kebingungan. Sedangkan Jaejoong, tersenyum penuh kemenangan.
"Bukankah bagus bila ia tak mengganggu kita lagi, Yun?" kata Jaejoong, yang segera diangguki oleh Yunho.
"Kajja, waktu kita tidak banyak. Aku sangat lapar, aku hanya sarapan roti pagi" kata Jaejoong, yang langsung disahuti dengan ceramah Yunho tentang betapa pentingnya sarapan pagi itu.
"Aigooo, aku tak bisa membayangkan jika Yunho menjadi suamiku nanti. Tinggal satu rumah dengannya, dan setiap hari mendengar celotehannya ini" pikir Jaejoong tiba-tiba.
"Mwo? Suami? Aigooo bagaimana aku bisa berpikir sejauh itu? Suami? Menikah? Satu rumah?" pekik Jaejoong dalam hatinya. Membuat pipinya merah padan seperti kepiting.
Masalah Ahra terselesaikan. Apakah artinya, tidak akan ada penghalang lagi dalam hubungan mereka? Namun, bukankah sebuah hubungan akan terasa hambar jika tidak ada masalah apapun?
.
.
.
Yeeyyy chapter 15 finish! :v
Sebentar lagi bakal selesai nihh XD
Kira-kira bakal ada apa ya di antara YunJae? :p
(( SPECIAL THANKS :
.50, whirlwind27, .94043, bearkitty, BlackRose98, Guest, JonginDO, Lawliet Jung, yunacho90, Shim JaeCho, de, yunjae107, imaimairma, shipper89, ruixi1, dheaniyuu, AprilianyArdeta, Aika Ayaka, kimJJ boo, Hiruzent.1, oline, , yeonkkoch, boojaebear2601, dheaniyuu, nabratz, ruixi1, JungKimCaca, Black Rose, Guest, Guest, Guest, Guest, Kyuhyuk07, fuyu cassiopeia, alby, min, hatakehanahungry, JungKimCaca, Guest, azahra88, Yunjj, blueonyx syiie, Guest, AidenLee15, Black Swan II, Cassie Cassiopeia YunJae, Choi Min Gi, ChwangKyuh EviLBerry, DevilCute, Dovyqueensan, Jung hyo ra, Kim Rin Sung, KimSungJin, Lee Ha Jae, ParkHyunHa, Shawoll na Cassie, UMeWookie, angelhana9, aprilyarahmadani, azahra88, chachatasia, dbsktvxqthsk95, depdeph, fuyu cassiopeia, honey02, imaimairma, , miss busy, ratnawulansari51, runashine88, sakuranatsu90, say yo, shanzec, tatsuki1988, , 6002nope, Ami Yuzu, Casshipper Jung, Daniar wu, Jeremmy Kim, MyBabyWonKyu, Lee Min Ah, ParkHyunHa, TitaniumSP, boojaebear2601, dee6002, dheaniyuu, elleinadk, , imaimairma, ividis, megumi takahashi, megumi takahashi, pluspitasary, 94, roxy fuji, suira seans, wildapolaris, dee6002, ClouDyRyeoRez, alwaysyunjae, My jeje, allyadyah, ayyaLaksita, jejebear, Rennyekalovedbsk, , Anik0405, Dovyqueensan, Krisyeol Lover, Lee HwaKyung, Sorra988, , cassandraaeris12, devil kyu, koukei8696, yumiyuuki, Choi ann, SheeHae, Rahel KaiSoo shipper, Hyunki2204, popyeos, Dewi15, apine shim, usriaya, .5, DOUBLE-YU, , demikyu, serenade, uchiwawa, lingpark, anara17, mchanyeollie, koukei8689, AnissKim, riza, , cassandraaeris12, yeojazzi, gongjunim, indy, namefake, ericomizaki13, , RereYunjae Pegaxue, JSS131816, k0j3t4, sulis. tiani. 7399, ericomizaki13, babychoi137, sparkyudina, Phicha Gyuzizi, Dewi YJKTS, Macchatorte, nurulhidir1310, ThalTR9, gweboon, sugar day, fafafifo, tyas1412, narayejea, ppriestya, RIzky2568, masalenuraini, danactebh, sapphire always for onyx, Jung Sister, Prae15Cha12, pupung. Xaza, pluspitasary, melianaliaw, popyeos, musriaya, niixz. valerie. 5, DOUBLE-YU, , demikyu, lingpark, Rahel KaiSoo Shipper, anara17, mchanyeollie, yumiyuuki, koukei8696
Gomawo udah review, follow and favorite! Saranghaee~~ *bow*
Mianhae kalau ada yang ketinggalan ._. ))
Thanks for reading, reviews please? ^^~
