Take Holder

Cast

Kim Mingyu x Jeon Wonwoo

Soonyoung x Jihoon

Seungcheol x Junghan

Minghao x Jun

Seokmin x Jisoo

Seungkwan x Vernon

Lee Chan

….

Warning ! GS for Uke, OOC, and Typo(s)

Cast milik keluarga masing-masing, Pledis, dan Carat

But story is mine

Normal Pov

Sepasang kekasih sedang berjalan memasuki koridor kelasnya. Setiap langkah yang dibawa mereka menuju kelas menambah pasang mata yang melihatnya. Pandangan mereka berbeda-beda beberapa memasang wajah iri, sebagian memandang dengan pandangan penasaran dan tak jarang yang menunjukan kekaguman yang terlihat didepan mereka. Pasangan itu terlalu sempurna, mereka mengenali keduanya tapi entah kenapa auranya berbeda.

"Saat Vampire telah meminum darah manusia pesonanya akan lebih terlihat. Kau percaya?" Bisik Mingyu kepada kekasih yang berjalan disebelahnya.

"Kau pikir aku percaya? Kau bahkan sudah mengagumkan sejak kita bertama bertemmu gyu" bisikan balasan dari Wonwoo mau tak mau membuat Mingyu merangkul pundak gadis itu lebih erat. Apa Wonwoonya sedang berusaha mengombal sekarang?

"Kau memang tahu diriku dengan sangat baik Won"

Setiap interaksi kecil yang mereka lakukan membuat banyak pasang mata mengamati mereka. Tak jarang yang berbisik 'mereka sangat manis' kepada orang disebelahnya, atau mungkin 'lihat mereka sangat serasi bukan? Betapa beruntungnya mereka saling memiliki' tak jarang yang bergumam 'orang manis dan cantik seperti dia memang pantas mendapatkan kekasih yang tampan'

Wonwoo sendiri tak percaya dengan semuanya. Ia memang terkadang merasa wajahnya manis tapi dia tidak sepercaya diri itu sampai menyebut wajahnya cantik, bahkan sampai membuat orang lain menoleh kearahnya. Ini seperti saat pertama ia menginjakan kaki disini, banyak yang mengamatinya penasaran dan jujur itu membuatnya risih.

"Won ada yang harus aku urus sebentar dikelas Seungcheol hyung. Bisa aku tinggal kan? Aku akan segera kembali" ucap Mingyu saat mereka telah sampai didepan kelas mereka. Mingyu mengecup kening Wonwoo singkat sebelum akhirnya berlari dan menghilang persimpangan koridor.

Wonwoo hanya terpaku didepan kelasnya sambil melihat lorong yang sudah tidak memiliki sosok Mingyu didalamnya. "Jeon Wonwoo mungkin kau benar-benar sudah kurang waras" ucapnya sambil memegang kening lalu tersenyum lebar.

"Wonie, apa yang sedang kau lakukan disini? Kajja kita masuk" Minghao yang awalnya berniat memasuki kelas mengentikan langkahnya didepan Wonwoo lalu menuntun pelan tangan kecil itu untuk masuk kedalam kelas mereka.

"Hao-ah, apa aku sudah benar-benar nyaris seperti orang gila karena mencintainya?" Wonwoo mendudukan dirinya dikursi paling belakang, tempatnya biasa duduk.

"Maksudmu?"

"Aku sangat mencintainya, kau pasti mengerti maksudku. Kita sekarang sama Hao-ah" Wonwoo menatap Minghao yang sedang mencerna jawaban darinya.

"Mungkin aku mengerti. Ah, ngomong-ngomong won, apa kau mengganti warna rambutmu? Menurutku abu-abu sangat cocok untukmu" Minghao mengingat sesuatu dan mendekatkan wajahnya kesisi telinga Wonwoo. "Apa kau sudah jadi TakeHolder Mingyu won? Aku melihat itu dari matamu tapi aku ingin memastikannya won." bisik Minghao.

Pipi Wonwoo memanas dan ia menganggukan kepalanya. Ingin rasanya gadis itu mengungkapkan semua yang dirasakan tapi ia bingung memulainya darimana "Sudah, dan rambutku berubah setelah menjadi TakeHoldernya entah karena apa" ucap Wonwoo asal. "Ah ming, setelah aku merasakannya sendiri ternyata menjadi Takeholder tidak buruk juga."

Flashback

Mingyu menarik tangan kanan Wonwoo dan mencium pergelangannya perlahan. Ia menjilat perlahan pergelangan tangan itu dan mulai menyiapkan pergelangan Wonwoo untuk digigit pertama kalinya. Mingyu melirik Wonwoo yang mengangguk kearahnya memberikan persetujuan lalu perlahan menancapkan taringnya disana.

Awalnya Wonwoo terkesiap dan memejamkan matanya erat menahan pergelangan tangannya yang terasa perih, beberpa detik setelah taring Mingyu mengoyak kulitnya Wonwoo mulai terbiasa dan melupakan sedikit rasa sakitnya. Walau rasa sakit itu masih ada tapi sensasi Mingyu yang sedang menghisap darahnya sangat menyenangkan. Dan ia sangat menyukainya. Katakan saja Wonwoo gila tapi ia benar-benar menyukai rasa sakit itu. apa lagi setiap perlakuan Mingyu kepadanya setelah selesai melakukan itu.

Mingyu menyudahi waktu 'sarapannya' dan memandang Wonwoo dengan wajah polosnya. Oh ya Tuhan kenapa dia tampan sekali dengan darah di ujung bibirnya. Batin Wonwoo. Gadis itu masih terdiam dan menunggu Mingyu mengatakan sesuatu.

Tapi dugaan Wonwoo salah, Mingyu tidak mengatakan apapun kepadanya dan malah mencium bibirnya lembut. Wonwoo berpikir ciuman ini tak semanis dugaannya, rasanya anyir dan sedikit amis. Tapi Wonwoo sangat menyukainya. Entah sudah berapa lama mereka melakukan itu hingga akhirnya Wonwoo mendorong tubuh Mingyu pelan untuk mendapatkan oksigennya.

"Appaku bilang kami harus memperlakukan Takeholder kami dengan sangat baik. Setelah kami melakukan itu kami harus memberikan sesuatu untuk membalasnya" Mingyu menyungingkan senyum lebarnya lalu mengelus rambut keabuan milik Wonwoo.

Flashback end

Bel istirahat berbunyi saat Wonwoo sedang memindahkan catatan yang berada dipapan tulis, Mingyu mengelus rambut Wonwoo perlahan untuk mengganggu gadis itu. Mingyu tahu bahwa gadisnya akan selalu focus dengan apa yang dikerjakannya tapi hey ini sudah masuk jam istirahat kenapa harus dia melanjutkan mencatatnya saat hampir seluruh manusia di kelanya telah menghilang.

Wonwoo yang merasa risih menggedikan bahunya dan menatap Mingyu tajam, gadis itu menutup bukunya lalu memasukannya kedalam tas. "Mingyu, apa kau tidak bisa diam sedikit saja?"

Senyum jahil terlukis dibibirnya, laki-laki itu mendorong ringan kening Wonwoo dengan telunjuknya, tanpa niat sedikitpun untuk menjawab pertanyaan itu.

"Mingyu-ah kajja kita ke kantin sekarang" Wonwoo yang mulai jengah ditatap seperti itu, mengulurkan tangannya dan menunggu kekasihnya menyambut tangan itu. "apa kau menolakku Kim?" lanjutnya. Gadis itu berdiri dan mulai bejalan meninggalkan Mingyu yang tak juga membalas uluran tangannya.

Mingyu tertawa singkat dan membawa langkanya hingga sampai kedepan kekasihnya, Laki-laki bersurai abu-abu itu berhenti tepat didepan gadisnya dan mencuri kecupan di bibir merah jambu itu. "Eihh, kau tidak pantas cemberut seperti itu Wonu. Kau terlalu cantik untuk menekuk wajahmu" Mingyu dapat melihat pipi Wonwoo bersemu. Ia memutuskan untuk menggenggam tangan kurus Wonwoo dan menariknya lembut. "Kajja kau harus makan sayang, aku tak mau kau sakit "

"Kau tahu aku tidak akan sakit semudah itu Kim" Wonwoo kembali mempoutkan bibirnya dan membiarkan langkahnya ditutuntun oleh Mingyu.

.

.

.

Kim Mingyu bersama kekasihnya menjadi berita paling menghebohkan pagi ini dan sepertinya euphoria gosip hubungan mereka masih memanas hingga makan siang hari ini. Terlihat dari tatapan mata yang masih tertuju kepada mereka sepanjang koridor menuju kantin. Oh dan hampir semua siswa yang bergosip mempertanyakan siapa gadis disebelah Mingyu. Sebenarnya ditambah fakta bahwa Wonwoo belum genap satu semester disekolah ini, bisa dikatakan bahwa Wonwoo benar-benar berbeda. Kulit putihnya menjadi semakin pucat tapi memiliki aura yang sangat menyenangkan, rambut kelabunya memberikesan angkuh dan manis diwaktu bersamaan, intinya Wonwoo sempurna sekarang.

Mingyu masih menggengam tangan Wonwoo protektif, hei bagaimana tidak jika Mingyu lengah sedikit saja kekasih manisnya itu bisa di culik orang lain dan di bawa pergi oleh orang asing. Dan jelas Mingyu tidak menginginkannya. Sedikit drama mungkin tapi Mingyu benar-benar takut hal itu dapat terjadi.

Langkah mereka terhenti dimeja ujung kantin tempat mereka berduabelas berkumpul. Kali ini Minus Seungkwan. Jihoon menggeser duduknya dan membiarkan sahabatnya duduk disebelahnya sedangkan kekasih sahabatnya menempati tempat dihadapan gadis bersurai abu-abu itu.

"Won, jelaskan apa yang terjadi" bisik Jihoon. Wonwoo melihat gadis manis disebelahnya sambil menaikan satu alisnya. Jihoon tak jauh berbeda keadaannya dengan Wonwoo. Mata Jihoon berpendar keperakan seperti matanya dan kulit Jihoon juga sepucat dirinya, jadi kenapa hanya Jihoon yang berhak mengintrogasinya?

"Kau Juga berhutang cerita Lee" Bisik Wonwoo yang dibalas oleh Jihoon dengan tatapan merona dan sedikit tidak percaya. Sahabatnya bisa semenakutkan ini ternyata.

Kehenengan tiba-tiba muncul dimeja mereka saat Seungcheol mengetuk meja selama beberapa kali untuk mengumpulkan atensi mereka. Sebenarnya tidak ada yang menunjuk seungcheol secara resmi sebagai pemimpin tetapi karena dia yang lebih tua dan lebih tau maka semua orang tidak keberatan akan hal itu.

"Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan. Kalian tahu bahwa sebentarlagi gerhana akan benar-benar tiba. Dan tidak perlu aku ingatkan lagi kan tentang ritual kalian. Dan untukmu Hansol, persiapkan dirimu sebentar lagi kau akan memilih Takeholder bukan?" Setelah kata-kata Seungcheol keheningan kembali tercipta, bagi Takeholder seperti Minghao, Jihoon dan Wonwoo hal ini merupakan sesuatu yang baru jadi mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. "Aku sudah mengatakannya kepada orang tua kalian, Minggu depan saat matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus kita akan memulai acaranya dirumahku."

Wonwoo menatap Mingyu dengan tatapan bertanya yang langsung dibalas dengan usapan ringan dirambutnya. Menenangkan gadis itu. mungkin Wonwoo tidak tahu apa yang akan terjadi tapi ia percaya kepada Mingyu.

_TBC_

Halooooooo, maaf yaaaa Ririn lama updatenya kemaren diculik tugas haha

Makasih yang udah bersedia menunggu

Mau ngasih bocoran nih dichapterdepan Mungkin ada panas-panasnya(?) gak sampe rate M sih tapi yaaaaaaa gitu wkwk aku masih belum ada niatan buat ngerubah rate ff ini jadi M tapi mungkin seiring berjalannya waktu bakalan ada /

Oooiyaaaaa #500Dayswithsvt duh gak kerasa udah 500 hari sejak sebongie debut jadi terharu :') jadi mungkin ff ini hadiah dari ririn buat kalian(?) haha

I hope you enjoy my fanfic ^^

Bagi yang punya kritik dan sarn sangat disarankan untuk disampaikan.

Terakhir review juseyooo ~~~