Begitu suara high heels itu menyentuh lantai bagian dalam rumahnya, saat itu pula sikap waspada mulai dikeluarkannya secara terang-terangan.
Manik coklat tua Jungkook memandang datar seorang wanita dengan baju berkerah rendah dihadapannya. Belahan dadanya terlihat sengaja dipamerkan dengan senyum sok manis tak lepas dari bibirnya. Jungkook tak suka, sangat tak suka! Kenapa guru home schooling Taehyung harus seorang wanita? Menyesal dirinya tak protes semalam. Padahal Jungkook dan Taehyung baru saja meresmikan hubungan, ada saja pengganggu seperti ini.
"Eumm.. Permisi?"
Suara feminim itu berhasil menyadarkan Jungkook dari segala argumen batinnya. Dirinya berusaha fokus memperhatikan apa yang ingin dikatakan wanita itu.
"Aku sejak tadi bertanya, apa kau yang bernama Kim Taehyung?"
Jungngkook tak menjawab, melainkan berbalik meninggalkan wanita tadi menuju lantai dua. Ekspresi tak suka pun tak dapat ditahan oleh Wanita tersebut, kesal saja dirinya yang tak ditanggapi seperti itu.
Cukup lama Wanita itu tetap berdiri –masih berdiri, karena tak dipersilakan duduk–, kemudian Jungkook kembali turun menuju lantai satu dengan Taehyung yang mengikuti dibelakang.
"Dia adalah Taehyung..." berucap begitu sudah sampai dihadapan Wanita tadi sembari telunjuk mengarah ke Taehyung. Yang ditunjuk sendiri masih dengan wajah bantal sehabis tidurnya, pikiran Taehyung masih kosong.
Wanita tadi tersenyum semakin lebar, ketara sekali ketertarikannya pada pemuda yang tak menampilkan ekspresi apapun itu. "Oh! Halo, Taehyung -ssi.. Aku adalah guru Home schooling mu. Namaku—"
"Tak perlu disebutkan, kami sudah tahu." Jungkook memotong lebih dulu dengan nada ketus, tak sopan memang. "Yang harus kau tahu... Aku adalah— kekasih Kim Taehyung."
~oOo~
What If
By VKchu137
Pair: Top! Kim Taehyung
Bottom! Jeon Jungkook
Warning!: BoysLove, Typo(s), aneh,
Desclimer: Fanfict ini asli punya saya, saya yang buat, dari otak laknat fujoshi saya, cuma meminjam nama karakter tanpa dapat memiliki aslinya*lah?, Tapi menurut saya Tae tetep cinta Kookie kok
Selamat membaca..
~oOo~
Jungkook mengantarkan Park Sooyoung keluar, sesi perkenalan baru saja selesai. Sebenarnya, Jungkook tak mau mengantar Wanita ini, tapi daripada Taehyung yang antar, lebih baik dirinya saja. Lagipula, kenapa harus diantar? Wanita itu bahkan sudah tahu kalau pintu masuk juga dapat dijadikan pintu keluar.
"Terimakasih, sudah mau repot-repot mengantarku keluar, Jungkook -ssi" Sooyoung berucap saat kakinya sudah menapaki keramik teras rumah mewah itu.
Tak ada tanggapan berarti dari Jungkook. Pemuda itu hanya mendengus dan berniat menutup pintu utama, sebelum suara Wanita itu kembali terdengar, "Kau setakut itu jika Taehyung melihatku. Padahal, ini baru pertemuan pertama" nada ucapannya terdengar meremehkan, "Bagaimana jika besok aku kembali dengan pakaian yang lebih sexy dari ini?"
Jungkook tak ingin kalah, saingan murahan seperti ini bukan perkara sulit baginya. Si Pemuda Jeon pun membalas dengan tak kalah sinisnya, "Berpakaianlah sesukamu. Tapi asal kau tahu saja, Taehyung lebih menyukai bola tersembunyi milikku dari pada bola murahan milikmu."
Brak—
Pintu utama itu ditutup kasar, wajah Jungkook memerah menahan marah dan malu yang bercampur. Dirinya malu, apa-apaan tadi? Kenapa kalimat mesum itu bisa keluar dari mulut bersihnya?
Terserah! Semoga saja, kalimat tadi bisa menimbulkan efek jera untuk Wanita itu. Jika tidak, Jungkook akan menyerangnya lagi dengan kalimat yang lebih kotor. Lihat saja.
"Kau sensitif sekali" suara berat yang diselingi kekehan itu berhasil mengalihkan perhatian Jungkook. Terlihat Taehyung yang melangkah pelan kearahnya dengan sebungkus cemilan ditangan. "Apa maksud dari aku yang menyukai bola tersembunyi milikmu?"
Huh?!
Sialan! Taehyung mendengarnya! Dan Jungkook gelagapan sekarang. Ia harus menjawab apa?
"Maksudmu, aku menyukai sesuatu yang belum pernah ku lihat, begitu?"
Fuck! Berbagai kalimat balasan menari-nari di otak Jungkook, tapi tak ada satupun yang keluar dari mulut tipis pemuda manis itu. Yang dilakukannya hanya merutuk dan menggigit kecil bibir merah jambu itu.
Taehyung sendiri terkekeh kecil melihatnya, gemas juga dirinya melihat tingkah pemuda yang sudah menjadi kekasihnya ini. Pun melangkah msendekati, dan menarik tangan kanan Jungkook keluar dari rumah. Yang ditarik hanya bisa menampilkan ekspresi bingung, "Mau kemana?"
"Antarkan aku membeli beberapa manga."
"Kenapa beli? Aku punya banyak, Tae"
Langkah yang lebih tua berhenti, Taehyung berbalik sekedar membalas tatapan Jungkook. "Sudahku baca semua, dan aku tak puas." Seketika itu pula wajah Jungkook menjadi tegang, dirinya mengingat sesuatu yang disembunyikan ditumpukan koleksi manganya.
"Kau— membongkar koleksiku?"
Taehyung mengerutkan dahinya menyadari perubahan raut Jungkook, "Iya. Kau.. marah?"
Melihat dari reaksi Taehyung, sepertinya pemuda itu tak mengetahui apapun. Jungkook pun mencoba tersenyum sembari menjawab, "Tentu tidak. Ayo ku antar."
Raut bingung masih tergambar di wajah Taehyung. Tapi pemuda itu menampiknya, dan menyusul langkah Jungkook didepan.
"Emm.. Tae?" Jungkook berucap sembari melirik Taehyung di samping kirinya, "Bagaimana kalau kita makan dulu?"
Taehyung mengangguk pelan, menyetujui "Baiklah. Kita makan dulu sebelum membeli manga,"
"Setelah makan, beli es krim dulu sebelum membeli manga." Tawar Jungkook diselingi cengiran,
"Bagaimana jika kalimatnya ku ganti saja?" Si pemuda Jeon memgerutkan dahinya tak mengerti, "Kita kencan dulu sebelum membeli manga?" wajah Jungkook memerah mendengarnya. Taehyung dengan senyum lebar mengucapkan ajakan kencan tadi benar-benar hal yang harus diabadikannya. Jungkook suka sekali, sungguh.
~oOo~
Alas sepatu Jungkook tak hentinya mengetuk-ngetuk lantai Restoran sedari tadi, kepalanya terus saja berpindah-pindah menatap sekitar berusaha mengabaikan pemuda di hadapannya. Mereka tengah berada di Restoran yang terletak di sebuah Pusat Perbelanjaan sekarang, dan Taehyung sedari tadi terus saja menatap intens kearahnya. Jungkook gugup,
Bruk—
Tak tahan, si Pemuda Jeon pun menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangan diatas meja. Suara kekehan geli dapat jelas terdengar olehnya,
"Angkat wajahmu.."
Jungkook merutuki suara berat Taehyung yang terdengar berbisik ditelinganya. Dirinya pun membalas dengan tak jelas, ucapannya terdengar seperti gumaman karena wajahnya yang masih disembunyikan.
"Kau mengatakan apa? Aku tak dengar.."
Cukup sudah! Telinga Jungkook sudah memerah karena geli akibat terpaan napas Taehyung yang sedari tadi berbisik ditelinganya. Si Pemuda Jeon pun mengangkat wajahnya, dan memandang sinis Taehyung.
"Kau mesum!" Jungkook berucap dengan nada tinggi dan telunjuk yang mengarah kearah Taehyung. Sadar akan tingkahnya, pemuda manis itu dengan cepat kembali menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangan. Sial! Sekarang perhatian semua pengunjung restoran beralih kearahnya. Ini semua gara-gara si mesum Taehyung!
"Jangan terlalu keras, sayang~ Memang kenapa? Aku hanya ingin memperlihatkan keseriusanku."
.
.
Beberapa jam yang lalu, saat baru saja kaki mereka memijak pada lantai dua Pusat perbelanjaan ini, suasana seketika berubah tegang. Raut wajah Jungkook yang tadinya berseri berubah menjadi suram, senyum lebar yang menghiasi bibirnya perlahan mulai luntur, genggaman tangannya pada Taehyung dieratkan saat entah sengaja atau tidak, Park Sooyoung muncul dihadapan mereka.
Wanita itu muncul untuk kedua kalinya untuk hari ini dengan pakaian yang masih sama seperti tadi. Apa maksudnya? Apa wanita ini mengikuti dirinya dan Taehyung? Yang benar saja?! Niat sekali Guru home schooling Taehyung ini.
Yang paling membuat Jungkook bertambah mendidih adalah saat Wanita itu tiba-tiba menarik tangan Taehyung yang sebelah lagi sembari berucap dengan nada mendayu, "Kita bertemu lagi, Tae~ Kebetulan sekali, apa kau mengikutiku?"
What the— Sok akrab, terlalu percaya diri, dan Arghhh! Jungkook sangat kesal saat Sooyoung menarik Taehyung untuk melangkah bersamanya, dirinya ditinggalkan dibelakang. Bayangkan saja betapa kesalnya Jungkook.
Si Taehyung itu juga, kenapa diam saja?! Sial sekali!
"Tae!" Jungkook memanggil, dan... tak ditanggapi.
"Taehyung!" Memanggil lagi dengan nada yang lebih tinggi, namun lagi... masih tak ditanggapi.
"Kim Taehyung!" Jungkook menyerah, Taehyung sama sekali tak menanggapi panggilan darinya.
Decihan tak dapat ditahannya lagi. Si Park Sooyoung itu tak tahu, sama sekali tak tahu usaha Jungkook selama ini untuk hanya sekedar mendapat balasan perasaan dari Taehyung, dan Wanita itu dengan mudahnya ingin merebut Pemuda itu darinya. Jungkook kesal, tapi dirinya bisa apa saat pemuda yang menjadi kekasihmu tak menanggapi bahkan hanya sebuah panggilan darimu. Jungkook kesal, dan.. sakit hati.
Taehyung adalah orang yang membuat Jungkook berkali-kali selalu merasakan sakit hati. Si Idiot itu! Bersiap saja tidur diluar malam ini!
Tepat ketika Jungkook berbalik berniat melangkah berlawanan arah dengan dua orang itu, Taehyung lebih dulu berbalik menghadapnya. Pemuda itu tersenyum, melangkah kearahnya. Namun, dengan tangan kiri yang menarik lengan Sooyoung untuk ikut melangkah. Ada apa? Apa yang akan dilakukan Taehyung dengan bertingkah seperti itu? Apa pemuda itu akan memutuskan hubungan mereka? Secepat ini? Hanya karena wanita itu?
"Dengar.." Taehyung berucap saat sudah berdiri dihadapan Jungkook.
Si Pemuda manis mengepalkan tangannya. Ia tak ingin mendengar apapun, ingin rasanya dirinya menutup telinga atau berbalik berlari menjauh. Tapi kakinya kaku, benar-benar tak bersahabat dengan hatinya.
"Aku.."
"Kau tak perlu mengatakannya secepat itu!" Jungkook memotong dengan mata terpejam dan kepala yang ditundukkan. "Setidaknya, jangan sekarang. Setidaknya, pikirkan bagaimana perasaanku."
Hening..
Jungkook menggigit bibirnya, kenapa tak ada balasan? Apa dirinya membuka mata dan melihat reaksi dua orang itu saja?
Tepat ketika kedua kelopak matanya terbuka, Jungkook melihat ekspresi bingung Taehyung dan ekspresi datar dari Sooyoung.
"Apa maksudmu?" Taehyung membuka suara, "Aku ingin berbicara, kenapa kau larang?"
"Pokoknya, jangan katakan apapun!"
"Tidak mau! Terserah aku ingin mengatakan apa, kenapa kau melarang!"
Jungkook terdiam. Benar juga, terserah Taehyung. Kenapa dirinya melarang? Jungkook idiot.
"Biar kuulangi.." Taehyung kembali berucap sembari mengalihkan perhatiannya kearah Sooyoung, "Dengar, aku sudah memiliki kekasih. Kau bisa cari pria lain, karena aku lebih menyukai bola tersembunyi milik Jungkook daripada bola murahan milikmu. Sebelumnya, maaf dengan kalimat kasarku, tapi aku tak menyukaimu.."
Taehyung melepas genggaman tangannya dari tangan Sooyoung, lalu mendekat kearah Jungkook yang sedari tadi hanya diam. "Kau menyukaiku, aku tahu itu. Setidaknya, jangan bertingkah terang-terangan seperti ini. Karena itu sama sekali tak mempan untuk menarik perhatianku, aku lebih menyukai orang yang mengaku menyukaiku tapi menjauh saat ku tolak. Itu cukup untuk membuatku berbalik menyukainya.."
Chup—
"Menyukai kekasihku, Jeon Jungkook."
Wajah Jungkook merah padam, tubuhnya serasa meleleh saat Taehyung kembali menciumnya tanpa perduli dengan semua orang yang memperhatikan, tanpa perduli dengan Sooyoung yang sekarang berlari menjauh dari mereka. Jungkook melihat dengan jelas air mata yang keluar deras dari manik wanita itu. Tapi, dirinya tak perduli. Jungkook lebih mempedulikan Taehyung yang kini dengan beraninya mencubit tonjolan dibalik baju yang dikenakannya.
Sialan! Jungkook mendorong tubuh sang dominan dengan wajah yang tambah memerah menahan malu. Berani-beraninya pemuda ini berbuat mesum ditempat umum seperti ini!
.
.
"Tapi tak perlu sampai melakukan itu kan?"
"Sungguh! Kalau yang itu, aku tak sengaja. Hanya terbawa suasana saja."
"Tetap saja, dasar mesum!"
Pelayan yang datang membawa pesanan mereka terlihat kikuk karena mendaoati pelanggan kali ini yang sepertinya sedang bertengkar.
"Biar saja mesum. Kalau bukan di tempat umum, kau ingin aku melakukan lebih dari yang tadi?"
Blush—
Jungkook merutuki kalimat tanpa saringan Taehyung tadi, bahkan pelayan yang masih disana terlihat malu mendengarnya. Sial sekali memang mulut pemuda itu.
"Sudah, jangan dibahas!"
~oOo~
Jungkook melangkah riang dengan Es Krim berbeda rasa dimasing-masing tangannya. Taehyung hanya ikut tersenyum sembari sesekali menggigit potongan besar es krim padat digenggamannya.
"Kita langsung pergi membeli buku, Tae?"
Yang ditanya hanya membalas dengan anggukan, karena mulutnya masih penuh dengan potongan besar Es Krim tadi.
"Bagaimana kalau setelahnya kita pergi membeli beberapa cemilan? Ibu dan Ayah masih lama di luar kota, kita pasti akan kekurangan makanan." Jungkook kembali berucap sembari sesekali menjilat lelehan Es Krim yang mengalir ke tangannya.
"Terserah kau saja. Dan cepat habiskan satu Es Krim mu, aku jadi tak bisa menggenggam tanganmu jika begini."
"Tapi aku tak mau, kau persiapkan saja tanganmu untuk memegang belanjaan kita nanti."
Setelah mengucapkannya Jungkook berlari memasuki sebuah Toko dengan kekehan manisnya. Dasar, padahal disana sudah dengan jelas tertempel dilarang membawa makanan masuk.
Taehyung sendiri hanya menggeleng, lalu membuang kayu bekas Es Krim nya dan mengikuti Jungkook memasuki Toko tersebut.
Bau buku baru tercium disepenjuru Toko, beberapa deretan buku terlihat dipandangan mereka. Namun Jungkook langsung menarik Taehyung ke tempat dimana berbagai macam manga berjajar rapi.
"Pilihlah sesukamu, Tae. Biar aku yang bayar." Ucap Jungkook sombong
"Enak saja. Aku juga punya uang, banyak malah."
Jungkook dengan cepat mengalihkan tatapannya kearah Taehyung yang terlihat tengah memilah atau sekedar membaca Summary. "Benarkah? Tapi, itu kan hasil curian, Tae."
"Kau ini. Aku dulu tak hanya menjadi seorang pencuri. Aku juga kerja, dan gajinya ku tabung. Sedangkan hasil curian itu hanya kugunakan untuk membayar sekolah saja."
Jungkook menyipitkan matanya menyelidik, "Benarkah?"
"Sudahlah.. Kau pilihlah sesukamu, biar aku yang bayar."
Kali ini, si Pemuda Jeon tersenyum "Kau romantis sekali, membelanjakan kekasih dihari pertama kencan. Ughh.."
Keduanya terus memilih beberapa manga, sekiranya ada puluhan dimasing bawaan mereka saat melangkah ke kasir. Jungkook senang sekali, dirinya akan menyimpan manga ini di tempat khusus. Karena yang kali ini spesial, pemberian Taehyung! Hehehe~
"Eh?"
Jungkook berseru kaget saat sudah sampai di depan kasir. Pemuda itu melirik Taehyung yang tak kalah terkejutnya melihat penjaga kasir disana.
"Ada kartu membernya?"
Jungkook gelagapan mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu member miliknya. Bayangkan saja bagaimana kagetnya dirinya saat melihat Park Jimin berdiri di depannya sebagai penjaga kasir.
HAHAHAHAH~
Semuanya kaget mendengar suara tawa yang tak bisa dikatakan kecil itu. Jungkook melirik sinis kearah Taehyung yang masih saja tertawa, bahkan sampai memegang perutnya.
"Maaf, pfftt..." Tawa Taehyung terhenti, tapi ekspresi geli masih tergambar diwajahnya. Pemuda itu pun mendekatkan wajahnya, berniat berbisik pada Jungkook, "Tapi, ini benar-benar lucu. Menjadi penjaga kasir? Yang benar saja!"
Tatapan sinis masih dilayangkan Jungkook. Ini tak lucu! Sama sekali tak lucu, karena Jungkook masih trauma dengan Park Jimin di masa lalu yang hampir membunuhnya.
"Lebih buruk kau yang seorang pencuri, Tae"
Skak! Taehyung seketika terdiam, benar juga.
"Kau Jeon Jungkook?"
Jungkook mengangguk kaku, Park Jimin di depannya ini sedang tersenyum sekarang. Tapi, begitu menyeramkan menurut Jungkook.
"Ada pesan dari penjaga kasir sebelumnya. Katanya, jika kau datang aku harus mengatakan ini.."
Dahi Jungkook maupun Taehyung berkerut menunggu lanjutan kalimat pemuda itu.
"Ada keluaran terbaru sekarang. Kali ini, dijamin luar biasa lebih panas dari sebelumnya. Disini, desahan sang Uke sangat banyak. Dijamin, kau akan menyukainya." Pemuda serupa Park Jimin pada masa lalu itu berucap promosi dembati memperlihatkan beberapa Dvd ber-cover erotis pasangan anime gay.
Sial! Rahasia Jungkook yang mengoleksi hal seperti ini terbongkar di depan Taehyung! Si Park Jimin ini sama saja menyebalkannya seperti di masa lalu.
"Jungkook.. kau—"
Sial sial sial sial!
"Tidak, Tae. Aku bukan orang yang seperti itu, dia pasti salah orang." Jungkook sekuat mungkin mengelak, pandangannya beralih kearah si penjaga kasir, "Berapa semuanya?" Nada suaranya benar-benar tak bisa dikatakan ramah.
"Biar aku yang bayar."
~oOo~
Keduanya terdiam, duduk di halte Bus dengan tubuh yang sama-sama menggigil.
Ya. Hujan deras menghalangi langkah mereka untuk pulang. Kedua tangan itu saling menggenggam memberikan kehangatan masing-masing.
"Bus nya lama sekali.." Jungkook berucap bergetar, dia kedinginan, bajunya sudah basah sekarang. Tapi, Taehyung dengan keras kepalanya memberikan jaket miliknya. Dan sekarang, sepertinya Taehyung lebih kedinginan.
Yang lebih tua memdekatkan badannya, dan membawa yang lebih muda kedalam dekapanya. Menyalurkan perasaan hangat, setidaknya hanya itu yang dapat dilakukannya sekarang.
Tepat saat Jungkook mencoba memejamkan matanya menikmati pelukan hangat Taehyung, Bus yang ditunggu-tunggu pun datang. Membawa mereka ke halte wilayah perumahan Jungkook.
.
.
Hatsyuu—
Jungkook tak hentinya bersin sejak sampai di Rumah tadi. Keduanya sudah membersihkan diri tadi. Sekarang, Taehyung terlihat membongkar lemari kamar Jungkook mencari obat-obatan yang sekiranya dapat meringankan flu pemuda itu.
"Tak ada dimanapun. Sebenarnya kau taruh dimana obatnya?"
Hatsyuu— "Aku tak tahu, dekorasi kamarku berubah sejak kembali dari masa lalu."
Beberapa barang terlihat berantakan karena perbuatan Taehyung.
Eung?
Tangan pemuda itu tiba-tiba berhenti mencari saat menemukan sebuah kotak berpita pada bagian bawah lemari. Ini apa? Pun membukanya, dan betapa terkejutnya dia melihat isinya.
Banyak sekali manga dengan cover erotis disini. Dan dirinya tahu, ini semua adalah koleksi Jungkook.
"Tsk!"
Jungkook menatap Taehyung bingung saat mendengar decakan dari pemuda itu. "Ada apa?"
"Sekarang, siapa yang mesum disini, hm?"
Taehyung berjalan mendekati Jungkook sembari membawa dua manga hentai ditangannya. Si Pemuda manis memandang horror manga ditangan Taehyung.
"Jika aku mesum karena mencium dan mencubit nipple mu di tempat umum, lalu orang yang sembunyi-sembunyi mambaca dan menonton hal erotis sepertimu disebut apa?"
Taehyung dengan mulut kotornya! Jungkook tak dapat berbuat apapun sekarang. Taehyung semakin mendekatkan tubuhnya, bahkan wajah mereka hampir saja menempel.
Fuhh—
Jungkook merinding. Taehyung meniuo wajahnya dengan sengaja!
Jungkook kepanasan. Napas berbau mint Taehyung benar-benar menjadi candunya.
Jungkook tegang. Karena si brengsek Taehyung baru saja meremas penis yang tersembunyi dibalik celananya!
Sialan! Sialan! Sialan! Dan Sialan!
"Apa aku boleh melihat bola tersembunyimu yang kusukai itu?"
Benar-benar sialan! Jungkook hanya terdiam kaku saat Taehyung mengendus lehernya, awalnya hanya menjilatnya dan berlanjut dengan menghisap dalam perpotongan lehernya.
"Apa yang kau rasakan?" Taehyung berucap sembari terus mengsiap leher Jungkook, meninggalakan bekas-bekas kemerahan disana, "Kau tahu? Itulah yang kurasakan ketika kau menjilat leherku saat mabuk karena madu bodoh itu."
Kecupan Taehyung beralih pada rahang Jungkook, terus seperti itu menjalar hingga keujung bibir si Pemuda manis.
"Taehhh.. A-pa yang—"
"Stttt.. Jangan berbicara, cukup mendesah, seperti Uke pada Dvd erotis yang sering kau tonton."
Taehyung benar-benar tak bisa ditahan. Pemuda itu meraup bibir sang submisive, membawanya pada cumbuan erotis yang dalam dan panas.
Pertukaran saliva benar-benar membuat Jungkook kewalahan. Dirinya memang sering menonton hal seperti ini, tapi tak pernah sekalipun merasakannya. Bahkan jatuh cinta pun baru pertama kali, dengan pemuda yang kini tengah mencumbunya.
"Mpphh.."
Erangan Jungkook berubah lenjadi gumaman nikmat. Dirinya tak bisa mengelak, berciuman dengan Taehyung benar-benar dahsyat.
Tautan keduanya terlepas, raupan kasar pada udara dilakukan keduanya dengan kening yang bersentuhan.
"Tae.. hahh.. hahh.. apa kau akan melakukannya?"
Taehyung tersenyum, "Biar aku yang bertanya, apa kau mau melakukannya denganku?"
Jungkook terdiam, tak tahu harus menjawab apa. "Jika tak ingin, aku tak akan memaksa."
Jungkook masih terdiam saat Taehyung menjauhkan jarak mereka, Pemuda Kim itu tersenyum memandang raut dilema pemuda di depannya.
"Tak apa, lagi pula ini bukan satu-satu nya cara penyampaian cinta."
Jungkook masih terdiam,.masih sibuk dengan perang batinnya.
"Itu.. sebenarnya.. Aku penasaran seperti apa rasanya melakukan... itu."
Taehyung menggeram, Jungkook benar-benar manis dengan tingkah malu-malunya seperti itu. "Kau yakin? Karena aku tak akan berhenti jika sudah menerima lampu hijau darimu."
Jungkook terdiam, namun tak lama mengangguk pelan. Malu juga dirinya..
Taehyung tak langsung menerjang, pemuda itu malah terduduk pada pinggir ranjang, "Buka celanamu!"
Kenapa jadi begini? Ucapan Taehyung benar-benar terdengar seperti titah mutlak. Dan dengan bodohnya, Jungkook menuruti dengan membuka celananya sendiri.
"Mendekatlah"
Jungkook masih menurutinya dengan melangkah mendekati Taehyung, duduk dipangkuan si Pemuda Kim. Seperti sihir, Jungkook ikut tersenyum saat melihat senyum lebar dari pemuda di depannya ini.
Chup—
Berawal dari sebuah kecupan singkat dan dalam. Taehyung menjauhkan wajahnya, dan mendekat lagi untuk membawa Jungkook pada ciuman yang lebih dalam dan panas.
Cumbuan itu berlangsung cukup lama, bahkan Jungkook sudah mengalungkan lengannya pada leher si Pemuda Kim. Tangan Taehyung masuk kebalik baju Jungkook menekan puting sebelah kanannya sembari terus merapatkan jarak mereka agar penis Jungkook dibawah sana terjepit dengan perutnya.
"Nghh.." Jungkook melenguh saat Taehyung menggigit pelan lehernya dan menjilat bekas kemerahan disana.
"Ah!" Desahan benar-benar bebas keluar dari bibir Jungkook saat Tangan Taehyung dengan lancangnya meremas miliknya yang setengah menegang dibawah sana.
"Aku sudah tak tahan. Buka bajumu!"
Taehyung berucap sembari menurunkan Jungkook dari pangkuannya. Pemuda itu dengan buru-buru membuka celana beserta baju miliknya dan langsung menindih pemuda yang tengah menatapnya dengan pandangan sayu itu.
"Aku tak tahu cara melakukannya. Bisa kau jelaskan?"
Jungkook menggeram, disaat seperti ini bisa-bisanya Taehyung bercanda begini.
"Bercanda, sayang~"
"Ahhh.. Taehh.." Jungkook mendesah lama, saat Taehyung memasukkan dua jari pada lubang analnya.
"Mphhh.." Taehyung membawa Jungkook pada ciuman panjang lagi.. Pemuda ini benar-benar indah jika berada dibawahnya.
"Aku tak tahan, Kook. Langsung saja, tak apa?"
Jungkook merengek, mendesah pasrah saat Taehyung menggesekkan milik mereka dibawah sana. "Tapi, kau akan bertanggung jawab, kan?"
Taehyung terkekeh, dengan perlahan digesekkannya miliknya pada lubang anal Jungkook. "Tentu saja. Bila perlu, kita akan menikah setelah ini."
"Arghhh.." Milik Taehyung yang besar, dipaksa masuk kedalam lubang sempit Jungkook.
"Dasharrhhhh bodohh.. Aghh sakit, Taehh.." umpatan Jungkook diselingi teriakan kesakitan membuat Taehyung bertambah panas, "Kau masih harus home schooling, bodoh!"
"Tak perlu. Lagipula sepertinya, Park Sooyoung akan mengundurkan diri. Dan kau lah yang akan menjadi guruku, mulai sekarang."
"Taehh.. berhenti dulu! Sakit."
Taehyung tak mendengar, pemuda itu terus saja menghajar lubang Jungkook sembari melontarkan geraman nikmat, "Ughh.. Aku benar-benar mencintaimu Jeon Jungkook."
"Ah! Ah–ku juga, sangathh.."
~oOo~
END
Absurd. Iya absurd. Tau kok akunya..
Tapi, ini harus End disini. Karena selasa besok, aku udh mulai UTS *huhuhu
Maaf banget, kalau chapter ini mengecewakan. Sumpah aku lagi blank! Proposal ku ditolak dan masih banya revisi lagi. *hiks
Aku hari ini gk bisa buat yang romantis-romantis banget. Padahal niatnya dichapter ini bakal khusus romantis aja. Tapi, tetep aja ada nyeseknya. Salahin gebetan yang naruh nama orang di bio nya T.T kan akunya jadi drop..
Oke.. cukup curhatnya.. makasih buat yang udh respon di chapter sebelumnya. Makasih banget lohh yang udh mau nunggu fanfict ini update ples ngedukung aku.. Terhatu akutuu..
Oh iya, aku mau buat Fanfict pengganti What If. Berchapter tentu saja. Fantasy tentu saja wkwkwk
Tapi mau nanya dulu nih.. pada berminat gk?
Sama aku mau nanya, julukan buat yang suka Film-film barat tuh apa? Kek Harry Potter, Mission Posible, dll..
Dijawab yaaa.. buat jadi judul ff soalnya kkk~
Special Thanks to:
livanna shin | nuruladi07 | Jieunjilee | ExileZee | Kyunie| VK | cookies | emma | Park RinHyun-Uchiha | YolYol17 | Kwonshistar | Kimizaku | Guest | LittleDeviL94 | Albus Covallaria majalis | dwi-yomi | Swaggxr13 | Ly379 | Kyuminjoong | hjs30 | llis | Taekooks'cream | Monvernx | minkyway | odorayaki | Jeon97Kim | kimrin | Jenna Seo | sugarydlight | yeonbin818 | swanb919 | lioneatbunny | bunnykookie | Onye lucu | Rena Shimazaki | JeonCarmy | syafitrinf9f | fad24 | Pongpongie | Hannie | MinMiJK | vkooknokookv | riigumtanshua | 9597 | pecintaoppa | ndnochu | karlienjustien | Jk97b | Suni Mozaa | titamarlina357 | Hatake Hikari | LianaPark | cuicuiwow | kimouna | Iis899 | ByunBaekh614 | PRISNA CHO | ara'seo | vkookie | callystachoi | ducik49 | Kim04My | Yuri Ta Kookie 21 | irisjulianamethyst | PrincesBlue | Sohwapark8894 | wirna | Dhienssi315 | lalice26 | dianaindriani | Dhien263 | medusaxx | XStarB104 | vkookdaily | Fitri MY | Dan semua yang udh Follow dan Favorite dichapter sebelumnya Iluv u~ :*
Okee.. sampai ketemu di fanfict yang lainnya.. bai bai..
Do'a in semoga UTS ku lancar yaaa~
Jum'at, 21 April 2017
Di Kos Tercinta
VKchu137
