Last section on part 10 :
["Baiklah" ucap jungkook.
Lalu sunyi.
'Dia kelelahan' ucap jungkook sedih karena biasanya sekarang taehyung pasti sudah bercanda dengan dirinya]
Part 11, enjoy!
Taehyung memilih menidurkan kepalanya lagi sedangkan jungkook hanya diam melihat belakang kepala taehyung hingga songsaengnim masuk.
-pulang sekolah-
"Taehyung, aku ikut bersamamu ya? Jenguk jin hyung kan?" Ucap jungkook.
"Okay, beritahu jimin dulu. Nanti dia bingung mencarimu" ucap taehyung.
Jungkook mengangguk dan langsung menuju jimin untuk memberitahu bahwa dia akan ikut dengan taehyung.
"Apa kau akan balik ke rumahku lagi?" Tanya jimin.
"Aku tidak tahu" ucap jungkook.
"Aku akan menunggumu bersama yoongi" ucap jimin tersenyum.
"Aku tidak kerja hari ini" ucap jungkook.
Jimin hanya mengangguk. Jungkookpun balik ke taehyung dan berangkat menuju rumah sakit dimana Jin hyung dirawat.
Didalam perjalanan, sunyi. Taehyung tidak berbicara sama sekali. Dia terlihat sangat sangat kelelahan. Jungkookpun mengerti walaupun dia merasakan sedih.
Sesampai dirumah sakit, mereka berdua langsung menuju kamar Jin. Baru sampai dikamarnya, taehyung langsung tiduran di sofa kamar rumah sakit itu sedangkan jungkook melihat Jin yang menatapnya balik. Jin tersenyum melihat jungkook.
"Hyung bagaimana keadaanmu?" Tanya jungkook pada Jin.
"Aku membaik, untung saja ada taehyung yang mau menemaniku. Kalau tidak, aku tidak tau apa yang terjadi padaku semalam" ucap Jin yang membuat hati jungkook menjadi sakit. Ya sakit.
"Baguslah" ucap jungkook.
"Dia merawatku dengan baik, menyuapiku, memijat kepalaku, hingga membelikan makanan untukku" ucap Jin tersenyum senang yang membuat jungkook menahan rasa sakit hatinya.
'Taehyung menyuapi Jin hyung' batin jungkook yang sedih.
Taehyung berdiri menuju jungkook dan melihat kearah Jin hyung.
"Tae terima kasih" ucap jin hyung sedangkan tae hanya mengangguk.
"Aku menyukaimu taehyung" ucap Jin yang membuat hati jungkook memanas.
"A-aku merusak suasana ya? Ahh mianhae" ucap jungkook mundur.
"Tidak kok. Aku juga ingin kau tahu bahwa aku menyukai taehyung" ucap jin.
Taehyung hanya diam.
"Semoga kau cepat sehat hyung, aku pamit dulu" ucap jungkook bergetar dan langsung keluar kamar tanpa mempedulikan taehyung yang terus berteriak memanggilnya.
Taehyung yang hendak keluar mengejar jungkook ditahan oleh Jin yang mengatakan bahwa dirinya pusing. Mau tidak mau taehyung akhirnya diam tidak jadi mengejar jungkook. Sedangkan jungkook yang baru keluar dari kamar Jin langsung meneteskan air matanya dan segera cepat keluar dari rumah sakit sialan itu. Ia memilih jalan dibandingkan memakai taksi. Lagipula, ia tidak tau harus kemana.
"Apa aku harus kerumah jimin? Hiks tidak mungkin. Apa yoongi hyung disana?" Ucap jungkook ngomong sendirian.
"Moodku sedang rusak. Hiks aku tidak mungkin kembali ke rumah jimin disaat menangis seperti ini. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku" ucap jungkook yang terus menangis dan sesekali mengelap air matanya.
Ia tidak peduli pada beberapa orang yang memperhatikannya dijalan. Ia hanya tetap berjalan dan terus menangis sampai ia menemukan sebuah taman. Ia memilih duduk pada salah satu bangku.
"Kemana aku akan pergi"
Jungkook berpikir dan beristirahat sejenak karena ia sudah menangis dan berjalan jauh dari tadi.
"Jika aku pulang kerumah, aku belum siap bertemu appa. Aku pulang ke rumah taehyung saja" ucap jungkook yang bangkit dan melanjutkan jalannya.
Setelah setengah jam berjalan, akhirnya ia sampai pada rumah taehyung. Ia langsung membuka pintu dengan kunci yang diberikan jimin, lalu masuk ke dalam. Ia tiduran pada sofa besarnya taehyung sambil merenung.
"Kapan ia akan pulang? Mengapa ia hanya diam disaat jin hyung mengatakan bahwa ia menyukainya? Apa taehyung menyukainya balik? Aku merindukannya." ucap jungkook mengacak-acak rambutnya frustasi.
TOK TOK TOK
"Itu pasti taehyung!" Ucap jungkook semangat karena pintu depan diketok.
Jungkook lalu berlari dan membuka pintu.
"Surprise"
BUGH
Dengan satu kali tendangan, jungkook tersungkur kelantai rumah taehyung. Jungkook mendongakkan kepalanya.
"Rapmon"
Rapmon memegang kerah baju jungkook yang masih dilantai.
"Kau pasti mengadu pada pacarmu ya kan?! Aku dikeluarkan dari sekolah!" Teriak rapmon membuat jungkook terkejut akan pernyataannya.
"Keluar dari sekolah?"
"Ini semua gara-gara kamu brengsek!" Ucap rapmon lagi memukul jungkook.
"Yak! Ini memang salahmu!" Teriak jungkook tak kalah keras.
Jungkook langsung berdiri menghadap sejajar dengan rapmon. Rapmon langsung memukul jungkook lagi.
"Cih kau datang dengan kawan-kawanmu? Dasar pengecut!" Ucap jungkook yang melihat 2 orang lainnya memasuki rumah taehyung.
Kini semua memukul jungkook pada ruang tengahnya taehyung. Jungkook tidak menyerah. Ia tetap berdiri walaupun terus dipukul hingga babak belur.
"Hanya segini kekuatan kalian?" Tanya jungkook yang sudah berdarah pada beberapa bagian dimukanya.
"Cih"
Mereka bertiga lagi memukul jungkook hingga satu persatu kelelahan karena jungkook tak kunjung menyerah.
"Aku tau aku lemah, bukan berarti aku tidak bisa memukul" ucap jungkook yang sudah berkali-kali tersungkur dilantai.
"Aku mengaku kalah memang. Aku tidak bisa melawan kalian semua. Tetapi aku yakin, kalian akan cukup puas menerima pukulanku" ucap jungkook tersenyum pada rapmon lalu berdiri.
BUGH!
Jungkook memukul rapmon dan dua kawan lainnya secara bergantian. Ia memukul dan menendang dengan kuat ketiga orang tersebut hingga satu persatu tersungkur di lantai rumah. Pembantaianpun dimulai. Banyak darah dilantai, entah darah jungkook atau tiga orang tersebut. Semua bercampur jadi satu membuat rumah itu terlihat sangat mengerikan. Rapmon yang tak mau kalah membalas pukulan jungkook. Mereka berdua beradu sengit hingga jungkook yang sudah banyak dipukul akhirnya pingsan.
-taehyung side-
"Oh ayolah jimin angkat telfonku" ucap taehyung yang mencoba menelfon jimin berkali-kali tetapi tidak diangkat.
Ia mengabaikan seluruh pesan singkat entah dari siapa dan terus menelfon jimin dan juga jungkook.
"Mengapa jungkook dan jimin tidak mengangkat telfonnya?" Ucap taehyung berbicara sendiri di koridor rumah sakit.
Taehyung langsung masuk ke kamar jin dan menatap jin tajam.
"Aku pergi" ucap taehyung mengambil tasnya lalu pergi tanpa menunggu balasan dari jin.
Ia benar-benar khawatir dengan jungkook sekarang. Dari tadi telefonnya tidak aktif, jimin juga tidak mengangkat telefon darinya membuat taehyung benar-benar cemas dengan jungkook. Taehyung langsung pergi menuju rumah jimin dengan kecepatan tinggi. Sesampai disana, ia berlari kencang dan mengetuk pintu jimin dengan cepat dan terkesan tidak sabaran. Tak lama kemudian seseorang membuka pintunya.
"Hey hey hyung apa ada jungkook?" Tanya taehyung pada yoongi yang membukakan pintu dengan dada naik turun akibat lari barusan.
"Tidak, bukankah jimin sudah memberikanmu pesan singkat?" Tanya yoongi terlihat bingung.
"Ne?!"
Taehyung langsung membuka hpnya dan membaca pesan singkat tersebut.
18:03 from : Jimin
Hey mengapa jungkook belum kesini? Ini sudah menjelang malam.
18:39 from : jimin
Yak balas pesanku, apa jungkook masih disana? Aku dan yoongi hyung mengkhawatirkannya.
19:05 from : jimin
Jungkook belum juga disini, kemana dia pergi? Bodoh balas pesanku!
Taehyung melemas seketika.
"Mengapa jimin tidak mengangkat telefon dariku?" Tanya taehyung.
"Hpku sedang dicas" ucap jimin yang datang dari belakang.
Taehyung mengacak rambutnya frustasi.
"Dimana anak ini sekarang" ucap taehyung dengan badan lemas.
"Apa kalian berkelahi tadinya?" tanya yoongi pada taehyung.
"Kurasa tidak, tapi dia terlihat kesal setelah jin hyung mengatakan bahwa dia menyukaiku" ucap taehyung.
"Dia cemburu bodoh" ucap jimin.
"Kalau dia sedang sakit hati, pasti ingin sendirian. Bisa saja dia berada dirumahmu. Disana sepi kan hanya dirinya" ucap yoongi.
Taehyung langsung terdiam sebentar dan langsung lari menuju mobilnya.
"Hey aku ikut!" Teriak yoongi dan jimin.
Mereka berduapun ikut lari dan masuk ke dalam mobil taehyung. Taehyungpun langsung menancapkan gas dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya yang lumayan jauh dari rumah jimin. Sesampai disana, mereka langsung keluar dari mobil dan hendak memasuki rumah tersebut sampai taehyung menghentikan keduanya untuk masuk.
"Wae?" Tanya jimin.
"Ini aneh. Pintu depan terbuka. Jungkook bukan tipe orang yang teledor seperti itu" ucap taehyung memperhatikan.
"Kurasa ada orang lain didalam sana. Dia tidak sendirian" ucap yoongi.
"Hyung telfon polisi sekarang" ucap taehyung membuat jimin kaget.
"Tunggu dulu, bagaimana jika itu hanyalah teman jungkook?" Tanya jimin.
"Percayalah, telfon polisi sekarang dan hyung diamlah diluar sini jangan masuk" ucap taehyung membuat yoongi menelfon polisi melalui telefon selulernya.
Taehyung dan jimin langsung berlari masuk rumah meninggalkan yoongi sendirian yang sedang menelfon polisi. Baru saja masuk pintu, jimin dan taehyung sudah terkejut.
"Holly shit! Darah dimana-mana!" Ucap jimin yang sangat terkejut.
Taehyung langsung berlari menuju ruang tengah disusul oleh jimin. Taehyung tambah terkejut melihat rambut jungkook yang sedang dijambak oleh rapmon dalam keadaan tidak sadar dan diikat pada satu kursi. Taehyung dapat melihat jelas wajah jungkook yang sangat berantakan. Luka ada dimana-mana dengan warna biru yang mendominasi warna wajah jungkook.
"Wah wah wah, akhirnya kalian muncul"
"KAU BENAR-BENAR MONSTER!" Teriak taehyung yang sudah ingin mendekati dan memukul rapmon.
"Eits berani saja kau memukulku, dia akan mati" ucap rapmon yang mendekatkan pisau pada leher jungkook.
Mau tidak mau taehyung langsung terdiam tidak lagi mendekat. Kedua anak buah rapmon maju dan memukuli taehyung dan jimin. Tetapi tentu saja taehyung dan jimin menang karena kedua pria tadi memiliki energi yang sudah terkuras dan ingat, mereka sudah dipukuli habis-habisan oleh jungkook. Jungkook perlahan terbangun dari pingsannya. Ia mengerjapkan matanya dan melihat pemandangan yang tidak mengenakkan. Taehyung dan jimin sedang berkelahi. Kepala jungkook sangat pusing akibat dipukul tadi. Jungkook melihat kedua pria tersebut tersungkur ke lantai akibat pukulan dari taehyung dan jimin. Seketika pandangan mata jungkook dan taehyung bertemu.
"Sekali lagi kau berani memukulku atau jimin, sekarang juga aku akan mencabut nyawa kalian" ucap taehyung dengan nada yang sangat menyeramkan.
TBC!
Udah mau ending nihh~
