Chapter 23

Love


Viltus, Magyar dan Elisa berjalan menuju ke kantor pagi itu setelah pesta mereka kemarin malam. Dan pesta tersebut merupakan mimpi buruk untuk semuanya, karena semua lepas kendali hingga akhirnya Houshou turun tangan untuk menghentikan mereka.

Kepala Viltus masih sangat pusing karena alkohol yang ia minum kemarin malam terlampau banyak, apalagi kesalahan terbesarnya adalah mengajak Chitose dan Junyou untuk ikut bergabung. Magyar sendiri sebenarnya sedikit tidak ingin berjalan karena masih sedikit pusing, begitu pula dengan Elisa. Namun, dikarenakan tugas yang datang, mereka harus berjalan ke kantor untuk bekerja.

Magyar melihat ke kiri dan kanan, dan kemudian berkata,

"Viltus..."

"Apa ?"

"Di mana Anastasia ?"

"Masih terkapar di ruangannya... Aku takut membangunkan dia pada saat dia masih pusing."

"..."

"Lagipula... Itu salahku membiarkan dirinya meminum sake... Padahal ia tidak kuat untuk meminum sake."

"Aku penasaran... Kenapa dia dapat meminum vodka seperti meminum air mineral, namun meminum sake langsung terkapar seperti itu."

"Jangan tanya aku."

Viltus langsung merenggangkan badannya, dan kemudian bertanya,

"Jika ingatanku benar, kemarin Marcos pergi keluar untuk menyatakan perasaannya, kan ?"

"Ah... Iya... Ia berkata akan menyatakan perasaannya terhadap satu gadis kapal." ujar Magyar

"Dia tidak di bawah pengaruh alkohol pada saat itu, kan ?" tanya Elisa

"Tidak... Tidak... Ia sama sekali tidak menyentuh alkohol..." ujar Viltus

Setelah itu, mereka bertiga langsung terdiam dan sadar akan satu hal. Siapakah gadis kapal yang dicintai oleh Marcos. Magyar langsung berkata,

"Viltus..."

"Aku tahu... Siapa... Itu pertanyaannya..."

"Yang menjadi masalah adalah informan (red. Aoba) kita tidak memberitahu kita mengenai ini. Atau lebih tepatnya sama sekali tidak tahu." ujar Elisa

"Jadi... Kita akan berasumsi saja ya..." ujar Viltus

"Iya"

"Dia itu tipe mesum yang sangat senang dengan dada besar... Bertolak belakang dengan kalian berdua." ujar Elisa.

"Kau tahu... Jika kau berkata seperti itu, Ryuujou akan menangis mengerti." ujar Magyar

"Dan harap kau Taihou itu tidak sekecil yang kau kira... Plate di perutnya yang menyebabkan demikian..." ujar Viltus dengan wajah kesal

"Maaf... Maaf..."

Mereka terdiam sebentar, hingga Magyar berkata

"Hmmm... Wanita dengan dada besar..." ujar Magyar sembari berpikir

"Besar kemungkinan Atago..." ujar Elisa

"Dapat saja Myoko-san atau Ashigara-san." ujar Viltus kemudian

"Dia bukan tipe orang yang mengincar tante-tante... Ahahahahahaha..." ujar Magyar

"Percayalah... Kau akan dihajar mereka nanti jika mereka tahu mengenai itu. Dan aku yakin mata dan telinga itu di sekitar sini."

"Bagaimana jika Unryuu..." jawab Magyar sedikit panik

"Unryuu tidak terlihat tertarik berhubungan dengan kita para Laksamana... Itu yang dikatakan oleh Aoki-san."

"Hmmm... Berarti Amagi-san. Bisa saja dia."

"Aku bertaruh yang ia dekati itu Atago" ujar Elisa kembali

"Taruhan ya... Apa yang menjadi taruhannya ?"

"Vodka... Satu botol vodka dari masing-masing orang." ujar Elisa

"Menarik... Aku memilih Ashigara, aku kasihan jika dia bernasib sama seperti Shiro-nee" ujar Viltus.

"Ahahahahaha... Tadi siapa yang menasihati diriku ?" ujar Magyar

"Diam kau..."

"Baiklah... Aku memilih Amagi."

Mereka bertiga mengangguk dan kemudian langsung melanjutkan langkah mereka. Elisa kemudian berkata untuk memulai topik baru,

"Kau tahu, Yuudachi dan Shigure merupakan Gadis Kapal yang terpilih untuk mendapat remodel ?"

"Aku baru..." ujar Magyar yang langsung diselak oleh Viltus.

"Aku sudah tahu dari ayah. Sudah cukup lama sih." ujar Viltus

"Ehhh... Yanagi-san sama sekali tidak seru." ujar Elisa sembari mengembangkan pipinya.

Viltus langsung menjulurkan lidahnya, dan kemudian berkata,

"Aku penasaran seperti apa perubahan mereka nanti."

"Kau benar..." ujar Magyar

"Kita lihat saja nanti."

Magyar dan Viltus melihat ke arah Elisa yang berkata demikian. Viltus langsung bertanya kepada Anastasia,

"Kau tidak masuk ke dalam kelompok yang melakukan itu ?"

"Tidak... Aku tidak masuk ke dalam kelompok yang beruntung tersebut." ujar Elisa

"Berarti... Kita benar-benar menunggu mereka datang ke kantor kita."

"Kau yakin mereka..."

"Pasti datang. Hampir setiap hari mereka datang ke kantorku mengerti."

"Rindu figur seorang ayah rupanya."

"Kau berkata apa tadi ?"

"Tidak... Tidak..."

Mereka bertiga terus berbincang-bincang mengenai Yuudachi dan Shigure, hingga tiba di depan. Pada saat Viltus memutar kenop pintu, ia merasakan satu hal. Viltus langsung bertanya kepada Magyar,

"Magyar... Apakah kau lupa mengunci pintu kemarin ?"

"Aku sudah menguncinya." protes Magyar

"..."

"Kenapa memangnya ?"

"Tidak... Tidak..."

Viltus menarik nafas panjang, dan bersiap-siap mendapatkan teguran dari Houshou kembali atas kejadian kemarin malam. Viltus membuka pintu, dan melihat beberapa Gadis Kapal yang jarang ia lihat. Di sana terdapat seorang gadis(?) yang mengenakan pakaian merah dan celana pendek coklat. Rambutnya pun dipotong pendek. Ia adalah Mogami, seseorang yang sering dikira sebagai pria di Yokosuka.

Selain gadis tersebut, di sebelahnya ada tiga gadis kapal lainnya. Satu gadis kapal dengan rambut merah dikepang dua, satu gadis dengan rambut perak panjang dan mengenakan bando hijau, dan satu gadis terakhir memiliki rambut coklat terang yang diikat menyerupai gaya rambut Kongou. Ketiga gadis tersebut memiliki pakaian yang sama. Ciri khas dari kelas Asashio. Mereka adalah Asagumo. Yamagumo dan Michisio.

Dan dua orang terakhir. Dua gadis dengan pakaian miko, dan yang paling mencolok adalah pagoda mereka. Yang satu memiliki rambut hitam pendek dan yang satu lagi hitam panjang. Mereka adalah Fusou dan Yamashiro.

Mereka semua menatap tajam ke arah Viltus dengan tatapan ingin membunuhnya. Viltus berpikir sebentar, dan langsung menepuk tangannya sembari berkata,

"Sepertinya kita salah kamar, ya... Ahahahahahaha"

Viltus berbalik dan melihat ke arah Magyar seakan berkata,

'Apa yang kau lakukan kepada mereka semua ?!'

Magyar membalas dengan tatapan,

'Aku benar-benar tidak tahu sama sekali mengenai hal ini !'

Pada saat mereka berdua melihat ke tempat Elisa, Elisa sudah menghilang. Viltus dan Magyar berpikir satu hal yang sama,

'Orang ini !'

Mendadak pundak mereka dipegang oleh Yamashiro, dan mereka merasakan tatapan penuh kemarahan Yamashiro. Viltus berkata dengan pelan,

"Ya... Ini hukuman atas minum-minum kemarin..."

"Sangat menyedihkan..."

Mereka berdua diseret masuk ke dalam oleh Yamashiro untuk mendapat beberapa pertanyaan.


Viltus langsung duduk di kursi yang tersedia, dan kemudian mendapat secangkir teh dari Fusou. Viltus langsung berterimakasih dan kemudian berkata,

"Seperti aku bilang... aku salah..."

Viltus memperhatikan kembali ruangan tersebut dan langsung ingat itu adalah kantornya sendiri. Ia langsung berdiri dan berkata,

"Tunggu sebentar ! INI ruanganku ! Kalian sedang apa di ruanganku ?!"

Tidak ada yang menjawabnya sama sekali. Viltus langsung menghela nafas dan kemudian duduk di kursinya kembali. Tidak berapa lama, setelah Fusou memberikan Magyar minuman, Fusou berkata,

"Maafkan kami atas perlakuan ini, Laksamana Amarov."

"Perlakuan dari dirimu bukan masalah, Fusou-san. Aku hanya ingin tahu saja apa alasan kalian semua masuk ke ruanganku tanpa ijin." ujar Viltus

"Itu..."

"Itu merupakan cara paling mudah untuk menangkap dirimu, dasar mesum !" ujar Yamashiro

Magyar melihat ke arah Viltus dengan wajah yang memiliki makna,

'Kau yang bertindak mesum ?! Mustahil !'

Viltus menggelengkan kepalanya, dan kemudian berkata,

"Mengapa kalian berkata seperti itu ?"

"Kau jangan pura-pura..." ujar Yamashiro dengan tatapan tajam.

"Dengar... Aku tidak pernah menggoda Nee-samamu, ok ? Jika diriku menggoda gadis lain pasti sudah dibunuh oleh Taihou dari dulu."

"Namun, bila kau menggoda seseorang tanpa diketahui oleh Taihou ? Kami tahu itu yang kau lakukan."

Viltus semakin bingung. Orang yang pernah digoda oleh Viltus selain Taihou selama ini adalah Kaede, yang sudah almarhum, dan Shiro. Tidak ada yang langsung berdiri dan berkata,

"Dengar aku..."

Mendadak Viltus langsung terdiam dikarenakan pisau yang dilempar ke dekat wajahnya. Viltus melihat ke belakangnya dan melihat pisau yang tertancap di sana. Ia kemudian melihat ke depan lagi, dan di sana ia melihat Yamagumo yang tersenyum. Yamagumo langsung berkata.

"Laksamana~"

"De... Dengar..."

"Kau tidak boleh berbohong~"

"..."

"Atau... Lemparan berikutnya akan kena dirimu~"

Viltus langsung diam saja, dan kemudian Asagumo berjalan ke depan Viltus dan kemudian berkata,

"Laksamana... Kau tahu perasaan wanita itu tidak boleh dipermainkan... Apalagi fakta dirimu sudah memiliki kekasih..."

"Dengar... Aku bahkan tidak tahu..." ujar Viltus

"Tentu saja dirimu tidak sadar ! Kau ini terlalu baik... Perhatian... Sangat handal dalam berbagai hal... Dan wajahmu itu... cukup... tampan..."

"Aku bukan Di****id dari seri lain mengerti !"

"Setidaknya suaramu tidak mungkin seperti orang itu."

"..."

"Tapi... Kau memang tampan sih... Fufufufufu..."

"Cepat atau lambat diriku akan mati..." ujar Viltus dengan pelan.

"Laksamana~" ujar Yamagumo mendadak

Viltus menyadari tatapan penuh amarah dari Yamagumo. Viltus melihat ke arah Yamagumo dan berkata,

"Tu... Tunggu ! Aku tidak melakukan apapun !"

"Kau berani ya melakukan itu kepada Asagumoku... Ingin kupotong ?"

"..."

Viltus langsung mundur sedikit dan merasakan jendela di belakangnya. Ia pertama ingin melompat, namun ia ingat beberapa hal. Satu ketinggian dari kantornya ke lantai dasar itu sangat jauh. Kedua, jika selamat dia akan dimarahi oleh Taihou DAN diinterogasi oleh mereka. Ketiga, Magyar masih di sana yang akan menjadi korban berikutnya.

Viltus melihat ke arah mereka semua dan kemudian mendengar Mogami berkata,

"Dengarkan... Mungkin apa yang dikatakan oleh Laksamana Amarov itu ada benarnya... Aku dapat melihatnya dari matanya."

"Benar... Apa yang dikatakan oleh Mogami-kun ada benarnya !" ujar Viltus dengan cepat.

"Dia tidak tahu apa-apa..."

"Akhirnya ada yang di pihakku juga..." ujar Viltus dengan wajah terharu

Mogami langsung berdiri di depan Viltus dan kemudian memegang tangan Viltus dan kemudian berkata,

"Tenang saja, aku akan membantumu..."

"Senang sekali mendapat bantuan dari dirimu... Sebagai sesama pria kita..."

"Huh ?"

"Ada apa, Mogami-kun ?"

"Tu... Tunggu... Jangan bilang kau..."

"Kau tahu, aku sebenarnya terkejut mendengar kabar bahwa ada pria yang menjadi..."

"Aku ini wanita tahu..."

"Eh..."

Viltus melihat ke arah Magyar yang menyebarkan rumor tersebut ke beberapa laksamana termasuk Viltus. Viltus melihat Magyar yang memalingkan wajahnya, dan kemudian melirik ke arah Mogami yang menangis. Pikiran Viltus satu,

'OK... Aku sudah kehilangan tali lain untuk keselamatanku...'

Mogami menangis dan kemudian berlari ke arah Fusou sembari berteriak,

"Laksamana kau idiot !"

"Ok... vonisku sudah tiba... Sebentar lagi..." ujar Viltus sembari tertawa menyerah

Viltus langsung tertunduk lesu, dan memikirkan betapa rendahnya keberuntungannya. Tidak berapa lama, ia mendengar Michisio berkata,

"Sekarang kau membuat seorang gadis polos menangis... Hebat... Hebat..."

"Aku tahu... Aku tahu..." ujar Viltus menunduk seperti seseorang yang sudah kehilangan rohnya.

Yamashiro langsung maju ke depan Viltus dan menatap tajam ke arah dirinya. Viltus langsung melihat ke arah Yamashiro dengan sedikit menangis dan berkata,

"Baiklah... Sebutkan vonis kalian... Selain apa yang kukatakan kepada Mogami sebelumnya..."

"Kau akhirnya menyerah... Baguslah."

"Apa yang dapat kukatakan... Semua langkah blunder ini... Apa daya diriku ini... Ahahahaha..."

"Baiklah..."

Yamashiro langsung melihat ke semuanya, dan Magyar terlihat sangat penasaran dengan nasib dari Viltus dan apa yang telah dilakukan oleh Viltus sehingga ia mendapat hukuman seperti itu. Yamashiro langsung berkata,

"Kau telah menggoda Shigure dan membuat dia bertingkah aneh selama beberapa bulan terakhir ini..."

"Huh ?"

"Dia selalu seperti itu, apalagi semenjak dirimu pindah ke ruangan ini."

"Tu... Tunggu..."

"Dia pasti selalu kembali dengan wajah merah, dan selalu berguling-guling di ruangannya. Selain itu, terkadang ia bertindak aneh sekali."

"Ummm... Yamashiro..."

"Apa ?!"

Viltus berdiri dengan berharap pada satu hal saja. Ia langsung menunjuk ke arah Yamashiro dan berkata,

"Jika benar itu dikarenakan diriku, seharusnya dia bertindak seperti itu dari dulu !"

"..."

"Kau tentu saja tahu bahwa Shigure merupakan Gadis Kapal pertama di divisiku. Jika dia bertindak seperti itu sekarang, kau tidak memiliki alasan yang valid untuk menuduh diriku !"

"..."

"Kau tidak dapat seenaknya saja menuduhku seperti itu !"

Viltus tersenyum penuh kemenangan karena hal tersebut. Yamashiro melipat tangannya dan mendadak Michisio bertanya kepada Viltus,

"Shigure selalu berkata ingin menemui dirimu... Dan setiap kali kembali pasti seperti itu."

"Eh ?"

"Laksamana Idiot... Aku itu selalu mendengar permintaan ijin dari Shigure mengerti... Dia berkata ingin menemui dirimu."

"Tu... Tunggu... Bisa saja dia memiliki alasan lain untuk datang kemari ?"

"Apa ? Kau menuduh dirinya berbohong kepada kami ? Gadis polos seperti dia..."

"..."

"Tidak mungkin berbohong."

Semua Gadis Kapal itu menatap tajam ke arah Viltus. Viltus langsung berkata,

"Kalian tidak dapat berkata seperti itu... Magyar, bantu aku..."

"Ma... Maafkan aku..."

"..."

Viltus menatap tajam ke arah Magyar seakan-akan ia berkata akan menghabisi Magyar nanti. Viltus masih belum mau menyerah, ia kemudian berkata,

"Jika hanya itu saja... Kalian pasti tidak akan melakukan ini kepada diriku... Apa yang terjadi kepada Shigure sehingga kalian melakukannya hari ini !"

"Dia bertindak lebih aneh lagi, dan terkadang senyum-senyum sendiri... Setelah pergi dari sore kemarin itu lebih parah." ujar Yamashiro

"Sore kemarin..."

"Aku dengar dari Aoba, ia melihat seseorang berbicara kepada Shigure... Dan dapat dideskripsikan itu adalah dirimu."

"Aku memang sempat bertemu dengan Shigure..."

"Lihat kau mengakuinya... Dasar pria yang tidak loyal."

"Tu... Tunggu dulu... Hei..."

Yamashiro langsung mengepit Viltus dengan Viltus masih meronta-ronta. Sementara yang lain mulai bergerak untuk menyiksa Viltus. Tidak berapa lama, pintu terbuka dan di sana berdiri Taihou, Shoukaku, Hatsuzuki, dan Akizuki. Mereka melihat Viltus dikepit oleh Yamashiro, Asagumo dan Yamagumo terlihat ingin melakukan sesuatu terhadap Viltus, sementara yang lain langsung mengambil beberapa barang untuk dipukul ke arah Viltus. Viltus melihat ke arah Taihou sembari berkata dengan pelan,

"To... Long..."

"Maaf kami menganggu kalian." ujar Taihou sembari menutup pintu

"Tu... Tunggu... Ugyaaaaaaa"

Sungguh akhir yang indah dari hidup Viltus di dunia ini.


Satu jam berlalu.

Wajah Viltus sedang diobati oleh Taihou. Viltus sendiri terkapar di sofanya, dan Magyar membantu Taihou. Sementara itu, Yamashiro, Fusou, Mogami, Yamagumo, Asagumo, dan Michisio sedang dimarahi oleh Houshou dan Anastasia karena tindakan mereka.

Taihou selesai mengobati Viltus, dan kemudian bertanya,

"Ada apa ? Tumben sekali dirimu babak belur seperti ini."

"Ya... Itu karena aku salah menyebut bahwa Mogami itu pria..."

"Itu sih salahmu sendiri..."

Taihou memukul pelan wajah Viltus. Viltus langsung menghela nafas dan memberitahu bahwa dirinya mendengar itu dari Magyar, yang langsung membuat Taihou menatap tajam ke arah Magyar. Magyar sendiri memalingkan wajahnya karena takut dengan tatapan dari Taihou. Viltus kemudian berkata,

"Namun, ada alasan lain yang membuat mereka semua melakukan ini."

"Eh ?"

"Mereka menuduhku atas tindakan yang tidak kulakukan."

"Eh ?! Apa itu ?"

"Mereka mengira diriku menggoda Shigure atau semacamnya... Padahal yang paling mungkin itu Magyar sih..."

"Hei ! Apa katamu..." protes Magyar

"Maaf... Maaf..."

"Setidaknya kau aman sekarang." ujar Taihou

"Iya... Dan aku belajar satu hal..."

"Apa itu ?"

"Perasaan seorang gadis itu sama rapuhnya dengan kaca..."

"Tentu saja, Laksamana Idiot."

"Dan... Wanita itu menakutkan...Sangat..."

"..."

"Sudahlah... Aw... Aw... Aw..."

Viltus langsung ke posisi duduk, dan kemudian melihat ke arah Yamashiro. Viltus menghela nafas dan kemudian berkata,

"Dengarkan aku, Yamashiro."

"..."

"Aku tidak melakukannya... Jika kau mau, tanya saja Taihou."

"Taihou..." tanya Yamashiro

"Iya ?" jawab Taihou

"Kau percaya dengan pria yang kotor ini ? Pria yang mungkin akan menggoda banyak gadis."

"Hmmm..."

"..."

"Aku masih percaya dengan dirinya. Walaupun beberapa tindakannya dapat membuat beberapa Gadis Kapal jatuh hati pada dirinya tanpa ia ketahui, namun aku tahu dia ini pria yang loyal dan tidak macam-macam dengan wanita lain."

Yamashiro sangat terkejut dengan jawaban dari Taihou. Taihou kemudian bertanya kepada Yamashiro,

"Memangnya apa yang terjadi dengan Shigure ?"

"Dia bertindak sangat aneh setiap kali kembali dari kantor kalian." ujar Michisio

"Hmmm... Yuudachi juga pernah berkata demikian, begitu pula dengan Murasame."

"Heh ? Mereka tahu tapi tidak memberitahu diriku ?" ujar Viltus dengan tatapan kosong.

"Sepertinya... Shigure jatuh cinta dengan seseorang..." ujar Taihou

"Shigure ?! Jatuh cinta ? Mustahil ! Dia itu masih terlalu muda untuk hal tersebut !" ujar Yamashiro

"Entah mengapa kau malah seperti ibu-ibu yang khawatir dengan keselamatan anak gadisnya sendiri." sindir Viltus

"Apa kau bilang, Laksamana Mesum ?!"

"Aku bingung sudah berapa banyak julukanku, ya..." ujar Viltus pelan sembari melihat ke arah lain.

Viltus langsung ingat sesuatu dan kemudian bertanya kepada Michisio,

"Kau bilang, Shigure setiap hari meminta ijin untuk menemui kami ?"

"Tidak setiap hari sih, cuma setiap kali akan pergi pasti berkata demikian."

"Kapan terakhir kali ia meminta ijin untuk bertemu kami ?"

"Ummm... Tiga hari yang lalu."

Viltus melihat ke arah Taihou dengan wajah bingung. Mendadak Akizuki berkata kepada mereka semua,

"Ummm... Shigure-san tidak datang ke sini tiga hari yang lalu."

"Eh ?!"

Semua yang menuduh Viltus sangat terkejut dengan hal tersebut. Viltus langsung berkata,

"Dapat dikatakan, kami tidak bertemu dengan dirinya akhir-akhir ini... setelah pemberian jus terlarang itu."

"Jus terlarang ?" tanya Taihou

"Hari itu... Ah... Kau tidur dengan tenang sih..."

"Jus apa ?"

"Bukan masalahmu."

"Uuuuuhhhh... Viltus..."

Taihou menanyakan masalah jus yang diberikan oleh Shiro tersebut kepada Viltus berkali-kali sembari memukul pelan punggung Viltus. Sementara itu, Yamashiro dan Fusou berpikir mengenai beberapa hal. Akhirnya Yamashiro berkata,

"Lalu... Mengapa Shigure wajahnya sangat merah dan terlihat sangat tidak tenang pagi ini ?!"

"Mungkin karena ia mendapatkan remodel ? Itu untuk masalah tidak tenang sih... Aku asumsikan demikian" ujar Viltus

"Eh ?"

"Tunggu... Jangan bilang kau tidak tahu."

"Itu..."

"Sudah diumumkan semenjak beberapa hari yang lalu... Atau kau tidak mendengarkannya ?"

"Uuuuhhhh..."

Viltus menatap dengan tajam ke arah Yamashiro dan langsung menghela nafas. Taihou tertawa kecil dan menepuk pundak Viltus yang terlihat sudah sangat lelah dengan kejadian yang menimpanya hari ini. Viltus melihat ke arah Yamashiro sekali lagi, dan kemudian berkata,

"Sekarang kembali ke permasalahan pertama, Shigure yang jatuh cinta... Dan khusus kali ini aku sedikit setuju dengan Yamashiro... Dia itu masih sedikit terlalu muda untuk masalah seperti itu..."

"Sekarang siapa yang bertingkah seperti ayah yang sangat perhatian terhadap anak gadis satu-satunya ?" sindir Yamashiro

"Diam kau..."

Viltus berpikir sebentar dan kemudian bertanya kepada Akizuki,

"Akizuki, aku yakin kau mengenal beberapa Laksamana di lantai ini, benar ?"

"Iya... Namun, tidak banyak. Sebenarnya yang lebih mengenal mereka itu Agano-senpai..."

"Agano... Tunggu sebentar, Agano mana ?"

"Dia..."

Akizuki tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Viltus sendiri baru sadar mayoritas divisinya tidak ada. Ia tahu Teruzuki sudah meminta ijin untuk beristirahat. Zuikaku sedang dimasukkan ke divisi lain untuk latihan. Kako dan Furutaka pun sedang menggunakan jatah liburnya, dengan pergi bersama Aoba. Tiga orang terakhir, yaitu Agano, Noshiro dan Yahagi tidak ada kabar sama sekali. Taihou kemudian berkata,

"Yahagi dan Noshiro tadi meminta ijin untuk pergi sebentar..."

"Ah... Begitu, ya... Agano ?"

"Itu yang tidak kuketahui."

Viltus langsung menghela nafas saja. Tidak berapa lama, pintu dibuka dan di sana berdiri Agano. Dan Agano membawa beberapa snack yang entah didapat darimana. Tatapan dari Taihou dan Viltus berubah dari wajah biasa menjadi wajah dingin. Pikiran mereka teralihkan oleh satu hal lain. Agano langsung berkata,

"Agano, datang untuk bertugas~"

"..."

"Ummm... Tumben sekali banyak orang yang ada di sini. Ada apa, ya ?"

"Agano..." ujar Taihou

"Ada apa, Taihou ?"

"Snack itu... Kau dapat dari mana ?"

"Oh... Ini... Dari Laksamana Fujita, lalu kue ini dari Laksamana Ishii, lalu permen ini dari Laksamana Ikeda, lalu..."

"Kau ini anak-anak atau apa sih ? Dan bukankah kau sedang..." ujar Viltus yang langsung mendapat sedikit pukulan oleh Taihou sebelum sempat menyelesaikannya.

"Ehehehehehe..."

"Agano..." ujar Taihou kemudian

"Kenapa ? Aku sudah..."

Taihou langsung berjalan ke belakang Agano, dan mencubit perutnya. Agano langsung terkejut pada saat merasakan itu. Taihou langsung berbisik,

"Kau... Semakin gemuk..."

"Uuuuu..."

"Bukankah kau berkata akan diet ?"

"Mengenai itu..."

"Apa aku beritahu Noshiro saja ?"

Agano langsung panik mendengar itu. Sementara itu, yang lain langsung melihat tatapan Taihou yang sangat dingin tersebut, dan kemudian melihat ke arah Viltus. Viltus langsung berkata,

"Apa ? Itu bukan salahku."

"Kau benar-benar mengubah gadis ini, ya..." ujar Fusou

"Mengubah ? Aku tidak yakin mengenai masalah ini. Karena dari dulu, dia seperti itu."

"Ahahahaha... Sudahlah, yang penting dirimu dan dia cocok."

"Cocok ?"

"Sama-sama memiliki tatapan dingin dan kosong yang menakutkan." ujar Yamashiro

"Eh ? Apa aku seperti itu ?"

Semuanya langsung memalingkan wajahnya mendengar itu. Akhirnya Viltus menghela nafas, dan kemudian berjalan ke arah Agano dan Taihou untuk membantu Agano yang semakin ciut karena ketakutan dengan tatapan dari Taihou.


Setelah Taihou dan Agano cukup tenang, Viltus langsung bertanya kepada Agano,

"Tadi kau menyebutkan beberapa Laksamana benar ? Apakah kau tahu mengenai mereka lebih lanjut lagi ?"

"Lebih lanjut seperti apa ?" ujar Agano yang sudah mendapat keyakinan dari Viltus bahwa Noshiro tidak akan tahu mengenai snack tersebut.

"Mungkinkah ada mereka yang memiliki hubungan seperti diriku dengan Taihou atau Magyar dengan Ryuujou ?"

"Belum ada lagi, sih... Cuma ada yang tertarik dengan beberapa Gadis Kapal."

"Oh... Dapatkah kau memberitahu kami mengenai mereka semua ?"

"Tidak bisa."

"Eh ?"

"Tidak bisa..."

"Baiklah. Jika demikian..." ujar Viltus dengan nada menyerah

Viltus langsung menarik nafas panjang, dan tidak berapa lama Agano langsung berkata,

"Kecuali kau dapat membantuku mengenai Laksamana Aoki. Kau cukup dekat dirinya, kan ?"

"Daripada dekat... Dia itu lebih ke arah seseorang yang selalu bertanya mengenai beberapa hal tanpa henti."

"Eh ? Begitukah ?"

"Kenapa memangnya ?"

"Habis... Akigumo-chan berkata akan membuat sesuatu bernama doujin dimana katanya akan membuat dirimu dengan Laksamana Aoki atau dengan Laksamana Kouga. Sepertinya beberapa Gadis Kapal dan Laksamana wanita menunggu hal tersebut."

Semua yang mendengar itu langsung terkejut. Bahkan beberapa memiliki wajah merah mendengar itu. Sementara, Viltus yang mendengar itu langsung berkata dengan pelan,

"Akan kuhukum dia nanti..."

"Eh ?" ujar Agano yang tidak mengerti apapun mengenai info yang ia berikan kepada Viltus

"Sudahlah... Aku akan memberikan kepadamu sedikit informasi."

"Begitukah ?!"

"Iya... Laksamana Aoki memiliki sedikit perasaan dengan Unryuu-san. Maka dari itu, dia memintaku untuk memberitahukan beberapa ekspresi manusia."

"Pfffttt..."

Viltus melihat ke arah Taihou yang menahan tawanya. Viltus langsung protes kepada Taihou, yang langsung mendapat permintaan maaf dari Taihou. Agano mendadak berkata,

"Tapi, tetap saja kalian yang paling cocok dari semuanya."

"Hei !" ujar mereka bersamaan.

"Ehehehehe... Baiklah, aku akan menyebutkan mereka semua."

Agano langsung menyebutkan satu per satu, namun tidak Agano sama sekali tidak menyebut mengenai Shigure. Akhirnya, Yamashiro bertanya,

"Apakah ada di antara mereka yang menyukai Shigure ?"

"Menyukai Shigure ? Ummmm..."

"Ada atau tidak ?"

"Setahuku tidak ada... Karena mereka takut."

"Takut karena apa ?" tanya Viltus

Agano langsung menunjuk ke arah Viltus, dan membuat Viltus sangat kaget. Semuanya melihat ke arah Viltus, dan Yamashiro langsung berlari ke arah Viltus sembari mengangkat kerah Viltus. Yamashiro berkata,

"Lihat... Itu semua karena dirimu."

"Tunggu... Aku tidak melakukan apapun !"

Mendadak Viltus merasakan tangannya digenggam oleh seseorang dan melihat Taihou yang terlihat sangat marah. Viltus langsung berkata dalam hati,

'Ok... Satu-satunya yang dapat membantuku... Ikut menyiksaku... Selamat tinggal dunia'

Selagi Viltus dimarahi oleh Yamashiro dan Taihou, Agano langsung berkata,

"Mereka takut berurusan dengan ayah yang bermulut pedas dan memiliki tatapan tajam, yaitu Viltus-san."

"Eh ?" ujar Yamashiro dan Taihou

"Karena Viltus-san itu seperti figur seorang ayah bagi Shigure berdasarkan penuturan cukup banyak Laksamana."

"Be... Begitukah ?"

Yamashiro langsung membiarkan Viltus terjatuh, sementara Viltus sendiri juga terdiam mendengar fakta tersebut. Mogami mendadak berkomentar,

"Sepertinya... Komentar dari Yamashiro-san benar, ya ?"

"Diam kau..." ujar Viltus masih tidak percaya

Viltus langsung berdiri dan mendapati mereka berada di jalan buntu. Selagi Yamashiro dan Taihou meminta maaf, Viltus masih berpikir. Tidak berapa lama mereka mendengar,

"Ayo, Shigure... Kita bertemu mereka, poi~"

"Ta... Tapi..."

"Kau harus menunjukkan dirimu yang baru kepadanya poi~"

"A... Aku malu..."

"Sudahlah, poi~"

Viltus melihat ke arah pintu dan langsung berkata,

"Ini dia... Pelaku kesengsaraanku hari ini..."

"Kau berani berkata seperti itu mengenai Shigure." ujar Yamashiro

"Bukan masalahmu..."

"Kau mencari masalah, ya ?"

"Ummm... Daripada bertengkar kenapa tidak kita tanya mereka saja ?" saran Agano

"Kau benar..." ujar Yamashiro

Mereka semua melihat satu sama lain, dan kemudian mengangguk. Mereka menunggu Yuudachi dan Shigure yang akan masuk ke dalam ruangan tersebut. Setelah pintu dibuka mereka melihat Yuudachi dan Shigure yang berbeda. Rambut Yuudachi masih panjang seperti biasanya, namun ujung dari rambutnya berwarna merah. Pakiannya pun sedikit berubah dengan tambahan scarf putih. Sementara, Shigure pun rambutnya sedikit lebih panjang, dan pakaiannya jauh lebih rapi dari yang pertama. Dan yang paling menarik perhatian mereka semua di ruangan tersebut adalah adanya tambahan sesuatu di rambut Shigure dan Yuudachi, menyerupai hair flap.

Yuudachi langsung berjalan ke depan Viltus dan berkata,

"Laksamana... Laksamana !"

"Ada apa, Yuudachi ?"

"Bagaimana menurutmu ? Bagus tidak ?"

"Iya, sangat bagus..." ujar Viltus sembari tersenyum.

"Aku juga semakin kuat poi~"

"Ahahahahahaha... Iya kau semakin kuat."

"Sesuai janjimu mengenai diriku semakin kuat, Yuudachi akan mendapatkan kue. Mana kuenya poi~"

"Kue itu, ya... Nanti akan kuberikan..."

"Heehhh..."

"Percayalah... Aku akan memberikanmu kue tersebut."

Viltus langsung mengusap rambut Yuudachi yang sedikit kesal dengan jawaban dari Viltus. Yuudachi mendadak melihat ke arah Taihou dan kemudian berlari sembari menangis. Ia berkata,

"Ibu... Ayah berbohong..."

"Sudah... Sudah..."

"Ayah berbohong... Dia bilang akan menyiapkan kue untukku..."

Taihou tertawa sedikit, sementara Viltus sendiri hanya menghela nafas saja. Ia kemudian melihat ke sisi lain yang meledek dirinya, yang langsung dibalas dengan wajah mengatakan bahwa itu semua adalah salah mereka yang telah menahan dirinya dari pagi.

Shigure kemudian masuk, dan kemudian berkata,

"Umm..."

"Ada apa, Shigure ?" tanya Viltus

"Menurutmu... Ba... Bagaimana ?"

"Kau semakin cantik... Aku yakin akan ada pria yang mendekati dirimu." ujar Viltus sembari mengelus kepala Shigure

"Moooo... Laksamana jangan berkata seperti itu." ujar Shigure sembari memukul perut dari Viltus.

Viltus langsung tertunduk dan kemudian berteriak di kepalanya,

"KENAPA HARUS PERUTKU ?!"

Shigure langsung panik dan membantu Viltus yang berusaha untuk berdiri. Taihou sendiri juga langsung berjalan ke dekat Shigure. Shigure kemudian melihat Yamashiro, Fusou, Asagumo,Yamagumo, Mogami, dan Michisio yang ada di dalam ruangan tersebut. Shigure sedikit bingung dan bertanya kepada Viltus,

"Ummm... Mengapa mereka..."

"..."

"Ada apa, Laksamana ? Kau juga Taihou ?"

Taihou dan Viltus melihat satu sama lain, dan kemudian melihat ke arah Shigure. Dan dari gerak-gerik tangan mereka, Shigure tahu apa yang menarik perhatian mereka berdua. Shigure kemudian berkata dengan pelan,

"Ji... Jika ingin memegangnya... Silakan..."

Mereka berdua terkejut, dan kemudian langsung mengangguk satu sama lain. Mereka kemudian memegang hair flap milik Shigure. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Shigure melihat wajah penuh kesenangan dari Viltus dan Taihou. Shigure kemudian berkata,

"Ummm... Laksamana... Taihou-san..."

"Ah... Maaf... Maaf..." ujar Viltus sembari langsung menjauhkan tangannya dari kepala Shigure.

"Kenapa Yamashiro-san dan yang lainnya ada di sini ?"

"Ah...Mengenai itu..."

Mendadak pintu terbuka dan di sana berdiri Tadahisa, lengkap dengan pelindung tubuh agar tidak terpanah oleh Viltus. Ia pun mengenakan sebuah penutup kepala agar tidak diserang juga oleh Viltus. Viltus yang melihat itu langsung menyadari sesuatu. Sebuah tugas tambahan datang untuk dirinya. Viltus menghela nafas dan kemudian berkata,

"Ayah... Ada apa ?"

"Hohohohoho... Kebetulan sekali Gadis Kapal dan Laksamana yang sedang kucari ada di sini."

"Huh ?"

"Laksamana Amarov."

"Siap, Laksamana Yanagi."

"Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa Laksamana dari divisi Kapal Tempur keempat kita sedang pergi beristirahat."

"Divisi keempat ? Tunggu sebentar, bukankah itu divisi Yamashiro ?"

"Tepat sekali."

"Istirahat... Entah mengapa aku tahu ini akan berjalan ke arah mana..."

"Beliau sedang beristirahat selama beberapa bulan."

"Itu sangat lama..."

"Dia itu sudah cukup tua, jadi harap dimaklumi."

"Iya... Iya..."

"Maka dari itu, selama kepergian beliau untuk beristirahat... Divisi yang bersangkutan akan berada di bawah arahanmu untuk sementara waktu."

Semua yang ada di dalam ruangan tersebut diam sebentar. Hingga akhirnya Yamashiro berkata,

"Berada di bawah kepemimpinan Laksamana ini ? Sebuah kemalangan..."

"Seharusnya aku yang berkata demikian." ujar Viltus

"Tch"

"Aku mendengarnya."

"Sudah... Sudah... Aku akan menyerahkan dokumen itu nanti sore. Semoga kau dapat terus sukses ya." ujar Tadahisa

Tadahisa langsung keluar dan menutup pintunya. Ruangan tersebut langsung ramai karena hal tersebut, dan pada saat itu Viltus melihat ke arah Shigure yang terlihat sedikit panik. Dari situ, ia sadar sesuatu. Siapa yang dicintai oleh Shigure akhirnya dapat terkuak dengan arahan yang diberikan oleh Tadahisa tersebut.


Setelah semuanya cukup tenang, Viltus langsung mempersilahkan Shigure untuk duduk di sofa. Shigure mendadak berkata,

"Ummm... Jadi, Yamashiro-san kemari untuk..."

"Bukan... Mereka datang untuk masalah lain."

"Masalah apa ?"

Viltus menarik nafas panjang dan kemudian melihat ke arah wajah Shigure. Ia kemudian menyentil dahi Shigure dan berkata,

"Kau membohongi mereka semua, ya ? Dengan berkata akan bertemu dengan kami."

"Eh ?"

"Sudah jawab saja."

"I... Itu... Iya... Terkadang..."

Semuanya, terutama Yamashiro, terdiam mendengar itu. Viltus kemudian melanjutkannya,

"Shigure... Harap kau ketahui, aku terkadang melihat dirimu yang berdiri di ambang pintu..."

"Aku tidak berdiri di ambang..."

Shigure langsung menutup mulutnya karena ia sadar, Viltus sedang menarik dirinya agar terjebak dengan pertanyaan yang diajukan kepada dirinya. Dan dari jawaban sebelumnya, ia sadar dirinya sudah masuk ke dalam perangkap yang pertama.

Viltus tersenyum dan kemudian berkata,

"Jadi... Ada pria yang menarik perhatianmu, ya ?"

"I... Iya..."

"Dan pria itu dahulu sering datang kemari... Dan setelah satu hal, dia terus di sini."

"Iya..."

Wajah Shigure langsung memerah mendengar Viltus yang berkata demikian. Viltus sudah mengetahui siapa pria tersebut. Viltus sedikit menghela nafas dan kemudian berkata,

"Dan... Pria itu sepertinya menyatakan sesuatu kepada dirimu."

"Eh ? Bagaimana..."

"Rahasia"

"Uuuuuhhhh..."

Shigure terlihat sangat malu pada saat mendengar itu. Semua yang ada di dalam ruangan tersebut langsung fokus untuk mendengar jawaban dari Shigure. Shigure langsung menunduk dan kemudian mengangguk. Ia berkata,

"I... Iya..."

Semuanya langsung terkejut mendengar itu, dan kemudian beberapa dari mereka mendekati Shigure. Yang paling panik adalah Yamashiro, dan itu terlihat dari pertanyaan yang dilayangkan oleh Yamashiro kepada Shigure. Viltus langsung berjalan mendekati Shigure, mengelus kepalanya, dan kemudian berkata,

"Itu pilihanmu... Aku tidak akan menganggu pilihanmu."

"Terima kasih, Laksamana." ujar Shigure tersipu malu

"Itu tidak bisa ! Dia itu masih terlalu muda." ujar Yamashiro langsung di depan Viltus

"Dia itu sekarang sudah cukup dewasa... Kau harus sadar itu, Yamashiro" balas Viltus

"Tadi kau bilang dia terlalu muda."

"Sedikit terlalu muda, lebih tepatnya... Yamashiro, sekarang Shigure sudah cukup dewasa untuk hal tersebut."

"Tidak bisa... Kau harus tahu, Shigure itu terlalu polos untuk mengerti semua hal tersebut."

"Kau ini seperti ibu-ibu saja... Ada saatnya dia mengerti itu."

"..."

"Jika dirimu terus menahan dirinya, bagaimana caranya dia..."

"Sepertinya kau membiarkan dirinya diambil oleh pria macam-macam, ya ?"

"..."

"Kau seharusnya mengerti... Semua pria itu..."

"Kau sangat kaku dan kuno sekali, Yamashiro... Oh, iya juga sih... Dari cara berpakaiannya..."

"Apa kau bilang ?!"

Mereka berdua semakin panas, dan membuat Taihou dengan Fusou mulai bergerak untuk menahan mereka berdua. Sedikit demi sedikit, mereka mulai saling mengucapkan sumpah serapah hingga akhirnya Shigure berdiri dan menatap tajam ke arah mereka berdua. Ia berkata,

"Dapatkah kalian diam ?"

"Eh ?!" ujar Yamashiro terkejut

"Oh... Sial... Aku melakukannya lagi." ujar Viltus

"Kalian tidak malu diperhatikan oleh Gadis Kapal lain ?" ujar Shigure

"..."

"Aku kecewa dengan kalian."

Viltus hanya tertawa kecil saja, dan menganggaruk-garuk wajahnya. Sementara, semuanya dapat melihat wajah sangat terkejut dari Yamashiro. Yamashiro langsung berkata,

"Shigure... Membenciku..."

"Ah... Bukan begitu, Yamashiro..."

"Nee-sama... Shigure membenciku... Huaaaaa"

Shigure langsung berusaha untuk menenangkan Yamashiro, sementara Viltus terlihat sedikit bersalah dengan kejadian tersebut dan ikut membantu menenangkan Yamashiro. Setelah Yamashiro cukup tenang, mereka semua kemudian bertanya kepada Shigure. Shigure hanya diam saja dengan semua pertanyaan tersebut, hingga akhirnya Viltus berkata,

"Ya... Orangnya sih sudah minta ijin untuk datang sedikit terlambat kemarin."

"Eh ?" ujar Magyar dan Anastasia dengan wajah terkejut

"Jika kalian mau... Mungkin sebentar lagi, pria beruntung itu akan tiba."

Semuanya melihat senyum dari Viltus, dan wajah Shigure yang semakin merah. Tidak berapa lama, mereka mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, yang kemudian berhenti di depan pintu. Viltus kembali tersenyum dan melihat ke arah Shigure. Shigure kemudian berjalan ke dekat Viltus dan kemudian berbisik,

"Bisakah kau melindungi dirinya dari mereka semua ?"

"Tidak."

"Eh ?!"

"Kau yang harus melakukannya... Tidak.. Kalian yang harus melakukannya."

Viltus langsung mengelus kepala Shigure, dan kemudian melihat ke arah pintu. Pintu akhirnya terbuka, dan di sana berdiri Marcos. Viltus dapat melihat wajah gembira dari Marcos, yang langsung tersenyum ke seseorang. Shigure langsung menunduk malu. Viltus langsung berkata,

"Selamat pagi, Marcos."

"Selamat pagi, Viltus."

"Jadi... Diterima, ya ?"

"Iya."

"Sayang sekali, tidak ada satu pun yang mendapatkan vodka, ya.. Ahahahahahaha"

"Eh ?! Apa maksudmu ?"

"Itu bukan masalah... Tapi..."

Viltus langsung berjalan ke dekat Marcos sembari tersenyum, dan kemudian memukul perut dari Marcos dengan keras. Semuanya sangat terkejut dengan tindakan dari Viltus tersebut, terutama Shigure. Viltus kemudian berkata,

"Dasar lolicon."

"Ahahahahahaha..."

"Tapi, jaga dia..." ujar Viltus sembari menepuk pundak dari Marcos.

"Berarti... Ayahnya sudah setuju nih ? Ibunya ?"

"Taihou juga sudah menerimanya sih..."

"Baguslah..."

"Tapi, Ibu angkatnya masih belum mau tuh..."

"Eh ? Kau bilang Taihou..."

"Jadi kau yang membuat Shigure seperti ini." ujar Yamashiro mendadak sudah di dekat Marcos.

"Dekat... Terlalu dekat !"

"Sekarang jelaskan kepada kami..."

"Hei... Tunggu... Tunggu... Tolong !"

Viltus langsung melambaikan tangannya, dan kemudian melihat ke arah Shigure. Ia langsung berkata,

"Sebaiknya kau menolongnya."

"I... Iya..."

"Aku penasaran... Sejak kapan kau menyukainya..."

"Itu..."

"Karena apa ?"

"Dia pernah menolong diriku dahulu. Pada saat diriku masih di divisi anda, dan dirinya belum masuk sebagai kru anda."

"Mengapa mendadak formal sekali ?"

"Ahahahahaha... Maaf... Maaf..."

"Memangnya... Apa yang kau lakukan ?"

Shigure langsung memalingkan wajahnya. Viltus kembali mengelus kepalanya, dan kemudian berkata,

"Sudah... Kejar Marcos sana..."

"I... Iya..."

"Kalian juga, bantu dia..."

"Bilang saja mau berduaan dengan Taihou, kami tahu koq." ujar Anastasia sedikit menyindir Viltus

"Ahahahahahaha..."

Mereka semua berjalan keluar dari ruangan tersebut untuk membantu Marcos, dengan dilihat oleh Viltus dan Taihou yang tersenyum.


Setelah benar-benar sepi, Taihou langsung duduk di sofa dan kemudian langsung melihat ke arah Viltus. Viltus langsung berjalan ke dekat Taihou,dan menggunakan paha Taihou sebagai bantalnya. Viltus kemudian berkata,

"Hari ini sangat melelahkan..."

"Dan juga mengejutkan." ujar Taihou

"Ahahahaha... Kau benar..."

"Aku sama sekali tidak menduga Shigure menyukai Marcos-san... Ia terlihat..."

"Memangnya dulu kau terlihat mencintai diriku ?"

"Ahahahahahahaha... Kau benar, bahkan diriku pernah mengutuk dirimu."

"Lihat..."

"Iya."

Mereka berdua terdiam sebentar, hingga akhirnya Taihou berkata,

"Apakah semuanya dulu memperkirakan kita akan berkencan ?"

"Sepertinya tidak."

"..."

"Itu semua karena semuanya sangat tunduk pada peraturan, hingga akhirnya ada orang yang mampu menghancurkan peraturan tersebut dengan hasil yang baik."

"Laksamana Okazaki."

"Iya."

"Padahal... Kita jika bertemu pasti akan bertengkar... Pasti."

"Hingga Houshou turun tangan..."

"Iya... Ahahahahaha."

Mereka berdua terdiam kembali, hingga akhirnya Viltus menyentuh pipi dari Taihou dan kemudian berkata,

"Kau masih memikirkan mimpi itu kembali ?"

"Iya..."

"Sekarang malah dirimu yang seperti itu."

"Ehehehehe..."

Viltus langsung menyentil dahi Taihou dan kemudian berkata,

"Kau tidak perlu khawatir... Aku yakin... Dirimu tidak akan mengalami hal tersebut."

"Kau ini optimis sekali... Tidak seperti dahulu."

"Kaulah orang yang membuatku demikian... Walau tidak banyak orang yang tahu perubahan diriku."

"Kau ini..."

Taihou langsung mencium kening dari Viltus, dan melihat wajah sedikit kecewa dari Viltus. Taihou tersenyum kecil, dan langsung mencium bibir dari Viltus. Setelah itu, Viltus berkata,

"Aku tahu mereka semua masih di depan sana..."

"Iya..."

"Sudahlah... Aku ingin tidur..."

"Kau ini jadi sering sekali tidur di kantor."

"Ehehehehe... Aku paling tenang jika ada dirimu."

"Dasar."

"Bangunkan aku jika mereka semua kembali."

"Iya."

Viltus tertidur dengan tenang diiringi dengan belaian dari Taihou. Mereka berdua terlihat sangat tenang, dan sangat mesra. Itu pendapat mereka semua yang menguping pembicaraan mereka berdua. Anastasia kemudian berkata,

"Apakah dirimu akan seperti mereka ?"

"Tidak mungkin..." ujar Shigure

"Kenapa ?"


"Marcos-san dan Viltus-san merupakan pribadi yang berbeda. Pendekatan mereka berdua pun berbeda. Aku tidak dapat memaksakan Marcos-san untuk seperti Viltus-san dalam memberikan sesuatu yang bernama cinta. Aku harus beradaptasi dengan Marcos, sehingga kami berdua dapat menerima satu sama lain tanpa keterpaksaan."


Anastasia langsung tersenyum dan kemudian menyentil kening Shigure. Anastasia kemudian berkata,

"Apa yang kau katakan ada benarnya. Kita tidak dapat memaksakan kehendak kita dalam masalah seperti ini. Biarlah pribadi yang terlibat yang melakukan semua itu."

"Ehehehehehe..."

"Sudahlah... Yang penting jangan sampai seperti Magyar dan Ryuujou, ya."

"Hei, apa maksudmu ?!" protes Magyar

"Tidak apa-apa." ujar Anastasia sembari menjulurkan lidahnya

Anastasia kemudian mengajak semuanya untuk berjalan menolong Marcos yang sedang diinterogasi oleh Yamashiro dan yang lainnya. Dan ia tersenyum ke arah belakang, dan sedikit merasa iri dengan sesuatu yang menghilangkan senyumnya. Namun, ia langsung menggelengkan kepalanya, dan tersenyum kembali karena sekarang ia ingat memiliki satu hal yang ada di kepalanya. Ia akan terus tersenyum dan bahagia, selama Viltus bahagia. Karena, ia yakin suatu saat dirinya pun akan menemukan kebahagiaan dengan seseorang walaupun itu bukan Viltus.


HakunoKazuki di sini

Selamat datang kembali di chapter terbaru dari Great Phoenix. Untuk beberapa chapter ke depan akan memiliki tema yang cukup ringan, sebelum masuk ke sesuatu yang berat kembali. Jadi, harap dimaklumi.

Oh, sebelum gw lupa.

Minggu ini, Great Phoenix tidak akan ada chapter baru dikarenakan mengerjakan sesuatu yang lain. Tidak ada hubungannya dengan tulis menulis. Selain itu, gw pun akan memberikan pemberitahuan mengenai sesuatu yang lainnya pada chapter selanjutnya dari Great Phoenix, dua minggu dari sekarang.

Apakah ada pertanyaan ?
V : Tadi disebutkan beberapa nama Laksamana, apakah akan dibuat one-shot mengenai mereka ?
HK : Tidak
V : Eh ?
HK : Ummmm... Mungkin akan kubuat, mungkin tidak... Kita lihat saja nanti
V : Bagaimana dengan latar belakang Marcos dan Shigure ?
HK : Idem

Sekian saja dari saya. Semoga kalian masih menikmati seri ini. Sampai jumpa !