.

.

.

.

.

LOOK AT ME

HUNHAN

.

.

.

.

Sehun mengetuk-ketukan jarinya di meja kerjanya . Ia melirik arloji yang melingkar dengan manis di tangan kirinya yang menunjukkan pukul 11 malam . Sehun hanya merasa sedikit ragu entah kenapa. Ia merasa begitu pening dan gelisah dalam satu waktu

Tok

Tok

CKLEK

"Presdir apa Anda baik-baik saja?", Suara sekretarisnya menginterupsi pemikiran Sehun . Ia menoleh pada sekretarisnya dan memijit pangkal hidung mancungnya "Entahlah", Jawab Sehun

"Anda terlihat tak baik , Kalau begitu saya akan membatalkan keberangkatan Anda malam ini", dan Sehun mengangguk menyetujui apa yang di usulkan Sekretarisnya.

"Hyung", Panggil Sehun dan menatap Lurus pada Sekretarisnya

"Tumben Anda memanggil saya Hyung",

Sehun terkekeh kecil dan berdecih "Kita hanya berdua di ruangan ini Suho Hyung , Dan bicaralah biasa saja terlihat begitu aneh saat kau berbicara formal padaku",

Suho tersenyum kecil dan duduk pada sofa di depan Sehun "Aku sekretarismu , Itu hal yang wajar jika aku bicara sopan pada atasanku",

Sehun berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri Suho lalu duduk pada sofa di depan Suho. "Ya, Aku tau itu tapi bukankah aku sudah bilang kau boleh menggunakan bahasa informal saat kita hanya berdua , lagi pula kau dan keluargamu sudah bekerja sangat lama untukku dan mendiang orang tuaku", Suho mengangguk membenarkan ucapan Sehun "Aku hanya terkadang melupakannya , Kau tahu aku seorang pelupa",

"Beristirahatlah Hyung , Kau terlihat lelah", Suruh Sehun pada Suho . Suho mengernyitkan alisnya bingung "Ya , aku bahkan hampir tak memiliki waktu tidur yang cukup saat bekerja padamu", ia terkekeh pelan sebelum kembali membuka mulutnya "Tapi aku rasa bukan aku yang butuh istirahat , Kau terlihat berantakan saat ini", Sehun menatap pada Suho dan terkekeh miris "Kau benar aku benar-benar merasa berantakan sekarang Hyung",

"Semua itu terserah padamu , Hanya saja jangan pernah kau berpikir untuk menganggap pria cantik itu sebagai pengganti Luna , Kau tau mereka berbeda Sehun dan dia terlihat begitu rapuh . Jika kau menyakitinya lagi dan lagi aku tak akan ikut campur jika ia meninggalkanmu di kemudian hari", Kata Suho dan berdiri dari duduknya sedikit membungkukkan badannya "Aku akan menyiapkan mobil untukmu pergi ke kantor malam ini", ujar Suho sebelum keluar dari ruangan Sehun meninggalkan Sehun yang termenung sendiri di dalam ruang kerjanya .

..

..

Jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan Sehun sibuk bergelut dengan berkas-berkas di atas meja kantornya. Ia memilih pergi ke kantor malam tadi setelah pembicaraannya dengan Suho yang membuatnya begitu pening seketika. Memang benar tentang apa yang di katakan Suho saat itu bahwa ia tak boleh menyamakan antara Luhan dan Luna mereka adalah dua orang yang berbeda . Mereka berbeda dan Sehun harusnya berpikir seperti itu bukan sebaliknya. Dan dengan perkataan Suho semalam itu dapat membuat pemikiran Tentang kedua orang itu jelas di otak Sehun.

"Ya mereka berbeda , bahkan perasaan yang aku miliki begitu berbeda", Guman Sehun dalam hati.

Tok

Tok

Cklek

"Presdir apa Anda tidak pulang sekarang sudah pagi , Lebih baik Anda pulang dan beristirahat", Kata Suho kembali pada mode sekretarisnya . Sehun menoleh dan mengangguk "Baiklah kita pulang , Tapi aku ingin mampir ke suatu tempat sebelum pulang",

"Kau ingin mengunjungi Luna", Tanya Suho dan tersenyum melihat Sehun mengangguk dengan senyuman di bibirnya.

"Baiklah, mungkin kita akan tiba di sana tepat saat matahari terbit",

"Ya , aku lebih suka mengunjunginya saat pagi ,Aku masih ingat betapa cantiknya dia saat pagi hari", Kata Sehun dan mengambil Jasnya lalu berjalan menghampiri Suho.

"Aku tau bahkan ia seperti seorang malaikat pada pagi hari", Kekeh Suho dan Sehun hanya tersenyum mendengarnya lalu mulai berjalan keluar ruangannya dengan Suho di belakangnya.

"Aku ingin mampir di Toko bunga biasanya ," Ujar Sehun

"Baiklah Presdir",

.

.

Sehun memandang keluar jendela mobilnya tenang dengan ponsel yang berada di telinganya.

"Bilang saja jika aku sedang melakukan perjalanan ke London ", Kata Sehun pada seseorang di seberang dan setelah mendengar jawaban dari seberang ia menutup teleponnya .

"Yixing ada di Mansion sekarang?", Tanya Suho pada Sehun yang duduk di bangku penumpang dan Sehun mengangguk "Ya, Aku menyuruhnya memenuhi semua kebutuhan Luhan",

"Tapi kenapa kau menyuruhnya mengatakan pada Luhan jika kau pergi ke London ", Tanya Suho lagi .

"Dia tak akan mau memakan makanannya jika tahu aku ada di sekitarnya dan dia juga tidak akan mau keluar kamarnya", Ujar Sehun ."Kau mengizinkannya keluar , Aneh sekali aku kira kau akan menyuruhnya duduk diam di dalam kamar mewahnya", Sehun terkekeh pelan mendengar pernyataan Suho "Kau pikir aku mengizinkannya keluar rumah begitu , Dia hanya boleh keluar kamarnya bukan keluar rumah", Jelas Sehun santai pada Suho yang hanya bisa menggelengkan kepalanya heran.

Selang beberapa menit kemudian Mobil hitam milik Sehun itu berhenti di depan sebuah toko bunga sederhana . Ia turun dari mobilnya dan berjalan memasuki toko

"Tuan Oh", Suara pemilik toko bunga terdengar di pendengaran Sehun dan Sehun membawa pandangannya pada seorang wanita paruh baya yang berada di sampingnya sedikit membungkuk. Sehun menanggapinya dengan anggukkan kepala dan sedikit senyuman kecil di bibirnya.

"Apa yang Anda cari Tuan Oh , Ini sudah begitu Lama dari terakhir Anda kesini", Tanya Ahjumma paruh baya itu sopan.

"Aku mencari seperti biasa Ahjumma , Aku hanya sedang banyak pekerjaan", Jawab Sehun .

Ahjumma pemilik toko itu tersenyum dan mengambil bunga mawar putih yang biasanya di pesan Sehun setiap kali mengunjungi makam mendiang istrinya. Ya, Ahjumma itu tahu jika Sehun membeli bunga Mawar putih yang notabenenya adalah kegemaran mendiang istrinya setiap kali hendak kesana. Sudah lama semenjak Luna meninggal ia selalu menyempatkan diri mengunjungi wanita yang pernah mengisi hidupnya itu dan hingga sekarang masih memiliki tempat di hatinya .

"Ini Pesanan Anda Tuan Oh ," Ahjumma itu memberikan se bucket bunga mawar putih padanya sambil tersenyum . "Terimakasih Ahjumma , Aku pamit", Kata Sehun seusai membayar pesanan bunganya.

Ahjumma pemilik toko tersenyum dan membungkukkan badanya sopan pada Sehun "Hati-hati Tuan Oh dan terima kasih", Ucapnya sebelum Mobil Sehun menjauh dari halaman tokonya. Jarak toko bunga yang sering di kunjungi Sehun dengan Pemakaman hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai disana.

Mobilnya berhenti di sebuah pemakaman dan Sehun keluar dari mobilnya sendiri dengan bucket bunga mawar putih yang di belinya tadi. Ia berjalan menyusuri pemakaman yang nampak sangat rapi dan bersih setiap ia berkunjung dengan pemandangan yang begitu indah menyapa penglihatannya saat memasuki areal pemakaman .

Kakinya berhenti pada sebuah makam yang bertuliskan Oh Lu Na pada nisannya . Sehun tersenyum lalu meletakkan bucket yang di bawanya pada Makam mendiang istrinya sambil berlutut dan mengusap nisannya

"Sayang ,Aku datang Maaf jika aku baru mengunjungimu lagi sekarang", Kata Sehun menatap nisan itu sendu

"Luna banyak yang terjadi akhir-akhir ini , Kejadian yang menurutku begitu .. Entahlah aku juga bingung harus mengatakannya seperti apa", ia berhenti dan menghela nafas pelan "Luna-ya apa aku boleh memberikan hatiku padanya , bolehkah aku mulai mencintainya . Aku memang salah selama ini menganggap dia adalah pengganti dirimu karena kau tau setidaknya kau masih memiliki tempat di hatiku .. Aku mencintaimu sangat tapi izinkan aku mulai mencintainya", Ujar Sehun lirih dan ia memejamkan matanya kala angin mulai berhembus pelan menerpanya terasa begitu menyejukkan dan menenangkan . Sehun perlahan membuka matanya dengan sebuah senyuman yang begitu manis di wajah tampannya . "Terimakasih Sayang , Aku akan menjengukmu lagi lain waktu . Aku pergi Beristirahatlah dengan tenang", Pamit Sehun dan mengecup Nisan mendiang istrinya yang telah mendampinginya selama ini sebelum berdiri dan mulai berjalan pergi meninggalkan makam Luna.

"Sampai jumpa Sehun-ah",

.

.

BLAM

Sehun masuk kedalam mobilnya dan menutup pintunya. Suho yang sedari tadi tengah memejamkan matanya di bangku kemudi membuka matanya dan menoleh ke belakang kearah Sehun . Ia menegakkan tubuhnya "Tumben sekali kau hanya membutuhkan waktu 30 menit di sana biasanya kau akan berada disini hingga matahari terbenam . Aku bahkan berpikir kau akan tinggal disana", Kata Suho dan Sehun terkekeh karenanya "Aku hanya ingin cepat pulang ke rumah , memang ada yang salah dengan hal itu?", Suho mengedikkan bahunya "Mungkin kau sudah merindukan pria cantikmu itu",

"Entahlah", Balas Sehun . Suho hanya memberinya senyum kecil sebelum melajukan mobilnya kembali untuk kembali Ke Seoul.

Dalam perjalanan kembali ke Seoul berbagai perasaan memenuhi hatinya , Antara lega dan cemas . Ia terus menggoyang-goyangkan kakinya tak nyaman sesekali ia bahkan menyentuh dadanya. Suho yang melihatnya terlihat bingung " Apa yang sedang kau pikirkan kali ini , Kau terlihat gelisah ", Tanya Suho yang sudah merasa jengah dengan apa yang Sehun lakukan . "Entahlah , bisakah kau lebih cepat sedikit hyung Perasaanku tidak enak", Kata Sehun.

"Mungkin itu hanya perasaanmu jangan dipikirkan", Balas Suho menenangkan dan Sehun mengangguk sambil berusaha lebih menenangkan dirinya saat ini. Perjalanan dati Incheon ke Seoul terasa begitu lama bagi Sehun . Padahal itu hanya membutuhkan waktu beberapa jam bahkan bisa saja beberapa menit jika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Sehun menoleh keluar jendela mobilnya saat penampakan gerbang mansionnya sudah terlihat di depan matanya dan mobil mewahnya mulai memasuki areal Mansion lalu berhenti tepat di depan pintu Mansion mewahnya. Terlihat salah satu dari anak buahnya membukakan pintu untuknya dan membungkuk hormat saat Sehun sudah keluar dari mobil. "Selamat datang Tuan Oh", sapa anak buahnya begitu sopan dan hanya di balas anggukan kepala oleh Sehun dengan sebuah gumaman kecil keluar dari bibir tipisnya.

Ia berjalan memasuki Mansion di ikuti beberapa anak buah yang selalu setia mengekor di belakangnya. Berjalan begitu berwibawa , gagah dan angkuh seperti biasa

Ia menghentikan langkah kakinya tepat di ruang tengah Mansionnya . Matanya menatap lurus ke depan dimana Luhan berjalan di bantu oleh Yixing dan ia bisa melihat dengan jelas darah keluar dari lengannya. Ia masih berdiri diam namun beberapa saat kemudian pemandangan di depan matanya membuat Sehun mengepalkan tangannya erat dan mengeraskan rahangnya . Matanya berkilat marah dan kembali berjalan sedikit cepat hendak menghampiri ketiga orang yang tengah beradu di lantai dua rumahnya .

"Brengsek", Guman Sehun begitu pelan . Namun ia kembali berhenti kala melihat Irene sialan itu nampak hendak menjatuhkan Luhan dari lantai Dua.

SRET

BRUK

BRUK

BRUK

BRAK

"TUANNNN~"

"LUHANNN"

Teriakannya bersamaan dengan jatuhnya tubuh rapuh Luban ke lantai. Sehun segera berlari kearah Luhan yang sudah tergeletak berlumuran darah dan tak sadarkan diri dilantai . Sehun menatap wajah Luhan yang begitu pucat dengan tangannya yang mulai mendingin .

Sehun begitu marah dan khawatir di saat bersamaan tatapan tajamnya mengarah pada Irene yang nampak melihatnya dengan kaget.

"KAU..-" Bahkan ia kehilangan kata-kata karena rasa khawatirnya pada Luhan lebih besar. Luhan lebih penting untuk saat ini bukan Irene ia harus segera membawa Luhan ke rumah sakit . Ia berdiri dengan Luhan di gendongannya dan di ikuti dengan anak buahnya di belakang .

"Singkirkan jalang itu", perintahnya mutlak dengan kemarahan yang begitu kentara di setiap huruf yang terucap dari bibirnya sebelum keluar dari mansionnya di ikuti beberapa anak buahnya yang mengekor di belakangnya.

Dua anak buah Sehun memegang kedua tangan kanan dan kiri Irene membuat wanita itu memberontak tak terima dengan terus berteriak histeris

"Sehunn..lepaskan aku brengsek ", umpat Irene pada kedua anak buah Sehun yang menyeretnya paksa berjalan turun tangga. Namun itu seakan dianggap angin lalu oleh kedua anak buah Sehun .

.

.

.

Sehun duduk di kursi tunggu rumah sakit menunggu dengan begitu cemas. Luhan langsung ditangani saat mereka sampai disini beberapa menit lalu. Sehun bahkan merasa tak bisa berpikir dengan jernih untuk saat ini di pikirannya hangat bagaimana keadaan Luhan saat ini . Suho berdiri di hadapan Sehun dan membungkuk dengan membawa setelan santai serta air mineral di tangannya "Sehun bersihkan dulu tubuhmu aku membawakanmu Pakaian gan..-"

"Bagaimana jika Luhan tidak selamat Hyung",

"Sehun ten-..".

"Bagaimana jika ia meninggalkan diriku seperti Luna",

"Sehun hentikan , Kau harus yakin Luhan akan bertahan di dalam sana kau hanya perlu percaya jika Luhan adalah orang yang Kuat ",

"Aku takut Hyung ,Aku tidak ingin merasa kehilangan lagi", Racau Sehun dan menjambak kasar rambut hitamnya . Suho yang melihat keadaan Sehun sekarang menghela nafas pelan dan mendudukkan tubuhnya di samping Sehun lalu menepuk pundaknya pelan . "Aku tau apa yang kau rasakan saat ini , Hanya aku mohon tenangkan dirimu jika kau terus seperti ini semua akan semakin sulit untukmu", Kata Suho menenangkan .

Sehun mengangguk pelan sebelum tangannya kembali mengepal erat dan amarah mulai kembali menguasai dirinya lagi. "Seharusnya aku menyingkirkan wanita sialan itu , Dia akan membayar yang setimpal dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Milikku", Desis Sehun.

Suho menghela nafas pelan walaupun Sehun peduli pada Luhan namun tidak untuk yang lain. Itu tidak akan merubah apapun sebab Sehun tetaplah Sehun Pria itu adalah pria dingin paling kejam dan tak berperasaan yang tak segan-segan menyingkirkan siapa pun yang berani menentangnya dan memastikan siapa pun yang berani menentangnya berharap tak pernah di lahirkan.

"Lupakan masalah itu untuk saat ini, Yang harus kita pikirkan adalah keadaan Luhan aku harap kau berusaha tenang sekarang", Ucap Suho meyakinkan.

Cklek

Sehun dan Suho menoleh kearah pintu saat mendengar suara pintu terbuka dengan cepat mereka berdiri dan menghampiri seorang dokter yang menangani Luhan.

"Keluarga pasien? ", Tanya dokter tersebut pada Sehun dan Suho.

"Ya kami keluarganya", Jawab Suho dan Sehun hampir bersamaan membuat dokter itu mengernyit "Bisakah salah satu dari kalian ikut keruanganku, " Tanya dokter bername tag Choi Kyuhyun itu.

"Baiklah, Aku yang ikut denganmu", Kata Sehun.

"Anda? ",

"Aku suaminya",

.

.

.

"Istri Anda sudah dalam keadaan stabil saat ini, Tapi benturan di kepalanya membuatnya kehilangan banyak darah tapi tidak usah khawatir kami sudah menanganinya",

Sehun memijit pelan pangkal hidungnya sepanjang koridor rumah sakit usai menemui Dokter yang menangani Luhan

" Tapi karena benturan di kepalanya ia mengalami cedera otak traumatis tingkat dua. yang akan membuatnya kesakitan dalam waktu tertentu dalam jangka waktu lama, Dan benturan itu juga membuat kondisi tubuhnya melemah",

Sehun menghela nafas berat mengabaikan Suho yang berdiri di depan ruang rawat yang di tempati Luhan dan berjalan masuk. Ia mendudukkan dirinya di kursi samping ranjang Luhan.

"Ada baiknya jika jangan terlalu membuat ia tertekan dan banyak pikiran itu akan menyebabkan rasa sakit itu muncul",

Sehun menggenggam tangan Luhan yang masih sama terasa begitu dingin. Ia menggenggamnya erat seakan takut jika ia melepaskan tangan itu Luhan akan pergi meninggalkannya. Sehun menunduk mencium tangan Luhan dan menyembunyikan wajahnya disana. Ini kedua kalinya ia menunggu orang yang begitu berharga untuknya membuka mata. Dan Sehun berharap Luhan segera membuka kedua bola matanya agar ia bisa lebih tenang. Ini memang terlihat sama seperti masa lalu namun Sehun tak berharap ini memiliki akhir yang sama dimana saat itu Luna tak lagi membuka matanya kembali dan Sehun tak ingin itu kembali terjadi . Ia tak ingin lagi merasakan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya cukup sekali dan Sehun tak ingin itu terjadi kedua kalinya.

"Maafkan aku", lirihnya menyesal.

.

.

.

TAP

TAP

TAP

"Tuan "

"Apa yang kau bawa kali ini ,Kris", Tanya nya saat suara Kris anak buahnya terdengar dj telinganya. Kris berjalan mendekat pada Pemimpinnya memberikan sebuah map berwarna coklat.

"Seperti biasa pria itu selalu menutupi semua hal yang menyangkut dirinya, Saya tak dapat menemukan lebih dari sekedar informasi biasa",

Pria paruh baya itu membulatkan mulutnya sambil mengangguk-angguk. "Tapi dia mendapatkan salah satu kaki tanganku dan seperti biasa.. Menghabisinya tanpa jejak, anak itu sama seperti ayahnya ", ia terkekeh lalu melepas kaca matanya dan menatap Kris .

Pria paruh baya itu berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Kris lalu

Bugh

Ia memukul tepat pada wajah Kris membuatnya sedikit terhuyung ke belakang dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Namun ia kembali pada tempatnya tanpa berniat membalas apa yang telah di lakukan oleh pimpinannya itu

"Cih! Kenapa kau begitu bodoh sekarang , Apa kau mencoba menghianatiku", ia menyeringai kemudian membawa tangan ya menepuk-nepuk pipi Kris yang nampak lebam karena ulahnya cukup keras. "Tidak, Bagaimana bisa saya menghianati Anda", ujar Kris dengan membungkuk kan tubuhnya.

"Pria itu. – Dia licik, kejam dan polos dalam waktu bersamaan dia bahkan sudah menghabisi entah berapa puluh kaki tanganku yang terlibat pada malam itu untuk mengorek informasi dan membunuhku. Cih! Aku menyukai nya jika ia ada di pihak ku", Pria paruh baya itu berjalan ke sisi cendela besarnya melihat pemandangan kota pada malam hari dengan sebuah sringaian di bibir nya. "Bagaimana dengan bocah sialan itu, Kau tahu di mana dia? ",

"Saya belum mengetahui nya Tuan. Tapi saya akan segera menemukannya untuk Anda ",

"Ya temukan dia dan bawa sialan itu kepadaku segera, dan jangan coba-coba untuk melindunginya kali ini ", Perintahnya. Kris mengangguk pada pimpinannya itu "Saya mengerti Tuan",

"Sialan itu aku akan membunuhnya ",

.

.

.

"Tuan Oh,"

Merasa namanya dipanggil membuatnya menoleh dan mendapati beberapa dokter pimpinan Rumah sakit menghampirinya. Ia memutar posisi duduknya menghadap langsung dengan para dokter yang tengah membungkuk hormat padanya.

"Ada apa, Kau tau aku tidak terlalu suka dengan keramaian", Katanya pelan dan kembali pada posisi duduknya menghadap pada Luhan yang masih setia memejamkan matanya itu.

Salah satu dokter yang nampaknya atasan dari dokter lain ya itu tersenyum kikuk dan kembali membungkuk pada Sehun yang tengah mengelus pucuk kepala Luhan. "Maafkan Saya Tuan , Saya hanya ingin menyapa Anda secara langsung ", Kata Dokter bername tag Choi Si Won itu.

"Ya, Sebaiknya kalian bubar sekarang Ruangan ini terasa begitu penuh dan pengap", Perintahnya dingin. Dan tanpa banyak lagi bertanya semua dokter yang berkumpul disana segera keluar dari ruang rawat Luhan setelah membungkuk hormat pada Sehun.

...

Luhan berpikir ia sudah berasa di surga sekarang namun ia salah saat merasakan sakit teramat pada kepala bagian belakangnya. Oh! Sial umpatnya dalam hati saat bau rumah sakit dan obat-obatan masuk ke indra penciumannya. Ia mencoba membuka matanya yang terasa begitu berat seperti terdapat perekat disana saat kelopaknya terbuka ia mengerjap pelan membiasakan cahaya yang ia kira adalah cahaya lampu di samping ranjang nya. Saat matanya dapat melihat dengan jelas ia dapat merasakan tangannya terasa hangat membuatnya menoleh kan kepalanya kesamping dan menemukan Sehun yang nampaknya tertidur dengan tangannya menggenggam tangan Luhan.

Luhan tersenyum tanpa sadar kala melihat betapa damai dan tenangnya Sehun dalam tidurnya berbeda sekali dengan saat ia menjadi Sehun yang sepenuhnya sadar Dingin, Kasar dan tak berperasaan. Luhan berpikir berapa lama ia tertidur usai kejadian itu terjadi .

Memilih untuk tak memikirnya Luhan kembali melanjutkan kegiatan nya memandangi wajah tidur Sehun. Luhan sadar Sehun itu begitu tampan, Pria itu memiliki aksen wajah yang sangat sempurna mata tajamnya yang seperti elang selalu memandang dengan penuh intimidasi ,Hidung kandungnya dan jangan lupakan bibir tipis nya

Di balik Sehun yang kejam Luhan telah menemukan sisi lain Sehun yang begitu hangat. Dan itu membuatnya merasa seakan tertarik dalam pesona Sehun tanpa dapat ia pungkiri. Walau pertemuan mereka dan apa yang dilakukan Sehun padanya di awal tak dapat membuat Luhan memungkiri bahwa ia sudah terjerat dengan Sehun. Kala Sehun mengklaim dirinya sebagai miliknya Luhan sudah tau jika ia tak akan bisa lepas dari Sehun. Pria itu tidak akan melepaskan apa yang sudah jadi miliknya.

Entah sadar atau tidak tangan ya yang tertancap infus terangkat dan membelai rambut hitam legam Sehun. Laki-laki itu nampak kelelahan nampak sekali dengan lingkaran hitam di bawah matanya walaupun itu tak mengurangi kharisma nya sedikit pun. Ia mencoba lebih terbuka sekarang setidaknya Sehun telah menyelamatkan nyawanya saat itu dan dengan adanya pria itu di sini Luhan berasumsi dia selalu duduk disana saat ia tak sadarkan diri. Memikirkan hal itu membuat hati Luhan menghangat mengetahui di balik Sosok Sehun yang berhati dingin ia memiliki sisi lain yang membuat Luhan takjub.

Luhan tau ini salah jika ia mulai memiliki hati untuk Sehun harusnya ia membencinya bukan mencintainya. Namun apa daya Luhan mungkin ini adalah takdir yang diberikan sang kuasa padanya.

Masih mengelus helaian rambut hitam Sehun dengan Sebuah senyuman manis di bibirnya

"Jalja Sehun-ah",gumannya begitu pelan seperti bisikan sebelum kembali memejamkan matanya yang terasa kembali mengantuk mengingat ini masih pukul 2 pagi .

Ia hanya tidak Tahu Sehun tengah tersenyum dengan mata yang masih terpejam .

"Luhan",

...

Suho melirik ke arah Irene yang tengah di ikat pada sebuah kursi di dengan beberapa anak buah Sehun yang berdiri di belaka ng dan samping kiri kanannya. Ia hanya memandang wanita itu tanpa ekspresi apalagi melihat bagaimana mengenakannya keadaan wanita itu. Bajunya terdapat sobekan dimana-mana yang memperlihatkan paha mulusnya dan payudaranya yang masih tertutupi bra jangan lupakan wajah cantiknya yang terdapat beberapa lebam.

"Kau bahkan sudah lama mengenal Sehun, " Kata Suho yang sibuk dengan ponsel di tangan nya. "Lepaskan aku brengsek", Desis Irene mencoba melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.

Suho menyeringai "Sehun yang akan melakukannya, Jadi jangan memintaku kau tau itu Sia-sia",

Ia berjalan mendekat pada Irene dan mencengkram dagu wanita itu membuatnya meringis kesakitan "Berharap lah Sehun mau mengampuni nyawamu, Yah! Walaupun aku tidak yakin dengan hal itu", katanya datar dan meremehkan lalu melepaskan cengkeramannya kasar .

Suho berjalan hendak kembali pada tempat duduknya semula namun ia berhenti dan kembali menghadap ke arah Irene di ikat.

"Apa di sudah cukup berantakan seperti halnya yang di perintahkan Tuan Oh? ", Tanyanya pada ketiga anak buah Sehun yang berada didekat Irene. Ketiga orang itu mengangguk bingung. Suho mendengus kan nafasnya dan kembali menatap Irene dengan tangannya berada di dagu nampak berpikir "Aku rasa ini belum cukup.. –", Ia menyeringai sedangkan Irene menatapnya takut-takut

"A-apa yang akan kau lakukan Sialan",

"Buat dia lebih berantakan dari ini anak-anak",

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

HAIIIII...

Yang udah minta LAM aku update udahan. Sebenernya mau hari jumat tapi lagi sibuk prepare buat balik liburan lagi hoho~

Maaf untuk typo yang bertebaran dinda gak sempet ngedit

Udah gak usah panjang-panjang ya. See you next chap

SO MIND TO REVIEW

THANKS FOR READ, FOLLOW, REVIEW AND FAVORITE

Itsuka Sehunie|| : Thanks ya, Makasih udah mau membaca

bijin YJS|| : Luhan baik kok! Makasih udah baca

chanyeolsehun72||: ini akan sampai end tapi update nya gak bisa fast banget.

chopperlu||: haha bentar lagi di tunggu aja ya Btw mereka udah mulai ada tanda-tanda. Tapi i nc yang penuh cinta kayaknya masih agak lama deh hehe

Siti409||: Ini udah di lanjutkan

Bylvcky|| : Yup sebenernya sih aku terinspirasi sama novel Sleep with the devil atau Sleep with the mr Oh itu. Maaf kalau ada kalimat yang sama dan beberapa kejadian yang sama. Tapi ini beda lo ini murni dari otak ku yang pas-pasan ini. Tapi ini sedikit lebih panjang dan banyak konflik lebih tepatnya permasalahan rada lebih rumit dari sleep with mr oh itu jadi maklumi aja ya.

|| : ini udah di next

MinJ7||: ini mereka udah mulai tanda-tanda buat saling jatuh cinta hoho.. Sehun udah rada sedikit sadar buat gak bikin Luhan pelampiasan di sini.

hunhan 1509||: ini udah di lanjut tenang aja gak bakalan hiatus kok author mah *Ditabok*

dita794||: Ini udah lanjut

Guest ||: haha dinda gak janji ya dari ff dinda yang lain kayaknya yang punya konflik paling berat ini deh dan buat flashbacknya mah masih lama.

Anabae783|| : Sehun udah mulai luluh sama mami Lulu tenang aja Sehun. Setelah ini mulai lembut lagi kok. Mana bisa sih papih kasar sama masih iya kan. Mereka udah ada tanda-tanda ini. Tapi ini Sehun masih suka sama Luhan karena mirip Luna tapi itu masih 50 :50.

Dewi Roro||: haha Sehun. Nyeselnya masih agak lama deh kayaknya . Ini Mpreg kok tenang aja.

ElisYe Het|| : maafka dinda kalau pendek btw nulis itu capek lohh

xoaeri12|| : ini udah lanjut And makasih

Fara||: Lulu bakalan baik kok kan ada ayah hihi

khalidasalsa21|| : Luhan Baik tenang aja. Haha irene masih muncul chap depan.. Buat di singkirin sama Ayah haha

4kimhyun ||: haha wah wah ada yang sama masak

Rury0418||:Annyeong.. Hehe ini udah kok maaf kalo pendek

sehunnie94||: haha aku malah kira ini tambah gak jelas.. Irene emang anjirr kok *mianuntukyangbiasnyambakIrene* So pasti ayah selalu jagain bunda kok. Ini udah tanda-tanda lope lopean.

Seravin509|| : Ini udah.. Makasih udah membaca

auliaMRQ||: makasih.. Irene masih muncul chap depan untuk di musnahkan hoho *ketawasetan

DEERHUN794|| : udah kok.. Maaf pendek ya

Arifahohse||: udah ini say..

Apink464||: ini udah lanjut

Kriskai||:haha makasih.. Tunggu minggu berikutnya ya

Princess Xiao||: enggak parah kok.. Dinda kasian sama bunda kali dibikin parah sama ayah juga kasian.. Irene chap depan detik detik di musnahkan haha

taneptw307||: Yao awalnya Sehun ngangep bunda pengantin tapi seiring berjalannya waktu akan berubah kok

karinaalysia2047||: Haha iya Chap depan irene akan musnah, Yang berharga di hidup ayah tuh hanya bunda seorang tiada yang lain. Makasih ya sudah membaca dan review

xiyu1220||: ini sudah.. Makasih sudah membaca

.58||: dia bakal di musnahkan sama di ayah kok tenang aja chap depan dia bakal isdet. Aku masih butuh irene untuk ngebuat Ayah naik darah chap depan. Luhan okey chinggu... Makasih udah membaca

pamelia572||: Ayah bakal lebih murka chap depan

sherli898||: ini udah di next chingu… makasih ya

Hannie222||: namanya aja jalang pasti ganas lah.. Haha irene bakal di kubur beneran sama ayah tunggu chao depan ya

Ohjasminxiaolu||: ini udah say...

KTina09: Luhan baik kok... Aku malah kira ini tambah ampuradul alias berantakan haha

Keiko Yummina||: makasih mau nunggu dan membaca

Dearmykrishan||: aduh pada minta fast up aja.. Gak janji ya dinda hoho. Irene bakal musnah chap depan chingu du tunggu ya... Seiring berjalannya waktu nggak jadi pelampiasan lagi kok..

MAAF YANG DINDA GAK BALES REVIEWNYA DI CHAPTER SEBELUMNYA DINDA NGGK SEMPET DAN BARU SEMPET UNTUK CHAP 4 INI

MAAF YA KALAU PENDEK JANGAN PROTES OKE HAHA DINDA BAKAL KASIH BONUS PANJANG BUAT NEXT CHAP HOHO

SEPANJANG JARAK YANG MEMISAHKAN BUNDA DAN AYAH

*HOHO*

DAN DINDA MAU NGUCAPIN HAPPY NEW YEAR 2017

SEMOGA KITA SEMUA MASIH SETIA SAMA HUNHAN YA

...