.
.
Jungkook merasakan bibirnya lembab, bahkan basah, dengan sesuatu yang lembut menempel pada permukaan bibirnya. Tak hanya menempel, tetapi melumat, bahkan memasukkan sesuatu ke dalam mulut Jungkook yang bergerak mengabsen setiap deret giginya. Jungkook bisa saja mengira dirinya tengah mimpi basah jika saja yang menyentuh seluruh kulit tubuhnya tidak terasa dingin.
"sudah bangun rupanya" lelaki yang berbaring di atas tubuh Jungkook menggeliat, secara sengaja menggesek inti tubuh mereka dengan perlahan yang mau tak mau memunculkan desah berat dari mulut Jungkook yang segera saja tertelan oleh lawannya.
Jungkook membuka kelopak matanya, menghadapkan dirinya pada sepasang onyx merah yang terlihat sayu, hidung mancung, dan bibir yang sedikit terbuka. Lelaki di hadapannya menjulurkan lidahnya kemudian membasahi bibirnya sendiri yang sebenarnya sudah basah.
Seseorang, atau bisa dikatakan sesosok makhluk asing itu tengah menindih Jungkook, menahan kedua lengannya di dada dengan wajah yang merunduk tepat di atas wajah Jungkook. Sesaat Jungkook mengernyit merasa mengenali sosok yang bahkan seingatnya tak pernah dijumpai semasa sembilan belas tahun hidupnya. Tak ada rasa takut yang terselip sedikitpun di dalam pemikirannya, hanya rasa penasaran yang cukup tinggi menggamit setiap sel di dalam otaknya.
"namamu Jungkook?" suara serak itu berbisik yang dapat di dengar jelas oleh Jungkook. Pun dengan nada desah yang ikut bersamanya tak luput sedikitpun. Jungkook tak menjawab, ia hanya terus memperhatikan gerak-gerik pria asing yang kini bergerak meninggalkan kilat matanya yang tengah berusaha mengetahui jati diri sang makhluk melalui kornea matanya, beralih menciumi dadanya.
"tadi ada dua orang yang mencarimu di luar.."
Jungkook mulai tertarik. Ia meraih kepala pria yang ia ketahui bernama V, kemudian memaksanya untuk saling bertatapan.
"kemana mereka?"
"kurasa kembali ke perkemahan" V bergerak melepaskan diri dari pegangan Jungkook kemudian mengecupi rahang tegas milik lelaki di bawahnya.
Jungkook mengernyit. Berusaha tak secepat ini larut dalam ciuman kupu-kupu yang diluncurkan secara bertubi-tubi mengenai keseluruhan sisi wajahnya. "kenapa tak kau katakan jika aku berada di sini?"
"dan menghilangkan kesempatan menikmati tubuhmu? Jawabannya tentu tidak"
Jungkook seakan tertimpa durian runtuh di hadapan matanya. Mendengar jawaban yang meluncur dari belah bibir sewarna darah milik V, otak Jungkook mulai tidak fokus. Berulangkali memejamkan mata demi mengalihkan reflek tubuhnya yang tak dapat ia kira. "aku bisa saja melaporkanmu atas tuduhan pelecehan seksual" ujar Jungkook penuh ancaman.
"silahkan saja. Aku tidak takut penjara manusia. Aku mungkin hanya berada di sana kurang dari satu jam. Bagiku, terkurung di sini selama ratusan tahun terasa lebih menakutkan dari apapun"
"ratusan tahun? Kau.."
"V. Vampire. Tepat sekali" V menyeringai lebar. Maniknya menantang pancaran sinar Jungkook yang jelas sekali terselip ketakutan di sana yang betapapun Jungkook menyembunyikannya akan tetap V ketahui.
"tidak memberontak? Atau menghindar dariku? Kau akan kuperkosa, Jungkook.."
"oh aku lupa. Kau sadar diri rupanya. Kondisi tubuhmu tak akan mungkin kau gunakan untuk melawanku" V tertawa keras, kemudian ia beranjak mendudukkan diri tepat di atas milik Jungkook yang tak terbalut apapun. Keduanya memang dalam kondisi tanpa busana.
Jungkook meringis nyeri. Jungkook tidak munafik. Ia menginginkannya. Fantasi bercinta yang selama ini hanya berputar di kepala bagian mesumnya kini akan di rasakannya secara nyata.
Terlihat seperti lelaki polos di hadapan semua orang seringkali membuatnya muak. Ia memang suka susu, ia memang tak pernah berkata kotor mengumpat atau sejenisnya, tetapi ia tetaplah seorang pemuda dengan segala hormon yang meledak dalam dirinya.
Jungkook selalu ingin melakukannya dengan Jimin, kekasihnya. Tetapi tiap kali ia memulai, ia akan berakhir mendapat tepukan perlahan di pipinya kemudian mendapat pertanyaan 'apa kau baik saja?' tak lupa setelahnya jemari lembut kekasihnya akan bertengger di dahi, memastikan suhu Jungkook tetap normal.
Jungkook sudah memutuskan sejak ia terbangun dengan seluruh kulit tubuhnya yang menyentuh kulit mulus nan halus pemuda di atasnya. Tak peduli makhluk seperti apa dirinya. Ia hanya perlu memejamkan mata dan membayangkan jika Jimin lah yang tengah melayaninya.
Meski setelah itu bayang-bayang tentang dirinya yang akan bercinta dengan salah satu dari sekian banyak golongan iblis terus saja berputar di kepalanya.
Jungkook kuat. Ia cukup tenaga untuk memberontak dari V, tetapi memang ia sengaja tak melakukannya.
Karena pada dasarnya menurut Jungkook, kebanyakan manusia pasti tak akan menolak pesona seorang V dalam ukiran wajah tampan dan balutan tubuh seksi yang tak terbanding dengan siapapun di luar sana meski wanita sekalipun. Sosok V yang berada di hadapannya terlampau sempurna. Poni yang berjatuhan di dahi, wajah sempurna meski hanya bayangnya saja yang terlihat, leher jenjang, tubuh ramping tanpa otot, hingga perut rata, menjadikannya tampak seperti wanita. Tampan, cantik, dan menggairahkan dalam waktu bersamaan. Tak perduli jenis iblis apapun dirinya, yang tergambar di benak Jungkook saat ini hanyalah Jungkook butuh menuntaskan segala gairah yang telah di tahannya selama ini.
"aku takut" ujar Jungkook saat V mulai bergerak menggesek miliknya.
"aku tahu" V menggigit bibir bawahnya menahan segala jenis erangan dari sana. Padahal V sendiri yang bergerak, tetapi sensasinya benar-benar mengaduk kupu-kupu di perutnya. Mata sayunya menatap Jungkook yang masih tak bergeming. Sial. Apa ia kurang menggoda?
"bukan padamu, aku takut kau tak bisa memuaskan pengalaman pertamaku"
"mehh. Kau meragukanku?" jengah dengan raut wajah Jungkook yang terlihat meremehkannya, V meraih kejantanan Jungkook kemudian memasukannya sekaligus dalam lubang sempitnya.
"ouhh" keduanya mendesah bersamaan. Jungkook memulai dengan aksi mari membayangkan Jimin yang tengah bergerak di atasnya. Tanpa membuka matanya, jemari Jungkook terulur menyentuh lengan halus yang sedingin es itu mendekat. Mengabaikan tubuhnya yang menggigil karenanya, Jungkook memeluknya erat. Memposisikan bibirnya mencari benda lembut yang akan ia gunakan sebagai pelampiasan.
Jungkook memang seringkali diam-diam menonton film porno dalam kamarnya yang terkunci, tetapi tetap saja ia bukanlah seorang yang berpengalaman dalam hal semacam ini. Jauh sekali jika dibandingkan dengan V, maka dari itu ia akan belajar. Hanya kali ini ia akan membiarkan seseorang mengendalikannya, menggerakan tubuhnya, menuntunnya menggapai kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Memanjakan miliknya yang baru saja menemukan goa hangat sebagai persinggahan. Hanya kali ini, sebab Jungkook merasa seperti akan melakukannya lagi, dengan makhluk yang sama lain kali, entah mengapa.
V menyeringai puas kala bibir Jungkook mulai menjamah bibirnya aktif. Menjilat, menyesap rasa yang tentunya ada rasa amis darah di sana. Amis yang terasa manis. Darah Jungkook.
Tadinya V menyangka jika lelaki sepolos Jungkook akan memberontak berusaha kabur darinya, menolak pesonanya, dan berakhir dengan tubuh mengering tanpa darah seperti yang biasa ia lakukan pada seluruh induk reinkarnasi Jungkook semasa silam.
Benar, sebelumnya V telah bertemu beberapa lelaki dengan wajah semirip Jungkook semasa ia terkurung di sini. Terkurung dengan kutukan, hanya lelaki pilihan yang dapat melihat rumah pohon ini, masuk ke dalamnya dan mencium aroma tubuhnya. Dan keseluruhan orang itu berwajah sama, seperti Jungkook. Hanya saja kemungkinan reinkarnasi kali ini akan bernasib berbeda dari generasi sebelumnya.
Dan V telah tertidur lama demi menunggu reinkarnasi Jungkook saat ini. Sekarang, ia sungguh lapar, sampai rasanya tak ada rasa kenyang untuknya. Padahal ia sudah sedikit demi sedikit menyeruput darah Jungkook selama lelaki itu pingsan hingga ada banyak bekas taring bertebaran di urat lehernya. Tentunya ia harus hati-hati karena jika tidak, dapat dipastikan Jungkook akan mati sedari tadi.
"berapa banyak kau akan mengambil darahku-aahh" Jungkook mendesah, antara merasakan nikmatnya pergerakan V di bawah sana dan menahan rasa sakit lehernya yang tertembus taring. V tak lantas menjawab, ia tengah perlahan mencicipi rasa manis yang telah sepenuhnya hilang dari mulutnya akibat ciuman Jungkook tadi. Memenuhi mulutnya dengan darah kesukaannya lantas meneguknya perlahan. Sisa darah nampak mengalir di sekitar mulutnya ketika ia menjauhkan diri dari leher Jungkook.
Jungkook masih memejamkan matanya. Jemari V terulur mengusap kedua kelopak itu bergantian, mengisyaratkan jika Jungkook harus segera membuka matanya.
Menurut, Jungkook membuka kelopaknya perlahan. Manik matanya segera saja bertubrukkan dengan sepasang iris yang tak lagi berwarna merah di hadapannya. Melainkan berubah warna menjadi biru terang bercampur abu-abu. Itu indah, sepasang obsidian yang unik tak di sangka menimbulkan rasa kagum penuh tatapan memuja yang tak sengaja Jungkook tunjukkan dihadapannya.
"terkejut?" V terkekeh melihat ekspresi yang dikeluarkan Jungkook kali ini. Mata sayu yang dipaksakan membola itu terlihat lucu dalam penglihatannya.
"ini sudah pagi, tetapi warna mataku berubah bukan karena itu.." V tersenyum manis, mengusap pipi Jungkook tanpa menghentikan pergerakannya di bawah sana.
V merunduk, mendekatkan wajahnya pada sisi kiri kepala Jungkook. Jungkook sedikit terkesiap mengira V akan kembali menguras darahnya. Karena demi apapun Jungkook sudah kehilangan banyak tenaganya. "aku kenyang, kau dan aku sudah bermain semalaman.. Kau luar biasa Jungkook.. Kau.. Nikmat" V menjilat cuping telinga Jungkook setelahnya. Menggigit kecil di sana kemudian mempercepat gerakannya hingga desahan keduanya bersahutan dengan kokok ayam hutan, berlomba demi menunjukkan suara mana yang lebih berkuasa.
.
.
"astaga Jungkook! Kau dari mana saja?! Aku mengkhawatirkanmu semalaman!"
Itu Jimin. Ia berlari saat pandangannya menangkap sosok Jungkook yang tengah berjalan lemas ke arahnya. Diperhatikan kondisi kekasihnya yang tak karuan. Rambut berantakan, kemeja kusut, dan jaket yang ia biarkan tak tersleting. Jangan lupakan tatapan sayu khas mengantuk beserta lingkar hitam yang mewarnai daerah bawah matanya.
"aku tersesat, Jim," Jungkook menjatuhkan kepalanya yang terasa berat pada bahu kekasihnya. Menghirup wangi bayi dari sana yang dipercaya dapat memulihkan tenaganya seketika.
"Jin hyung! Jungkook kembali! Bisa tolong bawakan makanan dan air?" Jimin meneriaki Seokjin yang tengah berkutat dengan tungku di hadapannya. Dari kejauhan nampak raut Seokjin yang terlihat lega mendapati adiknya kembali.
Jimin merangkul Jungkook kemudian menuntunnya menuju tenda mereka berdua. Membaringkan Jungkook di atas kantung tidurnya, lantas mengambil tisu basah dari dalam ranselnya. Menyeka wajah berkeringat Jungkook hingga ke lehernya.
Jimin sedikit terkejut manakala jemari Jungkook tiba-tiba saja menghentikan pergerakan tangannya.
"apa leherku.. Hm.. Terluka?"
Jimin menatap Jungkook, sedikit merasa aneh dengan pertanyaannya.
"tidak, memangnya kenapa? Apa ada serangga yang menggigitmu?"
"tidak" jawab Jungkook cepat.
"tetapi tiba-tiba saja aku ingin tergigit...
.
Jim?
.
Bisa kau lakukan untukku?"
.
,
.
,
.
,
TBC
A/N : sudah kubilang kan? chapter selanjutnya sudah saya ketik, dan inilah hasilnya. uhuk.
mumpung ini genrenya fantasy, saya beneran akan masukin seluruh imajinasi aneh saya di sini wkwkwk
dan tentunya, gimana caranya biar engga mainstream, kan fantasy mah bebas haha
mungkin sampe sini masih pasaran ceritanya, tapi kita liat aja gimana kedepannya XD saya beneran udah ngarang aneh-aneh soalnya XD
nah, terima kasih yang kemarin sudah mereview, saya suka partisipasi kalian! ^^
maaf, ga bisa bales satu persatu, tapi saya baca keseluruhan review hlo, bahkan saya ulang-ulang! ini sungguhan :3 sebab review kalian adalah semangat terbesar saya, dan tentunya menjadi penentu kelanjutan ff absurd ini ^^
soal siapa seme siapa uke, sudah pasti KookV KookMin yang artinya Jungkook lah seme sejati di sini muahaha tapi emang gegara si kuki terlalu imut buat jadi seme, saya bikin aja karakter kuki seme yang ngegemesin XD terus, ingatkah kalian pas V jadi dracula yang asdghafdgh kerennya, serem, sangar juga, jadilah di sini saya buat V uke sangar wkwkwk maksudnya sangar agresifnya XD
yang ga suka konsep karakter yang saya buat, saya mohon maaf *bungkuk*
lanjut? review ^^
