Chapter 2
Bow Competition
Pagi yang indah turun di markas Angkatan Laut Yokosuka. Burung-burung laut terbang ke sana kemari diiringi dengan ombak laut yang sangat tenang. Para penjaga mulai berganti shift dengan tenang. Beberapa Gadis Kapal bersiap-siap untuk latihan pagi. Begitu pula pekerja di Gedung Administrasi. Mereka menyiapkan beberapa dokumen yang akan dikirimkan ke Laksamana tertentu, dan juga memberikan misi yang sudah disetujui sehari sebelumnya. Sungguh suatu pagi yang indah untuk memulai aktifitas dengan tenang.
Namun, kehingan di gedung administrasi pecah dengan suara teriakan beberapa Gadis diikuti dengan suara pukulan bertubi-tubi yang sangat keras. Suara tersebut terdengar hingga keluar gedung. Para penjaga, Gadis Kapal, dan pekerja di Gedung Administrasi melihat ke salah satu sisi dari Gedung Administrasi dan langsung menghela nafas. Pekerjaan sudah mulai, diiringi dengan suara tersebut.
Di lokasi kejadian asal suara tersebut, atau lebih tepatnya Ruang Kerja Viltus Amarov. Di dalam ruangan tersebut terlihat dengan jelas Uzuki dan Yayoi yang saling berpelukan karena ketakutan akan sesuatu. Di depan mereka Taihou, Aoba, Kinu dan Yura yang bernafas terengah-engah sembari memegang apapun yang bisa digunakan oleh mereka. Aoba dan Kinu menggunakan tangan kosong, Yura dengan nampan minuman, dan Taihou dengan buku yang sangat tebal milik Viltus. Dan di depan mereka, seseorang entah dia pingsan atau masih tertidur dengan wajah di atas meja, namun lebih dicurigai sebagai pingsan karena terdapat beberapa luka lebam di wajahnya. Dia adalah Viltus Amarov, Laksamana yang memimpin divisi Gadis Kapal tersebut. Sungguh suatu pagi yang indah untuk Viltus, benar ?
Aoba menarik nafas panjang, dan kemudian berkata,
"Ummm... Laksamana..."
"..."
"Apakah kau masih hidup ?"
"Aku sudah mati..."
"Oh... Baiklah..."
"..."
"Semua ayo kita buang mayat ini... Jangan sampai ada yang melihat kita membunuh Laksamana kita"
Semua Gadis Kapal mengangguk, sementara Viltus langsung duduk tegak. Sekarang luka lebam tersebut dapat terlihat dengan jelas di wajahnya. Selain itu, kacamatanya retak karena pukulan sebelumnya. Ia langsung berkata,
"Tunggu dulu... Aku masih hidup..."
"Sangat disayangkan... Kita hanya sampai di sini saja..." Ujar Aoba dengan sedikit berkaca-kaca
"Hei... Hei... Aoba... Aku masih hidup..."
"Sungguh minggu-minggu yang indah." Ujar Taihou.
"Hei... Hei ! Apakah kalian mendengarku ?"
Taihou dan Aoba melihat ke arah Viltus. Aoba menjulurkan lidahnya, sementara Taihou terlihat cukup kesal. Viltus langsung berkata,
"Apa-apaan wajah itu, huh ?"
"Tch..."
"Aku mendengarnya dengan jelas."
"Sepertinya aku kurang keras memukul kepalamu, ya..."
"Hei... Hei... Tunggu... Tunggu... Apa salahku hingga mendapat pukulan sekeras ini ?"
Aoba dan Taihou melihat satu sama lain, dan kemudian menunjuk ke arah Uzuki dan Yayoi yang ketakutan. Viltus masih bingung dengan kejadian apa yang terjadi di ruangan tersebut. Viltus langsung menghela nafas, dan kemudian berkata,
"Daripada... Sekarang pukul berapa ?"
"Eh ?"
"Aku tanya sekarang pukul berapa ?"
"Sudah pukul 6."
"Pukul 6, ya..."
"Memangnya kenapa..."
Belum sempat Yura menyelesaikan pertanyaannya, Shigure muncul dari depan pintu dan berkata,
"Laksamana... Jangan bilang kau..."
"Ah... Sial..."
"Apa ?"
"Tidak... Tidak..."
"Laksamana..."
"..."
"Aku kecewa dengan dirimu."
"Aku tahu... Aku tahu..."
"Tidak ada alasan apapun mengenai dokumen ini belum selesai atau itu belum dikerjakan, kau harus istirahat !"
"Tidak bisa... Sekarang sedang..."
"Aku akan pergi bertemu dengan Laksamana Yanagi agar dia menurunkan perintah untuk membuatmu istirahat."
"Tidak... Jangan..."
Shigure langsung keluar dari ruangan tersebut. Viltus langsung bersandar di tembok dan kemudian berkata,
"Ahahahahaha..."
"Laksamana ?"
"Sungguh pagi yang indah... Sangat indah... Ahahahahaha"
Semua Gadis Kapal di ruangan tersebut langsung menepuk pundak Viltus secara bersamaan diiringi dengan suara tangis dari Viltus.
Dikarenakan Viltus sudah mengerjakan dokumen setara satu bulan, Viltus diberikan waktu selama dua minggu untuk tidak bekerja. Bila yang lain senang dengan hal tersebut, Viltus sama sekali tidak.
Viltus duduk di salah satu pojok ruang kerjanya setelah surat tersebut turun ke kantornya. Semua Gadis Kapalnya langsung melihat ke arah Viltus dengan wajah bingung. Pada awalnya mereka semua membiarkan Viltus, namun sedikit demi sedikit mulai kesal. Akhirnya, Shigure yang mulai berbicara,
"Laksamana..."
"..."
"Laksamana..."
"Apa ?"
"Apakah kau tidak memiliki kegiatan lain selain bekerja ? Hobi mungkin."
"Hobi..."
"Hobimu apa ?"
"Bekerja."
Semua mulut Gadis Kapal terbuka lebar karena hal tersebut. Aoba kemudian bertanya kepada Viltus,
"Apakah ada kegiatan lain ?"
"Tidak"
"..."
"Tidak ada..."
Viltus kembali meringkuk di salah satu sudut ruangannya. Semua Gadis Kapal sontak menghela nafas di waktu bersamaan. Dikarenakan Laksamana mereka libur, mereka semua pun tidak mendapatkan satu pun misi. Mereka semua berkumpul dan kemudian berkata dimulai dari Taihou,
"Daripada kita di sini menjadi gila... Bagaimana kalau kita keluar..."
"Bagaimana dengan Laksamana, pyon"
"Aku belum selesai..."
Taihou melihat ke semuanya dan kemudian berkata,
"Kita minta bantuan Houshou untuk masalah ini. Karena ia cukup dekat dengan ayah Viltus, siapa tahu kita dapat jawaban untuk menghadapi pria ini."
Semuanya mengangguk dan membiarkan Viltus yang berbicara sendiri.
Pada saat mereka menceritakan hal tersebut kepada Houshou, Houshou langsung menghela nafas dan kemudian berkata,
"Kalian ini..."
"Maafkan kami... Kami butuh bantuanmu..."
"Aku akan membantu kalian, tenang saja. Namun..."
Houshou melihat ke arah Shigure dan kemudian berkata,
"Aku tahu kau sangat khawatir dengan dirinya, namun dia itu memang seperti itu. Shiro-san dan Tadahisa-san memberitahuku seperti itu."
"Maaf..."
"Tidak apa-apa... Aku akan mencoba berbicara dengan Laksamana Yanagi mengenai hal ini."
"Terima kasih banyak."
Houshou langsung pergi dikarenakan ia akan menghadiri rapat dengan Laksamana Ichijo dan Laksamana Yanagi. Setelah Houshou pergi cukup jauh, mereka semua mencari tempat duduk untuk berbincang-bincang. Yang memulainya adalah Aoba,
"Shigure... Shigure..."
"Ada apa, Aoba ?"
"Apakah Laksa... Ummm... Sudahlah... Apakah Viltus-san selalu seperti itu ?"
"Hmmm... Dia baru lembur sehari benar ? Atau selama aku tidak datang dia masih bekerja di ruangannya ?"
"Kalau tidak salah... Dua hari yang lalu..."
"Itu bukan masalah... Rekor dia satu minggu tidak keluar dari ruang kerjanya. Semua makanan dan minuman dikirim ke ruang kerjanya."
Semuanya langsung terkejut mendengar itu. Taihou kemudian berkata,
"Orang idiot itu ?"
"Iya."
"Apakah dia... Ah... Aku lupa... Orang idiot tidak dapat sakit."
"Ahahahahaha... Kau benar."
Semuanya langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Taihou. Setelah selesai tertawa, Yuudachi mendadak bertanya,
"Sebenarnya... Apa yang terjadi pada Laksamana Amarov tadi pagi, poi ? Aku melihat lebam di wajahnya."
Ryuujou, Zuihou dan Shigure mengangguk dan mulai membicarakan mengenai lebam tersebut. Sementara, keempat tersangka yang memukul Viltus hanya diam saja. Uzuki mendadak berbicara,
"Itu semua karena ibu memukul Laksamana Amarov tadi pagi. Benar tidak, Yayoi ?"
"Iya. Ibu memukul Laksamana Amarov."
Shigure dan Yuudachi melihat ke arah Aoba dan secara bersamaan berkata,
""AOBA ?!""
Aoba langsung menunjuk ke arah Yura, Kinu dan Taihou sembari berkata,
"Mereka juga ikut memukul Viltus."
Shigure langsung menghela nafas. Ia kemudian menatap tajam ke arah mereka berempat. Layaknya seorang ibu yang marah karena anaknya disakiti oleh orang lain. Shigure langsung berkata dengan pelan,
"Salah satu dari kalian harus menjawab ini dengan cepat... Siapa yang akan menjawab ? Aku beri kalian waktu satu menit."
Entah bagaimana pikiran Yura, Kinu dan Aoba menjadi satu dan menunjuk ke arah Taihou. Taihou langsung terkejut melihat hal tersebut. Belum sempat ia merespon, Shigure sudah berkata,
"Baiklah Taihou... Kau yang akan menjadi lawan bicaraku..."
"Tu... Tunggu... Aku... Belum..."
"Jadi, ceritakan semuanya dengan jelas kepadaku... Taihou."
Senyum Shigure sangat menakutkan dan membuat Taihou tidak berani memandang wajah tersebut. Semua Gadis Kapal lain yang baru melihat sisi lain dari Shigure langsung terkejut, sementara Yuudachi hanya tertawa saja. Akhirnya, Taihou menceritakan kejadian pagi itu.
Pagi itu, Taihou, Yura, Kinu, Aoba, Uzuki dan Yayoi bermaksud mengecek kantor untuk digunakan Viltus. Namun, pada saat mereka masuk mereka sangat terkejut melihat seseorang yang terkapar di depan meja dengan dokumen di sekeliling kepalanya. Pada saat Yura dan Kinu mengecek orang tersebut, yang ternyata adalah Viltus, Viltus langsung melihat ke arah kami dengan kantung matanya dan sangat menakutkan. Terutama ruangan tersebut masih gelap dan cahaya matahari yang masuk menambah kelam suasana. Uzuki dan Yayoi langsung menangis, sementara yang lainnya langsung menghajar Viltus habis-habisan.
Setelah mendengar hal tersebut, Shigure melihat ke arah Yuudachi dan kemudian mereka berdua tertawa. Kedelapan Gadis Kapal lainnya terlihat bingung melihat reaksi dari Shigure. Shigure kemudian berkata,
"Aku baru ingat... Ini pertama kalinya kalian melihat dirinya seperti itu, ya ?"
"Iya."
"Kami juga. Bahkan saat itu bersama Shiratsuyu-nee yang membawa rantang makanan. Rantang tersebut dijadikan senjata untuk memukul kepalanya."
"Kepala orang itu sekeras apa sih ?"
"Sangat keras. Aku rasa saking keras kepalanya dia, mungkin semua pukulan fisik ke kepalanya tidak akan terasa."
Semuanya langsung tertawa keras mendengar apa yang dikatakan oleh Shigure. Setelah itu, Taihou berkata,
"Dapatkan kalian menceritakan lebih lanjut mengenai kebiasaan Laksamana Idiot kita ? Kalian ini adalah Gadis Kapal dari divisi lamanya, benar ?"
"Bisa saja..."
"Namun, jika bisa jangan..."
"Tenang saja. Kami berdua sudah biasa dengan hal tersebut. Tetapi... Jangan dengan dia..."
"Baik."
"Aku akan mulai menceritakannya sekarang."
Shigure dan Yuudachi pun mulai menceritakan semua hal mengenai Viltus yang mereka ketahui.
Tiga jam berlalu. Mereka bersepuluh sudah kehabisan topik sekitar dua jam lalu. Setelah itu, mereka hanya diam saja sembari menunggu Houshou selesai rapat. Ada dari mereka yang tidur. Ada pula yang melamun.
Pada saat Houshou melihat mereka bersepuluh, Houshou tersenyum dan langsung berkata,
"Dikarenakan Laksamananya tidak memiliki pekerjaan selama mendapat libur, kalian pun jadi bingung dan tidak melakukan apapun ya."
Semuanya langsung melihat ke arah Houshou yang tersenyum. Houshou langsung duduk bersama mereka bersepuluh dan kemudian berkata,
"Maaf ya, memakan waktu yang cukup lama. Ini semua karena Laksamana Ichijo akan pindah ke Kure untuk sementara waktu, membantu Laksamana Yanagi di sana."
"Eh ?!"
"Dan yang akan memimpin di sini adalah Laksamana Yanagi Tadahisa. Maka dari itu, rapat ini memakan waktu yang cukup lama."
Semuanya sangat terkejut. Sementara, Aoba yang mendengar itu langsung bergumam,
'Ini harus kuberitahu kepada pemimpin redaksi secepatnya !'
Houshou melihat ke arah Aoba dan langsung tersenyum. Houshou langsung melanjutkan,
"Daripada itu, Laksamana Ichijo akhirnya sudah cukup lunak dalam hubungan komunikasi antara Laksamana dengan Gadis Kapal. Ia akhirnya menyetujui beberapa kegiatan gabungan antara Gadis Kapal dengan Laksamana."
"Begitukah ?!"
"Itu karena dirimu... Aoba."
"Eh ?"
"Sudahlah. Dan sebagai awal, akan diadakan pertandingan antara Gadis Kapal dengan Laksamana."
Mendengar itu, semuanya langsung menaikkan alis mereka masing-masing. Ryuujou langsung berkata,
"Jika pertandingan seperti itu... Bukankah Gadis Kapal akan menang dengan..."
"Kita menang karena perlengkapan kita, namun jika tanpa perlengkapan kita adalah gadis biasa... Maka dari itu kita sering ada latihan fisik di pagi hari benar ?"
"Iya juga sih."
"Dan mungkin... Salah satu pertandingan ini akan membuat Laksamana Amarov senang."
"Huh ?"
Semuanya langsung melihat ke arah Houshou dengan wajah heran. Houshou hanya tersenyum saja. Ia kemudian berkata akan berjalan ke ruang kerja Viltus untuk memberitahukan masalah ini.
Namun, pada saat mereka tiba di ruang kerja Viltus, mereka Viltus masih meringkuk di sudut yang sama. Pikiran mereka semua sama.
'Tiga jam lebih meringkuk di sana ?!'
Houshou kemudian berjalan ke dekat Viltus dan kemudian berkata,
"Viltus..."
"Ah... Houshou... Ummm... Ada apa ?"
"Aku akan memberitahumu satu hal. Akan diadakan pertandingan antara Laksamana dengan Gadis Kapal."
"Huh ?!"
"Dan, saya mewakili ayahmu, memintamu untuk ikut pertandingan memanah nanti."
Taihou, Ryuujou dan Zuihou sangat terkejut mendengar hal tersebut. Begitu pula dengan Viltus. Viltus langsung berkata,
"Memanah ?! Aku sudah lama tidak..."
"Ayahmu percaya kau masih mampu."
"Uuuuhhhh..."
Houshou tersenyum dan kemudian menepuk kepala Viltus dan berkata,
"Maka dari itu, daripada dirimu tidak melakukan apapun selama libur dua minggu ini..."
"Boleh saja sih..."
"Bagus jika demikian."
"Kapan pertandingannya ?"
Mendengar itu Houshou bermaksud memberitahu Viltus, namun disela oleh Taihou.
"Ahahahahaha... Kau akan menghadapi kami ? Kau kira kau mampu ?"
"..."
"Laksamana Idiot seperti dirimu mustahil..."
"Oh... Tentu saja, aku dapat mengalahkan kalian... Atau bahkan dirimu, pemula dada rata."
"Apa kau bilang ?"
Taihou langsung mendekati Viltus, sementara Viltus langsung berdiri dan berhadapan dengan Taihou. Viltus langsung berkata,
"Bagaimana jika kita bertaruh ?"
"Oh... Menarik sekali."
"Jika aku menang... Kau akan makan makanan dari Shiro-nee... Aku akan memintanya mengirim makanan buatannya."
"Dan jika aku menang... Kau harus mengikuti permintaanku. Bagaimana ?"
"Menarik sekali."
"Bagus jika demikian."
Viltus dan Taihou sama-sama tertawa. Bagi Taihou, kedua hal tersebut sama saja dengan win-win solution bagi dirinya. Kalah atau menang dia yang untung. Dan bagi Viltus, hanya satu hal di mana dirinya tidak ingin kalah semenjak dahulu. Itu dalam masalah memanah.
Semua Gadis Kapal hanya melihat satu sama lain saja melihat hal tersebut, namun setidaknya mereka cukup senang Laksamana mereka tidak cemberut sama sekali. Namun, terlihat sangat percaya diri dan penuh gairah.
Setelah pemberitahuan dari Houshou tersebut, Viltus langsung meninggalkan ruang kerjanya dan berkata,
"Sampai jumpa di hari pertandingan... Semoga dewi fortuna di pihakmu, Taihou."
Dalam rangka dimulainya pertandingan antara Gadis Kapal dengan Laksamana, semua Laksamana dari markas angkatan laut lain dipanggil. Salah satunya adalah Shiro. Ia sampai di Markas Angkatan Laut Yokosuka dan langsung disambut oleh ayahnya dan Houshou. Shiro langsung berkata,
"Lama tidak jumpa, ayah."
"Lama tidak jumpa juga, putriku yang cantik."
"Di mana Viltus ? Aku tidak melihat dirinya."
"Ah... Dia..."
Tadahisa langsung memberikan semua jadwal pertandingan. Salah satunya adalah Kendo yang menjadi keahlian dari Shiro. Dan juga memanah. Melihat pertandingan tersebut, Shiro langsung berkata,
"Dia pasti sedang berlatih, benar ?"
"Tepat sekali."
"Mungkin aku akan..."
"Tidak... Kau tidak akan turun. Kau akan menonton saja. Semua pemimpin Markas Angkatan Laut tidak dapat mengikuti pertandingan ini."
"Tapi..."
"Sudahlah. Nikmati saja semua pertandingan ini."
Shiro hanya menghela nafas saja mendengar hal tersebut. Tidak berapa lama, semua Laksamana dan Gadis Kapal sudah berkumpul di lapangan. Laksamana Ichijou memulai pidatonya, dan dengan selesainya pidato tersebut pertandingan dimulai.
Pertandingan atletik hampir semuanya dimenangi oleh Gadis Kapal. Terutama di nomor lari. Shimakaze menjadi ratu di pertandingan tersebut. Semua Laksamana terengah-engah dan tidak dapat mengejar Shimakaze.
Selain itu, pertandingan lain sangat intens. Namun, pada saat jam mendekati pertandingan memanah, semua mulai merasakan aura yang sangat berat. Salah satu Laksamana yang tidak bertanding kemudian berkata kepada Haruto,
"Haruto... Aku dengar Viltus akan tampil mewakili kita di pertandingan memanah, benar ?"
"Iya."
"Aku rasa itu akan sulit. Semua Kapal Induk akan ikut di pertandingan tersebut. Dan mereka sudah berlatih memanah semenjak memulai karir sebagai Gadis Kapal, benar ?"
"Iya sih... Apa dia..."
Mendadak mereka berdua mendapat tepukan dari belakang. Pada saat Haruto melihat ke belakang, ia sangat terkejut. Ia sontak berkata,
"Shiro ?! Sejak kapan kau..."
"Ahahahahaha aku membuatmu kaget ya ?"
"Sudahlah... Sepertinya kau akan menonton pertandingan memanah ya. Aku khawatir Viltus akan..."
"Dia akan menang."
"Eh ?"
"Dia sudah terkenal di dunia memanah mengerti. Dia salah satu atlet yang luar biasa."
"... Namun..."
"Percaya saja pada diriku."
Tidak berapa lama terdengar pengumuman pertandingan memanah akan dimulai. Shiro langsung mengajak Haruto untuk menonton. Dan selama perjalanan ke tempat pertandingan, Shiro mengetahui nasib dari Kimura. Ia langsung menghela nafas, karena ia tahu semua orang bisa menjadi korban di pertempuran tersebut. Akhirnya, mereka tiba di lapangan pertandingan memanah. Mereka duduk di sebelah Tadahisa dan Mo, karena Shiro sudah mendapatkan tempat duduk VIP.
Pertandingan dimulai dengan komentar dari Aoba,
"Selamat datang semuanya di pertandingan memanah pertama di Markas Angkatan Laut Yokosuka. Sebentar lagi semua atlet yang bertanding akan masuk ke lapangan. Di pertandingan ini, mereka yang mengumpulkan poin paling banyak di jarak 250 M, dan 500 M dengan masing-masing 10 anak panah ditambah 1 KM dengan 1 anak panah akan menang."
Aoba kemudian mendapat sebuah kertas yang berisi semua peserta. Ia langsung berkata seiring semua atlet masuk ke dalam lapangan.
"Semua atlet sudah masuk ke dalam ! Dari kubu Gadis Kapal, mereka menurunkan cukup banyak. Ada Akagi, Kaga, Zuihou, Taihou, dan Houshou. Sementara dari pihak Laksamana hanya menurunkan satu orang. Dia adalah Viltus Amarov. Apakah Viltus Amarov memiliki kesempatan untuk menghadapi mereka semua ?"
Semua Gadis Kapal melihat ke arah Viltus dan kemudian berpikir yang sama,
'Ini akan sangat mudah'
Sementara itu, Taihou berjalan ke dekat Viltus dan kemudian berkata,
"Jangan lupa janji itu."
"Tentu saja. Lagipula... Shiro-nee ada di sini."
"Eh ?"
"Sudahlah. Pertandingan akan dimulai."
Yang mendapat giliran pertama adalah semua Gadis Kapal di jarak 250 M. Mereka semua mendapatkan poin yang dapat dikatakan cukup lumayan. Akagi dan Kaga masing-masing mendapatkan nilai 80, Zuihou, Taihou dan Houshou mendapatkan nilai 78.
Pada saat giliran Viltus, Zuihou, Taihou dan Houshou melihat wajah dari Viltus yang lain dari biasanya. Sangat tenang, dan fokus. Tidak seperti wajah cemberut atau wajah seseorang yang selalu mengejar deadline. Viltus mengambil ancang-ancang dan menarik busur panahnya. Setelah itu, ia langsung menarik nafas. Tidak berapa lama, ia melepas tarikannya. Tepat di tengah. Viltus mengulang itu semua hingga kesepuluh anak panahnya sudah tidak. Dan poin yang diraih oleh Viltus adalah 98.
Semua Gadis Kapal, dan penonton sangat terkejut dengan hasil pertama. Shiro dan Tadahisa hanya tersenyum saja. Shiro langsung berkata,
"Sudah kembali rupanya... Monster itu."
"Iya... Pemanah muda cemerlang yang memecahkan beberapa rekor."
Viltus mundur untuk memberi kesempatan kepada Gadis Kapal lawannya untuk maju di jarak berikutnya. Viltus memperhatikan dengan seksama lawannya, terutama Taihou.
Mungkin dikarenakan tekanan yang diberikan oleh Viltus cukup besar, entah mengapa poin yang diraih oleh semua Gadis Kapal menurun. Kaga mendapat poin 70. Akagi mendapat poin 50. Sementara sisanya mendapat poin antara 50 dan 60. Pada saat Viltus maju, ia melakukan hal yang sama. Setelah kesepuluh anak panahnya habis, dan poin dihitung. Viltus mendapatkan poin 99.
Viltus hanya menghela nafas dan berkata,
"Tidak sebaik dulu sayangnya... Tapi, lumayanlah..."
Semua Gadis Kapal tidak dapat berkata apa-apa mengenai penampilan dari Viltus. Terutama Taihou. Dari situ, Taihou menyadari dirinya sudah tidak mungkin menang menghadapi Viltus. Kemudian, Aoba berkata,
"Ok... Sebuah kejutan diberikan oleh Laksamana Amarov. Dua kali berturut-turut menang menghadapi semua ahli memanah Gadis Kapal. Sekarang kita jarak 1 KM. Satu anak panah. Dan bila mengenai target, maka poin dari target tersebut akan mendapat x10. Mari kita lihat pertandingan mereka semua."
Akagi yang memulai duluan. Ia mendapat poin 40. Kaga mendapat poin 40. Taihou mendapat poin 50. Houshou mendapat poin 60. Dan Zuihou mendapat poin 30.
Pada saat Viltus maju, semua Laksamana bersorak-sorai dan memanggil namanya. Viltus tidak mempedulikan sorak sorai tersebut. Ia langsung melihat ke target, dan kemudian menarik nafas panjang. Ia menarik busur panah, dan diam sebentar. Tidak berapa lama, ia melepas anak panahnya. Anak panah tersebut meluncur ke arah target, dan mengenai target di tengah. Viltus mendapat poin 100. Semua Laksamana sontak berteriak bahagia dengan hasil tersebut.
Viltus memenangi pertandingan tersebut. Viltus berjalan ke arah Gadis Kapal lawannya, dan kemudian mengulurkan tangannya sembari tersenyum. Ia berkata,
"Sungguh sebuah pertandingan yang menarik... Sudah lama sekali aku tidak menarik anak panah... Aku sangat senang kalian masih berusaha hingga saat terakhir."
Semuanya melihat ke arah Viltus, dan tersenyum menerima kekalahan mereka. Mereka berjabat tangan satu sama lain. Hingga akhirnya, Taihou berjabat tangan dengan Viltus. Viltus tersenyum meledek dan tatapannya berubah. Sementara, Taihou menunjukkan wajah kesal. Viltus langsung berkata,
"Nanti malam... Kita kunjungi tempat Shiro-nee... Kau akan menerima hukumanmu nanti... Fufufufufu..."
"Aku tahu... Memang seburuk apa..."
Belum sempat Viltus menjawab, Viltus sudah ditarik oleh semua Laksamana dan diangkat oleh mereka semua. Mereka melempar Viltus ke udara sebagai tanda salah satu kemenangan mereka menghadapi Gadis Kapal.
Taihou yang melihat itu hanya tersenyum saja. Houshou kemudian menepuk Taihou dan berkata,
"Kau dapat tersenyum juga... Aku senang."
"Aku tahu."
"Daripada itu, kau harus menepati janjimu."
"Aku tahu... Dia tadi berkata yang sama."
"Fufufufufu."
Setelah itu, Taihou dan semua Gadis Kapal kembali ke asrama untuk melakukan pesta kemenangan di berbagai cabang mereka.
Pagi yang indah turun kembali di markas Angkatan Laut Yokosuka tiga hari setelah pertandingan tersebut. Para penjaga mulai berganti shift dengan tenang. Beberapa Gadis Kapal bersiap-siap untuk latihan pagi. Begitu pula pekerja di Gedung Administrasi. Mereka menyiapkan beberapa dokumen yang akan dikirimkan ke Laksamana tertentu, dan juga memberikan misi yang sudah disetujui sehari sebelumnya. Sungguh suatu pagi yang indah untuk memulai aktifitas dengan tenang.
Selain itu, Shiro dan Mo sudah pergi menuju Kure untuk menunjang kesiapan di markas tersebut. Dan Tadahisa sudah ditunjuk menjadi pemimpin sementara di Yokosuka. Banyak orang yang senang dengan penunjukkan Tadahisa.
Dan pagi itu, Taihou berjalan ke arah ruang kerja Viltus. Tidak berapa lama, ia bertemu dengan Aoba. Aoba yang melihat wajah Taihou langsung berkata,
"Taihou-san ?"
"Ada apa, Aoba ?"
"Kau baik-baik saja ?"
"Tidak... Perutku... Masih sakit..."
"Eh ? Kenapa ? Apa karena makanan..."
"Jika kau sebut masakan Laksamana Yanagi Shiro itu makanan... kau salah... Itu racun... Dan aku yakin itu dapat membunuh Abyssal dengan mudah..."
"Eh ?!"
"Sudahlah..."
"Jadi, kau memakan makanan tersebut ?"
"Iya. Bersama Viltus dan Haruto."
"..."
"Pada saat memakan itu, entah mengapa aku melihat nyawa Viltus dan Haruto yang keluar dari tubuh mereka. Mungkin aku sudah di ambang kematian saat itu."
"Ahahahahahaha."
Aoba tertawa keras mendengar itu. Mereka berjalan bersama dan tiba di depan ruang kerja Viltus. Taihou kemudian berkata,
"Setidaknya, aku yakin dia juga sakit... Tidak mungkin ada orang..."
Pada saat pintu terbuka, mereka melihat satu orang sekarat di dalam ruang kerja. Ia langsung melihat ke arah Taihou dan Aoba.
Setelah itu terdengar suara teriakan yang sangat keras diiringi suara pukulan yang keras. Sungguh, suatu pagi lain yang indah di Yokosuka.
HAKUNOKAZUKI DI SINI
Fuh... Dua chapter sangat cepat... How in this world...
Sudahlah... Itu semua karena ide yang masuk... Ahahahahahaha
Daripada itu, mungkin daripada melihat hanya Taihou dan Viltus, akan ada sebuah kisah mengenai unit Viltus di masa lalu.
Lalu, untuk pertandingan memanah... Dikarenakan saya sedang malas melakukan research mengenai pertandingan memanah... Alhasil seperti itu. Jadi, jika ada pemanah yang membaca ini... MAAFKAN SAYA
Dan satu hal, ini akan 30% pertempuran dan 70% kehidupan biasa
*Wait... Di mana gw pernah dengar itu ?
HK : Mungkin hanya perasaanmu saja... Atau mungkin 50/50... Dapat saja. Tidak mau mengambil resiko kebanyakan perang atau kebanyakan kehidupan biasa.
Ya... Cuma sampai di sini saja komentar saja.
Silakan dinikmati seri ini. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
