Last section on part 7 :

["Jungkook apa boleh aku tiduran dikasurmu juga?" Tanya taehyung.

"Yak ini kasurmu babo"

"Berarti boleh?"

"Tentu saja" ucap jungkook.]

Part 8, enjoy!

Taehyungpun langsung tersenyum cerah dan segera tiduran disamping jungkook. Mereka saling berhadapan.

"Jungkook"

"Mm?"

"Sebenarnya apa yang terjadi kemaren? Aku baru sempat menanyakannya"

"Kemaren aku dan yoongi hyung dipukul"

"Pantas saja ada luka lebam diwajahmu, siapa yang memukulimu?"

"Rapmon, dia memukuli kami lalu mengunci kami di gudang" ucap jungkook.

"Mengapa dia memukulimu?" Tanya taehyung meredam emosinya.

"Gara gara kemaren di kantin itu"

"Jadi dia dendam padamu?"

"Dia dendam pada kita berempat, aku takut dia akan melukai lagi"

"Kau harus melaporkannya pada sekolah, kau dipukul disekolah bukan?"

"Ne tapi bukankah sebaiknya kita tidak melaporkannya? Nanti rapmon tambah membenci kita tae" ucap jungkook.

"Kau harus mendapatkan keadilan"

"Aish aku tidak apa-apa"

"Mengapa kau tidak memukulnya kook? Apa kau tidak bisa memukul?" Tanya taehyung heran.

"Aku bisa, dulu aku ini juara karate jangan salah" ucap jungkook mempoutkan bibirnya tidak terima dengan perkataannya taehyung.

"Lalu? Mengapa kau tidak memukulnya?"

"Aku tidak suka dengan kekerasan semenjak appaku keras padaku tae, kau tau sendiri aku hidup dalam kekerasan. Aku merasakan kekerasan itu sendiri dan itu menyakitkan tae. Aku tidak berani lagi memukul orang semenjak aku dipukul" ucap jungkook.

"Yak kau benar benar babo eoh? Kau sudah dipukul dua kali oleh namja tersebut dan kau tidak berbuat apa-apa? Aku pikir kau tidak berani melawan tetapi kau pernah mendapat juara dalam karate! Aigoo" ucap taehyung memegang kepalanya frustasi.

Jungkook hanya tertawa kecil melihat tingkah laku taehyung.

"Lain kali kau harus memukulnya, mengerti? Aigoo aku jadi penasaran bagaimana cara jungkook berkelahi eoh, ajarkan aku ne?" Ucao taehyung.

"Arraseo aku akan berusaha memukul mereka, aku sudah sedikit lupa tentang karate aih lagipula kau bisa berkelahi kan" ucap jungkook tersenyum.

Taehyungpun mengelus wajah jungkook tepat dimana terdapat lebamnya.

"Wajah manismu jadi begini kan" ucap taehyung yang membuat pipi jungkook merona merah muda.

"Jungkook"

"Hm?"

"Apa kau menyukaiku?" Tanya taehyung dengan cengirannya.

"N..ne?"

"Apa kau menyukaiku?" Tanya taehyung dengan suara lebih besar.

"M..molla"

"Aku ini tampan" ucap taehyung dengan senyuman yang menyebalkan.

"Cih aku juga tampan" ucap jungkook.

"Aniya kau tidak tampan kau itu manis"

"Aku itu tampan" ucap jungkook.

"Kapan kau akan menyukaiku eoh?"

"Mengapa kau bertanya itu?"

"Karena aku ingin cepat cepat menjadikanmu sebagai yeojachinguku"

"Aku ini namja" ucap jungkook kesal.

"Ahahahaha namjachingu"

"Bagaimana jika aku tidak menyukaimu?"

"Aku akan menunggumu" ucao taehyung.

"Lalu bagaimana jika aku tetap tidak menyukaimu tae?"

"Aku akan tetap menunggumu"

"Bagaimana jika aku tidak ingin kau menjadi namjachingku?" Tanya jungkook dengan senyuman evilnya.

"Aku tidak menerima penolakan" ucap taehyung dengan senyum yang mengikuti senyumannya jungkook.

"Maksudnya?"

"Lagi pula kau tidak akan menolakku, aku tau itu" ucap taehyung dengan senyum yang menggoda.

"Y..yak kau sok tau"

Taehyung mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook. Jungkookpun terkejut dan spontan menjauhkan wajahnya.

"Wae? Mengapa kau menjauh?"

"A..ani" ucap jungkook gugup.

"Tuh kan, kau tidak mungkin menolakku dari gerak gerikmu itu. Kau gugup disaat aku mendekatkan wajahku, kau tersenyum malu ketika aku menggodamu, bahkan terkadang pipimu merona" ucap taehyung tersenyum bangga karena dapat menjelaskan semuanya.

"M..mwoya? Kau tidak dapat menyimpulkan seperti itu"

"Apa kau lupa? Aku ini ahlinya cinta, jadi aku tau mana orang yang sedang jatuh cinta atau tidak" ucap taehyung.

"Lalu? Apa aku sedang jatuh cinta?"

"Kau menyukaiku kook"

"N..ne? Tidak" ucap jungkook menundukkan kepalanya karena malu.

"Aigoo suatu hari kau akan menyadarinya bahwa kau sangat menyukaiku karena aku kan tampan juga baik" ucap taehyung yang langsung diberi pukulan pelan tepat dikepala oleh jungkook.

"Yak mengapa kau memukulku?"

"Kau itu terlalu percaya diri kim taehyung" ucap jungkook tertawa kecil melihat ekspresi taehyung.

"Kau saja pernah berkata bahwa aku ini tampan eoh apa perlu aku buktikan bahwa aku tampan?"

Sebelum jungkook menjawab, taehyung langsung memegang kepala belakang jungkook dengan salah satu tangannya dan mendekatkan wajah mereka berdua. Jarak antara wajah mereka hanya berbeda kurang kebih 3 cm. Jungkook seketika membeku melihat wajah taehyung sedekat ini.

'Ya kau memang tampan, aku beruntung' ucap jungkook dalam hatinya.

"Bagaimana? Aku tampan kan?" Tanya taehyung tersenyum riang.

Jungkook pun mendorong wajah taehyung agar menjauh.

"Aishhh wajah tampan ini akan rusak jika kau kasari terus" ucap taehyung dan tertawa kecil.

"Kau terlalu percaya diri eoh"

"Wae? Lagipula wajah tampan ini nantinya untukmu kan kook aigoo jadi sepertinya aku harus merawat wajahku lebih ekstra agar dimasa depan saat kita berdua tidur bersama seperti ini, kau tidak akan memukul wajahku lagi" ucap taehyung yang berhasil membuat jungkook melting dengan kedua pipi yang merona merah.

"Aku ingin tidur" ucap jungkook mengalihkan pembicaraan karena dia benar-benar sangat malu.

"Apa aku boleh tidur disini?"

Jungkook hanya mengangguk dan segera membalikkan badannya.

"Mengapa kau membalikkan badanmu? Aku ingin melihat wajahmu yang tertidur" ucap taehyung kesal.

"Aku tidak akan nyaman jika tidur berhadapan, biarlah seperti ini"

Tanpa menjawabnya, taehyung langsung menarik bahu jungkook agar berbalik arah menghadapnya.

"Biasakanlah seperti ini karena kedepannya akan seperti ini" ucap taehyung tersenyum.

Jungkook hanya terkejut malu mendapat perilaku yang sangat hangat.

"Tidurlah" ucap taehyung.

Jungkookpun mau tidak mau menutup matanya walaupun agak tidak nyaman. Sedangkan taehyung hanya tersenyum senang dan segera tidur. Saat waktu menunjukkan pukul 15:05 sore, jungkook bangun. Ia masih pada posisi yang sama. Wajahnya dengan wajah taehyung sangat dekat. Hidung mereka bahkan hampir bersentuhan. Jungkook juga merasakan lengan taehyung berada di pinggulnya. Jungkookpun melihat kebawah memastikan apa benar lengan taehyung melingkar dipinggulnya. Dan ya memang benar. Taehyung sedang memeluknya dengan posisi tidur sekarang. Hati jungkook seketika berdegub kencang dan terukir senyum manis dibibirnya. Karena jungkook ingin ke toilet mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya, jungkookpun mencoba melepaskan diri dari taehyung dan membalikkan badannya. Tetapi, setelah jungkook membalikkan badan, lengan taehyung malah mempererat pelukannya. Kaki taehyung bahkan sekarang diatas kaki jungkook seolah-olah jungkook adalah bantal guling.

'Apa harus ku bangunkan?' batin jungkook yang memang sudah kebelet.

Jungkookpun menggoyangkan lengan taehyung yang ada dilengannya.

"Taehyung ireona" ucap jungkook sambil menoleh ke belakang.

"Taehyung" jungkook kali ini memukul pelan kaki taehyung berkali-kali.

"Taehyung kumohon bangunlah" jungkook memukul agak keras.

"Y..yak aku ingin ke toilet" ucap jungkook yang susah payah menahan hal yang seharusnya sudah dikeluarkannya.

"Taehyungggg" dengan pilihan terakhir, jungkookpun langsung menaikkan tangan taehyung dari pinggulnya lalu menggigitnya keras.

"AKH!" Teriak taehyung yang kesakitan.

"MIANN NANTI AKU JELASKANNN KOK!" ucap jungkook berteriak langsung lari menuju toilet.

Taehyung yang digigit tangannya pun merasa heran dengan jungkook.

"Aish ada apa dengan dia, aigoo tanganku perih" ucap taehyung melihat bekas gigi jungkook di tangannya.

Taehyungpun jadinya bangun akibat digigit jungkook. Ia menguap berkali-kali karena masih ingin tidur tetapi kantuknya perlahan menghilang. Ia terduduk di atas kasur menunggu jungkook kembali. Setelah beberapa menit terdiam, akhirnya jungkook muncul dari pintu kamarnya.

"Yak kau habis darimana?" Tanya taehyung tak terima tangannya digigit.

"Mianhae tadi aku kebelet pipis dan kau tidak bisa bangun jadi ya aku gigit"

"Aishh liatlah tanganku" ucap taehyung berpura-pura marah sambil menunjukkan bekas gigitan jungkook.

"Omo! Sepertinya aku menggigitnya terlalu keras, mianhae taehyung" ucap jungkook memegang tangan taehyung.

"Ani, kau harus bertanggung jawab" ucap taehyung tersenyum nakal.

"N..ne? Aish tanggung jawab apa? Apa yang kau inginkan?" Tanya jungkook.

"Poppo" ucap taehyung tak ragu.

"M..mwo?! Yakkk!" Jungkook seketika menjauh dari taehyung.

"Kau harus mencium bibirku dulu baru kau akan ku maafkan" ucap taehyung.

"Aniya aku tidak mau" ucap jungkook.

"Oh ayolah"

Taehyung mendekat ke arah jungkook yang semakin mundur.

"Y..yak kim taehyung j..jangan coba-coba atau akan ku pukul kau" ucap jungkook gugup.

"Wae? Oh ayolah kau sudah menggigit tanganku dan itu salahmu, jadi tanggung jawab sekarang" ucap taehyung yang terus mendekat ke arah jungkook.

Jungkook pun langsung lari keluar kamar lalu menutup pintunya dan bersembunyi dikamar orang tua taehyung sedangkan taehyungpun menyusul lari kelantai 1 mengejar jungkook.

"Kook? Dimana kau? Aigoo kau ingin bermain sembunyi-sembunyian eoh?" Taehyungpun mencari di seluruh ruangan bawah dan berhenti di ruangan orang tuanya karena mendengar suara berisik.

"Jungkookieeee?" Tanya taehyung memasuki kamar orang tuanya dan menutup pintunya.

'Sial' umpat jungkook yang bersembunyi dibawah tempat tidur.

"Aku tau kau disini, keluarlah" ucap taehyung tersenyum menang.

"Jungkook" panggil taehyung yang duduk di atas tempat tidur.

"Kemarilahh kookie, kau kalah"

"Jika kau keluar, aku tidak akan menciummu" ucap taehyung.

"NE AKU DISINI" ucap jungkook berteriak dan keluar dari bawah tempat tidur lalu berdiri menghadap taehyung.

Taehyung tertawa melihat jungkook keluar dari kolong tempat tidur.

"Baboya kalau bersembunyi jangan berisik" ucap taehyung tertawa.

"Kau menakutiku bodoh"

"Mianhae aku hanya bercanda ahahahaha ekspresi takutmu sangat lucu aigoo"

Jungkook hanya tersenyum masam.

"Wae? Mengapa senyummu seperti itu? Apa kau kecewa karena aku bercanda akan menciummu eoh?" Tanya taehyung yang sedetik kemudian tertawa melihat tatapan horror dari jungkook.

"Taehyung apa kita tidak bekerja?"

"Apa kau sudah sembuh total?" Tanya taehyung mengecek suhu badan jungkook dengan tangannya.

"Apa kau tidak ingat bahwa baru saja aku lari-larian?" Ucap jungkook.

"Aigoo ahahaha baiklah kajja berangkat"

"Yak kita belum mandi eoh, memang ini jam berapa?" Tanya jungkook.

"15:45" ucap taehyung yang melihat jam dari hpnya.

"MWO?! KITA TELAT!" Teriak jungkook yang membuat taehyung menutup telinganya secara spontan.

"Yak! Sst" ucap taehyung.

Jungkook hanya terkekeh.

"Makanya ayo berangkat" ucap taehyung pada jungkook.

"Tapi aku belum mandi" ucap jungkook.

"Eish apa kau mau telat? Lebih baik nanti pulangnya mandi" ucap taehyung menarik tangan jungkook menuju garasi.

"E..eh tas kerjaku belum ku ambil"

"Nanti kuambilkan tuan putri" ucap taehyung terkekeh pelan sedangkan jungkook merona dan kesal.

Setelah menaruh jungkook di dalam mobil dengan aman, taehyungpun langsung menyiapkan barang kerjanya dan berangkat menuju cafe jimin. Sesampai disana, keadaan cafe cukup sepi. Mobil jimin terparkir rapi disana. Jungkook dan taehyungpun langsung mengambil seragam mereka dan segera bekerja.

"Jungkoooooook" teriak jimin gemas saat melihat jungkook sehabis ganti baju dan berlari memeluk jungkook.

Jungkookpun kaget.

"Yakkkk jangan menyentuh jungkookku" ucap taehyung memarahi jimin.

"Mwoya? Aku kan kangen dengannya" ucap jimin yang masih memeluk jungkook.

"Ishhhhh" taehyung langsung menarik jungkook menjauh yang akhirnya terlepas dari pelukan jimin.

"Yasudah sana saja pergi kerja" ucap jimin kesal langsung masuk ke ruangannya lagi karena ia keluar dari ruangan hanya untuk melihat jungkook.

Sedangkan jungkook dan taehyung hanya tertawa kecil.

"Aigoo taehyung hati-hati gajimu dipotong" ucap jungkook tertawa.

"Aku tidak terlalu peduli jungkook" ucap taehyung ikut tertawa.

"Taehyung"

Taehyung dan jungkook menoleh kebelakang karena mendengar nama taehyung dipanggil.

"Ah ne hyung?" Tanya taehyung kepada Jin, orang yang memanggilnya tadi.

"Antarkan hyung membeli beberapa bahan di supermarket ne?" Tanyanya dengan memegang lengan taehyung.

'Mwoya ige?' Batin jungkook.

"Ah hyung bukankah biasanya kau menyuruhku untuk membelinya? Biar aku saja" ucap jungkook dengan pandangan tak suka melihat Jin memegang lengan taehyung seperti menggandengnya.

"Ku dengar dari jimin, kau sakit jungkook. Jadi biar aku saja yang beli bersama taehyung" ucap jin.

"Ahh baiklah hyung aku akan mengantarkanmu" ucap taehyung.

Jin pun tersenyum lebar sedangkan jungkook berwajah masam.

"Jungkook aku akan mengantar Jin hyung dulu ne? Kau diamlah disini, ingat nanti kita pulang bersama" ucap taehyung berbisik pada jungkook.

Jungkookpun tersenyum dan mengangguk kearah taehyung. Taehyung dan jin pun berangkat menggunakan mobilnya taehyung ke supermarket sedangkan jungkook melanjutkan kerjanya melayani pelanggan disana.

"Apa-apaan ini? Mengapa mereka lama sekali kembali? Aih toko bahkan hampir tutup. Apa yang mereka beli sampai berjam-jam seperti ini?" Tanya jungkook menggerutu kesal.

TBC!

Next? Yuhuyy~