Chim... Bogosipeo.

YoongiChim

Jimin seketika terkejut dan panik mengetahui Yoongi lah yang mengiriminya pesan. Tak lama kemudian, Jimin memutuskan menelpon nomor pengirim pesan tersebut.

Tut... tut... tut...

Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif

Coba beberapa saat lagi

Haissshhh... molla. Mungkin saja namanya sama. Mana mungkin dia Yoongi. Gumam Jimin.

Dreeeddtthh... dreeeddtthh...

Kali ini ponselnya lebih lama bergetar. Tanpa melihat nama si penelpon Jimin langsung menjawab panggilannya.

"Yeoboseyo. Nuguseyo?"

"Chim... "

'Yoongi-ya' Jimin membantin. Jimin mengecek nomor yang sedang menelponnya saat ini. Benar saja! Ini Yoongi. Yoongi yang menelponku sekarang. Aku harus bagaimana ini?

"Chim... Apa kau masih di sana? Apa kabarmu? " suaranya masih selembut dulu. Tapi apa maksud dari pertanyaannya ini. Apa yang Yoongi ingin coba lakukan sekarang. Apa dia mau membuat proses move on Jimin semakin sulit?

"Chim... Kenapa kau tak menjawab? Oke baiklah kalau begitu. Aku mau berbicara denganmu besok secara langsung ,boleh? Aku akan menunggumu di taman yang sering kita kunjungi. Aku akan menunggumu sampai kau selesai bekerja. Sampai nanti."

Jimin terdiam. Jimin heran kenapa Yoongi tiba tiba datang? Kenapa dia ingin menemuiku sekarang? Kenapa baru sekarang ia menghubungiku? Apa yang dia lakukan selama 5 tahun tanpa memberi kabar sedikitpun padaku? Aaaaa... peduli apa aku. Untuk apa aku peduli pada yeoja yang seperti dia. Jimin bergegas untuk tidur. Berharap kejadian ini hanya ilusi atau mimpi semata.

"Fiuuuhhh... hari ini cukup melelahkan." Waktu menunjukkan pukul 20.30. Jimin sebenernya sangat ingat perkataan Yoongi yang ingin bertemu. Tapi Jimin tidak ingin lagi bertemu Yoongi yang sudah menyakiti hatinya itu. Namun, dilubuk hati yang paling dalam Jimin masih ada rasa sayang yang tersisa untuk Yoongi.

Dreeethhh...pesan masuk.

Jimin-ah aku masih menunggumu. Cepatlah datang. Jebal

Jimin ingin sekali tidak peduli pada Yoongi. Tapi hatinya tak dapat menahan lagi, kerinduan yang sangat dalam padanya. Dengan secepat kilat, ia pun bergegas menuju tempat yang dulu sering kunjungi. Tempat yang penuh kenangan bersama Yoongi.

Mata Jimin dengan cepat mencari sosok yeoja yang sangat dirindunya ini. Persis seperti dulu Yoongi duduk di bangku dekat sungai. Rambut dan penampilannya masih sama seperti dulu.

Jimin pun mendekati wanita itu.

Yo... Yoon...Yoongiyaa...