THE 3F-TEAM : Abandoned City
.
.
.
Naruto's Belong To Masashi Kishimoto
.
.
.
IT'S BEGIN
15.50
"Kawan-kawan, keluarlah. Kami menemukan sesuatu di belakang gedung." Suara Hinata melalui walkie-talkie.
"Ada apa?" Tanya Sakura tidak mendengar percakapan Hinata karena volume walkie-talkie Naruto sangat pelan.
Naruto meletakkan kembali walkie-talkienya dan menatap teman-temannya. "Entahlah, Hinata bilang dia dan Hanabi menemukan sesuatu. Kita harus ke belakang gedung ini."
"Kita lihat saja sendiri, cepatlah." Karin terlihat tak sabar untuk segera keluar dari gedung ini, mengingat sudah berapa lama mereka berada dalam ruangan dan perasaannya semakin tidak enak berlama-lama di situ.
Mereka segera berjalan mengitari gedung menuju bagian belakang, menghampiri Hinata & Hanabi. Mereka berdua sedang duduk di bangku taman yang sudah lama tertinggal di situ.
"Ada apa?" Tanya Sasuke mewakili rasa penasaran yang lainnya.
Hanabi segera menunjukan sesuatu di tangannya, sebuah jaket tebal yang masih terlihat bagus dan bisa digunakan.
Konohamaru segera menghampiri Hanabi dan mengambil jaket tersebut, "Hati-hati! Naruto bilang barang-barang di sekitar sini masih mengandung radiasi!"
Sementara Naruto yang namanya dibawa-bawa hanya membatin, 'Kenapa aku coba?'.
Hinata segera mengambil kembali jaket tersebut, "Bukan itu maksud ku. Lihat ini."
Dia membalik bagian dalam dan luar jaket tersebut, ternyata sejak tadi posisinya sudah terbalik.
Semua tampak kaget melihat bentuk asli jaket tersebut, jaket berwarna hitam dengan tudung merah dan logo besar di belakangnya.
"I-Itu.. Bukankah itu jaket salah satu wanita dalam mobil van yang kita tumpangi tadi?!" Sakura masih ingat betul, bahwa jaket tersebut milik salah satu traveler yang mereka temui.
"Ya, kau benar." Jelas Hinata, lalu menunjukan bagian bawah belakang jaket tersebut. Disitu tampak seperti bekas gigitan binatang seolah bermaksud menarik sang pemilik.
"Karena itu kenapa bagian luar dan dalam jaket tersebut terbalik, pasti hewan apapun itu membuat dia terpaksa melepaskan jaketnya secepat mungkin." Analisa Sasuke mencoba menggambarkan kejadian sebenarnya.
Sementara itu beberapa meter dari lokasi Hinata & Hanabi serta yg lainnya berkumpul, Naruto sedang berjongkok memperhatikan tanah di bawahnya. Melihat ke arah hutan disebelahnya dan teringat sesuatu. Dia pun menghampiri yang lainnya seraya mengeluarkan peta.
"Teman-teman, perhatikan ini." Ujar Naruto menunjukan satu titik di peta tersebut, ke arah selatan dari posisi mereka sekarang.
"Itu Red Forest, hutan yang berbahaya karena tingkat radiasinya sangat tinggi di sana. Kenapa?" Karin tau tempat apa yang ditunjuk Naruto.
"Kalau tidak salah, maka hutan tersebut ke arah sana." Naruto menunjuk hutan yang ia perhatikan sejak tadi, "dan kemarilah."
Naruto mengajak yang lainnya ke tempat dimana dia tadi berjongkok, memberitahu apa yang ditemukannya. Sebuah jejak kaki yang terlihat masih baru mengarah ke hutan. "Kalau perhitunganku tidak salah, ada kemungkinan para traveler itu lari ke arah hutan sekitar satu jam yang lalu dilihat dari penemuan jaket tersebut dan jejak kaki ini."
Semua diam mendengar penjelasan Naruto, memikirkan keadaan para traveler itu sekarang. Apakah mereka mengalami hal buruk? Entahlah.
Karin menatap ke arah langit lalu melihat jam tangannya, "Sudahlah, kupikir kita harus kembali sekarang sebelum hari semakin gelap. Kita bisa melaporkan kejadian ini kepada petugas di pos penjagaan atau kembali besok untuk melakukan pencarian. Yang pasti aku tidak ingin sampai bermalam disini."
Perkataan Karin membuat yang lain mengalihkan pikirannya dan setuju atas usul Karin. Mereka akhirnya berjalan menuju tempat dimana mereka pertama kali tiba dan berkumpul, jalan menuju pintu keluar.
Baru saja mereka melewati bangunan yang tadi sempat dijelajahi, terdengar suara seseorang, tidak, beberapa orang dari kejauhan.
"TOLOOOONG! TOLONG KAMI!"
Semua mengalihkan pandangan ke sumber suara. Terlihat 2 orang pria dan 2 orang wanita muncul dari belokan sedang berlari ke arah kelompok Naruto dan yang lain.
Konohamaru mengingat 4 orang itu. "Itu mereka! Para traveler itu! Tapi kenapa mereka berlari seolah sedang di kejar sesuatu?"
Beberapa saat kemudian muncul sekumpulan hewan dari belokan yang sama, entah serigala atau anjing liar mereka tidak memperhatikan. Yang pasti mereka harus segera kabur karena hewan-hewan itu berlari dan menggonggong kearah mereka!
Tak mungkin melawan dengan jumlah hewan sebanyak itu.
"Rooftop apartemen." Ucap Naruto ke yang lain. Seolah sudah mengerti apa yang harus dilakukan, mereka saling menatap satu sama lain dan mengangguk.
Saat jarak para traveler itu sudah dekat dengan kelompoknya, Sasuke mengajak 4 orang itu lari ke dalam gedung sebelah kanan. Menaiki tangga secepat mungkin menuju atap. Setelah tiba di tempat, Sasuke segera menutup pintu yang digunakan untuk keluar dan menghalanginya dengan segala benda berat di sekitar untuk memastikan hewan-hewan itu tidak dapat masuk dan menyerang mereka.
-BUM!- -BUM!- -BUM!-
Terdengar suara para hewan itu mencoba mendobrak pintu yang masih dihalangi Sasuke. "GRRR. GUK GUK! GUK GUK GUK GUK GUK!" suara gonggongan dari balik pintu.
Setelah beberapa menit, suara-suara tersebut sudah tidak ada. Sepertinya hewan-hewan itu sudah pergi, pikir mereka semua.
"Aku tidak yakin hewan-hewan itu sudah pergi, mungkin mereka menunggu di lantai bawah atau salah satu ruangan. Jadi lebih baik kita tetap disini." Kata Sasuke kepada yang lain, berpikir bahwa mungkin saja hewan-hewan tadi masih menunggu kesempatan untuk menyerangnya.
Sementara para traveler itu -Sai, Neji, Tenten, dan Ino, tampak mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan akibat kejaran tadi.
"Jika dugaan Sasuke benar, itu artinya kita harus bermalam disini karena hari sudah gelap." Karin kembali mengingatkan kondisi hari yang sudah mendekati malam.
Sai dan kelompoknya saling menatap satu sama lain mendengar ucapan Karin, "Bermalam disini? Apa kau sudah gila?!" Ucap Sai sedikit kesal meskipun nafasnya masih berantakan.
Karin tersenyum mengejek mendengar kekesalan Sai, "Ya, kecuali kau cukup gila untuk berjalan di kota ini pada malam hari, membiarkan tubuhmu jadi santapan bagi hewan di sekitar sini."
Perkataan mereka berdua ada benarnya, Sai akhirnya berpikir untuk setuju dengan ide Sasuke & Karin. Sementara 3 orang lainnya hanya bisa diam dan ikut setuju.
Sasuke menghidupkan walkie-talkienya, "Cek, ini aku Sasuke. Bagaimana keadaan kalian? Ganti."
"Ini aku Naruto. Keadaan kami baik-baik saja, aku bisa melihat mu dari sini. Ganti. " Suara Naruto menjawab dari seberang.
"Kalau begitu pastikan agar kondisi tetap seperti itu. Kita akan bermalam disini." Jelas Sasuke lalu meletakkan kembali walkie-talkie nya.
Sasuke segera melihat ke gedung yang berseberangan dengan tempatnya berada, diatap sana terlihat Naruto sedang melambaikan tangan kearahnya.
Ya, mereka berpisah dalam dua kelompok di atap gedung yang berbeda. Kelompok Sasuke bersama Karin, Sai, Neji, Tenten, dan Ino. Sedangkan kelompok Naruto bersama Sakura, Konohamaru, Hinata, dan Hanabi.
"Kenapa kalian berpisah? Bukankah lebih baik jika kita semua bersama?" Tanya Neji tak mengerti akan ide 7 remaja itu.
Sasuke berjalan ke tepian atap, duduk pada pembatas. "Ini adalah cara kami memperbesar peluang untuk selamat. Pertama kami memilih atap karena berada di ruangan jauh lebih mematikan, radiasi hasil ledakan paling banyak terkumpul dalam ruangan dan makhluk hidup terutama tumbuhan. Itulah kenapa hutan juga dianggap berbahaya."
Sasuke menatap ke bawah, ke arah jalanan. "Kedua kami berpisah untuk memperluas jarak pandang dari atas sini. Jika ada sesuatu di bawah gedung ini atau ada yang masuk, kelompok seberang dapat melihatnya sementara kita tidak, mereka akan memberi tahu kita melalui ini." Sasuke menunjukan walkie-talkie di tangannya. "Dan kita juga akan melakukan hal yang sama untuk mereka."
"Dan jika terjadi sesuatu yang buruk, setidaknya akan ada satu kelompok yang tetap selamat bukan?" Tambah Karin.
Ide yang cemerlang, menurut Sai dan yang lain. Mereka bahkan tidak sempat berpikir seperti itu, terfokus pada hewan yang mengejar mereka tadi.
'Apakah mereka sudah merencanakannya? kupikir mereka bukan remaja sembarangan' heran Sai melihat kemampuan 7 remaja itu dalam berpikir.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
Di gedung seberang, Naruto berdiri menghadap pembatas pinggir gedung. Meletakkan kembali walkie-talkie yang baru saja Ia gunakan untuk berkomunikasi dengan Sasuke.
Membalikkan badan menghadap 4 temannya, menghela nafas, "Kita akan bermalam di kota ini." Ucap Naruto kepada yang lain.
"Setidaknya kita tetap aman di sini." Ucap Konohamaru pasrah. Disambut helaan nafas oleh yang lainnya.
Matahari sudah semakin tenggelam, kegelapan mulai menyelimuti kota mati tempat 3F-TEAM dan 4 traveler itu berada.
Bersiap untuk malam yang akan datang.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
To Be Continued
