Chapter 20

Bond


Viltus berjalan bersama dengan Taihou menuju ke kantornya. Mereka berdua baru saja sarapan bersama seperti hari-hari sebelumnya, dan khusus hari itu topik yang paling mereka bicarakan adalah Marcos. Dan sepanjang perjalanan menuju ke arah kantor, mereka masih membahasnya. Taihou berkata,

"Jadi... Marcos-san itu seperti itu, ya..."

"Hah... Maka dari itu, aku akan membuka mata dan telinga... ditambah mata dan telinga tambahan..." ujar Viltus

"Aoba... Kau akan lembur dalam waktu dekat..."

"Kau tahu saja aku akan meminta bantuan Aoba."

"Memangnya siapa lagi yang bisa kau minta bantuan untuk masalah ini" ujar Taihou menjulurkan lidahnya.

Viltus berhenti sebentar, dan terlihat dari wajahnya ia berpikir. Makin lama, ia makin tidak yakin, hingga akhirnya ia berkata,

"Kau... Benar... Tidak ada..."

"Bagaimana jika diriku yang membantumu untuk masalah ini ?" ujar Taihou sembari membusungkan dadanya

"Tidak... Aku tidak bisa..."

"Eh ? Kenapa ?"

"Kau kira aku dapat membiarkan dirimu diterkam oleh pria mesum seperti dirinya ?"

"Lalu, kau membiarkan Aoba..."

"Aoba dapat lari sangat cepat akhir-akhir ini... Ya, sangat cepat... Dan beberapa anak panahku meleset karena itu..."

Viltus bergumam seperti itu, dan membuat Taihou berpikir apa lagi yang telah dibuat oleh Aoba hingga Viltus mulai memanah dirinya kembali. Taihou langsung menepuk pundak Viltus, dan mengajak Viltus untuk lanjut berjalan.

Mereka berdua akhirnya tiba di depan kantor Viltus dan mendengar suara orang yang jarang sekali mereka dengar. Viltus langsung berkata,

"Ummm... Tumben sekali ada tamu pagi-pagi seperti ini."

"Iya..."

Viltus dan Taihou langsung melihat satu sama lain, dan kemudian membuka pintu. Di dalam kantor Viltus, mereka melihat seorang pria dengan rambut hitam pendek dan kulit yang agak gelap. Ia melihat ke arah Viltus dan Taihou dengan wajah terkejut. Belum sempat ia menyapa mereka berdua, Viltus dan Taihou langsung menutup pintu sembari berkata,

"Maaf, kami salah kantor..."

Viltus dan Taihou melihat satu sama lain, dan memastikan mereka tidak salah naik tangga atau belok di koridor. Viltus berkata,

"Tadi... Kita naik tiga lantai... Benar ?"

"Iya..."

"Dan tadi kita belok kiri, benar ?"

"Iya."

"Dan ini paling ujung, benar ?"

"Iya."

"Lalu, kenapa ada orang lain di kantor kita ?!"

"Itu justru yang ingin kutanyakan."

Mendadak pintu dibuka dan pria di dalam ruangan tersebut keluar. Ia langsung berkata,

"Selamat pagi, Letkol Amarov."

"Selamat pa... Tunggu sebentar... Letkol ?"

"Iya. Bukankah hari ini adalah hari kenaikan pangkat anda ? Sesuai dengan surat yang diberikan oleh atasan."

Viltus melihat ke arah Taihou yang tidak kalah terkejut. Melihat wajah dari Viltus, pria itu langsung berkata,

"Ummm... Apakah anda tidak mengetahuinya ?"

"Tidak... Saya belum mendapatkan surat tersebut."

"Begitu, ya..."

"Selain itu, mengapa dirimu ada di kantor saya ?"

"Saya dipindahkan kemari oleh atasan. Sementara, dirimu akan dipindahkan ke kantor di lantai 5."

"Saya tidak mengetahuinya... Dan seharusnya surat itu pun juga ada."

"Anda belum mendapatkan surat pemindahan kantor juga ?!"

"Belum."

"Mustahil. Surat tersebut seharusnya..."

Mendadak dari kanan mereka semua, Tadahisa berjalan dengan pelan. Dapat terlihat dari wajahnya, wajah seseorang yang sedikit cemas dengan nasibnya setelah ini. Viltus melihat ke arah Tadahisa dengan wajah yang sedikit tidak percaya dengan yang ia dengar. Viltus langsung memberi hormat kepada Tadahisa,

"Selamat pagi, Laksamana Yanagi."

"Selamat pagi, Letnan Kolonel Amarov."

"Saya mendengar kabar mengenai diri saya akan mendapat kenaikan pangkat hari ini. Apakah itu benar ?"

"Iya, itu benar."

"Selain itu, kantor saya pun dipindahkan... Apakah itu benar ?"

"Iya. Itu pun benar."

"Mengapa surat tersebut..."

Tadahisa langsung menyerahkan surat tersebut kepada Viltus. Viltus melihat surat tersebut dengan tatapan kosong. Tadahisa langsung berkata,

"Pengirim pesan berkata bahwa surat ini terselip di salah satu surat yang lain, sehingga baru saja diterima kembali oleh mereka hari ini."

"Ah... Begitu..."

"Dan sebaiknya kau bersiap-siap untuk upacara tersebut."

"Pukul berapa jika saya boleh tahu ?"

"Satu jam lagi."

Viltus yang mendengar itu kembali membuat tatapan kosong, dan kemudian mohon pamit kepada Tadahisa agar dirinya dapat bersiap-siap untuk upacara tersebut. Dan sebelum pergi, Viltus berkata,

"Maafkan saya, tapi apakah anda dapat mengantarkan Taihou ke kantor saya yang baru ?"

"Te... Tentu saja." ujar Tadahisa

"Terima kasih banyak."

Viltus langsung berjalan kembali ke asrama untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian resmi upacara kenaikan pangkat.


Upacara tersebut memakan cukup banyak waktu. Cukup banyak yang mendapat kenaikan pangkat. Namun, dari semuanya ia dapat melihat dengan jelas dirinya dan Haruto yang paling muda dari semuanya.

Upacara tersebut dipimpin oleh Masamune Gorouku dengan Tadahisa membantu dirinya selama upacara tersebut. Setelah upacara selesai, mayoritas memberikan selamat kepada Haruto dan Viltus karena pencapaian mereka. Bahkan ada yang berkata, mereka akan menyusul kedua orang tersebut setelah semua ini suatu saat nanti, sesuatu yang ditunggu oleh Viltus.

Setelah berbincang-bincang singkat dengan Haruto, Viltus langsung kembali ke kantornya. Ia membaca denah gedung administrasi sekali lagi, dan melihat kantornya berada di lantai 5 di sebelah timur dari tangga utama. Viltus berjalan ke atas sembari berkata,

"Setidaknya... Kantor Haruto cukup dekat dengan kantorku... Namun, jika setinggi ini... Mustahil bagi diriku untuk melompat keluar melalui jendela seperti sebelumnya."

Viltus langsung menghela nafas dan kemudian berjalan terus hingga tiba di depan pintu kantornya. Pada saat ia membuka pintu, ia melihat sesuatu yang cukup mengejutkan. Di dalam kantor tersebut, tidak ada Taihou. Yang ada hanya dua orang saja. Seorang wanita dan seorang pria. Wanita tersebut duduk di pangkuan dari pria itu, sementara pria itu seperti memainkan dadanya. Nafas yang sangat berat terdengar dengan jelas, dan terkadang diikuti desahan. Wanita tersebut berkata,

"Apakah... Ugh... Ini dapat membuat... Dadaku seperti Shoukaku-nee ?"

"Tentu saja... Percaya saja pada di...ri...ku..."

Kedua orang itu adalah Zuikaku dan Marcos. Marcos melihat ke arah pintu yang terbuka dan melihat Viltus yang berdiri dengan tatapan dingin khasnya. Marcos langsung berdiri dan membuat Zuikaku terjatuh. Zuikaku protes sebentar, sebelum melihat seseorang di pintu. Dan pada saat itulah, ia menyadari Marcos akan dihukum.

Ronde pertama. Mulai.

Viltus maju dan menyiapkan tinjunya. Marcos sendiri berdiri dan bermaksud memberi alasan kepada Viltus. Viltus menggunakan tangan kirinya, melayangkan sebuak hook ke arah sisi kanan dari Marcos, dan mengenai perutnya. Viltus langsung melanjutkan dengan tangan kanannya yang melayangkan sebuah jab. Pukulan telak. Marcos mundur sedikit, dan membalas Viltus dengan sebuah pukulan yang langsung dihindari oleh Viltus, dan dibalas dengan sebuah cross-counter. Viltus mengakhirinya dengan sebuah uppercut ke wajah Marcos, dan membuat Marcos terpelanting ke belakang.

Ronde pertama, selesai. Pemenang Viltus.

Viltus langsung menginjak perut dari Marcos sembari berkata,

"Apa yang kau lakukan di pagi hari seperti ini ?"

"Ah... Itu... Ummm..."

"Di kantorku..."

"Ummm..."

"Tidak mau berbicara, ya ?"

"Ah..."

Viltus melihat ke arah Zuikaku yang sedikit ketakutan. Viltus tersenyum dan kemudian berkata,

"Zuikaku... Bawa dua ember, eh tidak... enam ember. Lima ember yang sudah diisi air penuh, dan satu ember kosong yang cukup besar... Dan juga sebuah kain."

"Untuk... apa ?"

"Lakukan saja..."

Zuikaku keluar dan mengambil apa yang diminta oleh Viltus. Tidak berapa lama, Zuikaku kembali dan melihat Marcos yang sudah diikat dengan kepala di bawah. Viltus tersenyum sadis ke arah Zuikaku dan kemudian berkata,

"Zuikaku... Bantu aku..."

"Ba... Baik..."

Viltus memulai proses penyiksaan Marcos. Tidak berapa lama, Taihou sudah kembali dikarenakan ia dipanggil oleh Magyar untuk menghentikan Anastasia yang mengamuk dikarenakan ia mengira Viltus dipecat atau semacamnya. Anastasia, Magyar, Elisa, Taihou, Hatsuzuki, Furutaka, dan Shoukaku akhirnya tiba di depan pintu kantor. Taihou membuka pintu, dan langsung terdiam.

Anastasia yang bingung dengan reaksi dari Taihou, langsung melihat ke arah dalam. Melihat itu, ia langsung menutup mata dari Hatsuzuki. Begitu pula dengan Magyar dan Elisa. Itu dikarenakan mereka melihat Viltus dan Zuikaku yang menyiksa Marcos. Taihou langsung menutup pintu dan kemudian berkata,

"Kita kembali lagi... Beberapa menit dari sekarang."

"I... Iya... Saya setuju." ujar Anastasia.

Mereka semua mengangguk bersama dan kemudian berjalan meninggalkan kantor tersebut sementara waktu. Membiarkan Viltus menyiksa Marcos merupakan keputusan yang mereka ambil daripada mereka mendapatkan amarah dari Viltus.


Satu jam berlalu.

Seluruh divisi dari Viltus dan Marcos sudah berkumpul di kantor Viltus. Viltus sedang dimarahi oleh Houshou dan Agano karena apa yang dilakukan oleh Viltus sebelumnya. Sementara itu, Marcos sedang diobati oleh Noshiro dan Naka. Pertanyaan yang diberikan oleh Noshiro sangat mudah,

"Apa yang anda perbuat hingga membuat Laksamana Amarov mengamuk seperti itu ?"

Dan setiap pertanyaan itu muncul, Marcos hanya diam saja, sementara Zuikaku langsung melihat ke arah lain. Sedikit demi sedikit, satu ruangan itu mengerti mengapa Viltus melakukan hal tersebut, dan langsung menghela nafas saja.

Setelah Houshou pergi keluar, Viltus langsung bertanya kepada Marcos,

"Marcos... Mengapa dirimu di kantor ini ? Bukankah kau memiliki kantor sendiri ?"

"Aku kemari agar membuat beberapa Gadis Kapal yang merasa tidak nyaman dengan penampilan mereka..."

"..."

"Maaf... Maafkan aku... Jangan siram aku dengan air itu lagi."

"..."

"Baik... Ini untuk mempererat hubungan divisimu dengan divisiku sebelum operasi itu berjalan."

"Dengan melakukan hal tersebut..."

"Itu hanya tambahan saja."

Viltus langsung menepuk kepalanya mendengar jawaban enteng dari Marcos. Viltus kemudian melihat ke seluruh ruangannya dan menemukan beberapa hal yang tidak ada di ruangannya. Beberapa lemari baru, dua sofa, dan sebuah televisi. Suzukaze dan Miyuki terlihat sangat bersemangat melihat televisi tersebut. Viltus langsung berkata,

"Tidak boleh ada yang menyalakan televisi selama jam kerja."

"Heeh ?" ujar Miyuki dan Suzukaze bersama-sama dengan wajah kecewa.

Viltus langsung melihat kembali ke sekitar, dan menemukan semua barang yang ia miliki sudah di ruangan itu semua. Mendadak ia mendapat tepukan dari belakang, dan melihat Taihou. Taihou langsung berkata,

"Sudahlah... Biarkan saja mereka menonton televisi."

"..."

"Bagaimana ?"

"Apapun yang kulakukan kau pasti akan mendukung mereka. Baiklah... Tapi, kita akan mendekorasi ruangan ini dahulu. Setidaknya ada lemari yang menutupi meja kerjaku dengan televisi."

Taihou mengangguk dan tersenyum ke arah Viltus. Ia langsung memberitahukan keputusan dari Viltus yang disambut gembira oleh semuanya. Marcos yang melihat itu kemudian berjalan ke arah Viltus dan berkata,

"Taihou mendapatkan hal yang spesial seperti itu, bagaimana jika diriku..."

"Kau ingin kupukul lagi ?"

"Tunggu... Tunggu... Mungkin, aku dapat membuat dadanya lebih besar dari sekarang..."

"..."

"Bagaimana ?"

"Bunyikan belnya... Mari kita mulai ronde kedua..."

"EH ?!"

Viltus langsung melancarkan sebuah jab ke arah wajah Marcos dengan keras, dan membuat Marcos terjatuh ke belakang. Setelah itu, Viltus langsung mengangkat tangannya ke udara seolah-olah dirinya telah menang.


Dua minggu berlalu.

Posisi barang di kantor Viltus sudah berubah. Terutama tempat televisi dan lemari yang ada di ruangan tersebut. Hari itu, Viltus mendapatkan laporan mengenai kemungkinan posisi dari setiap Abyssal di area target mereka.

Sementara itu, beberapa Gadis Kapal kelas Perusak dan ditambah dengan Marcos sedang menonton sesuatu. Viltus yang sedang mengecek dikagetkan oleh Taihou yang menaruh satu gelas di mejanya. Taihou langsung berkata,

"Laporan dari divisi pengintai lain sudah masuk ?"

"Sudah, baru hari ini masuk."

Taihou langsung menuangkan teh ke gelas Viltus dan kemudian berkata,

"Kau akan kembali menjadi divisi penyerang di kasus ini..."

"Lalu, kembali menjadi divisi pengintaian pada operasi besar selanjutnya."

"Seperti biasa, ya."

"Daripada itu, aku mendapat kabar baik."

"Eh ?"

"Amerika akan membantu kita."

"Begitukah ?! Apakah mereka akan mengirimkan Iowa ?"

"Tidak... Tapi, setidaknya salah satu dari Laksamana mereka akan membantu kita."

"Jika itu Neo, bukankah..."

"Iowa sudah keluar dari divisi Neo, sehingga saat ini Neo praktis hanya memimpin divisi Kapal Perusak dan Kapal Penjelajah Ringan."

"Oh... Kapal kelas ringan."

Taihou langsung berpikir sebentar, memproses apa yang baru saja Viltus katakan. Viltus kemudian meminum teh yang telah dihidangkan oleh Taihou hingga habis, lalu melanjutkan kembali membaca laporan tersebut. Taihou kemudian berkata,

"Daripada itu, bukankah sebaiknya dirimu beristirahat untuk bersiap-siap ?"

"Satu hari sebelumnya saja."

"Tiga hari."

"Satu..."

"Tiga."

"Baik, tiga hari..."

"Aku kesepian mengerti..." ujar Taihou sembari mengembangkan pipinya

Viltus langsung meminta maaf sembari menyentuh pipi dari Taihou. Setelah itu, Taihou mengambil gelas Viltus dan menaruhnya di tempat lain. Tidak berapa lama, Taihou memperhatikan setidaknya jumlah penduduk di kantor tersebut bertambah empat orang dengan Yuudachi, Shigure, Uzuki dan Yayoi ada di sana, dan menonton bersama. Yang mereka tonton adalah salah satu anime yang cukup terkenal dahulu.

Dan pada saat opening dari anime itu terdengar, Taihou mengikuti iramanya. Dan pada saat ia akan mengajak Viltus untuk istirahat, terkejutlah dia melihat Viltus yang menggerak-gerakkan kepalanya mengikuti irama dari lagu tersebut, dan melakukan lip-sync.

Viltus, yang menyadari dirinya diperhatikan oleh seseorang, melihat ke arah Taihou dan dalam sekejap wajahny merah. Taihou langsung berkata,

"Kau mengetahui lagu itu ?!"

"Dapat dikatakan demikian."

"..."

"Harap kau ketahui, diriku ini dahulu salah satu pecinta anime. Biasanya aku menonton itu bersama adikku dan Shiro-nee."

"Oh..."

"Dan sepertinya... Itu anime favoritku dulu... Mereka memutarnya kembali ?"

Viltus langsung berdiri dan membereskan dokumen yang ada. Setelah itu, ia melihat ke arah televisi dan melihat acaranya. Taihou melihat mata Viltus yang sangat berbeda. Mata seseorang yang sangat senang. Taihou langsung berjalan mengikuti Viltus yang kemudian duduk di sebelah Shigure, yang terkejut melihat Viltus yang mendadak tiba.


Semua orang di sana terdiam melihat Viltus yang duduk di sana. Dan selama acara tersebut, mereka melihat berbagai ekspresi dari Viltus. Wajah yang sangat bahagia, menangis, kesal, dan semacamnya. Beberapa bahkan sedikit menjauh dari Viltus.

Setelah selesai menonton, Viltus langsung tertawa sedikit dan berkata,

"Ahahahahaha... Aku rindu sekali dengan seri itu..."

"Kau siapa ?" tanya Marcos mendadak.

"Ini aku Viltus... Kenapa ?"

Semuanya masih belum yakin dengan itu. Akhirnya, Viltus memberitahukan beberapa hal mengenai dia menyukai beberapa seri anime dulu karena dirinya ditarik oleh seseorang. Marcos melihat ke arah Viltus dan kemudian berkata,

"Berarti dirimu pernah ke comiket ?"

"Itu hanya sebatas mimpi."

"Eh ?"

"Selama ini, aku ingin ke sana... Bahkan pernah diajak oleh seseorang."

"Seseorang ? Siapakah itu, poi ?"

"Temanku..."

"Teman atau teman ?" ujar Marcos.

"Ahahahahahaha... Teman yang gagal kuraih... Kaede."

Semuanya terdiam mendengar itu. Senyum dari Viltus sedikit berbeda, seperti senyum yang menahan kesedihan. Setelah itu, Viltus langsung melanjutkan,

"Dulu sempat akan pergi dengan Kaede, hanya saja seseorang menahan diriku."

"Siapakah itu ?" Tanya Shigure

"Shiro-nee."

"Laksamana Yanagi ?!" ujar Uzuki dengan wajah terkejut.

"Harap kalian ketahui... Aku tidak pernah tahu alasan kenapa diriku tidak boleh ke sana, dan setiap kali aku bertanya kepada Shiro-nee, dia tidak pernah menggubrisnya."

"..."

"Padahal, dia itu setiap tahun pergi ke sana !"

"Eh ?"

Wajah semua Gadis Kapal terlihat sangat terkejut mendengar itu. Penggambaran Shiro yang dikenal sangat tegas dan bersih, langsung hancur. Viltus kemudian melanjutkan,

"Bahkan setiap tahun, dan terakhir kali ia menelepon diriku dan menyuruhku untuk tidak ke sana..."

"Kenapa kau tidak pergi saja ? Sekarang dia tidak..." tanya Marcos

"Kau tahu... Pekerjaan ini sangat banyak... Sangat..."

"Ah... Iya... Aku lupa, ahahahaha."

"Selain itu..."

"Selain itu ?"

"Aku sudah tidak terlalu terikat dengan itu semua. Aku hanya menonton jika rindu saja. Selain itu, aku juga memiliki tanggung jawab untuk memimpin semuanya."

Viltus langsung tertawa saja melihat reaksi dari Marcos. Mereka semua akhirnya melihat sisi yang mereka tunggu dari Viltus. Sisi dari seseorang yang sangat tenang, tanpa terikat dengan pekerjaan. Marcos kemudian berkata,

"Aku yakin dirimu pasti selalu menonton anime bersama dulu."

"Iya. Bersama Shiro-nee, Kaede dan Keiko... Eh..."

Pada saat itu, Viltus langsung terdiam. Wajahnya terlihat sangat bingung. Ia kemudian bergumam dengan pelan,

"Keiko... Siapa itu..."

"Viltus..." ujar Taihou mendadak.

"Ah... Tidak apa-apa, hanya saja aku tidak tahu kenapa lidahku tadi mengucapkan nama Keiko... Lagipula aku tidak ingat siapa itu."

"Baiklah..."

"Oh ya... Kalian, jangan memberitahukan mengenai ini, ya... Bisa menjadi berita hangat nanti"

Viltus langsung tertawa, dan kemudian melanjutkan berbincang-bincang dengan mereka semua. Hingga akhirnya, Yuudachi berkata,

"Bagaimana jika kita bermain, poi ?"

"Bermain, ya... Menarik." ujar Viltus

"Hoooh... Iblis ini turun untuk bermain juga ? Aku akan ikut." ujar Marcos

"Aku juga." ujar Taihou

Dan akhirnya semua ikut. Permainan yang mereka mainkan adalah Uno. Dan mereka membuat peraturan di mana yang kalah harus mendapat hukuman. Permainan mereka memakan waktu yang cukup lama, hingga akhirnya Viltus mengeluarkan kartu +4 dan berkata,

"Uno... Dengan ini... Eh ?"

Viltus melihat wajah semuanya dan kemudian langsung menyadari, dirinya telah mengambil langkah sumbang. Dan dalam sekejap, kartu berkumpul di tangannya, sekaligus mengukuhkan kekalahan dari Viltus.

Viltus kemudian menghela nafas dan kemudian berkata,

"Baiklah... Apa yang kalian inginkan dariku ?"

"Dikarenakan dirimu memiliki masa lalu seperti itu, tentu saja kau pernah mengalami masa itu." ujar Marcos

"Masa itu ?"

"Chuuni"

Mendengar itu, Viltus langsung memalingkan wajahnya. Marcos tersenyum penuh kemenangan, dan kemudian berkata,

"Tunjukkan sisi chuunimu!"

"Aku... Ummm... Aku tidak memilikinya..."

"Kau yakin ?"

"Uhhh..."

Semuanya terlihat sangat bersemangat dengan hukuman yang diberikan oleh Viltus. Viltus akhirnya berdiri dan kemudian menarik nafas panjang. Ia kemudian menatap tajam ke arah mereka semua, dan mulai menunjukkan sisi Chuuninya dahulu. Dengan gaya dan gairahnya. Dan di tengah itu, Taihou mendadak bergumam tepat pada saat Viltus mengatakan,

"Dan kalian, wahai jelata yang tidak memiliki kekuatan..."

Shigure yang mendengar itu melihat ke arah Taihou, yang mengikuti apa yang dikatakan oleh Viltus pada saat bersamaan. Tidak berapa lama, Viltus selesai dan semua yang ada di ruangan itu langsung bertepuk tangan. Mereka semua terlihat sangat terkejut dengan itu. Viltus langsung menarik nafas panjang, dan kemudian duduk. Ia langsung menunduk dan berkata,

"Itu memalukan... Memalukan sekali !"

"Tapi, itu sangat hebat... Sangat memukau..." ujar Marcos

"Ahahahaha... Jika saja Laksamana tetap seperti itu." ujar Miyuki

"Hebat... Aku kehabisan kata-kata..." ujar Suzukaze

"Naka-chan... Sangat tersentuh." ujar Naka

"Ummm... Bagaimana ya..." ujar Akizuki

"Memalukan... Sangat memalukan..."

"Laksamana... Itu tidak memalukan, poi"

Viltus mendadak berdiri dan kemudian berjalan ke belakang. Pada saat itu, mereka mendengar suara pedang yang keluar dari sarungnya. Di sana mereka melihat Viltus dengan tatapan kosong, berkata dengan pelan,

"Ah... Ini jangan sampai ketahuan... Jangan sampai..."

"Ummm... Viltus ?" tanya Marcos dengan wajah khawatir

"Oh iya... Jika semuanya tidak ingat... Tidak mungkin ada yang tahu..."

"Gawat... Kita harus kabur sekarang..." ujar Suzukaze

Semuanya mengangguk, kecuali Shigure dan Taihou. Mereka berdua tahu, Viltus tidak akan menyerang mereka. Marcos langsung memberi aba-aba untuk kemudian bergumam,

"Terutama... Dia yang ada di balik pintu..."

Mendengar itu, Marcos langsung menyuruh semuanya lari dan menabrak Aoba yang merekam kejadian itu. Aoba langsung berkata,

"Ummm..."

"Kita dalam masalah besar..."

"Aoba tahu..."

"Lari !"

"Iblis Lepas !" teriak semuanya

Mereka semua berlari keluar, diikuti dengan Viltus yang mengejar mereka dengan katana di tangannya. Shigure langsung tertawa melihat itu. Setelah itu, Shigure melihat ke arah Taihou yang sedikit tidak sadar, dan berkata dengan lembut,

"Taihou..."

"Ah... Shigure... Di mana yang lain ?"

"Kau sebegitu terpananya melihat sisi dari Viltus tadi, ya ? Sehingga tidak sadar Viltus mengejar mereka semua."

"Begitukah..."

Shigure kemudian berdiri dan mengambil segelas air putih. Ia langsung memberikan gelas itu kepada Taihou dan kemudian bertanya,

"Apa yang kau pikirkan, Taihou ?"

"Ummm..."

"Jangan berbohong... Itu terbaca dengan jelas di wajahmu."

Taihou melihat ke arah Shigure dan tersenyum. Ia kemudian langsung menunduk dan kemudian berkata,

"Kau tahu... Aku merasa pernah mendengar apa yang dikatakan oleh Viltus."

"Mungkin pada awal kau berkencan dengannya ?"

"Tidak... Ini pertama kali aku mendengar dan melihat dirinya seperti itu... Namun, entah mengapa aku merasa pernah mendengarnya..."

"Selain itu, nama Kaede terdengar cukup familiar di telingaku."

"Apa kau cemburu Viltus menyebutkan nama wanita lain ?"

"Tidak... Aku tahu, Kaede itu nama gadis yang dicintai oleh Viltus dahulu... Namun, setiap kali Viltus menyebut nama Kaede, aku merasa seperti rindu dengan sesuatu... Bagaimana cara menjelaskannya, ya..."

"Taihou..."

"Selain itu, nama Keiko juga cukup familiar..."

"Taihou..."

"Ah... Maafkan aku..."

Shigure kemudian langsung mengelus kepala Taihou dengan pelan. Ia langsung berkata,

"Kami tidak butuh Viltus yang kedua, mengerti..."

"Maaf..."

"Kami semua membutuhkan bantuanmu untuk membantu Viltus... Jangan sampai dirimu bingung seperti itu."

"Aku tahu..."

"Baguslah..."

Shigure kembali mengelus kepala Taihou, hingga wajah Taihou sedikit memerah. Kemudian Shigure langsung berdiri dan berkata,

"Sebaiknya kita menghentikan Viltus, sebelum ada korban berjatuhan."

"Iya."

Mereka berdua berdiri dan kemudian berlari untuk mencari Viltus yang mengejar Marcos dan yang lainnya.


Keesokan harinya

Viltus kembali berjalan bersama Taihou. Selama perjalanan, Viltus berkata,

"Kau tidak boleh memberitahu siapapun mengenai hal ini."

"Iya... Iya..."

"Ada apa dengan wajah tersenyum itu ?"

"Kejadian kemarin itu akan menjadi ingatan yang indah mengenai dirimu... Daripada hanya memiliki ingatan mengenai dirimu yang bekerja."

"Ha... Ha..."

"Daripada itu... Sebentar lagi waktunya, benar ?"

"Iya... Operasi bagian awal akan dimulai. Aku dengar kita akan dibantu oleh beberapa orang dari Angkatan Darat ditambah beberapa prajurit bayaran."

"Huh ?"

"Aku tidak tahu detilnya... Mereka akan memberitahukannya pada saat kita akan menjalankan misi."

Taihou mengangguk mendengar itu. Kemudian, mereka berdua terus berbincang-bincang mengenai beberapa hal. Hingga mereka sampai di depan pintu kantor. Pada saat itu, mereka mendengar suara desahan dari Ryuujou di dalam ruangan. Viltus dan Taihou memiliki tatapan yang sama. Tatapan kosong. Taihou langsung mengambil sebuah bel, sementara Viltus mengenakan sarung tangannya. Pintu terbuka dan bel pun langsung berbunyi. Setelah itu, yang terdengar adalah teriakan dari Marcos yang terdengar hingga seluruh gedung administrasi.


HakunoKazuki di sini !

Ya, saya memilih melanjutkan ini karena ada idenya !

Selain itu, Hakai akan muncul dan menjadi cover di semua seri Deep Abyss !
H : Heh... Akhirnya ada yang mau menerimanya ?
HK : Tepat sekali... Jika ingin melihat previewnya, silakan dicari di Facebook page bernama anceart (tambahkan titik di antara ance dan art) fufufufufufu
H : Creepy Laugh...

Notes event spring : Akhirnya E5 selesai, dan akan melanjutkan E6... Mungkin... Mungkin...
V : Jangan lanjut
H : Lanjutkan
HK : Aku akhirnya sadar, kalian berdua adalah sisi iblis dan malaikatku...
V & H : Lanjutkan
HK : Kalian kejam

Saat ini sedang melanjutkan untuk Deep Abyss : Seasonal Season, dan satu one shot... Sekaligus prologue untuk sesuatu... Apakah itu ? Kata kuncinya ada di chapter Memory. Fufufufufu
H : Another creepy laugh...

Sekian dari saya ! Semoga kalian masih menikmati seri ini ! Sampai jumpa di kesempatan berikutnya !