Last section on part 11 :
[Seketika pandangan mata jungkook dan taehyung bertemu.
"Sekali lagi kau berani memukulku atau jimin, sekarang juga aku akan mencabut nyawa kalian" ucap taehyung dengan nada yang sangat menyeramkan.]
Part 12, go!
Jungkook dapat merasakan aura mengerikan dari taehyung yang sedang mengatur nafasnya. Kedua pria tersebur memilih diam daripada melawan.
"Berani lawan satu-satu?" Tantang taehyung pada rapmon dengan senyuman yang sangat sangat mengerikan.
"T-tae" ucap jungkook pelan.
"Jika kau berani, majulah dan jangan mengambil jungkook lagi" ucap taehyung.
"A-andwae andwae! Ukh" jungkook terbatuk dan tetap berusaha menghentikan taehyung yang ingin melawan rapmon.
"K-kumohon be-berhenti"
Rapmon menjambak rambut jungkook lagi dan menatap taehyung.
"Baiklah kalau itu maumu" ucapnya dan melepas jambakan tersebut dengan keras lalu maju.
Jungkook mengeluarkan air matanya. Sedangkan jimin langsung mendekati jungkook dan melepas ikatan tubuh jungkook pada kursi tersebut. Setelah terbuka, jungkook langsung terjatuh ke lantai karena tidak memiliki tenaga. Jimin dengan cepat menggendong jungkook dan membawanya keluar dari rumah tersebut. Sedangkan yoongi yang diam diluar terkejut melihat jungkook yang sangat memprihatinkan. Wajahnya babak belur penuh dengan darah dan luka-luka kecil, sedangkan badannya terlihat banyak yang disayat pisau karena bajunya sobek dan menunjukkan darah yang mulai mengering.
"Jagalah jungkook, panggil juga ambulance! aku harus menolong taehyung" ucap jimin yang ingin berdiri tetapi tangannya ditahan jungkook.
"K-kumohon akh sel-amat-kan t-tae"
Jimin mengangguk mantap dan segera berlari menyusul taehyung. Tak lama kemudian setelah jimin masuk, para polisi datang dan langsung mengamankan yoongi serta jungkook ke mobil polisi. Lalu masuk ke rumah tersebut.
"Bertahanlah jungkook" ucap yoongi yang khawatir pada jungkook.
"A-aku kuat hy-yung" ucap jungkook sambil mencoba keras untuk tersenyum pada yoongi dan berhasil membuat yoongi meneteskan air matanya.
Tak lama kemudian, ambulance datang. Yoongi maupun jungkook langsung naik ke mobil ambulance dan dibawa ke rs terdekat agar jungkook segera mendapatkan perawatan medis. Sedangkan polisi sudah mengamankan rapmon, taehyung, dan jimin.
"Kumohon lepaskan aku, aku tidak bersalah" ucap taehyung.
Tentu saja polisi belum mengetahui kejadian sebenarnya, maka dari itu polisi menangkap mereka berlima.
"Dimana namja yang terluka tadi?!" Tanya taehyung khawatir.
"Dia sudah dibawa ke rumah sakit"
"Kumohon lepaskan aku! Dia sedang terluka!" Teriak taehyung.
"Hey taehyung sudahlah, dia sudah berada ditempat aman" ucap jimin.
"Bagaimana jika dia tidak baik-baik saja disana? Argh!" Taehyung frustasi.
"Selesaikan interogasimu dengan cepat, baru kau bisa bebas" ucap polisi tersebut.
"Yasudah sekarang interogasi saja aku!" Ucap taehyung membentak polisi itu.
"Tidak bisa, harus di kantor polisi"
Taehyungpun hanya diam. Dia tidak bisa melawan lagi dan harus menunggu.
-yoongi side-
Yoongi terus menggenggam tangan jungkook yang terasa sangat dingin.
"H-hyung? Bagai-mana t-tae dan uhuk-"
"Mereka baik-baik saja kook, pikirkanlah dirimu dulu" ucap yoongi yang sudah mengetahui apa yang akan ditanya oleh jungkook dan menatapnya lembut.
Sesampai di rumah sakit, jungkook langsung dilarikan ke UGD karena kekurangan darah. Sedangkan yoongi yang tidak dikasih masuk hanya diam diluar sambil berharap semoga jungkook tidak kenapa-kenapa. Setelah sekian lama menunggu, dokterpun keluar.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya yoongi.
"Transfusi darah baru saja dilakukan dan berhasil. Dia hanya butuh istirahat yang banyak sekarang" ucap dokter itu.
Yoongi seketika lega mendengarnya karena jungkook tidak kenapa-kenapa.
"Apa aku boleh masuk?" Tanyanya yang dijawab oleh anggukan dokter.
"Terima kasih banyak" ucap yoongi lalu menunduk dan masuk ke kamar jungkook.
Baru yoongi masuk ke kamar jungkook, yoongi sudah disambut dengan senyum cerah dari jungkook.
"Hyung aku sudah baik-baik saja" ucap jungkook dengan suara yang pelan, sangat pelan dan lemah.
"Kau harus istirahat kook, tidurlah" ucap yoongi mengelus pipi jungkook.
"Dimana taehyung dan jimin?"
"Mereka masih bersama polisi untuk memecahkan masalahnya kook, nanti mereka kembali kok. Kau harus istirahat sekarang" ucap yoongi.
"Baiklah" ucap jungkook dan segera menutup matanya untuk beristirahat begitu juga dengan yoongi yang duduk menyenderkan kepalanya pada tempat tidur jungkook dan menutup matanya untuk beristirahat sejenak.
Keesokan harinya jungkook membuka matanya perlahan. Ia menguap sesekali dan menatap rambut yoongi.
'Ini bukan warna rambutnya yoongi hyung' batin jungkook.
Jungkookpun mendudukan dirinya dengan pelan di atas kasur. Ia merasa semua badannya terasa sakit, sangat sakit. Jungkook termenung mengingat V yang tadi malam sangat menakutkan. Ia seketika tersenyum kecil. Ia juga memperhatikan kamar rumah sakitnya yang terlihat berbeda dari yang tadi malam. Sepertinya ia sudah dipindahkan ke kamar biasa karena seingatnya, ia terakhir berada di kamar UGD.
TOK TOK TOK
Jungkook menghadap ke arah pintu dan munculah jimin serta yoongi.
"Eh jungkook? Kau sudah bangun?" Ucap jimin tersenyum pada jungkook.
Jungkookpun bingung dan segera melihat orang yang masih tidur di kasurnya.
'Taehyung' batin jungkook.
Jungkook segera melihat ke yoongi.
"Ahh itu taehyung, aku tadi malam pulang setelah taehyung dan jimin datang. Taehyung menjagamu semalaman, mungkin dia baru-baru saja tidur jadi biarkan saja dia tidur dulu" ucap yoongi yang mengerti tatapan jungkook.
"Terima kasih semua" ucap jungkook.
"Tidak masalah" ucap jimin dan yoongi tersenyum senang.
"Jimin, apa kau juga terluka?" Tanya jungkook pada jimin.
"Tidak, mereka tidak bisa memukulku, aku kan kuat" ucap jimin bangga.
"Jadi menurutmu aku tidak kuat maka terkena pukulan mereka?" Ucap taehyung yang tiba-tiba bangun.
Taehyung langsung menatap jungkook.
"Bagaimana keadaanmu?" Ucap taehyung menatap dalam mata jungkook.
"Gwaenchana, bagaimana denganmu? Banyak luka diwajahmu" ucap jungkook.
"Aku tidak apa" ucap taehyung.
Taehyung menatap yoongi dan jimin.
"Bisakah kalian meninggalkanku berdua dengan jungkook sebentar?" Ucap taehyung memohon.
"Aigoo kami baru saja datang sudah diusir" ucap jimin sewot.
"Aku ingin berduaan sebentar" ucap taehyung dengan terkekeh.
"Baiklah" ucap yoongi dan jimin lalu mereka berdua keluar dari kamar.
"Hey jungkook" ucap taehyung menatap jungkook dengan tersenyum.
"Hey tae" ucap jungkook.
"Maafkan aku soal kemaren" ucap taehyung masih menatap jungkook.
"N-ne?"
"Aku kemaren benar-benar kelelahan, aku hanya tidur beberapa jam dan mengurusi jin hyung yang super manja. Jujur saja, aku tidak niat mengurusinya tetapi aku merasa sangat bersalah padanya karena meninggalkannya sendirian. Aku tidak memiliki perasaan pada jin hyung. Aku hanya menjaganya karena aku bersalah bukan karena alasan lain. Maafkan aku jungkook" ucap taehyung tulus.
"Gwaenchana, aku juga tidak marah kok" ucap jungkook jujur.
"Kau cemburu jungkook" ucap taehyung dan membuat jungkook terkejut.
"T-tidak" ucap jungkook.
"Maafkan aku, kau harus tau bahwa aku mencintaimu bukan yang lain" ucap taehyung membuat pipi jungkook menjadi merah merona.
"Gwaenchana, kau tidak perlu meminta maaf" ucap jungkook senang.
"Gomawo jungkook, aku benar-benar lelah sekarang" ucap taehyung.
"Istirahatlah" ucap jungkook.
"Tidak, aku ingin menemanimu saja. Aish gara-gara jin hyung yang super manja itu, aku jadi tidak dapat tidur nyenyak. Aku bahkan memarahinya" ucap taehyung dengan nada yang kesal.
"Hahahaha kau memarahinya? Aigoo"
-flashback on-
"Taehyung, ambilkan aku susu itu" ucap jin manja pada taehyung.
Taehyung hanya menuruti kemauan Jin.
"Jika sudah habis, tolong belikan aku susu lagi ya" ucap jin.
"Hyung aku disini hanya untuk merawatmu hingga kau sudah pulih dan kurasa kau sudah pulih. Apa kau sudah gila? Kau menyuruhku seharian. Aku sampai tidur hanya beberapa jam. Sekarang jungkook pergi dan aku tidak dapat menelfonnya ataupun jimin. Kau sungguh keterlaluan!" Bentak taehyung yang langsung keluar untuk menelfon jungkook maupun jimin lagi.
-flashback off-
"Aku sungguh tidak dapat istirahat karena menuruti perintahnya" ucap taehyung menghela nafas.
"Sekarang kau bisa istirahat taehyung" ucap jungkook mengelus kepala tae.
"Ani, aku ingin bersamamu jungkook. Aku sangat sangat merindukanmu" ucap taehyung tulus.
"Aku juga tae" ucap jungkook tersenyum senang, sangat senang.
Taehyungpun berdiri dan segera memeluk jungkook lembut dalam posisi duduknya.
"Kau harus cepat sembuh agar dapat cepat kembali kerumah" ucap taehyung.
"Tentu saja, maaf jika rumahmu jadi sangat berantakan" ucap jungkook.
Taehyung melepaskan pelukannya dan menatao jungkook.
"Itu bukan salahmu, itu salah rapmon. Aku berhasil mengalahkannya tadi malam" ucap taehyung yang duduk dengan wajah bangga.
"Jinjja? Bagaimana kabarnya?"
"Dia sudah ditahan oleh polisi, aku tidak tau bagaimana nasibnya karena aku benar-benar mencemaskanmu. Kau tau? Aku bahkan memarahi polisinya karena tidak membebaskanku hahahaa aku mempercepat interogasi agar cepat ke rumah sakit" ucap taehyung.
"Woahhhhh kau keren! Terima kasih taehyung! Kau juga harus tau sesuatuuu" ucap jungkook heboh.
"Apa itu?" Tanya taehyung.
"Aku juga memukul rapmon dan dua kawan lainnya" ucap jungkook bangga.
"WOAH JINJJA?!" ucap taehyung dengan nada yang besar sehingga membuat jungkook terkejut.
Mereka berduapun tertawa bersama.
"Aku tidak bercandaa, aku benar-benar memukul mereka!" Ucap jungkook sambil memperagakan caranya memukul.
"Tapi tetap saja aku yang memenangkan pertarungan" ucap taehyung mengejek.
"Kau kan dibantu jimin" ucap jungkook mencoba membela diri.
"Ahahahaha intinya kau selamat kook, itu sudah cukup" ucap taehyung yang membuat jungkook tersenyum.
"Apa kau lapar?" Tanya taehyung.
Jungkook hanya mengangguk pelan.
"Apa kau mau makan makanan rumah sakit?" Tanya taehyung.
"Tidak, itu hanya bubur" ucap jungkook.
"Baiklah, aku akan membelikanmu makanan pada kantin rumah sakit okay?" Tanya taehyung dan langsung dijawab anggukan oleh jungkook.
Taehyungpun bergegas keluar kamar untuk membelikan jungkook makanan. Jungkookpun sendiri. Ia memikirkan hal barusan yang ia lakukan bersama taehyung. Hanya bercerita membuatnya sangat bahagia. Jungkook benar-benar merindukan sosok taehyung yang tadi. Jungkook sekarang mengambil posisi tiduran tidak lagi duduk.
TOK TOK TOK
Jungkook menghadap ke arah pintu dan melihat j-hope yang masuk.
"Hai jungkook" ucap j-hope dengan membawa sesuatu ditangannya.
"Hai j-hope" ucap jungkook yang kembali mengambil posisi duduk.
"Aku membawakanmu beberapa jajan, maaf hanya ini yang dapat kuberikan" ucap j-hope yang sekarang duduk disamping kasur jungkook.
"Ahh hanya menjengukku saja aku sudah merasa cukup" ucap jungkook.
"Bagaimana keadaanmu? Aih sepertinya kau benar-benar mengalami hal buruk" ucap j-hope memperhatikan kondisi tubuh maupun wajah jungkook.
"Begitulah, untungnya sekarang sudah membaik. Hanya masih terasa perih pada luka tertentu. Kau tau darimana aku berada dirumah sakit?" Tanya jungkook.
"Kau sudah tidak masuk kerja selama beberapa hari, jadi aku menanyakan kabarmu pada jimin" ucap j-hope.
"Ahh terima kasih banyak, kemaren aku benar-benar ingin cerita tentang masalahku padamu. Hanya saja aku tidak ingin masuk kerja. Aku juga tidak memiliki kontakmu maka dari itu aku tidak jadi menceritakannya" ucap jungkook jujur.
"Kau bisa menceritakan semua masalahmu yang belum selesai padaku, aku ini pendengar yang hebat loh" ucap j-hope bangga.
"Ahahaha tentu saja, jika kau pendengar hebat, aku yakin kau juga memiliki banyak masalah yang belum kau ceritakan pada orang, ya kan?" Tanya jungkook menebak.
"Haha ya kau benar, aku memiliki beberapa masalah belakangan ini"
"Kalau begitu, ceritakanlah masalahmu. Aku akan mendengarkannya karena ku rasa masalahku sedikit demi sedikit sudah selesai, sekarang giliranmu" ucap jungkook membuat j-hope tersenyum.
"Sebenarnya hanya ada satu masalah yang menjanggal dipikiranku"
"Apa itu?" Tanya jungkook.
"Aku sudah lama terpisah dengan kakakku, tetapi aku merasa bahwa aku baru saja melihatnya tadi di kantin rumah sakit ini. Aku ingin menghampirinya. Tetapi aku juga melihat jimin yang datang dengan membawa makanan ke mejanya" ucap j-hope.
"Tunggu dulu jadi kau melihat seseorang dan kau berpikir bahwa dia merupakan kakakmu? Dan seseorang itu sedang bersama jimin?" Tanya jungkook.
"Iyaa bukankah itu aneh? Mungkin aku hanya berhalusinasi saja" ucap j-hope.
"Apa j-hope adalah nama aslimu?" Tanya jungkook tiba-tiba.
"Ne? Tidak" ucap j-hope.
"Lalu apa? Apa nama aslimu?"
"Mengapa kau menanyakan ini?" Tanya j-hope yang bingung.
"Jawab saja, apa nama aslimu?"
"Hoseok. Min hoseok" ucap j-hope membuat jungkook terkejut.
TBC!
Part 12 done! Wdyt? Review~
