THE 3F-TEAM : Abandoned City
.
.
.
Naruto's Belong To Masashi Kishimoto
.
.
.
THE WAY
Selasa, 26 April
11.30
Mereka berkumpul dengan penampilan dan tas berisi barang bawaannya masing-masing. Disini lah mereka, 100 meter dari Checkpoint Dityaki, perbatasan luar Exclusion Zone sekitar 30 Kilometer dari pusat ledakan Chernobyl Accident yang terjadi pada 26 April 1986.
"Hei. Itu pos penjagaan bukan?" Konohamaru melihat sebuah portal dengan tanda 'STOP' di tengahnya dan dijaga oleh dua orang penjaga berseragam tentara dengan lambang negara Ukraina.
Semua mengikuti arah pandangan Konohamaru, mendapat penglihatan yang sama.
"Yah, kita harus melewatinya jika ingin masuk." Lanjut Konohamaru seolah tak yakin mereka bisa mendapat ijin untuk masuk.
Dengan yakin Sasuke mempercepat langkahnya dan berjalan paling depan, "Tenanglah, biar aku yang berbicara dengan mereka."
Semua merasa lebih tenang mendengar ucapan Sasuke, mengingat kemampuan bahasa Sasuke yang cukup mahir dalam beberapa bahasa asing.
70 meter lagi dan mereka akan segera sampai di pos tersebut.
"Bagaimana kalau tiba-tiba mereka menembaki kita?" Takut Konohamaru berlebihan.
"Tidak mungkin Ei-"
"Hoiii.." Teriak seseorang dari arah belakang memotong ucapan Sakura. Membuat yang lain segera menghentikan langkahnya dan melihat ke arah suara. Terlihat Naruto berada jauh di belakang sambil melambaikan tangan ke yang lain, dan sebuah mobil van di sampingnya.
"Kemarilah!" Teriak Naruto memanggil.
Sasuke beserta yang lainnya berbalik arah dan berjalan menghampiri Naruto dan mobil van tersebut.
"Siapa mereka?" Tanya Sakura tiba pertama karena dia sebelumnya berjalan di depan Naruto yang ada di paling belakang.
Naruto melirik sebentar ke arah van besar itu lalu kembali melihat teman-temannya, "Kelihatannya mereka juga ingin masuk ke sana, jadi kupikir lebih baik jika kita bisa menumpang saja. Jadi aku memberhentikan mereka."
"Lalu apa masalahnya?" Karin heran melihat Naruto karena terlihat dia belum berbicara sama sekali kepada orang-orang di van tersebut.
"Ehm.." Pemuda tersebut tersenyum sambil menggaruk surai kuningnya, "Aku tidak tahu bahasa apa yang mereka gunakan. Hehehe."
Semuanya diam mendengar perkataan Naruto. 'Dasar bodoh', ucap mereka dalam hati atas tingkah laku pemuda itu.
"Sasuke." Panggil Sakura ke arah sang pemuda dengan rambut hitamnya tersebut.
Seolah tau akan maksud Sakura, Sasuke langsung maju ke arah van tersebut sambil memasang tampang ramahnya.
Terlihat Sasuke berbicara dengan pengemudi dan penumpangnya yang berjumlah 4 orang. 2 pria dan 2 wanita.
Setelah beberapa menit akhirnya Sasuke memberi tanda kepada yang lain untuk mendekat, "Mereka menggunakan bahasa Inggris, Dobe. Kita masih bisa bahasa inggris bukan."
Dan pintu van pun terbuka mempersilahkan mereka masuk.
.
Np : Mulai saat ini semua percakapan dalam bahasa berbeda akan langsung diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia
.
Di dalam van mereka saling memperkenalkan diri. Ternyata keempat orang tersebut adalah traveler asal Inggris yang ingin mencari pengalaman berbeda dengan mengunjungi Chernobyl Exclusion Zone. Sama seperti kelompok Sakura, para traveler tersebut enggan menyewa jasa pemandu ataupun paket tur, hanya saja mereka mau mengeluarkan sedikit modal untuk menyewa sebuah mobil van besar demi perjalanannya.
Sang pengemudi bernama Sai, berperawakan seperti Sasuke namun dengan warna kulit lebih putih ala orang barat. Laki-laki yang duduk di sebelahnya, adik Sai -Bernama Neji. Sementara kedua wanita yang duduk di belakang adalah kekasih dari kakak beradik tersebut, yang badannya sedikit gemuk adalah kekasih Neji, namanya Tenten. Di sebelahnya duduk wanita bernama Ino -kekasih Sai, lebih kurus dari Tenten dan rambut pirang menghiasi penampilannya.
Mereka berhasil mendapatkan izin di pos penjaga untuk masuk, dengan bantuan Sasuke sebagai satu-satunya orang yang mengerti karena para penjaga menggunakan bahasa setempat.
15 menit sudah mereka berkendara sepanjang jalan utama menuju Pripyat.
"Jarak dari pos penjaga tadi itu sekitar 30 Kilometer ke arah kota, tidak dapat kubayangkan kapan tibanya jika kita tidak mendapat tumpangan." Ucap Konohamaru bersyukur akan bantuan yang tiba-tiba tersebut, "Kupikir dewi fortuna dapat melihat penderitaan yang akan kita alami jika harus berjalan sejauh itu. Huft." Berlebihan memang.
Semua tertawa mendengar pernyataan Konohamaru.
"Tapi masih ada Checkpoint Lelyov, pos penjaga kedua di depan sana. Pertanda bahwa kita tinggal 10 Kilometer dari tujuan." Jelas Sai di sela-sela tawa mereka. "Lihatlah di depan."
Di depan sana tampak sebuah pos penjaga, seperti yang dijelaskan Sai tadi.
"Tenanglah, masih ada Sasuke disini." Sakura menatap Sasuke penuh arti seolah dialah satu-satunya harapan mereka.
Objek tatapan Sakura seolah tidak peduli dan hanya melihat ke depan, memikirkan sesuatu.
Setibanya di pos penjagaan tersebut, para penjaga langsung menghampiri mobil yang ditumpangi 11 orang tersebut. Sasuke segera turun, mempersiapkan kata-katanya. Sementara yang lain hanya bisa memperhatikan dari dalam mobil.
"Hei, orang itu mau apa?" Tanya Ino sedikit takut melihat salah satu penjaga yang mendekati mobil mereka.
Penjaga tersebut berjalan mengitari mobil dengan tatapan tajamnya seolah mencoba mengintimidasi penumpang yang ada di dalamnya. Suasana mencekam meliputi perasaan di benak masing-masing orang yang masih diam di mobil.
'Menakutkan'
'Orang aneh'
'Apa dia zombie dan ingin memakan kita?'
'Seragam yang keren'
'Dia tampan'
'Tapi mengerikan'
'Akan ku tembak kepalanya kalau dia macam-macam'
'Kumohon, tangkap yang lain tapi jangan tangkap aku'
Berbagai macam pikiran berkecamuk di otak mereka, seolah penjaga tersebut bukanlah manusia.
Akhirnya penjaga tersebut pergi, dan Sasuke sudah selesai berbicara lalu kembali ke mobil.
"Bagaimana?" Tanya Neji penasaran dengan hasilnya, semua orang penasaran.
Sasuke menghela nafas, "Tidak bisa, katanya sedang ada perbaikan atau semacamnya di dalam dan kita baru boleh kembali beberapa hari kedepan."
Sakura dan yang lainnya tampak kecewa mendengar penjelasan Sasuke, dia berpikir apakah petualangan mereka harus ditunda dan sampai disini saja? Menyedihkan.
"Ehm.." Hinata sedikit berdeham, mencoba mendapatkan perhatian yang lain, "Tadi aku dan Hanabi melihat beberapa belokan sekitar 1 Kilometer di belakang."
"Kupikir kita bisa mencoba salah satunya untuk masuk, jika beruntung." Tambah Hanabi.
"Hmm... Baiklah. Kita coba saja, aku tidak ingin pulang sia-sia hari ini." Sai sebagai pengemudi dan yang paling dewasa disitu, "Bagaimana menurut kalian?"
Semua mengangguk setuju dengan usul Hinata & Hanabi, tak ada jalan lain pikir mereka.
Akhirnya Sai memutar kemudi dan menjalankan mobilnya kearah yang ditunjuk Hinata, berbelok ke arah Barat dari jalur utama.
Sekitar 5 menit berkendara, melalui jalan setapak yang lumayan menantang dikelilingi hutan tidak terlalu lebat. Di depan mereka melihat sebuat pos penjagaan lagi, namun yang satu ini terlihat berbeda. Beberapa bagian sudah rusak dan ditutupi tanaman rambat. Jalurnya hanya ditutupi palang besar dari batang pohon membentuk pagar berduri tanpa penjaga seorang pun, sudah ditinggalkan sejak lama sepertinya.
"Tak ada penjaga?" Heran Karin melihat kondisi pos tersebut.
"Kupikir pos ini sudah tidak dipakai karena jalannya hanyalah jalan setapak dan hutan, aku juga melihat peringatan pada saat kita belok tadi." Pendapat Sasuke melihat kondisi jalur yang telah mereka lewati.
"Hanya peringatan berisi 'Jalan Ditutup' kalau kalian ingin tau." Jelas Sasuke karena teman-temannya melihat dengan tatapan seolah bertanya 'Peringatan apa?!'.
Akhirnya Neji berinisiatif untuk turun dan memindahkan pagar yang mengalangi jalur tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju Pripyat.
Setelah melalui perjalanan yang sedikit lebih menantang dari sebelumnya, mereka keluar dari hutan dan berada di perbatasan antara kota dan hutan yang baru saja mereka lalui.
"Disinilah kita. Selamat datang di kota mati Pripyat!" Ucap Sai kepada yang lain.
"Ehm... Kupikir kita menumpang sampai disini saja," Kata Sakura sambil menatap teman satu timnya, "Selanjutnya kita lanjutkan dengan berjalan saja."
Teman-teman se-timnya menatap Sakura dengan tatapan 'Ada apa?', namun hanya bisa menyetujuinya setelah Sakura menatap balik dengan ekspresi 'Diam dan turun!'.
"Begitu? Ah kalian pasti punya rute sendiri ya, aku mengerti. Kalau begitu selamat menikmati perjalanan ya!" Kata Sai seolah mengerti maksud Sakura. "Ingatlah untuk selalu berhati-hati."
"Ahaha begitulah. Sampai jumpa ya. Terima kasih atas tumpangannya!" Sakura dan teman-temannya pun segera turun dari mobil. Lalu Sai memacu mobilnya melanjutkan perjalanan mereka sendiri.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
3F-TEAM telah berkumpul membentuk lingkaran di tempat mereka turun tadi, membicarakan sesuatu.
"Baiklah, sekarang. Kita berkumpul sebentar." Sakura tampak bersemangat kali ini.
.
.
.
3F-TEAM telah tiba di Pripyat. Apa yang akan mereka lakukan? Sebuah petualangan menunggu mereka di depan sana
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
To Be Continued
N.P :
Chernobyl merupakan sebuah kota yang terdapat di negara ukraina. Kota tersebut telah ditinggalkan sejak insiden meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl pada 26 April 1986.
Exclusion Zone adalah sebutan untuk daerah yang masih mengandung radiasi nuklir bekas ledakan insiden tersebut, zona yang ditutup untuk umum karena bahaya radiasi.
Dalam radius tertentu dari pusat ledakan, akan ada garis perbatasan luar dimana ditempatkan pos penjagaan pada jalur masuk. Contohnya checkpoint Dityaki yang terletak 30 km dari pusat ledakan, lalu akan ada Lelyov saat mencapai jarak 10 km.
Radiasi dari ledakan tersebut tercatat hingga ribuan kilometer dari pusat ledakan bahkan sempat ditemukan di Inggris. Hingga saat ini pada pusat ledakan (PLTN Chernobyl) masih terdapat 90% lebih bahan nuklir yang tidak ikut meledak pada saat insiden, semua tersimpan dibawah gedung dan ditutupi oleh sarkofagus (Nama bangunan yang dibuat untuk menutupi tempat bahan nuklir tersebut pasca ledakan). Jika seluruh bahan tersebut meledak, efeknya akan jauh lebih besar dari Chernobyl Accident sebelumnya. Mungkin cukup untuk meracuni setengah populasi manusia di Bumi.
