What If

By VKchu137

Pair: Top! Kim Taehyung

Bottom! Jeon Jungkook

Warning!: BL, Typo(s), aneh, dimasa lalu semua uke kecuali Jungkook yang dari masa depan GS yaa~

Desclimer: Tahun dan sebagainya berkaitan dengan dinasti Joseon saya sendiri yang ngarang. Fanfict ini asli punya saya, saya yang buat, dari otak laknat fujoshi saya, cuma meminjam nama karakter tanpa dapat memiliki aslinya*lah?, Tapi menurut saya Tae tetep cinta Kookie kok

Selamat membaca..

~oOo~

1415

Dinasti Joseon

Taehyung menduduki dirinya dibawah pohon yang terletak persis dipinggir danau istana.

Ini masih lingkungan istana, jadi ia tak memerlukan pengawal yang menurutnya dapat mengganggu waktu berpikirnya.

Taehyung adalah anak kedua raja. Dia bukan Putra Mahkota.

Hanya seorang Pangeran yang dipercayakan oleh Yang Mulia Raja –ayahnya– untuk memimpin pasukan perang.

Tak lama lagi diprediksikan akan terjadi perang antara Kerajaannya dengan Kerajaan tetangga, dikarenakan Raja dari Kerajaan tetangga yang tak terima Putrinya meninggal diperbatasan kerajaan. Mereka menuduh orang dari Kerajaannya yang sengaja membunuh Putri mereka.

Dan sekarang, ia sedang merenung, berpikir mengenai strategi apa yang digunakan saat perang berlangsung nanti, agar meminimalisasikan korban dari pihaknya sendiri.

Mendengus kasar. Ini tidak adil, pikirnya. Menurutnya, Putri itulah yang bodoh. Perbatasan Kerajaan itu terkenal dengan rawannya terjadi pembunuhan, baik disengaja maupun tidak. Ini dikarenakan banyaknya anak panah nyasar, hasil dari pemburuan atau latihan dari kedua negara.

Lagipula, belum tentu Putri itu sudah meninggal, karena jasadnya saja bahkan tak ditemukan. Hanya beberapa percikan darah dan robekan gaun yang diduga cocok dengan warna gaun yang dikenakan oleh sang Putri saat keluar Istana.

Byur

Taehyung sontak berdiri kaget.

Dengan mulut menganga, menatap 'sesuatu' yang baru saja jatuh dari langit ke danau didepannya.

"Aww- Sial- Pendaratan yang sempurna sekali"

Ini sungguhan. Taehyung melihatnya sendiri dengan mata kepalanya, bahwa sesuatu atau mungkin seseorang yang kini tengah mengumpat itu benar-benar jatuh dari langit.

Masih dengan mulutnya yang menganga lebar, Taehyung melihat kini dengan perlahan seseorang tersebut bangkit dari jatuhnya, menampilkan wajah manis seorang Pemuda dengan pakaian yang aneh menurut Taehyung. Seperti kura-kura, karena ada sesuatu dipunggung Pemuda manis tersebut.

Taehyung menduga-duga, mungkin Pemuda manis ini adalah seorang malaikat yang kemudian diusir dan dikutuk menjadi kura-kura karena suatu kesalahan –setidaknya begitulah pemikiran Taehyung

~oOo~

Jungkook perlahan bangun dari jatuhnya sembari tangan kiri memegangi bokongnya yang sakit. Tentu saja sakit, dia jatuh dipinggiran danau dengan bokong yang sudah pasti terlebih dulu mencium tanah dibawah air ini.

Mengedarkan pandangannya dengan tangan kanan yang memperbaiki tas punggungnya.

Netranya menangkap sesuatu yang menyerupai rumah, tapi terlalu kecil dan seorang pemuda dengan pakaian seperti orang-orang era Joseon. Sepertinya dia terjatuh ditempat orang yang sedang melakukan pengambilan gambar untuk Drama kolosal.

"Hey. Kau yang disana. Bisa bantu aku keluar dari sini?" Berteriak dengan nada melas. Jujur saja, dia memang berada dipinggir danau, tapi kakinya tenggelam pada tanah yang sudah pasti menjadi lumpur. Ditambah lagi air danau ini dingin, dan dia benar-benar kedinginan.

Dilihatnya pemuda tersebut menunjuk dirinya sendiri dengan pandangan bingung. "Iya. Bantu aku keluar dari sini. Ini dingin sekali" Jungkook berucap tak sabaran sembari meremas tali tas punggungnya.

Pemuda itu maju berniat menolong Jungkook. Bagian bawah pakaian panjangnya basah ikut terkena air pinggiran danau. "Kura-kura seharusnya tak kedinginan, karena punya ini" Pemuda tersebut berucap sembari menepuk pelan tas punggung Jungkook.

Jungkook sendiri manatap bingung Pemuda yang kini menuntunnya berjalan menuju rumah kecil dipinggir danau tersebut.

'Kura-kura? Dimana?'

~oOo~

"Jadi, kau ini malaikat atau kura-kura?" Taehyung berucap saat melihat Jungkook membuka tas punggungnya.

Jungkook yang mendengarnya pun menaikkan alisnya, "Apa maks- ahh~" seketika merubah raut wajahnya seolah-olah mengerti jalan pikir Taehyung. "Jadi kau ingin merayuku?". Jungkook menyimpulkan dengan tak tahu dirinya.

Taehyung yang tadinya memang sudah bingung, bertambah bingung lagi karena merasa tak pernah punya niatan seperti yang dikatakan Jungkook. "Bukan. Begini, aku tahu kau bukan dari sini. Ah! Tepatnya bukan dari dunia ini. Karena tadi aku melihatmu jatuh dari langit, benar-benar jatuh dari langit." Taehyung berucap sembari menunjuk langit melalui jendela –untuk lebih meyakinkan menurutnya–.

Taehyung tak mempermasalahkan Jungkook yang berbicara informal padanya, karena menurutnya Jungkook tak mengetahui kedudukannya disini.

"Jadi sekarang aku bertanya, apa kau ini malaikat? Atau sejenisnya? Karena sepertinya bukan kura-kura" menambahkan dengan menatap intens Jungkook.

"Lalu, kenapa tidak ada manusia dalam dugaanmu? Tentu saja aku manusia" Jungkook berucap sembari menatap sekeliling rumah kecil yang sempit tersebut.

Taehyung itu pintar. Tentu saja. Dia kan Pangeran yang merupakan keturanan Yang Mulia Raja, dan keturunan Raja itu harus terpelajar. Jadi, sudah pasti Taehyung sangat tahu bahwa tak ada manusia yang bisa ke langit kemudian jatuh.

"Tak ada manusia yang jatuh dari langit" Taehyung berucap sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

"Eung- Bisa jadi aku jatuh dari pesawat kan" Jungkook berucap gugup.

Taehyung memandang bingung kearah Jungkook. Ada yang tak dimengetinya dari perkataan Jungkook. "Pesawat?" menyatakan kebingungannya.

"Iya, pesawat. Wushh—" Jungkook membenarkan sembari dengan bodohnya mempraktikan laju pesawat. Sadar dengan tingkah konyolnya, Jungkook cepat-cepat merubah posisi duduknya dan menatap Taehyung serius. "Begini. Jadi, tadinya setelah Ujian akhir sekolah selesai aku ingin berlibur. Siapa yang menyangka pesawat yang ku tumpangi tidak beres. Jadi sebelum pesawatnya jatuh dan terbakar, aku loncat dan disinilah aku" penjelasan Jungkool semakin ngelantur diakhir.

Taehyung yang mendengarnya pun memandang aneh. "Pesawat? Ujian akhir sekolah? Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?"

"Kau— tak tahu pesawat? Atau tak pernah menaikinya?" Jungkook bertanya tak percaya. "Ya! Jangan pura-pura bodoh. Kau ini kan aktor, mana mungkin tak pernah menaiki pesawat" kemudian melanjutkan dengan nada tak terima.

"Dengar." Taehyung yang tadinya berdiri dekat jendela yang agak jauh dari Jungkook, mulai duduk dihadapan Jungkook. "Aku tak tahu kau siapa, berasal darimana, bahkan apa yang coba kau katakan. Aku tak tahu. Dan aku bukan Aktro atau apalah kau menyebutnya. Aku ini Taehyung, dan aku pangeran disini" berucap yakin sembari merentangkan tangannya, mencoba menunjukkan warna baju yang dikenakan –merah gelap dengan garis biru tua pada bagian bahu

Jungkook yang mendengar perkataan Taehyung pun mengerutkan dahi tak mengerti. "Bukannya disini tempat pengambilan gambar Drama kolosal ya?" bergumam sendiri yang masih dapat didengar Taehyung. "Ah! Kau berperan sebagai pangeran ya di dramanya?" bertanya antusias

"Apalagi drama? Berbicaralah dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dan pakaianmu, mengapa bagian bawahnya hanya sebatas lutut?" Taehyung menggelengkan kepala sembari menilai penampilan Jungkook. "Ini dilarang di kerajaan kami. Kalau Yang Mulia sampai melihatnya, kau bisa dihukum berat karena memamerkan tubuhmu"

Jungkook mematung dengan mulut terbuka mendengar perkataan Taehyung, dia tidak bodoh untuk mengerti perkataan Pemuda yang mengaku pangeran ini. "Sebentar. I–ini sebenarnya tahun berapa?" bertanya khawatir karena merasa sepertinya dirinya telah terlempar jauh dari tahun asalnya.

"Benar dugaanku, kau bukan berasal dari sini. Ini abad ke-14 jika kau benar-benar ingin tahu." Taehyung menjelaskan diakhiri dengan helaan nafas pelan. "Sekarang giliranku yang bertanya. Kau berasal darimana?"

Jungkook menggigit bibirnya gugup. Berpikir keras apakah dirinya harus berbohong atau jujur saja dengan Taehyung. Jujur saja, Jungkook benar-benar khawatir dengan nasibnya yang terdampar di abad ke-14 ini.

Dan mungkin saja jika ia mengatakan yang sejujurnya, Taehyung dapat membantunya hidup pada zaman ini sementara dirinya dapat menemukan cara untuk kembali ke tahun asalnya.

"Jika aku mengatakannya, apa kau akan percaya?" mengingat kedudukan Taehyung yang tak dapat dianggap remeh, sepertinya tak ada salahnya jujur pada Pangeran ini.

Taehyung terlihat berpikir sejenak sebelum mengangguk pelan. "Yahh– sebenarnya tergantung perkataanmu. Asal kau tahu, aku dapat menilai apakah perkataanmu adalah kebohongan atau kejujuran"

Jungkook menghela napasnya pelan, kemudian merubah ekspresinya menjadi lebih serius. "Namaku Jeon Jungkook" memulai kalimatnya dengan perkenalan singkat yang sebenarnya sudah sangat terlambat itu. "Dan aku berasal dari Seoul, tepatnya tahun 2016. Masa depan jika dilihat dari sudut pandangmu" melanjutkan sembari membawa tas punggungnya kepangkuan

Taehyung meneliti sejanak. "Benarkah? Masa depan? Bagaimana caramu membuktikannya? Tentunya selain pakaian anehmu"

Jungkook mengedarkan pandangannya mencoba berpikir, kemudian menumpahkan semua isi tas punggungnya ditengah-tengah mereka.

"Aku membawa semua buku pelajaranku, tapi yang berguna disini sepertinya buku Sejarah." Berucap sembari memilah-milah buku pelajaran yang dibawanya, beruntung tasnya anti air. "Dengar, ini buku sejarahku. Karena aku rajin menyatat, disini tertulis secara rinci seluk beluk Dinasti Joseon"

Taehyung menatap tertarik. "Benarkah? Menurutmu bagaimana agar aku percaya kau tak mengarang isinya?"

Jungkook berpikir lagi mendengar pertanyaan yang diajukan Taehyung. "Lihat. Tulisannya kecil-kecil, karena ini ditulis dengan pulpen dan ada bekas penghapus yang tentu saja belum ada di zaman ini" menunjuk beberapa tulisan secara random.

"Ah! Sebentar" merasa memiliki ide, Jungkook kembali memeriksa tas punggungnya, kali ini pada bagian-bagian kecil. "Ini. Ini namanya Ponsel pintar, dengan ini kau bisa berhubungan dengan orang lain" Jungkook memperlihatkan ponsel pintarnya pada Taehyung dengan menekankan beberapa tombol, sehingga ponsel tersebut menyala menampilkan fotonya sebagai latar. "Disini tak ada sinyal" bergumam pelan.

Taehyung mengambil alih ponsel tersebut dengan mulut menganga kecil. "Woah– ada benda seperti ini di masa depan?" Jungkook yang mendengar perkataan Taehyung mengangguk bangga.

"Baiklah, aku percaya. Lalu bagaimana caranya hingga kau sampai terlempar ke masa lalu seperti ini?" Taehyung mengalihkan tatapannya, kembali menatap Jungkook.

Jungkook menceritakan semuanya, mulai dari Ayah dan Ibunya yang menciptakan sebuah penemuan baru. Taehyung sebagai pendengarpun kadang terlihat mengangguk sok mengerti dan tak jarang juga terlihat menampilkan raut bingung karena beberapa kata yang tak dimengertinya.

"Baiklah. Aku bisa membantumu hidup di zaman ini, sementara kau menemukan cara untuk kembali ke masamu" berpikir sebentar, kemudian melanjutkan "Sebelum itu, kau harus tinggal di Istana juga bersamaku. Dan setahuku, tak ada cara untuk membawamu masuk ke istana tanpa membuat Raja dan Putra Mahkota curiga"

Jungkook yang mendengar perkataan Taehyung pun mulai panik dan menampilkan raut melasnya. "Ayolah. Apa tak ada cara satupun?"

Taehyung menatap serius kearah Jungkook. "Sebenarnya ada satu cara. Tapi aku tak yakin kau mau menerimanya"

"Apapun. Apapun itu, akan ku terima" Jungkook berucap mantap

"Kim Seokjin, pemaisuri Putra mahkota sedang mencari pelayan pribadi. Aku bisa mengusulkanmu untuk itu. Tapi–"

"Tapi?"

"Tapi kau harus menjadi perempuan"

~oOo~

2016

Seoul

Tap Tap

Suara kaki terdengar beriringan memecahkan keheningan sebuah rumah mewah.

Sepasan suami istri yang diketahui sebagai Tuan dan Nyonya Jeon mengernyit heran dengan keadaan rumah yang tidak menampakkan tanda-tanda kehidupan. "Dimana Jungkook?" Nyonya Jeon bertanya bingung dan mulai mencari keberadaan sang anak dengan Tuan Jeon yang setia mengikuti.

"Jungkook-ah" Tuan Jeon mulai memanggil sepanjang perjalanan menuju kamar sang putra

"Sebentar" Tuan Jeon menghentikan aksi sang istri yang akan membuka pintu kamar sang anak.

Berjalan perlahan kearah laboratorium yang terlihat aneh dengan penutup pengaman yang terbuka. Sang istri yang baru menyadarinya pun membulatkan mata terkejut.

"Ini bukan pencuri atau sejenisnya. Tenanglah. Sepertinya Jungkook yang melakukannya" Tuan Jeon yang mengetahui istrinya panik pun mencoba menenangkan sembari menekan sandi pintu.

Kriet

"Apa-apaan ini" Nyonya Jeon berucap heran melihat betapa berantakannya isi laboratorium mereka dengan beberapa kertas berserakan dimana-mana.

"Jungkook" Tuan Jeon berucap dengan nada tegas. "Jungkook telah menggunakan alat ini" kemudian melanjutkan sembari tangannya memegang pinggiran alat dengan kaca bening tersebut.

"Apa maksudmu? Tidak mungkin. Kita belum menyelesaikannya"

"Ya. Dan sepertinya Jungkook sekarang telah kembali ke masa lalu, tapatnya tahun 1415 yang telah di acc secara sempurna pada alat ini"

"Yeobo. Bagaimana ini? Kita belum merancang cara agar kembali ke masa asal"

"Kita akan mulai merancangnya sekarang, jika ingin anak kita kembali"

Sejujurnya, Tuan dan Nyonya Jeon akan menghancurkan alat ini, karena tak bisa memasukkan tahun yang lain selain tahun 1415. Oleh sebab itu, untuk menghindari agar masa lalu tak berubah, mereka akan menghentikan penemuan mereka.

Namun, siapa yang menyangka anak semata wayang mereka malah mencobanya yang membuatnya terjebak pada masa lalu sekarang.

Dan mereka tak punya pilihan lain, selain melanjutkan penemuan mereka, paling tidak sampai sang anak kembali.

~oOo~

TBC

Chapter 2 update yeyy~

Makasih buat yang udah nyempetin baca atau yang sekedar mampir.

Dobel dobel Terimakasih buat yang udah Follow, Favorite, dan Review buat fanfiksi ini^^

Yang log-in, Review nya udh aku bales yaa~

Jangan panggil aku Author yaa~

Sebenernya gk apa-apa, tapi aku lebih seneng dipanggil Fika/Kakak :"v

Mau kalian lebih tua atau sebaliknya, panggil aku pake nama atau kakak aja yaa~

Akhir kata, aku minta Review lagi boleh? Biar nulisnya semangat :))

Mampir juga ke akun Wattpad ku "VKchu137"

Happy Birthday Cho Kyuhyun *

3 Februari 2017

Di Kamar Tercinta

VKchu137