THE 3F-TEAM : Abandoned City
.
.
.
Naruto's Belong To Masashi Kishimoto
.
.
.
THE EXISTENCE
27 April, 00.10
Hari sudah berganti. Naruto dan kelomponya masih mengawasi para tentara di bawah, mencari tau maksud kedatangan mereka.
Naruto mengernyitkan dahi melihat anjing-anjing yang mengejar mereka tadi sangat patuh terhadap tentara itu. 'Apa anjing-anjing itu memang milik mereka?'
Konohamaru yang berada di sebelah Naruto tiba-tiba saja pergi dan mengambil tasnya, lalu kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.
Naruto tidak tau apa yang dibawa Konohamaru, "Apa yang kau lakukan?"
Dia menunjukan benda yang baru saja Ia ambil, "Ini sebuah microphone wireless berukuran mini."
"Untuk apa?" Tanya Hinata penasaran.
"Aku akan melempar microphone ini ke mobil jeep tersebut agar kita bisa mendengar apa yang tentara itu katakan." Jelas Konohamaru tentang idenya. "Lalu kita gunakan salah satu walkie-talkie agar kelompok Sasuke bisa mendengarnya."
Ide brilian, menurut Naruto. "Kalau begitu hati-hati, jangan sampai ada tentara yang menyadari ulah kita."
Konohamaru mengangguk paham, bersiap melemparkan mini wireless microphonenya.
Syiut. Tap.
"Tepat!" Ucap Konohamaru pelan, bangga akan keberhasilannya. Alatnya mendarat tepat di atas mobil jeep dan tidak satu pun tentara itu menyadarinya.
"Dobe, apa yang kalian lakukan?" Sepertinya kelompok Sasuke menyadari perbuatan Konohamaru, namun tak tau maksudnya.
Naruto segera menjelaskan kepada Sasuke, "Konohamaru ternyata membawa 'peralatan'nya, dia baru saja melemparkan mini wireless microphone ke mobil jeep tersebut agar kita bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Aku akan menghubungkan suaranya kepadamu melalui walkie-talkie."
"Baiklah."
Konohamaru segera menghidupkan alatnya. Mulai terdengar apa yang para tentara itu katakan.
"Delta-Team. Laporkan kondisimu." Terdengar seperti suara dari walkie-talkie milik salah satu tentara, panggilan dari markas.
"Delta-Team kepada Main-Unit. Kami telah mendapatkan SC-008, ada 20 ekor di cargo unit." Jawab tentara tersebut. Sepertinya kapten dalam tim.
"Delta? Itu artinya masih ada pasukan yang lainnya." Tebak Hinata.
"Bagus. Lanjutkan misi kalian, usahakan agar 'The Purge' selesai malam ini."
"Kami masih melakukan pencarian terhadap beberapa Specimen lainnya. Akan kembali sesuai rute menuju Central Zone."
"Dan terhadap orang asing yang menerobos masuk kemarin, jangan biarkan mereka keluar dari kota ini."
"Dimengerti."
Sepertinya pembicaraan mereka telah selesai.
"Mereka memang sedang menjalankan misi di kota ini. Sepertinya benar dugaan Hinata, masih ada pasukan lain." Kata Naruto mengambil kesimpulan dari apa yang Ia dapatkan, "Dan markas mereka juga ada di kota ini."
.
.
3 meter dari tempat Naruto dan yang lain berada, terlihat sesuatu bergerak, menggeliat.
"Hoaaam.." Suara sesuatu yang bergerak itu, seseorang. Seorang gadis berambut coklat terang, Sakura.
"Jam berapa-"
"Sakura." Panggil Konohamaru melihat Sakura baru bangun dari tidurnya.
"Kemarilah." Ajak Konohamaru namun memberi tanda agar tetap tenang.
Sakura segera menghampiri teman-temannya. Penasaran akan apa yang baru saja Ia lewatkan.
"Ada apa?" Tanya sang gadis coklat tak tau apa-apa, baru saja terbangun dari dunia mimpinya.
"Tetap tenang, gunakan ini dan lihat itu." Ucap Konohamaru memberikan Night Vision milik Sakura yang sejak tadi disimpannya.
Sakura mengambil Night Visionnya dan menggunakannya, lalu melihat ke arah yang ditunjuk Konohamaru. Terkejut dengan hasil penglihatannya. "Siapa mereka?"
"Aku belum bisa memastikan siapa mereka, kau bisa melihat dari seragamnya bahwa mereka adalah tentara." Jelas Naruto masih tidak mengetahui secara pasti siapa mereka, "Tapi salah satu maksud kedatangan mereka kesini adalah mengambil anjing-anjing yang tadi sore mengejar kita, sejak tadi mereka bersembunyi di gedung ini."
"Kawanan anjing itu?" Sakura mengira bahwa anjing-anjing itu telah lama pergi.
"Menurut kami mereka adalah anjing penjaga milik pasukan itu." Jelas seseorang dari walkie-talkie, Naruto hampir saja lupa bahwa walkie-talkie Konohamaru masih tersambung dengan Karin. Itu suara Sasuke. "Berdasarkan cerita Sai dan teman-temannya, anjing itu pertama kali muncul di sekitar reaktor."
"Berarti disanalah markas mereka." Simpul Naruto.
"Menurutku juga begitu." Sasuke setuju dengan pendapat Naruto.
"Lalu berdasarkan perintah yang diberikan oleh Main-Unit kepata Delta-Team itu." Kini suara Karin yang terdengar. "Dapat disimpulkan bahwa anjing-anjing itu adalah salah satu Specimen, itu artinya masih ada makhluk lain di kota ini."
Terjadi keheningan selama beberapa detik.
"Apa kalian dengar perintah terakhir dari Main-unit kepada Delta-Team itu?" Sepertinya suara yang tadi diterima Sasuke kurang jelas.
"Mereka diperintahkan untuk mencari dan menangkap orang asing yang menerobos kota ini, kemarin." Jawab Naruto. "Kalau aku tidak salah, yang dimaksud adalah kita."
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
Di saat yang sama, Sasuke dan kelompoknya juga masih memperhatikan gerak gerik para tentara itu.
'Penjaga, Anjing, Jaket, Mobil dan Tentara itu, Markas mereka, dan fakta bahwa mereka mengejar kami' Semua kejadian itu terus berputar dalam otak Sasuke. Mencoba menyusunnya menjadi satu, seperti puzzle.
Sementara di ujung, Karin tidak memperhatikan objek yang sama seperti yang diperhatikan teman-temannya, Ia justru melihat ke arah kegelapan.
"Sai. Bisa ku minta kembali Night Vision ku?" Pinta Karin kepada Sai, "Cepatlah."
Setelah Sai mengembalikan Night Visionnya, Karin segera menggunakan alat tersebut. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya dalam kegelapan.
"Itu.. Tidak mungkin.." Ucap Karin tak percaya apa yang dilihatnya melalui pandangan Night Visionnya.
"Kawan-kawan." Suara Hinata terdengar memanggil di walkie-talkie Karin yang terus terhubung oleh milik Konohamaru. "Perhatikan ke arah Timur, ada sesuatu berdiri dalam kegelapan."
Kelompok Sasuke yang juga mendengar perkataan Hinata segera melihat ke Timur, namun hanya Sasuke dengan Night Visionnya yang dapat melihat sesuatu dalam kegelapan itu.
"A-Apa? Ada 5, tidak, 7 orang berdiri di tengah jalan 30 meter ke arah Timut dari mobil jeep di bawah." Sasuke memberi tau apa yang Ia lihat.
"Dan 4 orang lagi 25 meter ke arah Barat." Tambah Karin membuat semua semakin terkejut.
"Karin benar." Ucap Hanabi dari seberang sana.
"Ada yang salah dengan cara mereka berjalan, tampak aneh." Tambah Karin.
Konohamaru terus menghubungkan walkie-talkienya ke saluran Karin, dan Sasuke melakukan hal yang sama ke saluran Naruto. Sehingga tercipta komunikasi 2 arah melalui walkie-talkie yang mereka miliki. Agar mereka bisa langsung mendengar apa yang diucapkan oleh masing-masing kelompok.
Saat Sasuke, Naruto, dan kawan-kawannya terus bertindak dan mengambil kesimpulan, Sai beserta kelompoknya hanya diam dan memperhatikan. Tidak tau apa yang harus mereka lakukan.
'Kelihatannya mereka sudah terlatih untuk menghadapi keadaan seperti ini' Pikir Sai. Dia tidak lagi memikirkan siapa tentara-tentara itu, yang ingin dia ketahui adalah siapa sebenarnya 7 remaja yang bersamanya ini.
Sai menyiapkan suaranya untuk bertanya, ingin membunuh rasa penasarannya tentang identitas sekelompok remaja itu.
"Main-Unit, masuk." Tiba-tiba terdengar suara, sepertinya berasal dari Microphone Konohamaru yang terletak di atas mobil jeep. Suara tentara.
Otomatis semua diam memperhatikan, termasuk Sai yang menunda pertanyaannya.
"Delta-Team kepada Main Unit. Kami mengalami kendala."
"Apa yang terjadi?"
"Kami melihat SC-002 disini."
"SC-002? Tangkap mereka dan bawa ke Bio-Zone."
"Mereka mengepung kami dari Barat & Timur."
"Dimana posisi kalian?"
"Distrik 3 Zona 8. Jalan utama. Meminta izin untuk melakukan kontak."
"Izin diberikan. Tapi jangan sampai ada yang tertinggal. Kami akan mengirimkan Purger ke lokasi kalian."
"Dimengerti."
Bersamaan dengan berakhirnya komunikasi tentara tersebut dengan markas, terdengar suara teriakan tentara yang berbicara tadi, "FIRE!"
Lalu suara rentetan peluru menggema.
-Dor- -Dor Dor Dor-
Para tentara itu menembaki orang-orang -yang disebut SC-002 oleh mereka.
"Lihat itu." Kata Neji, "Ada satu keluar dari gedung seberang."
"Si penggedor pintu." Suara Konohamaru mengenali makhluk tersebut.
Di bawah sana terjadi pertempuran antara pasukan Delta-Team dengan makhluk-makhluk itu. Mereka terus ditembaki namun juga terus bermunculan, beberapa yang berhasil mendekat dihabisi dengan tangan kosong oleh tentara.
"Sial. Jumlah mereka terlalu banyak dan terus bertambah." Gerutu seorang tentara di bawah sana. Memang terlihat bahwa makhluk itu terus bermunculan dari berbagai arah, sepertinya suara tembakan tadi menarik perhatian mereka. "Amunisi kita tidak akan cukup untuk melawan mereka semua."
"Hubungi Main-Unit!"
"Delta-Team kepada Main-Unit. Kami benar-benar terkepung. Meminta izin untuk meninggalkan lokasi."
"Izin diberikan. Pastikan cargo SC-008 tetap utuh."
"Kami akan kembali ke Central Zone melalui rute Utara."
"Tinggalkan penanda, kami akan mengirim Unit Sky-Purger dalam 5 menit."
"Dimengerti."
Pasukan itu terus bertarung dengan makhluk yang semakin banyak jumlahnya.
"Pusat kendali akan mengirim unit pesawat tanpa awak kesini. Kita punya waktu 4 menit untuk pergi sebelum ikut ditembaki." Jelas tentara yang sejak tadi berbicara dengan Main-Unit.
Pasukan Delta-Team itu bersiap pergi dari medan pertempuran, meninggalkan makhluk-makhluk yang masih berusaha menyerang mereka.
"Teman-teman." Panggil Hinata, "Posisi kita sekarang berada di atap gedung."
"Kupikir kita juga harus bersembunyi kalau tidak ingin menjadi target pesawat itu." Tambah Hanabi.
"Tapi dimana?!" Sakura tampak bingung, disekitarnya tidak ada tempat bersembunyi. Kecuali-
"Masuk ke pintu, bersembunyilah di tangga." Saran Sasuke melalui walkie-talkie.
"Lalu bagaimana dengan makhluk itu? Bisa saja beberapa ada di dalam gedung." Konohamaru masih mengingat insiden penggedoran pintu itu. Dia pikir tidak hanya satu saja yang ada di dalam gedung ini.
"Melihat kondisi di jalanan, maka ada kemungkinan semua makhluk di dalam gedung sudah turun karena tertarik oleh pertempuran tadi." Menurut Karin. "Lagipula makhluk itu bergerak sangat lambat jika kita harus melawannya."
Perkataan Karin ada benarnya.
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
01.30
Sasuke bersama kelompoknya segera menyingkirkan benda yang digunakan untuk menghalangi pintu.
"Tunggu." Ucap Karin kepada yang lain, "Tenten, lebih baik kau membuang jaket mu jauh-jauh. Jatuhkan saja di belakang gedung."
Tenten tidak mengerti untuk apa dia membuang jaketnya.
Mengetahui kebingungan Tenten dan yang lain, Karin menjelaskan. "Kupikir darah pada jaket itu bisa saja menarik perhatian makhluk apapun itu, sejauh ini mereka menyerang manusia."
Mengerti akan maksud Karin, Tenten segera berjalan ke bagian selatan gedung dan membuang jaketnya ke bawah.
"Cepatlah. Kau tidak ingin menjadi sasaran tembak bukan?" Kata Karin supaya Tenten segera kembali.
Sasuke masuk pertama disusul yang lainnya. Mereka tidak turun ke lantai di bawahnya, tetap berdiam di tangga.
"Aku harap kita aman disini." Ino tidak ingin sesuatu terjadi di dalam sini, mereka tidak bisa lari kemana-mana kalau makhluk itu muncul di tangga.
"Sepertinya doa mu tidak dikabulkan." Kata Karin sambil melihat ke tangga di bawahnya. Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga.
"A-Apa itu?!" Tenten terkejut, "Makhluk itu ada disini?!"
"Ya, beberapa dari mereka." Jelas Karin.
Dalam kegelapan, hanya Karin dan Sasuke yang dapat melihat berkat bantuan Night Vision mereka. Sekarang mereka berdua saling menatap, mengangguk pelan.
"Mereka semakin mendekat."
.
.
.
THE 3F-TEAM
.
.
.
To Be Continued
