It's not too late fall in love, right?

Disclaimer : Masashi Kishimoto

By : wf

Pairing : belum terpikirkan

Warning : OOC, maaf kalau cerita ini masih abal, gaje, dan banyak sekali typo, karena saya masih penulis baru dan masih amatir dan juga kalau ada kesamaan cerita dengan author lain, saya sungguh minta maaf, tapi sungguh ini murbi dari pikiran saya sendiri, I hope you can enjoy reading this story, guys...

Part 2

Keenam gadis cantik itu keluar dari van pribadi mereka dengan tawa canda riang. Tidak memperdulikan perasaan lelah yang melanda mereka yang disebabkan oleh kegiatan hari ini, karena ketika sudah berkumpul bercanda dan tertawa bersama serasa lelah itu menguap.

"wuuam, aku mengantuk sekali, apa lift ini tidak dapat mempercepat lajunya" keluh gadis bersurai pirang di ikat twin tail itu, kelima gadis yang lain hanya tertawa mendengar keluhan gadis itu. "sabar naruko, kami juga mengantuk, jangan mengeluh begitu" tegur temari pada naruko. "hm, tapi ruko benar-benar mengantuk dan lelah tema-nee, benar-benar ingin tidur, apalagi besok ruko ada pengambilan salah satu adegan yang berlokasi di panti asuhan" keluh naruko kembali.

Mereka menatap bingung kearah naruko, mengerti maksud tatapan para anggota grupnya, naruko melanjutkan perkataannya "hm, salah satu adegan itu bercerita kalau pemeran utamanya, yaitu aku, menyukai anak-anak dan selalu datang dengan rutin ke panti asuhan untuk sekedar bermain dan membantu pekerjaan pengurus mereka, bagaimana menurut kalian nee-san, hina-chan apa yang harus ruko persiapkan?".

"ooh, tapi menurut ino-nee, adegan itu tidak terlalu sulit, apalagi kalau ruko kan memang suka dengan anak kecil, jadi tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam berakting" ucap ino yang memberikan pendapatnya. "betul itu apa yang dikatakan ino, ruko-chan, kau tidak perlu melakukan persiapan apa-apa, karena nee-san yakin semuanya sudah dipersiapkan oleh para kru dan staff nya itu" sambung tenten yang juga memberikan pendapatnya.

"aah, kalau menurut saki-nee, kau harus melakukan kegiatan yang dapat menyenangkan anak-anak ruko-chan, dengan begitu aktingmu akan lebih terlihat natural, walau sebenarnya ruko-chan juga menyukai anak-anak dan sering bermain dengan mereka" jelas sakura yang juga menyuarakan pendapatnya. "hm, benar apa yang dikatakan saki, kau tinggal melakukan hal-hal yang di sukai oleh anak-anak" tambah temari seraya membenarkan pendapat sakura. Naruko menatap bingung kearah sakura dan temari, "hm, kegiatan yang bagaimana? Saki-nee, tema-nee?" tanya naruko.

Sakura dan Temari menghela nafas sejenak mendengar perkataan polos dari adik mereka itu. "kegiatan yang disukai anak-anak, atau kegiatan yang paling sering di mainkan anak-anak" jawab temari, "contohnya" tanya naruko lagi dengan ekspresi wajah bodohnya.

"arrgh, kenapa tema-nee menjitakku" kesal naruko pada temari yang tanpa rasa bersalah menjitak kepala salah satu adik pirangnya itu. Keempat gadis yang lain, hanya menghela nafas lelah, sudah terlalu biasa menghadapi naruko yang agak kurang 'pandai' jika tidak ingin menyebutnya bodoh ataupun lemot.

"kau yang jawab saki" pasrah temari sembari menyerahkannya pada sakura. Sementara sakura, ia menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan naruko. "lakukan saja kegiatan yang sering kau lakukan di taman, bersama dengan anak-anak komplek apart ini ruko-chan" jawab sakura.

"yosh, baiklah akan ruko lakukan, arigatou atas sarannya ya nee-san" ujar naruko seraya memeluk sakura. "iya sama-sama" balas sakura.

Dengan balasan terakhir dari sakura itu, lift yang mereka masuki terbuka, menampilkan lantai yang mereka tuju. Dalam perjalanan menuju pintu dorm mereka, hinata tiba-tiba bersuara "hm, besok kan libur, bagaimana kalau kita pergi ke pantai nee-san" ujar hinata yang sedari tadi diam.

"hm, ide bagus itu, aku setuju" ujar ino dengan semangat yang kemudian di anggukan setuju oleh tenten. "aku sih setuju-setuju saja, bagaimana tema-nee" tanya sakura. "nee-san, juga setuju, biar nanti nee-san tanya dulu pada manager-nee, okay" balas temari dengan nada setuju dengan usulan adik bungsu mereka.

"yah,,, kok gitu, ruko kan juga mau ikut" keluh naruko. "tidak bisa ruko-chan, kau kan ada jadwal syuting untuk esok pagi bukan" tanya temari. "yahh, tidak kenapa kau mengingatkan aku tentang hal itu, tema-nee" keluh naruko tanpa sadar ia menjambak rambutnya sendiri. Kelima gadis yang lain hanya tertawa dengan tingkah unik dari naruko.

"kau tenang saja ruko, bukan hanya kau saja yang tidak akan ikut dengan mereka nee-san juga tidak akan ikut, jadi kita sama" ujar tenten dengan nada menyemangat. Temari dan Sakura membulatkan kedua mata mereka, jangan bilang kalau 'acara' tenten itu dilakukan hari ini. "jangan katakan kalau acaramu itu dilakukan malam ini tenten-chan" tanya temari dengan nada penuh tekanan di bagian acara itu, tenten hanya menampilkan senyum canggungnya.

Mereka terdiam beberapa saat, ketika mendengar perkataan dari tenten. Jujur, mereka, terutama temari tidak tahu apalagi yang harus mereka lakukan agar tenten dapat berhenti dari kebiasaan itu. Mereka hanya berharap jika suatu saat ada seseorang yang dapat mengubah kebiasaan buruknya.

"ahh, akhirnya sampai juga di kamar kesayanganku ini, lelahnya" seru naruko sambil meletakkan tubuhnya ke atas kasurnya bersama dengan tenten itu, karena terlalu lelah ia mulai tertidur.

... ...

Seorang gadis tengah berjalan perlahan berusaha tidak menimbulkan suara yang menyebabkan penghuni yang lain terbangun. Ia hampir mencapai pintu keluar, jika seandainya tidak dihalangi oleh seseorang.

'shit' umpatnya dalam hati, ia tahu betul siapa yang menghalangi pintu masuk dorm mereka itu. Gadis itu mendongakkan kepalanya agar dapat melihat kearah gadis yang tengah berdiri tepat didepan pintu itu.

Tenten, nama gadis yang tengah berusaha menyelinap keluar dari dorm mereka. Tengah tersenyum kaku kearah gadis yang mendapatkan gelar sebagai pemimpin yang tegas dari para pakar musik dan juga penggemar mereka, siapa lagi kalau bukan Temari.

"kali ini nee-san izinkan kau pergi, tapi jika nanti terjadi sesuatu cepat hubungi nee-san ataupun sakura, jangan sampai kejadian seperti kemarin-kemarin terulangi lagi" ujar temari. Tenten yang mendengar itu tersenyum lebar, "terima kasih nee-san cantik, aku akan mengingatnya" ujar tenten sembari memeluk temari.

"eitthh. Dengan satu syarat ini adalah balapan liar terakhirmu oke" tegas temari dengan wajah yang sangat tidak tenten sukai. "ha'i, ha'i" balas tenten dengan setengah hati. "hm aku pergi bye tema-nee yang cantik" sahut tenten dengan senyum manisnya, sambil melangkah kearah pintu, kemudian mengetikkan password dorm mereka. Sekali lagi ia tersenyum manis kearah temari sebelum ia melangkah keluar dan meninggalkan dorm mereka. "hm, dasar" setelah itu temari membalikan badannya saat ia telah menutup pintunya, "kyaaa" "kalian kenapa ada disini, kenapa belum tidur" tanya temari yang awalnya terkejut melihat keempat adiknya yang lain tiba-tiba sudah berada di belakangnya.

"hmm, kami terbangun karena naruko, karena ia tidak menemukan tenten disampingnya, makanya ia membangunkan kami, nee-san" keluh ino pada temari. "benar yang dikatakan oleh ino-nee, tema-nee, hina tadi terbangun karena ruko-nee, yang mengetuk kencang kamar kita berdua" sambung hinata dengan nada manja pada temari.

"apa tenten-nee benar-benar sudah pergi tema-nee?" tanya sakura. Pertanyaan sakura sentak membuat ke tiga adiknya itu membulatkan mata mereka, walau mereka terkejut tetap saja mereka tetap tampak imut dan lucu sekali. Temari tersenyum lembut mendengar pertanyaan sakura, "hm, dia pergi kesana. Jadi lebih baik kita doakan saja agar ia menang, lagipula ini adalah balapan terakhirnya, nee-san dan dia sudah membuat kesepakatan agar kedepannya ia tidak mengikuti hal-hal seperti itu lagi, bagaimanapun kan ia tetaplah seorang perempuan" ujar temari.

"hah? Benarkah tenten-nee, pergi ke balapan itu tema-nee? Dan ia sudah berjanji ini yang terakhir?" ujar ino, naruko dan hinata secara bersamaan, mereka terkejut dengan penjelasan temari. "tapi, aku tidak yakin ini akan menjadi yang terakhir buatnya, pastinya akan ada balapan-balapan lain, ia pasti akan tetap membohongi kita lagi nee-san" ujar sakura dengan nada yang mengejek. Ia memang tidak dapat mempercayai tenten dengan penuh, karena disebabkan masalah ini. Bagi orang lain perkataan sakura mungkin terdengar kejam, namun bagi mereka itu sudah biasa, karena mereka mengerti dan paham jikalau sakura hanya lelah menghadapi sikap tenten yang seperti itu.

"hmm, jangan berkata seperti itu saki-nee, bagaimanapun kita sudah seperti keluarga, kita sudah bersama-sama sejak lama, jadi jangan berfikir negatif dulu tentang tenten-nee, berikan ia ruang untuk menyalurkan hobinya untuk terakhir kalinya, tidak ada salahnya bukan, walau hina tahu jika hobinya terkadang mengakibatkan masalah setidaknya dengan itu ia merasa senang, karena hobi setiap orangkan berbeda, anggap saja hobi tenten-nee itu unik yang tidak semua gadis menyukainya, namun selama ia dapat menjaga dirinya sendiri apa salahnya, hina tahu saki-nee Cuma lelah mengingatkan dia, namun percayalah hina yakin jika suatu hari nanti tenten-nee akan berubah kearah yang baik, kita hanya perlu tetap ada di sampingnya untuk selalu memberikan nasihat dan juga pengingat jikalau ia akan terjerumus kembali" ujar hinata dengan nada lembut dan tenang. Keempat kakaknya itu menatap tak percaya padanya, mereka memang tahu jika anggota termuda mereka terkadang dapat berpikir dewasa di bandingkan mereka. Karena memberikan kata-kata yang bijak.

"hm, apa yang dikatakan oleh hina-chan betul forehead-nee, kita tidak boleh terlalu memberikan tekanan pada tenten-nee, kita kan hanya kita keluarganya yang ada di jepang" sambung ino yang menyetujui perkataan yang dilontarkan oleh adik bungsu mereka.

Sakura kemudian tersenyum, ia menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujui pendapat dari kedua adiknya. Sakura melangkahkan kedua kakinya ke arah ino dan hinata, kemudian memeluknya.

"tema-ne, ruko juga ingin dipeluk" rengek naruko pada temari. "baiklah ayo kesini biar nee-san peluk kau ruko-chan" ujar temari pada naruko yang disambut dengan semangat dan ia berlari menuju temari. Ino, Sakura dan Hinata tertawa melihat tingkah konyol naruko, "sebenarnya di grup ini siapa yang sih yang anggota termudanya, hinata atau naruko. Sebab hinata jauh lebih dewasa dibandingkan denganmu naruko" ujar ino dengan nada mengejek. Mendengar itu naruko yang mendengar itu mengembungkan kedua pipinya.

"kau juga sama, pig-nee, kau juga jauh lebih kekanakan dibandingkan hina-chan, jangan lupakan itu" balas naruko dengan senyuman mengejeknya juga.

"apa kau bilang NARUKO? Coba katakan sekali lagi" ucap ino dengan nada penuh penekanan.

"pig-nee, kekanakan"

"kau yang kekanakan baka"

"dasar pig"

"apa kau bilang kitsune"

"pig"

"kitsune"

"pirang"

"kau juga pirang, baka"

"boneka"

"rubah"

"gitar spanyol"

"dada rata"

"tinggi"

"pen..." "auuuhh, sakit tema-nee/saki-nee" ujar mereka berdua dengan serempak. Bukannya dilepaskan temari dan sakura menambah kekuatan mereka dalam menarik telinga keduanya.

Sedangkan hinata hanya tertawa melihat kedua kakaknya itu dihukum oleh temari dan juga sakura, hinata selalu menikmati tingkah konyol kedua kakaknya ini. Setiap kali mereka bertengkar, itu adalah hiburan tersendiri untuk melepaskan kelelahan setelah menjalani jadwal mereka yang padat.

"sudahlah ayo kembali tidur ini sudah jam 10 malam, jikalau kalian tidak ingin terlambat untuk berlibur kepantai, dan untuk naruko kau harus istirahat, besok kau ada jadwal syuting yang padat mulai dari pagi, cepat kalian kembali kekamar masing-masing" perintah temari.

Tanpa pikir panjang keempatnya, berlari-lari menuju kamar masing-masing. "aah, besok pasti akan menjadi hari yang panjang, tenten semoga kau baik-baik saja di arena balapan itu" monolog temari.

... ...

Tenten mengemudikan Mobil Lamborghini Aventador J nya dengan kecepatan tinggi, ia mengejar dan berusaha memotong mobil-mobil itu, ia memotong jalan dari mobil-mobil pembalap lainnya dengan indah.

"baiklah, tenten, ini adalah lintasan terakhir, kau harus tenang, kau pasti dapat mengalahkan mobil yang ada didepan itu" ujar tenten pada dirinya sendiri, sambil terus mencari celah untuk dapat melewati mobil itu.

Setelah melihat ada celah disekitar sebelah kanan mobil itu, ia mencoba mengemudikannya kearah itu, namun beberapa detik sebelum ia mencapai ke dekat mobil itu, mobil tersebut menghalanginya, kemudian tenten menuju sisi sebelah kirinya, namun tetap saja mobil tersebut menghalanginya, begitu seterusnya hingga kegaris finish.

"shit" umpat tenten mendapati ia kalah dari mobil yang bermerk Veneno itu sambil memukul stir mobilnya. Tenten keluar dari mobilnya ketika teman dekatnya di arena balapan mobilnya mengetuk jendela mobilnya.

"kau tidak apa-apakan tenten-chan" tanya seorang gadis berambut merah panjang yang terurai, juga ia memakai kacamata dengan iris hazel pada kedua matanya, gadis ini bernama lengkap, Uzumaki Karin. "aku tidak apa-apa kok, karin, tapi sudah berapa kali aku katakan jangan panggil aku dengan sebutan itu, mereka yang ada disini tidak ada yang mengetahui kalau aku adalah tenten Butterfly, yang mereka hanya mengenalku dengan nama black rose, jadi jangan panggil aku dengan nama asliku, okay, karin" jelas tenten pada gadis yang bernama karin itu.

"hmm, baiklah, gomenne sudah memanggilmu dengan nama aslimu, namun tadi itu sungguh khawatir dengan keadaanmu, kukira kau kenapa-kenapa" sesal karin pada tenten, "hm, sudahlah, tidak apa-apa, tapi besok-besok jangan diulangi lagi ya" ujar tenten pada karin.

"siap kapten" seru karin dengan semangat, tingkah lucu karin membuat tawa tenten pecah. Setelah puas tertawa, tenten menolehkan kepalanya pada keramaian orang yang mengelilingi pemenang balapan malam itu. "eeh, karin, kau tahu siapa pemuda berambut merah maroon itu, yang menjadi pemenang balapan malam ini" tanya tenten pada karin.

"hmm, dia ya, kalau tidak salah namanya Akasuna Sasori, ia adalah pembalap yang sangat terkenal di daerah Kyoto, ia dikenal dengan Black Knight, ia selalu memenangkan semua turnamen balapan di kota itu bahkan sampai kekota-kota lain selain Kyoto, dan malam ini ia menunjukan kemampuan balapan liar di Tokyo, karena misinya ia ingin menjadi king of night. Begitulah yang aku dengar" jelas karin.

"sasori ya" gumam tenten seraya menatap lekat pemuda bersurai merah itu, harus tenten akui ia adalah pemuda yang tampan, walau memiliki wajah yang imut. Ia terus menatap pemuda itu, yang tanpa ia sadari kedua mata mereka saling menatap. Tenten yang tahu itu memalingkan kedua matanya, ia merasa malu karena ketahuan menatap lekat pada pemuda itu.

"kau menyukainya, rose" suara dari karin membuat tenten membulatkan matanya, seketika ia merasakan pipinya memanas, 'apa iya menyukai sasori?' batin tenten. "ten... tenten" panggil karin seraya menggoyangkan bahu tenten. "ada apa karin, dan kumohon karin jangan memanggilku dengan sebutan itu" sahut tenten. "hmm, gomen, kau kenapa apa benar kau menyukai pemuda kyoto itu?" tanya karin kembali. "tidak" ujar tenten dengan tegas.

"tapi kenapa kau menanyakan tentangnya padaku"

"aku hanya penasaran karin, tidak ada alasan lain"

"benarkah?"

"iya, kau tidak percaya padaku"

"baik.. baiklah aku percaya padamu" ujar karin pada akhirnya , berdebat dengan gadis yang ada didepannya ini hanya akan membuang-buang waktunya saja.

"hai girls" sapa beberapa pemuda yang cukup mereka kenal, "hn" balas kedua gadis yang berbeda warna rambut ini. "yah, kenapa kalian selalu dingin pada kami" protes seorang pemuda berambut hitam dengan tato segitiga terbalik di kedua pipinya. "benar yang dikatakan kiba, kenapa kalian masih bersikap seperti pada kami, kan kita sudah cukup mengenal" sambung pemuda yang bernama lengkap Akamichi Chouji.

"hn" tambah seorang pemuda yang bernama Aburame Shino.

"bagaimana kalau kita pergi ke klub, untuk merayakan kemenangan kedua yang diraih oleh rose" seru kiba dengan penuh semangat.

"benar itu, ayo kita rayakan dengan minum-minum bersama, lagipula kita sudah lama tidak minum bersama, ayolah rose, karin" sambung chouji dengan semangat juga.

"gak mau, terakhir kali kami ikut dengan kalian, mendapatkan masalah, ayo kita pergi rose" ajak karin pada tenten. Tapi yang diajak hanya berdiam diri seakan tengah memikirkan tawaran dari beberapa orang pemuda ini.

"baiklah, aku akan ikut dengan kalian" ucap tenten dengan singkat. "yey" ketiganya bersorak gembira mendengar ajakan mereka diterima oleh tenten. "kau mau ikut kan karin" ajak tenten dengan senyum manisnya, namun bagi karin itu adalah senyum malaikat maut. Dalam senyuman itu tenten seakan menyampaikan pesan, 'jika kau tidak ingin ikut, kau akan mati' begitulah yang dapat diterjemahkan oleh karin. Dengan menghela nafas sejenak, karin menganggukkan kepalanya pelan, senyum tenten semakin lebar melihatnya.

"chaaa,, ayo kita berangkat" ajak kiba dan chouji dengan semangat. Kelima manusia itu meninggal lapangan balapan itu dengan penuh senyuman, tanpa mereka interaksi mereka dari awal di lihat oleh seorang pemuda berambut merah.

Skip time

"karin, segelas lagi" racau seorang gadis berambut coklat panjang bergelombang yang digulung berantakan. "tidak, kau sudah banyak minum dari tadi, kau ingin membuat membermu khawatir jika melihatmu seperti itu" tolak karin atas permintaan gadis berambut coklat itu.

"tiiddak, mereka tidak akan khawatir denganku, aku tahu mereka sudah lelah mengingatkanku, jadi kau tenang saja, aaahh tambah lagi karin" racau tenten dengan kesadaran yang telah hilang.

Karin menghela nafas pelan, sebelum menuangkan kembali wine kedalam gelas tenten. "kau tahu karin, kadang aku merasa capek." Racau tenten kembali sembari menepuk-nepuk dadanya. "aku...aku ingin hidup normal seperti kebanyakan orang, tidak terikat seperti ini, semua yang ingin aku lakukan dibatasi. Kau tahu karin, aku sering merasa muak dengan kehidupan yang aku jalani sekarang, aku tidak lagi suka berada di dunia ini. Setiap hari akan terus bertambah jadwal yang padat, aku capek, sangat capek. Tapi kau tidak tahu dapat berbuat apa-apa. Aku ingin berhenti, tapi setiap aku ingin berhenti wajah bahagia para memberku terbayang, karin aku harus bagaimana?" racau tenten.

Ia terus saja menuangkan wine itu ke gelasnya, namun ketika gelas terakhirnya akan ia minum, tiba-tiba gelas itu direbut oleh seseorang.

"tidak baik seorang gadis minum-minum sendirian" suara tegas khas pria dewasa terdengar, tenten mendongakkan kepalanya untuk menoleh kearah pria itu.

"ppak komisaris polisi, apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya tenten pada pria berambut hitam dengan gaya seperti nenas, mata kuacinya menatap tajam kearah gadis itu, pria itu memiliki nama lengkap Nara Shikamaru.

"saya bukan lagi komisaris polisi, nona merepotkan" ujar shikamaru dengan nada santai, ia kemudian meminum segelas wine yang ia rebut dari tenten. "hm, benarkah? Kau dipecat? Aaah mungkin saja, jadi sebab itu kau berada di sini, untuk melampiaskan depresimu, ayo minum bersamaku saja, pak" ujar tenten sembari menuangkan wine di gelas shikamaru.

Shikamaru menatap kearah gelas yang telah terisi itu, dan melihat kearah tenten dengan tatapan lekat.

Shikamaru pov

Aku menatap lekat gadis yang berada dihadapanku ini, ia tampak cantik. Shikamaru apa yang baru saja kau pikirkan, kenapa aku memikirkan gadis ini. Aku bertemu dengannya pertama kalinya pada saat aku sedang patroli malam.

Saat itu aku baru menjabat sebagai inspektur polisi, kalau tidak salah itu sudah 2 tahun yang lalu.

Flashback

"baiklah tim, kita di perintahkan oleh komisaris, untuk memburu balapan liar" jelas shikamaru pada timnya. "siap pak" ujar tim shikamaru. Setelah semua persiapan telah mereka lakukan, mereka kemudian menuju tempat balapan liar itu diadakan.

Serinai kepolisian terdengar, para pembalap liar dan juga penontonnya panik. Mereka berusaha untuk melarikan diri.

Beberapa jam setelah pemburuan, banyak yang berhasil melarikan diri namun banyak juga yang berhasil tertangkap. Termasuk pembalap dengan kode nama Black Rose.

Dan disinilah sekarang pembalap itu, ia berada di sebuah ruangan introgasi.

"baiklah, apa kau tahu apa yang telah kau perbuat, nona" tanya shikamaru pada black rose. Pembalap itu hanya diam tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan pembuka dari shikamaru.

"siapa namamu?"

"black rose"

"bukan nama balapmu nona merepotkan, namun nama aslimu"

"Xi Tenten"

"umur?"

"21 tahun"

"pekerjaan?"

"Penyanyi"

"alamat?"

"jl. XXXX. No 12 apart Rose, Tokyo"

"apa alasanmu mengikuti balapan itu, kau tahu kau masih terlalu muda untuk itu, lagipula kau itu seorang gadis"

"tidak ada alasan yang penting, aku mengikutinya hanya karena hobi"

"tapi, sayang hobimu itu dapat membahayakan masyarakat sekitar nona merepotkan"

Tenten hanya diam, "baiklah aku sudah menghubungi walimu, sebentar lagi ia akan menjemputmu, untuk seterusnya jangan kau ulangi lagi perbuatan burukmu itu ya, nona merepotkan" ujar shikamaru.

End of Flashback

Aku mengira pada awalnya itu adalah pertemuan kami yang terakhir, karena setelah itu aku di angkat menjadi komisaris kepolisian. Namun siapa sangka aku semakin sering bertemu dengannya, banyak sekali pelanggaran yang telah ia lakukan.

Jadi, kepolisian tidak heran dengan keberadaannya di sana. Aku ingin tertawa jika mengingatnya.

Aku meminum wine yang ia berikan padaku, aku menatapnya. "kau bertanya kenapa saya bisa berada disini? Saya bukannya di pecat nona, bahkan saya sudah di promosikan sebagai komisaris besar polisi" jawabku dengan nada tegas.

Ia melihatku dengan tatapan tidak percayanya. "berhenti bercanda denganku, shika. Aku tidak sedang ingin bercanda denganmu" sahutnya padaku di tengah hilangnya kesadarannya disebabkan oleh mabuk.

'shika' aku sungguh merindukan panggilan itu darinya, harus kuakui, setiap ia membuat masalah, aku yang paling sering menanganinya. Dan dari situlah kami mulai akrab, ia sering bercerita padaku, kenapa ia dapat berbuat pelanggaran itu. Ia hanya menghilangkan rasa bosannya dan lelahnya dengan hobi itu.

Kami juga berbagi cerita lewat komunikasi smartphone. "aku tidak bercanda, ten. Aku serius" jawabku atas pertanyaannya. "wah, kalau begitu selamat, tapi bagaimana kau bisa ada di sini" tanyanya lagi padaku sambil menuangkan wine kegelasku.

"aku melihatmu disini melalui gps ku"

"yak, kau stalkerku ya" bentaknya padaku, "aku tidak akan menimbulkan masalah lagi, aku sudah berjanji pada tema-nee jika ini yang terakhir, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi" ujarnya lagi padaku.

Aku tidak menanggapi perkataannya, bagaimana bisa berhenti mengkhawatikannya. Jika ia tetap seperti ini, "kau tahu, shika. Aku akan jujur padamu, kau tahu kan, kau adalah pria pertama yang dekat denganku selain ayah dan juga anggota keluarga laki-laki yang aku miliki. Aku tidak tahu kenapa aku bisa sedekat itu denganmu, karena kau tahu aku adalah gadis yang agak susah untuk berinteraksi dengan laki-laki. Namun, bersamamu aku merasakan kenyamanan dan juga perasaan terlindungi, shika apa aku menyukaimu?" katanya padaku sambil terus meminum wine itu.

Aku membeku mendengar perkataannya, aku tidak mengerti kenapa detak jantung bergerak dengan cepat. Apa aku terkena serangan jantung? Apa aku perlu memeriksakan jantungku pada Naruto?.

'pluk' tiba-tiba kedua pipiku di sentuh oleh tenten, ia menatapku lekat. Dapat aku lihat iris coklatnya yang menawan, entah setan apa yang merasukiku, aku menarik tangannya dan kemudian.

'cup'

Aku menciumnya tepat di bibirnya, ia terkejut dengan apa yang telah aku lakukan, namun tidak beberapa lama kemudian ia menutup kedua matanya dan membalas ciumanku.

End of Shikamaru Pov

... ...

Di sebuah dorm tepatnya diruangan makan, keenam gadis cantik tengah menikmati sarapan. Mereka sarapan penuh keceriaan dan juga canda tawa.

Setelah mereka menyelesaikan sarapannya mereka berkumpul diruangan, kecuali Naruko. Karena ia telah pergi meninggalkan dorm mereka untuk syuting drama.

"hm, tema-nee aku boleh bertanya tidak" ujar tenten pada temari. "hmm, nee-san, tahu apa yang akan kau tanyakan, kau kemarin malam di antar oleh pak shikamaru, dalam keadaan mabuk berat. Yak kenapa kau mabuk-mabukan tenten-chan" jawab temari.

"oooh, hah? Dia, bagaimana bisa? Semalam itu teman-temanku mengajakku minum-minum dulu, aku tidak menyangka aku akan semabuk itu" ujar tenten dengan nada bersalah.

"katanya ia kebetulan berada di sekitar situ, ia melihatmu lewat gpsnya dan kemudian menghampirimu dan menemanimu serta mengantarkanmu pulang, kalau tidak salah jam 2 dini hari, ten-nee" tambah hinata.

"aah bagaimana kalau kita kepantainya sekarang saja, setelah dari pantai kita jalan-jalan, atau sebaliknya jalan-jalan dulu baru setelah itu kita kepantai" ujar ino tiba-tiba untuk menghilangkan canggung diantara mereka.

"baiklah, kalian bersiap saja dulu, neesan akan menelpon manager dulu" perintah temari pada keempat adiknya. Mereka berempat menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui usulan temari.

.

.

.

.

.

TBC

Balasan review

Hatsune Matsuhiko, belum tahu ada atau tidak, namun sempat terpikirkan juga... terima kasih sudah mereview hasune-san, jangan bosan-bosan untuk membaca dan mereviewnya ya...

Ana, akan author pikirkan, namun belum pasti ya,, heheheh tapi akan author usahakan,,, terima kasih sudah mereview...

Kimeiku, terima kasih atas pendapatnya, akan author usahakannya... terima kasih sudah mereview...

Taomio, iya sama dong, di chapter ini udah lebih panjang sedikit, heheheh ahh iiya akan ada interaksinya kok... terima kasih sudah mereview...

Rossa350, untuk sasuhina akan coba author pikirkan, heheheh kenapa hinata hanya dipanggil hina-chan tidak nee, karena di fic ini hinata adalah tokoh paling muda, heheheh gak tersinggung kok ini udah lanjut... terima kasih sudah mereview...

Hai hai, ini dia chapter kedua, hmm dichapter ini para cowoknya yang baru muncul shikamaru dulu, heheh maaf jika mengecewakan para pembacanya, karena author ingin khusus menceritakan hubungan shika dan tenten dulu. Pasti pertanyaan muncul apa shika dengan tenten, jawabannya iya. Author akan memasangkan kembali ShikaTen seperti di fic author yang satu itu. Heheheh.. soalnya mulai chap depan akan muncul cerita tokoh utamanya sendiri akan muncul,, antara naruto, sasuke, sai, neji dan juga gaara dengan para gadis yang lain.

Maaf jika ceritanya pendek dan kurang memuaskan, heheheh, karena author hanya penulis amatir dan menulis hanya sekedar hobi.

Nah, kalau reader-san menemukan banyak typo jangan segan-segan untuk mengatakannya dikotak review. Dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca fic author ini. Ahh iya untuk pair masih di buka untuk request nya... okay... aah iya author lupa untuk part 3 nya akan author up date paling lambat hari minggu...

Mind RnR guys.,..