Title : Who Knows?

Author : veectjae

Cast :

Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)

Genre : Romance, Drama, Friendship, School life

Pair : YJ

Length : Chaptered

WARNING: B x B

DON'T LIKE DON'T READ

Preview last chapter

Changmin membawa Jaejoong ke apartemennya. Ia sungguh menyesal, membiarkan Jaejoong kembali mengalami trauma yang selama ini menghantuinya. Jaejoong pun memutuskan untuk menginap selama beberapa hari di apartemen Changmin. Show must go on. Ia harus berusaha agar ia terlihat baik-baik saja. Sementara itu, Yunho mencari keberadaan Jaejoong. Ia bertanya kepada Changmin, namun malah berakhir dengan adu mulut dengan adik kandungnya. Kini ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan sebelumnya.

.

.

.

Chapter 19

Youngwoon berlari kecil menuju kantin sekolah. Semenjak pagi hari, ia sibuk mencari Jung Changmin yang ia anggap 'menculik' kakak kembarnya. Dan sekarang, ia berhasil menemukan si 'penculik' itu di kantin.

"JUNG CHANGMIN!" teriak Youngwoon tanpa memperdulikan para fansnya yang sedang menatapnya kagum. Persetan dengan mereka, terserah mereka akan ilfeel atau mengatainya tidak tahu sopan santun. Sekarang, yang ia pikirkan hanya kakaknya.

Changmin melirik sedikit menuju arah suara yang memanggilnya keras, lalu kembali melanjutkan makannya dengan tenang. Minho dan Jonghyun yang sedang bersamanya hanya menyerngit heran. Youngwoon menggeram kesal melihat sahabat kakaknya yang satu ini. Sungguh menyebalkan, batinnya. Dengan langkah tak sabar, ia menghampiri meja Changmin dan langsung menanyainya.

"Di mana Jaejoong hyung?" Changmin hanya meliriknya sebentar, dan lagi-lagi tak menanggapinya, melanjutkan makannya yang sempat terganggu itu. Sungguh, ia sedang tidak dalam mood untuk membicarakan keadaan Jaejoong dengan siapapun, termasuk kembarannya sendiri.

Jonghyun dan Minho menyikut Changmin pelan. Changmin menoleh, menampilkan raut bingungnya. Jonghyun menunjuk Youngwoon dengan dagunya. Changmin pun menatap Youngwoon, yang kini sedang menatapnya tajam. Ia mendengus kesal.

Sebenarnya, ia sudah berniat untuk mengusir Youngwoon dengan kasar, agar ia dapat melanjutkan makannya dengan tenang. Moodnya hari ini benar-benar tidak baik, apalagi setelah bertemu Yunho tadi pagi. Ia butuh sesuatu untuk melampiaskan emosinya. Tapi mengingat namja yang sedang sepertinya akan 'membunuhnya' ini adalah kembaran Jaejoong hyungnya tersayang, Changmin mengurungkan niatnya. Bisa-bisa, malah ia yang 'dibunuh' oleh Jaejoong.

"Bagaimana Joongie hyung memiliki kembaran menyebalkan sepertinya" gumamnya, lalu bangkit berdiri.

"Ttarawa" ucap Changmin dingin, lalu melangkah dari kantin, mengabaikan dirinya yang kini sedang menjadi pusat perhatian. Youngwoon hanya tersenyum penuh kemenangan, lalu berjalan mengikuti Changmin.

.

.

.

"Di mana Jaejoong hyung?" tanya Youngwoon lagi, mengulangi pertanyaan yang tadi ia ajukan di kantin namun hanya diabaikan oleh Changmin.

"Heechul Ahjumma tidak memberitahukanmu?" balas Changmin datar. Youngwoon memutar matanya malas.

"Tentu aku tahu kalau kau meminta ijin eomma, agar hyungie menginap di apartemenmu! Dan kau pikir aku akan percaya begitu saja? Apa lagi handphonenya tidak bisa dihubungi" ucap Youngwoon sengit.

"Mengapa kau tidak mempercayaiku?" balas Changmin lagi. Sepertinya ia memang tidak berniat menjawab pertanyaan Youngwoon.

"Siapa tahu kau menjual kakakku keluar negeri. Kau tahukan, human trafficking sekarang masih saja marak dilakukan" jawab Youngwoon asal, yang membuat Changmin mendelik.

"Kau pikir aku sebejat itu? Hei, kakakmu itu sudah pernah 2 tahun lebih tinggal bersamaku, dan sampai sekarang masih baik-baik saja!" gerutunya.

"Aishhh sudah jawab saja pertanyaanku!" Youngwoon merasa kesal juga lama-lama, karena pertanyaannya tidak dijawab-jawab. Changmin menghela nafas, lalu mengelus dadanya perlahan. Sepertinya ia memang hasil ekstra sabar menghadapi kembaran hyung tersayangnya ini, yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Jaejoong.

"Jaejoong hyung memang di apartemenku" jawab Changmin akhirnya.

"Kenapa?" tanya Youngwoon. Changmin tak menjawab, hanya menatap Youngwoon dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Karena kejadian di Purple Line?" tebak Youngwoon, tak sabaran.

"Kau sudah tahu" gumam Changmin, yang disambut dengan helaan nafas Youngwoon.

"Aku tahu, hati hyungku tidak sekuat itu. Ia rapuh" hela Youngwoon yang diangguki oleh Changmin.

"Ia sedikit… takut. Sehingga ia memutuskan untuk menghindari orang-orang untuk sementara waktu, terutama bajingan itu" ucap Changmin emosi. Ia masih sangat marah ketika mengingat Yunho.

"Memangnya apa yang mereka lakukan setelah itu? Apa mereka bertengkar hebat? Aku hanya tahu Yunho-ssi memukul seseorang yang sedang mengobrol dengan Jaejoong hyung, lalu hyungie balik memukulnya" tanya Youngwoon penasaran. Changmin terdiam sebentar. Ia tidak yakin, Jaejoong memperbolehkannya menceritakan kejadian itu pada kembarannya ini.

"Kurasa untuk itu kau bisa menanyakannya sendiri pada Joongie hyung. Aku tidak berhak menceritakannya" jawab Changmin akhirnya. Youngwoon menghela nafas. Mereka berdua terdiam.

"Apakah ahjumma tahu tentang kejadian malam itu?" tanya Changmin, memecah keheningan. Youngwoon hanya menggeleng pelan.

"Kuharap kau tidak memberitahu ahjumma terlebih dulu" pinta Changmin. Youngwoon menatap Changmin bingung.

"Biar Jaejoong hyung saja" ucapnya singkat, yang dibalas dengan anggukan kecil Youngwoon.

"Kau tenang saja, setelah keadaan Jaejoong hyung sudah lebih baik dan lebih tenang, ia kupastikan akan segera kembali ke rumah kalian" Dan Youngwoon memutuskan untuk mempercayai sahabat hyungnya ini.

Mereka tidak menyadari, ada seseorang yang mengabadikan pertemuan kecil mereka ini, sambil tersenyum licik.

.

.

.

Yunho benar-benar tidak bisa fokus hari ini. Bayangan Jaejoong yang menangis ketakutan saat ia cium dengan paksa memenuhi benaknya. Kini, ia benar-benar merasa menyesal. Yunho memang tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu Jaejoong, namun ia tahu Jaejoong pernah terluka sangat dalam. Terlihat dari responnya ketika Yunho memaksanya kemarin. Ia tahu persis kekuatan Jaejoong, yang mungkin lebih kuat darinya. Namun, kemarin kekasihnya itu tiba-tiba menjadi laki-laki yang lemah.

Tunggu, kekasih? Yunho mendesah kesal. Ia menjatuhkan dirinya di kasurnya. Betapa bodohnya ia. Ia sungguh lupa bahwa ia belum pernah meminta Jaejoong untuk menjadi kekasihnya secara resmi. Ya, walaupun ia telah mengungkapkan perasaan cintanya, namun tetap saja sebuah hubungan membutuhkan status untuk mengikat mereka. Dan kemarin, Jaejoong meragukannya. Hal itu membuatnya marah, dan dengan bodohnya ia malah membuka luka hati Jaejoong, yang telah dikubur dalam-dalam. Hal yang seharusnya tidak ia lakukan, karena itu bukan salah Jaejoong sama sekali. Salahnya yang tidak mengikat BooJae-nya.

"Status dalam sebuah hubungan itu penting, hyung. Yaaa, jika kau tidak ingin 'kekasihmu' itu direbut oleh orang lain"

Perkataan Changmin tadi pagi sungguh menohok hatinya yang terdalam. Geez, ia sangat-sangat mencintai Jaejoong. Ia tidak akan membiarkan Jaejoong dimiliki oleh orang lain, dan ia tidak akan pernah melepaskan Jaejoong apapun keadaannya.

Kini, Yunho tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Yunho sudah mencoba untuk mendatangi rumah Jaejoong, namun para maid dan butler berkata bahwa tuan mudanya tidak pulang sejak hari Sabtu. Which means, Jaejoong tidak pulang ke rumah semenjak 'kejadian' itu. Dan yang terpikiran olehnya hanya Changmin. Pasti Changmin yang membawa Jaejoong pergi. Namun, tak mungkin kalau ia sekarang bertanya kepada adik kandungnya itu. Dapat dipastikan Changmin tak akan menjawabnya, yang ada malah ia terkena bogem mentah lagi. Yunho harus benar-benar memutar otak untuk menemukan, dan meminta maaf pada Jaejoong.

"Aishhh ottoke?" erangnya kesal.

.

.

.

Sementara itu, di ruang keluarga kediaman Kim, Kim Heechul sedang bersandar di dada bidang suami tercintanya, Kim Hankyung. Sang suami mengelus sayang kepala istrinya yang terlihat gelisah semenjak kemarin Sabtu. Atau lebih tepatnya, semenjak Jaejoong tidak pulang ke rumah. Jangan heran, walaupun usia mereka yang sudah mencapai kepala empat, mereka masih sangat romantis.

"Gege…" panggil Heechul pelan.

"Hmm?"

"Apa gege yakin, uri Joongie tidak apa-apa?" tanya Heechul, gelisah. Hankyung mengecup lembut kepala belahan jiwanya yang telah menemaninya selama kurang lebih dua puluh tahun ini.

"Tentu, yeobo"

"Tapi… Mengapa Jaejoong harus menginap selama ini di apartemen Changmin? Apakah ia marah pada kita? Kau tahu, Jaejoong sedikit tertutup tentang perasaannya. Jaejoong-" Belum sempat Heechul menyelesaikan ucapannya, bibirnya telah dikecup sayang oleh Hankyung.

"Aku yang akan memastikan sendiri bahwa ia baik-baik saja, Heechulie. Kau tenang saja. Jaejoongie sudah dewasa, aku yakin ia bisa menyelesaikan masalahnya. Kalaupun ia tidak bisa, ada kita yang akan selalu mensupportnya, bukan?" ucap Hankyung berusaha menenangkan Heechul. Heechul hanya menghela nafas dalam. Ia berusaha mempercayai ucapan suaminya, walau sebenarnya hatinya menentangnya. Heechul yakin ada yang salah pada anak sulungnya itu, walau ia tidak tahu apa. Namun sebagai eomma, ia dapat merasakannya. Sama seperti dua tahun lalu, saat Jaejoong tiba-tiba menginginkan kembali ke Korea.

"Aku sungguh berharap Joongie baik-baik saja, Gege…"

.

.

.

"Iya Jung Changmin, aku sedari tadi berdiam di apartemenmu"

"Kekeke, baguslah hyung. Tunggulah sebentar lagi, aku akan pulang ke apartemen"

"Ne, LordChwang~"

"Yaishh hyung, jangan sebutkan nama panggilan itu lagi!"

"Wae? Bukankah kau dulu menyukainya, eoh?"

"Dulu, ya dulu hyung. Aku membencinya sekarang"

"Waeyo? Apa karena wanita-wanita Jepang itu suka menggodamu dengan nickname itu?"

"Hum, itu kau tahu"

Jaejoong tak kuasa menahan tawanya ketika ia mendengar jawaban Changmin. Memang, dulu Changmin sangat menyukai nickname itu. Teman sekelasnya yang memberikan nickname itu, karena memang menurut mereka Changmin itu 'dewa'. Dewa-nya pelajaran, dewa-nya makan, dewa-nya bermain playstation, sampai dewa-nya para perempuan. Tentu saja Changmin senang, dianggap 'dewa' oleh teman-temannya. Itu berarti ia yang terhebat, bukan?

Namun lama kelamaan, para fansnya yang gila itu –menurutnya- mulai menggodanya dengan nickname itu. Lord, yang juga bisa berarti master. Mereka menganggap Changmin itu adalah 'master' mereka. Kalian mengerti maksudku bukan? Hal ini membuat Changmin menjadi sangat membenci nama panggilan itu.

"Haahhh, sudahlah. Aku akan memasak untuk makan siang kita. Pulanglah segera"

"Hum, arraseo hyung"

"Hati-hati!"

"Ne~"

Jaejoong menutup telfon mereka. Ia beranjak dari kamar menuju dapur, sambil memikirkan apa yang akan ia masak untuk siang ini. Ia membuka kulkas, tempat penyimpanan bahan-bahan makanan.

"Hum… Nasi goreng kimchi? Tapi Changmin tidak memiliki kimchi. Hum… apa ya~" gumam Jaejoong sambil melihat-lihat isi kulkas si foodmonster.

TING TONG

Jaejoong menyerngitkan alisnya. Siapa yang datang bertamu? Tumben sekali Changmin kedatangan tamu. Segera ia menutup kulkas, lalu berjalan menuju pintu.

"Nuguya?" tanyanya pada intercom. Tentu saja ia tidak akan langsung membukakan pintu bagi si tamu, mengingat pesan Changmin tadi pagi untuk tidak membukakan pintu sembarang orang.

"Eum… aku teman lama Changmin. Apakah Changmin ada di rumah?" Teman lama? Nugu? Batin Jaejoong.

"Mianhae, tapi Changmin masih di sekolah. Ia baru akan pulang. Apakah anda mau menunggunya sebentar?"

"Ah ne…" jawab si tamu. Segera, Jaejoong membukakan pintu bagi si tamu. Sosok namja berkulit putih pucat dengan rambut ikal muncul di hadapannya. Ia merasa familiar dengan wajah ini.

"Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida" ucap tamu itu, sambil membungkukkan sedikit badannya. Jaejoong memiringkan kepalanya sedikit. Cho Kyuhyun….? AH! Ia ingat! Changmin pernah menunjukkan foto Kyuhyun padanya. Jaejoong tersenyum ketika mengingatnya.

"Ahhh, Kyuhyun-ssi. Nan Kim Jaejoong imnida. Changmin bercerita banyak tentangmu. Silahkan masuk" ucap Jaejoong senang, sambil mempersilakan Kyuhyun masuk. Tentu ia ingat Cho Kyuhyun, cinta pertama Changmin. Bagaimana bisa ia melupakannya jika dulu Changmin sering curhat padanya tentang Kyuhyun? Jaejoong sungguh tak menyangka ia dapat bertemu dengan Kyuhyun sekarang.

"Mianhae jika apartemen ini berantakan. Changmin jarang membersihkannya" ringis Jaejoong. Setelah mempersilahkan Kyuhyun duduk, Jaejoong meninggalkannya sebentar untuk mengambilkannya minuman. Kyuhyun terdiam. Bukankah ini namja cantik yang Changmin bawa pulang setelah mereka bertemu? Siapa dia? Apa hubungannya dengan Changmin? Mengapa dia bisa ada di apartemen Changmin? Apakah mereka tinggal bersama? Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di benak Kyuhyun. Tak lama, Jaejoong kembali sambil membawa dua buah gelas teh.

"Mianhae ne, hanya ada teh di sini" ringis Jaejoong, lagi. Dalam hati ia merutuki Changmin yang ruang tamunya sangat berantakan ini. Padahal baru kemarin ia membereskannya. Pasti kemarin Chwang begadang di sini, batinnya.

"Ah ne, gwenchanha, Jaejoong-ssi. Gamsahamnida" setelah itu, mereka terdiam. Ini pertama kalinya mereka bertemu, wajar bila mereka merasa awkward.

"Eer…. Tadi Jaejoong-ssi bilang, Changmin sering bercerita tentangku?" tanya Kyuhyun, memecah keheningan.

"Ah ne. Tenang saja, Changmin tidak pernah membicarakan yang buruk tentang Kyuhyun-ssi" canda Jaejoong, berusaha mencairkan suasana. Kyuhyun tertawa kecil mendengarnya. Tak ada salahnya bukan, jika ia mendekatkan diri dengan Kyuhyun? Lagi pula, sejak dulu ia sudah penasaran dengan seseorang yang sudah meluluhkan hati dingin Changmin ini.

"Kalian teman lama, bukan? Bagaimana kau bisa tahu apartemen Changmin?" tanya Jaejoong kemudian.

"Ahhh, kemarin Sabtu aku bertemu dengannya di tempatku bekerja. Lalu dia menjatuhkan ini" Kyuhyun menunjukkan sebuah gelang kulit berwarnakan coklat tua.

"Untung saja dia memberitahukan alamat apartemennya. Sehingga, aku bisa mengembalikannya. Karena kupikir, ini adalah benda yang berharga untukya" lanjut Kyuhyun kemudian.

"Ne, itu adalah gelang pemberian eommanya" jawab Jaejoong, membenarkan Kyuhyun.

"Mmmm…. Jaejoong-ssi, bolehkah aku bertanya?" tanya Kyuhyun ragu-ragu.

"Ne, tanya saja" ucap Jaejoong ringan.

"Apakah Jaejoong-ssi dan Changmin tinggal bersama? Maaf jika aku terlalu lancang, karena kelihatannya kalian sangat dekat" tanya Kyuhyun malu-malu. Jaejoong terkekeh kecil mendengarnya.

"Aniaa, santai saja. Aku tidak tinggal bersama Changmin, kebetulan aku sedang menginap di apartemennya. Yah, kami memang sangat dekat. Dia sudah seperti adik sendiri bagiku" jawab Jaejoong apa adanya, sekaligus ingin melihat reaksi Kyuhyun. Dan ia menahan tawanya ketika melihat Kyuhyun menghela nafas lega ketika ia mengucapkan 'adik sendiri'.

'Geez, mereka berdua benar-benar' batinnya geli. Dan, kemudian mereka terjebak kembali dalam keheningan.

TING TONG.

Untung saja, suara bel itu menyelamatkan mereka dari situasi 'awkward'.

"Kurasa itu Changmin. Kau tunggu saja di sini, aku akan membukakan pintu untuknya" ucap Jaejoong, sambil beranjak dari duduknya. Ia langsung membukakan pintu. Dan benar saja, Changmin yang datang.

"Yah Chwang! Mengapa kau tidak cerita padaku jika kau sudah bertemu dengan cinta pertamamu, eoh?" pekik Jaejoong pelan. Changmin menyerngitkan dahinya.

"Dari mana hyung tahu?" tanyanya.

"Aishhh, dasar durhaka! Dia ada di dalam! Kyuhyun-ssi menunggumu!" ucap Jaejoong. Changmin mendelikkan matanya, lalu segera melesat masuk ke apartemennya.

"Kyu…?" tanyanya tak percaya, melihat Kyuhyun yang sedang duduk dan melihatnya. Ia bertahan di posisi itu, sampai Jaejoong menepuk pundaknya.

"Mau sampai kapan kau berpose seperti orang bodoh, hn? Cepat hampiri dia. Sepertinya ia ingin membicarakan sesuatu" bisik Jaejoong. Changmin segera tersadar, dan menghampiri Kyuhyun.

"Ada apa?" tanya Changmin, berusaha cool walaupun hatinya berdebar-debar tak menentu.

"Err… Aku ingin mengembalikan dan membicarakan sesuatu padamu" ucap Kyuhyun pelan, sambil menunduk.

"Arraseo" jawab Changmin.

"Ehm, sepertinya kalian butuh ruang untuk berbicara? Chwang, sepertinya lebih baik bila kalian berbicara di lantai atas. Aku akan memasak untuk kalian berdua" ucap Jaejoong. Ia tak ingin mengganggu Changmin dan kekasih hatinya itu.

.

.

.

"Wae geurae?" tanya Changmin ketika mereka sudah berada di lantai atas.

"Ini…" ucap Kyuhyun, menyerahkan gelang coklat itu pada Changmin. Changmin melihatnya, lalu tersenyum kecil sambil menerimanya.

"Di mana kau menemukannya?"

"Kau menjatuhkannya ketika mencari Jaejoong-ssi di bar kemarin" jawab Kyuhyun datar. Changmin melirik Kyuhyun, bingung dengan jawabannya yang terkesan sedikit dingin. Apakah mungkin…?

"Joongie hyung bukan kekasihku. Ia sudah kuanggap hyung sendiri" ucap Changmin, seakan mengerti apa yang dipikiran Kyuhyun.

"Siapa yang peduli" Kyuhyun mencebilkan bibirnya. Changmin tertawa kecil melihatnya.

"Jaejoong hyung itu room mateku saat aku berada di Jepang. Dia yang paling mengerti diriku, terutama masalahku dengan appa dan hyungie" ucap Changmin getir. Kyuhyun memang mengerti bahwa hubungan Changmin dengan keluarganya kurang baik. Namun, ketika berkata jika Jaejoong yang paling mengerti dirinya, ada perasaan tidak rela dalam hatinya.

"Gomawo, sudah menemukan dan mengembalikan gelang ini. Gelang ini sangat berarti bagiku" ujar Changmin, sembari memakainya.

"Eomma memberikannya ketika aku akan pindah ke Jepang. Katanya, gelang ini pengganti kehadiran appa yang sewaktu itu tidak ikut mengantarkanku" lanjut Changmin hambar, sambil mengelus pelan gelang yang sudah terpasang di pergelangan tangannya.

"Ahh kenapa aku jadi bercerita seperti ini" Changmin tertawa, lalu tersenyum.

"Sekali gomawo, Kyu" ucap Changmin tulus.

"Min... Bolehkah aku meminta tolong?" tanya Kyuhyun pelan.

"Apa?"

"Kau tahu... Sebentar lagi Sungmin hyung ulang tahun"

DEG

Sungmin? Lagi? Batin Changmin.

"Ani, aku tidak akan meminta tolong yang aneh-aneh. Aku hanya ingin memintamu menemaniku ke pesta ulang tahunnya. Itu pun jika kau tak keberatan" lanjutnya cepat, seakan dapat mendengar bisikan hati Changmin.

"Arraseo. Kapan?" jawab Changmin akhirnya, yang mau tak mau membuat Kyuhyun tersenyum.

"Hari Jumat besok. Acaranya pukul tujuh, pukul enam aku akan ke apartemenmu untuk menjemputmu" jawab Kyuhyun dengan senyuman lebar.

"Aniya, biar aku saja yang menjemputmu. Kau tinggal di mana?" tentunya sebagai seme sejati, ia tidak akan membiarkan calon uke-nya menjemputnya. Ahh~ calon uke? Changmin tersenyum sendiri membayangkannya.

"Eummm... Kau yakin?" ucap Kyuhyun ragu.

"Tentu saja" jawab Changmin tegas.

"Baiklah, biar aku SMS saja alamat apartemenku. Bolehkah aku meminta nomor HP mu?" tanya Kyuhyun malu-malu. Changmin menyeringai, walaupun ia berusaha agar tetap terlihat cool. Padahal, dalam hati ia bersorak senang. Sebuah kemajuan, Cho Kyuhyun meminta nomor HP-nya, bahkan dengan malu-malu seperti ini! Bolehkah ia berharap, walaupun hanya sedikit?

"Arra. Sini HP-mu, biar aku masukkan sendiri nomorku" jawab Changmin dengan senyuman penuh kemenangan.

'You made my day, MyKyu'

.

.

.

TBC

Yeayy update~

Walaupun tidak fast update, tapi tidak selama beberapa chapter terakhir ini kan kkk~

FF ini akan tamat di chapter 23 (4 chapter lagi). Jadi mohon sabar ya bagi yang menunggu FF ini, veect akan berusaha mengupdate FF ini secepat yang veect bisa.

.

Veect lihat banyak yang pro-kontra di reviews dan comment di wattpad. Ada yang belain yunho, ada yang belain jeje. Hahaha veect gamasalah kok, pandangan setiap orang kan memang beda. Veect malah senang, kalian nambah banyak ide buat veect. Santai saja, nanti semuanya bakal terjawab di chapter-chapter selanjutnya.

Dan juga soal 'kepindahan' veect ke wattpad, tenang saja. Veect memang akan pindah ke wattpad, tapi tetap update di ffn kok. Veect ingin melestarikan ff yunjae yang mulai menipis di ffn~

Maaf juga, yang menganggap chapter sebelumnya kependekan huhu :( di chapter ini veect sudah usahakan untuk memperpanjang hehehe~ semoga tidak mengecewakan yaakk.

.

Maaf juga, veect gabisa jawab review kalian satu-satu :(

Tapi kalian bener-bener moodbooster buat veect. Apalagi fandom kita sedang dilanda berbagai masalah huhuhu. Semoga semuanya cepat selesai yak :')

Terimakasih untuk setiap review, follow, maupun favorite untuk FF ini ataupun veect. Saranghaee~~ *tebar lope lope di udara*

.

Thanks for reading, review please? ^^~