Take Holder
Cast
Kim Mingyu x Jeon Wonwoo
Soonyoung x Jihoon
Seungcheol x Junghan
Minghao x Jun
Seokmin x Jisoo
Seungkwan x Vernon
Lee Chan
….
Warning ! GS for Uke, OOC, and Typo(s)
Cast milik keluarga masing-masing, Pledis, dan Carat
But story is mine
Wonwoo POV
Aku tertegun saat menyadari ada seseorang yang duduk tepat disebelahku. Jika itu bukan orang yang selama ini menganggapku tak kasat mata mungkin aku tidak akan seterkejut ini. Sudah lebih dari dua bulan aku disekolah ini dan aku masih tidak terbiasa dengan perlakuannya terhadapku. Aku tak tau apa ini kebetulan atau memang takdir sedang berbuat jahat kepadku. Hari ini Jihoon, Jisoo eonni, Seungkwan dan Junghan eonni sedang ikut lomba paduan suara dan tepat dihari bersamaan Minhao sakit. Entah mengapa aku jadi merindukan si gadis China itu sekarang.
"Apa kau sendirian disini?" setelah aku mendengarkan pertanyaannya aku merasa ingin berteriak kewajahnya dan mengatakan apa kau melihat orang lain disini? Tidak kan? Berarti aku sendirian. Ah satu lagi, apa sekarang aku terlihat dimatamu? Padahal sudah lebih dari dua bulan aku duduk disebelahmu dan tidak pernah berbicara denganmu. Baiklah akhirnya kata-kata itu hanya aku ucapkan dalam hati saja.
"iya aku sedirian. Apa perlu aku mengatakan kenapa aku sendirian disini? Dan kemana semua temanku hari ini?" ucapku asal. Well sebenarnya aku ingin melihat wajah menyebalkan–Tampan— itu sedikit berkerut tidak suka atau mungkin meninggalkanku karena ucapanku tapi mungkin Tuhan sedang menggariskan hal lain untukku, Namja itu tertawa dan sialnya aku malah menyukai tawa itu. haha akuilah Jeon Wonwoo kau memang mengagumi wajahnya dan memang ingin melihat senyum serta tawanya kan?
"Aku tau kenapa kau sendiri hari ini. Yang aku tidak tau kenapa kau lebih memilih sendiri di taman belakang sekolah yang sangat sepi seperti ini?" tanyanya. Hmm harus ku akui bahwa sendirian di tempat sepi jauh lebih baik daripada sendirian ditempat ramai. Karena aku dapat sendirian secara harfiah.
"Entahlah. Ingin menikmati penghujung musim dingin yang sebentar lagi akan berganti menjadi musim semi mungkin? Oh atau mungkin aku ingin menyambut musim semi yang sepertinya lebih cepat datang" ucapku sambil menikmati sapuan angin yang tiba tiba berhembus.
"Apa kau tak merasa kedinginan disini?" tanyanya. Oh Kim Mingyu kau kelewat peka atau hanya sekedar basa-basi menanyakan itu padaku.
"Tidak. Aku suka dingin. Entah kenapa dingin yang menolongku saat aku sendiri. Terlalu melankolis ya?" tanyaku sambil tersenyum.
"Tidak, ah Jeon Wonwoo aku ingin mengatakan sesuatu padamu, maaf telah mengabaikanmu selama ini. Bukan aku tak ingin mengenalmu hanya saja…aku memiliki alasan sendiri kenapa melakukan itu. awalnya aku berfikir mungkin lebih baik kita tak berteman, ini demi kebaikanmu. Tapi aku sudah sangat lelah menyangkalnya jadi bisakah kita mulai berteman sekarang?" ucapannya mungkin bagi sebagian orang terdengar tidak masuk akal tapi saat aku melihat matanya yang memancarkan ketulusan dan kesungguhan aku mulai mengembangkan senyumku.
"Tentu Kim Mingyu. Aku tidak pernah keberatan memiliki teman tambahan dalam hidupku" ia tertawa kecil setelah aku mengatakan itu. ku lihat ia mengulurkan tangannya dan ku sambut uluran tangannya. Oh, apa ia tidak biasa dengan udara dingin? Tangannya dingin sekali. Atau apa dia sudah berada diluar lebih lama dariku?
"Sepertinya bel sudah berbunyi won, Kajja kita kembali kekelas" ia tidak melepaskan tangan kami yang masih saling bertautan, yang ia lakukan adalah menarik ringan tanganku dan membawa langkah kami menuju kelas kami. Ya! Jantungku bisakah kau bekerja seperti biasa? Apakah perlu kau berdetak dengan secepat ini sekarang? Dan apa aku salah makan tadi? Kenapa aku seperti habis menelan ribuan kupu-kupu dan sekarang mereka sedang terbang didalam perutku. Jeon Wonwoo sepertinya kau mulai gila.
Mingyu POV
Sekali lagi kukatakan jika saja jantungku masih bekeja mungkin ia akan berdetak lebih cepat dan membuat darahku berdesir. Setidaknya aku masih dapat merasakan ribuan kembang api meledak didalam dadaku saat aku menggenggam tangannya. Oh lupakan masalah apakah identitasku akan terungkap karena suhu tubuhku yang berbeda diketahuinya, toh saat waktunya tiba aku akan mengatakannya kepada gadis itu. Kim Mingyu kau telah mengalterum* Jeon Wonwoo. Awalnya aku tidak tau apa yang salah dengan diriku. Entah mengapa bau darah Wonwoo sangat berbeda dengan semua orang yang pernah aku temui, aku kira memang darah Wonwoo yang salah tapi saat aku menanyakannya kepada semua Hyungku bahkan Vernon dan Seokmin lalu semua mengatakan tidak ada yang salah dengan bau darah gadis itu.
"Kim mingyu apa kau telah menemukan alterum mu?" Tanya Seungcheol Hyung saat aku menanykan itu.
"Alterum? Belum hyung. Kenapa kau betanya seperti itu?" jawabku.
"Atau mungkin kau tak sadar telah meng alterum Wonwoomu itu?"
"Aku? Mengalterum Wonwoo? Apa kau bercanda hyung?" setelah aku mengatakannya sebuah jitakan kasar dihadiahkan kepadaku.
"Kim Mingyu umurmu sudah 110 tahun dan sudah waktunya menemukan TakeHoldermu dan kau tau kan sebelum kau menemukan Takeholder kau harus menemukan alterum untuk membuat perjanjian? Dan kau sudah telat sepuluh tahun Mingyu. Seharusnya kau sudah memilikinya saat menginjak seratus tahun." Ceramah Seungcheol hyung panjang lebar. Ya ya ya aku tahu vampire dewasa sepertiku harus memiliki TakeHolder saat menginjk usia 100 tahun tapi aku masih belum menemukanya hingga saat ini.
"Ah hyung ngomong-ngomong kenapa kau mengatakan bahwa aku mengalterum Wonwoo?"
"Mingyu-ah aku mendengar semua ceritamu. Bagaimana kau merasa kupu-kupu tiba tiba terbang di perutmu, kau mengatakan seolah dialah gravitasimu dan yang paling penting bau darahnya berbeda dengan orang lain disekitarmu. Aku merasakan itu saat menyadari aku mengalterum Junghan" wajah Seungcheol hyung menerawang seperti mengingat sesuatu yang terjadi antara dia dan Junghan noona, hmm sebenarnya ini tidak penting untukku.
"Seokmin-ah apa kau juga mengalaminya?" Tanyaku pada seseorang yang sedang membaca buku disebrangnya.
"Tentu Mingyu. Tapi bedanya aku tidak seribet Seungcheol hyung. Maksudku dia menjelaskan keadaannya kepada Junghan noona dan harus menyiapkan hati dan ability nya kalau-kalau Junghan noona menolaknya. Kalian tahu kan Jisoo noona itu Dhampire." Ya, betapa beruntungnya vampire disebelahku ini. Selain mendapatkan alterum seorang Dhampire ia mendampatkan bonus bahwa Dhampirenya baru berumur delapan belas tahun.
"Ah kau tahu Jun hyung juga baru mendapatkan TakeHoldernya semalam?" ucap Vernon dari sebrang ruangan. Anak itu sedang bermain xbox nya bersama Soonyoung Hyung.
"Jun hyung? Kapan? Siapa? Kenapa dia mendahuluiku?" saat aku mengatakan itu sebuah bantal mendarat indah di wajahku.
"Sudah ku katakan hyung semalam" ucap Vernon emosi "Namanya Xu Minghao dia teman sekelasmu bukan?" lanjutnya.
Okay setelah percakapan dirumah Soonyoung pada hari itu dapat disimpulkan bahwa hanya aku vampire cukup umur yang belum mengambil langkah apapun untuk mendapatkan TakeHolder. Soonyoung hyung walau belum punya tapi ia sudah yakin dan tau bahwa ia sudah mengalterum Jihoon. Ah betapa kejamnya dunia ini.
Lamunanku tiba-tiba berhamburan saat aku menyadari ada seseorang yang menggerakan tangannya di depan wajahku untuk mengambil atensiku. Apa aku sudah melamun sangat lama sehingga seseorang mungkin mengganggapku mati duduk? Aku menolehkan kepaku hingga melihat yeoja yang melakukan hal itu kepadaku dan mungkin pilihanku untuk melakukannya kurang tepat. Yeoja itu tersenyum hangat kearahnya dan wajah mereka tidak lebih dari 10cm.
"Kim Mingyu kau melamun eoh?" Tanya Wonwoo.
"Hanya sedang berfikir tentang sesuatu Wonu" semburat merah menghiasi wajahnya saat aku memanggilnya seperti itu. aku menyukai saat warna pipinya memiliki semburat merah seperti itu.
Sudah sekitar sebulan semenjak kami berbicara pertama kali di halaman belakang sekolah. Kami menjadi teman yang sangat dekat. Saat ini aku sedang mengumpulkan keberanian ku untuk mengungkapkan semuanya. Dan jangan lupakan bahwa gerhana matahari akan berlangsung satu minggu lagi dan itu berarti aku harus mendapatkan TakeHolder sebelum minggu depan. Aku tidak mau harus berakhir dengan pengasingan hingga gerhana berikutnya.
Sekarang saat makan siang kami akan duduk dalam satu meja di pojok ruangan. kami? Bukan hanya kami berdua maksudku kami berdua belas dengan tiga pasang vampire dan TakeHoldernya, aku dan Wonwoo, Soonyoung hyung dan Jihoon serta vampire kecil Vernon dan teman sekelasnya Seungkwan.
"Minghao-ah kau memiliki tattoo? Atau hanya coretan iseng di pergelangan tanganmu?" Tanya Wonwoo. Delapan pasang mata memandang Minghao khawatir. Dan yang dipandang mengerling panik kepada pasangannya. "Aku sebenarnya sudah lama ingin mengatakannya tapi aku baru mengingatnya lagi sekarang" lanjut Wonwoo.
"Hmm itu…aku hanya mengikuti Jisoo eonni dan Junghan eonni yang juga memiliki ini. Aku iri karena ini sangat cantik" ucap Minghao asal.
"Wuuaaa eonni aku juga mau" Sela Seungkwan yang sudah menhabiskan semua makanannya.
"Jisoo eonni dan Junghan eonni punya?" Wonwoo-ah apa isi kepalamu hanya pertanyaan? Erangku dalam hati.
"Ne, aku dan Junghan punya. Milik kami ada di bahu dan perpotongan leher jadi tidak terlihat" Jisoo noona menunjukan tanda miliknya, begitu pula Junghan Noona.
"Aku juga ingin memilikinya" entah mengapa setelah Wonwoo mengatakan itu aku seperti mendapat lampu hijau. Dan sorot matanya yang tepat mengarah kepadaku membuatku benar benar ingin membawanya pulang sekarang. Oh, apa ia tau? Kenapa gadis itu meminta tanda itu kepadaku?
Wonwoo POV
Menjadi anak baik yang berpura-pura tidak tau apa-apa sangat sulit. Bagaimana tidak, saat kau tahu semuanya tapi kau harus berperan seakan kau adalah orang paling polos disana. Awalnya, aku heran kenapa Jisoo eonni dan Junghan Eonni selalu kemeja itu, lalu saat aku mengenal Mingyu lebih lama aku jadi tahu kebiasaannya. Ia tidak alergi matahri tapi dia tidak suka dibawah sinar matahari, saat dia terdiam atau melamun terkadang dadanya berhenti bergerak seperti tidak bernafas atau mungkin lupa bernafas. Dan yang paling penting ia tidak pernah sekalipun makan siang bersamaku. Bukan berarti kami tidak duduk disana tapi dia tidak memakan apapun saat dikantin bersama, begitupula dengan Seungcheol oppa, Soonyoung, Jun, Seokmin, dan Vernon. Dan terakhir yang tidak bisa aku pungkiri adalah mereka terlalu tampan untuk menjadi seorang manusia.
Awalnya aku menganggap apakah mereka malaikat yang diutus Tuhan untuk mewarnai dunia yang monoton ini? Tapi semua berubah saat aku tidak sengaja melihat Jun mengigit pergelangan tangan Minghao saat di taman belakang sekolah, setelah selesai terdapat beberapa bercak darah di sudut bibir Jun dan setelah itu ia mencium bibir Minghao dan membagi bercak itu ke sudut bibir gadis China itu.
Setelah kejadian itu aku mulai memperhatikan Junghan eonni dan Jisoo eonni dengan kekasihnya. Terkadang mereka melakukan "itu" di taman belakang, terkadang disudut terdalam koridor dan tak jarang di lapangan indoor yang sepi. Aku seperti stalker? Tak apa, aku hanya penasaran. Dan setelah tau semua itu aku mulai mengambil kesimpulan bahwa. Mereka memang bukan manusia.
Termasuk Mingyu, dan oh jika kalian menganggap aku akan menjauhi Mingyu tentu tidak. Aku sudah jatuh terlalu dalam oleh pesonanya. Dan jangan salahkan aku bila nantinya aku akan bernasib sama dengan mereka. Apa Jihoon dan Sengkwan tau? Aku tidak akan memberi tahu mereka sebelum waktunya.
"Aku juga ingin memilikinya" kutatap kedua mata Mingyu saat mengucapkannya. Aku harap mataku dapat berbicara lebih banyak daripada kata-kata yang kuucapkan.
Aku yakin tatapanku sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan keinginanku terhadap Mingyu. Tapi apa Mingyu mengerti bahwa aku mengetahui beberapa hal tentangnya walau tidak secara lengkap. Intinya yang aku ketahui adalah dia bukan manusia dan membutuhkan manusia untuk hidupnya. Dan anehnya aku bersedia untuk menjadi manusia itu.
Waktu berjalan terlalu cepat hari itu. Saat bel pulang sekolah berbunyi Mingyu memintaku untuk datang kerumahnya. Entah kenapa jantungku berdegup lebih cepat, seperti ada gelembung sabun yang meletup-letup di perut ku dan darahku yang mengalir seperti arumjeram. Aku hanya bisa mengangguk pasrah dan membiarkan Mingyu menuntunku keluar dari kelas.
Rumah Mingyu tidak terlalu jauh dari sekolah kami hanya sekali naik bus dan oh rumah kami searah, hanya saja rumahku satu halte lebih dulu daripada rumahnya. Kami menghabiskan waktu kami dengan membicarakan banyak hal. Bercerita tentang masa kecil kami dan bercerita tentang apa yang kami ingin lakukan nanti. Ini pertama kalinya aku berjalan diluar sekolah dengan Mingyu dan ternyata reaksi beberapa orang disini cukup membuatku rishi. Sebagian menatapku iri—mungkin karena berjalan dengan Namja tampan— dan sisanya memandangku remeh seakan aku tak pantas untuk Mingyu. Walau harus ku akui wajahku tidak bisa disandingkan dengan Mingyu.
Saat sampai di depan rumah Mingyu aku terkejut karena rumahnya tidak seperti yang kubayangkan. Aku kira Mingyu akan tinggal dirumah mewah ala abad pertengahan yang memiliki cat putih gading. Rumahnya cukup besar tapi hampir 75%terbuat dari kaca. Dengan pagar depan setinggi dua setengah meter melindungi bangunan didalamnya yang memiliki dua lantai. Saat memasuki gerbang depan kakiku menatapi jalan setapak taman yang sangat indah dan memiliki air mancur kecil ditengah tamannya. Andaikan ini rumahku aku yakin tidak akan betah meninggalkan rumah terlalu lama.
"Masuklah Wonwoo, aku akan menyusulmu. Kamarku dilantai dua dengan pintu berwana coklat tua." Ucap Mingyu setelah kami memasuki rumahnya. Aku mengangguk dan kulangkahkan kakiku menuju lantai dua rumah ini.
Tidak sulit untuk mencari kamar Mingyu karena dari 4 pintu hanya ada satu kamar yang memiliki warna pintu coklat tua, satu berwarna hitam dan sisanya berwarna putih. Sebelum masuk kekamarnya jantungku berdegup lebih cepat dan entah kenapa pikiranku berlari entah kemana. Tenang Jeon Wonwoo ini tidak seperti yang kau pikirkan, Ya! Kenapa pikiranmu liar sekali eoh?
Sesaat aku hanya tertegun diluar kamar dan tiba-tiba sepasang tangan pelingkar dipinggangku. Kurasakan nafasnya yang berhembus dipucuk kepalaku. "Kenapa kau masih diluar hmm?" tanyanya.
Kehadirannya saja sudah dapat membuat aku bernafas tapi dengan posisi seperti ini? Oh bahkan rasanya jantungku mau melompat dari rongganya dan mencari tubuh yan lebih aman untuk berlindung. "Aku suka suhu tubuhmu, bahkan aku suka detak jantungmu Wonwoo-ah" hmm okay aku rasa Mingyu terbentur disuatu tempat atau salah makan tadi siang.
"Mingyu-ah ada apa? Kau tidak demam kan?" ucapku panic. Yang ditanya hanya mengeluarkan tawa kecilnya dan mendekatkan bibirnya ketelingaku.
"Sebenarnya aku sudah lama ingin melakukan ini Wonu tapi aku rasa baru saat ini lah waktunya" bisiknya. Tangan kiri Mingyu yang sebelumnya memeluku perlahan terulur dan membuka pintu kamar itu. ia melepas pelukannya dan mendorong pelan tubuhku. "ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ah satu lagi, jika kau menerimaku maka malam ini kau akan menginap disini. Aku sudah memberitahu ibuku dan beliau sudah meminta izin ke Nyonya Jeon agar anaknya dapat menginap disini lalu ibumu mengizikannya." Lanjutnya.
Aku rasa malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang.
TBC
Hai ~~ maaf baru sempat menyapa ^^ ini fanfiction pertamaku dan aku harap kalian dapat menikmatinya. Aku juga ingin meminta maaf karena lupa menusikan SeokSoo di chapter 1.
I hope all of you enjoy my Fanfic ^^
Kritik dan saran selalu terbuka disini.
Ah satu lagi, Review Juseyooo ~~~
* alterum adalah bahasa latin dari jodoh. Intinya maksud dari alterum hampir sama dengan imprint di novel twilight.
