Last section on part 14 :
[Merekapun menghabiskan malam dengan sangat menyenangkan. Makan dan bercanda menjadi prioritas utama kegiatan malam tersebut.]
Part 15!
Keesokan harinya,
Jungkook terbangun. Ia melihat kesampingnya. Ada taehyung dengan tangannya yang melingkar pada perut jungkook. Ya, sekarang jungkook sudah mulai terbiasa terbangun dengan tangan taehyung yang melingkar indah pada perutnya. Tetapi jungkook sekarang merasakan sakit pada punggungnya.
"Taehyung bangunlah" ucap jungkook.
"Tae-akh" taehyung mempererat pelukannya dan membuat punggung jungkook semakin sakit.
"Taehyung kumohon lepas, appo" ucap jungkook agak keras.
"Yakkk sakittt" ucap jungkook membuat taehyung terbangun.
"S-sakit" ucap jungkook membuat taehyung tersadar.
Ia langsung melepaskan pelukannya pada jungkook dan meminta maaf.
"Mianhae jungkook aihh aku tidak sadar, gwaenchana?" Tanya taehyung.
"Ne sekarang lebih baik" ucap jungkook.
"Ahh lukamu tidak pernah dikasih salep pemberian dokter kemaren ya? Sekarang diobati ya?" Ucap taehyung.
"Aniya nanti sakit" ucap jungkook.
"Yasudah kalau begitu sekarang aku gendong kau lalu membawamu ke rumah sakit, bagaimana?" Ucap taehyung dengan tersenyum evil.
"Aish baiklah" ucap jungkook.
"Aku akan mengoleskannya pada punggungmu, sebentar aku ambilkan dulu, kau lepaslah bajumu" ucap taehyung membuat jungkook terkejut.
"Andwae aku tidak mau membuka bajuku" ucap jungkook.
"Aku juga harus mengoleskan pada bagian depan tubuhmu aihh"
"Aku tetap tidak mau" ucap jungkook.
"Aku tidak akan macam-macam jungkook, aku menyuruhmu karena untuk pengobatanmu" ucap taehyung.
Jungkook terlihat ragu-ragu.
"Baiklah" ucap jungkook.
Taehyungpun langsung keluar mencari saleb yang mungkin masih ada di mobilnya sedangkan jungkook membuka bajunya dengan perlahan dan susah payah. Jungkook langsung tiduran tengkurap. Tak berapa lama kemudian, taehyungpun datang dan duduk dikasur. Taehyung terpukau akan warna kulit jungkook yang putih dan bersih. Tetapi ia juga merasa bersalah karena melihat goresan-goresan akibat dipukul rapmon.
"Aku akan mengisi lukamu dengan saleb" ucap taehyung dan membuka saleb tersebut lalu mulai menggosokannya pada luka-luka jungkook.
Jungkook sesekali berteriak karena kesakitan. Ia bahkan hampir menangis karena rasanya sangat perih.
"Baliklah badanmu, sekarang yang didepan" ucap taehyung.
"A-aniya" ucap jungkook.
"Palli" ucap taehyung.
Jungkookpun mau tidak mau membalikkan badannya sedangkan taehyung hanya menahan nafsunya untuk tidak memakan manusia manis didepannya sekarang.
'Ya tuhan badannya benar-benar indah, kulitnya sangat bersih dan putih juga halus. Andai tidak ada bekas pukulan ini, badannya pasti sempurna'
Itulah yang ada dipikiran taehyung.
"Taehyung?"
"Y-yak" ucap jungkook yang takut karena taehyung terdiam.
"Ahh maaf aku melamun" ucap taehyung dan sesegera mungkin mengembalikan pikiran sadarnya.
Taehyung dengan pelan menggosokan saleb tersebut pada badan jungkook dan tetap saja jungkook berteriak kesakitan. Tapi tak lama kemudian, taehyung menyelesaikan penggosokan saleb tersebut karena ia melihat jungkook yang hampir menangis.
"Pakailah bajumu, jangan dulu mandi biarkan saleb ini pada tubuhmu" ucap taehyung dan hanya dijawab oleh anggukan dari jungkook.
"Ohh ya nanti aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap taehyung.
"Kemana? Katamu aku harus istirahat, bagaimana sih?" Ucap jungkook.
"Ini akan membuatmu senang lihat saja" ucap taehyung meyakinkan.
"Baiklah, kapan?"
"Sebentar lagi" ucap taehyung.
"Aish katanya tadi aku tidak boleh mandi bagaimana sih" ucap jungkook.
"Ahahaha mengapa kau ngomel terus sih tuan putri?" Ucap taehyung tertawa sedangkan jungkook hanya cemberut.
"Siapa yang bilang kau harus mandi? Lagipula dokter tidak memberimu izin untuk mandi, apa kau lupa?"
"Aish jadi aku tidak mandi? Aigoo" ucap jungkook tak percaya.
"Kau tidak perlu mandi, intinya kau harus ikut denganku" ucap taehyung.
"Tapi aku ingin makan dulu"
"Tentu saja, kita akan sarapan dulu. Ayo sarapan sekarang?" Tanya taehyung.
"Ne, kajja!"
Merekapun turun bersama dan taehyung memasak makanan instant agar cepat lalu makan bersama.
"Taehyung siapa yang membersihkan rumahmu?" Tanya jungkook disela-sela kesunyian saat makan.
"Aku membersihkannya sendiri"
"Kapan? Kan kau selalu berada dirumah sakit bersamaku?" Tanya jungkook.
"Tidak, sesaat setelah aku terlepas dari kepolisian, aku langsung ke rumah sakit. Aku melihatmu sudah aman bersama yoongi hyung lalu memutuskan pulang untuk membersihkan semuanya, lalu balik lagi ke rumah sakit. Aku tidak mau saat kau pulang dari rumah sakit darah masih ada disana-sini yang mungkin membuatmu takut" ucap taehyung menjelaskan panjang lebar.
"Bagaimana caraku membalas semua kebaikanmu taehyung?" Tanya jungkook yang sangat sangat bersyukur dapat mengenal taehyung.
"Kau hanya perlu diam disampingku jungkook, aku sudah merasa semuanya terbayar" ucap taehyung senyum.
Jungkookpun ikut tersenyum senang.
'Dia pasti sangat lelah hari itu' batin jungkook membayangkan taehyung yang hanya tidur beberapa jam karena mengurus Jin harus berkelahi pada malam hari lalu digeret polisi lalu ke rumah sakit lalu pulang bersih-bersih lalu balik lagi ke rumah sakit untuk menungguiku.
"Makanlah, aku tidak sabar ingin membawamu ke suatu tempat ini" ucap taehyung yang sudah selesai makan.
Jungkookpun segera menghabiskan makanannya lalu mencuci piringnya.
"Siap-siaplah, ganti bajumu tapi ingat, jangan mandi" ucap taehyung.
Jungkookpun menurutinya dan langsung ke kamar di lantai dua dibantu dengan taehyung saat menaiki tangga. Sedangkan taehyung juga ikut ganti baju di kamar orang tuanya. Sesudah selesai berganti baju, taehyungpun naik ke kamar jungkook dan menunggu diluar.
"Jungkook? Apa sudah?" Tanya taehyung yang sedikit berteriak dari luar.
"Belum, ini agak susah" ucap jungkook.
"Mau kubantu?" Tanya taehyung lagi.
"Tidak, tunggu sebentar lagi"
Taehyungpun menunggu benerapa menit dan jungkook keluar dari kamarnya. Jungkook mengenakan kaos putih dan celana hitam panjang serta jaket hoodie hitamnya. Ia terlihat sangat simple.
"Ayo" ucap jungkook tersenyum.
Taehyungpun membantu jungkook turun dari tangga dengan memegang tangannya bak tuan putri. Jungkook sangat senang diperlakukan lembut seperti ini, setiap ia melewati tangga, pasti taehyung berada disampingnya untuk membantunya karena badannya memang masih lemas. Taehyung langsung membawa jungkook ke mobil.
"Taehyung sebenarnya kita mau kemana?" Tanya jungkook.
"Lihat saja nanti jungkook" ucap taehyung tersenyum.
Jungkookpun harus sabar menunggu kemana mereka akan pergi.
"Tae, kapan aku akan sekolah?"
"Tunggu kau sehat jungkook"
"Lalu kapan aku akan bekerja?"
"Berhentilah bekerja" ucap taehyung.
"Wae?" Tanya jungkook.
"Aku tidak ingin bertemu dengan Jin hyung lagi" ucap taehyung.
"Lalu mengapa aku yang jadi berhenti kerja?" Jungkook bingung.
"Aku juga akan berhenti kerja, dan lebih aman jika kau selalu bersamaku. Jadi jika aku dirumah, kau juga" ucap taehyung terkekeh.
"Tapi aku ingin bekerja" ucap jungkook.
"Kalau begitu kita cari pekerjaan baru?"
"Baiklah, aku jadi tidak sabar sembuh" ucap jungkook dibalas dengan kekehan dari taehyung.
Taehyung terus fokus pada jalanan, begitu juga dengan jungkook.
'Jalan ini familiar' batin jungkook.
"Apa kita sudah dekat?" Tanya jungkook.
"Ne kita sudah sangat dekat"
Tak lama kemudian, taehyung memepetkan mobilnya dipinggir jalan.
"Rumah" ucap jungkook pelan.
"Ne kita akan pergi ke rumahmu" ucap taehyung tersenyum menatap jungkook.
"Wae?" Tanya jungkook yang sebenarnya masih takut dengan ayahnya.
"Ayahmu kangen denganmu" ucap taehyung yang membuat jungkook terkejut tak percaya.
"Aku serius, disaat aku menemani Jin hyung di rumah sakit, aku memutuskan kemari karena jarak rumah sakit dengan rumah ini dekat. Aku bertemu ayahmu. Ia mengingatku dan langsung menanyakanmu. Sepertinya dia sudah tidak frustasi jungkook. Dia juga berkata bahwa ingin menemuimu. Apa kau mau bertemu dengannya?" Ucap taehyung dengan nada serius.
"Ne aku ingin bertemu dengannya t-tapi aku takut" ucap jungkook.
Taehyung langsung memegang tangan jungkook dan menatap mata jungkook.
"Tenang, disini ada aku" ucap taehyung tersenyum membuat jungkook tenang.
Taehyungpun langsung membawa jungkook ke depan pintu rumahnya lalu mengetok pelan pintu tersebut beberapa kali. Tidak ada jawaban. Taehyungpun membuka pintu tersebut yang ternyata tidak dikunci. Baru saja terbuka, mereka dapat melihat ayah jungkook sedang terduduk menunduk.
"Tuan jeon?" Ucap taehyung.
Sedangkan jungkook sudah menahan air matanya karena sangat kangen dengan ayahnya sekarang.
"Aku membawakan jungkook"
Ayah jungkook langsung menongak menatap jungkook.
"A-anakku" ayah jungkook langsung berdiri dan memeluk jungkook.
"Appa" jungkook memeluk balik ayahnya dan menangis.
Ayahnya melepas pelukan tersebut lalu menatap wajah jungkook.
"Maafkan ayah" ucapnya menangis.
Jungkook mengangguk menahan isakan tangisnya mendengar ucapan sang ayah.
"Aku merindukanmu nak, kumohon jangan pergi" ucap ayahnya memeluk jungkook lagi dengan erat.
Jungkook yang masih lemas mencoba menahan rasa sakit di badannya.
"Ne appa aku tidak akan pergi" ucap jungkook menyeka air matanya.
Taehyung melihat pemandangan ini dengan terharu. Ia merasa bahagia dapat membawa jungkook pada ayahnya. Setelah beberapa lama saling berpelukan dan menangis, ayah jungkook melepaskannya dan menyuruh jungkook dan taehyung untuk duduk di kursi yang sudah sangat usang.
"Terima kasih tuan.."
"Taehyung. Taehyung imnida" ucap taehyung pada ayah jungkook yang sudah berhenti menangis.
"Terima kasih tuan taehyung, kau sudah menjaga putraku" ucap ayah jungkook.
"Aku melakukannya dengan senang hati" ucap taehyung tersenyum.
"Apa yang bisa ku lakukan untuk membalasmu?" Tanya ayah jungkook.
"Aku hanya ingin satu, aku ingin kau tidak marah dengan perkataanku"
"Perkataan apa?" Tanya ayah jungkook.
Taehyung berdiri lalu memegang tangan jungkook yang masih duduk.
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada jungkook. Kuharap kau tidak marah tuan jeon" ucap taehyung.
"Hey jungkook, aku tau mungkin ini tidak seromantis yang jimin lakukan pada yoongi hyung. Tetapi aku melakukan ini dengan tulus, sangat tulus. Kita sudah melewati beberapa hal yang tak terduga bersama selama ini. Maafkan aku yang selalu terlambat datang disaat kau membutuhkanku. Aku sudah berusaha keras melakukannya, tetapi aku masih saja terlambat. Aku mungkin bukan pelindung yang tepat bagimu, tetapi aku akan selalu mencoba yang terbaik untuk melindungimu. Aku merasa bahagia ketika kau tersenyum menatapku dan ketika kau tertawa karenaku. Aku berharap dapat terus seperti ini jungkook, mungkin itu terdengar egois. Tetapi itulah keinginanku. Apa kau juga mau?" Taehyung tersenyum sebentar.
"Apa kau ingin menjadi kekasihku? Aku menyatakan ini tepat di depan ayahmu agar kau dan juga ayahmu percaya bahwa aku sangat menyayangimu. Ah lebih tepatnya aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu jungkook, aku ingin selalu berada didekatmu" ucap taehyung menatap manik jungkook yang sudah berkaca-kaca.
"A-aku aku-" jungkook langsung memeluk taehyung.
"Ya taehyung aku mau, aku juga mencintaimu" ucap jungkook dengan meneteskan air matanya lagi.
Ayah jungkook tersenyum melihatnya.
"Kau benar-benar pria yang baik taehyung" ucap ayah jungkook dan ikut memeluk kedua namja tersebut.
"Kuharap semua perkataanmu ini jujur dan tulus dari hatimu" ucap ayah jungkook berbisik pada telinga taehyung.
"Kau bisa membunuhku jika aku meninggalkan anakmu tuan" ucap taehyung dan merekapun tertawa.
"Appa aku dan jungkook akan jalan-jalan mencari makan, apa appa mau ikut?" Ucap taehyung yang sedikit berteriak dari atas rumahnya lantai 2.
"Pergi saja, bawakan appa makanan ne" ucap ayah jungkook.
Ya. Sekarang taehyung sudah memanggil ayahnya jungkook dengan sebutan "appa" seolah-olah mereka sudah menikah. Jungkook dan ayahnya juga tinggal dirumah taehyung walaupun awalnya pada menolak. Tetapi taehyung terus memaksa dengan alasan agar dia dapat merasakan kasih sayang seorang ayah juga. Akhirnya dengan pemikiran panjang, ayahnya jungkookpun setuju tinggal bersama taehyung. Bukan berarti taehyung melupakan kedua orang tuanya, akan tetapi ia hanya menggantikannya saja sementara waktu karena kedua orang tuanya memang sangat sibuk. Sekarang taehyung dan jungkook menjalani hari yang lebih santai, semua permasalahan sudah menghilang. Jimin dan yoongipun juga mengucapkan selamat pada pasangan baru kali ini. Jungkook maupun taehyung benar-benar bahagia dapat mengenal dan menjalin hubungan kasih dengan satu sama lain.
"Jungkook" ucap taehyung yang baru saja selesai ganti baju ingin jalan-jalan bersama jungkook.
"Ne taehyung" ucap jungkook yang berada di depan pintu kamarnya.
"Kau semakin manis saja" ucap taehyung terkekeh menatap jungkook.
"Aish" jungkook menahan malu.
"Saranghae" ucap taehyung.
"Apaa si-"
CUP
Jungkook terkejut. Taehyung menciumnya dalam diam.
"Y-yak" jungkook mencoba memberontak tetapi tangan taehyung menarik leher jungkook sehingga memperdalam ciuman.
Taehyung menciumnya lembut tanpa ada hawa nafsu didalamnya. Ia menyesap bibir jungkook pelan, tidak terburu-buru membuat jungkook nyaman. Tak lama kemudian jungkook mendorong pelan taehyung karena kehabisan nafas. Taehyungpun melepaskan ciumannya dan menatap dalam mata jungkook.
"Aku hanya ingin kau membalasnya dengan kata 'nado saranghae' apa itu susah?" Tanya taehyung.
"A-ani" ucap jungkook menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya yang mungkin sudah menjadikan mukanya seperti kepiting rebus.
"Lalu? Mengapa tidak kau katakan?" Tanya taehyung terkekeh.
"N-nado saranghae" ucap jungkook yang benar-benar malu.
"Sepertinya aku harus menciummu terus agar mendapatkan kata 'nado saranghae' ya" ucap taehyung tersenyum evil.
"Aniyaa aku akan mengatakannya" ucap jungkook menatap taehyung.
"Tapi bagaimana jika aku memang ingin menciummu? Aish mulutmu itu manis" ucap taehyung mendekati jungkook.
"Y-yak aish taehyung berhentilah bercanda" ucap jungkook.
"Aku tidak sedang bercanda" ucap taehyung membuat jungkook takut.
"K-kajja kita pergi" ucap jungkook lalu menarik tangan taehyung tetapi taehyung menahan dirinya agar tidak tertarik oleh jungkook.
"Cium aku dulu" ucap taehyung.
"Aniyaa" ucap jungkook yang benar-benar menggila karena malu.
CUP
Dengan kecepatan kilat taehyung langsung membalikkan badan jungkook dan mengecupnya dengan cepat.
"Kau tidak mau menciumku? Maka aku yang akan menciummu" ucap taehyung.
"Kau benar-benar gila" ucap jungkook malu dan menutup wajahnya.
"Sepertinya aku akan terus menciummu malam ini" ucap taehyung terkekeh.
"Aku bisa mati karena copot jantung jika kau terus menciumku" ucap jungkook.
Taehyung tertawa.
"Intinya, aku mencintaimu jungkook. Uhhhh kau benar-benar membuatku gila eoh" ucap taehyung mencubit-cubit pipi jungkook gemas.
Jungkook tersenyum malu.
"Hey aku berkata bahwa aku mencintaimu, apa kau ingin aku menciummu lagi?" Ucap taehyung.
"Aniya! Aku juga mencintaimu taehyung" ucap jungkook dengan cepat membuat taehyung tertawa geli.
"Baiklah, saranghae jeon jungkook"
"Nado saranghae kim taehyung"
Taehyungpun menggandeng tangan jungkook sampai ke mobil dan pergi jalan-jalan berdua.
END!
Akhirnya selesai juga, gimana ceritanya? Kasih saran dong buat proyek selanjutnya!
Btw ini asli ff buatanku ya, kalau kalian ada liat diwattpad yang sama itu berarti akunku^^
Makasih banyak yang udah mau ngebaca ff ini dari awal hingga akhir, makasih yang mau review ff ini, aku udah baca semuanya, makasi semuanya~
Proyek selanjutnya yang bakal aku share adalah yoonmin (jimin as uke), penasaran? Yuk follow akun ini ya biar gak ketinggalan!
Annyeong~
