What If

By VKchu137

Pair: Top! Kim Taehyung

Bottom! Jeon Jungkook

Warning!: BoysLove, Typo(s), aneh,

Desclimer: Tahun dan sebagainya berkaitan dengan dinasti Joseon saya sendiri yang ngarang. Fanfict ini asli punya saya, saya yang buat, dari otak laknat fujoshi saya, cuma meminjam nama karakter tanpa dapat memiliki aslinya*lah?, Tapi menurut saya Tae tetep cinta Kookie kok

Selamat membaca..

~oOo~

Jungkook termenung dibawah pohon dekat danau. Tempat yang tanpa disadarinya telah menjadi tempat favorite nya di istana. Maniknya menatap kosong air tenang danau, angin sejuk menyapu wajah manisnya.

Sedari kemarin, dirinya terus saja memikirkan kalimat yang terlontar dari Putri Jungmin mengenai Jasad, kecurigaannya dengan Jendaral Park, dan lain sebagainya. Otaknya mencoba merangkai kejadian-kejadian yang terjadi, termasuk keterlibatannya dalam semua ini.

Dirinya yang berasal dari masa yang berbeda tentu saja merasa bingung. Jika ia tak terjebak di masa ini, lalu apa yang akan terjadi dengan Putri Cho Jungmin? Apa putri itu akan tetap meninggal?

Dirinya juga memikirkan, apa jika ia membantu seperti yang dipinta oleh putri itu akan mengubah masa lalu? Jika benar begitu, pasti ada saja ganjaran yang didapatnya, seperti halnya yang sering dibacanya di novel-novel fantasi.

Jika semua itu benar terjadi, lalu setelahnya apa? Bagaimana dengan dirinya? Bagaimana dengan nasibnya? Apa dirinya akan kembali ke masa asalnya atau justru terjebak selamanya disini?

Kepalanya benar-benar sangat pusing memikirkan hal tersebut. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal yang berkeliaran. Dan dirinya butuh jawaban untuk itu.

Jungkook menoleh saat merasakan kehadiran seseorang disampingnya. Maniknya menatap paras indah sang Pemaisuri yang tengah melempar senyum kearahnya. "Ayo ke ruang utama Istana. Raja Cho Kyuhyun dari Kerajaan Goryeo, beserta sang Ratu dan beberapa prajurit tengah berkunjung. Dan mereka menunggu kehadiramu, Jungkook-ah."

Wajahnya memucat mendengar kalimat yang terlontar dari bibir tebal Seokjin. Dirinya melupakan hal yang satu itu. Sekarang apa? Ia bahkan belum sempat memikirkan kalimat alasan yang menyangkal bahwa dirinya benar-benar bukan Putri Jungmin. Banyak masalah ditempat ini yang harus dipikulnya, dan ia tak terbiasa dengan semua ini.

Jungkook mulai berdiri saat menerima isyarat dari Pemaisuri Seokjin. Menghela napas berat, kemudian ikut melangkah disampingnya.

Seokjin menepuk pelan bahu kanan Jungkook menenangkan. "Jangan takut. Kami tetap berada dipihakmu. Apapun pilihanmu, yakinlah bahwa itu akan membawakan kebaikan padamu." Suara lembutnya benar-benar menenangkan hati gundah Jungkook, Pemaisuri ini benar-benar baik hati. Dan dengan ini, ia sudah membuat keputusan–

~oOo~

"Sudah lama sekali setelah terakhir kali kami berkunjung kesini. Joseon benar-benar maju pesat sejak masa kepemimpinan anda" Suara berat Raja Kyuhyun melantun memberi pujian basa-basi kepada Raja Jongin.

"Sama hal nya dengan anda. Dan tentunya Kerajaan ini akan lebih berkembang pesat setelah pengangkatan Putra Mahkota sebagai penggantiku." Pembicaraan itu terdengar sangat akrab, seolah-olah tak pernah terjadi perang dingin antara dua Kerajaan.

"Kami turut berduka atas meninggalnya Ratu Kyungsoo. Dari pihak kami benar-benar minta maaf karena tak sempat berkunjung saat itu." Suara lembut sarat akan penyesalan terdengar dari bibir tipis Ratu Sungmin. Jongin sendiri hanya membalas dengan senyum sedih, hal ini mengingatkannya lagi pada sang Istri tercinta.

Perhatian semua orang di ruang utama istana teralihkan saat seorang prajurit masuk memberitahukan kedatangan Pemaisuri dan sang Pelayan pribadi.

Seokjin melangkah lebih dulu dengan Jungkook yang mengikuti sembari menunduk dibelakang. Kepalanya perlahan mendongak saat merasa Seokjin menghentikan langkahnya, tanpa disuruh memulai penghormatan pada dua petinggi didepan.

"Jungmin -ah.." Suara lembut Ratu Sungmin terdengar, maniknya menatap Jungkook sarat akan kerinduan mendalam. Tak salah jika ia mengira Jungkook adalah sang anak, mengingat jasad dari Tuan Putri itu masih belum ditemukan, tak menutup kemungkinan Putri nya masih hidup. "Wajahmu benar-benar mirip dengan anak kami." Raja Kyuhyun menimpali perkataan Istri nya.

Jungkook menggigit bibirnya gugup, maniknya menatap tak tenang sekitar. "Maafkan saya, Yang Mulia. Nama saya adalah Jeon Jungkook" bersuara pelan bernada penyesalan dan rasa bersalah. Dirinya benar-benar tak tega melihat wajah sedih Ratu Sungmin didepan sana. Jika bisa, ia akan menjadi Putri Jungmin saja untuk membahagiakan Ratu berhati lembut didepannya itu. Namun apa boleh buat, dirinya juga harus kembali ke masa nya, dirinya juga merindukan orang tua nya di masa depan sana.

"Benar. Suaramu terdengar sedikit lebih berat dari Putriku, maafkan kami karena salah mengira." Kyuhyun berucap menyesal, jarang sekali seorang Raja meminta maaf pada rakyat biasa seperti ini.

"Tapi, kami masih tak mengerti. Bagaimana mungkin wajahmu begitu mirip dengan Putri Jungmin." Kali ini Jendral Park Jimin yang juga berada disana ikut membuka suara, menyatakan apa yang tengah dipikirkannya belakangan ini.

"Mungkin saja hanya kebetulan. Ada yang mengatakan bahwa didunia ini setidaknya ada tujuh orang yang memiliki wajah yang mirip, bisa jadi saya dan Putri Jungmin termasuk." Semua orang menatap bingung kearah Jungkook, tak terkecuali Taehyung. Pangeran tampan itu terlihat menggerakkan bibirnya seperti mengumpat sembari menatap kesal kearah Jungkook.

'Kalimat aneh lagi. Apa anak ini mau mati? Berucap seperti itu didepan Raja dua kerajaan.'

"Maaf menyela, Yang Mulia. Bisakah anda ceritakan detil mengenai hilangnya Putri Jungmin kepada kami? Mungkin kerajaan kami dapat membantu" Taehyung dengan cepat mengubah topik saat semua orang memandang aneh kearah Jungkook, sedikit melirik pemuda itu dengan memberikan delikan tajam. Pertanyaannya kali ini juga barang kali dapat membantu kegiatan penyelidikan mereka. Jujur saja, dirinya juga merasa ada yang tak beres disini, semua berjalan seolah tak terjadi apa-apa. Semuanya terlihat biasa saja, padahal yang menghilang bukanlah rakyat atau prajurit biasa, melainkan seorang Putri, keturunan langsung dari sang Raja Goryeo.

Pandangan Ratu Sungmin terlihat berubah semakin sendu, mungkin akibat mengingat kembali sang anak. Sedangkan Raja Kyuhyun terlihat menghela napas pelan, sebelum berucap, "Kami juga sebenarnya tak begitu tahu. Saat itu, Jungmin masih sangat riang, dengan senyum manis yang tak lepas dari bibirnya. Ia izin kepada kami untuk pergi jalan-jalan seperti biasa, tentunya dengan membawa beberapa pelayan istana. Tak ku sangka, dia bahkan selalu menghilang dari pengawasan para pelayan. Bukan hanya pada hari kejadian, Jungmin berjalan-jalan dan hilang dari pengawasan para pelayan terjadi setiap kali anak itu izin keluar. Sialnya, para pelayan itu baru mengakui sekarang." Nada kesal dari sang Raja Goryeo tak dapat dibendung, bahkan ekspresinya sangat menggambarkan perasaannya sekarang.

"Setiap jalan-jalan, dia selalu membawa mawar biru yang tumbuh dihalaman istana. Aku sempat bertanya untuk apa, anak itu hanya membalas dengan senyuman manis dan pipi yang bersemu merah. Apa ia tak berjanji bertemu denganmu, Jimin?" Sang Ratu membuka suara sembari melayangkan pandangan tanya pada Jendral Jimin yang sedari tadi hanya mendengarkan. Jungkook sedari tadi mengawasi Jendral ini, aneh juga seorang Jendral duduk tak tenang dengan tangan diremas serta bibir yang sekali-kali digigit.

Sedangkan Taehyung yang mendengar penjelasan dari sang Ratu terlihat memikirkan sesuatu. 'Mawar biru?' gumaman dalam hatinya menandakan dirinya yang tak asing dengan itu.

Jimin tampak tersentak, sebelum menjawab, "Tentu tidak, Yang Mulia. Bukankah saya selalu menemani Yang Mulia Raja berburu saat Tuan Putri pergi?" Raja tampak menganggukkan kepala mendengar penjelasan Jimin.

Namjoon yang sejak tadi diam, berdehem pelan sebagai pembuka, "Apa saat kejadian, Yang Mulia Raja Kyuhyun juga tengah berburu? Bukankah saat itu Putri Jungmin sempat berpamitan dengan anda?" Heol! Jungkook memandang kagum pada sang Putra Mahkota, tak terlintas juga dipikirannya mengenai hal itu. Namjoon ini benar-benar cerdas.

Raja Kyuhyun terlihat berpikir sebentar, "Ah iya! Kebetulan hari itu adalah peringatan kematian Ibu dari Jendral Park, jadi kami menunda berburunya menjadi beberapa hari kedepan. Bukan begitu, Jendaral Park?"

Jimin hanya mambalas dengan anggukan, terlihat sekali rahangnya yang berangsur mengeras, Jungkook dan Taehyung memperhatikannya sedari tadi. "Lalu, kemana anda pada hari kejadian Jendral Park?" Taehyung benar-benar tak tahan untuk bertanya tentang ini. Jujur, dirinya merasa sangat tertarik dengan kejadian ini, Yahh.. karena dirinya juga bertanggung jawab untuk membantu Jungkook kembali ke masa nya. Sebenarnya bukan bertanggung jawab.. Hanya saja.. Yahh begitulah..

"Tentu saja pergi ke pemakaman Ibu ku, kemana lagi." Jimin menjawab dengan manik memandang Taehyung. Tatapannya seolah meremehkan, Taehyung sendiri tak tahu kenapa.

~oOo~

Raja Jongin, Putra Mahkota dan Pemaisuri, serta Pangeran Taehyung masih di ruangan utama istana setelah kepergian rombongan dari Kerajaan Goryeo. Jungkook juga masih disana, berdiri pada posisi awalnya.

"Katakanlah, Tae. Ayah tahu ada yang ingin kau katakan. Tentang Jendral Park Jimin, bukan?" Raja Jongin membuka suara dengan pertanyaan yang membuat Taehyung mengangguk sembari menatap bingung sang Ayah. "Gelagatnya aneh, oleh sebab itu Ayah dan Namjoon memperhatikannya sejak tadi. Kami tak tahu apa alasanmu sehingga tertarik dengan masalah yang dialami oleh Kerajaan tetangga, tapi Ayah akan membantu sebisanya."

Jungkook lagi-lagi memandang kagum keluarga kerajaan didepannya. Wahh.. mereka benar-benar tak bisa dianggap remeh.

"Setahuku, Ibu dari Jendral Park adalah seorang selir. Maaf sebelumnya, tapi ku rasa ini ada hubungannya. Dia hampir menjadi selir dari Raja Kyuhyun karena Ratu Sungmin yang tak kunjung mendapat keturunan sebelum soal mengenai kehamilan selir menghebohkan sepenjuru Goryeo, bahkan juga tersebar di Joseon. Katanya, seorang pejabat Goryeo lah yang menghamilinya. Dengan ini, Raja Kyuhyun tak jadi menjadikannya sebagai selir." Seokjin menghentikan penjelasannya sejenak untuk menarik napas, "Tapi, Keluarga kerajaan tak mengusirnya, melainkan memberikan fasilitas yang lebih dari cukup kepada selir itu. Ada yang mengatakan, alasannya adalah sebagai ucapan terimakasih Raja Kyuhyun karena tak jadi menjadikannya selir."

"Kau benar-benar mengetahui semuanya, noona? Lalu apa maksudnya Raja Kyuhyun berterimakasih untuk itu?"

Jungkook mengangguk-angguk menyetujui pertanyaan yang dilontarkan Taehyung. Sedangkan Seokjin sendiri mendelik kesal kearah Pangeran tampan tersebut. "Aku belum selesai bicara, kau dengarlah baik-baik. Raja Kyuhyun berterimakasih untuk itu karena setelahnya Ratu Sungmin dikabarkan hamil. Seperti yang diketahui banyak orang, Raja Kyuhyun itu sangat mencintai Ratu Sungmin, sama sekali tak ada niatan menghianati istrinya dengan mempunyai seorang selir."

"Itu.. apakah Selir itu tengah hamil Jendral Park saat itu? Dan Ratu Sungmin kemudian hamil Putri Jungmin?" Jungkook mencoba bertanya dengan senyum canggung menghiasi saat tatapan semua orang beralih kearahnya.

"Iya. Tapi, aku sama sekali tak mengerti apa hubungan semua ini dengan menghilangnya Putri Jungmin?"

~oOo~

Jungkook kini tengah duduk dibawah pohon dekat danau istana, tubuhnya disembunyikan pada batang pohon agar tak terlihat. Dirinya kini tengah berkomunikasi dengan Putri Jungmin di masa depan sana, menanyakan kebenaran perkataan Seokjin.

"Aku tak begitu tahu. Ibu tak pernah membahas mengenai hal itu."

Pemuda itu menghela napas mendengar jawaban Jungmin. "Hei! Semuanya sedikit lagi akan terpecahkan, seandainya kau tahu sesuatu."

"Aku juga tak tahu. Mau bagaimana lagi. Aku hanya meminta bantuanmu untuk menemukan jasadku dan lebih memperhatikan gerak-gerik Park Jimin, bukan mengungkit masa lalu Jendral Park sampai sedalam itu." Terdengar dengusan disela ujaran Jungmin, "Kau sendirian? Pangeran Taehyung kemana?" Melanjutkan dengan lontaran pertanyaan mengenai keabsenan Taehyung.

"Kemungkinan keberadaan jasadmu itu ada hubungannya dengan ini semua. Dan ya, aku sendiri!" Jungkook membalas kesal sembari mengalihkan pandangan dari layar ponsel, karena sudah pasti Putri Jungmin memperhatikan gelagatnya sekarang.

"Kenapa kau jadi kesal begini?"

"Nadamu juga terdengar bosan dan kesal sejak tadi. Selalu menanyakan Pangeran Taehyung, sebenarnya Kau ingin ku bantu atau tidak?" Jungkook menggumamkan 'Dasar Putri Bodoh' setelahnya, tentunya tanpa suara.

"Ada apa menyebut namaku?" suara husky Taehyung terdengar tepat disampingnya, Jungkook buru-buru mengalihkan pandangannya kearah Sang Pangeran yang kini juga tengah duduk tepat disampingnya.

"Bisa kau arahkan itu kearahku? Aku ingin menanyakan sesuatu pada Putri Jungmin." Jungkook mendengar pekikan kecil Jungmin diseberang saat Taehyung kembali bersuara. Dengan kesal, didekatkannya layar ponsel tersebut kearah wajah Taehyung, terlalu dekat sampai menyentuh hidung mancung Pangeran tersebut.

"Jangan terlalu dekat." Taehyung melayangkan protes sembari memegang pergelangan tangan Jungkook, menjauhkannya sedikit dari wajah. Dirinya tak melepaskan genggaman tersebut, karena Jungkook yang bersikeras mendekatkan kembali layar ponsel.

"Apa yang ingin anda tanyakan, Pangeran?" Wahh.. entah kenapa, ingin rasanya Jungkook mengeluarkan kata-kata kasar yang diketahuinya saat mendengar perubahan nada bicara Jungmin. Dirinya tak tahu bahwa pada kehidupan sebelumnya, dia adalah seorang gadis bangsawan yang menyebalkan.

"Aku ingin bertanya, apa saja yang kau lakukan saat izin jalan-jalan keluar istana?"

Hening sejenak diseberang sana, mungkin Jungmin tengah berpikir. "Ahh.. itu.. aku ingat izin jalan-jalan sebelumnya, tapi tak ingat izin jalan-jalan saat kejadian." Suara Jungmin entah terdengar ragu? Atau gugup? Setidaknya semacam itu yang terdengar di telinga Jungkook. Tak tahu dengan Taehyung, pangeran itu kan orangnya sangat tidak peka.

"Kalau begitu, apa saja yang kau lakukan pada jalan-jalan yang kau ingat?" Taehyung kembali melontarkan pertanyaan, maniknya melirik kearah Jungkook saat pemuda itu begumam mengenai tangannya yang pegal. Ia pun mendekatkan duduknya, lalu menurunkan tangan Jungkook dan menyanggahnya pada pangkuan paha mereka berdua. Kini, dirinya lah yang menunduk menghadap layar. Tindakannya ini membuat Jungkook tersenyum kecil.

"Eung.. I-itu.. Saya pergi ke Joseon.."

"Benar ternyata. Anda adalah orang yang selalu mengirimkan mawar biru padaku kan? Melalui Kim Mingyu, orang kepercayaanku."

Jungkook menatap terkejut kearah Taehyung, apa maksudnya? "Jungmin mengirimkan mawar biru untukmu?"

Taehyung mengangguk sembari mantap Jungkook, wajah mereka benar-benar dekat saat ini. Tapi tak disadari oleh keduanya, karena sibuk dengan pikiran masing-masing. "Mingyu selalu memberiku Mawar biru dan mengatakan bahwa itu dari seseorang yang mengagumiku." Maniknya kembali menatap kearah layar gelap ponsel, "Jika aku tak salah menyimpulkan, apa anda menyukaiku Tuan Putri?"

Jungkook mendelik kearah Taehyung saat mendengarnya, "Hei! Kau benar-benar terlalu percaya diri."

"I-itu.. Ya.. B-benar Pangeran, maafkan atas kelancangan saya."

"Ya! Kau sudah punya calon suami! Kenapa serakah sekali?!" Jungkook tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Yang pasti, ia benar-benar tak dapat membendung perasaan kesalnya saat mendengar jawaban dengan nada malu-malu dari Jungmin.

Jungkook menghentak tangannya dari genggaman Taehyung, lalu berdiri masuk kedalam pondok dekat danau. Kakinya melangkah menuju tas punggungnya dan menyimpan ponsel disana. Dirinya tak peduli jika itu membuat sambungan dengan Jungmin terputus, karena memang itulah tujuannya.

"Kau ini kenapa sih? Kekanakan sekali." Taehyung berucap sembari mengikuti Jungkook yang kini melangkah keluar pondok, berjalan menuju bangunan kamarnya.

"Aku tak kekanakan!"

"Iya kau kekanakan! Lagipula kenapa kau kesal sih? Kau juga menyukaiku? Begitu?"

Langkah Jungkook tiba-tiba terhenti, yang membuat Taehyung juga menghentikan langkahnya. Pemuda itu membalikkan badannya, manik sekelam malamnya memandang kesal Taehyung. "Sudah kubilang aku tidak kekanakan! Aku tidak kesal! Dan tak menyukaimu!" Nada suaranya benar-benar tinggi, "Sial! Aku benar-benar berharap tak menyukaimu! Tapi tak bisa! Benar-benar tak bisa karena ini adalah pengalaman pertamaku!"

Taehyung terkejut mendengar pengakuan Jungkook. Yang benar saja. "Jungkook-ah.. Aku.."

"Iya! Aku tahu kau bukan penyuka sesama jenis. Sial! Si Jungmin benar-benar beruntung menjadi wanita."

~oOo~

TBC

Chapter 7 update yeyy..

Ngeheheh.. Ciee dek Kookie nyatain nih ceritanya wkwkwk..

Special Thanks to:

livanna shin | nuruladi07 | Jieunjilee | ExileZee | Kyunie | VK | cookies | emma | Park RinHyun-Uchiha | YolYol17 | Kwonshistar | Kimizaku | Guest | LittleDeviL94 | Albus Covallaria majalis | dwi-yomi | Swaggxr13 | Ly379 | Kyuminjoong | hjs30 | llis | Taekooks'cream | Monvernx | minkyway | odorayaki | Jeon97Kim | kimrin | Jenna Seo | sugarydlight | yeonbin818 | swanb919 | lioneatbunny | bunnykookie | Onye lucu | Rena Shimazaki | JeonCarmy | leoneatbunny | syafitrinf9f | fad24 | Pongpongie | Hannie | Dan semua yang udh Follow dan Favorite dichapter sebelumnya Iluv u~ :*

Banyak reader baru yaa~ kkkk Seneng akutu baca review yang panjang-panjang^^

Review lagi untuk chapter ini yaa..

See you in next chapter~

Selamat Ulang Tahun Kak Yoongi

Follow IG aku: vkchu137


Jum'at, 10 Maret 2017

Di Kampus Tercinta

VKchu137