Last section on part 2 :

["Sepertinya aku menyukaimu jungkook" jungkook terdiam malu.]

Chapter 3

"Kau baru mengenalku 2 hari"

"Lalu? Itu tidak masalah bagiku jika kau sebenarnya orang yang jahat. Aku sudah terpikat pesonamu" ucap taehyung tersenyum melihat jungkook menundukan kepalanyaa malu.

"Bagaimana jika aku seorang pembunuh?" Tanya jungkook.

"Aku tidak akan mempercayainya, kau seperti sesosok orang baik tetapi terhalang oleh suatu alasan"

"Terima kasih" ucap jungkook yang senang, iya senang.

Taehyung tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook membuat jungkook tersandar pada pintu mobil. Taehyung membuka masker jungkook dan menatap muka jungkook sebentar.

"Apa kau gugup jika sedekat ini?"

"T..tidak"

Taehyung menjauhkan mukanya.

"Saat wajahku mendekati wajahmu, kau terlihat gugup. Bagaimana mungkin seorang pembunuh akan gugup seperti itu? Kau terlihat lucu" ucap taehyung tertawa kecil. Jungkook tersenyum tipis mendengarkan hal tadi.

"Ini pertama kalinya aku melihatmu senyum, kau bertambah manis walaupun muka berwarna ungu ahahaha" ucap taehyung tertawa lagi.

"Yak hentikan" ucap jungkook dengan rona merah tipis dipipinya.

"Terima kasih sudah menemaniku makan, aku anggap ini kencan sebagai teman" ucap taehyung terkekeh dan membuat rona dipipi jungkook tambah memerah.

"Aku keluar, terima kasih" ucap jungkook dan mengambil tasnya keluar. Taehyung tersenyum melihat kepergian jungkook. Sesudah jungkook masuk ke dalam, taehyung mau menancapkan gas tetapi baru ingat bahwa kartu kerja jungkook masih disakunya. Iapun berniat mengembalikannya. Taehyung turun dari mobil dan segera berjalan mendekati rumah jungkook.

"Pintu rumahnya terbuka? Dia tidak menutup pintu rumahnya?"

Taehyungpun langsung masuk karena pagarnya memang sudah terbuka. Saat berdiam didepan pintu rumah jungkook yang masih terbuka, taehyung terkejut. Jungkook sedang dijambak oleh seorang namja tua yang menurut taehyung adalah appanya sendiri. Jungkook terlihat meringis tetapi tidak menangis.

"Pergi kau anak sialan!" Ucap appa jungkook yang tidak menyadari kehadiran taehyung disana.

Taehyung terkejut mendengar perkataan appanya jungkook.

Appanya jungkook lalu menekan kedua pipi jungkook dengan satu tangan.

"Argh appa sakit!" Ucap jungkook yang mukanya memang masih sakit akibat lebam.

"Kumohon pergi! Aku membencimu!" Ucap appa jungkook membentaknya.

"Mengapa? Aku menyayangimu appa" ucap jungkook menahan air matanya.

"Kau bukan anakku!"

PLAK!

Satu tamparan membuat taehyung sangat terkejut. Jungkook pun terhuyung ke samping akibat tamparan kuat ayahnya. Saat jungkook ingin bangkit, ia melihat taehyung. Taehyung yang membeku melihat dirinya.

"T..taehyung?" Ucap jungkook.

Appanya jungkook langsung melihat taehyung. Taehyung lalu menghampiri jungkook dan berjongkok didepannya.

"Kau siapa?" Tanya appa jungkook.

"Aku pacarnya" ucap taehyung.

"Bawalah dia pergi"

Tiga kata tersebut meretakan hati jungkook, tapi entah kenapa ia tidak menangis. Tidak seperti biasanya yang selalu menangis. Ia hanya terdiam.

"Aku akan menjaganya jika kau tidak dapat menjaganya" ucap taehyung ke appanya dengan sangat dingin.

"Anak sialan!" Appanya jungkook ingin menendang taehyung tetapi taehyung langsung menghindar.

"Anakmu akan aman bersamaku" ucap taehyung dengan nada yang masih dingin.

"Terserah aku tidak peduli" ucap ayahnya dan pergi keluar rumah.

Jungkook masih terdiam mencerna semuanya. Ingin menangis tetapi matanya sudah perih untuk menangis.

"Bawalah barang-barangmu" ucap taehyung dengan nada dingin.

"Mau kemana?" Tanya jungkook.

"Ambil saja" ucap taehyung dan segera keluar rumah menunggu jungkook diluar.

Ini pertama kalinya jungkook melihat taehyung dingin. Ia terlihat seram. Jungkookpun hanya menuruti taehyung, membereskan bajunya dan langsung keluar menemui taehyung.

"Masuk ke mobil" ucap taehyung.

"T..tapi-"

"Masuk" ucap taehyung lebih dingin.

Jungkook terus menuruti ucapan taehyung dan segera masuk ke mobilnya dengan memeluk erat tas yang ia bawa.

"Bolehkah aku menjagamu?" Tanya taehyung dengan nada yang mulai membaik sambil menatap jungkook.

"T..tapi appa tidak mungkin tinggal sendirian" ucap jungkook.

"Jadi wajahmu membiru karena appamu?"

Jungkook mengangguk lemah.

"Tinggalah dirumahku sementara"

Jungkook terkejut.

"Tidak. Aku ingin menjaga appaku"

"Appamu terlihat sedang banyak masalah, biarkan ia sendiri dulu dan setelah keadaan membaik, kau bisa tinggal lagi bersamanya"

"Aku akan merepotkanmu"

"Tidak, aku malah senang"

"T..tapi-"

"Ayolahh, aku tidak mau kau dipukul lagi, lihat sudut bibirmu mulai mengeluarkan darah lagi" ucap taehyung langsung mengambil tisu dan membersihkan sudut bibir jungkook yang luka tadi.

"Terima kasih" ucap jungkook.

Sesudah itu, taehyung langsung menancapkan gas menuju rumahnya. Sesampainya disana, jungkook takjub akan pemandangan didepannya. Rumah taehyung sangatlah indah dan mewah. Taehyung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.

"Ayo" ucap taehyung dan berjalan memasuki rumahnya yang diikuti oleh jungkook dari belakang.

"Woah ini sangat mewah" ucap jungkook melihat seisi rumah taehyung.

"Aku tinggal sendiri" ucap taehyung.

"Mwo? Kau tinggal sendiri di rumah yang besar ini? Aigoo" ucap jungkook.

"Aku senang melihat eskpresimu" ucap taehyung dengan kekehannya.

Jungkook hanya terdiam.

"Kau akan tidur dikamarku sedangkan aku akan tidur dikamar orang tuaku"

Jungkook hanya mengangguk paham dan mengikuti taehyung dari belakang. Taehyung membuka salah satu pintu kamar yang berada di lantai dua.

"Ini kamarku, bereskan saja barangmu disini, masukkan pakaianmu ke dalam lemari yang kosong itu" ucap taehyung menunjuk salah satu lemari.

Jungkook hanya kagum melihat kamar taehyung yang besar ini.

"Aku akan membersihkan diri dulu" ucap taehyung lalu pergi ke lantai satu.

Jungkookpun masuk dan duduk di atas kasur. Ia menghela nafas.

"Bagaimana dengan ayahku? Hh mungkin ini yang terbaik untuknya dan juga aku"

Jungkookpun langsung membereskan barang bawaannya dan segera mandi dikamar mandi yang berada di dalam kamar taehyung ini. Setelah selesai mandi, jungkook duduk termenung sambil menyentuh mukanya yang penuh lebam dengan sangat pelan.

Tok Tok Tok

"Jungkook?"

"Masuklah" ucap jungkook yang sudah mengetahui bahwa itu adalah taehyung.

"Apa kau sudah lapar?"

"Tidak" ucap jungkook.

"Mengapa kau menjadi dingin lagi eoh? Perasaan tadi kau sudah baik" ucap taehyung terkekeh membuat jungkook tersenyum tipis.

"Omona! Seorang jeon jungkook tersenyum lagi! Aigoo" ucap taehyung tak percaya bahwa jungkook baru saja tersenyum walaupun tipis.

"Yak aku juga manusia" ucap jungkook.

"Arraseo" ucap taehyung.

"Kemana orang tuamu?"

"Sibuk bekerja diluar negeri haha"

"Oh ya?"

Taehyung mengangguk.

"Orang tuaku sangat sibuk bekerja diluar negeri, aku disuruh mengurus sebuah perusahaan di korea sini tetapi aku masih terlalu muda dan aku rasa aku belum sanggup mengurusnya"

"Dan calon pengusaha besar akan bekerja di cafe milik jimin?"

"Demi kau kook" ucap taehyung terkekeh.

"Mengapa?"

"Mengapa apanya?"

"Mengapa kau mendekatiku?"

"Apa itu salah?" Tanya taehyung.

"Mengapa kau tetap mendekatiku walaupun aku bersikap dingin padamu bahkan baru dua hari berteman denganmu, aku sudah membentakmu. Mengapa kau tidak menjauhiku seperti kebanyakan orang setelah mengetahui sifatku? Dan mengapa kau menolongku?"

"Bukankah sudah kubilang? Aku jatuh akan pesonamu yang misterius, lagipula aku percaya kau orangnya baik"

"Baru dua hari bertemu kau sudah percaya padaku kim taehyung?"

"Bagaimana denganmu jeon jungkook? Bukankah sekarang kau sedang mempercayaiku karena menginap dirumahku?" Ucap taehyung terkekeh.

Jungkook hanya menggaruk-garuk kepalanya pelan.

"Bukalah hatimu untukku, aku mulai menyukaimu" ucap taehyung dan mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook yang sudah gugup.

"Y..yak jauhkan wajahmu" ucap jungkook yang terus memundurkan wajahnya.

"Kau tambah imut jika sedang gugup" ucap taehyung menjauhkan wajahnya.

"Diamlah" ucap jungkook malu.

"Bagaimana dengan orang tuamu kook? Dimana ibumu?" Tanya taehyung.

"Ibuku.. dia pergi" ucap jungkook.

"Pergi? Pergi bagaimana?"

"Pergi dengan namja lain" ucap jungkook dengan raut wajah sedih.

"Maafkan aku kook, aku tidak bermaksud begitu, maaf"

"Hehe tidak apa" ucap jungkook.

"Lalu ayahmu? Mengapa dia memukulimu seperti itu?" Tanya taehyung.

"Ia frustasi mungkin, ia selalu marah jika menatapku ntah apa alasannya untuk marah. Ia berkata bahwa aku menjijikan, aku tidak pantas hidup" ucap jungkook dengan mata yang mulai berair.

Taehyungpun terkejut melihat jungkook orang yang sangat dingin dan sekarang ingin meneteskan air matanya.

"Sst diamlah, kau tidak menjijikan apalagi kau sangat pantas hidup. Ayahmu hanya frustasi" ucap taehyung iba.

"Kapan ia akan mengerti perasaan hatiku?" Tanya jungkook dan mengeluarkan air matanya dengan tertunduk. Taehyung langsung menyisihkan air mata tersebut dari muka jungkook dan mengangkat pipi jungkook dengan kedua tangannya.

"Dengarkan aku, kau pantas untuk hidup. Hiduplah dengan bahagia. Kau tidak pantas hidup dengan kemurungan seperti ini, apalagi dengan sifat dinginmu. Bergaulah dengan semuanya kookie, dengan begitu sedikit demi sedikit kenangan pahit akan terlupakan" ucap taehyung dengan eye-smilenya.

"Terima kasih" ucap jungkook.

"Belajarlah tidak bersikap dingin terlebih dahulu, kau bisa mencobanya padaku"

"Maksudnya apa?"

"Maksudku, kau harus bersikap baik kepadaku terlebih dahulu baru kepada yang lainnya" ucap taehyung.

"Mengapa begitu?"

"Karena aku akan menilai sikap baikmu"

"Itu tidak masuk akal kim taehyung"

"Baiklah, aku ingin diperlakukan baik terlebih dahulu dibandingkan yang lain" ucap taehyung jujur.

"Mengapa begitu?"

"Yak jeon jungkook, kau masih tidak mengerti? Aish intinya aku mau kau bersikap baik dari sekarang kepadaku" ucap taehyung frustasi.

"Ah arraseo jadi aku harus bersikap baik mulai sekarang? Kau harusnya berkata itu sejak awal agar aku tidak bingung"

"Begitukah? Kau orang yang sangat berpikir sederhana ya?" Ucap taehyung dengan mengacak rambutnya jungkook.

Jungkook hanya tersenyum tipis.

"Yak bersikaplah baik" ucap taehyung.

"Bukankah ini sudah baik?"

Taehyung mengacak rambutnya frustasi.

"Apa orang baik akan mengabaikan pertanyaan yang diberikan? Apa orang baik akan tersenyum tipis? Seharusnya orang baik tidak melakukan itu"

"Mianhae, aku akan berusaha berubah menjadi baik" ucap jungkook.

Taehyung tersenyum tulus.

"Hey kook apa kau bisa memasak?"

"Tentu saja, bagaimana denganmu?"

"Aku juga bisa, mau masak bersama?" Tanya taehyung semangat yang dibalas anggukan jungkook.

Mereka berduapun turun menuju dapur dan memasak suatu makanan bersama. Taehyung sesekali melirik jungkook yang serius memotong bahan.

"Apa harus seserius itu agar tanganmu tidak terpotong?" Kekeh taehyung.

Jungkook tersenyum. Kali ini tidak tipis. Taehyung ikut tersenyum dan melanjutkan acara memasaknya hingga selesai dan merekapun membawanya ke meja makan yang lumayan besar tempat mereka akan makan. Taehyung duduk disamping jungkook.

"Kajja kita makan" ucap taehyung yang dijawab oleh anggukan jungkook.

Baru mencobanya sedikit, mata taehyung langsung berbinar.

"Omona masakanku jadi tambah enak dicampur dengan buatanmu" ucap taehyung senang dan memakan makannya dengan lahap. Jungkook hanya terkekeh geli mendengarnya.

Selesai makan, taehyung mengajak jungkook untuk duduk di depan tv berlayar besar dengan sofa yang lebar.

"Taehyung" ucap jungkook.

"Hm? Waeyo?"

"Apa yang akan kau lakukan ketika pulang sekolah?" Tanya jungkook.

Taehyung sangat senang karena jungkook memperhatikannya.

"Aku? Hm molla sepertinya waktuku habis untuk tidur kook" ucap taehyung.

"Kau sendiri" ucap jungkook.

"Iyaa aku sudah terbiasa sendiri dan sekarang aku akan membiasakan diriku bersamamu" ucap taehyung membuat pipi jungkook merona.

"Bagaimana denganmu? Apa yang akan kau lakukan ketika pulang sekolah?"

"Aku langsung bekerja lalu membeli makan dan pulang" ucap jungkook.

"Apa ayahmu setiap hari memukulimu?" Tanya taehyung menyentuh wajah jungkook yang ungu dengan lembut.

"Begitulah" ucap jungkook.

"Kau tidak pantas mendapatkannya"

"Aku memang tidak dibutuhkan olehnya, jadi ia pantas bertindak seperti itu"

"Tetapi kau tidak pantas diperlakukan seperti itu, lihatlah wajah manismu, ini pasti sakit" ucap taehyung mengelus lembut dan memperhatikan warna ungu di wajah jungkook. Jungkook memperhatikan balik wajah taehyung. Jujur saja ini pertama kalinya jungkook memperhatikan wajah seseorang dengan rinci dan tentu saja hanya satu kata untuk wajah taehyung.

'tampan' batin jungkook.

TBC!


Part 3 published! makasi banyak buat yang udah baca ff ini, jangan lupa review ya!

Lebih banyak yang review lebih cepet aku publish, muehehe..