Fate

CHAPTER 3

Summary : Dia adalah putra seorang Komisaris, tentu hidupnya akan bahagia, bergelimangan harta dan dipuja – puja, sayangnya ini bukanlah dongeng dimana semua berjalan sesuai yang kita inginkan. Politik, Uang, Kekuasaan, Cinta, siapa sangka semua ini dapat merusak hidup yang bahagia ? Akankah ia berhasil membuat happy ending diakhir kisahnya ataukah semuanya akan hancur oleh kerasnya dunia ? AU. Bad Summary.

Warning : Typo, OOC, OC,Alur Gaje, Mainstream, dll. Don't Like? Don't Read !

XXX

Setelah Shizune pergi, ia memutuskan untuk masuk ke ruang musik, namun ketika ia ingin membuka pintu, seseorang dari dalam sudah terlebih dahulu membukanya. Dan betapa terkejutnya ketika ia melihat wajah gadis itu.

"KAU!" ucap gadis itu.

XXX

"Yo-you're that guy, right ?" tanya gadis berambut pirang itu, namun Naruto hanya menaikkan alisnya.

"Yes, you're the guy that saves me from that bastard. Do you remember me ?" tanya gadis itu kembali.

"Ya, aku ingat kau, Yamanaka-san" jawab Naruto.

"Kau bisa Bahasa Jepang ? dan juga kau mengenalku ? siapa kau sebenarnya ?"

"Iie, Itu tertulis di seragammu" Narutopun mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang music, dan langsung melenggang pergi.

"A-apa ? kupikir ia benar-benar tahu namaku, kau bodoh sekali Ino," rutuk Ino dalam hati.

"Hei tunggu aku belum selesai bertanya ! Kau pikir kau siapa meninggalkanku seenak jidatmu baik disini maupun di Amerika" teriaknya kepada Naruto, namun pemuda itu tetap berjalan pergi.

"Tunggu saja kau, blondie, aku akan mencari tahu siapa kau dan membuatmu menjawab semua pertanyaanku" kata Ino dengan nada kesal.

XXX

Kelas Biologi (XI.I)

TOK!TOK!TOK!

Terdengar ketukan pada pintu ruang kelas itu, menghentikan seorang pria yang sedang mengajar murid –muridnya.

"Masuk," ucap Guru itu, semua matapun seketika terarah pada pintu kelas.

CKREKK !

Pintu itupun terbuka dan masuklah seorang pemuda berambut pirang yang membuat siswa sekelas itu terkejut, iapun sedikit membungkukkan badan pada guru berkacamata itu.

"Ah, kau murid baru itu. Anak-anak hari ini kita kedatangan siswa baru, dan mulai sekarang ia akan menjadi anggota kelas kalian. Silahkan perkenalkan dirimu," ucapnya mempersilahkan Naruto.

"Arigato Himuro-sensei. Hajimemashite, Watashi wa Naruto desu, Yoroshiku onegai shimasu."

"Nah, kau boleh duduk di kursi yang kosong"

"Hai" Naruto pun berjalan ke tempat duduk yang kosong, yaitu tepat di sebelah sebuah gadis berambut merah jambu.

"Kalau begitu mari kita lanjutkan pelajarannya"

"Hei Naruto ! Lama tak bertemu, kau masih ingat aku ?" Gadis berambut merah jambu itu menyapanya.

"Hm, Lama tak jumpa, Sakura" Naruto sama sekali tidak memalingkan wajahnya dan lebih memilih untuk mendengarkan Himuro-sensei yang sedang menjelaskan Genetika.

"Ckckck, sepertinya bahkan matahari di Amerikapun tidak bisa melelehkan sifat esmu itu. Oh, Apakah disana banyak pemuda tampan ?"

"Iie, disana banyak gadis cantik" balas sarkastik Naruto sambil mencatat dibukunya.

"Cih, kau ini ! apakah disana kau diperbolehkan merokok? menggunakan narkoba? Kudengar disana sangat bebas, dan apakah kau pernah melakukan se.."

"Kudengar mulut Himuro-sensei terkenal cukup pedas" Naruto memotong ucapan Sakura dengan satu kalimat yang langsung membungkamnya.

"Bilang saja bahwa kau malu untuk menceritakannya.." gerutu Sakura pelan yang mau tak mau harus diam bila tak ingin merasakan kata kata pedas dari senseinya itu.

XXX

KRIIINGG !

Begitu bel istirahat berbunyi hampir seluruh siswa berhamburan keluar kelas dan langsung ke kantin untuk memuaskan cacing – cacing di perut mereka. Mereka bahkan rela untuk berdesak – desakan untuk segera mendapatkan makanan mereka. Di salah satu meja di kantin itu terlihat beberapa pemuda sudah asik mengobrol sambil menikmati makanan mereka.

"Hei, Keriput apakah kau tau bahwa Naruto sudah kembali ?"

"Hn, aku sudah mengetahuinya karena semua orang membicarakan bocah itu, dan untuk sejuta kalinya ini tanda lahir, BODOH!" seru Itachi sambil menunjuk keripu-upss, tanda lahirnya.

"Mendokusai, itu dia orangnya."

"Hei, kami disini." Kiba berdiri lalu melambaikan tangannya.

"Aku bisa melihatmu, kau tak perlu melambai-lambai seperti orang bodoh." Naruto berjalan menghampiri mereka berempat.

"Bukan seperti tapi dia memang bodoh."

"Diam kau, keriput tua bangka sialan!"

"Dasar kau BA-!"

"Sudah-sudah, kalian ini seperti anak kecil saja. Naruto apa kau mau ramen ?" tanya si gembul kita satu ini, ups, maksudnya Chouji sambil menyodorkan se-cup ramen.

"Thanks, Chou." Naruto pun menerima ramen cup dari chouji dan memakannya.

"Oke, pertanyaan pertama, apa alasanmu pergi ke Amerika dua tahun yang lalu tanpa memberitahu kami, kau tahu, kau mengkhawatirkan kami ketika tidak muncul pada upacara penerimaan murid baru ?"

"You're starting to sound like an interrogation officer Kiba."

"Jangan merubah topik" ujar Itachi dengan wajah serius.

"You're still perceptive as always Itachi" Naruto menyeruput kuah ramennya. "dan alasan aku pergi ke Amerika adalah untuk belajar Bahasa dan Politik."

"Kenapa kau tidak belajar disini saja ? merepotkan"

"Well, itu karen.." ucapannya terpotong oleh seorang gadis yang tiba –tiba merangkul Itachi dari belakang

"Ita-niii ! Hari ini aku pulang denganmu, oke?" gadis berambut hitam itu memasang wajah memelas pada Itachi.

"Kau bermasalah dengan Sasuke lagi ?"

"Cih, lebih tepatnya ia yang mencari gara gara denganku, ia mengolok- olok temanku dan aku tidak terima hal itu," wajah gadis itu memerah karena marah dan ia mengepalkan tangannya.

"Lalu ?" tanya Itachi lagi dengan wajah stoicnya.

"Dia memukul Sasuke, tepat di matanya, dan kurasa bekasnya tidak akan menghilang dalam seminggu," sebuah suara datang dari belakang dari gadis bermata onyx, yang ternyata pemiliknya adalah gadis sebayannya berambut pirang dan bermata hazel.

"Apa benar begitu Yukino?"

"Aww Miko-chan seharusnya kau jangan mengatakannya" Yukino memasang wajah kesal sementara Kimiko hanya memasang wajah innocentnya.

"Naruto?" panggil Yukino yang sadar bahwa ada tambahan satu orang di grup kakaknya itu.

"Hn," terdengar sahutan singkat dari pemuda berambut pirang itu.

"Kapan kau kembali ? Aw, aku sangat merindukanmu !" teriak Yukino yang langsung berlari memeluknya dengan erat.

"Kurasa ia satu –satunya gadis yang tidak tahu berita kepulangan sang pangeran" komen Kiba.

"Urusai Kiba, bilang saja kau iri karena aku tidak pernah memelukmu"

"Apa kau bil.."

"Dia siapa?"potong Naruto yang sontak membuat pandangan mereka semua tertuju pada gadis yang saat ini jadi pusat perhatian pemuda Namikaze itu.

"Ah, iya, aku lupa memperkenalkan nya, ini adalah temanku, namanya Kimiko, Kimiko ini Naruto"

"Senang berkenalan denganmu Naruto-san" ucap Kimiko ramah dengan sedikit membungkukan badanya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?" Naruto mengerutkan alisnya, wajah gadis itu terasa familiar di ingatannya.

"Kurasa kau salah orang , kita belum pernah bertemu sebelumnya," jawab gadis itu sedikit gugup.

"Hentikan Naruto, tatapanmu itu membuatnya merasa tidak nyaman." ujar Yukino.

"Ah, gomenasai." Naruto pun mau tidak mau berhenti menatap gadis itu. Ada beberapa hal dari gadis itu yang membuatnya penasaran. Terutama matanya.

"Because her eyes have the same exact color as HERS

XXX

Arigatou bagi yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan khususnya buat temanku yang sudah membantu dalam menulis chapter ini !

Untuk yang sudah memberi review aku juga sangat berterimakasih, jangan sungkan sungkan untuk memberi kritik dan saran terutama apabila ada kesalahan penulisan, review kalian sangat memotivasi ku !

NOTE : Untuk OC-nya adalah Himuro-sensei (Dia adalah Himuro Reiichi dari serial Toki Meki Memorial), Uchiha Yukino (Dia adalah Yukino dari My Teen Romantic Comedy), dan yang terakhir adalah Kimiko (Dia adalah Saber dari serial Fate/Stay Night).

Sampai bertemu pada chapter berikutnya, Minna !