Title : Can I Touch You?

Author : DandelionLeon

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Xi Luhan.

Genre : romance, supranatural, lil' bit of hurt.

rate : T

Pairing : Chanbaek. Slight! HunBaek

Disclaimer : semua pemeran disini sepenuhnya hanya saya pinjam namanya aja. Isi cerita murni dari isi kepala saya.

Warning! GS(gender switch) , isi cerita aneh, gak masuk akal, awas meriang XD , DLDR!

Recomended song : Ali - Hurt

.

.

"Berhentilah memikirkan gadis itu! Kau itu roh!"

"Kris hyung?"

Chanyeol tersentak saat seorang dengan stelan jas putih mendekatinya yang kini tengah berada di salah satu atap gedung tinggi di Seoul.

Sosok bernama Kris itu mendekati Chanyeol lalu menepuk bahunya.

"Jangan menaruh perasaan padanya Chanyeol. Ingatlah bahwa kau dan gadis itu berbeda."

Chanyeol terdiam, terlihat seperti memikirkan sesuatu. Ucapan Kris benar-benar menyakitinya. Chanyeol tak paham, mengapa ia bisa merasakan perasaan sakit seperti sekarang.

"Kau harus selalu ingat Yeol, waktumu di dunia tidak banyak. Kau harus mempergunakan waktumu sebaik yang kau bisa."

WUSSSHHH... Hilang. Hanya semilir angin yang menyapa. Chanyeol terdiam, tak mampu berkata lagi. Dirinya merasa konyol. Berani memiliki perasaan pada makhluk yang berbeda darinya.

"Harusnya kau sadar, bahwa kau itu tak pantas dengannya." Gumamnya lirih.

Ia tak menampik segala hal yang telah terjadi pada dirinya. Tentang takdirnya yang entah mengapa bisa menjadi seperti sekarang. Chanyeol masih berusaha mengingatnya.

.

.

.

Can I Touch You?

.

.

Dandelionleon present...

.

.

Enjoy~

.

.

Baekhyun duduk di atas ranjangnya. Tangannya sedari tadi mengusap kedua pipi tirusnya yang merah. Sesekali ia akan tertawa. Terdengar aneh. Atau mungkin Baekhyun sudah gila?

Baekhyun tak mengerti dengan dirinya sendiri. Tentang rasa bahagia yang menjalar dihatinya secara tiba-tiba membuatnya sedikit aneh dengan itu. Hanya karena seorang lelaki ia bertingkah seperti sekarang. Gadis itu memang tak begitu paham dengan perasaan suka untuk lelaki-dan ia memang tak pernah merasakan perasaan itu. Tetapi lain halnya dengan sekarang. Sehun, lelaki itu memang sempat menarik perhatiannya beberapa kali. Bukan hanya karena secara fisik lelaki itu saja, namun karena kepintaran dan juga sikapnya yang terkenal baik membuat Baekhyun memiliki rasa simpati terhadap lelaki itu.

Ia berkilah dengan perasaannya sendiri. Bahwa itu semua hanyalah perasaan sesat yang hanya akan membuatnya bertindak bodoh nantinya.

"Fokuskan dirimu pada kehidupanmu saja, Baekhyun!" Gumamnya pelan.

Tak ia sadari jika sejak tadi Chanyeol terus memperhatikannya dalam diam dengan pandangan tak suka. Sosok roh tampan itu berjalan mendekati ranjang Baekhyun.

"BOO!"

"KYAAAA..."

Chanyeol terkekeh geli. melihat ekspresi Baekhyun seperti itu membuat dirinya senang di satu waktu. Ia berbaring di atas ranjang Baekhyun tanpa tau malu. Well, menurutnya roh seperti dirinya tak peduli dengan tata krama atau apapun itu. Toh, ia juga tak terlihat kan?

"Jangan mengagetkanku terus, bodoh!"

"Habisnya, kau bertingkah seperti orang gila saja." Bela Chanyeol pada dirinya sendiri.

Baekhyun ikut berbaring, menyebabkan ranjang tersebut sedikit bergoyang karena beban tubuhnya. Ia menoleh ke samping. Menatap wajah tampan Chanyeol yang tengah menatap lurus pada langit-langit kamar.

"Chanyeol."

"Hm?" Balas lelaki itu dengan gumaman pelan.

"Menurutmu cinta itu apa?" Tanya Baekhyun, tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Chanyeol sama sekali.

"Kenapa kau bertanya padaku? Aku ini hanya roh."

Jawaban Chanyeol membuat Baekhyun mengerutkan dahinya. Ia paling tidak senang jika Chanyeol sudah menyangkut pautkan tentang siapa dirinya.

"ck! Kau tidak membantu sama sekali!"

Chanyeol terkekeh sebagai respon. Ia tau bahwa Baekhyun tengah merajuk padanya. Terbukti dari sikapnya yang acuh dan terlihat memunggungi Chanyeol. Lelaki itu terdiam sejenak.

"Cinta itu adalah suatu hal yang di rasakan dua pasang manusia. Cinta itu juga sebuah anugerah Tuhan yang harus kau jaga. Cinta adalah suatu perasaan yang membuat hatimu menggebu-gebu. Membuat pipimu merah saat menatapnya. Membuat darahmu berdesir cepat saat berdekatan dengannya. Membuatmu ingin selalu dekat dengannya. Membuatmu selalu ingin melihatnya bahagia sekalipun kau harus terluka."

Baekhyun tersentak. Ia membalikkan tubuhnya. Matanya mendapati Chanyeol yang tengah tersenyum lemah ke arahnya. Keduanya berbaring menyamping dengan arah berhadapan.

Rasa ingin tau Baekhyun tiba-tiba membuncah tentang sosok dihadapannya itu. Karena selama ini, Baekhyun tak pernah tau bagaimana bisa Chanyeol berada di sekitarnya dengan wujud seperti roh.

"Chanyeol? Sebenarnya kau ini siapa? Apa kau termasuk golongan jin, iblis, hantu atau malaikat?"

Hampir saja Chanyeol tertawa lepas. Tidakkah pertanyaan Baekhyun itu aneh?

"Tidak satu pun Baek. Aku ini adalah roh, aku... Juga dulunya adalah manusia sepertimu. Begitulah kata malaikat berwajah sangar itu."

"Jadi, Kau juga manusia? Lalu, dimana ragamu saat ini?"

Chanyeol menggeleng sebagai simbol bahwa ia juga tak tau. Tak tau dimana keberadaan jasadnya. Apakah ia benar-benar sudah mati atau belum, itu masih menjadi suatu pertanyaan baginya. Kris mengatakan bahwa ia harus mengingatnya sendiri. Tetapi, bagaimana bisa tau jika ia tak mengingat apapun sama sekali?

'aku memiliki alasan mengapa kau bisa bertemu gadis itu. Semua jawabannya ada pada dirinya.'

ya, itu adalah ucapan Kris ketika kali pertama Chanyeol bertanya mengapa dirinya bisa berada di dekat Baekhyun. Mengapa hanya gadis itu saja yang bisa melihatnya.

"Entahlah Baek, jika saatnya tiba nanti aku pasti mengetahuinya. Dan disaat itu pula, aku akan pergi."

"kemana?" Tanya Baekhyun cepat.

"Ke tempat dimana aku seharusnya berada."

Baekhyun mengangguk. Ada sebuah desiran aneh di dadanya. Ia seperti tak rela. Ia telah terbiasa dengan kehadiran sosok roh itu. Jika Chanyeol pergi, mungkin Baekhyun akan kembali bertingkah sebagai Baekhyun yang dulu. Setidaknya, lelaki itu membuatnya jadi merasa bersemangat. Entah dorongan spiritual apa yang membuatnya demikian.

"Jadi, rasanya jadi roh bagaimana?" Tanya Baekhyun dengan polosnya. Ia hanya berusaha mengalihkan topik saja.

"Ada enak dan tidaknya. Tidak enak karena kau tidak bisa makan, tidak bisa bersentuhan, tak ada yang mendengarmu, pokoknya tidak enak." Jelas Chanyeol. Mengutarakan perasaan tidak senangnya saat menjadi Roh.

"Lalu, enaknya apa?"

"kau bisa terbang. Kau bisa mengolok orang yang kau benci tepat di depan wajahnya sepuasnya. dan kau bisa mengintip seseorang mandi atau tanpa busana tanpa harus takut untuk di maki." Kekeh Chanyeol. membanggakan kesenangan saat menjadi roh.

"Mengintip seseorang? Jangan bilang jika kau melakukannya padaku juga." Ucap Baekhyun tajam. Chanyeol tersenyum mesum. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun.

"well, jangan salahkan aku. Kau saja yang bodoh. Berganti pakaian sesukamu. Dan... Ehm, dadamu besar juga ternyata."

"PARK CHANYEOOOL!"

"Apa sayang? Kau malu? Eyy... Wajahmu memerah begitu." Goda Chanyeol dengan semangat.

"Aish! Aku berani bertaruh bahwa ketika kau masih berwujud manusia, kau itu adalah lelaki cabul!"

Chanyeol hanya tertawa ringan. Ia sangat senang menggoda Baekhyun. Itu adalah suatu keharusan baginya, setiap harinya.

"Ya, mungkin saja aku ini lelaki cabul. Baiklah! Waktunya tidur! Besok kau ada jam pagi bukan?"

Baekhyun mengangguk dengan mata masih menatap Chanyeol dengan tajamnya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Dibalikkannya tubuhnya untuk membelakangi Chanyeol yang menatap punggungnya dengan tatapan tak terbaca.

"Selamat malam, Baekhyunnie." Gumam Chanyeol lirih.

.

.

Pagi telah datang, mengharuskan Baekhyun untuk segera bangkit dari ranjang empuknya. Dosen sialannya itu mengadakan kelas pagi di hari jum'at. Dan itu membuat Baekhyun kesal. Dengan malas-malasan, dirinya melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat hendak membuka pakaiannya, suara Chanyeol terdengar begitu nyaring di telinganya.

"Awas, aku akan mengintipmu. Hahahaha."

"Sialan kau Chanyeol!" Desis Baekhyun dengan pipi memerah. Matanya menelusuri kamar mandinya dengan jeli. Takut-takut jika Chanyeol tengah menempel di dinding kamar mandinya untuk mengintip. Padahal Chanyeol tengah berada di luar kamarnya.

"Aisssh, menyebalkan sekali roh sok tampan itu!"

.

.

Baekhyun mengumpat beberapa kali. Dosen sialannya memberinya-dan teman sekelasnya yang lain-tugas bertumpuk. Hal tersebut membuatnya harus rela duduk di perpustakaan, berkutat dengan buku-buku.

"bolehkah aku bergabung?"

Baekhyun mengangkat wajahnya. Sekedar menatap siapa 'pengganggu' yang membuat moodnya semakin turun ini.

"Aku rasa ini tempat umum. Kau boleh duduk dimanapun kau suka." Ujar Baekhyun dingin.

Gadis di depannya itu meringis. Bukan hal aneh lagi jika Byun Baekhyun bersikap seperti itu. Ia lantas duduk di sana, dihadapan Baekhyun tepatnya.

"ah, perkenalkan. Namaku Xi Luhan_"

"Aku tau." potong Baekhyun cepat.

Gadis bernama Luhan itu menghela nafasnya kasar. Sebal juga menghadapi sikap Baekhyun.

"Aku kira gadis anti sosial sepertimu tak pernah tau dengan keadaan sekitarnya."

"aku tau, hanya saja memilih untuk tidak peduli. Karena, semua itu bukan urusanku."

Luhan terkikik geli. Apakah omongan Baekhyun lucu? Mungkin saja gadis itu sudah tidak waras? Ya, siapa yang tau?

"Kau ini lucu sekali. Kau terlalu kaku, padahal wajahmu imut lo. Sayang sekali, karena sikap dinginmu semua orang menjauh."

Baekhyun mencengkram pena di genggamannya erat. Ia paling benci jika ada orang yang menilai dirinya dengan seenaknya. Padahal, orang tak pernah tau bagaimana dirinya.

Menyadari aura tak mengenakkan dari Baekhyun, Luhan berdehem. Ia lantas menarik tangan Baekhyun, melihat telapak tangannya dengan intens.

"Hey! Apa yang kau_"

"Apakah ada lelaki yang sering memperhatikanmu?"

Alis Baekhyun bertaut. Apakah Luhan sedang meramalkan nasibnya saat ini?

"Aku tau, kau memang hebat dalam meramal. Tapi sayang sekali, aku tidak percaya dengan hal yang seperti itu."

Luhan berdecak pelan. Ia tetap memegang telapak tangan Baekhyun. Matanya kembali melihat, entah apa yang ada dalam penglihatannya.

"Dia seperti hitam dan putih. jika kau terus bersamanya, kau akan bahagia. Namun, tak menutup kemungkinan kau atau dia yang akan menghilang."

Baekhyun semakin tak mengerti dengan ucapan Luhan. Siapa 'dia' yang Luhan maksud?

"Kau tau? Seharusnya aku memberimu biaya, tetapi karena aku sedang berbaik hati, aku akan memberikan gratis."

Baekhyun mendesah lega saat Luhan mulai bangkit dari bangkunya. namun gadis itu kembali berbisik menyebalkan di telinganya.

"Hey! Ada yang terus memperhatikanmu di dekat lemari di dekat jendela sana. Selamat, kau mendapat penggemar rahasia, kkkk."

Gadis aneh itu berlalu. Baekhyun hendak bertanya lagi, namun Luhan telah beranjak pergi keluar perpustakaan. Matanya menatap ke tempat dimana Luhan mengatakannya tadi. Ia sempat melihat siluet bayangan Chanyeol disana, namun tiba-tiba saja sosok itu menghilang.

'Tidak mungkin Chanyeol disini.' batin Baekhyun meyakinkan dirinya.

Tak lama setelahnya, Sehun dengan sebuah buku ditangannya terlihat mengintip di sebelah rak buku tersebut seperti seorang stalker. wajah Baekhyun memanas.

'a-apakah seseorang itu, Sehun sunbae?' batin Baekhyun bertanya dengan jantung berdebar.

Sehun yang sedari tadi celingak-celinguk itu tersadar akan pandangan Baekhyun. Ia keluar dari persembunyiannya lalu tersenyum dengan canggung. Sehun berjalan menuju tempat Baekhyun berada.

"apa aku ketahuan?" Tanyanya dengan pipi memerah.

Baekhyun menggeleng lalu mengulum senyumnya. Ia tak dapat menahan senyumnya saat Sehun juga tersenyum padanya.

"Kau sedang apa?" Tanya Sehun, mencoba mencairkan suasana.

"em... mengerjakan tugas. Sunbae sendiri?"

"Aku? Eh... A-aku, tidak ada. Aku permisi dulu, bye!"

Baekhyun terbengong saat Sehun meninggalkannya dengan cepat. Sedetik kemudian ia tersenyum. Dalam benaknya mengatakan bahwa Sehun sedang menatapnya tadi. bukankah itu berarti... Tunggu! Luhan juga berkata 'ada seseorang yang mengintipnya'. Mungkinkah?

"aish! Baekhyun bodoh! Itu tidak mungkin!"

.

.

Seorang wanita berpotongan rambut pendek terlihat lesu. Ia duduk dengan kepala tertunduk, menatap seorang lelaki yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Beberapa peralatan medis terpasang di tubuh si lelaki.

"Ini sudah dua tahun. Kenapa kau belum bangun juga? Apa kau tidak lelah tidur terus, hm?"

"..."

"Apa kau tak ingin bermusik lagi? Ayah sudah menyetujui jika kau menjadi seorang musisi."

"..."

"Aku akan memasak ayam goreng kesukaanmu setiap hari."

"..."

"Hiks... Kenapa kau diam saja? Cepat bangun bodoh! Aku merindukan adikku. adikku yang ceria, yang selalu membuatku tertawa. Hiks... bangunlah... Chanyeol."

.

.

"akkh..."

"Chanyeol? Kau kenapa?"

Baekhyun menatap bingung pada roh Chanyeol yang terlihat limbung tanpa sebab.

"entahlah Baek, rasanya ada yang aneh pada diriku akhir-akhir ini. Aku merasa... Lemah."

Baekhyun menatap lekat roh tampan itu. Jujur saja, ia juga tak mengerti dengan hal seperti ini. Ia bukanlah seorang paranormal yang mengerti dengan hal yang berhubungan dengan roh atau sejenisnya. Perempuan itu hanya bisa terdiam.

"Aaakkkh..." teriak Chanyeol dengan wajah paniknya. Baekhyun yang tak mengerti menatap Chanyeol gelagapan.

"Chanyeol!"

Wusssh... Roh itu melayang pergi dengan cepat. Bahkan Baekhyun tak bisa melihat kapan perginya. Tiba-tiba sesuatu menghimpit erat dadanya. Padahal biasanya, tak akan ada hal seperti ini ketika roh lelaki itu pergi.

Apakah akan seperti ini rasanya jika lelaki itu pergi?

Bagaimana jika Chanyeol meninggalkannya selamanya?

Fikiran-fikiran itu tiba-tiba muncul di benak Baekhyun. ia menggeleng pelan dengan pandangan kosongnya. Tanpa ia sadari, air matanya luruh begitu saja. Baekhyun juga tak mengerti apa yang terjadi dengannya maupun Chanyeol. Tetapi sepertinya, ia memiliki ikatan kuat dengan lelaki itu. Perasaan itu hinggap saat ini. Perasaan takut kehilangan dan sepotong kejadian di masa lalunya berputar-putar di kepalanya hingga membuat gadis itu jatuh tak sadarkan diri.

.

.

To Be Continued

.

.

Aku janji bakal update jika review di chapter satu sampai target 30 review dan berhasil...

Walau ini terlalu lama, aku harap kalian enggak lupa dengan FF aneh ini.

Ada yang nanya si chanyeol itu masih ada raga nya atau enggak. Udah mulai terjawab di chapter ini kan?

Aku bakal rencanain, ff ini bakal tamat di chapter 6 atau 7. Tergantung respon peminatnya juga sih.

Chapter depan mulai ketahuan tentang masa lalu Baekhyun.

Soal Sehun, dia cuma pelengkap cerita aja, supaya ada bumbu 'jealous' di hubungan Chanbaek. Kkkk ...

Oke, see you next time... Aku harap kalian gak kecewa dengan chapter ini dan... Teruslah review... satu review kalian jadi semangat buat aku.

saranghaja...