Last section on part 12 :

["Lalu apa? Apa nama aslimu?"

"Mengapa kau menanyakan ini?" Tanya j-hope yang bingung.

"Jawab saja, apa nama aslimu?"

"Hoseok. Min hoseok" ucap j-hope membuat jungkook terkejut.]

Part 13, enjoy!

"Ada apa?" Tanya j-hope yang melihat ekspresi terkejut dari jungkook.

"Wow dunia ini sangat sempit! Selamat j-hope, kau menemukan kakakmu" ucap jungkook membuat j-hope bingung.

"Apa maksudmu?"

"Cepat berikan aku telefonku diatas meja situ" tunjuk jungkook dan dengan segera j-hope mengambilnya.

Jungkook langsung menelfon jimin, tetapi tidak diangkat. Jungkook kemudian menelfon taehyung. Sedangkan j-hope hanya diam tidak mengerti.

["Ya jungkook?"]

"Taehyung, apa kau masih dikantin?"

["Ne, jimin dan yoongi hyung menyuruhku untuk menunggu mereka, apa kau sudah sangat lapar? Mianha-"]

"Cepat kemari, ajak yang lain juga"

["Waeyo?"]

"Cepat saja kesini" ucap jungkook yang langsung mematikan telefon.

"Sebenarnya ada apa?" Tanya j-hope yang masih bingung.

"Apa kau terlihat berbeda dengan kakakmu?" Tanya jungkook.

"Ne aku terlihat sangat berbeda dengan kakakku. Dia memiliki kulit yang pucat dan bersih sedangkan aku tidak. Dia tidak memiliki tubuh yang tinggi sedangkan aku iya. Kami seperti bukan saudara, tapi nyatanya kami memang saudara. Dia juga memiliki wajah yang manis" ucap j-hope tersenyum.

"Baguslah, tinggal tunggu saja nanti"

"Aish sebenarnya ada apa sih?" Tanya j-hope yang benar-benar bingung.

"Lihat saja nanti" ucap jungkook terkekeh melihat wajah bingung j-hope.

Tak lama kemudian, taehyung, jimin, dan yoongi datang ke kamar jungkook.

"Hyung lihatlah siapa ini" ucap jungkook dengan menatap yoongi.

J-hope pun berbalik arah ingin melihat siapa yang diajak ngomong oleh jungkook. Seketika badannya bergetar. Begitu juga dengan yoongi yang sangat terkejut melihat j-hope.

"H-hoseok?"

"Hoseok? Namja ini bernama j-hope hyung" ucap jimin.

"Yoongi hyung" ucap j-hope.

"Wah jadi kalian sudah saling kenal ya" ucap taehyung.

Seketika mata yoongi berkaca-kaca.

"Hyung? Hyung waeyo?" Tanya jimin yang melihat mata yoongi berair.

Sedangkan jungkook terharu melihat keadaan didepannya.

J-hope langsung berlari dan memeluk yoongi yang masih terkejut.

"Bogoshipda hyung" ucap j-hope.

"Nado saengi" ucap yoongi bersamaan dengan menetesnya air mata yoongi.

Jimin dan taehyung terkejut.

"J-hope adalah adikmu hyung?" Tanya taehyung tak percaya karena dari fisik, mereka tidak terlihat seperti saudara.

Yoongi hanya mengangguk sambil menangis dan masih memeluk j-hope.

"Yoongi hyung sudah lama tidak bertemu dengan adiknya begitu juga dengan j-hope yang sudah lama tidak bertemu kakaknya akibat masalah keluarga. Dan sekarang tanpa diduga mereka sudah bertemu" ucap jungkook tiba-tiba membuat jimin dan taehyung terkejut dan tentunya ikut terharu.

Tidak lama kemudian, yoongi melepaskan pelukannya dengan j-hope.

"Berhentilah menangis hyung" ucap j-hope tersenyum senang.

"Bagaimana kabarmu? Aku benar-benar merindukanmu" ucap yoongi.

"Aku baik-baik saja hyung, penampilanmu sangat berubah dari kecil ya, hyung makin kurus saja" ucap j-hope terkekeh.

"Kau juga makin besar saja hoseok" ucap yoongi ikut terkekeh.

"Jadi namamu hoseok? Aku baru mengetahuinya" ucap taehyung.

"Ne nama asliku min hoseok" ucap j-hope.

"Bagaimana kau bisa mengenal mereka hoseok?" Tanya yoongi.

"Aku bekerja pada jimin, otomatis aku bekerja dengan jungkook dan juga taehyung" ucap hoseok.

"Kau harus fokus pada sekolahmu hoseok, tinggalah bersamaku" ucap yoongi.

"Aku tidak bisa hyung maaf, eomma masih membutuhkanku" ucap j-hope.

"Kau tinggal bersama eomma? Bagaimana kabar eomma?" Tanya yoongi.

"Dia baik-baik saja, aku sudah merawatnya. Dia merindukanmu hyung. Bagaimana dengan appa?" ucap j-hope.

"Jinja? Aku akan kerumahmu besok ne? Aku sudah tidak tinggal bersama appa"

"Tentu saja datanglah ke rumahku, kita bisa bermain bersama lagi. Apa yang terjadi hyung?" Tanya hoseok.

Merekapun berbincang-bincang bersama sedangkan taehyung izin istirahat sejenak dengan tidur dalam posisi duduk disamping kasur jungkook. Sedangkan jungkook ikut berbincang-bincang sambil makan dengan tangan kiri yang mengelus kepala taehyung dengan lembut. Setelah beberapa lama, jungkookpun ketiduran.

Jungkook terbangun. Pinggangnya terasa sakit karena ia tertidur dengan bersender pada besi ranjang rumah sakit bukan dalam posisi tiduran. Jungkook menoleh melihat taehyung yang ternyata masih tertidur disampingnya.

"Kau sangat kelelahan ya" ucap jungkook menatap rambut taehyung.

Jungkook memperhatikan sekitar.

Kosong.

"Dimana yang lain? Aigoo aku ketiduran cukup lama sepertinya" ucap jungkook melihat jam pada dinding yang menunjukkan pukul 3 sore.

Jungkook menoleh pada meja disampingnya. Terdapat surat.

"Hey jungkook, kami pergi dulu. Sebenarnya tadi kami ingin pamit secara langsung, tetapi kau terlihat sangat lelap. Kami memutuskan untuk menulis surat ini. Oh iya, kami juga akan menjengukmu lagi entah nanti atau besok, cepatlah sembuh" ucap jungkook membaca surat tersebut.

"Tertanda j-hope, jimin, yoongi" jungkook tersenyum senang.

Ia benar-benar merasa senang sekarang. Walaupun tidak banyak yang memperhatikannya, tetapi jungkook sudah sangat senang. Dia tidak memiliki ibu dan ayah yang menyayanginya, tetapi ia memiliki teman yang sangat sangat berharga. Jungkook benar-benar bersyukur memiliki jimin,yoongi,j-hope, dan taehyung yang selalu berusaha mengeluarkan jungkook dari masalahnya sendiri. Terutama pada taehyung. Jungkook merasa sangat beruntung mengenal taehyung. Semenjak ia mengenal taehyung, hidupnya lebih berwarna. Mungkin jika ia tidak mengenal taehyung, ia pasti tetap judes. Lumayan lama jungkook melamun memikirkan hidupnya, taehyung terbangun. Mengangkat kepalanya dan menatap jungkook dengan tatapan mengantuk. Jungkook tersenyum.

"Aigoo sakitnya" ucap taehyung yang berdiri dan meluruskan badannya karena ia sudah tidur berjam-jam dalam posisi duduk dan menyenderkan kepalanya pada kasur jungkook.

"Apa sudah cukup tidurnya tuan kim?" Tanya jungkook terkekeh.

"Apa aku tidur terlalu lama?" Tanya taehyung yang sudah duduk.

"Kau tidur sebelum aku tidur dan kau bangun setelah aku bangun. Apa itu cukup mendeskripsikan berapa lama kau tidur?" Jungkook tertawa pelan.

"Aih aku tidur terlalu lama ya" ucap taehyung menatap jungkook.

"Cucilah mukamu" ucap jungkook.

Taehyungpun segera menuju kamar mandi dan mencuci mukanya. Setelah itu ia keluar dan duduk lagi disamping jungkook dengan tersenyum.

"Wae?" Tanya jungkook melihat senyum aneh taehyung.

"Kau terlihat manis" ucap taehyung.

Jungkook malu dengan pipi yang merona.

"Aish apa sih" ucap jungkook.

"Maaf aku kemaren tidak ada disaat kau membutuhkanku" ucap taehyung.

"Kan sudah ku bilang, kau tiak perlu minta maaf. Tidak apa-apa kok"

"Hh jika aku bersamamu, mungkin tidak akan seperti ini" ucap taehyung.

"Aishhh gwaenchana. Kapan aku boleh pulang?" Tanya jungkook.

"Wae? Disini enak" ucap taehyung.

"Aku bosan disini" ucap jungkook.

"Tapi kau baru saja baikan"

"Tidak bisakah aku pulang sekarang?" Tany jungkook berharap bisa pulang.

"Kau harus dirawat dulu" ucap taehyung.

"Aku bisa rawat diri di rumah, kumohon" ucap jungkook.

"Tapi berjanjilah, kau tidak boleh bekerja maupun sekolah sebelum benar-benar sehat, bagaimana?" Tanya taehyung membuat jungkook cemberut.

"Wae? Aku ingin sekolah" ucap jungkook.

"Kau itu masih sakit, lihatlah badanmu masih lemah jungkook" ucap taehyung.

"Aishh baiklah" ucap jungkook yang benar-benar ingin pulang.

Taehyung pun tersenyum.

"Baiklah aku akan mengurusnya lebih dahulu" ucap taehyung dan pergi.

Jungkookpun mengambil ponselnya dan menelfon yoongi.

["Halo"]

"Hyung?"

["Ne jungkook, ada apa?"]

"Beritahu semuanya jangan menjengukku lagi karena aku akan pulang sekarang"

["Ne? Kau kan masih sakit? Aih mengapa kau pulang cepat?"]

"Aku bosan disini hyung, intinya jangan menjengukku lagi"

["Aiss baiklah, jaga dirimu baik-baik. Jangan terlalu banyak beraktivitas arraseo?"]

"Ne hyung, terima kasih banyak"

["Aku sedang berada dirumah eommaku"]

"Jinja? Woah aku tidak sabar mendengar cerita darimu hyung"

["Aku benar-benar bahagia jungkook. Terima kasih telah mempertemukanku dengan hoseokkie"]

"Ne hyung tentu saja, aku juga ikut bahagia karenamu"

["Baiklah, jaga dirimu ya titip salamku pada taehyung"]

"Ne hyung"

Jungkookpun memutuskan sambungan telefon dan bersemangat akan pulang. Ia masih merasa sakit hanya karena pukulan fisik yang ia terima, tidak lagi merasa sakit karena faktor lain seperti pusing dll. Dan maka dari itu, ia merasa sangat siap untuk pulang. Tak lama kemudian, taehyung masuk tetapi tidak sendirian. Ia bersama seorang dokter dan juga perawat dibelakangnya.

"Jungkook, aku membawa dokter untuk memeriksamu lagi" ucap taehyung.

Dokter itu langsung memeriksa kesehatan jungkook.

"Kau tidak mengalami penyakit apapun, ini hanya karena luka fisik yang membuatmu lemas. Jika kau mau pulang, sebenarnya tidak apa. Tetapi aku sarankan agar tetap diam dirumah sakit agar kau benar-benar bisa sembuh secara total. Lukamu masih banyak" ucap dokter tersebut menjelaskan.

"Kau dengar jungkook? Kau sebaiknya dirumah sakit" ucap taehyung.

"Aniya aku ingin pulang" ucap jungkook cemberut mendengar penjelasan dokter.

"Tapi kau lebih baik dirumah sakit" ucap taehyung lagi.

"Tidak, aku ingin pulang" ucap jungkook melawan taehyung.

"Jika kau ingin bersikeras untuk pulang, kau harus benar-benar beristirahat dan menjaga tubuhmu. Kau belum boleh mandi karena bisa saja lukamu membusuk jika terkena air" ucap dokter.

"Ne? Tidak boleh mandi?"

"Ya mungkin selama 2 hari lagi baru kau boleh mandi. Aku akan menyuruh perawatku mengambil salep khusus untuk luka pada tubuhmu" ucap dokter.

"Baiklah, terima kasih" ucap jungkook.

Dokter pun pamit dan keluar.

"Jungkook apa kau yakin ingin pulang?" Tanya taehyung.

"Ne tae, kumohon aku ingin pulang"

"Tapi kau bisa mendengar dokter tadi, dia berkata bahw-"

"Aku lebih baik diam dirumah sakit, ya aku tau taehyung. Tapi aku bisa merawat diriku. Aku berjanji untuk beristirahat dengan total" ucap jungkook.

"Baiklah" ucap taehyung mengalah.

"Kalau begitu aku akan membereskan barang-barang disini dulu" ucap taehyung dan langsung membereskan barang-barang yang ada di kamar ini.

Sedangkan jungkook hanya diam melihat taehyung dengan tersenyum.

"Nah sudah, sekarang ayo aku gendong" ucap taehyung.

"Aku bisa jalan sendiri" ucap jungkook.

Baru saja jungkook duduk, taehyung langsung mengangkatnya ala bridal style dan langsung membawanya ke mobil. Jungkook tersipu malu melihat wajah taehyung yang sangat tampan dari dekat. Sesampai dimobil, taehyung menaruh jungkook dibelakang agar ia bisa tiduran.

"Tunggu ya, aku akan mengambil barang dan mengambil salep pemberian dokter tadi" ucap taeyung yang hanya dibalas anggukan oleh jungkook.

Tidak berapa lama kemudian, taehyungpun datang dan segera naik pada kursi kemudi.

"Kajja pulang tuan putri" ucap taehyung terkekeh menatap jungkook.

"Yak aku bu-"

"Kau tuan putri bagiku" ucap taehyung dengan tersenyum lalu mulai fokus pada mobil yang akan ia hidupkan.

Seketika jungkook tersipu malu dan tersenyum melihat senyuman taehyung. Selama diperjalanan, jungkook mencoba untuk beristirahat dengan menutup mata sedangkan taehyung tetap fokus pada jalan dan sesekali menghadap belakang untuk melihat jungkook. Tidak lama kemudian, merekapun sampai pada rumah taehyung. Taehyungpun langsung mematikan mobilnya dan keluar dari mobil. Ia lalu membuka pintu mobil belakang lalu menatap jungkook yang masih menutup mata.

"Apa dia tertidur?"

Taehyungpun segera mengangkat jungkook dengan sangat susah payah lalu membawanya masuk ke kamarnya dilantai dua. Jungkook tertidur.

"Apa kau sangat lelah? Aigoo kau lebih lama tidur dariku" Ucap taehyung ngomong sendiri sambil menatap jungkook yang sekarang sudah berada dikasurnya taehyung.

Setelah itu, taehyung turun dan keluar rumah untuk membeli beberapa makanan untuk makan malam nanti.

TBC!


Apa yang terjadi selanjutnya? review yuk~