THE 3F-TEAM : Abandoned City

.

.

.

Naruto's Belong To Masashi Kishimoto

.

.

.

THE ROOMS

03.32

Di tempat Karin dan yang lain berada, semua masih tertidur kecuali Karin dan Sai. Menunggu jawaban dari rekannya yang sudah pergi selama lebih dari 30 menit.

"Apa yang terjadi? Kenapa tidak ada jawaban.." Tanya Sai, karena tidak juga ada yang menjawab panggilan dari Karin.

Karin tidak menjawab, terus memperhatikan kedua lorong dihadapannya, terus menggenggam erat walkie talkienya. 'Tch. Apa yang kalian lakukan?!'

Tiba-tiba saja walkie talkienya berbunyi.

"Ah, ada yang memencet tombol bicara!" Tanggap Karin. "Tapi siap-"

"Dor!"

Terdengar suara tembakan sangat nyaring dari walkie talkienya. Suara tersebut mengagetkan semua yang ada di ruangan itu. Membangunkan semua yang masih tertidur.

"APA YANG TERJADI?!" Teriak Konohamaru pertama kali bangun.

Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan menggema keluar dari lorong sebelah kanan.

"Sasuke rupanya."

"Apa maksudmu Karin? Suara apa itu?!" Tanya Sai. Sementara yang lain tidak mengerti dengan kondisi yang sedang terjadi.

Karin menjelaskan kepada yang lain, "Setengah jam yang lalu Sasuke dan Naruto pergi menyusuri kedua lorong tersebut untuk mencari jalan keluar yang lain. Naruto pergi ke sebelah kiri, dan Sasuke ke sebelah kanan."

"Dan suara tembakan tadi berasal dari Sasuke." Sambung Sakura sudah mengerti semuanya. "Itu artinya dia dalam bahaya dan tembakan itu sebagai tanda sekaligus membangunkan kita semua. Kita harus segera bersiap-siap."

"Apa mungkin makhluk-makhluk itu ada di dalam sini? Di tempat Sasuke?" Tanya Konohamaru, "Kita harus segera menuju pintu keluar!"

"Tidak. Kita tidak boleh melalui jalan kita masuk sebelumnya." Cegah Sai. "Ada kemungkinan mereka yang kita temui sebelum masuk ke sini masih ada di luar."

"A-Apa? Lalu bagaimana kita bisa keluar dari sini?" Kata Ino, yang ia tahu hanya itu satu-satunya jalan keluar.

"Karena itu lah Naruto dan Sasuke mencari jalan lain di saat kalian tidur." Karin menatap semuanya, "Cepat semuanya bersiap. Matikan lampunya dan berpegangan kembali dengan kami."

Tenten mematikan lampu portable miliknya, sedangkan Konohamaru, Hinata, Hanabi, Sakura dan Karin menggunakan night vision masing-masing.

Sai berpegangan pada Karin, Neji bersama Konohamaru, Hinata memegang Ino sedangkan Hanabi dengan Tenten.

"Lalu kita harus kemana?" Tanya Neji.

"Jangan kesini! Ada makhluk sialan itu disini!" Terdengar suara Sasuke berteriak pada walkie talkie, nafasnya menderu.

Beberapa saat kemudian ada suara orang berlari mendekat dari lorong sebelah kiri, Naruto.

"Naruto? Kau sudah kembali. Bagaimana?" Sakura berharap Naruto menemukan jalan keluar.

"Aku belum menemukan jalan keluar, tapi kalian bisa pergi ke lorong itu. Teruslah berjalan hingga ada pintu besi, lalu kalian masuk ke ruangan tersebut."

"Bagaimana jika-"

"Ruangan itu aman." Naruto mengerti kekhawatiran Konohamaru, "Aku sudah memeriksanya."

"Lalu bagaimana dengan Sasuke?" Tanya Sakura, mengingat Sasuke belum juga kembali.

"Aku akan menunggunya, karena itu aku minta kalian pergi lebih dulu dan menunggu di ruangan itu."

Mereka setuju dengan Naruto, akhirnya pergi meninggalkan Naruto sendiri di tempat itu.

Sakura berjalan paling depan, lalu Konohamaru, Hinata, Hanabi lalu Karin.

"Kalian harus lari!" Teriak Naruto. Dengan itu mereka semua mempercepat langkahnya.

"Tch. Apa sih yang ada di pikiran anak itu?!" Keluh Sakura sambil berlari.

"Tenang lah, mereka pasti punya rencana." Jawab Karin.

Mereka pun terus berlari menyusuri lorong, mencari pintu yang dimaksud.

.

.

.

Sementara Naruto masih menunggu Sasuke di tempatnya. Dia memutuskan untuk menghubungi Sasuke, "Teme! Dimana kau? Cepatlah!"

"Aku mengerti, sebentar lagi."

Beberapa saat kemudian terdengar suara orang berlari mendekat.

"Sasuke?" Naruto menyadari siapa yang datang. Begitu Sasuke tiba, dia langsung berlari ke lorong sebelah kiri.

"Dimana yang lain?!" Tanya Sasuke sambil berlari mengikuti Naruto.

"Aku menyuruh mereka untuk lari lebih dulu!" Jawab Naruto. "Tunggu sebentar!"

Ditengah pelarian, Naruto berhenti dan berbalik arah, seolah menunggu sesuatu.

Melihat hal itu Sasuke tampak kesal, "Apa yang kau lakukan?! Tidak ada gunanya kita melawan mereka!"

Saat itu lah diujung lorong mulai terdengar suara langkah kaki bergerombol mendekat.

Naruto tersenyum dalam kegelapan, menyeringai. "Tunggu saja."

.

.

.

THE 3F-TEAM

.

.

.

03.50

Sakura beserta yang lain terus berlari mengikuti lorong, hingga menemukan sebuah pintu yang menurutnya sesuai perkataan Naruto.

Dia segera membuka pintu itu, lalu masuk lebih dulu disusul yang lain. Setelah semuanya masuk, dia langsung menutup pintu tersebut.

"Hah.. Hah.. Hah.. Apa kita aman disini.." Tenten terdengar kelelahan setelah berlari cukup lama.

"Aku harap begitu." Jawab Karin, sama lelahnya.

"Semoga saja mereka berdua baik-baik saja." Do'a Konohamaru. Mau bagaimanapun tetap saja dia tidak habis pikir, apa rencana sebenarnya dua orang itu?!

"Teman-teman.." Panggil Hinata, mengalihkan fokus yang lain.

"Lihat sekeliling kita." Tambah Hanabi.

Semua langsung memperhatikan sekitarnya..

"I-Ini.. Ruang apa ini?!" Kata Ino. "Apa yang terjadi disini?!"

-DUARR!-

Tiba-tiba terdengar suara ledakan disusul goncangan yang cukup hebat.

"Akhh!"

"Tenten!"

.

.

.

THE 3F-TEAM

.

.

.

Beberapa menit yang lalu..

"Tunggu saja."

Beberapa makhluk mulai bermunculan dari arah mereka datang. Memenuhi lorong, berjalan menghampiri Naruto dan Sasuke.

Melihat hal itu, Sasuke semakin kesal dengan tingkah Naruto. "Apa rencanamu?! Mereka semakin mendekat!"

Naruto tiba-tiba menarik tubuh Sasuke untuk merapatkan punggungnya ke tembok. "Sekarang saatnya."

Naruto memalingkan wajahnya berlawanan arah dari makhluk-makhluk itu, mengangkat tangan kanannya yang memegang sesuatu, "Hasta la vista, baby."

-DUARR!-

Lorong tempat para makhluk tadi berada meledak begitu saja.

"Well, success." Ucap Naruto setelah ledakan selesai. "Ayo, kita pergi dari sini."

Mereka pun kembali berlari.

"Dasar bodoh!" Teriak Sasuke, "Kau berhenti hanya untuk melihat ledakan sedekat itu?!"

"Hahaha, tenang lah. Setidaknya kita memastikan mereka terkena ledakan itu." Tawa Naruto, hingga mereka pun tiba di depan pintu. "Nah, sekarang kita masuk dan bertemu yang lain."

Naruto membuka pintu tersebut, masuk ke dalam bersama Sasuke.

Namun keadaan di dalam membuat mereka bingung.

"Hey, dimana yang lain?" Tanya Sasuke, "Jangan bercanda lagi."

Naruto mengernyitkan dahi, 'Dimana mereka?'

Dia segera menghampiri pintu di ujung ruangan, 'Sial, disini juga tidak ada'

"Apa yang kau cari?" Tanya Sasuke.

Naruto membalikkan badan, menatap rekannya, "Mereka seharusnya sudah ada disini."

"Kalau begitu dimana? Hanya ada kita berdua disini." Kata Sasuke, dia pun mengeluarkan walkie talkienya. "Karin, dimana kalian?"

"Kami sudah ada di dalam ruangan, kalian yang dimana?!" Jawab Karin.

Naruto dan Sasuke saling pandang, bingung. Apa mungkin?

"Sial, mereka pasti salah ruangan."

Sasuke segera berlari menuju pintu keluar. Namun langkahnya terhenti saat Naruto menarik tangannya. "Apa yang kau lakukan? Jangan buang-buang waktu!"

"Tenanglah, sekarang kau ikut aku sebentar." Ajak Naruto, menuju pintu di dalam ruangan tersebut.

Sasuke diam melihat isi ruangan tersebut.

"Semua ini..."

"Ya, kau benar Teme."

.

.

.

THE 3F-TEAM

.

.

.

Karin meletakkan kembali walkie talkienya.

"Bagaimana? Apa kau tau dimana mereka?" Tanya Sakura

Karin menghela nafas, "Tidak. Tapi sudah jelas kita salah ruangan."

Semuanya langsung memperhatikan Karin, "Apa maksudmu?"

"Kau memilih ruangan yang salah Sakura." Kata Hinata.

"Naruto bilang kita masuk ke pintu besi, sedangkan itu. Itu pintu kayu, sudah jelas." Tambah Hanabi.

"Lalu soal ledakan tadi?" Kini Sai yang bertanya.

Karin kembali menghela nafas, "Entahlah, mereka memutuskan koneksi begitu saja."

"Sakura, sudahlah. Tidak ada yang menyalahkan mu karena memimpin jalan. Setidaknya kita selamat." Kata Karin melihat kondisi Sakura. "Kau bantu saja Tenten."

"Baiklah, tapi aku butuh pencahayaan disini."

Neji pun menyalakan lampu portable yang mereka bawa. Kini terlihat jelas kondisi Tenten, terdapat luka di punggungnya.

Sakura menghampiri Tenten, melihat luka yang ada di tubuhnya. "Tidak apa-apa, ini hanya luka ringan. Kau pasti tertimpa sesuatu akibat goncangan tadi."

Sakura mengeluarkan kotak medis dari dalam tasnya, mengobati luka tersebut. "Untung aku selalu membawa kotak ini."

Setelah Sakura selesai mengobati Tenten, Neji mengucapkan terima kasih. Mau bagaimana pun dia tetap khawatir dengan kondisi kekasihnya ini.

"Maaf aku menyeretmu ke kondisi seperti ini."

Tenten bangun, menatap Neji. "Tidak apa-apa, ini kemauan ku untuk ikut kesini dengan mu."

Mereka berdua tersenyum.

-PLENTANG!-

Ada suara benda jatuh dari seberang ruangan itu.

"Suara apa itu?!" Kaget Konohamaru.

"Ssst. Diamlah." Perintah Karin.

Kembali terdengar suara benda jatuh. Disertai suara sesuatu diseret, berjalan.

"Apa?! Makhluk itu ada disini juga?!" Konohamaru tau suara itu, suara geraman itu.

Makhluk itu bermunculan dari ujung ruangan, dimana terdapat pintu lainnya.

'Kita tidak bisa melawannya, bagaimana ini?' Pikir Karin, karena hanya Naruto dan Sasuke yang membawa senjata. Bahkan meskipun mereka ada di sini, senjatanya tidak akan cukup.

"Semuanya tetap diam di tempat masing-masing." Perintah Karin pelan, "Sepertinya mereka belum menyadari kita semua."

"Apa maksud mu? Mereka terus menatap ke arah kami berdua..." Bisik Neji.

Mereka berjalan pelan, mendekati Neji dan Tenten.

'Tolong kami.' Ucap Tenten tanpa suara ke arah yang lain, mulai menangis.

-DUAKK!-

"EVERYBODY GET DOWN!"

-DRRT DRRRT!-

Suara senapan mesin memenuhi ruangan itu, menembaki para makhluk yang ada di sisi lain ruangan. Terus hingga semuanya mati.

"Hah. Hah... Melelahkan." Kata orang yang baru saja mendobrak masuk dan menembakkan senjatanya.

Semuanya melihat ke arah pintu, tempat orang itu berada. "Hello Team."

"APA-APAAN KAU INI! DATANG SEENAKNYA DAN MENEMBAKI KAMI SEMUA!" Teriak Sakura begitu mengetahui siapa yang datang.

"Wow wow, tenang lah. Setidaknya aku sudah menyelamatkan kalian."

"Tch. Lalu dimana Sasuke?"

"Aku di sini Sakura." Jawab Sasuke dari luar.

Semuanya bangkit dari tempatnya masing-masing. Menghampiri Naruto dan Sasuke yang berdiri di pintu keluar.

"Darimana kau mendapatkan senjata itu?" Tanya Karin melihat senjata yang dibawa Naruto, AK-101 dilengkapi GP-30 dibawah larasnya.

"Sudahlah, akan kami ceritakan semuanya. Sekarang kita harus segera pergi dari sini sebelum mereka bangkit lagi."

Karin baru menyadari apa yang dikatakan Naruto, dia melihat ke arah makhluk yang tergeletak itu. Masih bisa bergerak.

"Cepatlah!" Teriak Sasuke dari luar.

Mereka segera keluar dari ruangan tersebut, Naruto menutup pintu setelah semuanya sudah keluar. "Baiklah, sekarang kita ke-"

"HEY! AKU MASIH DI DALAM!" Teriak seseorang dari dalam sambil menggedor pintu.

Naruto kembali membuka pintu, mempersilahkan orang itu keluar, "Pintu ini tidak dikunci, Konohamaru."

"Huh, tetap saja." Konohamaru berjalan meninggalkan yang lain.

"Itu lorong tempat kita datang Konohamaru." Kata Naruto melihat arah perginya Konohamaru.

"Kalau begitu kau cepat jalan duluan!" Konohamaru nampak kesal.

Sedangkan yang lain.. yah, tidak habis pikir bahkan di saat seperti ini Konohamaru tetap bersikap begitu.

.

.

.

THE 3F-TEAM

.

.

.

05.00

Mereka terus berjalan menyusuri lorong, masih belum menemukan jalan keluar. Mau tidak mau mereka harus jalan perlahan karena ada yang dalam kondisi terluka.

"Maaf aku merepotkan kalian.." Ucap Tenten menunduk lesu, merasa tidak enak. Sedangkan di sisinya Neji terus membantunya untuk jalan.

"Uhm. Tidak apa-apa, jangan pikirkan soal itu." Kata Sakura, "Kami senang kok bisa membantu. Anggap saja balas budi atas tumpangan yang kalian berikan."

"Ah, ini dia." Kata Naruto memimpin di depan, membuka sebuah pintu. "Ruangan ini yang aku maksud."

Naruto pun masuk ke ruangan tersebut disusul yang lain, lalu Sasuke menutup pintu karena dia ada di paling belakang.

"Kita istirahat disini sebentar. Nyalakan lampunya."

Neji segera mengambil lampu milik Tenten, lalu menyalakannya dan meletakkan di tengah. "Kenapa kita tidak langsung mencari jalan keluar?"

Naruto duduk, menyandarkan tubuhnya ke tembok, "Santai lah sebentar. Kalian masih butuh istirahat, terutama kekasih mu."

"Dan lebih baik kita makan dulu disini."

Makan? Ya, mereka hampir melupakan soal itu kalau bukan kata-kata Sakura barusan. Semua keadaan ini membuat mereka tidak memikirkan hal seperti makan, karena satu yang diinginkan yaitu segera keluar dari kota mati ini.

Mereka segera mengeluarkan makanan masing-masing, kecuali satu orang.

"Naruto? Kau tidak membawa makanan?" Tanya Sakura melihat Naruto hanya diam saja di tempatnya.

Naruto masih dalam keadaan terpejam, "Aku lupa."

Tiba-tiba saja dirasakan ada orang yang duduk di sampingnya, membuat Naruto membuka mata dan menatap orang itu. "Ada apa Sakura?"

"Ah, tidak perlu. Kau makan saja."

"Tidak." Tegas Sakura. "Aku membawa porsi besar, jadi makanlah."

Sakura membuka kotak makanannya, mulai memakannya sedikit.

"Kau ingin menyuapi ku, eh?"

Mendengar itu wajah Sakura memanas, entah lah itu marah atau apa. Yang jelas wajahnya memerah.

"Diam dan makan saja!" Bentak Sakura langsung memasukkan makanan beserta sendoknya ke dalam mulut Naruto.

"Uhuk! Uhuk!" Naruto terbatuk karena ulah Sakura, "Tidak bisa kah kau halus sedikit?!"

Sedangkan yang lain terkekeh melihat tingkah dua orang itu, sambil terus menghabiskan makanannya masing-masing.

Yah.. Setidaknya biarkan mereka istirahat dulu untuk saat ini.

.

.

.

THE 3F-TEAM

.

.

.

To Be Continued

Well well.. Maap baru update TT-TT

Sebenernya lagi agak sibuk juga sih. Kayaknya. Hehe gaje

Maapkan author newbie ini jika chapternya selalu pendek kayak orangnya (?) TT-TT ...soalnya ini fict pertama saya. Mungkin nanti cerita selanjutnya lebih tinggi -eh lebih panjang lagi dari ini. Soal update juga bakal gajelas kayaknya abis chapter yg ini nih, ada kesibukan lain yang minta diperhatiin duluan soalnya (curcol). Semoga reader sekalian bersabar ya, sabar ini ujian (?). Keep reading and write some review.