'dddrrrtttt'

"ne, park chanyeol disini. Nuguseyo?"

"hey, dude. Kau masih ingat aku?"

"maaf, tapi_ tunggu,,, kau kris? Wu yi fan?"

"cih. Ternyata dobi ini masih mengingatku, eoh?"

"sialan kau, kris! Suaramu masih tetap sama seperti setahun yang lalu?!"

"sudahlah, seperti aku tak berkembang saja."

"kkk~ sorry, man. Tapi, ada apa kau menelepon?"

"ucapkan selamat datang padaku, kawan."

"huh?"

"pelatihanku di kanada sudah selesai. Jadi, bagaimana menurutmu?"

"sial, kris! Kau kembali ke korea? Kapan?!"

"kkk~ mungkin besok."

"welcome, man."

"eh, omong-omong, chukkahae."

"wae?"

"pernikahanmu, sialan."

"k-kau tau?"

"tentu, sobat. Cih, dasar licik."

"aku yang mendapatkan istri duluan, man. Salah sendiri kau tidak mencari pasangan sejak dulu."

"tinggal stengah langkah lagi, tapi dia terlanjur salah paham, bodoh."

"terserah. Banyak alasan. Bilang saja kalau grogi, beres."

"sialan kau, chan. Oh ya, lusa kau mulai masuk sekolah, kan? Ucapkan selamat datang padaku lagi, sobat."

"apa maksudmu? Berbelit belit sekali."

"aku akan menjadi pelatih olahraga, mendampingimu mungkin."

"sialan, kejutan lagi."

"tentu. Jadi, kuharap kau jaga baik-baik yeoja manismu, ani, mungkin kelak akan menjadi yeoja mungilku. Bye, dobi~"

TTIIIITTTT

"sial kris! KRIS! Cih, sialan."

.

.


.

Author balik lagi, membawa ff chapter terbaruhhhhhh~ o

Gomaptah for review sblumyaaaa….

Gomaptah, chingu! Tanpa kalian, apa jadinya author~ *nangis, peluk atu-atu*

typo bersamamu, beibih~

story by carlachoi02.

Happy reding~

.

.

Chapter 4: this is trouble!

.

.

.

.

"aku datang untukmu, baby."

Baekhyun sadar. Ia tersentak, mendorong kecil tubuh kris yang tengah memeluknya lembut.

"byunie, aku kembali." Lirih kris tepat dihadapan baekhyun yang tengah menundukkan wajahnya. Malu, karena saat ini ia tengah menjadi pusat perhatian.

"iya, aku,,, aku melihatmu dihadapanku." Balas baekhyun, tak kalah lirih.

"bogoshippeo, byunie~"

Baekhyun hanya diam tak merespon. Sesekali, ia melirik sekelilingnya. Benar! Ia masih menjadi pusat perhatian saat ini! Lihat saja, kris yang memegang bahunya, mengelus rambut dan turun ke pipi chubbynya. Romantis sekali! Baekhyun berharap bisa langsung pingsan ditempat saja!

Dimana chanyeol kita? Oh, kalian tak sadar. Secueknya chanyeol saat ini, itu hanyalah akting. Masih ingat dengan perjanjiannya? HANYA DIRUMAH SEBAGAI SUAMI ISTRI, DAN DISEKOLAH SEBAGAI GURU SISWA.

Wajah sok dingin, tapi hati sudah seperti phoenix. Itulah pengertian yang tepat untuk chanyeol saat ini. Kenapa? Ia kesal? Benci? Emosi? Marah? Atau,,, cemburu? Hanya hatinya yang tau. *author juga:v*. yang pasti saat ini, menatap perlakuan kris pada baekhyun, membuat tangan chanyeol terkepal dalam diam.

"byun haksaeng, tetaplah disana jika kau ingin cidera saat olahraga inti!"

Akhirnya, dia buka suara juga.

"n-ne, saem. Juseonghamnida."

Baekhyun menuruti perintah suaminya –ralat- gurunya. Ia mulai berlari kecil mengelilingi lapangan indoor yang cukup luas ini. Tentu saja dengan kris yg ada disampingnya, bagai stalker saja.

.

.

"baiklah semuanya. Pelajaran kita hari ini sudah selesai. Terus ingat pesan dari coach kris saat melatih kalian tadi! dan jangan lupa, tugas kalian saya kumpul pertemuan berikutnya. Sekarang, silakan bubar."

Kantin, tempat yang saat ini dituju sehun dan baekhyun. Kini mereka duduk di kursi kantin. Se cup ramen dan cofee ice dihadapan sehun. Se cup ramen dan vanilla milk soda ice dihadapan baekhyun.

"selamat makan semuanya."

"oh, sial. Memang, ini suara milik kyungsoo. Tapi, namja yang dibawa oleh kyungsoo lah yang membuat baekhyun . namja blonde china kanada itu, kini duduk tepat disamping baekhyun.

"ah, aku lupa. Baek, aku ambil latte cream dulu di drink stand. Permisi sebentar, kyung, coach kris. Tunggu ya, baek." ujar sehun, mengelus kepala baek sebentar lalu beranjak pergi.

Sehun masih belum kembali juga. Padahal sudah 15 menit. Mungkin antri. Makanan baekhyun saja tinggal setengah.

"bagaimana pernikahanmu, baby? Kau bahagia dengan chanyeol?"

Kyungsoo terdiam, tak lain dengan baekhyun. Kini baekhyun menunduk dan mengucapkan beberapa doa, berharap semua ini hanya mimpi buruk belaka. Ia tak berani mengangkat kepalanya, sadar dengan tatapan kyungsoo seakan ingin mengulitinya.

Ayolaahhh.. ini masih terlalu diniii…

Baekhyun akhirnya bangkit. Ia langsung menarik langan kyungsoo, menuju ke koridor lab. Koridor yang terkenal sepi.

"kyung dengarkan aku dulu, ne?" lirih baekhyun amat lembut.

Menyadari kyungsoo yang terus menghindari kontak dengannya, baekhyun menyendu. Pelan tapi pasti, ia menurunkan tubuhnya hingga lututnya menyentuh lantai. Yap, ia berlutut. Membuat mata belo kyungsoo terbelalak dan langsung memegang bahu baekhyun, menitahkannya untuk bangun.

"kau terlalu dramatis, baek~. aku hanya butuh penjelasan! Bukan ini!" gerutu kyungsoo sembari mengelus jemari lentik baekhyun. Ia tak tahan jika sudah melihat tatapan kosong baekhyun seperti itu.

"aku,,, aku akan menjelaskannya, kyungie~" lirih baekhyun.

"aku,,, aku sudah menikah dengan park saem."

"MWO?! T-TAPI BAGAIMANA BISA, BAEKKI?!"

"daddy dan mommy ku menjodohkanku dengan anak dari sahabat mereka. Dan karena sejak kecil aku diajari untuk sopan dan menuruti perintah orang tua, aku bersedia." Lirih baek, dengan tatapan sendunya. Rapuh sekali. Kyungsoo kini merutuki dirinya sendiri yang main asal tuduh, tanpa mengetahui perasaan sahabat mungilnya.

"baek, aku tak bermaksud_"

"gwenchana, kyungie. Kau sahabatku. Aku membutuhkan bantuanmu untuk merahasiakan ini dari pihak sekolah, kyung. Karena, kalau pihak sekolah tau, chanyeol pasti akan dipecat. Karena, ini sama dengan skandal guru dan siswa." Lirih baekhyun dengan wajah puppy eyesnya.

"yaampun, baekki! Seharusnya kau juga memikirkan dampak yang akan kau terima kalau mereka mengetahui ini!" kesal kyungsoo sembari mengacak rambut hitam lurus sepunggungnya.

"itu artinya aku egois, kyungie~" ujar baekhyun lembut.

"cih. Sudahlah. Banyak alasan, kau. Tinggal bilang saja kalau dia itu suamimu, jadi kau harus melindunginya, beres." Cicit kyungsoo. Baekhyun hanya terkekeh kecil dan menarik tubuh kyungsoo untuk dipeluknya.

"gomawo, kyungie. Kau dan sehun adalah sahabat terbaikku."

.

..


.

..

"wow, baekki. Jadi ini rumahmu dan park saem?" lirih kyungsoo dari dalam mobil.

Yap. Mereka memang pulang bersama, dengan sehun juga sebenarnya. Mereka menaiki mobil yang dikendarai supir pribadi kyungsoo. Sehun sengaja diantar duluan. Dan setelah sampai dirumah baekhyun, kyungsoo dibuat menganga.

Lihatlah bagaimana gerbang raksasa silver itu dibuka oleh satpam. Setelah mobil masuk ke halaman, mereka disuguhi pemandangan indah. Dengan taman bunga berbagai macam warna, dan taman bermain kecil. Juga terdapat kolam ikan ditengah taman bunga. Indah sekali. Rumah minimalis yang terlihat mewah dua lantai dengan dipolesi cat putih dan grey, dan atap warna hitam. Kontras dengan pintu besar berwarna merah maron.

"yasudah, baekhyun. Terimakasih sudah mau membagi ceritamu denganku. Maaf atas sikapku tadi, ne?" ujar kyungsoo setelah mendampingi baekhyun turun dari mobil mercy hitam itu.

"gwenchana, kyungie. Terimakasih mau bekerjasama denganku." Lirih baekhyun sembari memperlihatkan senyuman manisnya.

"baek, aku pulang dulu, ne?" pamit kyungsoo. Baekhyun pun mengangguk, diikuti kyungsoo yang masuk kemobil dan meninggalkan baekhyun.

.

.

'BLAM'

"kau pulang dengan siapa, byun baekhyun?"

Oh my god! Suara berat itu! Chanyeol! Ia menegur baek sembari menyilangkan tangannya dan berdiri santai di tangga menuju lantai dua. Tapi,,, kenapa chanyeol sampai lebih dulu darinya? Shit! Sedaritadi baekhyun tak sadar ia melihat mobil sport putih milik chanyeol terparkir indah diparkiran dekat taman!

"saem? Aku… itu.. aku pulang dengan kyungsoo." Jawab baekhyun dengan nada amat gugup.

Dengan gerakan kilat, chanyeol mendekatinya. menarik dasi baekhyun. Baekhyun yang ketakutan, hanya bisa diam tak berkutik.

"nah, sekarang kita bisa bicara sebagai suami istri." Ujar chanyeol lembut setelah melepas dasi baekhyun. Baekhyun malah menatap chanyeol dari atas hingga bawah. Memang, nametag guru milik chanyeol sudah terlepas. Bahkan tubuh chanyeol kini bersih dan wangi, habis mandi rupanya. Baekhyun menghembuskan nafas lega.

"jadi,,, bisa kau jelaskan, kenapa kau pulang dengannya? Padahal kau tau, tak ada yang boleh mengetahui hubungan kita." Selidik chanyeol sembari memegang dagu baekhyun lembut.

"ne,, aku,, itu…"

"bicara yang jelas, baek."

"kyungsoo,,, dia sudah tau semuanya."

"ba-bagaimana bisa, baek?" memang kaget, tapi chanyeol berusaha terlihat tenang.

"kris,, dia,,,"

"aku tak mau mendengar alasan apapun, baek. kau tau konsekuensi jika pihak sekolah tau tentang hal ini, kan?" ujar chanyeol dengan nada terdengar sadis.

"iya, chan. Aku tau. Kau akan dipecat, chan. Jadi, aku akan berusaha berkorban untuk melindungimu." Sindir baekhyun dengan nada ketus. Setelahnya, ia melenggang pergi kekamarnya dan chanyeol yg ada dilantai dua, meningalkan chanyeol.

"Baekki, tunggu! Dengarkan aku!"

'BLAM'

Chanyeol tak pernah mendengar nada ketus terlontar dari mulut polos baekhyun. Bahkan untuk menyindir seseorang saja, suatu keajaiban bagi baekhyun. Kini? Ia malah berkata dengan nada cukup ketus. Sangat nampak bahwa kini baekhyun memang benar-benar kecewa. Bukan itu yang Chanyeol maksud… ia hanya khawatir kalau Baekhyunlah nanti yang harus dikorbankan hanya demi kisah 'cinta terlarang' mereka yang di dominasi kemauan milik Chanyeol.

.

.


.

.

TOK TOK TOK

Yap. Kini Chanyeol memberanikan dirinya untuk masuk ke kamar baekhyun, setelah cukup 3 jam mereka saling cuek satu sama lain. Awalnya, Chanyeol fikir Baekhyunlah yang salah karena sudah salah faham. Tapi, akhirnya ia sadar bahwa tak sepenuhnya Baekhyun yang salah.

"baek, aku boleh masuk?"

"ini kamarmu, tentu saja kau boleh masuk."

Hati chanyeol tertohok mendengar ucapan lirih setelah ia memasuki kamarnya. Baekhyun dengan air mata yang tetap meleleh. Pakaiannya memag sudah diganti. Sweater katun warna putih dan tentu saja hotpants tetapi dengan bahan kain biasa berwarna dongker. Melipat dirinya, menyembunyikan wajahnya diperpotongan lututnya, lengannya melingkar memeluk betisnya.

Chanyeol mendekat, melepaskan kegiatan Baekhyun. Ia membawa Baekhyun kedalam pelukannya. Mengelus rambut Baekhyun yang acak-acakan karena mungkin sedaritadi Baekhyun terus menjambak rambutnya sendiri.

"hiks,,, yeolli,, aku,, hikss,,, aku minta maaf, yeolli~ hiks~" lirih Baekhyun ditengah tangisannya.

"yeolli marah padaku, kan? Hikss,, aku takut kalau nanti Yeolli membentakku karena berfikir aku berbohong,. Tapi,,, hiks,,, percayalah,,, aku tak membohongi Yeolli~"

Oh, tidak. Jadi,, dari tadi Baekhyun menangis bukan karena kecewa padanya? Atau salah faham? Tapi malahan merasa bersalah?! Sungguh, Chanyeol saat ini berfikir bahwa ia adalah suami terburuk didunia!

"baekki, aku,,, aku tidak marah padamu. Justru aku fikir,, kau,,, kau kecewa padaku. Nada ketusmu tadi,,,"

"hiks,,, tidak Yeolli! Aku tidak kecewa padamu! Aku sangat merasa bersalah,, hiks,, maafkan aku, Yeolli~" isak baek lemah.

Memang benar ternyata. Baekhyun tak pernah menyalahkan orang lain.

"baekki,,, uljimha,, sshhh… aku menyayangimu, jadi sudah jangan bersedih. Aku malah seperti mengancammu dengan perkataanku tadi siang."

"hiks,,, tidak Yeolli…. Aku tidak merasa terancam dengan perkataanmu. Hiks…. Aku malah merasa sangat ceroboh."

"jadi, Kris yang membuat Kyungsoo tau semuanya?"

"iya, yeolli." Masih terdengar suara bergetar baekhyun.

"sudahlah, baby. Uljimha. Yang prnting kau yakin Kyungsoo tak akan menyebarkan berita ini, itu tidak apa. Karena kalau pihak sekolah sampai tau, pasti kau akan kena masalah sampai di drop out. Aku tak mau."lirih Chanyeol sembari mengelus kepala Baekhyun. Tetap memeluknya.

"aku malah takut Yeolli akan dipecat." Cicit Baekhyun sembari mempererat pelukannya

"sudah, baek. jangan mengkhawatirkan aku." Chanyeol merasakan anggukan puppy dalam pelukannya. Ia tersenyum kecil.

"baek, maukah kau menceritakan hubunganmu sebenarnya dengan kris? Ini seperti dirahasiakan dariku. Kita suami isteri, baek. dan kau tau? Perilaku Kris padamu tadi, membuatku ingin mencabiknya." Ujar chanyeol setelah melepaskan pelukannya, diakhiri dengan nada gemas. Baekhyun sdikit terkekeh.

"ne, yeolli. Tapi, jangan salah faham, ne?" ucap Baekhyun lembut.

"geurae."

"it,,, itu,,, dia,,,…


TBC

Nggantung, yeh? :'v

Hossshhh hossshhhh, akhirnya chap ini selesai gujeh/?/. :'v

Makasih yang udah review~

maap author terlalu lama gk update.. karena terjadi suatu problem yang menyebabkan otak author blank buat nyari ide cerita baru.. :"

Review juseyo~ saran juseyo~ pendapat juseyo~

Maaf kalau chapter ini(atau bahkan chapter sblmnya) hasilnya kurang atau bahkan sangat tak memuaskan. :'v karena author ini hanya seonggok daging berjalan yang masih awam dengan dunia ff. bayangin weh,, ini pertama kali author serius nulis ff, loh.. jadi eksklusif~ :'v

Yang udah review, favorite, bahkan follow ff ini dan author, jeongmal gomaptahhh~ :'v

Siders, author berterimakasih atas support kalian dg membaca ff ini. Tapi kalau ngereview, author tambah bersyukur. :'v

Review kalian menjadi energi author untuk publish lagi.

So, review juseyo~

Saranghae, mmmuaahh mmmuaaahhh… *bagi-bagi member exo keseluruh readers~* :'v