THE 3F-TEAM : Abandoned City
.
.
.
Naruto's Belong To Masashi Kishimoto
.
.
.
THEY CAME
22.30
Sai duduk menggantikan posisi Sasuke sejak 90 menit yang lalu. Dengan walkie-talkie tergantung di sabuk pinggang serta Night Vision yang bertengger di kepalanya, mengawasi gedung yang berhadapan dengannya serta daerah sekitar.
Entah sudah berapa kali Sai menghela nafas. Menatap ke arah kawanannya sebentar, lalu mengembalikan pandangannya ke posisi terakhir. 'Kelompok ini, siapa mereka sebenarnya?'
Sejauh ini Sai masih belum tau apa maksud kedatangan 7 remaja itu ke kota ini. Jika memang hanya melihat-lihat seperti yang Ia lakukan, lalu kenapa peralatan mereka selengkap itu? Geiger Counter, Walkie-talkie, dan Night Vision untuk setiap orang. Ia juga melihat masker radiasi tergantung di tas masing-masing dari ketujuh remaja itu, tapi tak ada satu pun yang menggunakannya.
Rencana mereka sejauh ini juga terlihat cukup matang ketika menghadapi perubahan situasi yang terjadi secara mendadak.
Sai kembali menatap kawanannya, lebih tepatnya menatap Sasuke, 'Apa dia pimpinannya?' Pikir Sai karena Sasuke terlihat lebih dewasa dan tegas daripada teman satu kelompoknya.
'Setidaknya mereka sudah menyelamatkan nyawa ku dan yang lainnya' Sai pun melanjutkan tugas pengawasannya.
.
.
Kembali ke Sasuke dan yang lainnya. Sepertinya pemuda berambut hitam itu masih menyusun analisa yang tepat atas semua kejadian yang dialami sampai sini.
"Kupikir ada sesuatu yang terjadi disini." Ucap Sasuke memecah keheningan. "Saat di CHP Dityaki, penjaga disana bersikap biasa saja melihat kedatangan kita. Mereka mengijinkan kita masuk begitu saja ketika aku bilang bahwa tujuan kita adalah Pripyat. Lalu saat di CHP Lelyov, aku menggunakan kalimat yang sama seperti pos sebelumnya. Namun para penjaga dengan tegas melarang kita untuk masuk, mereka bilang sedang ada sejenis perbaikan di dalam kota."
'Seragam mereka juga tampak sedikit berbeda' lanjut Sasuke namun dalam hati.
"Saat di CHP Lelyov, salah satu penjaga juga bersikap aneh." Ino mengingat sikap salah satu penjaga saat Ia dan yang lain berada di dalam mobil. "Dia mengitari mobil kami sambil menatap ke dalam, entah apa maksudnya."
Namun menurut Sasuke hal tersebut tidak terlalu penting, hal seperti itu sudah biasa pikirnya.
"Jika apa yang dikatakan Karin benar, bahwa yang mengejar kita adalah sejenis anjing penjaga. Maka ada kemungkinan dua hal ini saling berhubungan." Ucap Sasuke mulai menghubungkan masing-masing kejadian membentuk runtutan.
Keheningan kembali hinggap diantara lima orang tersebut, dinginnya malam merasuk ke tulang menemani mereka di sela-sela kegiatan berpikir. Bukan angin malam atau pun cuaca yang membawa rasa dingin, tapi kelamnya langit dan suasana mencekam meliputi perasaan masing-masing insan yang sedang berusaha bertahan hidup itu. Cahaya lampu tak ada artinya dibandingkan kegelapan yang mengitari mereka.
"Kalian bilang anjing itu datang dan mengejar kalian ketika ingin mendekati reaktor bukan?" Karin memastikan, mendapat anggukan dari Neji, Tenten, dan Ino.
"Maka ada kemungkinan bahwa sesuatu yang terjadi di kota ini berhubungan dengan bangunan reaktor tersebut, dan anjing-anjing itu dikerahkan untuk menjaga daerah sekitar bangunan agar tidak ada yang mendekat." Simpul Sasuke, masuk akal. "Tapi apa yang terjadi?"
Pertanyaan yang sama melekat pada pikiran masing-masing. Mencoba mencari jawaban atas semua kejadian yang menimpa mereka.
"Lalu soal jaket itu. Jika ditemukan dalam kondisi seperti yang kau jelaskan tadi." Neji menatap Karin mengingat penjelasannya tadi, "Itu artinya jaket tersebut telah digunakan seseorang bukan? Tidak mungkin binatang yang mengambilnya."
Tenten segera mencium jaketnya, mencoba mencari tau siapa yang telah menggunakan jaket itu dari bau yang mungkin tertinggal. 'Bau ini.. Aneh sekali' Dia mendapati bau aneh dari jaketnya sendiri.
"Hei, boleh aku pinjam salah satu alat Geiger counter kalian?" Tanya Tenten kepada yang lain. Neji segera memberikan alat miliknya kepada Tenten.
Setelah menerimanya, Tenten segera menghidupkan alat tersebut. Ia mengarahkan alat itu ke jaketnya, mendapatkan hasil yang-
"ASTAGA!" Tenten membuang jauh-jauh jaket miliknya, shock akan apa yang baru saja dilihatnya.
Neji segera menghampiri kekasihnya, khawatir, "Ada apa?!"
Sasuke mengambil Geiger counter yang ikut terlempar oleh Tenten. Terkejut oleh angka yang tertera disitu. 'Tinggi sekali!'
Pemuda itu menunjukan angka yang tertera kepada yang lain. "Siapapun yang sudah menggunakan jaket itu, dia telah meninggalkan jejak radiasi yang sangat tinggi."
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
23.30
Di tempat Naruto dan kelompoknya. Hanabi masih berjaga di posnya ditemani oleh sang kakak, mereka memutuskan untuk berjaga bersama selama 5 jam -gabungan jadwal mereka berdua. Sepertinya si kembar adik-kakak itu memang tak terpisahkan.
Tiga meter dari tempat Hanabi & Hinata bertugas, Naruto, beserta Konohamaru dan Sakura berkumpul.
"Foto yang kau tunjukan tadi..." Naruto menanggapi foto hasil jepretan Sakura tadi, "Itu foto gedung ini bukan?"
"Ya, itu foto gedung yang kita tempati sekarang." Jawab Sakura membenarkan dugaan Naruto.
Konohamaru mengingat foto yang dilihatnya tadi dari kamera Sakura, "Itu.. Ada seseorang di gedung ini?"
"Apa dia yang mengganggu kita tadi?" Lanjut Konohamaru masih memikirkan makhluk yang menggedor pintu beberapa jam yang lalu.
"Siapapun itu dia tidak cukup waras untuk berkomunikasi dengan kita, jika memang benar seorang manusia." Naruto pikir, kalau memang ada orang lain di sekitar sini, kenapa orang itu tidak menampakkan diri, meminta bantuan kepada kelompoknya. Bahkan jika memang benar orang itu sempat berada di balik pintu.
"Kita harus memastikannya besok pagi. Lebih baik sekarang tidur saja." Ucap Sakura mulai mengantuk, mengingat bahwa shiftnya di paling terakhir. Curang, batin Konohamaru masih meratapi namanya sendiri.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
23.50
Kelompok Sasuke masih berkumpul, tak satupun yang berpikir untuk tidur. Mereka akan terus terjaga hingga fajar tiba.
"Hampir tengah malam." Karin menatap jamnya, mengingatkan. "Sebentar lagi giliranmu Neji, bersiaplah."
Paham akan maksud Karin, Neji berdiri, "Baiklah."
Neji berjalan menghampiri kakaknya yang masih setia duduk di tempatnya berjaga. Neji melihat jamnya sebentar, 'Tinggal beberapa menit lagi'
Setibanya di tempat sang kakak, Neji menepuk pundak Sai, "Hei bro-"
"Ssst." Aba Sai meminta adiknya untuk diam, tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. "Lihat itu."
Neji mengikuti arah pandangan Sai. Terlihat sesuatu yang bercahaya bergerak di jalan kota, "Apa itu?!"
Sai hanya mengangkat bahu, "Entahlah. Perhatikan saja."
Objek tersebut terus bergerak perlahan. Semakin dekat dan terdengar suara mesin yang cukup keras menembus keheningan malam.
"Mobil?" Terka Neji, "Tapi siapa yang berkendara malam hari di kota seperti ini?"
Sai tidak menghiraukan pertanyaan adiknya, terus memandang ke arah datangnya objek bercahaya tersebut. Objek tersebut terus bergerak, menuju belokan yang mereka lewati tadi.
Beberapa saat kemudian, objek bercahaya itu telah melewati belokan, menampakkan dirinya. Terlihat sebuah mobil jeep militer dan sejenis mobil box dibelakangnya serta enam orang berseragam tentara dengan senjata lengkap berjalan di sekitar mobil membentuk perimeter.
"Itu.. Mereka tentara?!" Neji dapat melihat seragam orang-orang itu berkat cahaya dari mobil. "Mereka datang mencari kita?"
Sai memiliki pikiran yang sama seperti Neji, jika memang benar para tentara itu datang mencarinya, maka Ia harus memberi tau keberadaannya. "HE-Umph umph umph."
Cegah Sasuke sebelum Sai sempat berteriak, hal yang sama juga dilakukan oleh Karin terhadap Neji. Membuat sang kakak beradik meronta tak beraturan.
"Ssst. Diam dan perhatikan." Perintah Sasuke, membuat Sai serta Neji berangsur-angsur tenang. Sasuke melepaskannya saat pria itu sudah cukup tenang.
Akhirnya keenam orang itu berdiri mendekati tembok pembatas tepian gedung, berjejer memperhatikan mobil yang baru saja muncul.
'Tentara? Apa yang mereka lakukan disini.. Jangan-jangan..' Pikir Sasuke seperti mengingat sesuatu.
"Hei Teme."
Terdengar suara dari walkie-talkie milik Karin yang sedang berada di tangan Sai. "Apa kalian juga melihatnya?"
"Ya, sangat jelas." Sasuke telah menghidupkan walkie-talkienya sendiri, menjawab panggilan suara di seberang sana, Naruto. "Bagaimana dengan kalian?"
"Entahlah. Kami menggunakan Night Vision masing-masing untuk memperjelas pandangan." Jawab Naruto.
Ya, mereka memiliki Night Vision untuk setiap orang. Sedangkan di kelompok Sasuke, hanya dirinya dan Karin yang memiliki. Milik Karin pun sedang ada pada Sai.
Mobil tersebut -beserta tentaranya, bergerak perlahan menyusuri jalan kota dengan lampu sorotnya yang terus mengarah ke depan. Hingga tiba-tiba mobil tersebut berhenti tepat di tengah jalan, antara gedung Sasuke dan Naruto.
Para tentara langsung siaga di posisinya masing-masing, mengamankan daerah sekitar.
'Apa?! Jangan-jangan mereka tau keberadaan kami' Sejak awal Sasuke merasa curiga dengan kedatangan orang-orang itu. Ia pikir akan terjadi hal yang buruk kalau keberadaan dia dan yang lain diketahui oleh tentara itu.
-Fuiiiit-
Terdengar suara peluit tertahan.
Karin mengenali jenis peluit yang digunakan tentara itu dari suara yang dihasilkannya, 'Peluit anjing?'
Seketika keluar sepuluh anjing dari pintu keluar gedung Sasuke dan sepuluh lainnya dari gedung Naruto menjawab panggilan dari peluit tersebut, anjing-anjing yang mengejar Sasuke, Naruto dan yang lainnya tadi sore.
'Tch. Benar dugaan ku, mereka bukan anjing sembarangan.' Dugaan Sasuke benar, anjing-anjing yang mengejar mereka tadi adalah anjing penjaga milik para tentara itu.
Pintu mobil box terbuka dan turun seseorang dengan pakaian serba putih, pakaian khusus untuk menghadapi radiasi. Orang itu berjalan ke belakang mobil dan membuka pintu boxnya, mempersilahkan anjing-anjing itu masuk. Sepertinya mobil itu memang digunakan khusus untuk mengangkut 20 anjing itu.
Setelah semua anjing masuk, orang itu menutup kembali pintunya dan masuk ke mobil, di sebelah supir.
"Sasuke, sepertinya temanmu yang paling kecil di seberang melempar sesuatu ke arah para tentara itu." Ucap Sai dapat melihat apa yang dilakukan oleh kelompok Naruto dalam kegelapan berkat Night Vison milik Karin yang masih Ia gunakan. "Benda itu jatuh tepat di atas mobil jeep tersebut, dan untungnya tidak ada satupun tentara yang menyadari."
"Dobe, apa yang kalian lakukan?" Tanya Sasuke melalui walkie-talkie.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
To Be Continued
