Last section on part 13 :
[Setelah itu, taehyung turun dan keluar rumah untuk membeli beberapa makanan untuk makan malam nanti.]

Part 14, enjoy!
Tak beberapa lama setelah taehyung pergi, jungkook terbangun. Ia menguap sekali lalu mengubah posisi tidur menjadi duduk.
"Ahh sudah dirumah taehyung" ucap jungkook memperhatikan sekitar.
Jungkookpun mencoba berdiri secara perlahan karena badannya masih terasa sakit dan juga lemas.
"Hm kemana taehyung ya?"
Jungkook turun menuju lantai 1 dan terduduk di sofa ruang tengah.
"Mungkin lagi pergi" jungkookpun memilih untuk menonton tv sambil menunggu taehyung pulang.
Setelah beberapa lama taehyung tak kunjung pulang, jungkook pun berdiri dan menuju pintu depan. Jungkookpun merasa heran karena tidak ada darah lagi didaerah sana karena seingatnya disini terdapat banyak darah.
"Siapa yang membersihkannya? Taehyung kan diam di rumah sakit terus"
Karena tak mau ambil pusing, jungkookpun membuka pintu dan keluar dari bangunan mewah nan indah tersebut menuju taman belakang. Jungkook mendudukan dirinya disalah satu bangku putih dan menutup matanya menikmati hembusan angin yang nikmat. Jungkook tersenyum perlahan.
"Nyaman" ucapnya pelan.
Jungkook merasa nyaman berada di taman belakang. Tetapi kenyamannya perlahan rusak karena mendengar suara teriakan taehyung yang mendekat.

"JUNGKOOK!"
Jungkookpun berdiri dan berjalan perlahan mendekati suara teriakan yang sangat berisik menurutnya. Belum saja masuk ke rumah, suara itu muncul lagi.
"JUNGKOOK!"
Ia melihat taehyung yang berlari menuju arahnya dengan cepat.
"YAK!" Taehyung yang sudah dekat dengannya langsung memeluk jungkook sedangkan jungkook bingung.
"Wae?" Tanya jungkook.
Taehyung langsung melepas pelukannya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya taehyung melepas pelukan dan memperhatikan tubuh jungkook memastikan namja didepannya ini baik-baik saja.
"Ada apa taehyung? Hey mengapa matamu berkaca-kaca?" Tanya jungkook bingung melihat taehyung.
"Aku kira kau menghilang bodoh, aku mencarimu didalam tetapi kau tidak ada. Kau bahkan belum sembuh dan sudah berjalan kesana-sini? Sudah kubilang istirahatlah! Bagaimana jika aku tidak menemukanmu disini? Bagaimana jika rapmon datang kembali dan memukulimu atau bahkan membunuhmu? Apa kau gila jeon jungkook?!" ucap taehyung dengan nada tinggi menatap jungkook yang terkejut mendengar taehyung.
"M-mianhae aku han-"
"Jangan seperti ini lagi. Aku benar-benar tidak bisa memaafkan diriku jika hal kemaren terjadi lagi padamu" ucap taehyung meneteskan air matanya dan pergi masuk ke rumah.
Sedangkan jungkook terdiam kaget tak percaya akan apa yang baru saja ia lihat dan ia dengar. Taehyung benar-benar khawatir padanya.
"T-taehyung" ucap jungkook ingin berlari mengejar taehyung tetapi kakinya sakit.
Jungkook masuk ke rumah dan mencoba mencari taehyung yang ternyata ada dikamar orang tuanya sedang tiduran. Wajahnya menempel pada kasur.
"Taehyung?" Jungkook duduk dikasur tersebut menatap taehyung.
"M-mianhae aku tadi hanya bosan dan hh aku ke taman belakang untuk mencari kesenangan saja. A-aku aku tidak tau bahwa kau akan kembali cepat maka dari itu aku diam disana" ucap jungkook.
Sunyi. Tidak ada jawaban dari taehyung.
"T-taehyung? Mianhae" ucap jungkook memegang bahu taehyung.
'Bergetar' batin jungkook.
"T-tae? Kau menangis?" Tanya jungkook.
"Mianhae kumohon maafkan aku" ucap jungkook yang ingin ikut menangis.
"Taehyung" jungkook menggoyangkan badan taehyung yang masih diam.
"Mianhae hiks aku tau aku salah maafkan aku hiks" ucap jungkook yang menangis.
Taehyung mengangkat tubuhnya dan langsung memeluk jungkook.
"Mianhae hiks" ucap jungkook memeluk taehyung balik.
"Kumohon.. jangan seperti ini lagi" ucap taehyung memeluk erat jungkook.
"Aku takut kehilanganmu, aku bahkan merasa akan kehilanganmu kemaren jadi kumohon jangan seperti ini lagi. Aku benar-benar tidak bisa memaafkan diriku karena tidak ada disisimu disaat kau dalam bahaya jungkook, mengertilah" ucap taehyung.
Jungkook terdiam. Menangis terharu. Rasa takut kehilangan taehyung pun seketika menghilang.
"Mianhae, aku tidak akan mengulanginya" ucap jungkook.
Taehyungpun melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap jungkook.
"Janji?" Tanya taehyung menyodorkan jari kelilingnya.
"Ne aku berjanji" ucap jungkook mengalungkan jari kelilingnya pada jari keliling taehyung.
"Berhentilah menangis" ucap taehyung mengusap air mata jungkook.
Jungkookpun tersenyum.
TOK TOK TOK
"Jungkookieee~ taehyungiee~"
"Aish siapa yang mengganggu acara kita sih? Padahal aku kan lagi berusaha romantis" ucap taehyung kesal mendengar suara orang diluar sana.
Jungkook merona merah dan segera keluar untuk membuka pintu. Taehyungpun menyusul jungkook. Saat membuka pintu, wajah jimin dan yoongipun terlihat.
"Ck sudah kuduga. Suaramu itu sangat mengganggu, kau tau" ucap taehyung yang mengetahui suara jimin yang memanggil namanya dan jungkook.
"Ne? Suaraku ini sangat merdu" ucap jimin kesal dan langsung masuk disusul oleh yoongi dari belakang.
"Tumben kesini, ada apa?" Tanya taehyung yang sudah duduk di sofa bersama yang lainnya.
"Kami membawakan makanan untuk kalian" ucap yoongi dan menaruh banyak plastik di atas meja.
"Woahh!" Jungkookpun yang semangat melihat-lihat makanan yang diberikan.
"Kok tumben?" Tanya taehyung.
"Aish setidaknya bilang terima kasih dulu kek" ucap jimin kesal.
"Ahahahahaa gomawoyo jimin" ucap taehyung dengan mimik muka aneh.
"Kami memberikannya karena ingin merayakan hari jadi kami" ucap jimin membuat yoongi tersipu malu.
"NE?!" Ucap jungkook dan taehyung bersamaan yang kaget.
"Aku kira jimin tidak akan laku-laku" ucap taehyung tertawa.
"Changiyaa lihatlah, dia mengolokku terus" ucap jimin sok imut membuat yoongi malu.
"Mwoya ige?" Ucap taehyung menatap jijik pada jimin dan berhasil membuat semuanya tertawa.
"Jadi bagaimana ceritanya kok bisa jadian hyung?" Tanya jungkook.
"Jadi begi-" ucapan jimin dipotong.
"Yak aku ingin yoongi hyung yang menceritakannya" ucap jungkook.
"Mengapa aku jadi bahan bully disini" ucap jimin membuat semua tertawa.
"Yoongi hyung itu pemalu, biarkan saja aku yang menceritakannya" ucap jimin yang mengerti sifat 'namjachingunya'.
"Jadi tadi sepulang dari rumah ibunya yoongi, aku mengajak yoongi ke pantai"

-flashback on-
"Mengapa kau tiba-tiba mengajakku ke pantai?" Tanya yoongi yang sekarang sudah berada diperjalanan menuju pantai bersama jimin yang menyetir.
"Aku hanya ingin menikmati angin pantai bersamamu" ucap jimin tersenyum.
Tak berapa lama kemudian, merekapun sampai di pantai.
"Kemarilah" ucap jimin menarik tangan yoongi agar mengikutinya sedangkan yoongi hanya ikut saja.
Jimin membawanya pada salah satu tempat sepi, tidak terlalu sepi sebenarnya karena ada beberapa orang disana. Jimin lalu duduk dipasir tersebut dan menyuruh yoongi duduk disampingnya menghadap pantai.
"Bukankah pantai itu indah?" Tanya jimin menatap yoongi.
Yoongi hanya membalas pertanyaannya dengan anggukan.
"Kau menyukainya?" Tanya jimin.
"Ya disini nyaman" ucap yoongi.
Mereka berdua menikmati angin yang berhembus pelan menyentuh pipi masing-masing sambil menutup mata.
"Ahh iyaa aku tidak tau ini waktu yang tepat atau tidak, tetapi aku ingin memberitahumu sesuatu" ucap yoongi tiba-tiba membuat mata jimin terbuka.
"Aku juga ingin memberitahumu sesuatu" ucap jimin menatap yoongi.
"Hmm tapi kau duluan deh" ucap jimin.
"Aku ingin bercerita padamu"
"Cerita apa?" Tanya jimin.
"Dulu saat aku kecil, aku pernah bertemu anak yang lebih kecil dariku. Umurnya beda satu tahun. Dia membuatku tidak merasa kesepian walau hanya sebentar. Dia tiba-tiba datang dan tidak ingin aku meninggalkannya, bukankah itu manis?" Tanya yoongi tersenyum.
"Ne itu sangat manis" ucap jimin.
"Sebenarnya aku juga masih ingin bermain bersamanya karena aku benar-benar merasa kesepian. Tapi sayang, aku harus pergi dari sana secepatnya. Disaat aku akan pergi, dia meneriakiku namanya. Dia berkat-"
"Jimin. Park jimin." Ucap jimin membuat yoongi terkejut.
"Ne? Kau mengetahuinya?" Tanya yoongi.
"Tentu saja. Anak yang lebih kecil darimu itu aku kan hyung? Aku mengingatnya" ucap jimin tersenyum.
"Apa kau mengetahui bahwa anak kecil itu aku?" Tanya yoongi.
"Ne, tentu saja. Aku mengingat wajahmu dan kulitmu yang pucat hyung. Kau tidak banyak berubah" ucap jimin.
"Aku kira hanya aku yang mengingatnya" ucap yoongi membuat jimin tersenyum.
"Bagaimana bisa aju melupakan orang yang manis sepertimu hm?" Tanya jimin membuat yoongi tersenyum malu.
"Lalu apa yang ingin kau beritahu padaku?" Tanya yoongi.
Jimin berdiri.
"Berdirilah" ucap jimin.
Yoongipun berdiri.
Jimin menarik yoongi ke tengah-tengah beberapa orang yang tidak ia kenal. Lalu jimin menepuk salah satu orang tersebut. Orang yang ditepuk jimin tersenyum lalu mulai memainkan gitarnya, sedangkan beberapa orang yang lain ada yang memainkan alat musik lain dan ada yang bertepuk tangan. Yoongi masih tak paham. Jimin menghadap yoongi dan mulai bernyanyi. Bernyanyi lagu 'One Call Away' dengan penyanyi asli Charlie Puth. Dia memegang kedua tangan yoongi dan terus bernyanyi. Yoongi tersipu malu karena banyak orang yang tidak ia kenal mengelilinginya bersama jimin, tetapi ia juga senang diperlakukan seperti ini. Jimin terus bernyanyi sambil menatap kedua mata yoongi hingga lagu selesai.
"Aku hanya ingin memberitahumu, ah bukan. Sebenarnya aku ingin bertanya bukan memberitahumu" ucap jimin dengan tenang menatap mata yoongi sedangkan yang ditatap mengeluarkan keringat dingin dengan jantung yang berdegub sangat cepat.
"Aku tau, aku bukan laki-laki yang sempurna, aku memiliki banyak kekurangan. Tapi aku merasa sempurna jika bersamamu. Kau tau? Semua kekuranganku perlahan kau tutup menggunakan kelebihanmu. Aku merasakan kenyamanan disaat itu. Kau tidak merasa kesal dengan kekuranganku. Aku menyayangimu hyung, kau tidak harus menerimaku tetapi kau harus menjawabnya sekarang. Apa kau mau menjadi pacarku?" Tanya jimin lalu mencium tangan yoongi perlahan.
Yoongi seketika ingin berteriak dan berlari kelilingi pantai sejenak untuk membagi rasa kebahagiaannya sekarang.
"Ne jimin aku juga menyayangimu" ucap yoongi dengan menahan malu.
Jimin merasa sangat bahagia dan segera memeluk yoongi. Beberapa orang disana langsung bertepuk tangan seolah-olah mengucapkan selamat pada jimin yang berhasil menaklukkan hati yoongi.
-flashback off-

"WOAHHHHHHHHHH" teriak jungkook yang heboh sambil meremas-remas tangan yoongi hyung.
"Bagaimana? Aku romantis kan?" Ucap jimin dengan percaya diri.
"Aku tidak bisa membayangkan dia menyanyi dengan suara secempreng ini" ucap taehyung membuat semua tertawa.
"Kau selalu merusak suasana" ucap jimin cemberut bercanda.
"Selamatt hyung selamat jimin" ucap jungkook dengan senyum lebar.
"Sekarang ayo makan bersama. Aku ingin kita bersama merayakannya" ucap jimin.
"Aku juga tadi membeli beberapa lauk untuk makan, hari ini kita akan makan besar" ucap taehyung.
"Aku akan menyiapkannya" ucap jungkook berdiri.
"Aku saja, kau diam disini" ucap taehyung dan diikuti oleh jungkook.
Merekapun menghabiskan malam dengan sangat menyenangkan. Makan dan bercanda menjadi prioritas utama kegiatan malam tersebut.

TBC!


14 published! episode 15 akan jadi episode akhir, yuhuuu~~