Last section on part 4 :
[Jujur saja jungkook terkejut mendengar bahwa taehyung diajak makan malam bersama dengan managernya sendiri. Sepertinya ia memang mulai menyukai taehyung.]
Part 5, enjoy!
"Arraseo kajja pulang" ajak taehyung yang langsung menggandeng tangan jungkook menuju mobilnya.
Tentu saja degup jantung jungkook berdetak lebih kencang.
Sesampai dirumah, taehyung menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Jungkook aku lapaaaar" ucap taehyung dengan nada manja.
"Aigoo, aku akan masak" ucap jungkook.
"Kau terlihat lelah, bagaimana kalau kita makan diluar?" Ajak taehyung.
"Terserah padamu, sebenarnya aku sih tidak terlalu capek" ucap jungkook.
"Makan diluar saja ya" ucap taehyung yang dijawab oleh anggukan jungkook.
"Mandi dulu" ucap jungkook.
"Aishh nanti saja, aku lapar" ucap taehyung dengan memegang perutnya.
"Mengapa tidak sekalian tadi pulang?"
"Aku lupa bahwa aku lapar"
"Bodoh" ucap jungkook yang dibalas oleh suara kekehan taehyung.
"Kajja" ucap taehyung.
Merekapun lagi keluar dan mencari tempat makan.
"Kim taehyung jangan disini, sepertinya biayanya mahal" ucap jungkook memperhatikan restoran didepannya.
"Ah itu tidak masalah, kajja perutku sudah berbunyi" ucap taehyung yang langsung menarik tangan jungkook dan memilih duduk di pojok.
"Pilihlah kook" ucap taehyung.
"Aku mengikutimu" ucap jungkook.
Taehyungpun memesan makanan.
"Apa kau benar-benar lapar? Mukamu sampai pucet seperti itu" ucap jungkook terkekeh melihat wajah taehyung.
"Aku benar-benar lapar, jika saja didunia ini tidak ada tempat makan, mungkin aku sudah memakanmu" ucap taehyung terkekeh balik.
"Kim taehyung"
"Hm?" Tanya taehyung.
"Kira-kira kapan ayahku akan membaik?"
"Tentu saja membutuhkan waktu berminggu-minggu. Orang yang depresi pasti ingin sendiri hingga ia benar-benar sudah sembuh dari pikirannya sendiri"
"Aku kangen dengan appa" ucap jungkook membuat taehyung iba.
"Bersabarlah, ini juga demi kebaikanmu kook. Kau tidak mungkin dipukul terus"
Jungkook hanya mengangguk lemah.
"Oh ayolah jangan murung, aku yang kelaparan saja masih bisa cerewet, mengapa kau tidak" ucap taehyung sinis.
"Kau memang cerewet" ucap jungkook.
"Jinja? Aigoo apa kau suka orang yang cerewet?" Tanya taehyung.
"Molla" ucap jungkook.
Merekapun berbincang-bincang hingga makanan datang. Taehyung yang benar-benar lapar langsung memakannya dengan lahap. Jungkook hanya terkekeh melihat taehyung yang makannya tidak bisa pelan seolah-olah akan ada orang lain yang ingin mengambil makanannya. Jungkookpun melanjutkan makan dengan pelan dan santai tidak seperti taehyung. Setelah habis, taehyung memegangi perutnya yang sudah kenyang.
"Sudah puas?" Tanya jungkook.
"Ne tuan jungkook" ucap taehyung terkekeh.
"Aku mengantuk" ucap jungkook.
"Aigoo anak ini baru saja makan sudah mengantuk, kajja balik" ucap taehyung yang membayar tagihan makan dan langsung kembali ke rumahnya.
"Aigoo lelahnya" ucap jungkook sambil meregangkan badannya yang sudah berada di dalam kamar.
Jungkook dengan cepat membuka bajunya karena akan segera mandi.
Ceklek.
Jungkook terkejut melihat taehyung yang juga melihatnya topless.
"YAK KIM TAEHYUNG KETOK PINTU DULU!" ucap jungkook yang melemparkan bajunya ke taehyung.
Taehyung dengan cepat menutup pintu kamar tersebut dan kabur.
Degup jantung jungkook kembali berdetak cepat membuatnya tidak nyaman dan langsung mandi. Begitu juga dengan taehyung yang masih membayangkan badan bagian atas jungkook yang sangat mulus dan putih.
'Aigoo aku bisa gila memikirkannya'
Iapun tak ingin mengambil pusing dan langsung mandi. Setelah selesai mandi, ia duduk di sofa sembari menonton tv.
"T..taehyung?" Taehyung menoleh mendapati jungkook yang baru turun dari tangga menuju ke arahnya.
"Hmm? Waeyo kook?"
"Mianhae aku meneriakimu tadi" ucap jungkook masih malu.
"Itu kesalahanku" ucap taehyung menggaruk kepalanya yang masih membayangi tubuh mulus jungkook.
Jungkook terdiam dan ikut menonton tv.
"Hey kook, apa kau pernah trauma terhadap sesuatu?" Tanya taehyung.
"Tentu saja, bagaimana denganmu?"
"Iyaa, aku pernah trauma terhadap cinta" ucap taehyung cengik.
"Jinja? Bagaimana bisa?" Tanya jungkook yang mulai penasaran.
"Ne, aku pernah mencintai seorang gadis cantik. Ia adalah adik kelasku. Aku dan dia ternyata mencintai satu sama lain dan akhirnya kamipun menjadi sepasang kekasih. Aku benar-benar mencintainya. Tetapi setelah hampir satu tahun berhubungan, ternyata ia juga mencintai lelaki lain" ucap taehyung.
"Jadi kau sudah pernah merasakan sakit hati?" Tanya jungkook.
"Ne, ia meninggalkanku setelah aku mengetahui sikap buruknya terhadapku. Maka dari itu, aku benar-benar takut untuk mencintai seseorang"
"Apakah itu sangat sakit? Aku belum pernah merasakannya" ucap jungkook dengan tatapan penasaran.
"Jinja? Kau belum pernah merasakannya? Apa kau pernah merasakan namanya pacaran?" Tanya taehyung terkejut mendengarnya.
"Aniya, aku tidak pernah berpacaran, aku juga tidak pernah merasakan mencintai seseorang itu seperti apa" ucap jungkook tersenyum.
"Woah baiklah kalau begitu biarkan aku yang menjadi pertama dalam hidupmu" ucap taehyung dengan mencubit pipi jungkook yang sudah merona.
"Kau berkata bahwa kau trauma tetapi mengapa kau menyukaiku? Apakah menyukai dan mencintai itu berbeda?"
"Tentu saja berbeda. Kata menyukai bisa dipakai untuk awal-awal, tetapi kata mencintai dipakai disaat serius. Aku menyukaimu tetapi aku rasa suatu saat aku akan mencintaimu" ucap taehyung.
"Kau begitu paham tentang cinta"
"Tentu saja" ucap taehyung bangga.
Jungkook hanya tersenyum geli melihat wajah taehyung yang aneh.
"Bagaimana denganmu? Apa trauma yang kau alami?" Tanya taehyung.
"Hujan" ucap jungkook pelan.
"Hujan? Hujan?! Mwo? Hujan?" Tanya taehyung memastikan.
"Ne hujan"
"Mengapa hujan membuatmu trauma eh?"
"Ibuku meninggalkanku disaat hujan turun. Aku menahan kakinya tetapi ia malah menyeretku keluar dan aku dibasahi oleh hujan. Semenjak hujan itu turun, hidupku kacau" ucap jungkook.
"Aigoo pemikiranmu sangat sederhana, bahkan disaat umur seperti ini seharusnya kau sudah mengerti tentang cinta" ucap taehyung.
"Aku memiliki masalah keluarga yang rumit. Menurutku, itulah alasan mengapa aku tidak mengerti tentang cinta. Hidupku penuh dengan kebencian, bukan dengan cinta" ucap jungkook.
"Kau akan merasakan kehidupan cinta segera kook, kau harus lebih sabar" ucap taehyung tersenyum dan mengacak-acak rambut jungkook yang ikut tersenyum.
"Arraseo, aku ingin tidur" ucap jungkook yang bangkit dari tempat duduk tetapi tangannya dicegat oleh taehyung.
"Apa kau ingin susu?" Tanya taehyung.
"Hm boleh" ucap jungkook.
"Aku akan membawakannya, tunggulah dikamar dan jangan tidur arraseo?"
"Ne tuan kim" ucap jungkook yang sudah naik ke atas menuju kamarnya.
Taehyung segera menuju ke dapur dan membuat susu coklat hangat.
"Aish mengapa susunya habis?" Omel taehyung yang melihat bahwa susu sudah habis. Ia sangat malas untuk membelinya, tetapi ini untuk jungkook.
Iapun menuju ruang tengah dan,
"KOOK AKU INGIN MEMBELI SUSU DULU" teriakan taehyung menggema.
"TIDAK USAH TIDAK APA" teriak jungkook.
"SEBENTAR SAJA"
Taehyungpun keluar menggunakan sepeda motornya untuk membeli susu di supermarket terdekat. Tetapi kebanyakan yang sudah tutup, jadi taehyung membeli di tempat yang agak jauh. Ia mengambil susu coklat dan beberapa cemilan lalu membayarnya di kasir. Setelah selesai, taehyungpun keluar dari supermarket dan menyadari bahwa keadaan diluar sudah basah akibat hujan turun dengan deras.
'Hujan' batin taehyung pelan.
Ia menyesal tidak membawa jaket.
"Bagaimana caraku pulang? Aigoo" ucap taehyung dengan termenung.
Seketika taehyung teringat bahwa jungkook trauma akan hujan.
"Shit" taehyung langsung mengambil motornya dan pergi menerobos hujan yang kini menusuk kulitnya.
Sesampai dirumah ia langsung menaruh motornya dan berlari kecil masuk. Ia tidak mempedulikan dirinya yang basah, saat ini ia hanya memikirkan jungkook. Taehyung langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamar jungkook. Taehyung melihat jungkook duduk dengan memeluk kakinya yang tertutup selimut.
"Jungkook?"
"T..taehyung?" Jungkook membuka selimut yang menutupi semua badannya dan melihat taehyung.
Seketika taehyung merasa bersalah, mata jungkook sudah sangat berair dan ia pastikan bahwa jungkook sedari tadi menangis sendirian. Ia tidak mengetahui bahwa trauma yang dialami jungkook sangatlah nyata. Taehyung langsung duduk dikasur dan seketika jungkook memeluk taehyung yang basah.
"J..jangan tinggalkan aku sendiri" ucap jungkook dengan badan gemetar menandakan ia masih nangis.
"Sst.. aku disini" taehyung mengelus rambut jungkook sambil berpelukan.
Tak lama kemudian jungkook melepaskan pelukannya, taehyung langsung menyeka air mata yang keluar dari mata jungkook. Ini pertama kalinya ia melihat jungkook menangis hingga mata sembab, bahkan saat dipukul ayahnya, ia tidak menangis. Hujan. Hujan yang membuatnya menderita.
"Jadi kubuatkan susu?"
"Aniya" ucap jungkook dengan cepat.
JDER!
Jungkook berteriak kaget dan langsung spontan memeluk taehyung lagi.
"A..aku takut" ucap jungkook.
"Jangan takut, aku disini"
"Tidurlah denganku taehyung"
Taehyung terkejut dan tentunya juga senang. Jungkook menyuruhnya untuk tidur bersama.
"Ne aku akan tidur disini, aku harus ganti baju dulu, bajuku basah, kau juga harus mengganti bajumu karena bajumu ikut basah" ucap taehyung yang masih dipeluk erat oleh jungkook.
"Aku tidak mau sendirian" ucap jungkook.
"Arraseo, kajja ambil bajuku dibawah" ajak taehyung dengan menggandeng tangan jungkook yang masih bergetar.
"Jangan takut, sudah kubilang aku disini"
"N..ne" ucap jungkook.
Mereka berduapun mengambil baju dan berganti baju bersama. Hanya saja, tentunya dengan berbeda arah. Tetapi taehyung yang nakal sesekali menoleh ke arah badan putih milik jungkook dan tersenyum mesum.
"Kajja tidur" ucap taehyung yang dibalas oleh anggukan dari jungkook.
Mereka berduapun tidur dalam satu kasur dan tentunya berbeda arah karena mereka sama-sama malu. Degup jantung keduanya berdetak jauh lebih cepat.
JDER!
Jungkook menutup telinganya dan menutup matanya spontan. Taehyung yang menyadari bahwa jungkook takut langsung berbalik arah dan memeluk jungkook dari belakang.
"Tidurlah, aku akan menjagamu" ucap taehyung membuat degup jantung jungkook serasa ingin copot.
"N..ne" ucap jungkook yang merasa lebih tenang dan akhirnya tertidur, begitu juga dengan taehyung.
Keesokan paginya, jungkook terbangun. Badannya masih dipeluk oleh taehyung. Seketika wajah jungkook merona mengingat kejadian malam.
'Taehyung hingga basah-basahan pulang demi diriku?' Jungkook tersenyum.
Jungkook membalikkan badannya menghadap ke taehyung. Wajahnya sangat dekat membuat degup jantung jungkook berdetak cepat lagi.
"Terima kasih" ucap jungkook memperhatikan dengan rinci wajah taehyung yang mendekati kata sempurna.
'Mengapa dia menyukaiku? Namja tampan dan kaya ini menyukaiku' batin jungkook.
"Kau tampan" ucap jungkook.
"Aku tau, kapan kau akan selesai memandangi wajah ini?" Ucap taehyung yang ternyata sudah bangun dan tertawa kecil mendengar ucapan jujur yang keluar dari mulut jungkook.
Jungkook terkejut dan langsung menjauhkan badannya dari badan taehyung yang masih tertawa kecil.
"Aku masih ingin memelukmu, mengapa pagi begitu cepat datang" ucap taehyung yang masih tertawa kecil.
"Y..yak dari kapan kau bangun?"
"Dari kau berkata terima kasih padaku"
Jungkookpun malu dan segera bangun dari tempat tidur, tetapi dengan cepat tangan taehyung menahannya.
"Tidurlah dulu, aku masih ingin berada didekatmu" ucap taehyung.
"Aniya" ucap jungkook yang ingin melepaskan tangan taehyung dari tangannya sendiri.
Taehyungpun menarik tangan jungkook dan akhirnya jungkook terjatuh dikasur.
"Aku masih ingin melihat wajahmu jeon jungkook" ucap taehyung yang sudah berhadapan dengan wajah jungkook.
"Y..yak berhenti menggodaku" ucap jungkook dengan pergelangan tangan yang masih digenggam oleh taehyung.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya taehyung mengingat kejadian semalam.
"Ne" ucap jungkook.
"Mianhae, aku tidak tau kalau bakal hujan" ucap taehyung.
"Maaf merepotkanmu"
"Aniya kau tidak merepotkanku, aku senang jika bisa menjagamu"
"Terima kasih" ucap jungkook tersenyum tulus menatap taehyung.
Taehyung terdiam.
"Kau sangat manis jeon jungkook" ucap taehyung menatap jungkook yang masih tidur menghadap dirinya.
Jungkook sangat malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau malu? Hahahaha kau juga jujur mengatakan bahwa aku tampan eoh" ucap taehyung tertawa kecil.
"Berhenti mengejekku" ucap jungkook yang langsung berdiri dan meninggalkan taehyung yang masih tertawa.
Jungkook mengambil seragamnya dan masuk ke kamar mandi. Taehyung menatap langit-langit kamarnya dan tersenyum senang.
"Apa dia juga menyukaiku? Sepertinya iya" ucap taehyung dengan percaya diri dan senyuman dimukanya melebar.
Jungkook yang baru selesai mandi langsung memakai seragam dan keluar.
"Taehyung, kau tidak mandi?"
"Aishh aku malas sekolah"
"Yak kau menjadi anak baru saja sudah malas" ucap jungkook dengan sinis.
"Aniyaa aku hanya bercanda, aku akan segara mandi" ucap taehyung mengerucutkan bibirnya dan membuat jungkook tertawa kecil.
"Aku akan membuatkan sarapan" ucap jungkook yang langsung turun menuju dapur dan memasak untuk sarapan.
Selesai taehyung mandi, merekapun sarapan bersama.
"Kau semakin manis hari ini, apa kau sedang senang? Kau terlihat tersenyum terus" ucap taehyung memperhatikan jungkook yang terlihat senang.
"A..ani" ucap jungkook tersenyum.
"Ada apa eoh?" Tanya taehyung.
"Aku hanya senang" ucap jungkook.
"Senang karena?"
'Mengapa aku masih memikirkan kejadian tadi malem aish' rutuk jungkook.
"Itu rahasia" ucap jungkook.
"Oh ayolah beritahu aku"
"Aku hanya senang karena tadi malam kau menjagaku" ucap jungkook malu.
"Jinja? Aku juga senang dapat berada disampingmu walaupun ugh agak telat disaat kau takut seperti kemaren" ucap taehyung dengan senyuman lebarnya.
"Baru pertama kalinya ada orang yang menjagaku seperti itu dari umurku 10 tahun" ucap jungkook.
"Aku akan selalu menjagamu" ucap taehyung tersenyum tulus yang membuat pipi jungkook sangat memerah.
"Sepertinya aku mulai mencintaimu kook" ucap taehyung yang membuat jungkook tambah malu.
TBC!
Makasihh untuk reviewnya, ditunggu kelanjutannya ya~ mungkin aku post besok atau lusa ne^^
