Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B, DLDR!
Special for YunJae's reunion. 151002. Always keep the faith #YunJaeisBack2015
Preview last chapter
Siapa sangka, pelajaran kecil yang dilakukan Jaejoong itu 'sedikit' kejam? Ia mengikat Ahra, mengancamnya, bahkan ia berani membuka identitas dirinya di depan Ahra. Tak tanggung-tanggung, ia 'mempercantik' rambut Ahra, lalu ditinggalkannya begitu saja. Namun, Jaejoong tak sampai hati meninggalkannya begitu saja. Ia menyuruh Youngbae untuk membereskan nenek lampir satu itu, dan menyiapkan wig untuknya. Sungguh berhati malaikat, bukan?
Chapter 16
Dua minggu sudah sejak Jaejoong memberikan 'pelajaran kecil' pada Ahra. Dan, hari ini adalah pertandingan final basket antara Toho High School dan Dongbang High School. Ya, setelah melewati beberapa pertandingan dan tentunya memenangkan semua pertandinganm sekolah tempat Jaejoong menuntut ilmu itu berhasil masuk ke final.
Telihat, Jaejoong bersama Siwon, Seungri, Changmin, dan Junsu berjalan menuju tribun VIP, khusus untuk tamu. Jangan heran, mereka datang bersama Siwon yang tentunya mendapatkan tempat khusus di pertandingan kali ini.
Kali ini, Jaejoong mengenakan hoodie putih yang menutupi sweater abu-abu tipis yang digunakannya, skinny jeans biru dongker, dan sepatu putih-tosca Tak ketinggalan kacamatanya, yang tetap meninggalkan kesan nerd pada dirinya. Memang, hari ini ia sedikit merasa tak enak badan. Tubuhnya terasa hangat semalam, dan hidungnya tak berhenti bersin-bersin. Tapi, ia memaksakan diri untuk menonton final basket kali ini. Tentu saja, karena ada Jung Yunho. Ia tak sabar melihat kapten beruangnya beraksi.
Seungri, Siwon, dan Junsu terlihat sedang asik mengobrol. Junsu terkadang mengomel sebal, diikuti Seungri yang tertawa puas. Sedangkan Siwon, ia menahan tawanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka berdua, terutama Seungri sangat senang menjahili Junsu yang polos, semenjak Junsu, Yoochun, dan Yunho datang di ulang tahun Siwon beberapa bulan lalu.
Sedangkan Jaejoong dan Changmin asik dalam dunianya sendiri. Mereka sedang mengobrol tentang Haruka, salah satu siswi yang sangat menggilai Changmin saat mereka menuntut ilmu di Jepang. Para wanita di negri Sakura itu memang sangat menggilai Changmin. Di manapun Changmin berada, ia selalu menjadi pusat perhatian. Memang, tubuh dan wajah Changmin sangatlah proposional. Garis-garis wajahnya tegas, memancarkan aura laki-laki dewasa. Sementara, tubuhnya bak model. Sixpack, berotot, dan sangat maskulin. Benar-benar tipe pria idaman, jika kita tidak melihat sifatnya yang kekanakan itu.
"Yaishh, kau lihat? Sekarang ia bertambah cantik, Chwang! Pacari saja dia, daripada kau menjadi perjaka tua" ucap Jaejoong ketika mereka melihat-lihat instagram milih Haruka.
"Ck, aku tak menyukainya hyung. Bahkan dia lebih agresif darimu" jawab Changmin yang langsung dihadiahi jitakan sayang oleh Jaejoong.
"Aku tidak agresif, Jung!" kesalnya. Changmin pun tertawa.
"Lagipula, aku masih ingin sendiri" lanjut Changmin.
"Masih ingin sendiri, atau masih menantinya, hm?" goda Jaejoong yang dibalas dengan dengusan kesal Changmin. Jaejoong terkekeh puas, melihat Changmin tak berkutik.
"Ah iya hyung. Yunho menitipkan pesan untukmu. Katanya setelah pertandingan nanti, kau disuruh ikut di after party final di Purple Line Bar" kata Changmin setelah Jaejoong menertawainya.
"Eh? Mengapa ia tak mengatakannya sendiri?" Tanya Jaejoong sambil sedikit memiringkan kepalanya.
"Molla. Tanya saja pada beruangmu itu" Jaejoong mengangguk-angguk, tanda bahwa ia paham. Sesaat kemudian, ia membelalakkan matanya.
"Jung Changmin!" pekik Jaejoong, membuat Changmin yang sedang asik melihat penampilan cheerleaders di lapangan menoleh padanya.
"Waeyo?" Jaejoong menatapnya dengan tidak percaya.
"Yunho menitipkan pesan itu padamu?" Changmin mengangguk.
"Langsung kepadamu?" Changmin mengangguk lagi.
"Dia bicara langsung padamu seperti itu?" Jaejoong masih saja tidak percaya, mengingat setiap kakak beradik itu bertemu, hanya sindiran yang keluar dari mulut mereka.
"Yaish, ne! Memang apa salahnya kalau Yunho hyung menitipkan pesan itu padaku? Kau cemburu, hyung?" sungut Changmin, namun tak dihiraukan oleh Jaejoong yang masih terheran-heran.
"Sejak kapan kalian akur?" Tanya Jaejoong bingung, dan masih tak percaya.
"Seminggu ini" jawab Changmin santai. Jaejoong melongo.
"Bagaimana bisa?" tanyanya lagi.
"Aku menginap di rumah sejak kemarin lusa" Jaejoong menatap Changmin tajam, meminta penjelasan lebih. Changmin hanya mendengus kesal.
"Segitu pentingnyakah untukmu, hyung?" Jaejoong menggeram kesal.
"Terserah kau, pabo! Kau merusak mood-ku!" marah Jaejoong, lalu menarik badannya kembali ke kursinya,, dan menatap lurus ke depan, ke arah lapangan. Ia sungguh sebal dengan sifat Changmin yang satu ini, yang suka bersantai di saat yang tidak tepar.
Changmin mengacak rambutnya. Ia bingung jika Jaejoong sudah bersikap seperti ini.
"Aish, arraseo, arraseo. Mianhae, hyung. Jadi kuceritakan tidak?" Jaejoong segera kembali menghadap Changmin sambil tersenyum lebar. Rasanya ia ingin tertawa, melihat Jaejoong yang moodnya sangat mudah berubah itu. Namun, ia tidak mau mengambil resiko hyung tercintanya itu kembali marah padanya. Changmin pun mulai bercerita.
"Sejak makan malam hari itu, epmma selalu memintaku untuk menginap di rumah, jika memang aku tidak mau kembali ke rumah. Dan kau tahu persis hyung, aku menyayangi eomma lebih dari apapun, bahkan diriku sendiri"
"Awalnya aku tetap tidak mau. Namun, Yunhp hyung mengirimkan pesan padaku beberapa hari lalu. Ia memintaku untuk memikirkan permintaan eomma. Ia berkata, eomma terlihat stress karena aku kekeh tidak mau kembali, walaupun hanya sekedar untuk menginap.. Bahkan ia menggunakan kata 'tolong', hyung! Bayangkan! Seorang Jung Yunho yang gengsinya setinggi langit, selalu dingin padaku, meminta pertolonganku!"
"Akuhirnya pun aku menginap di rumah, sejak kemarin lusa. Yah, seperti itulah kurang lebih. Yunho hyung memang masih sedikit dingin denganku, namun setidaknya ia tidak seketus biasanya. Bahkan ia bisa tertawa ketika mendengar aku bercerita, hyung!"
Jaejoong sangat senang mendengar cerita Changmin, apalagi Changmin menceritakannya dengan penuh semangat dan wajah yang berseri-seri. Jaejoong sungguh berharap, keduanya akan segera rukun. Kembali seperti saat mereka masih kecil dulu, layaknya kakak-adik pada umumnya.
Tak lama kemudian, pertandingan pun di mulai. Jaejoong dapat melihat Yunho berlari memasuki lapangan. Dengan jersey bernomor punggung 10 itu, Jaejoong dapat dengan jelas melihat lengan Yunho-nya yang berotot itu. Pipinya merona merah, membayangkan dirinya berada dalam dekapan hangat Yunho. Ia memperhatikan Yunho yang memulai pemanasannya.
Sekali waktu, Yunho tersenyum ke arah Jaejoong sambil melambaikan tangannya kecil yang dibalas oleh Jaejoong. Bibirnya menngucapka kata 'fighting!'. Walaupun Yunho tak dapat mendengarnya, Jaejoong yakin Yunho mengerti apa yang ia ucapkan. Ia sungguh berdoa agar Yunho dan teamnya memenangkan pertandingan kali ini.
Jung Yunho, fighting!
.
.
.
Bisa ditebak, team basket Toho High School memenangkan pertandingan. Yah, walaupun hanya dengan jarak skor yang sangat tipis, 46-45, namun Yunho dan rekan-rekannya sangat bangga bisa memenangkan pertandingan basket antar SMA yang paling bergengsi se-Seoul. Jaejoong pun ikut senang, melihat tambatan hatinya sejak tadi tak henti-hentinya tersenyum lebar.
Yunho melangkah dengan bangga, ketika namanya dipanggil untuk menerima piala kemenangan pertandingan ini. Sorak sorak memenuhi seluruh lapangan ketika ia menangkat pialanya tinggi-tinggi. Tak peduli dengan peluh yang terus menetes di seluruh badannya, Yunho tetap meneriakkan sorakan kemenangannya. Perjuangan mereka terbayar sudah. Setiap latihan, sparing, latihan fisik, dan keringat yang tertetes semuanya sebanding dengan titel 'champion' yang mereka dapatkan malam ini.
Sesuai pesan Yunho yang telah disampaikan Changmin, Jaejoong segera berangkat ke Purple Line Bar bersama Changmin setalah semua acara selesai. Ia memaksa Changmin untuk ikut, agar ia memiliki teman, andai kata Yunho sedang berkumpul dengan teman-temannya. Yah, bagaimanapun, ini pesta kemenangan mereka, bukan?
Tak lama kemudian, Jaejoong dan Changmin sampai di bar tersebut. Tatapan kagum dan terpesona menyambut mereka ketika masuk. Tentu saja, Jaejoong tampil sangat mempesona malam ini. Sweater abu-abu tipisnya sudah tak tertutupi oleh hoodie putih lagi, sehingga terlihat sangat pas dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang proposional. Rambutnya ditata sama seperti ketika ia menjadi DJ. Kacamatanya masih ia pakai, agar identitas dirinya sebagai DJ tetap tersimpan rapat. Penampilan ini meninggalkan kesan polos, namun nakal pada dirinya. Malam ini adalah malam yang special bagi kekasihnya, sehingga ia juga ingin terlihat special di hadapan Yunho. Yaaa, walaupun dengan sedikit memaksakan dirinya, melupakan kondisi badannya yang tidak begitu sehat itu.
Merekapun menaiki tangga, menuju lantai 2 yang sudah secara khusus dipesan untuk merayakan kemenangan Toho High School. Ketika Jaejoong memasuki ruangan itu, hampir semua mata tertuju padanya. Mereka sepertinya tak mengenal Jaejoong, yang biasanya mereka panggil nerd. Karena, ofcourse, kali ini dia sangat jauh dari kata nerd.
Changmin berpamitan dengan Jaejoong, berkata bahwa ia akan menemui Jonghyun dan Minho. Ia belakangan ini memang sering berkumpul dengan dua namja tampan itu. Jaejoong pun mengiyakan, asalkan Changmin tetap mau menemaninya ketika ia sendirian.
Jaejoong melambaikan tangannya sambil tersenyum manis ketika ia melihat Yunho. Yunho tertegun, ikut terkagum dengan penampilan Jaejoong mala mini, Sungguh, sudah lama ia tak melihat Jaejoong yang mempesona seperti ini. Sesaat, ia melihat teman-temannya yang ikut terpesona melihat bidadari-nya, lalu berdecak kesal. Ia segera berjalan, menghampiri Jaejoong yang setia menunggunya.
"Chukkae, Yunho-ah! Kau sangat hebat!" ucap Jaejoong bangga.
"Gomawo, BooJae. Mana hadiah untukku?" Yunho menyodorkan pipinya. Pipi Jaejoong merona merah. Ia mengarahkan bibirnya, mendekat pada pipi Yunho, namun….
CUP
Yunho memalingkan wajahnya, sehingga yang dicium Jaejoong bukan pipinya, melainkan bibir seksinya. Pekikkan kaget terdengar dari teman-teman mereka yang melihat kejadian itu. Tak tanggung-tanggung, Yunho melumat pelan bibir manis Jaejoong. Sepertinya pasangan ini tak sadar mereka telah menjadi pusat perhatian di lantai ini. Pipi Jaejoong merona hebat, namun ia tak kuasa untuk menolak ciuman Yunho yang membuai dirinya.
"Saranghae BooJae" ucapnya ketika ia melepaskan ciumannya, lalu mengecup dahi Jaejoong penuh dengan kasih sayang.
"Nappeun! Babo-ya, ini tempat umum, banyak yang melihat!" rutuk Jaejoong sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Yunho karena malu. Yunho tertawa gemas melihat tingkah kekasihnya.
"Nappeun tapi Boojae suka, kan?" godanya yang dihadiahi pukulan kecil di dadanya. Yunho terkekeh, lalu menghirup aroma vanilla yang menjadi candunya beberapa bulan terakhir ini dari rambut brunette Jaejoong.
"Hish. Menyebalkan" gumam Jaejoong pelan sambil tetap bersembunyi dalam dekapan Yunho.
Sesaat kemudian, Jaejoong melongokkan kepalanya, melihat Yunho yang masih tersenyum geli melihatnya.
"Wae?" kesalnya, yang malah semakin membuat Yunho gemas.
"Kau menggemaskan, Boo. Seperti anak kucing, sangat lucu. Kitty BooJae" goda Yunho. Sepertinya beruang satu ini sangat suka menggoda BooJae-nya. Jaejoong bergidik dan menjauhkan dirinya dari Yunho.
"Ya! Hentikan rayuan menggelikanmu itu, Jung! Cheesy" sungut Jaejoong sambil mencebilkan bibirnya. Yunho tertawa, lalu menggandeng tangan Jaejoong, mengajaknya duduk di salah satu meja.
"Aku tidak sedang merayumu, Jaejoongie" Jaejoong semakin mengerucutkan bibirnya kesal, yang membuat Yunho ingin mencium cherry lips itu. Pervert, hm?
"Nah, sekarang jelaskan padaku, bagaimana seorang Kim Jaejoong yang nerd bisa berpenampilan seperti ini" ucap Yunho saat mereka sudah duduk.
"Aku bukan seorang nerd~" rengeknya.
"Ne, ne, aku tahu. Kau Kim Jaejoong yang cantik. Tapi, tak biasanya kau berpenampilan seperti ini, apalagi ada teman-teman yang lain. Kau terlalu mempesona, Boo" Jaejoong tersipu malu.
"Eung…. Aku hanya ingin terlihat special di matamu mala mini. Yah…. Kau tahu, mala mini malam yang special untukmu, kan? Aku juga ingin terlihat special di depanmu" Yunho dapat melihat dengan jelas pipi Jaejoong yag memerah, walaupun dengan cahaya yang remang-remang. Yunhopun menarik pinggang ramping Jaejoong, agar lebih mendekat padanya.
"Sekarang siapa yang cheesy, hmm?" gumamnya di telinga Jaejoong yang sensitive. Jaejoong semakin tersipu, ingin rasanya ia kabur dari tempat ini sekarang juga. Yunho tersenyum geli melihat Jaejoong yang malu-malu kucing seperti ini. Sungguh pemandangan indah, bukan?
"Gomawo, BooJae. Kau memang terlihat sangat special malam ini. Walaupun, jika tidak berpenampilan seperti inipun, kau tetap special bagiku" Pipi Jaejoong semakin memerah ketika dengan penuh cinta Yunho mengecup pelipisnya.
"Aku senang kalau kaupun senang, Yun" ucapnya malu-malu. Yunho mengendurkan rangkulannya pada pinggang Jaejoong.
"Tapi aku tetap lebih senang melihat penampilan nerdmu, Jae. Jangan lepaskan kacamata ini" lanjut Yunho, seraya membetulkan letak kacamata Jaejoong.
"Wae? Apakah ada yang kurang?" ucap Jaejoong, tak bisa menutupi kekecewaannya.
"Ani, ani. Kau sangat mempesona. Bahkan, terlalu mempesona. Layaknya seorang malaikat. Hanya saja, aku tak suka melihat tatapan namja-namja itu, yang menatapmu seperti kau adalah binatang buruan yang akan mereka makan" Jaejoong semakin tersipu malu. Sungguh, selama ini, seposesif apapun Yunhonya itu, tak pernah ia berkata seperti ini.
"Kau hanya boleh terlihat mempesona di hadapanku, sayang. Jangan di depan mereka. Aku tak suka" Jaejoong menggigit bibirnya. Demi Tuhan, beruang besarnya ini terlihat lucu dan manis ketika menunjukkan keposesifannya seperti ini. Jaejoong suka-suka saja dengan sikap Yunho yang protektif ini, selama tidak over.
"Boo Jaejoongie, jangan gigit bibirmu seperti ini. Kau terlihat sangat seksi jika dilihat. Atau, kau ingin aku yang menggigit bibirmu, agar membengkak dan terlihat semakin seksi lagi, hm?" Jaejoong membelalakkan matanya, lalu memukul lengan kekar Yunho.
"JUNG YUNHO, HENTIKAN UCAPAN MESUMMU ITU!"
.
.
.
Yunho dan Jaejoong terlihat asik mengobrol bersama. Sampai, teman-teman seteam Yunho memanggilnya. Yunhopun berpamitan pada Jaejoong, untuk meninggalkannya sebentar.
"Tunggu di sini saja, Boo. Atau carilah Changmin. Tapi hati-hati, banyak mata yang jelalatan. Jaga dirimu, blablabla" kata Yunho menceramahi Jaejoong.
"Aigooo, ne, ne, tuan Jung. Ini tak lebih parah daripada ketika aku di club, kok. Aku pasti bisa menjaga diri" ucap Jaejoong, seraya menggerakkan tangannya, menyuruh Yunho untuk segera menemui teman-temannya yang telah menunggunya. Yunho tersenyum, lalu mencuri sebuah ciuman singkat dari bibir Jaejoong yang manis itu, dan meninggalkannya. Jaejoong tersenyum malu. Lama-lama, ia pun menikmati sikap manis Yunho ini.
Jaejoong pun beranjak dari sofanya, berjalan mencari Changmin. Ia berusaha bertanya dengan beberapa orang yang ada di sekitarnya, namun tak ada satupun yang mengetahui keberadaannya. Ia berusaha menelfon nomor ponsel Changmin, tetapi tidak diangkatnya. Jaejoong sedikit berjinjit agar dapat melihat dengan lebih luas. Ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada tiang listrik kesayangannya itu. Yah, walaupun ia tahu Changmin bisa menjaga diri.
Karena terlalu khawatir, Jaejoong tak melihat di depannya ada meja. Tak ayal, iapun menabrak meja itu. Ia terhuyung, bahkan hampir jatuh jika tidak ada lengan yang menahan tubuh ringannya.
"Gwaenchana, Agassi?"
.
.
.
TBC
Whaaa akhirnya update! :'))
Mianhae, veect updatenya lamaaa sekali *deep bow*
Karena waktu itu, moodnya down karena… yah ada satu reviews yang agak gaenak gitu. Guest lagi OTL
Mau dilanjutin, gaada mood buat nulis. Begitu moodnya udah balik, waktunya yang gaada. Setiap ada waktu luang, udah duduk di depan laptop, gatau mau nulis apa *sobs*
Tapi akhirnya, setelah baper OT5, liat berita YunJaeChun mau sepanggung ((yah, walaupun akhirnya di PHP in :()) jadi semangat pengen nyelesaiin ff ini!
Apalagi hari ini yunjae reuni! Hwaaa baper banget baca reportnya, liat video sama foto-fotonya :"))))
Langsung deh, tancap gas buat selesaiin chapter ini~~ hahah
Terimakasih buat semuanya yang udah kasih semangat, reviews, masukan, dan nungguin! ^^
Veect gabisa janji untuk fast update, karena sekarang sudah kelas 3, mau UN T_T
Tapi veect bakal berusaha buat update terus! :3
.
Aaaaaa: bisa jadi bisa jadii :v
Min: kalau gaada konfliknya gaasik dong :p
Azalea: maaf, plagiat ff apa ya? Karena selama ini saya gapernah baca ff yang jalan ceritanya sama seperti dengan ff yang saya tulis iini. Semua ide murni dari otak saya, seperti yang sudah saya jelaskan di chapter 1 :) mungkin, bisa untuk log-in/jangan guest? Biar clear :)
Choikim1310: wahaha ga kepikiran sampai married xD paling sampai lulus SMA dulu lah ya~ mungkin nanti kalau ada sequelnya, boleh tuh Yunppa jadi banyak saingan /? *eh xD
.
Sekali lagi, terimakasihhh banyak buat reviewsnya! Juga buat sider, followers, dan yang udah favorite ff ini! ^^
Seperti yang udah ada di warning di awal, Don't Like Don't Read. Kalau mau kritik, mohon gunakan bahasa yang sopan dan jelas, dan jangan guest ya :) pasti akan jadi masukkan untuk saya kok, namanya juga baru belajar nulis hehehe.
Thanks for reading! Review, please? ^^~
