Take Holder
Cast
Kim Mingyu x Jeon Wonwoo
Soonyoung x Jihoon
Seungcheol x Junghan
Minghao x Jun
Seokmin x Jisoo
Seungkwan x Vernon
Lee Chan
….
Warning ! GS for Uke, OOC, and Typo(s)
Cast milik keluarga masing-masing, Pledis, dan Carat
But story is mine
Seorang gadis cantik sedang duduk di bangku taman belakang sekolah saat tiba-tiba pandangannya menjadi gelap. Gadis itu mengerutkan keningnya dan berfikir siapa yang dengan iseng mengganggu waktu berharganya. Wonwoo—nama gadis itu—menyentuh sesuatu yang menutupi pandangannya, ia merasakan tangan besar yang sangat ia kenal dan seketika senyum merekah dibibirnya.
"Mingyu-ah aku tahu itu kau" ucap gadis itu.
"Ya! Wonwoo bisakah kau pura-pura tidak tahu" Mingyu melepas Wonwoo dan duduk disebelahnya. "Harimu baik? Maaf aku baru bisa menemuimu sekarang kau tahu bukan apa yang sedang terjadi?" lanjutnya.
"Aku tahu" Wonwoo menganggukan kepalanya dan memandang kekasihnya. "hariku tidak sebaik biasanya. Bagaimana harimu? Maaf aku tidak bisa membantumu. Apa tidak masalah kau keluar sekarang?"
Mingyu menatap gadisnya dan menangkupkan tangannya di kedua pipi Wonwoo lalu tersenyum lembut. "Tak apa Wonwoo, aku baik-baik saja kau tak perlu khawatir. Masalah ini pasti akan selesai"
"Apa ada yang bisa aku bantu?" Wonwoo masih setia dengan tatapan khawatirnya yang membuat Mingyu tersenyum menenangkan.
"Tentu, aku ingin mengisi energiku. Sepetinya bateraiku habis" Mingyu terkekeh pelan lalu mengecup kening gadis bersurai keabuan tersebut.
"Mingyu-ah kenapa ini bisa terjadi?" ucap Wonwoo sambil menahan isakannya.
"Ini semua salah kami, dan memang sudah terjadi dalam waktu yang sangat lama." Mingyu mengangkat wajah Wonwoo dan menghapus air matanya.
Mingyu membawa Wonwo kedalam pelukannya yang membuat isakan Wonwoo tidak bisa ditahan lagi.
Flashback On
Sudah sebulan semenjak upacara gerhana yang membuat hubungan mereka menjadi jauh lebih baik. Perlahan Wonwoo mulai terbiasa dengan 'gigitan-gigitan' Mingyu. Musim mulai berganti dan udara mulai menghangat. Semua terasa baik-baik saja dan bahkan semakin baik setiap waktunya. Tapi bukan hidup jika terus tenang seperti air yang tergenang. Masalah dimulai saat senja berganti malam.
Seorang wanita tengah berjalan dipinggir kota saat ada tangan yang menutup wajah wanita itu dan menarik paksa wanita itu menuju semak yang berada tak jauh dari sana. si pemilik tangan memojokan wanita bersurai hitam itu dan perlahan mendekatkan kedua taringnya yang panjang ke leher wanita itu dan menancapkannya disana.
Laki-laki itu menghisap cairan terbanyak dari tubuh manusia yang biasa disebut darah dengan Perlahan tapi pasti. Wanita itu jelas ingin menolak dan berteriak terutama saat kedua taring tajam itu mengoyak lehernya tapi tenaga jelas dangat jauh berbeda dengan orang yang ada didepannya. Perlahan pandangan sang wanita mengabur dan tiba tiba semuanya menjadi gelap.
Keesokan harinya wanita itu ditemukan sudah tidak bernyawa dengan bekas gigitan dilehernya. Jelas semua orang yang tau eksistensi Vampire akan langsung mengeluarkan anggapan bahwa pasti kaum itu lah yang melakukannya. Yang membuat semuanya menjadi semakin rumit adalah bahwa gadis itu merupakan kekasih dari seorang werewolf yang notabenenya adalah musuh dari vampire. Ralat bukan musuh, hanya saja mereka sudah tidak cocok satu sama lain sejak lama.
Flashback off
"Semua pasti selesai Wonwoo-ah aku akan menjamin itu. bagaimanapun caranya semua akan selesai" Minggyu mengusap surai keabuan milik Wonwoo dengan sayang. Haruskah ia mengungkapkan apa yang telah ia pikirkan selama beberapa hari belakangan ini?
"Mingyu apakah yang dibilang Jisoo eonni benar? Apa perang akan kembali terulang? Seperti ratusan tahun yang lalu?" Mingyu terkekeh pelan dan mencubit gemas pipi Wonwoo.
"apa kamu sudah hidup cukup lama untuk mengatakan itu Wonie? Aku bahkan belum lahir saat itu. semua baik-baik saja aku yakin. Yang kami khawatirkan adalah kalian para takeholder. Sedikit banyak kalian pasti akan merasakannya."
Wonwoo hanya mengerutkan keningnya dan mengerjapkan matanya. Apa yang harus dikhawatirkan? Kami baik baik saja. Bukankah mereka yang sedang dalam bahaya? Semua tanda Tanya di otak Wonwoo terpaksa harus terpecah saat ciuman ringan mendarat dibibirnya.
"ada yang harus aku bicarakan denganmu. Apa kau bersedia menginap dirumahku malam ini? Karena setelah aku berbicara denganmu kita harus bertemu dengan yang lain di rumah Seungcheol hyung" Mingyu melihat anggukan samar dari Wonwoo dan mulai menarik tangan pucat itu.
Wonwoo sadar ia sedang berjalan, tapi semua focus dan fikiranya terbang entah kemana. Semuanya terlalu rumit bahkan saat mereka sudah melewatinya. Nafas wonwoo masih tersengal dan bulir keringat masih terlihat disudut keningnya. Wonwoo menghentikan langkahnya dan mengatur nafasnya, Mingyu yang merasakan genggamannya tertahan ikut menghentikan langkah dan melihat kearah kekasihnya.
"Maaf aku tidak tahu bahwa ada Werewolf di sana, seharusnya kita tidak melewatinya" Mingyu memeluk Wonwoo dan mengusap surainya. "tidak apa, kita sudah aman"
"kenapa? Apa salahmu? Bukankah kau tidak bersalah Mingyu-ah. Aku tahu mereka marah terhadap vampire tapi apa harus menyerang semuanya?" Wonwoo melepas pelukannya dan mengusap tangan Mingyu yang sebelumnya terkena cakaran sang werewolf.
Semuana berlalu dengan terlalu cepat bagi Wonwoo. Saat mereka sedang melewati pinggir hutan tidak jauh dari sekolah mereka tiba-tiba ada seekor serigala menloncat dan menghantam kap depan mobil Mingyu. Saat sadar akan hal itu, Mingyu mempercepat laju mobilnya berharap serigala itu akan terjatuh tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Serigala itu menghantam kaca depan mobil menggu dan menyebabkan sang pengemudi menginjak remnya dan lebih memilih keluar dari mobil miliknya. Beberapa pecahan kaca mengenai lengan Wonwoo, tapi bukan itu yang membuatnya cemas, ia takut serigala itu akan menyerang Wonwoonya lagi.
Karena mingyu tahu menyuruh Wonwoo berlari lebih dari ini akan membuat gadis itu terluka maka Mingyu memutuskan untuk menggendongnya dan berlari cepat kearah jalanan yang lebih ramai. Tapi sebelum mereka mencapai jalan itu, serigala itu sudah melompat dan berdiri di depan Mingyu. Vampire itu kuat, jelas. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa terluka apa lagi mati dan yang dapat melakukannya adalah warewolf. Begitu juga sebaliknya.
Saat perkelahian sengit terjadi Mingyu sempat beberapa kali terkena cakarannya dan begitu pula sang serigala beberapa menit kemudian perkelahian berhenti karena suara sirine yang cukup memekakan telinga. Mereka memilih meninggalkan tempat dan berlari kearah yang berlawan karena tidak ingin berurusan dengan dewan.
.
.
.
"Mingyu-ah kau baik-baik saja?" ucap wonwoo sesaat setelah mereka mendudukan diri di sofa ruang keluarga kim.
"Bagaimana denganmu? Apa kau baik baik saja?" Mingyu menangkupkan tangannya di kedua pipi Wonwoo dan mengamati wajah itu dengan seksama. Setelah menerima anggukan dasi sang pemilik wajah ia menghembuskan nafas lega dan tersenyum.
"Kim Mingyu, aku yang pertama bertanya kenapa kau tidak menjawabnya" Wonwoo mengerucutkan bibirnya yang dihadiahi kekehan kecil dari Mingyu.
"Tentu sayang, aku baik baik saja. Hanya luka sedikit tidak akan membuatku mati bukan?" Mingyu mencium kening Wonwoo dan mengusap surainya pelan. "Ke kamarku? Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" Mingyu beranjak dari sofa dan berjalan kekamarnya dengan Wonwoo yang mengikuti dibelakang.
"Mingyu? Apa sesuatu yang ingin kau bicarakan ini sangat penting?" Wonwoo mendudukan dirinya dikasur dan menatap Mingyu yang sedang menarik kursi lalu duduk di hadapannya.
"Sangat. Nanti malam dirumah kediaman keluarga Choi kita akan melakukan ritual penghapusan" Mingyu menundukan kepalanya, ia enggan menatap wajah gadisnya. Bukan karena ia tega tapi ia takut mengecewakan dan membuat Wonwoonya terluka.
"Tunggu, maksudmu kau ingin melepasku dari 'status' takeholdermu?" Wonwoo terkejut, jantungnya seperti diremas ratusan tangan yang tidak terlihat.
"Ya" jawaban singkat itu mampu membuat bulir bening keluar dari kedua mata keabuan milik Wonwoo.
"Apa kau sudah tidak menyeyangiku?" Wonwoo menekuk kakinya dan memilih menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya.
"Tidak. Karena aku sangat menyayangimu aku harus melakukan ini" Mingyu turun dari duduknya dan bersimpuh dihadapan Wonwoo. Vampire itu mengangkat wajah Wonwoo dan berharap gadisnya mau menatap kearahnya. "Dengar baik baik apa yang akan aku katakan. Akhir minggu ini kami akan pergi kekota kuno didaerah Rumania untuk menyelesaikan semua masalah. Dan werewolf tidak akan pernah puas jika hanya diselesaikan dengan perjanjian lagi atau bahkan perdamaian. An eye for an eye. Itu prinsip mereka. Saat imprint mereka yang terbunuh maka mereka akan menuntut takehoder kami hal yang sama. Satu takeholder harus dikorbankan atau perang akan terjadi" Lanjut Mingyu.
Wonwoo mendengarkan setiap detail cerita menggu dengan baik. Matanya menatap baik mata kekasihnya yang sehangat mentari itu. "Jadi itu alasanmu ingin melepasku? Tapi bukan kau yang membunuh gadis itu."
"Iya, tapi kami semua bertanggung jawab karena hal itu. Vampire yang telah melakukan hal itu adalah vampire dari clan kami. Kau tahu bukan bahwa clan bahkan hampir seterikat keluarga, walau kami memiliki nama keluarga yang berbeda. Itu mengapa aku, Soonyoung, Jun Hyung dan Seokmin akan melepas kalian. Karena clan kami hanya mempunyai dua pilihan. Mengorbankan salah satu diantara kalian atau berperang. Dan yang pasti kami akan menolak pilihan yang per-"
"Tunggu" potong Wonwoo. "jika kalian menolak pilihan itu kenapa kalian harus tetap melepas kami"
"Karena jika kami mati maka kalian akan ikut mati bersama kami" Mingyu tesenyum teduh menatap mata keabuan itu dan mencium singka bibir Wonwoo.
"kenapa, kenapa tidak mengorbankan Takeholder dari tersangka yang melakukan itu? kenapa tidak dia saja yang membayar apa yang telah ia lakukan." Bulir bening yang tadinya sudah berhenti mengalir kini mulai kembali jatuh kepipi sang pemilik wajah.
"Karena dia sudah mati kemarin malam. Werewolf adalah makhluk paling aneh bagi kami. Mereka mengimprint seseorang seperti kami mengalterum takeholder. Tapi sebelum mereka terikat dengan orang yang mereka imprint mereka bisa tertarik dengan orang lain. Dan warewolf yang mengimprint gadis itu adalah werewolf yang mengambil takeholder vampire yang membunuh kemarin."
"maksudmu?"
"Beberapa tahun lalu, werewolf itu menarik seseorang yang lewat didepannya dan melakukan 'itu' terhadap gadis itu. walau dia tau bahwa gadis itu adalah seorang takeholder tetapi sang werewolf tetap melakukannya dan membuat gadis itu secara tak langsung menghianati vampirenya. Dan sesaat sebelum vampirenya meminum darahnya, gadis itu menceritakan semuanya dan akhirnya mati saat rancun kami menjalar ditubuhnya. Tragis? Sangat. Tapi dewan hanya diam saat itu pura-pura tidak tahu dan menganggap bahwa semua ini kesalahan sang gadis yang telah menghianati vampirenya. Karena saat itu yang menjabat menjadi dewan tertinggi adalah kaum mereka"
"Apa semua werewolf seperti itu?"
"Tidak semua. Hanya sedikit yang berdarah dingin seperti itu" Mingyu menghembuskan nafas berat. "Kami pasti akan menang. Ini bukan perang besar kamu tahu? Hanya clan kami dan team mereka yang akan bertarung. Atau mungkin aku berharap semua bisa diselesaikan dengan perjanjian"
"Sebentar, tadi kau menyebut hampir semuanya kecuali Seungcheol oppa. Apa dia tidak akan melepas Jeonghan eonni?"
"Mereka akan menikah sebelum akhir minggu ini dan itu berarti ikatan mereka jauh lebih kuat. Mungkin resikonya lebih tinggi karena ia akan merasakan sakit yang dirasakan vampirenya tapi ikatan mereka sangat kuat hingga ritual penghapusan tidak berlaku lagi untuk mereka."
"Apa tidak bisa kita seperti mereka?"
Mingyu menatap Wonwoonya dalam dan entah apa yang ia rasakan. Perasaan senang dan kecewa melebur menjadi satu. Kim Mingyu kecewa pada dirinya sendiri. "Tapi umurku baru 110 tahun dan itu berarti masih kurang lima tahun sebelum aku dilegalkan untuk menikah Wonie"
"Apa itu harus? Melepaskanku dan membiarkanmu pergi sendiri"
"Ya, karena aku tidak akan pernah sanggup jika harus menyakitimu"
"Tidak mau. Aku akan tetap menjadi takeholdermu. Apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi takeholdermu. Dan jika boleh aku akan ikut denganmu ke Rumania dan bertarung bersamamu. Bagaimana?" Wonwoo mengerucutkan bibirnya dan menatap kekasihnya dengan aegyo yang dimilikinya. Jika memohon dan menangis tidak mempan maka ia harus memaksa dan beraegyo bukan?
Mingyu terkekeh pelan dan mencubit gemas pipi gadisnya "Apa kau sekeras kepala ini hmm?"
"Memang. Jadi sekarang katakana pada Seungcheol oppa bahwa kita tidak akan kesana dan akan tetap dirumahmu malam ini" ucap Wonwoo final.
"Apa aku bisa menolak perintaanmu dan mengatakan tidak Wonwoo-ah?" Mingyu berdiri dihadapan Wonwoo dan menyunggingkan senyum miringnya.
"Tidak bisa" Wonwoo tersenyum dan ikut berdiri didepan Mingyu. Gadis itu memeluk Mingyu dan membenamkan wajahnya di ceruk leher vampire itu.
.
.
Seorang gadis dengan pipi gempal sedang duduk sendiri disalah satu meja kantin yang sudah sepi. Gadis melihat jam tangannya yang tengah menunjukan pukul lima sore. Pantas saja jika kantin itu sudah sangat sepi. Ia mengedarkan pandangannya dan berhrap menemukan seseorang yang dicarinya.
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu Seungkwanie" bisik pria itu tepat disebelah telinganya. Secara reflek Seungkwan menolehkan kepalanya dan mendapati sosok yang ditunggu olehnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau lama tidak masuk sekolah? Apa kau sakit?" gadis itu menangkupkan kedua tangannya diwajah seseorang didepannya dan dibalas dengan senyum menenangkan.
"Aku baik-baik saja. Hanya ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan"
"Hansol, apa masalah itu sangat berat? Apa—" ucapan Seungkwan terpotong saat bibir tipis itu mengecup bibirnya singkat.
"Aku janji akan menceritanya padamu saat semuanya selesai. untuk sementara waktu aku tidak akan masuk sekolah jadi, jaga dirimu baik-baik Seungkwanie. Aku menyayangimu" Setelah mengucapkan itu Hansol mengecup kening Seungkwan lembut dan mengelus rambut panjangnya. "Dan saat hal itu tiba, jadilah bagian dari diriku"
-TBC-
Lalalalaaaaaa akhirnya bisa balik lagi bawa cerita ini T-T
Maaf lama update kemaren bener bener diculik tugas sama uas.
Dan karena kelamaan update jadi ada beberapa plot yang berubah disini. Semoga kalian suka sama jalan ceritanya. Hehe
Berhubung aku liburan lamaaaaaa banget jadi akan sering update. Dan mungkin bakalan bawa ff baru lagi. Jgn bosen ya~
Makasih reviewnya. Aku kangen kalian :'). Maaf gk bisa balesin satu satu tapi pasti aku baca dan semua review berkesan buat aku.
Yang minta Verkwan udah aku kasih biar sedikit janji deh nanti banyak wkwk oh iya aku minta saran nih, menurut kalian Dino itu Seme atau Uke? Aku bingung sendiri nentuinnya haha
Kritik dan saran sangat aku tunggu dari kalian hehe
Terakhir….. Review Juseyo ~
