Jungkook melangkahkan kakinya kearah pondok dekat danau. Seharusnya, dirinya melangkah kearah kebun istana. Tapi, pemuda manis itu ingin mengambil ponsel dulu katanya. Berhubung pada jalan menuju kebun orang yang berlalu lalang sekaligus penjaganya bisa terbilang sedikit, Jungkook memutuskan akan sekalian terhubung dengan Jungmin selama perjalanan, sekaligus ingin memberitahukan mengenai dugaannya pada Putri tersebut.

Pemuda Jeon itu terus berbicara dengan Jungmin, menceritakan beberapa kejadian yang terjadi di Joseon belakangan ini. Langkahnya terhenti saat sudah memasuki wilayah kebun Istana, maniknya memandang berbagai macam pohon disana termasuk wadah yang menggantung dimasing-masing batang pohon. Ia pun mengambil salah satu wadah tersebut setelah mendengar ucapan Jungmin yang mengatakan bahwa semuanya berisi sesuatu yang sama –madu yang telah difermentasi– Jungkook tak tahu seperti apa madu yang telah difermentasi. Ada-ada saja.

Namun, saat membuka penutup wadah tersebut, maniknya berbinar mencium aroma madu yang tak tercium seperti madu pada umumnya, tapi memiliki bau yang lebih enak. "Ini tak seperti bau madu, tapi sepertinya enak. Aku coba sedikit, tak apa kan?" Tangannya mulai terulur, mencolek sedikit madu dengan telunjuknya.

"Jangan. Itu tak boleh untuk orang yang jelas tak sakit apa-apa sepertimu." Tak dihiraukannya larangan dari Jungmin, pemuda manis itu tetap mencicipi madu tersebut.

"Memang kenapa? Aku sedang sakit kok.. Sakit hati." Yang awalnya hanya satu colek, kini berubah menjadi dua, tiga, dan.. entahlah sudah berapa kali Jungkook mencobanya. Entah mengapa, kepalanya mulai pusing setelah sampai pada colekan kesekian, pengelihatannya mengabur, suara Jungmin bahkan sudah tak jelas didengarnya. Apa yang terjadi dengan dirinya? Ini adalah sensasi yang tak pernah sekalipun dirasakannya.

Entah hanya khayalannya atau memang nyata, maniknya menangkap sosok seperti Taehyung didepannya. Tengah berlutut mensejajarkan tingginya dengan Jungkook, memang perasaan pemuda manis itu atau apa, wajah Taehyung terlihat dua kali lipat lebih tampan dari biasanya. Bibirnya juga terlihat lebih merah mengkilat dari biasanya, padahal penglihatannya sedang kabur.

Tangan Jungkook memegang sebelah pipi Taehyung sembari tersenyum tak jelas, bibir Pangeran itu terlihat bergerak seperti berbicara, tapi Jungkook tak dapat mendengarbapa yang dikatakannya.

"Eunghh? Taeee.. aku mencintaimuuu~" mungkin Taehyung didepannya ini hanya hayalan belaka, namun saat dirinya mengelus pelan pipi kanannya terasa nyata.

Chup~

Jungkook membuktikannya dengan cara mencium bibir si Pangeran dengan senyum yang masih tersemat dibibir tipisnya. Rasanya juga nyata, tapi kepalanya bertambah pusing. Tak tahu saja dirinya Taehyung dalam keadaan kaku sekarang.

~oOo~

What If

By VKchu137

Pair: Top! Kim Taehyung

Bottom! Jeon Jungkook

Warning!: BoysLove, Typo(s), aneh,

Desclimer: Fanfict ini asli punya saya, saya yang buat, dari otak laknat fujoshi saya, cuma meminjam nama karakter tanpa dapat memiliki aslinya*lah?, Tapi menurut saya Tae tetep cinta Kookie kok

Selamat membaca..

~oOo~

Chup~

Taehyung mematung dengan mata membelalak kaget saat bibir tipis merah jambu itu bersentuhan dengan bibir tebalnya. Bertambah kaku saat Jungkook mulai menggerakkan bibirnya pelan dengan deru napas berat yang membuat bulu-bulu kecil di pipi Taehyung meremang merasakan hangatnya. Ia tak tahu harus berbuat apa, pikirannya masih kosong tak dapat menyerap apapun.

"Eunghh.." desahan napas Jungkook melemah, lumatan kecilnya pun turut memelan hingga berhenti dan jatuh pada pelukan Taehyung. Kepala si pemuda Jeon bersandar miring pada bahu si Pangeran, wajahnya menghadap pada perpotongan leher Taehyung yang langsung menelan bulat-bulat saliva nya saat lidah Jungkook terulur menjilat kecil lehernya. Apa yang sedang dilakukan bocah ini?!

Dengan kaku, lidah Taehyung pun ikut menjulur menjilat bagian luar bibir tebalnya merasakan sisa manis madu yang masih menempel bekas pertemuan bibirnya dengan Jungkook. Namun—

"Akhh.." Teriakan kesakitan dikeluarkannya saat Kepalanya mulai berdenyut keras. Terasa sangat sakit, sakit yang sangat menusuk. Bukan, ini bukan karena sisa madu yang dikecapnya tadi. Tingkat alkohol pada madu fermentasi di wadah memang tinggi, namun jika hanya dicoba sekecap tak akan membuat mabuk. Lagipula gejala nya ini bukan seperti orang mabuk kebanyakan, hanya kepala yang sakit dan dirinya masih sadar sepenuhnya.

Berat beban tubuh Jungkook masih dapat dirasakannya menyender pada tubuhnya. Ingin rasanya dirinya membopong tubuh sedikit berisi itu dan membawanya atau meredakan mabuknya, tapi denyut pada kepalanya tak kunjung berhenti. Terasa semakin sakit tiap menitnya.

"Ukhh—"

Ringisan tak dapat ditahannya. Dahinya berkerut saat tiba-tiba bayangan sesuatu berkeliaran secara random di otaknya. Bayangan itu seperti sebuah ingatan yang familiar, namun Taehyung merasa tak pernah sama sekali mengalami sesuatu seperti di ingatan tersebut.

Ingatan mengenai seorang pemuda yang wajahnya tak jelas. Terlihat menatap sendu segala hal, tapi Taehyung merasa asing dengan tempat dan segalanya. Terasa asing, namun sangat dekat dengannya.

.

.

Taehyung duduk terdiam disamping Jungkook yang tengah berbaring. Mereka tengah berada di ruang kamar si pemuda Jeon sekarang. Otaknya berpikir keras mengenai apa yang terjadi, sebenarnya bukan hanya apa yang terjadi pada dirinya tadi. Tapi, semua yang terjadi pada dirinya di lingkungan sekitarnya belakangan ini.

Bayangan samar yang muncul di ingatanya tadi merupakan salah satunya. Ini bisa dikatakan sebagai hal yang baru padanya, karena memang hanya terjadi satu kali padanya. Dirinya gelisah, seolah-olah jika tak menemukan titik terangnya, maka akan terjadi hal buruk disini. Otaknya mulai menghubungkan beberapa kejadian, tidak menutup kemungkinan semuanya berhubungan satu sama lainnya.

Pertama, yang menjadi awal dari semuanya, mengapa Jungkook terlempar ke masa lalu? Sebenarnya itu pertanyaan yang dapat dengan mudah terjawab, mengingat pemuda itu sendirilah yang dengan rasa keingin tahuannya yang tinggi sehingga membawanya ke masa ini. Tapi jika pertanyaanya diubah menjadi. Mengapa saat Jungkook terlempar ke masa lalu, pemuda itu malah bertemu dengannya? Mengapa Taehyung yang harus tahu asal-usul Jungkook? Sedangkan masih banyak orang lain disini. Tidak, perasaannya tidak mengatakan bahwa ini semua hanya sebuah kebetulan semata, dimana Taehyung yang iseng tengah terduduk merenung dipinggir danau dan tiba-tiba melihat seorang pemuda jatuh dari langit. Tidak sesederhana itu menurutnya, otaknya mengatakan jika itu terjadi karena semata-mata memang itulah yang seharusnya terjadi. Dirinya menyaksikan semuanya, mungkin saja ia juga ada hubungan dengan semua ini.

Maniknya menatap Jungkook yang masih tertidur disampingnya. Tadi sewaktu merintih kesakitan, untungnya seorang penjaga kebun istana datang menghampiri mereka dan kemudian meminta tambahan bantuan. Badannya yang tadinya bersandar kini memutar menghadap ke Jungkook, terkekeh kecil saat melihat pemuda tersebut yang memang menutup mata tapi dengan mulut terbuka. Manis sekali.

Matanya membelalak menyadari apa yang tengah dipikirkannya, kemudian menepuk pelan kedua sisi pipinya menyadarkan. Hahh.. tidak, tidak, bayangan bibir mereka yang menempel tadi benar-benar membekas di kepalanya. Taehyung bukannya sengaja ingin terus mengingatnya, tapi bayangan itu dengan sendirinya terus muncul. Itu adalah pertama kali untuknya. Dirinya bukannya kolot, karena tidak mungkin pangeran sepertinya tak pernah berciuman dengan gadis. Tapi memang itulah yang terjadi, Taehyung terlalu sibuk dan tak sempat berpikir kesana.

Sekarang, dia merasakannya. Tapi, dengan seorang pria. Hahahah— ironis sekali.

Mulut Jungkook yang terbuka, kini mulai terlihat bergerak seperti tengah mengunyah makanan. Banyak pertanyaan mengenai pemuda ini yang masih dapat di jabarkannya. Seperti Putri Jungmin yang awalnya hanya menghilang, namun ternyata bertukar masa dengan Jungkook. Ah! Satu lagi, Banyangan ingatan yang muncul dipikiran Taehyung pun terjadi saat pemuda itu mencium bibirnya. Sebenarnya, ada apa dengan semua ini?

"Eunghh.."

Taehyung memperhatikan Jungkook yang kini tengah menggeliat kecil dengan mulut yang bersuara, berantakan sekali pemuda ini. Matanya mulai terlihat membuka, dan terdiam untuk beberapa saat memperhatikan atap ruangan, sepertinya tengah mengumpulkan kesadaran.

"Kau sudah bangun?"

Wajah kagetnya sangat ketara saat Taehyung mulai membuka suara. Kepalanya dengan cepat menoleh dengan ekspresi cengo menghadap Taehyung. "Duduk, dan minumlah ini. Ini akan meredakan kepalamu yang pusing."

Jungkook tak bergerak, masih dalam posisi dan ekspresi yang sama. Mungkin masih bingung, menurut Taehyung. Jadi, ia pun membantu menuntun duduk Jungkook.

"Memangnya, apa yang membuat kepalaku pusing?" Jungkook membuka suara dengan sebuah pertanyaan. Dikiranya dirinya hanya tidur biasa, tapi ternyata tidur karena pusing.

Taehyung sendiri mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan tersebut, "Kau tak mengingat apapun?" bertanya kembali yang dibalas gelengan kecil oleh Jungkook.

"Kau mabuk setelah 'mencicipi' madu fermentasi khusus pemulihan orang sakit. Masih tak ingat?"

Pose berpikir mulai dilakukan Jungkook, terlihat manis sekali dengan ujung bibir bagian atasnya yang digigit-gigit kecil. "Ahh.. aku ingat sekarang. Saat itu, aku juga tengah terhubung dengan Jungmin. Lalu setelahnya apa yaa..?"

Taehyung menggertakkan gigi belakangnya. Enak sekali pemuda ini berani menciumnya lebih dulu lalu melupakannya begitu saja. Seharusnya Taehyung yang harus melakukannya terlebih dulu!

Hng?! Sial! Apa yang baru saja dipikirkannya?! Tidak, itu pasti bukan Taehyung yang memikirkannya. Iya! Pasti ada sejenis iblis yang membisikkan hal tersebut padanya. Pasti!

"Kau.. sama sekali tak mengingat apa yang terjadi setelahnya?" Decakan keluar begitu saja tanpa dapat ditahan saat Jungkook kembali membalasnya dengan gelengan."Kau menciumku setelahnya. Tepat dibibir."

Jungkook memandang Taehyung tak percaya, "Eyy.. Tidak mungkin. Mana bisa seperti itu."

"Bisa! Kau bahkan menjilat leherku, dasar jorok. Jangan-jangan kau sengaja yaa melakukannya? Kau kan menyukaiku"

Benarkah?

Jungkook mendengus sinis. Enak saja, begini-begini dia juga punya harga diri. Tak akan dilakukannya cara selicik itu untuk mendapatkan hati orang yang disukainya. "Jangan asal bicara! Sengaja? Tsk! Kau benar-benar melukaiku dengan perkataanmu."

Taehyung melipat tangan di depan dada, "Mengakulah.. Bahkan kau sengaja melakukannya saat sedang terhubung dengan Putri Jungmin. Kau ingin mengurangi saingan, benar?"

"Ya! Kau ini kenapa sih? Kenapa membahas hal semacam ini?! Bukannya kau sangat tak menyukai hubungan sesama jenis? Lalu kenapa malah menggodaku dengan hal seperti ini?!"

"Yahh.. setelah ku pikir-pikir.. mungkin hal itu tak ada salahnya. Bukan berarti aku juga balik menyukaimu yaa.. Hanya saja itu sekarang terdengar seperti hal biasa bagiku. Jadi yahh.. seperti itu."

Jungkook memutar matanya jengah, apa-apaan ini? "Ahh.. jadi, sekarang kau tak keberatan kalau aku masih menyukaimu?"

"Hmm.. Tentu, itu hak mu."

"Lalu, apa kau akan balas menyukaiku?"

Taehyung berdiri, kakinya melangkah ke sebuah meja kecil diujung ruangan. Tangannya mengambil nampan yang berisi beberapa makanan untuk Jungkook. "Nahh.. sekarang kau harus makan."

Jungkook mengerutkan dahinya saat Taehyung tak kunjung membalas pertanyaannya. Itu sebenarnya hanya pertanyaan main-main, tapi jujur saja Jungkook ingin mendengar balasannya. "Jangan mengalihkan pembicaraan! Jawablah!"

"Tsk! Tidak. Aku hanya tak menyangkal perasaanmu, tapi tidak untuk itu."

Setidaknya— belum..

Jungkook mengerucutkan bibirnya, yahh setidaknya dia masih memiliki kesempatan untuk membuat Taehyung balik menyukainya. Bukannya Jungkook jahat karena ingin mengubah orientasi seksual seseorang yang bahkan di masanya belum di legal kan untuk hal semacam itu. Tapi, yahh.. Jungkook kan tidak ingin merasakan perasaan sepihak untuk pengalaman pertamanya, jadi tak ada salahnya untuk berusaha.

"Ah iya, Tae. Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu."

Jungkook melirik Taehyung saat sesuap bubur sudah masuk ke mulutnya. "Apa?"

"Tapi, aku akan bertanya lebih dulu. Kau menyukai Putri Jungmin?"

Wajah Taehyung terlihat bingung, namun pria itu mengangguk kecil yang membuat raut wajah Jungkook berubah seketika. "Iya, dia sepertinya orang yang baik" Wahh.. walaupun hanya arwah, saingannya tangguh juga. Pasti Putri itu akan melonjak kesenangan jika mendengar ucapan Taehyung tadi. "Tapi, hanya sekedar suka yahh.. yang seperti itu, bukan hal yang spesial." Sudut bibir Jungkook tertarik sedikit. Suka Taehyung ke Jungmin bukan hal spesial, jadi nanti Suka Taehyung ke dirinya harus spesial.

"Kau janji tak akan membenciku setelah kuberitahu hal ini kan?"

"Memangnya apa yang ingin kau beritahukan? Mencurigakan sekali."

Cengiran kecil keluar dari mulut Jungkook yang belepotan bubur, ia sengaja melakukannya. Ini adalah trik awal versi Jungkook untuk menggaet si Pangeran Joseon. "Bersihkan dulu bibirmu sebelum kembali berbicara."

Jungkook cemberut saat kode nya tak dapat ditangkap oleh si pangeran, "Kedua tanganku sedang sibuk. Bisa minta tolong bersihkan?" Dengan segala kegigihannya mencoba peruntungan lain yang membuat kedua alis Taehyung naik bingung.

Tapi, berhasil. Taehyung membersihkan bibir Jungkook sekarang dengan sapu tangan yang telah disediakan, tentu saja! Jangan berpikir lebih seperti Taehyung membersihkan bibir Jungkook dengan bibirnya! Ini saja sudah merupakan kemajuan besar untuk Jungkook.

"Jadi begini—" pemuda Jeon memberitahukan mulai dari dirinya yang kembali membuka buku Sejarahnya, sampai dugaannya mengenai Putri Jungmin yang meninggal karena bertukar masa dengannya. "Jadi, karena di buku itu mengatakan bahwa Jungmin memang hilang dan ditemukan keesokan harinya dalam keadaan masih hidup, dan sekarang bahkan berminggu-minggu sudah Jungmin tak kunjung ditemukan. Apalagi si Putri itu mengatakan bahwa dirinya sudah meninggal, dan yang bertukar masa dengan ku adalah arwahnya. Aku jadi menyimpulkan bahwa..."

"Jika kau tak kembali ke masa lalu dengan alat penemuan orang tuamu yang juga membuat Jungmin ke masa depan karena itu, besar kemungkinan semuanya akan terjadi sesuai apa yang tertulis di buku sejarahmu, begitu?" Jungkook mendengus keras, giliran hal seperti ini saja si Pangetan cepat sekali tanggap.

"Iya. Tapi, jika semuanya sudah terjadi seperti ini... pasti Jungmin sekarang sudah benar-benar meninggal, mengingat jasad dan arwahnya sudah terlalu lama dipisahkan dengan perbedaan masa yang cukup jauh. Dan.. semuanya karena kebodohanku."

Taehyung berdecak keras, "Jangan berpikiran begitu, mungkin memang inilah yang seharusnya terjadi. Kau mungkin memang mengubah masa lalu, tapi tidak menutup kemungkinan ini memang telah menjadi rencananya." Jungkook tahu, Taehyung tengah berbicara mengenai takdir sekarang. Tapi, apa iya memang sudah direncanakan? Harapannya semoga saja memang seperti itu.

~oOo~

"Sudahlahh.. aku sudah tak apa, Wonwoo-ya" Mingyu menahan lengan Wonwoo yang akan membuka perban ditangannya.

Gadis itu seakan tak mendengar dan terus saja meneruskan kegiatannya. "Aku tahu kau sudah tak apa, dan sekarang aku hanya ingin membuka perbannya. Bukankah luka nya sudah menghilang?"

Mingyu mengangguk kikuk, benar juga. "Itu.. apa kau tak ada tugas lain? Sejak tadi kau terus saja menjagaku."

Wonwoo sudah selesai membuka lilitan perban tersebut, tangannya dengan terampil menurunkan kembali lengan baju Mingyu, lalu melipat kecil bekas perban dan menaruhnya disamping untuk dibuangnya nanti. "Jangan begitu. Dipendengaranku, kau seolah-olah berkata lelah melihat wajahku yang selalu mucul dihadapanmu. Lagipula, Raja sendiri yang memerintahkan secara langsung untuk ini." Wonwoo menyiapkan beberapa barang yang dibawanya, berniat pergi. "Sekarang, tugas ku sudah selesai. Aku akan pergi, jangan khawatir."

Mingyu mendengus kasar dan menarik tangan Wonwoo, menyentaknya sedikit kasar untuk kembali duduk. "Kau tahu sendiri bukan itu maksudku!"

Gadis itu sedikit meringis merasakan perih dipergelangan tangannya, "Kau selalu menolakku, Mingyu -ya"

"Aku juga mencintaimu, dan kau tahu itu. Kita hanya tak bisa bersama, aku tak ingin kau merasakan sakit jika berhubungan dengan pria yang terus-terusan mendapatkan luka sepertiku. Ku mohon, carilah pria lain."

Wonwoo tertawa sumbang mendengarnya, "Kau tahu? Sikapmu yang seperti inilah yang lebih membuatku sakit." Kembali berdiri sesuai niat awalnya, "Kau.. hanya menerimaku, apa sesusah itu? Kau selalu mengatakan tak ingin membuatku sakit karena dirimu yang sering terluka. Maka aku akan tetap menjawab, aku yang akan dengan senang hati merawat lukamu. Lagipula, bukan perkara biasa seorang prajurit mendapatkan luka. Bahkan Pangeran serta Putra Mahkota pun sering mendapatkannya, tapi Pemaisuri Seokjin tetap disampingnya dan aku ingin melakukan hal yang sama."

Tepat saat Wonwoo menggeser pintu ruangan Mingyu, Taehyung datang dengan Jungkook yang mengikuti dibelakang. Gadis dengan kedudukan sebagai seorang pelayan itu membungkuk kecil dan memberikan senyuman manis pada Jungkook, sebelum melanjutkan kembali langkahnya.

Taehyung berdehem sengaja saat melihat sang prajurit kepercayaannya tengah dalam keadaan gusar. Dirinya sudah tahu penyebabnya, karena hal seperti ini sangat sering terjadi pada Prajurit bodohnya ini.

"Menolak Wonwoo -ssi lagi? Ckckck.. Kau sadarlah, dia sudah lama menunggu dan kau pun begitu. Apa salahnya menjalin hubungan? Dasar bodoh."

Jungkook yang mendengar lontaran kalimat Taehyung melirik sinis. Dasar! Seenaknya saja mengatai Prajuritnya bodoh, padahal dianya sendiri lebih dari kata bodoh. Yahh.. memang sihh hal ini berbeda dengan yang Jungkook alami, mengingat gender yang membedakannya. Tapi, tetap saja sama-sama ditolak oleh orang bodoh kan?

"Ah! Pangeran, anda datang? Halo, Jungkook -ssi."

Dengusan tak terima keluar begitu saja dari mulut Taehyung. "Tak perlu seformal itu jika sedang begini." protesannya itu dibalas dengan kekehan ringan oleh Mingyu.

Taehyung beralih melirik Jungkook yang masih berdiri dibelakangnya, "Kenapa diam disitu? Duduk dan tanyakanlah apapun yang ingin kau tahu pada Mingyu." Pemuda itu pun mengangguk kecil, dan mengikuti sesuai apa yang dikatakan Taehyung.

"Jadi, aku ingin bercerita terlebih dahulu. Aku.. bermimpi tentang Putri Jungmin..." Jungkook terus menceritakan mengenai mimpinya dimana disana Jungmin dibunuh dengan anak panah oleh Jimin, termasuk keseharian si Putri yang sering bertemu Mingyu menitipkan mawar biru untuk Taehyung.

"Aku memang sering membuat janji bertemu dengan Putri itu. Memang setiap akan memberikan mawar biru, beliau lah yang bertemu denganku. Begitupula saat membuat perjanjian. Tapi pada hari kejadian, bukan putri Jungmin yang datang untuk membuat perjanjian bertemu. Melainkan seorang gadis yang mengaku sebagai pelayan pribadinya."

Ekspresi penasaran tergambar jelas diwajah Jungkook dan Taehyung. Pelayan pribadi? Ini adalah petunjuk baru bagi mereka. "Siapa nama pelayan pribadi tersebut?"

Mingyu terlihat mengerutkan dahinya berpikir, "Seingatku, dia tak menyebutkan namanya. Tapi, gadis itu memiliki wajah yang manis dan berkulit putih pucat."

Hng? Ciri-ciri itu terdengar tak asing bagi Jungkook, sebanarnya bagi Taehyung juga, tapi tak terlalu diambil pusing oleh pangeran tersebut. "Apa jika tersenyum lebar, gusinya juga sampai terlihat?" Jungkook sebenarnya tak ingin menuduh, tapi ciri-ciri sebelumnya benar-benar cocok dengan Yoongi. Tak ada salahnya mencoba peruntungan.

"Ah! Iya! Aku ingat karena ia pernah tersenyum lebar setelah berterimakasih padaku."

Tak salah lagi, atau mungkin salah? Entahlah, Jungkook berniat memastikannya setelah ini. Taehyung yang berada disampingnya mengerutkan dahi melihat ekspresi serius Jungkook. "Kau kenapa? Ada yang kau pikirkan? Berbagilah."

"Entah kenapa, aku berpikir kalau pelayan yang dimaksud Mingyu adalah Min Yoongi."

"Min Yoongi? Maksudmu, teman yang pernah kau temui bersamaku sebelumnya?"

"Iya. Tapi, kenapa dia berbohong tentang jati dirinya padaku yang jelas-jelas baru pertama kali bertemu dengannya?"

"Jangan mendekatinya lagi! Tak menutup kemungkinan gadis itu bekerjasama dengan Jendral Park, kita harus menemukan bukti dulu. Jika saat pertemuan pertama saja sudah berbohong, bisa jadi kau lah sasaran selanjutnya."

~oOo~

Nyatanya, Jungkook sama sekali tak mengikuti saran Taehyung. Pemuda keras kepala itu sekarang tengah berjalan tergesa keluar istana, dirinya berniat akan menanyakan langsung semuanya pada Yoongi. Harus.

Langkah kakinya semakin melebar saat maniknya telah menangkap rumah sederhana Yoongi. Rutukan tak kunjung berhenti dilontarkannya, karena hanbeok yang mempersulit langkah lebarnya. Mengenakan training olah raga sekolahnya jauh lebih nyaman daripada ini. Tentu saja, Jungkook bodoh.

Tok tok tok—

Tangannya tak sabaran mengetuk pintu kayu itu. Terus berulang karena tak kunjung mendapat balasan dari dalam. Dahinya mengerut, apakah Yoongi sedang tak ada di rumah? Ia pun mencoba membuka pintu tersebut, namun terkunci.

Hahh.. padahal niatnya sudah bulat, jika benar Yoongi adalah pelayan pribadi Putri Jungmin, dan bekerjasama dengan Jimin untuk membunuh sang putri, ia akan langsung melabraknya. Jangan salahkan atas niat Jungkook, dirinya hanya meniru apa yang sering dilakukan oleh para gadis di sekolahnya. Bukankah sekarang ia tengah menyamar sebagai gadis? Dipikirannya, mungkin semua gadis akan melakukan hal yang sama, terserah di masa apapun.

Karena tak kunjung mendapat balasan Jungkook pun berbalik, berniat kembali ke Istana. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti. Ia sudah terlanjur berada di luar sekarang, tak ada salahnya berjalan-jalan sebentar atau sekedar mencicipi jajanan pasar.

Kakinya pun melangkah menyusuri padatnya pasar yang memang terjadi tiap harinya, sesekali berhenti di beberapa penjual makanan dan aksesoris. Hanya sekedar melihat, lalu pergi. Jungkook tak membawa uang, jika kalian lupa.

Entah karena memang kebetulan atau sudah takdir, manik Jungkook menangkap sosok Yoongi yang tengah berjalan keluar arena pasar. Jalurnya bukan kearah rumah sederhananya, melainkan... Jika tak salah ingat, itu adalah jalur menuju perbatasan kerajaan. Karena memang rasa ingin tahu dan rasa ingin melabrak nya yang besar, Jungkook pun berjalan cepat mengikuti langkah Yoongi. Tak lupa dengan menjaga jarak, karena Jungkook ingin melihat dulu apa yang akan dilakukan Yoongi diperbatasan. Apakah memang ingin ke perbatasan atau menyebrang ke wilayah kerajaan Goryeo?

Jungkook terus mengikuti dan berusaha tak menimbulkan suara langkah saat Yoongi memasuki hutan perbatasan dan melangkahkan kakinya kearah sisi lain dari jalur menuju Kerajaan Goryeo. Memangnya sedang apa gadis ini ketempat sepi seperti ini sendirian?

Langkah Jungkook terhenti saat Yoongi memasuki sebuah pondok disana. "Apa yang dilak— Akhh.."

Ucapannya terpotong menjadi teriakan kesakitan saat sesuatu terasa menghantam keras kepalanya. Pandangannya mulai mengabur, tapi sebelum dirinya benar-benar kehilangan kesadaran, terlihat Yoongi keluar dari pondok tersebut dan menatap kaget kearahnya.

"Berani sekali tikus kecil sepertimu memata-matai rencanaku seperti ini."

~oOo~

TBC

Chapter 10 update yeyy..

Niat update subuh seperti biasa, tapi malah ketiduran wkwkwk..

Sekarang, tebak sendiri apa yang bakal terjadi. Dan please... kasi respon donggg... diriku udh pusing mikirin ide buat ch selanjutnya, tapi kebanyakan siders wkwkwk.. (Ikutin Wonwoo tertwa sumbang)

Terimakasih banyak (banget) (sangat) buat yang udah respon di chapter-chapter sebelumnya. Hai... Welcome new reader kkk.. sok inggris akunya.

Special Thanks to:

livanna shin | nuruladi07 | Jieunjilee | ExileZee | Kyunie :* 3 | VK | cookies | emma | Park RinHyun-Uchiha :* 3 | YolYol17 | Kwonshistar | Kimizaku | Guest | LittleDeviL94 | Albus Covallaria majalis :* 3 | dwi-yomi :* 3 | Swaggxr13 :* | Ly379 :* | Kyuminjoong | hjs30 | llis | Taekooks'cream | Monvernx | minkyway | odorayaki :* | Jeon97Kim :* 3 | kimrin | Jenna Seo | sugarydlight | yeonbin818 | swanb919 | lioneatbunny | bunnykookie | Onye lucu | Rena Shimazaki | JeonCarmy | syafitrinf9f | fad24 | Pongpongie | Hannie | MinMiJK | vkooknokookv | riigumtanshua | 9597 | pecintaoppa | ndnochu | karlienjustien | Jk97b | Suni Mozaa | titamarlina357 | Hatake Hikari | LianaPark | cuicuiwow | kimouna | Iis899 | ByunBaekh614 | PRISNA CHO | ara'seo | vkookie | callystachoi | Dan semua yang udh Follow dan Favorite dichapter sebelumnya Iluv u~ :*

Review lagi yaaa~

Okee.. sampai jumpa di chapter selanjutnya... Tunggu aku di Jum'at berkah berikutnya yaa~


Jum'at, 31 Maret 2017

Di Kampus Tercinta

VKchu137