THE 3F-TEAM : Abandoned City
.
.
.
Naruto's Belong To Masashi Kishimoto
.
.
.
DARK SKY
18.15
Hari sudah malam, keadaan kota yang tidak dilengkapi pencahayaan sedikitpun menjadi gelap gulita. Cahaya bulan tertutup oleh awan, seolah tidak memberikan celah sedikitpun bagi cahaya untuk menerangi kota ini. Kota dimana 7 remaja dan 4 orang dewasa terjebak karena ulahnya sendiri, nekat memasuki Pripyat meskipun sudah dilarang.
Kelompok Sasuke berkumpul melingkari lampu portable milik Tenten yang diatur seminim mungkin untuk memastikannya dapat bertahan hingga fajar tiba. Sementara Sasuke sendiri masih duduk di tembok pembatas tepian atap untuk terus mengawasi gedung di seberangnya, tempat kelompok Naruto berada.
"Aku tidak menyangka kita benar-benar akan bermalam disini." Ucap Ino masih tidak percaya dengan kondisi yang dialaminya sekarang, bermalam di kota mati Pripyat. Ini gila! Menurut Ino.
Sai mencoba menenangkan dengan merangkul pundak kekasihnya itu, "Tenanglah, kau tidak sendirian disini. Aku sendiri yang akan memastikan keselamatan mu."
Ino menatap pria di sebelahnya, mencari kebenaran akan ucapan sang pria melalui matanya. Ya, Ino percaya.
"Hoi hoi. Tidak hanya kalian berdua yang ada di sini. Gunakan saja salah satu kamar di bawah kalau kalian mau!" Ganggu Karin melihat keromantisan pasangan tersebut. Terlihat menggelikan baginya.
Yang lain hanya tertawa mendengar ucapan Karin. Sama menggelikannya.
Setelah tawa mereda, Sasuke dan Karin saling bertatapan lalu mengangguk, "Ada yang harus kuperjelas disini." Tegas Karin kepada empat orang dihadapannya. Membuat mereka otomatis memperhatikan sang gadis merah.
"Baiklah. Seperti yang dikatakan Sasuke sebelumnya, salah satu fungsi pembagian kelompok dan gedung ini adalah agar kita bisa memperhatikan satu sama lain. Untuk itu, kita akan membuat jadwal penjagaan. Shift pertama adalah Sasuke, seperti yg dia lakukan sekarang. Kedua dan ketiga adalah kalian berdua, bergantian." Jelas Karin kepada Sai dan adiknya. "Dan aku akan ada di shift terakhir, kita bergantian setiap 3 jam. Sementara Tenten dan Ino boleh istirahat."
"Tugasnya hanyalah berjaga di tempat Sasuke berada dan terus memperhatikan ke gedung seberang. Jika ada sesuatu yang aneh, gunakan walkie-talkie untuk menghubungi kelompok Naruto." Lanjut Karin mengeluarkan Walkie-talkienya dan sebuah alat tambahan, "Kami akan meminjamkan walkie-talkie kepada kalian jika sudah waktunya untuk berjaga, dan juga Night Vision ini karena akan jadi terlalu gelap untuk melihat kondisi sekitar."
Dua pria di hadapan Karin mengangguk sebagai tanda mengerti akan tugasnya masing-masing.
.
.
"Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada kalian." Karin mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
Tenten mengenali benda tersebut sebagai miliknya, "Itu jaketku! Syukurlah."
Dia mengambil jaket tersebut dari Karin dan memeluknya, "Kupikir benda ini akan hilang selamanya, jatuh karena kesalahanku sendiri."
Karin kaget mendengar ucapan Tenten, "Kapan kau kehilangan jaket mu?"
"Sekitar 4 jam yang lalu saat kami berada di bagian Timur kota, saat itu aku sedang berada di balkon sebuah gedung. Aku melepasnya karena panas dan benda ini jatuh begitu saja." Jelas Tenten, "Tapi aku tidak dapat menemukannya saat turun dari gedung."
Karin semakin terkejut. 'Bagaimana mungkin?'
"Kau mau tau? Bukan aku yang menemukan jaketmu, tapi temanku yang ada di kelompok seberang." Karin berdiri dan mengajak mereka ke bagian Selatan gedung yang menghadap ke hutan.
"Dia menemukannya di belakang gedung ini, disana." Tunjuk Karin ke tempat dimana Hinata & Hanabi menemukan jaket tersebut. "Boleh ku pinjam jaket mu sebentar?"
Tenten pun memberikan jaketnya, Karin segera menunjukan bagian belakang jaket -bagian yang terdapat bekas gigitan dan sedikit darah.
"Lihat ini. Jaket ini juga ditemukan dalam keadaan terbalik bagian luar & dalamnya. Kami juga menemukan jejak kaki yang mengarah ke hutan bersamaan dengan jaket ini." Karin menunjuk ke arah hutan, "Tadinya kami pikir kalian dikejar hewan liar dan lari ke arah hutan itu."
Sementara yang lain ikut terkejut mengetahui fakta tersebut. "Ta-Tapi.. Tubuh ku tidak terluka sama sekali. Lalu darah siapa itu?" Tenten menatap nanar ke jaketnya sendiri, bagian yang ditunjukkan oleh Karin.
"Kita tidak sendiri di kota ini..." Ucap Neji mengikuti arah pandangan Karin.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
Sementara di gedung seberang, tempat kelompok Naruto berada. Konohamaru sedang duduk di pembatas tepian gedung, menjalankan shiftnya. Karena mereka berlima, jadi jadwal pergantiannya hanya sekitar 2 jam 30 menit. Setelah ditentukan, maka Konohamaru menjadi yang pertama.
Bukannya fokus berjaga Ia justru meratapi nasibnya, 'Kenapa selalu aku sih' batinnya. Karena biasanya Sasuke akan suka rela mendapat giliran pertama.
Tak jauh dari tempat Konohamaru, Sakura bersandar pada pembatas yang sama sambil menatap kameranya. Melihat-lihat hasil jepretannya selama berkeliling di kota.
'Benar-benar kota mati, kota kematian' pikir Sakura melihat foto-foto pada kameranya.
Diawali oleh foto gedung pencakar langit dengan lambang pemerintahan Uni Soviet saat Ukraina masih menjadi bagiannya. Berlanjut ke taman bermain, wahana bumper cars, bianglala, kolam renang, gedung kesenian, sekolah beserta ruang kelas dan basket hall. Semua memiliki pemandangan yang sama, tak ada objek hidup dalam fotonya. Membuat Sakura membayangkan bagaimana hidupnya tempat-tempat itu sebelum insiden puluhan tahun yang lalu.
Sakura meneruskan ke foto-foto selanjutnya. Hingga tiba-tiba ada sebuah foto yang membuatnya berhenti meng-klik tombol 'Next'. Sebuah foto gedung apartemen, gedung yang atapnya Ia pijak sekarang. Sakura memperbesar tampilan gambar tersebut pada salah satu bagian. 'A-apa? Ini.. Tidak mungkin!'
Sakura segera berdiri menghampiri teman-temannya, bermaksud memberitahukan penemuannya kepada yang lain. Tapi tiba-tiba Naruto memberi isyarat kepadanya untuk diam.
Naruto menempelkan telunjuk kirinya ke bibir dan memberi tanda untuk tidak bergerak dengan tangan kanannya. Dia berjalan mengendap ke pintu yang menutup tangga tempat mereka naik, mendekati secara perlahan.
'Suara apa itu?' Kata Naruto dalam hati saat tiba di samping pintu. Terdengar suara geraman dan nafas sangat pelan dari balik pintu. Bermaksud memperjelas pendengarannya dengan menempelkan telinga ke pintu tersebut.
-DBUM!-
Sesuatu itu menggedor pintu sangat keras dan terdengar suara jatuhan benda dari balik pintu. Membuat Naruto segera menarik telinganya bahkan sebelum sempat menyentuh pintu.
Semua orang terkejut, termasuk Hinata & Hanabi yang terbangun mendengar suara tersebut.
"APA ITU?!" Konohamaru paling terkejut bahkan sempat berpikir untuk segera loncat ke bawah dari tempatnya berada jika tiba-tiba ada yang menerobos keluar dari pintu, menurutnya Ia akan mati juga jika tidak loncat, jadi lebih baik mati karena ulah sendiri.
-Sriing- -Twiiiit-
"Dobe? Apa yang terjadi? Aku sempat melihat pergerakan di tangga gedung mu dan terdengar suara cukup keras dari tempatmu berada." Sasuke terdengar khawatir hingga langsung menghubungi Naruto.
Naruto menekan tombol bicara pada walkie-talkienya, "Baru saja ada sesuatu di balik pintu tangga. Suara yang kau dengar itu gedoran pintu tangga. Aku tidak bisa memastikan apa itu."
Terjadi keheningan diantara mereka, masing-masing memikirkan makhluk apa yang baru saja mengganggu mereka dari balik pintu.
Walkie-talkie di tangan Naruto kembali berbunyi, "Ada yang harus kami ceritakan besok saat bertemu. Sepertinya kita tidak sendiri disini."
'Kita tidak sendiri? Apa maksud si Teme?' Pikir Naruto tidak mengerti, bagaimana mungkin ada survivor di kota ini? Atau orang yang sama nekatnya seperti kelompok dia.
"Sasuke benar..." Suara Sakura memecah keheningan malam, "Kita tidak sendiri disini."
Sakura menunjukkan layar kameranya kepada yang lain, sebuah foto yang Ia perhatikan sejak tadi.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
21.15
Telah terjadi pergantian shift pada masing-masing kelompok. Sai pada kelompok Sasuke dan Hanabi di kelompok Naruto.
"Hei, ada yang ingin kutanyakan." Sasuke membuka pembicaraan agar tidak terjadi keheningan, mereka tidak bisa tidur karena suasananya terlalu mencekam. Rasanya seperti kau tidak akan bangun lagi jika tertidur di kota ini.
"Soal hewan yang mengejar kalian tadi, bagaimana bisa?" Lanjut Sasuke. Teringat akan insiden yang menyebabkan mereka terjebak di atap gedung ini.
Neji, Ino, dan Tenten saling pandang, seolah bertanya siapa yang akan mulai cerita di antara mereka bertiga. Tak mungkin Sai, dia sedang berjaga, meskipun jarak mereka tidak terlalu jauh.
Neji menghela nafas, memutuskan untuk bercerita. "Soal hewan-hewan itu, begini."
"Setelah kehilangan jaket Tenten, masih di bagian Timur kota, kami memutuskan untuk terus mengelilingi kota ke arah Tenggara." Cerita Neji mencoba mengingat runtutan kejadian yang dialaminya. "Kami berpikir untuk mendekati reaktor, pusat ledakan insiden puluhan tahun yang lalu."
Neji mengeluarkan alat yang juga dimiliki oleh Sasuke dan teman-temannya, sebuah Geiger Counter. "Angka yang ditunjukan oleh alat ini terus meningkat, tapi kami terus maju mendekati bangunan reaktor."
Meletakkan alat tersebut di lantai, Neji menarik nafas, "Tapi beberapa ratus meter sebelum mencapai reaktor, tiba-tiba saja hewan-hewan itu muncul dari arah gedung tersebut dan mengejar kami."
Sasuke terlihat berpikir mendengar cerita Neji, dia merasa memang ada yang aneh sejak tiba disini. Mencoba menyusun semua dari awal.
"Kami juga sempat bertemu kawanan serigala dan beberapa hewan lainnya dalam pelarian kami kesini, namun semua kabur melihat apa yang mengejar kami di belakang." Tambah Tenten.
Sasuke teringat akan kejadian di apartemen yang dipijaknya sekarang, kejadian tadi sore, "Aku dan Karin serta teman-temanku juga bertemu beruang berukuran besar di lantai 3 apartemen ini, namun beruang itu justru takut melihat kehadiran manusia."
"Aku sempat memperhatikan sekilas hewan apa yang mengejar kita tadi." Suara Karin.
"Mereka bukan hewan liar. Yang mengejar kita tadi adalah anjing yang biasa digunakan sebagai anjing penjaga. Dilihat dari cara mereka mengejar dalam kelompok besar seperti itu, sepertinya anjing-anjing itu sudah cukup terlatih."
"Anjing penjaga?" Heran Neji mendengar Karin, "Di tempat seperti ini?"
Karin hanya mengangkat bahu, "Entahlah. Mungkin ada yang melepas mereka disini."
"Aku mengerti." Ucap Sasuke seperti mengetahui sesuatu.
"Kupikir ada sesuatu yang sedang terjadi disini."
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
To Be Continued
