Last section on part 3 :
[Jujur saja ini pertama kalinya jungkook memperhatikan wajah seseorang dengan rinci dan tentu saja hanya satu kata untuk wajah taehyung.
'tampan' batin jungkook.]

Part 4
Bola mata berwarna coklat dipadukan dengan warna rambut yang juga berwarna coklat terang membuatnya terlihat sangat tampan. Ditambah dengan senyumannya yang sangat mematikan. Jungkook baru menyadari bahwa taehyung sangatlah tampan.
"Sudah selesai memperhatikan wajahku ini? Apa kau baru sadar bahwa aku tampan?" Ucap taehyung dengan tertawa kecil. Jungkook yang menyadari itu seketika sangat malu dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Aku tampan bukan?" Tanya taehyung.
"Y..yak percaya diri berlebihan itu tidak baik" ucap jungkook yang dijawab oleh suara tawanya taehyung.
"Baiklah, apa aku tampan?" Tanya taehyung membenarkan pertanyaannya.
"Tidak" ucap jungkook.
"Jujur saja" ucap taehyung menahan tawanya karena melihat wajah jungkook mulai memerah karena malu.
"Aish kau tidak tampan"
"Baiklah lagipula aku tau kau berbohong, suatu hari kau pasti mengatakan aku tampan" goda taehyung.
"Aku ingin tidur" ucap jungkook mengalihkan pembicaraan.
"Baiklahh" ucap taehyung.
Jungkookpun berdiri dan menaiki lantai dua yang diikuti oleh taehyung.
"Mengapa kau mengikutiku?" Tanya jungkook yang sudah masuk kamar.
"Aku belum mengantuk" ucap taehyung.
"Lalu?" Tanya jungkook bingung.
"Biarkan aku diam dikamarmu sebentar"
Jungkookpun hanya meng-iya-kan lalu naik ke tempat tidur dan menarik selimutnya hingga leher. Sedangkan taehyung hanya duduk di sofa kamarnya dan memperhatikan jungkook. Jungkook yang sudah nyaman bersiap untuk tidur menatap taehyung.
"Jika kau memperhatikanku, aku tidak akan bisa tidur" ucap jungkook.
"Jangan salahkan aku, mukamu sangat menggoda untuk ku lihat"
"Oh berhentilah menggodaku kim taehyung, aku ingin tidur"
"Aku tidak menggodamu jeon jungkook, aku mengatakan kebenaran"
Jungkookpun membalikkan badannya agar tidak dapat dilihat taehyung karena ia benar-benar sangat malu dengan degup jantung yang tidak normal.
"Arraseo sepertinya kau sangat mengantuk hahaha aku akan pergi, jaljayo" ucap taehyung yang tidak dibalas oleh jungkook. Taehyungpun turun dan menonton tv karena ia memang belum mengantuk. Karena masih belum ngantuk, taehyungpun membuat susu hangat dan meminumnya. Ia memikirkan jungkook. Memikirkan wajahnya yang manis.
'Dan dia sedang berada dirumahku'
Tetapi taehyung tiba-tiba berpikir ke kehidupan jungkook. Kehidupannya benar-benar miris. Ya karena kehidupan keluarganya, ia menjadi bersikap buruk kepada semuanya. Sekarang ia mengerti tentang jungkook. Setelah lama memikirkan jungkook, taehyungpun mengantuk dan segera tidur dikamarnya.
Keesokan pagi, jungkook terbangun lebih dulu. Ia menatap jam didinding kamar.
'Ah baru jam 6'
Jungkook segera bangun dan mandi. Setelah itu ia langsung memakai baju seragam serta menyiapkan buku untuk dibawanya ke sekolah.
"Kau sudah bangun?" Suara taehyung tiba-tiba mengejutkan jungkook.
"Aigoo kau mengagetkanku"
"Mengapa kau cepat sekali bangun, kita masuk jam 8 kook" ucap taehyung yang masih mengantuk.
"Aku sudah terbiasa"
"Baiklah, apa kau mau sarapan? Aku bisa membuatkannya" ucap taehyung.
"Tidak, aku yang akan membuatnya. Kau bersiap-siaplah" ucap jungkook yang dijawab oleh anggukan taehyung.
Jungkookpun langsung turun dan menyiapkan sarapan sedangkan taehyung langsung bergegas mandi.
Setelah taehyung mandi, ia langsung memakai seragam dan keluar kamar menuju ruang makan. Dimeja makan sudah tersedia makanan untuk sarapan, tetapi tidak ada jungkook.
"Jungkook?" Teriak taehyung pelan.
"Ne chakkaman" teriak jungkook dari lantai dua yang sedang mengambil tas sekolahnya agar tidak naik lagi.
Taehyungpun duduk dimeja makan. Tak lama kemudian jungkook datang dan ikut duduk. Lalu mereka berduapun makan.
"Ayo berangkat" ucap jungkook selesai mereka berdua makan.
"Aigoo kook ini baru jam 7 dan bel disekolah akan berbunyi jam 8, santailah sedikit" ucap taehyung terkekeh.
"Apa kau tidak bosan tinggal sendirian?"
"Kau sepertinya begitu tertarik dengan kehidupanku yang sendiri, ada apa hm?" Tanya taehyung yang mengajak jungkook untuk duduk di depan tv.
"Ani, hanya saja kau tidak terlihat kesepian taehyung" ucap jungkook.
"Aku kesepain hanya saja aku tidak menunjukkannya, lagi pula apa kau tau sesuatu disini?" Tanya taehyung dengan senyuman jahilnya.
"Tau apa? Ada apa?" tanya jungkook yang sangat penasaran.
"Ada temanku yang tak terlihat dirumah ini" ucap taehyung mengarang.
"Maksudmu?"
"Ada hantu yang sudah menjadi temanku dirumah ini" ucap taehyung menahan tawa melihat ekspresi jungkook berubah seketika menjadi takut.
"H..hantu? Jinjja?" Tanya jungkook.
"Ne, mau kupanggilkan? Biasanya ia suka tidur dikamarku" ucap taehyung yang ditatap horror dengan jungkook.
"Yak jangan main-main, a-aku tidur dikamarmu saat ini taehyung"
"Benar, aku tidak bohong, mau kupanggilkan atau tidak?"
"A-aniya, kau pasti berbohong"
"Aku serius" ucap taehyung dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.
"Aish aku takut pada hal seperti itu"
"Namanya Joon" ucap taehyung.
"H-hantu tersebut memiliki nama?"
"JOON! KEMARILAH!" Ucap taehyung yang tiba-tiba teriak dan mengagetkan jungkook. Dengan spontan jungkook langsung turun dari sofa dan memeluk kakinya sendiri, jangan lupa dengan kepala yang disembunyikan diantara kedua kakinya.
"Kau mudah tertipu ahahahahaa" tawa taehyung lepas mengisi kekosongan ruangan tersebut.
"Mwo? Kau berbohong?" Tanya jungkook yang menoleh ke arah taehyung.
"Tentu saja, apa kau gila aku berteman dengan hantu? Aigoo" ucap taehyung masih dengan tertawa.
"Ish" ucap jungkook diam.
"Yak jangan marah" ucap taehyung masih dengan kondisi tertawa.
Jungkook tetap terdiam membelakangi taehyung yang masih tertawa.
"Aigoo pemikiranmu memang sangat sederhana, lain kali jangan percaya pada orang dengan cepat arra?" Ucap taehyung memegang lengan jungkook dan memberikannya eye-smile.
Jungkook tetap terdiam tetapi terpukau oleh eye-smile milik taehyung.
"Berbicaralah sesuatu" ucap taehyung mengerucutkan bibirnya.
"Ne arraseo kim" ucap jungkook.
"Kajja kita berangkat" ucap taehyung dengan memegang tangan jungkook.
Degup jantung jungkook langsung berdegup kencang dan ia tersenyum.
'Apa aku juga menyukainya?' Batin jungkook yang masih tersenyum.
"Aigoo apa yang kau pikirkan?" Tanya taehyung terkekeh melihat jungkook senyum sendiri.
"Cari saja kunci mobilmu dulu" ucap jungkook yang heran karena taehyung masih saja sempat melihatnya ketika ia sibuk mencari kunci mobil.
Setelah ketemu, mereka berduapun berangkat ke sekolah bersama dan masuk ke kelas sebelum bel berbunyi. Jungkook tetap tenang seperti biasanya dengan headset yang menempel pada telinganya. Sedangkan taehyung hanya menatap sekitar dengan malas karena tidak ada teman berbicara.
"Jungkook" ucap taehyung yang memperhatikan jungkook sedang tidur menutup mukanya dengan lengannya.
"Jungkook" ucap taehyung sekali lagi lebih keras. Tetapi tidak ada sautan.
d"JUNGKOOK" ucap taehyung agak teriak dan berhasil membuat jungkook kaget yang langsung terduduk.
"Kau membuatku pusing" ucap jungkook pelan dan menatap taehyung.
"Ada apa?" Ucapnya lagi.
"Temani aku berbicara"
"Kau baru saja membangunkanku karena ingin berbicara denganku?" Tanya jungkook dengan tatapan heran.
"Lagipula kau tadi malam tidur dengan cepat, bagaimana bisa kau mengantuk lagi" ucap taehyung tak kalah heran.
"Lagipula apa yang akan kulakukan? Lebih baik tidur" ucap jungkook.
"Berbicaralah padaku"
"Kau mau membicarakan apa?"
"Mmm apa ya?"
"Aigoo seharusnya kau membangunkanku setelah tau apa yang akan dibicarakan" ucap jungkook dengan nada kesal.
"Oh aku tau, nanti kau bekerja?"
"Iya waeyo?"
"Kalau begitu aku juga mulai bekerja hari ini" ucap taehyung semangat.
"Kau adalah tuan muda perusahaan korea kim taehyung, lebih baik kau mempelajari perusahaanmu" ucap jungkook.
"Aku ini masih muda, untuk apa aku membuat diriku stress karena pekerjaan yang berat seperti itu"
"Kalau begitu, lebih baik kau berdiam diri dirumah" ucap jungkook.
"Tidak, aku tidak punya teman"
"Bukankah kau terbiasa sendiri?"
"Aku ingin bersamamu kook"
Seketika jungkook mengalah karena rasa malu yang menjalar pada tubuhnya.
"Hello jungkook taehyung" sapa jimin dari jauh yang hendak kemari tetapi pintu terbuka menunjukkan songsaengnim yang berjalan masuk. Jimin hanya menghela nafas yang dibalas kekehan dari taehyung. Pelajaranpun dimulai dengan tenang hingga jam istirahat berbunyi.
"Jungkook ayo kita makan" ucap taehyung yang tersenyum ke arahnya.
"Tidak" ucap jungkook pelan.
"Aku tidak menerima penolakan kali ini" ucap taehyung yang langsung menarik tangan jungkook dan pergi keluar disusul oleh jimin yang ikut bergabung.
Ini pertama kalinya selama 2 bulan ia ke kantin lagi. Suasana kantin masih sama. Ramai dan juga berisik.
"Tunggulah disini" ucap taehyung menyuruh jungkook untuk duduk.
div style="color: #222222; font-family: arial, sans-serif; font-size: small;"span style="font-size: 15px;"Taehyung dan jimin pergi memesan makanan dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
"Hey ini tempat duduk kami" ucap seorang namja yang sudah berada di depan jungkook bersama beberapa temannya.
"Tapi aku duluan menempati tempat duduk ini" ucap jungkook.
"Kalau begitu pindah"
"Mengapa? Aku duluan mendapatinya"
"Pindah!" Bentak namja tadi yang membuat jungkook terkejut tetapi jungkook bukan orang yang penakut.
"Tidak" ucap jungkook datar.
"Lebih baik kau pindah" ucap teman namja yang tadi membentaknya.
Jungkook hanya diam dengan tenang. ia sebenarnya sedikit takut.
BUGH!
Namja tadi memukul jungkook tepat dirahangnya hingga jungkook tersungkur ditanah. Dengan cepat beberapa namja tadi duduk ditempat yang tadi diduduki oleh jungkook.
"Jika kau pindah, aku tidak akan melakukan hal seperti itu" ucapnya.
Jungkook hanya menahan rasa sakitnya.
"Yak ada apa ini?" Tanya taehyung yang langsung berlari ke arah jungkook yang masih tersungkur ditanah.
Kini semua penjuru mata memperhatikan mereka dengan seksama.
"Gwaenchana? Apa kau terluka?" Tanya taehyung yang khawatir.
Jungkook hanya mengangguk.
"Namjachingumu itu tidak kenapa-kenapa" ucap namja tadi yang memukul jungkook karena hal sepele.
"Jadi kau yang memukulnya?" Tanya taehyung yang sekarang sudah berdiri.
"Taehyung sebaiknya kita pergi" ucap jimin yang sudah berada disamping taehyung dengan muka yang memerah akibat emosi yang sudah menaik.
"Dengar? Ikuti saja perkataan namja kecil disampingmu itu" ucapnya yang membuat jimin ikut emosi.
"Aku hanya tidak mau kau terlibat perkelahian taehyung bukan berarti aku tidak bisa menjagur namja didepan ini" ucap jimin terkekeh.
Namja tadi mulai emosi dan berdiri didepan jimin yang terlihat kecil.
"Kau kecil-kecil boleh juga" ucapnya yang segera melayangkan tinju ke jimin tetapi dengan cepat ditahan oleh taehyung.
"Lawanlah yang setara" ucap taehyung dengan senyuman liciknya dan sedetik kemudian ia sudah melayangkan pukulannya ke namja tadi yang sekarang tersungkur ditanah.
Beberapa teman namja tadi ikut maju dan memukuli taehyung serta jimin. Mereka berduapun membalasnya, hingga guru datang menghampiri.
"Yak apa yang kalian lakukan?!" Bentak guru tersebut.
"Mereka memukul ketiga namja ini terlebih dahulu songsaengnim" ucap seorang namja berambut mint disebelah songsaengnim yang sedang emosi.
"Rapmon! Kau selalu saja berulah! Sekarang keruangan sy beserta teman-temanmu!" Ucapnya.
Taehyung,jimin,dan jungkook sangat lega karena mereka tidak disuruh ikut keruangannya. Namja berambut mint tadi segera berjalan ke mereka bertiga.
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanyanya memperhatikan ketiga namja didepannya yang dibalas anggukan.
"Gomawo" ucap jimin yang tersenyum.
"Apa kau yang memanggil songsaengnim?" Tanya taehyung./span/div
"Ne" ucap namja tadi.
"Terima kasih" ucap taehyung.
"Bagaimana denganmu? Aku melihat bahwa kau dipukul" ucap namja tadi melihat jungkook yang terdiam.
"Gwaenchana, namamu?"]
"Ah Min Yoongi imnida, yoongi. Aku kelas 12-D" ucap namja bersurai mint tadi.
"Ahh mianhae hyung aku tidak mengetahui bahwa kau kelas 12" ucap taehyung karena tidak memanggilnya dengan sebutan hyung tadi.
"Gwaenchana, kalau begitu aku kembali dulu" ucapnya sopan.
Taehyung,jimin,dan jungkook tidak jadi menyantap makanan yang sudah mereka beli karena makanan tersebut sebenarnya sudah terjatuh akibat perkelahian tadi.
"Ayo balik ke kelas" ucap taehyung.
Merekapun balik ke kelas dengan sedikit murung karena tidak akan makan hingga pulang sekolah nanti terkecuali jungkook yang sudah terbiasa tidak makan.
"Jimin, aku jadi bekerja denganmu ya"
"Terserahmu saja" ucap jimin yang biasa ikut duduk dibelakang bersama taehyung dan jungkook.
"Dia calon bos perusahaan besar jimin, jangan berikan ia pekerjaan" ucap jungkook dengan sinis.
"Jinja?" Tanya jimin.
"Ya, dia terlalu bodoh untuk mengerjakannya, begitulah yang dia katakan padaku" ucap jungkook.
"Yak aku tidak pernah berkata diriku bodoh, aku hanya berkata diriku belum mampu" ucap taehyung tak setuju.
"Apa bedanya?" Ucap jungkook yang dijawab oleh tawaan dari jimin.
"Sepertinya uri jungkook sudah mulai banyak berbicara eh?" Ucap jimin menggoda jungkook.
"Manusia ini memaksaku menjadi baik" ucap jungkook melirik taehyung.
"Ini demi kebaikanmu pabo"
d"Arraseo, apa aku terlihat baik hari ini?"
"Sangat baik" ucap jimin yang senang dengan perubahan temannya ini.
"Apa kau sekarang menganggapku teman?" Tanya jimin terkekeh mengingat jungkook tidak menggapnya teman.
"Tentu saja kau temanku" ucap jungkook dengan tersenyum senang.
Jungkook merasa berbeda hari ini, ia merasa senang. Sangat senang.
"Kau akan tambah manis jika berperilaku seperti ini jungkook" ucap jimin.
"Yak yak, siapa yang berkata kau boleh mengatakan bahwa jungkook manis?" Ucap taehyung tidak terima.
"Ahahaha apa jungkook milikmu? Jika tidak, itu berarti aku boleh mengatakannya manis" ucap jimin mengejek taehyung yang cemberut.
"Arraseo kalau begitu aku harus cepat mendapatkan hati jungkook" ucap taehyung yang membuat pipi jungkook tiba-tiba merona.
Bel masuk berbunyi membuat jimin harus kembali ke tempat duduknya semula. Tidak lama kemudian, songsaengnimpun masuk dan memulai pelajaran. Songsaengnim melanjutkan pembelajaran hingga bel pulang berbunyi.
"Hey kalian jadi bekerja?" Tanya jimin yang dibalas anggukan jungkook dan juga taehyung.
"Baiklah, aku akan berpesan kepada manager agar kau ku tetapkan menjadi pelayan seperti jungkook"
"Kau tidak ke cafe?" Tanya taehyung.
"Tidak, aku akan mengikuti ekstrakulikuler pertamaku hari ini" ucap jimin degan bersemangat.
"Aigoo arraseo, goodluck" ucap taehyung pada jimin yang tersenyum lalu pergi.
"Ayo kita bekerja?" Ajak taehyung.
"Kajja" ucap jungkook.
Mereka berduapun langsung menuju parkiran mobil dan pergi ke cafe jimin.
Sesampai disana, jungkook berbicara kepada j-hope pelayan kemarin memberitahu bahwa taehyung akan bekerja. J-hopepun mengantar taehyung ke manager sedangkan jungkook mulai bekerja seperti biasanya.
"Kau kim taehyung?" Tanya manager tersebut yang diketahui bernama Jin.
"Ne kwajangnim" ucap taehyung.
"Kau bertugas sebagai pelayan"
"Ne kwajangnim"
"Mulailah bekerja" ucap jin mengedipkan matanya sebelah dan berhasil membuat taehyung bingung akan sikapnya.
Taehyungpun mengambil baju seragamnya dan memperhatikan jungkook terlebih dahulu bagaimana cara kerja dan mulai mempraktekannya.
'Ini tidak susah' ucap taehyung.
Taehyungpun dengan cepat beradaptasi dengan pekerjaannya.
Setelah bekerja cukup lama, akhirnya jam pulangpun datang.
"Bagaimana? Kau tidak lelah?" Tanya jungkook yang terlihat sangat lelah.
"Ya aku lelah tetapi aku rasa ini menyenangkan" ucap taehyung.
"Ini melelahkan pabo"
"Ini menyenangkan karena aku dapat bekerja denganmu. Oh ayolah, disekolah bersamamu, ditempat kerja bersamamu, dirumah juga bersamamu" ucap taehyung dengan nada yang sangat senang.
"Dan sekarang kau menjadi fans fanatikku eoh?" Tanya jungkook.
"Tentu saja" ucap taehyung terkekeh.
"Kim taehyung"
Taehyung dan jungkook menoleh pada seseorang yang memanggilnya.
div style="color: #222222; font-family: arial, sans-serif; font-size: small;"span style="font-size: 15px;""Oh ne kwajangnim?" Ucap taehyung sedikit berlari mendekati managernya.
"Apa kau mau makan malam bersama?"
"N..ne?" Ucap taehyung memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
"Apa kau mau makan malam bersama?"
"Ah mianhae, aku tidak bisa"
"Arraseo, panggil saja aku hyung ne?"
"Ne hyung" ucap taehyung.
"Apa jungkook pacarmu?"
"Aniya, dia bukan pacarku"
"Ah begitu, baiklah aku duluan ya"
Taehyungpun menunduk hormat dan kembali ke jungkook.
"Waeyo? Mengapa ia memanggilmu?" Tanya jungkook.
"Dia mengajakku makan malam bersama, menyuruhku memanggilnya hyung, dan juga menanyakan apa kau pacarku" ucap taehyung lengkap.
"Ahh begitu lalu apa kau akan makan malam bersama nanti?"
"Aniya, aku tidak ingin" ucap taehyung yang melegakan hati jungkook.
"Sepertinya Jin hyung menyukaimu taehyung" ucap jungkook.
"Jinja? Mengapa kau berpikir seperti itu?" Tanya taehyung.
"Karena dia mengajakmu makan malam"
"Apa kau cemburu?" Tanya taehyung.
"Cemburu? Pada siapa?"
"Padaku" ucap taehyung.
"Tentu saja tidak" ucap jungkook yang sepertinya berbohong.
Jujur saja jungkook terkejut mendengar bahwa taehyung diajak makan malam bersama dengan managernya sendiri.

Sepertinya ia memang mulai menyukai taehyung.
TBC!


Jangan lupa voment kawan, kasih saran biar lebih baik lagi^^