Last section on part 5 :
["Sepertinya aku mulai mencintaimu kook" ucap taehyung yang membuat jungkook tambah malu.]

Part 6, enjoy!
"Y..yak habiskan sarapanmu" ucap jungkook yang sudah selesai sarapan dan pergi menaruh piringnya.
Taehyung terkekeh melihat reaksi malu dari jungkook. Setelah selesai sarapan, mereka berdua seperti biasa duduk disofa menunggu jam sekolah.
"Taehyung, apa kau kerja nanti?"
"Tentu saja" ucap taehyung.
"Sebaiknya kau mengurus perusahaan ayahmu, aku yakin kau bisa"
"Ah tidak, itu melelahkan, mengapa kau terus menyuruhku untuk mengurus perusahaan ayahku?" Tanya taehyung.
"Agar saat dewasa kau tidak kewalahan" ucap jungkook tersenyum.
"Saat lulus SMA, aku yang akan mengambil alih semuanya" ucap taehyung dengan nada yang pasti.
Jungkook tersenyum lagi.
"Kajja ke sekolah, ini sudah waktunya" ucap jungkook mengajak taehyung.
"Yak kita baru saja ngomong sebentar" ucap taehyung tidak mau.
"Siapa suruh kau menahanku mandi tadi"
Taehyung hanya mengerucutkan bibirnya karena ia masih ingin duduk dan bercerita bersama jungkook.
"Baiklah, kajja" ucap taehyung menggenggam tangan jungkook.
Jungkook tersenyum lagi.
'Eoh apa aku senang digenggam oleh taehyung?' batin jungkook.
Merekapun berangkat kesekolah dan langsung masuk ke kelas. Sesampai dikelas, jimin menyapa mereka.
"Kalian datang bersama?" Tanya jimin.
"Bukannya dari kemaren?" Ucap taehyung heran jimin baru menanyainya.
"Kemaren kan kalian lebih dulu datang baboya" ucap jimin.
"Ah iya lupa, jungkook menginap dirumahku" ucap taehyung.
"Mwo? Jinja?" Tanya jimin yang dibalas oleh anggukan taehyung.
"Mengapa bisa?" Tanya jimin.
"Ugh ada sedikit masalah dirumahku jadi aku pindah" ucap jungkook.
"Mengapa bisa dirumahnya taehyung?"
"Karena aku pas lagi bersama jungkook, mengapa kau banyak bertanya aishh" ucap taehyung heran.
"Wajar lah aku kan perhatian pada jungkook karena ia adalah sahabatku" ucap jimin dengan tersenyum lebar.
Jungkookpun ikut tersenyum mendengar perkataan dari jimin.
"Tapi kau tidak apa-apakan jungkook kan?" Tanya jimin tersenyum aneh.
"Apa kau sudah gila?" Tanya taehyung yang mengerti apa yang diucapkan jimin.
"Maksudnya itu apa?" Tanya jungkook.
"Aniya jangan dengarkan manusia ini" ucap taehyung menarik jungkook untuk ke tempat duduk.
"Yak taehyung kau belum menjawab pertanyaanku" ucap jimin teriak.
TUK!
"Yak siapa yang memukulku?!" Ucap jimin dan berbalik badan.
"E..eh songsaengnim" ucap jimin terkejut lalu menundukkan badan.
Sekelaspun tertawa melihatnya.
"Mengapa kau teriak didalam kelas?" Tanya songsaengnim.
"A..anu aku tadi memanggil i..itu-"

"Dia berteriak padaku songsaengnim" ucap V.

"Aniya! Kau berbohong!" Ucap jimin meneriaki taehyung (lagi).

"Yak mengapa kau berteriak lagi?!" Tanya songsaengnim dengan nada tinggi membuat seisi kelas tertawa lagi.
Jiminpun menunduk.
"Permisi songsaengnim" ucap seseorang dari luar kelas.
Semuapun otomatis menoleh ke luar kelas kecuali jimin yang masih menunduk. Namja berambut mint yang diketahui taehyung dan jungkook bernama yoongi tersebut terlihat masuk setelah diperbolehkan oleh songsaengnim yang sudah duduk di meja guru.
"Eh itu yoongi hyung?" Tanya jungkook.
"Iya itu yoongi hyung yang kemaren menolong kita" ucap taehyung.
Yoongi melewati jimin lalu menepuk pundak jimin pelan.
"Duduklah" bisik yoongi pada jimin.
Jimin pun mengangkat kepalanya menatap yoongi.
"Tidak bisa, aku sedang dimarahi" ucap jimin berbisik.
"Duduk, aku yang mengurusnya"
Jiminpun kembali ke tempat duduknya.
"Yak mengapa kau kembali ketempat dudukmu?" Ucap songsaengnim.
"I..itu yoon-"
"Songsaengnim aku kesini ingin memberitahu bahwa kau sedang ada tamu di kantor berkaitan masalah anak-anak berkelahi kemaren" ucap yoongi membesarkan suaranya dan berjalan menuju songsaengnim.
Mereka berduapun berbicara di meja tersebut lalu songsaengnim pergi.
"Baiklah, karena songsaengnim tidak ada, pelajari latihan soal yang terakhir ne" ucap yoongi dan segera keluar kelas yang disambut dengan teriak kebahagiaan dari kelas tersebut.
Jiminpun langsung keluar kelas ingin menemui yoongi.
"Yoongi hyung" ucap jimin sedikit berteriak karena yoongi sudah agak jauh di depannya.
Yoongi berbalik dan jiminpun sedikit berlari menuju arahnya.
"Yak kau tidak bisa berteriak seperti itu, ini masih jam pelajaran" ucap yoongi.
"Ehehe mian hyung, terima kasih"
"Ne?"
"Terima kasih sudah menyelamatkanku untuk yang kedua kalinya" ucap jimin.
"Itu hanya kebetulan kok"
"Untung saja ada kau hyung aku benar-benar berterima kasih"
"Ne, baliklah ke kelasmu" ucap yoongi dengan senyum manisnya.
Jimin hanya melongo melihat senyuman tersebut dan membuat yoongi bingung.
"Kau kenapa?" Tanya yoongi.
"Aaniya hyung aku balik" ucap jimin langsung pergi meninggalkan yoongi yang masih bingung.
Saat jimin sampai dikelas, suasana kelas tentunya gaduh karena songsaengnim sedang tidak ada dikelas.
"Jimin" panggil taehyung agak sedikit berteriak agar didengar jimin.
"Ne?" Jiminpun ke tempat duduk taehyung dan jungkook.
"Untung saja ada yoongi hyung" ucap taehyung menahan tawa mengingat ekspresi jimin yang ketakutan tadi.
"Yak ini semua gara gara kau" ucap jimin mempoutkan bibirnya.
"Siapa suruh teriak" ucap taehyung tertawa yang dibalas tatapan sinis oleh jimin sedangkan jungkook hanya diam.
"Yoongi hyung baik" ucap jimin.
"Dia sudah menyelamatkanmu dua kali, apa itu kebetulan?" ucap taehyung.
"Sepertinya dia menyukaimu" ucap jungkook yang baru bersuara(?)
"Babo aku saja baru mengenalinya kemaren" ucap jimin.
"Aku selalu memperhatikannya setiap bel istirahat berbunyi, dia selalu lewat di depan kelas kita" ucap jungkook membuat taehyung dan jimin bingung.
"Lalu? Apa salahnya?" Tanya taehyung.
"Kalian babo ya, dia kan kelas 12-D yang kelasnya sangat dekat dengan kantin, mengapa dia malah melewati kelas ini yang justru sangat jauh oleh kantin, dia pasti melewatinya untuk memperhatikanmu jimin" ucap jungkook.
"Jinjayo? Ahh mungkin dia ada keperluan" ucap jimin mulai malu.
"Apa setiap hari? Oh ayolah aku selalu diam dikelas dan dia selalu muncul saat jam istirahat" ucap jungkook.
"Lalu mengapa aku tidak melihatnya?" Tanya jimin heran.
"Kau kan selalu ke kantin, ia selalu memperhatikan ke dalam kelas kita seolah mencari sesuatu" ucap jungkook.
"Terkadang ia datang juga sebelum kelas kita bubar, ia hanya berdiri di dekat pilar sana dan memperhatikan sesuatu yang ntah itu apa dengan tersenyum" ucap jungkook menambahkan.
"Mwoya ige? Mengapa kau terdengar seperti detektif eoh?" Ucap taehyung.
"Jinja? Mengapa aku tidak tau ya" ucap jimin menggaruk tengkuk kepalanya yang sangat tidak gatal.
"Perhatikanlah dia, sepertinya hyung itu menyukaimu" ucap jungkook.
"Nne" ucap jimin malu.
Tidak terasa, jam istirahatpun datang.
"Jimin diamlah di kelas, tunggu yoongi hyung" ucap taehyung dan menarik jungkook keluar kelas.
Jiminpun duduk di kelas ingin membuktikan omongan jungkook benar atau tidak. Ia menunggu sekitar 3 menit dan benar, apa yang jungkook bicarakan benar. Yoongi hyung berdiri di samping pilar depan kelas agak jauh dan memperhatikan dalam kelas. Karena mata jimin agak buram, ia tidak dapat melihat kemana mata yoongi hyung melihat. Jiminpun memutuskan untuk keluar menyapa yoongi hyung.
"Yoongi hyung" ucap jimin mendatangi yoongi yang terdiam.
"Ah ne jimin" ucap yoongi.
"Kau sedang mencari seseorang di kelasku?" Tanya jimin.
"Aniya, aku hanya melihat lihat saja"
"Ah begitu, apa kau sudah makan hyung?"
"Belum, kau juga pasti belum?"
"Bagaimana kau bisa tau hyung?"
'Pasti dia tau karena biasanya aku kan tidak berada di kelas' batin jimin.
"Hanya menebak" ucap yoongi.
"Mau ke kantin bersamaku?" Tanya jimin yang terlihat bodoh.
"Tentu"
Merekapun ke kantin berdua dan mencari meja taehyung serta jungkook.

"Jungkook kau ingin makan apa?" Tanya taehyung kepada jungkook yang sudah duduk dimeja kantin.
"Aku ikut kau saja"
"Baiklah, tunggu disini ya" ucap taehyung pergi meninggalkan jungkook sendirian.
Jungkook hanya memperhatikan sekitar.
"Jungkooooooooook" teriak seseorang dengan nada panjang dan terdengar menyebalkan. Jungkook hanya menoleh sebentar dan ketika tahu bahwa orang yang memanggilnya jimin, ia langsung mengalihkan pandangannya.
"Aigoo anak ini" ucap jimin yang sudah duduk di meja jungkook.
"Halo" ucap yoongi.
"Ah halo hyung" ucap jungkook.
"Cih dia kau jawab mengapa aku tidak?" Ucap jimin mengerucutkan bibirnya.
"Kau tidak penting" ucap jungkook membuat yoongi tertawa kecil.
"Ishh kau ini! Dimana taehyung?" Tanya jimin melihat sekeliling kantin.
"Dia memesan makanan"
"Baiklah, aku akan menyusulnya, yoongi hyung kau makan apa?" Tanya jimin.
"Tidak, aku tidak makan" ucap yoongi.
"Wae hyung?"
"Aku tidak lapar" ucap yoongi.
"Baiklah, tunggu disini ne hyung" ucap jimin yang langsung pergi.
"Hyung, apa kau menyukai jimin?" Tanya jungkook langsung to the point.
"Ne? Mengapa kau menanyakan itu?" Tanya yoongi terkejut.
"Aku memperhatikanmu dan sepertinya kau menyukai jimin" ucap jungkook.
"A..ani aku tidak menyukainya" ucap yoongi gugup karena jungkook menatapnya dengan serius.
"Aku kira kau menyukainya" ucap jungkook menggaruk kepalanya.
"Ahahaha aniya aku tidak menyukainya" ucap yoongi tersenyum pada jungkook.
"Lalu mengapa kau bisa kesini bersama jimin hyung?" Tanya jungkook lagi.
"Dia mengajakku ke kantin bersama"
"Ooh begitu ya"
PUK.
Bahu jungkook ditepuk oleh seseorang dari belakangnya. Jungkookpun menoleh ingin melihat siapa yang menepuknya. Mata jungkook membesar ketika melihat pisau kecil sudah berada dilehernya begitu juga dileher yoongi hyung.
"Jika kau berteriak, lehermu akan hilang sekarang!"
Jungkook memberanikan diri menongak keatas agar melihat siapa yang menodongnya dengan pisau ini.
'Rapmon?' batin jungkook.
"Bangun" ucapnya.
Jungkookpun bangun dari duduknya begitu juga dengan yoongi.
'Sial kemana kalian kim taehyung park jimin, ck ini terakhir kalinya aku akan duduk di meja pojok' batin jungkook yang sekarang ketakutan.
"Y..yoongi hyung" ucap jungkook yang melihat yoongi sudah berada disampingnya.
"Gwaenchana?" Tanya yoongi menatap jungkook dengan tatapan takut.
Jungkook hanya mengangguk.
"Jalan" ucap rapmon beserta anak buahnya menarik jungkook dan juga yoongi menjauh dari kantin.
Jungkook dan yoongi hanya menurut karena pisau kecil tersebut masih berada didekat lehernya. Setelah lama berjalan, mereka dibawa ke belakang sekolah, yaitu taman yang dekat dengan gudang sekolah. Mereka berdua didorong hingga jatuh ke rumput taman.
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya yoongi yang sedikit lebih berani dibandingkan dengan jungkook.
"Cih kalian membuat kami masuk ruang kepala sekolah, dimana dua namja yang memukuli kami kemaren?"
"Molla, kami tidak bersama mereka"
"Geotjimal! Katakan dimana mereka!" Ucap rapmon dengan nada yang tinggi.
Jungkook hanya merekutkan diri di dekat yoongi dan sangat ketakutan karena melihat rapmon membawa pisau. Rapmon mendekati jungkook dan menarik kerah jungkook hingga ia berdiri.
"Andwae!" Yoongi inginn menarik jungkook kembali, tetapi anak buah rapmon memegang kedua tangan yoongi yang sekarang sudah berdiri.
"Ini semua dimulai karena kau" ucap rapmon yang melihat nama jungkook diseragam yang ia kenakan.
"Jeon jungkook cih"
BUGH.
Seketika jungkook terkapar dirumput lagi. Pipinya terasa sakit. Ia lalu menatap rapmon tajam.
"Wae? Kau ingin membunuhku dengan tatapanmu itu? Cih kau memukul saja tidak bisa dasar lemah" ucap rapmon.
"Jungkook jangan dengarkan dia" teriak yoongi yang agak jauh.
"Kau pikir kau siapa bisa menatapku seperti itu? Badanmu terlalu kecil untukku, bahkan sekali pukul kau sudah terjatuh" ucap rapmon dengan senyum meremehkan andalannya.
Jungkook berdiri dengan menundukkan kepalanya menahan emosi.
"Woah kau berdiri? Masih ingin kupukul rupanya" ucap rapmon yang mendekat ke arah jungkook.
"Andwaee! Pukul saja aku, dia tidak bersalah, aku yang bersalah" ucap yoongi tidak ingin melihat jungkook terpukul.
Yoongi terus memberontak agar tangannya terlepas, hanya saja kekuatannya kecil.
"Tolong buatlah dia diam" ucap rapmon menyuruh anak buahnya.
Anak buahnya pun mengerti apa yang dimaksud oleh rapmon dan langsung memukuli yoongi.
BUGH.
Rapmon memberikan pukulan lagi untuk jungkook dan tentunya jungkook terkapar lagi di rumput.
Rapmon jongkok didepan jungkook dan langsung menjambak rambut jungkook.
"Lukanya terukir indah diwajahmu" ucap rapmon dengan senyum menjijikan.
BUGH.
Rapmon memukul berkali kali wajah jungkook hingga banyak memar tempampang indah di wajahnya.
Jungkook pingsan.
TBC!


Gimana lanjutannya? Jangan lupa review ya~ makasi yang udah review^^