Heyhey… :v carla balik again! :'v
Karena ini masih satu bab ama chapter sebelumnya, jadi, mari langsung aja. :'v
.
"ayo putus."
"mwo?! Su-sunbae, apa salahku?"
"tak ada."
"jadi, kenapa kau minta putus?"
"ayolah, Oh Sehun. Kau tidak bosan, 5 bulan seperti ini? Lagipula, sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Kita harus fokus pada hal itu. Kita ini siswa."
"lulu~. Aku tau ada hal lain selain itu, kan? Ayolah~ aku pasti bisa menahannya, lulu~."
"tidak. Tak ada hal lain. Kau mungkin tidak terlalu terganggu. Tapi, aku terganggu. Aku setingkat diatasmu, hun. Aku harus lebih fokus lagi."
"kau terlihat egois jika seperti ini, lu."
"iya, aku egois. Kau tidak tau aku? Baiklah, kalau begitu sekarang kau lebih tau tentang diriku. Selamat."
"lulu~…"
"sudahlah aku pergi dulu. Terimakasih, maaf, selamat tinggal."
"sunbae! Tunggu! Aiissshhhh!"
"tidak ada yang namanya selamat tinggal, sunbae."
.
..
…
.
"jadi… kalian.."
Oh ya ampun. Demi apapun! Baekhyun kini hanya bisa terbata sendiri setelah mendengar penjelasan mereka berdua barusan. Jadi selama ini, status mereka adalah mantan?!
"diamlah, Baekki~ nanti makin banyak orang yang tau! Aisshhh, memalukan…" gerutu sehun sembari memasang wajah memohonnya untuk Baekhyun.
"mwo?! Me-memalukan?! Yak! Jadi selama kau berpacaran denganku, kau merasa malu?!" pekik Luhan tiba-tiba sembari memasang gesture ancang-ancang memukul.
"ampun, sunbae!"
Baekhyun sedikit menarik kedua sudut bibirnya, melihat tingkah dua sejoli dihadapannya ini.
"kalau dilihat lebih dekat, kalian seperti masih pacaran saja. Seperti…. Kode?" ujar Baekhyun, dengan diikuti sebuah tebakan jahil.
"MWO?!"
"ANDWE!"
.
..
…
..
.
.
Kini Baekhyun sedang berada dikamarnya. Berbaring, sembari memainkan iPhone putihnya. Sesekali ia tertawa sendiri. Apa yang dilakukannya saat ini, hm?
'Baek! jangan menertawaiku!' –Sehun-
'kkk~ mian, Hunnie! Aku hanya tidak percaya saja kalau kalian berdua ternyata pernah pacaran. Woah~ ini bisa jadi berita besar, Hun!' –Baekhyun-
Oh. Ternyata sedang bercakap dengan Sehun lewat akun Line nya.
"sedang apa, Baek?"
Oh, matilah kau, Park Baekhyun! Ketahuan sedang berselingkuh, kau!
"eoh, saem, ehhh, Yeol~"
"hhh. Bahkan memanggilku saja kau masih salah."
"Yeol, aku…."
"sudah tak apa. Kau masih perlu pembiasaan."
Dan setelahnya, Baekhyun hanya dapat merasakan aura canggung dikamar ini.
Baekhyun dengan sweater rajut longgar baby pink dan hotpants denim. Chanyeol hanya dengan bathrobe. Bagaimana suasana tidak canggung kalau style mereka saja sudah seperti ini?!
"Baek. aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Kuharap kau menjawabnya dengan jujur, Baek. aku suamimu. Kau tau aku percaya padamu. Jadi, jangan mengecewakanku, Baek." ujar Chanyeol dengan raut begitu serius.
"i-iya." Jawab baekhyun kelewat gugup.
"apakah…. Kris cinta pertamamu?"
Skakmat. Baekhyun terdiam beberapa detik.
"soal itu…. Siapa yang memberitahumu, Yeol."
"sudahlah, Baek. jangan bertanya lagi. Aku bertanya padamu, berharap kau menjawabnya. Bukan mengharap pertanyaan balik darimu."
"aku…iya, benar."
Oh sudah selesai. Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. Chanyeol berniat beranjak dari ranjang. Tapi terhenti dengan Baekhyun yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"maaf, Yeol. Ak-aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Tapi, aku hanya takut kau memperlakukanku seperti ini." Lirih Baekhyun sembari memperdalam pelukannya pada samping perut Chanyeol.
Kata-kata itu. Yap. Itulah yang selama ini Chanyeol nantikan.
"ap-apa kau bilang tadi?". kata-kata Chanyeol yang satu ini sukses membuat Baekhyun melepaskan pelukannya dan beringsut mundur.
Chanyeol beranjak mendekati Baekhyun. Mencoba menatap hazel Baekhyun. Yang didapatkan, hanya sebuah aura kegugupan.
"apa maksud kata-katamu barusan, Baek?"
"it-ituuu…itu hanya sikap hormatku, Yeol. Kau…suamiku sekarang. Aku…harus menghormatimu." Jawab Baekhyun dengan suara super lirih. Chanyeol terdiam. Tersentak dengan kata-kata lirih Baekhyun barusan. Hanya itu, kah? Menghormati?
"kau tau bukan itu jawaban yang kuinginkan, Baek." lirih Chanyeol, kemudian melepaskan Baekhyun. Chanyeol kembali duduk dihadapan Baekhyun.
"aku masih menunggu jawaban selanjutnya darimu, Baek. penjelasan lebih lengkap."
Bagus. Kini Baekhyun terdiam bagaikan anak anjing yang diperintah oleh tuannya.
"itu hanya masalalu. Aku memang pernah menyukainya. Waktu aku masih JHS. Tapi, sebuah insiden terjadi. Kukira, hanya kesalahfahaman. Ternyata_"
FLASHBACK ON
Dua orang sahabat beda gender tengah berjalan bersama sembari menenteng tas ransel mereka. Terlihat dari suasana, sepertinya mereka baru pulang dari sekolah.
"Baekki, hari ini kau mau kemana dengan Kris hyung?" tanya namja berkulit lebih tan.
"entahlah, Kkamjongie. Kata Kris oppa, hari ini kami hanya akan ke appartement barunya dipusat kota. Melihat pemandangan kanada dari kaca jendelanya. Katanya, kaca jendelanya sangaaaaaat lebar~" jelas si yeoja dengan ekspresi amat menggemaskan.
"mwo?! Kau akan ke apparementnya?!"
"ne!"
Diperjalanan, mereka melihat sekumpulan namja kuliahan. Dengan senyuman Baekhyun, sudah dapat dipastikan kalau itu adalah geng Kris. Baekhyun dan Kai berinisiatif mendekati mereka.
Tetapi, bahkan belum dihadapan mereka, Kai menghentikan langkah Baekhyun. Menariknya untuk bersembunyi disamping dinding, agar tak terlihat oleh kumpulan itu.
"kenapa, Kkamjongie?"
"sssttt! Jangan berisik! Mereka terlihat mencurigakan!" ujar Kai, bak seorang detektif.
"c'mone, buddy. Pakailah. Kau tak kasihan dengan anak itu? Dia bahkan belum SHS. Aku tak yakin kalau dia sudah pernah datang bulan. Kau akan jadi lelaki yang kejam."
"sudah kubilang, aku tidak mau. Itu tidak akan jadi nikmat. Aku tak mau memakainya."
"jahat sekali kau, Kris. Ayolah. Ini sangat tipis. Setidaknya, untuk menghalangi cairanmu."
"tidak, sob. Kau kira aku sudah terbiasa dengan ini? Big no! ini pertamakalinya buatku. Aku juga ingin merasakan nikmat, dan ingin dia merasakan nikmat di waktu pertamanya. Aku tak butuh itu, sudahlah."
Sementara Baekhyun mengerutkan dahinya, emncoba mencerna perkataan mereka, kini Kai malah menutup mulutnya sendiri saking kagetnya.
"wae, Kkamjongie?"
"B-Baek…s-sebaiknya, kau jangan pergi ke appartement Kris hyung hari ini."
"waeyo? Aku ingin melihat pemandangan kanada!"
"kumohon jangan, Baekki! Kau sahabatku! Aku tidak mau kau kehilangan kesucianmu!"
Kini Kai bahkan memeluk Baekhyun, seperti akan berpisah 1000 tahun saja.
"maksudmu apa, Kkamjongie?"
"kau mengerti dengan apa yang mereka bicarakan barusan?"
"hmmmmmm, aniya."
Jika saja ini adalah komik, mungkin kepala Kai akan digambar dengan satu tetesan keringat di sisi kanannya. Oh, kenapa sahabat mungilnya ini begitu polos dan lugu?!
"huh, baiklah, Baek. biar kujelaskan."
"ne~"
"yang mereka maksud tadi itu, adalah alat kontrasepsi. Namanya kondom. Jika lelaki menggunakannya, artinya, dia akan bersiap untuk bersetubuh dengan seorang wanita."
"jaaadiiiii?"
"ya ampun, Baek! kau polos sekali! Maksudku, itu artinya dia akan menyetubuhimu! Kau tau? Pelajaran reproduksi di sekolah? Kerjasama yang baik antara pria dan wanita?"
"omo! Eh, tunggu. Tapi, tadi Kris oppa bilang, dia tidak mau memakainya. Jadi, itu artinya dia tak akan melakukannya!"
"tidak, baek! itu artinya, dia akan melakukannya tanpa pengaman! Tunggu, apa kau sudah pernah datang bulan?"
"itu hal privasi, Kkamjongie!"
"ayolah, Baekki! Aku membantumu!"
"hhhmmmm, iya. Dua hari yang lalu baru selesai."
"ya ampun! Aisshhh, jinjja namja brengsek itu!"
"wae?"
"kalau dia melakukannya padamu, kau akan hamil, Baek! ini masih masa suburmu!"
"jeongmal?! Jadi, aku akan punya seorang baby?! Hore! Jadi, aku tidak perlu memakai boneka kalau bermain rumah rumahan! Karena aku punya baby asli!"
"aissshhh, ya tuhan, Baekki!"
"wae?"
"kau disetubuhi, lalu hamil anak Kris hyung. Orang-orang akan membencimu. Kau seperti menjual dirimu sendiri, Baek!"
"t-tunggu, itu terdengar seperti pe…pell… apa namanya?"
"pelacur?"
"ah, ya! Apakah sama artiannya dengan pelacur?"
"benar, baek! nah! Sekarang kau pintar!"
"jadi, aku harus bagaimana?"
"berharaplah dia tak akan melakukannya padamu, Baekki. Kurasa, Kris hyung tak sekejam itu."
ESOK HARI
Kai sedang menemani Baekhyun menyiram tanaman di kebun mini sekolah. Baekhyun memang suka menanam beberapa jenis bunga cantik di kebun ini. Misalnya, bunga Melati, tanaman Vanili, Lavender, Mawar, dan masih banyak lagi.
Tidak. Sedaritadi, Kai tidak bengong. Ia terus memperhatikan raut wajah Baekhyun. Kai amat hafal. Setiap kali Baekhyun menyiram bunganya, wajahnya akan nampak amat bahagia. Tapi, kali ini lain. Bahkan wajah murung Baekhyun sekarang, mungkin akan menyebabkan bunga-bunga layu.
"kau kenapa, Baekki?"
"huh? Aku? Memangnya aku kenapa?"
"wajahmu. Murung sekali. Ada masalah? Ayo ceritalah."
"ah, aniyaa. Gwenchana."
"apakah ini tentang Kris hyung?"
Baekhyun terdiam. Tak tau apa yang harus dilakukan.
"aku…"
"jujurlah, Baekki. Sudah sejak umur 5 tahun kita bersahabat. Aku tau dan hafal kelakuanmu. Dan saat ini, kau sedang terguncang, bukan?"
"Kris oppa, dia…"
.
..
TeBeCeh~
Yehet. Part 2nya di TBC in. tunggu part 3, yeh? Yg sabar, beb… :'v
Review, juseyo~
Kamsahamnida~
