Fate
CHAPTER 2
Summary : Dia adalah putra seorang Komisaris, tentu hidupnya akan bahagia, bergelimangan harta dan dipuja – puja, sayangnya ini bukanlah dongeng dimana semua berjalan sesuai yang kita inginkan. Politik, Uang, Kekuasaan, Cinta, siapa sangka semua ini dapat merusak hidup yang bahagia ? Akankah ia berhasil membuat happy ending diakhir kisahnya ataukah semuanya akan hancur oleh kerasnya dunia ? AU. Bad Summary.
Warning : Typo, Alur Gaje, Mainstream, dll. Don't Like? Don't Read !
Konoha High School
Sebuah Mercedes silver berhenti di depan teras sekolah yang sontak mengundang perhatian para siswa yang sedang berada di halaman sekolah, bukan karena mobil itu merupakan mobil mewah, ya, maklum semua yang bersekolah disana merupakan anak Komisaris, Pejabat, Jenderal, dan orang kaya lainnya, melainkan karena seorang pemuda berambut pirang dengan kacamata hitamnya yang baru saja turun dari mobilnya. Banyak ekspresi tercetak di wajah para siswa ada yang kaget, terpesona (tentunya para siswi ya), penasaran dan banyak lagi. Dan aksi dramatis ini dipecah dengan..
"NARUTO!" sebuah teriakan
XXX
Sebuah bayangan coklat melesat menabrak Naruto dan merangkulnya.
"Hei,Naruto, ini benar kau ? kau sudah kembali dari Amerika? kapan kau kembali ? mengapa tidak memberitahu ? aku sangat rindu padamu" cerocos pemuda berambut coklat dengan tattoo segitiga merah di pipinya yang tadi menabrak Naruto.
"Merepotkan, dia baru saja tiba dan kau sudah mencecarnya dengan pertanyaan pertanyaan mu itu ? Hoam!" ucap pemuda berambut nanas sambil menguap. Di sebelahnya ada pemuda dengan tattoo lingkaran di pipinya sedang mengunyah keripik.
"Lama tak bertemu Kiba, Shika, Chouji" sapa Naruto.
"Kapan kau kembali, Nar ?" tanya Shikamaru.
"Aku baru saja sampai di Tokyo dua hari yang lalu, jadi tidak sempat memberitahu kalian" ucapnya singkat.
"Lagian kenapa kau tidak memberitahu kami bila kau akan pergi ke Amerika ? Kau juga tidak menghubungi kami selama 2 tahun disana, untuk mengetahui bagaimana keadaanmu saja aku harus memohon pada adik cantikmu itu" kata Kiba masih sambil merangkul Naruto.
"Benar, Nar , adikmu itu sangat menakutkan, dia tak kalah seramnya denganmu" tambah Chouji.
"Apa katamu, CHOUJI?" kata seseorang dari belakang mereka.
"Perasaanku tidak enak" kata Chouji sambil menengok ke belakang, dan benar saja tatapan nya bertemu dengan deathglare iris sapphire Mito Namikaze.
"A-ah a-aku berkata bahwa Mito-chan sangat baik hati dan cantik" ucap Chouji dengan tergagap.
"Benarkah ? matamu berarti sangat bagus, Chouji-nii ! kalau begitu aku ke kelas dulu, Jaa !" deathglare itu langsung berubah menjadi berbintang bintang, dan jalannya diiringi senandung riang.
"Dia itu benar benar bipolar" ujar Chouji sambil mengelap keringat dinginnya.
"Wanita memang merepotkan"
"Bisakah kalian mengantarku ke kantor Kepala Sekolah ?" tanya Naruto.
"Baiklah, tapi kau harus menjawab semua pertanyaanku istirahat nanti" kata Kiba.
"Hm, baiklah"
Mereka pun berjalan menuju ke Kantor Kepala Sekolah di sepanjang jalan banyak para siswi berbisik – bisik sambil melihat kearah Naruto dengan wajah berbinar – binar. Begitu tiba di kantor Kepsek Naruto pun langsung segera masuk, tentu saja setelah berjanji bahwa ia akan menemui mereka jam istirahat nanti.
"Ne, Kiba-senpai, apakah dia adalah putra pertama Grup Namikaze?" tanya beberapa siswi.
"Memangnya kalau iya kenapa ?" tanya KIba.
"Kyaa! Dia tampan sekali, kaya pula, aku harus memilikinya" teriak sekelompok siswi itu sambil berlari, kemungkinan besar untuk menyebarkan berita tersebut.
"Tch, Lucky Bastard"
Kantor Kepala Sekolah
Naruto duduk di hadapan seorang Pria paruh baya dengan setelan jas hitam.
"Wah, wah, Naruto-kun lama tidak bertemu ! kau bertambah besar dan menjadi semakin tampan" ucapnya sambil mengelus janggutnya yang sudah memutih.
"Senang bertemu dengan anda lagi, Sarutobi-sama" balas Naruto sambil sedikit membungkukan badan.
"Tidak usah begitu formal denganku, kemana cucuku yang dulu sering sekali memanggil ku jiji ?" katanya sambil tersenyum.
"Gomen." Kata Naruto pelan.
"Kalau begitu ini jadwal pelajaranmu dan formulir untuk ekstrakulikuler " lanjutnya sambil memberikan dia beberapa lembar kertas.
"Shizune! Bisa tolong kau ajak Naruto berkeliling sekolahan ?" panggil Sarutobi.
"Baik, Sarutobi-sama!" balas Shizune yang merupakan sekretaris Kepala Sekolah.
"Mari, Naruto-kun" ajaknya.
"Arigatou, saya permisi dulu" ucap Naruto, ia berdiri dan membungkukan badan pada sang Kepala Sekolah lalu mengikuti Shizune keluar dari Kantor itu.
"Putramu sudah besar, Tsunade, kau pasti bangga dengannya" ucap Sarutobi Hiruzen sang Profesor ternama itu sambil tersenyum sedih.
"Jadi Naruto-kun, kau dulu pernah bersekolah di Konoha Junior High School ?" tanya Shizune sambil mengajak Naruto berkeliling.
"Hai" jawabnya singkat.
"Kudengar juga kau bersekolah di Amerika selama 2 tahun, apa saja yang kau pelajari disana? Bagaimana lingkungan disana ?" tanya Shizune dengan antusias.
" Ya begitulah tak jauh berbeda dengan Tokyo hanya saja disana lebih bebas" tak terasa mereka sudah berada di lapangan sekolah.
"Baiklah akan kujelaskan, disini adalah Lapangan Basket, yang disebelah sana adalah Lapangan Futsal, Voli, dan di balik pintu itu ada kolam renang, Ruang kelas 10 ada di lantai 1, kelas 11 di lantai 2, dan kelas 12 dilantai 3, selanjutnya ada… Ruang Guru, Kantin, Laboratorium IPA yang terdiri dari Lab Fisika, Biologi, dan Kimia, lalu Lab Komputer, Ruang Sapras (Sarana Prasarana) Perpustakaan, Ruang Tari, Aula, dan yang terakhir Ruang Musik." Mereka berhenti di depan sebuah ruangan, dapat sedikit terdengar lantunan piano yang merdu dari dalam.
"Sepertinya ada yang sedang bermain piano di dalam, kau boleh masuk untuk melihat lihat, aku tinggal dulu ya" ucap Shizune.
"Ne, Arigatou Shizune-san"
Setelah Shizune pergi, ia memutuskan untuk masuk ke ruang musik, namun ketika ia ingin membuka pintu, seseorang dari dalam sudah terlebih dahulu membukanya. Dan betapa terkejutnya ketika ia melihat wajah gadis itu.
"KAU!" ucap gadis itu.
TBC
Thanks for reading! Jangan lupa reviewnya ya, dan juga aku butuh pendapat untuk masalah pairing, bisakah kalian memberiku saran ? aku akan sangat berterimakasih bila kalian mau membantu ! ^-^ Jaa, sampai bertemu di chapter berikutnya.
