It's not too late fall in love, right?

Disclaimer : Masashi Kishimoto

By : wf

Pairing : belum terpikirkan

Warning : OOC, maaf kalau cerita ini masih abal, gaje, dan banyak sekali typo, karena saya masih penulis baru dan masih amatir dan juga kalau ada kesamaan cerita dengan author lain, saya sungguh minta maaf, tapi sungguh ini murbi dari pikiran saya sendiri, I hope you can enjoy reading this story, guys...

Part 1

Terlihat seorang gadis masih setia dibalik selimut nyamannya dan ia tidak memiliki keinginan untuk meninggalkannya. Namun samar-samar ia dapat mendengar seseorang membicarakannya "hm, apa gadis pemalas itu sudah bangun" , namun ia masih terlalu malas untuk bangun dari kasur nyamannya.

"jangan dibangunkan dia nee-san, ruko-nee, baru pulang dari lokasi syutingnya jam 2 dini hari tadi" cegah seorang gadis dengan suara lembut sambil menghalangi pintu kamar tersebut. "mana bisa begitu hina-chan, kita ada jadwal full hari ini, jadi semua harus segera bersiap-siap" sanggah suara pertama tadi. "benar itu, hina-chan, nee-san juga baru pulang tengah malam, namun tetap bisa bangun pagi" tambah seorang gadis lain berambut pirang.

"apa kita terlalu memanjakannya, dan tidak terlalu berani untuk menegurnya, temari-nee" ujar salah satu gadis. "ya mungkin kau benar sakura, mungkin kita terlalu memanjakannya itu sebabnya ia susah diatur" ujar gadis bernama temari. "sudahlah, kalian tidak usah menyesal begitu, biar aku saja yang membangunkan gadis pemalas itu" ujar gadis berambut coklat. "apa kau yakin tenten" tanya temari.

"hm, tadi kan nee-san mengatakan kalau kita ada jadwal, nah lebih baik kita cepat menyelesaikannya, lagi pula masa gara-gara dia rencanaku gagal" jawab gadis bernama tenten itu. Beberapa gadis lain menatap kearah tenten, rencana apa yang dimaksud gadis berambut coklat ini, "rencana apa nee-san" tanya gadis yang dipanggil hina-chan, atau lebih tepatnya bernama hinata. Tenten hanya tersenyum miring menanggapi pertanyaan dari adik bungsunya di grup itu, gadis yang lain, kecuali hinata, saling bertatapan seakan memiliki pendapat yang sama. "jangan bilang, kau tetap ingin ikut balapan liar itu tenten" sahut temari, tenten kembali dengan senyum miringnya. "sudah berapa kali nee-san katakan jangan mengikuti balapan itu, ingat kita ini publik figur, nanti kau malah di cap sebagai bad girl oleh orang, juga siapa tahu kau nanti mendapat masalah lagi dengan para polisi, soalnya kemaren nee-san baru melihat berita, banyak yang tertangkap balapan liar, nee-san mohon jangan ikuti ajang itu lagi, nee-san tidak mau kau mendapat masalah dan juga terluka nantinya" jelas temari sembari menentang rencana gila adiknya itu.

"nee-san tenang saja, aku tidak akan berurusan dengan polisi, lagi pula kalaupun nanti aku tertangkap, kan kalian tetap mau membantuku kan, heheeheh" balas tenten dengan senyum polosnya. Temari menghela nafas lelah dengan semua tingkah unik masing-masing anggotanya. "tidak, nee-san tidak akan membantumu nanti," ujar temari dengan wajah di buat-buat serius, namun tetap berhasil membuat panik tenten.

"hah? Nanti siapa lagi dong yang akan membantuku selain nee-san" protes tenten dengan nada memelas. "nanti biar nee-san adukan pada orang tuamu yang ada di china, biar mereka tahu kelakuan anaknya" balas temari dengan nada mengancam. "hmm, nee-saannn jangan, nanti aku di gunduli oleh mereka" protesnya, "nah, kau tahu apa akibatnya, kenapa kau lakukan itu lagi, nee-san" timpal ino yang sedari tadi sibuk dengan smartphone nya.

"hm, aku hanya sekedar meluangkan hobi balapanku ino, mereka tidak akan mengetahui hobiku jika kalian tidak akan mengatakannya pada mereka" balas tenten. "kenapa kau begitu yakin kalau kami tidak akan mengatakan itu pada mereka, tenten-chan" tanya temari dengan nada yang membuat bulu kuduk tenten meremang. "kaa..karena, kalian kan sangat sayang padaku, jaa..di kalian tidak akan mengatakan pada mereka" ucapnya dengan terbata-bata, karena melihat tatapan tajam dari temari. 'Huh' temari menghela nafas sejenak, "hm, baiklah untuk kali ini, nee-san izinkan, tapi hanya kali ini saja, jika kau kedapatan lagi nanti, kau akan mendapat hukuman yang berat dari nee-san, kau paham tenten" tegas temari pada tenten, tenten dan keempat yang lain seperti melihat shinigami didalam diri temari.

"yey, arigatou, nee-san, kau memang yang paling terbaik, aku sangat menyayangimu" sorak tenten semabari memeluk temari. "hn, tapi lepaskan pelukanmu, sesak sekali rasanya" sahut temari. "hmm, gommenne nee-san" balas tenten dengan tersenyum bodoh.

"hahah" suara tawa dari ino mengalihkan perhatian mereka kearah ino, melupakan permasalahan tenten. "kau kenapa pig, apa yang sedang kau tertawakan" tanya sakura pada ino. "hm. Aku sedang melihat sesuatu yang lucu forehead-nee" jawab ino tanpa melihat kearah sakura dan yang lain. "apa itu, ino-nee" tanya hinata dengan nada penasaran.

"ini lihatlah" ujar ino seraya memperlihatkan apa yang sedang ia lihat. Sakura dan hinata hanya diam tidak memperlihatkan ekspresi mereka, "memang apa sih itu" dengan nada penasaran temari mendekati ketiganya begitupula dengan tenten. "hahaha" tawa tenten juga meledak, sedangkan temari sendiri menahan diri untuk tidak menjitak kepala masing-masing adiknya itu, bayangkan saja foto kalian di parodikan. Susah ya, begini saja, bayangkan foto kalian yang sebenarnya foto itu baik-baik saja, namun di edit sedemikian rupa hingga foto wajah kalian berada di badan seekor babi, didalam foto itu juga terdapat tulisan 'lihat leader dari butterfly, sama pemalasnya dengan seekor babi'. Temari hanya diam tidak memperlihatkan ekspresinya, namun itu cukup membuat ino dan tenten menghentikan tawanya. Menghela nafas sejenak, temari memandang keara ino dan tenten, "yak, apa itu sesuatu yang lucu" perkataan temari cukup membuat mereka menundukkan kepala sambil menyesali perbuatan mereka.

"coba, kalian bayangkan wajah kalian yang berada di situ, bagaimana perasaan kalian" perkataan temari membungkam mulut mereka, masalah foto itu bukan yang pertama, ada juga kasus lain, seperti teror dengan foto berdarah, surat kaleng dan lain-lain. Yang semua isinya kritikan untuk temari, semuanya itu mengatakan kalau temari bukanlah leader yang tepat untuk mereka. Bahkan ada haters yang berani datang ke agensi mereka hanya untuk mengatakan kalau mereka ingin posisi temari harus digantikan oleh sakura dan bahkan ada yang paling parah mereka membuat petisi untuk mengeluarkan temari dari grup butterfly.

"kami minta maaf tema-nee, sungguh kami menyesal" sesal inoten dengan raut wajah penuh penyesalan. "hm, sudahlah, nee-san sudah memaafkan kalian bahkan sebelum kalian minta maaf, mungkin memang benar, kalau nee-san bukan leader yang baik, lagipula foto itu memang lucu, hahahah" ujar temari sembari tertawa hambar. Mendengar itu, membuat penyesalan inoten semakin besar. "hah, kenapa suasananya jadi begini, awalnya kan kita ingin membangunkan naruko, jadi kenapa suasananya canggung begini. Tapi ada yang harus kau ingat tema-nee, kau jangan dengarkan dan hiraukan perkataan orang diluar sana, menurut kami nee-san adalah leader terbaik kami, jadi ayo kita tunjukkan bahwa leader imut kami ini adalah leader terbaik sepanjang masa" sahut sakura dengan semangat agar suasanannya kembali nyaman. "hm, benar apa yang dikatakan saku-nee, nee-san adalah leader terbaik, kami sangat menyayangimu nee-san" timpal hinata, temari terharu mendengar perkataan adik-adiknya tersebut. "nee-san juga sangat menyayangi kalian" balas temari sembari memeluk keempat adik-adiknya itu.

"aah, iya kapan kita akan membangunkan naruko-nee" pertanyaan hinata seakan menyadarkan mereka ke dunia nyata. "ahh, benar juga" sahut tenten. Tenten kemudian melangkah maju untuk membuka pintu kamar itu, namun belum sempat tenten melakukan itu, pintu itu sudah terbuka terlebih dahulu. Menampakkan seorang gadis berambut pirang panjang yang acak-acakan. Gadis itu menguap lebar, beberapa saat kemudian melihat bingung kearah kakak-kakak dan adiknya. Kenapa mereka berkumpul di depan pintu kamarnya, kalimat itu yang ada di dalam kepalanya. "apa yang sedang kalian lakukan di depan kamarku, apakah kalian akan memberikan kejutan ulang tahun untukku, tapi hari ini tanggal 30 agustus, ini bukan ulang tahunku, ahh apa kalian sedang bermain petak umpet" tanyanya dengan nada polos. Yang membuat temari, tenten, ino dan sakura menjadi emosi dan kesal.

"yak, gadis pemalas ini, sempat-sempatnya berpikiran konyol seperti itu, pertanyaan yang paling tepat kenapa kau baru bangun naruko" teriak temari dan yang lain, kecuali hinata kepada naruko. Naruko langsung tersadar, ia merasa melihat empat shinigami pada masing-masing kakaknya ini. "itu..itu, eeh, nee-san kan tahu jikalau ruko baru pulang dari syuting drama pada jam 2 subuh, ruko Cuma ingin beristirahat lebih banyak heheheh" jelas naruko.

"ooh, istirahat"

"hmm, i..iya"

"tidak, karena ini bukan waktunya istirahat"

"heh? Kenapa nee-san?"

"kita ada banyak jadwal hari ini, jadi kalian bersiaplah. Nee-san tunggu 20 menit lagi, cepat" perintah temari. Mendengar itu, mereka semua berlari kekamar masing-masing untuk bersiap-siap tak terkuacuali naruko.

Temari tersenyum puas. Dan berlalu menuju dapur mereka untuk menyiapkan sarapan ala temari, yaitu segelas susu dan roti panggang, karena hanya makanan itu yang dapat ia buat. Setelah selesai menyiapkannya ia tersenyum puas. Dan ia memutuskan untuk memulai sarapannya sembari menunggu anggota grupnya selesai. Namun belum sempat menggigit rotinya, suara ponsel mengalihkan perhatiannya dari kegiatan itu.

"moshi moshi, manager-nee."

"apakah mereka sudah bersiap-siap tema"

"hm, mereka tengah bersiap-siap nee-san"

"baguslah, 30 menit lagi nee-san sampai di dorm kalian"

"ha'i"

Setelah itu, sambungan telponnya terputus. Temari kemudian melanjutkan kembali sarapannya yang tertunda, "apakah manager-nee sudah datang nee-san" sebuah suara mengejutkan temari hampir saja air susunya tumpah. "yak, sakura kau mengagetkan nee-san kau tahu itu" ujar temari pada sakura. "heheheh" sakura terkekeh dan menampilkan senyuman bodohnya.

"hm, apakah ini sarapan kita nee-san"

"hn"

"hm, baiklah ayo mulai makan, tapi kenapa hanya ada roti panggang dan segelas susu nee-san" tanya sakura dengan nada polos. Temari menatap tajam kearahnya, seakan menyadari itu sakura tersenyum bodoh. Ia baru mengingat kalau di dorm ini hanya ia satu-satunya yang pandai memasak.

"aku minta maaf neesan"

"untuk?"

"untuk bangun terlambat hari ini, itu sebabnya aku tidak sempat membuatkan sarapan untuk kita semua"

"hm, tidak apa-apa, lanjutkan sarapanmu" balas temari. "wah ada sarapan" sahut tenten. Tenten kemudian menuju tempat duduknya untuk sarapan. Tak beberapa lama, kemudian hinata datang dan memulai sarapannya dengan para kakaknya ini.

"yak, ino-nee kau yakin ingin pakai baju seperti itu"

"kenapa?"

"kau seperti orang tua jika mengenakannya"

"yak apa kau bilang ruko-chan, seperti orang tua, jangan coba-coba kau katakan lagi atau..!"

"atau apa, nee-san"

"atau semua ramenmu nee-san bakar"

Teriakan naruko terdengar, karena protesannya pada ino. "yak, kalian berdua tiada hari tanpa bertengkar" sahut temari yang mulai jengah dengan teriakan mereka.

"jika kalian, tidak diam, nee-san akan membuang semua ramen dan alat make up yang kalian punya" pernyataan dari temari membungkam mulut mereka, seketika mereka terdiam. "nah, kan begitu bagus, duduk, kita sarapan, karena 10 menit lagi manager-nee akan sampai" ujar temari. Ino dan naruko menuruti perkataan temari dan keduanya memulai sarapan mereka.

'ting tong' suara bel mengalihkan perhatian mereka. "itu pasti manager-nee, ino cepat buka pintunya" perintah temari. "tidak, aku sedang makan tema-nee, kenapa tidak naruko saja" balas ino. "hei kenapa harus aku, aku juga tengah sarapan, kenapa tidak hinata saja" protes naruko. Semua memandang kearah hinata, "yak kenapa harus aku" protes hinata.

"karena kau adalah yang termuda gadis kecil" teriak mereka dengan serempak. Hinata mendengus kesal, namun ia tetap melangkah menuju pintu mereka untuk membukakannya.

"ohayou, hina-hime"

"hm, ohayou mou, manager-nee"

"kau tambah cantik saja, apa mereka sudah selesai?" tanya manager mereka sembari memuji hinata. "arigatou, ha'i mereka tengah sarapan nee-san, ayo masuk" ajak hinata. Keduanya menuju ruang dapur merangkap sebagai ruang makan itu.

"ohayou manager-nee"

"ohayou mou, apa kalian sudah selesai"

"sudah"

"baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat" ajak manager mereka. Mereka mengangguk sebagai tanda persetujuan mereka.

Skip time

Setelah menghadiri acara musik, mereka melanjutkan kegiatan mereka yang lain. "apa jadwal selanjutnya manager-nee" tanya temari pada manager mereka. "hm, selanjutnya kalian akan menjalani pemotretan untuk majalah elle untuk edisi bulan ini, jadi kita akan menuju tempat pemotretannya" ujar manager mereka.

Mereka mengangguk mengerti, setelah satu jam mereka sampai ke lokasi pemotretannya. Mereka terpesona, karena tempatnya merupakan sebuah villa yang terdapat pantai indah. Karena konsep kali ini adalah liburan musim panas.

"oh, butterfly, kalian sudah sampai, wah memang tidak salah mengambil mereka sebagai model, mereka memang cantik semua." Ujar fotographernya. Semua kru dan staff tertawa mendengarnya, termasuk manager mereka. Sedangkan untuk butterfly sendiri hanya tersenyum malu mendengar pujian yang dilontarkan untuk mereka.

"arigatou atas pujiannya"

Setelah beberapa jam melakukan pemotretan, akhirnya mereka dapat beristirahat. "wah hasilnya benar-benar mengagumkan. Kalian benar-benar seperti model profesional" puji perwakilan majalah elle itu. Butterfly grup hanya tersenyum menanggapi itu.

"hm, baiklah, terima kasih untuk kerja keras kalian semua, juga untuk butterfly, terima kasih sudah menjadi model majalah fashion kami" ujarnya lagi. "ha'i, terima kasih kembali, kami akan senang sekali dapat bekerja sama dengan kalian lagi" ujar manager mereka.

"pasti, cha, baiklah kami duluan ya, sampai jumpa"

"ha'i sampai jumpa"

Setelah tim majalah elle pergi, mereka menghela nafas lelah. "cah, ayo kita pergi juga" ajak manager mereka. Mereka semuapun mengangguk dan mulai memasuki van milik mereka.

"kemana lagi kita sekarang manager-nee" tanya naruko dengan nada lelah. "hm, kita akan langsung pulang, kalian pasti capek, untuk hari ini jadwal kita hanya sampai di sini, kalian juga akan libur besok" jelas managernya. "yey" para gadis itu. "hm. Namun untuk naruko, tetap melanjutkan syuting dramanya" jelas managernya dengan senyum evilnya. "yah, manager-nee" teriak naruko.

Mereka semua tertawa melihat tingkah naruko, karena menurut mereka kapan lagi kesempatan mengerjai naruko, kalau bukan sekarang.

.

.

.

TBC

Balasan review

Hatsune Matsuhiko, untuk pair itu, akan author pikirkan, terima kasih untuk review dan juga pendapatnya, jangan segan-segan untuk terus mengatakan pendapatnya, author akan terima dengan senang hati.

Aizen L sousuke, iya, ini udah lanjut, semoga suka dengan chapter pertama ini..

Paijo Payah, iya, terima kasih atas pendapatnya, akan author selalu tingkatkan dan perbaiki cara penulisannya, terimakasih sudah me review.

Taomio, hmm, boleh juga, akan author pertimbangkan, ya sejujurnya, author juga bosan baca fic yang pairnya itu-itu saja heheheh. Terima kasih untuk sarannya.

uchikaze au-chan, hmm, menarik juga, akan author pikirkan, terima kasih sebelumnya atas sarannya.

Rossa350, hmm, baiklah akan author pertimbangkan, heheheh. Iya, ini lanjutannya, terima kasih sudah memberikan saran dan sabar menunggu fic ini, ahh iya salam kenal juga.

Ana, hahahah baiklah akan author pikirkan, karena sejujurnya author juga kurang suka dengan pair sasusaku itu, hahah berarti kita sehati.. heheheh

DAMARWULAN, iya, author juga tidak berencana menjadikan mereka pair seperti itu kok, hmm memang author pengen mencari sesuatu yang berbeda,

Hai hai, ini dia chapter pertamanya, hmm dichapter ini para cowoknya belum muncul ya heheh, karena author ingin khusus menceritakan keseharian para anggota butterfly dulu. Maaf jika ceritanya pendek dan kurang memuaskan, heheheh, karena author hanya penulis amatir dan menulis hanya sekedar hobi.

Nah, kalau reader-san menemukan banyak typo jangan segan-segan untuk mengatakannya dikotak review. Dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca fic author ini. Ahh iya untuk pair masih di buka untuk request nya... okay...

Mind RnR guys.,..