Last section on part 6 :
[Rapmon memukul berkali kali wajah jungkook hingga banyak memar tempampang indah di wajahnya.
Jungkook pingsan.]

Part 7, enjoy!
"Jungkook bangunlah" ucap yoongi membangunkan jungkook.
"Kumohon bangunlah" ucap yoongi menahan tangisnya sambil menggoyangkan badan jungkook.
Tak lama kemudian, jungkook membuka matanya perlahan.
"Jungkook? Kau sadar?" Ucap yoongi dengan nada bahagia.
Jungkook memegang kepalanya yang terasa pening dan menatap yoongi.
"Hyung?"
"Ne ini yoongi hyung" ucap yoongi.
"Apa yang terjadi?"
"Kau pingsan akibat dipukul rapmon tadi"
"Kita dimana?" Tanya jungkook menatap sekeliling ruangan dengan cahaya yang redup bahkan hampir mati.
"Kita digudang sekolah" ucap yoongi.
"Apa yang mereka lakukan hyung?"
"Setelah kau pingsan tadi, mereka membawa kita ke sini dan menguncinya, maaf hyung tidak bisa menyelamatkanmu jungkook" ucap yoongi merasa sangat bersalah karena ia lah yang tua disini dan seharusnya ia bisa melindungi jungkook.
"Setidaknya kau masih bersamaku hyung" ucap jungkook mencoba tersenyum karena wajahnya terasa sangat sakit akibat lebam.
"Hyung kau baik baik saja?" Tanya jungkook yang dapat melihat lebam diwajah yoongi samar samar karena cahaya yang makin lama makin redup.
"Ne aku baik baik saja" ucap yoongi.
"Ayo kita cari cara agar bisa keluar dari sini" ucap jungkook dan dibalas anggukan dari yoongi.
"Hyung apa kita bisa mendobrak pintu ini?" Tanya jungkook.
"Aku sudah mencobanya, tetapi pintu ini masih lumayan kuat" ucap yoongi.
"Ini jam berapa hyung?"
"Jam 4 sore"
"Mwo? Aku pingsan selama itu?!"
"Ne kau pingsan lama jungkook"
"Berarti murid-murid sudah pulang? Bagaimana cara kita keluar?"
"Sangat jarang orang melewati jalan digudang ini jungkook"
"Aish bagaimana ini" jungkook mengacak rambutnya frustasi.
Jungkook dan yoongipun akhirnya memutuskan untuk berteriak meminta tolong berharap ada yang mendengar.
1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam.
Tidak ada yang datang.
"Hyung aku haus" ucap jungkook.
"Sama, disini panas pasokan udara hanya dari ventilasi kecil" ucap yoongi.
"Bagaimana ini" ucap jungkook terduduk lemas dan menghela nafas.
"Istirahatlah dulu"
JDER.
"HUJAN!" Ucap jungkook menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya dan juga menutup mata.
"Wae?" Tanya yoongi mendekati jungkook yang terlihat sangat takut.
"A..aku takut hujan hyung" ucap jungkook menatap yoongi.
"Omo wajahmu memucat!" Ucap yoongi yang dengan spontan memegang kening jungkook mengecek suhu badannya.
"Dingin, jungkook kau bisa sakit" ucap yoongi panik.
"Aniya gwaenchana hyung"
"Suaramu melemah, apa yang terjadi? Istirahat jungkook" ucap yoongi yang sangat panik melihat jungkook.
Jungkook hanya mengangguk dan memeluk kakinya. Ia mulai meneteskan air mata saat mendengar suara gemercik air dan petir yang terus menyambar.
"KUMOHON SIAPAPUN TOLONG KAMI!" Yoongi terus menggedor pintu dan berteriak sekencang mungkin karena suara hujan mulai membesar membuat suaranya terendam hujan.
Sedangkan jungkook hanya menutup matanya dengan air mata yang terus mengalir deras dipipinya. Ia merasa sangat pusing dan juga lemas karena terkurung dengan udara yang minim.
"Jungkook! Mereka datang!" Ucap yoongi yang terdengar bahagia sedangkan jungkook masih memeluk kaki dan badannya yang sudah mendingin.
BRAK.
Pintu gudang didobrak paksa oleh orang diluar, tetapi jungkook tidak peduli karena rasa takutnya lebih besar dibanding rasa sakitnya. Ia masih tetap menutup matanya.
"Jungkook sakit, kumohon bawa dia pergi sekarang" jungkook dapat mendengar suara yoongi hyung dengan samar-samar karena kesadarannya makin menurun.
Seseorang mendekati jungkook. Seseorang itu mengangkatnya dan menggondangnya ala bridal style. Kepala jungkook makin pusing karena suara hujan terdengar makin keras.
Jungkook membuka matanya, dan pandangan matanya bertemu.
"Kim..taehyung.." ucap jungkook lemas.
"Bertahanlah" ucap taehyung dengan wajah yang panik dan ternyata menggendong jungkook.
"Aku takut" ucap jungkook.
"Aku disini jangan takut" ucap taehyung.
"Ne.." jungkookpun pingsan lagi.
Taehyung langsung membawa jungkook kerumah sakit terdekat.
"Mengapa badanmu sangat dingin" ucap taehyung yang sangat panik.
Mereka sudah berada di rumah sakit dan jungkook sedang ditangani dokter. Taehyung menunggunya diluar ruangan. Banyak yang dipikirkan taehyung.
'Mengapa jungkook bisa ada disana dengan yoongi hyung? Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini? Aku tidak akan membiarkannya' batin taehyung geram.
Taehyung menunggu agak lama hingga dokter yang menanganinya keluar.
"Apa kau keluarganya?"
"Ne benar, apa yang terjadi?" Tanya taehyung dengan nada khawatir.
"Dia mengalami demam tinggi, wajahnya membiru akibat lebam yang dideritanya, dia tidak mengalami hal serius, dia hanya butuh istirahat saja" ucap dokter.
Seketika hati taehyung lega mendengar bahwa jungkook tidak mengalami sakit yang serius. Taehyungpun mengucapkan terima kasih kepada dokter dan segera memasuki ruang tempat jungkook tidur. Taehyung mendekati jungkook yang sedang tidak sadar di atas ranjang rumah sakit. Ia duduk disamping jungkook dan memegang tangannya.
"Apa yang terjadi?" Tanya taehyung seolah-olah jungkook sedang sadar.
Taehyung terus menatap jungkook.
"Bangunlah, bagaimana bisa kau terlihat damai sedangkan aku disini sangat khawatir padamu" ucap taehyung pelan.
Taehyung tetap menunggu jungkook hingga ia tertidur dengan posisi duduk. Tidak lama setelah taehyung tertidur, jungkook sadar perlahan. Ia membuka matanya dan langsung menatap rambut taehyung yang menutupi wajah taehyung. Jungkook tersenyum.
"Gomawo" ucapnya pelan dan kembali menutup mata untuk beristirahat.
Keesokan harinya, taehyung bangun dan mengucek-ngucek matanya.
"Selamat pagi taehyung"
Taehyung berusaha menyadarkan dirinya seratus persen dan menatap namja didepannya yang sudah terduduk.
"Jungkook?"
"Ne"
"Woahhhhhhh kau sudah sadar!" Teriak taehyung yang heboh sendiri membuat jungkook tersenyum.
"Mengapa kau tidak membangunkanku eoh?" Tanya taehyung.
"Aku tidak ingin mengganggumu"
"Apa rasa badanmu sudah membaik?" Tanya taehyung dan spontan memegang kening jungkook.
"Ne rasanya membaik, bagaimana dengan yoongi hyung? Dimana dia?"
"Entahlah, aku tidak dapat berkomunikasi dengan yoongi hyung maupun jimin karena sibuk mengkhawatirkanmu"
"Hubungilah mereka"
"Aku akan memanggil dokter dulu, kamu harus diperiksa" ucap taehyung.
"Ani, telfon mereka dulu, jika tidak ada yoongi hyung mungkin aku akan mati ketakutan" ucap jungkook.
"Baiklah" ucap taehyung dan langsung membuka hpnya untuk menelfon yoongi.
["Halo"]
"Jimin bagaimana keadaan yoongi hyung?" Tanya taehyung pada jimin yang sedang ia telfon.
["Gwaenchana, bagaimana dengan jungkook? Apa dia baik baik saja?"]
"Ne, dia menanyakan kabar yoongi hyung" ucap taehyung melihat jungkook.
["Katakan padanya, yoongi hyung baik baik saja, tadi malem aku langsung membawanya pulang dan membantunya untuk mengobati luka lebamnya. Dia tidak mengalami penyakit demam atau lainnya, hanya luka fisik saja, tadi aku juga sudah menelfon-"]
"Aigoo tumben banget kau sedetail ini menceritakan sesuatu eoh?" Ucap taehyung tertawa kecil.
["Cih untung untung aku ceritakan"]
"Hahahaha ne aku bercanda, lanjutkan ceritamu" ucap taehyung tertawa.
["Dia baik baik saja hari ini, aku sudah menelfonnya"]
"Baiklah, jaga yoongi hyung baik baik, dia sudah menjaga jungkookku dengan baik"
["Yayayaya"]
Taehyungpun memutuskan telfonnya.
"Bagaimana?" Tanya jungkook.
"Yoongi hyung baik baik saja, jimin sudah menjaganya kok" ucap taehyung.
"Baiklah" ucap jungkook.
"Tunggu ya aku akan memanggil dokter"
Jungkookpun hanya mengangguk.
Taehyung segera keluar dan memanggil siapapun yang berseragam rumah sakit. Tak lama kemudian, taehyung kembali dengan seorang dokter dan perawat. Dokter tersebut memegang kening jungkook lalu memeriksa detak jantungnya. Jungkook hanya diam.
"Keadaanmu sudah baik, detak jantungmu sudah tidak melemah, wajahmu tidak pucat, suhu badanmu normal, kau sudah sehat" ucap dokter.
"Ne terima kasih"
"Apa kau melewati hari yang susah?" Tanya sang dokter ke jungkook.
"Iya begitulah"
"Kau bisa pulang jika kau mau, kesehatanmu sudah pulih" ucap dokter.
"Ne terima kasih dokter" ucap jungkook.
Dokter dan perawatnya pun balik, tidak lupa taehyung mengatakan terima kasih juga kepada sang dokter.
"Bagaimana? Kau ingin pulang?" Tanya taehyung yang dijawab oleh anggukan dari jungkook.
"Apa kau benar benar sudah sehat?"
"Ne kau juga mendengarnya dari dokter kan taehyung" ucap jungkook.
"Baiklah, kapan kau ingin pulang?"
"Sekarang" ucap jungkook.
"Arraseo aku akann mengurusnya dulu" ucap taehyung yang dibalas anggukan oleh jungkook.
Taehyungpun segera bergegas mengurus biaya dan lainnya agar jungkook bisa keluar dari rumah sakit, sedangkan jungkook hanya diam dikamar sembari memainkan telefon genggamnya.
"Appa bogoshipo" ucap jungkook pelan melihat salah satu foto digalerinya.
"Mengapa kau tidak menghubungiku? Kau mengetahui nomorku. Apa kau tidak merindukanku? Hh aku sangat merindukanmu appa"
Jungkook tersenyum pahit melihat beberapa fotonya bersama sang ayah dan juga sang ibu di galerinya. Foto-foto tersebut ia foto dari foto yang sudah dicetak(?) sebelum ayahnya membakar semua foto tersebut. Tak lama kemudian, taehyung kembali ke ruangan jungkook.
"Untung kau tidak diinfus, jadinya kau bisa pulang lebih awal kook" ucap taehyung melihat jungkooknya.
"Aku akan secepatnya mengganti uangmu taehyung" ucap jungkook.
"Kau tidak perlu menggantinya"
"Tentu saja aku harus menggantinya pabboya" ucap jungkook.
"Tidak, apa kau sudah siap untuk pulang?" Tanya taehyung.
"Ne kajja"
Taehyungpun membantu jungkook agar bisa turun dari kasur rumah sakit.
"Apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa berjalan?" Tanya taehyung melihat wajah jungkook yang tidak baik.
"Ne aku bisa hanya sedikit pusing saja"
"Mau ku gendong?" Tanya taehyung dengan cengiran diwajahnya.
"Yak aku bisa berjalan"
Jungkook lalu meninggalkan taehyung.
"Tunggu aku" ucap taehyung yang langsung mengejar jungkook.
"Jungkook aku merindukanmu" ucap taehyung yang sudah berada disampingnya jungkook.
"Lalu?"
"Bolehkah aku memelukmu?"
"Mwoya?" Jungkook menatap aneh ke arah taehyung yang hanya menyengir.
Jungkook memegang kepalanya yang masih terasa pening.
"Sini aku gendong"
"Aniya aku bisa"
Taehyung mempercepat jalannya dan berjongkok membelakangi jungkook.
"Naiklah" ucap taehyung.
"Tidak"
Taehyungpun berdiri dan menarik jungkook agar mengalungkan tangannya di leher taehyung. Detik kemudian, taehyung membungkukkan badannya lalu memegang bokong jungkook dan mengangkatnya. Alhasil jungkook sekarang sudah berada di atas punggung taehyung. Jungkook tersenyum.
"Kau terlalu berisik jeon jungkook"
"Semua mata akan menuju ke arah kita kim babo" ucap jungkook.
"Biarkan semua orang tau bahwa aku kim taehyung sudah menjagamu jeon jungkook" ucap taehyung dengan suara yang disengaja dibesar-besarkan.
"Aihh kau memalukan" ucap jungkook.
Taehyung hanya tertawa.
"Gomawo" ucap jungkook pelan.
"Ne?" Tanya taehyung yang tidak jelas mendengar suaranya jungkook.
"Gomawo" ucap jungkook dengan menaruh dagunya diatas bahu taehyung.
"Tidak perlu berterima kasih, aku senang melakukannya" ucap taehyung menoleh ke kanan agar dapat melihat wajah jungkook dengan jelas.
Jungkook hanya tersenyum dan memejamkan matanya. Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai dimobil dan taehyung segera mengendarakannya ke rumah. Sesampai dirumah, taehyung menggendong jungkook menaiki tangga menuju kamarnya dan menidurkannya dikasur.
"Ternyata kau berat juga ya" ucap taehyung mengeluh.
Jungkook hanya tertawa kecil.
"Apa kau mau makan? Aku akan membuatkannya" ucap taehyung.
"Aku sungguh merepotkanmu"
"Tidak, aku senang membantumu"
"Bolehkah aku membantumu memasak?" Tanya jungkook dengan muka senang.
"Tidak boleh kau masih sakit"
"Aish kau mendengar kata dokter tadi bahwa aku sudah-"
"Yakk tapi kau berdiri saja masih pusing, diam saja disini tunggu aku selesai masak arraseo?" Tanya taehyung.
"Ani aku tidak mau" ucap jungkook mencoba untuk duduk.
Taehyungpun mendekati jungkook dan berjongkok agar wajah mereka tingginya sama dan jarak yang dekat.
"Diamlah disini, aku akan membuatkanmu makanan dan kita akan makan bersama"
"Anii aku ingin membantu"
"Hm bagaimana cara membuatmu agar menuruti perkataanku eoh?" Tanya taehyung yang mulai frustasi.
"Tidak ada"
"Bagaimana kalau kau tidak menurutiku, aku akan menciummu?" Ucap taehyung yang membuat jungkook terkejut.
"N..ne? Yak jangan macam macam" ucap jungkook yang langsung merebahkan dirinya agar tidak dicium.
"Ahahahahah diam disini makanya aish kau keras kepala sekali eoh" ucap taehyung dan segera turun ke dapur untuk membuat makanan.
Jungkook termenung sendiri dikamarnya dan lama-lama ia terlelap. Sedangkan taehyung yang sudah menyelesaikan masaknya segera naik dengan membawa 2 piring untuknya dan jungkook.
"Jungkook?"
Taehyung masuk dan menaruh kedua piring tersebut dimeja kecil sebelah kasur. Ia lalu menatap wajah jungkook dan tersenyum. Ia juga mengelus rambut jungkook pelan.
"Kau tau? Kau sangat manis dan akan tambah manis jika sedang tertidur seperti ini" gumam taehyung yang masih mengelus rambut jungkook.
Perlahan taehyung menggoyangkan badan jungkook agar jungkook bangun. Tak lama kemudian, jungkook terbangun.
"Maaf aku membangunkanmu, tapi kau harus makan ini sudah siang dan kau belum makan sama sekali" ucap taehyung.
Jungkook hanya tersenyum dan segera mendudukan dirinya di atas kasur.
"Aku suapin ya?" Tanya taehyung.
"Tidak" ucap jungkook menyembunyikan perasaan senang dan malunya.
"Wae? Ayolah aku ingin menyuapimu"
"Tanganku tidak kenapa-kenapa taehyung babo" ucap jungkook.
"Yasudah aku akan menggambil tali untuk mengikat tanganmu dulu" ucap taehyung yang segera berdiri./span/div
"Mwo? Yak! Baboya"
"Aku tidak suka penolakan" ucap taehyung tertawa kecil.
"Aish yasudah suapin saja" ucap jungkook memandang kesal bercanda.
Taehyungpun menyuapi jungkook dengan semangat dan lumayan cepat membuat jungkook harus mengunyah serta menelan makanannya dengan cepat.
"Y-akk pela-n p-elan" ucap jungkook dengan mengunyah.
"Ehehehe mian sepertinya aku terlalu bersemangat" ucap taehyung.
"Kau juga makanlah" ucap jungkook yang menerima suapan dari taehyung.
"Habis ini aku akan makan, tenang saja" ucap taehyung tersenyum dan terus menyuapi jungkook hingga habis.
"Bagaimana? Apa kau suka masakanku?" Tanya taehyung dengan cengirannya.
"Ya aku menyukainya, terima kasih"
Taehyung tersenyum senang dan memakan makanannya sedangkan jungkook kembali ke posisi tidurannya.
"Kau ingin istirahat?" Tanya taehyung yang belum menghabiskan makananya.
"Ani, aku hanya ingin tiduran saja"
"Baiklah" ucap taehyung dan melanjutkan aktivitasnya.
Setelah habis, taehyungpun menaruh kedua piring tersebut di dapur dan kembali lagi ke kamar jungkook.
"Jungkook apa boleh aku tiduran dikasurmu juga?" Tanya taehyung.
"Yak ini kasurmu babo"
"Berarti boleh?"
"Tentu saja" ucap jungkook.
TBC!

Yay part ini selesai, bagaimana? Enjoyed or not?