Hey yow…
We're going start, yow.. :'v
.
.
"dia kenapa, Baekki?"
Kini Kai berdiri dari posisinya. Mendekati Baekhyun, memegang lengan baekhyun, dan memasang wajah amat khawatirnya.
"hiks… kkamjongie~"
Bukannya menjawab, Baekhyun malah menarik bahu Kai dan langsung memeluknya erat. Kai yang mulai sadar, segera menarik Baek dan memeluknya kebih erat.
"Baekki~ apa yang dia lakukan padamu?" lirih Kai, sembari mengelus surai indah Baekhyun.
"kau benar, Kkamjongie~ kris oppa… dia… dia melakukannya~" jawab Baekhyun dengan isakan yang terus keluar dari bibir mungilnya.
"MWO?!" kaget Kai, sontak melepas pelukannya dan memegang erat pundak Baekhyun. Menatap mata hazel indah Baekhyun.
"jadi, sekarang kau… sudah kehilangan 'mahkota' mu?" lirih Kai dengan air mata yang hampir keluar dari kelopak matanya.
"a-aniya, Kkamjongie! Aku masih berharga! Aku… aku melawannya." Elak Baekhyun.
"jinjja?! Terimakasih, ya tuhan! Baekki, jangan mau diperlakukan seperti itu. Aku menyayangimu, Baekki. Aku tak mau kau diperlakukan seerti itu oleh siapapun. Jadi, melawanlah." Ujar Kai yang kini tengah memeluk erat tubuh mungil Baekhyun dan mengelus surainya.
FLASHBACK OFF.
Kini mereka berdua hanya terdiam. Baekhyun menatap kebantalnya dengan air mata yang terus berlinang mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Dan Chanyeol yang terdiam menatap wajah sayu Baekhyun, hatinya teriris. Secara tidak langsung, Chanyeol lah yang membuatnya menangis tersedu seperti ini.
"Baek, aku minta maaf." Lirih Chanyeol, menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Hal ini malah membuat Baekhyun menangis dengan suara lega. Baekhyun dapat melepaskan semua rasa sedihnya sekarang. Karena suaminya ada disampingnya.
"gwenchana, Yeol. Hks… kau sangat baik. Aku sangat berterimakasih padamu." Ujar Baekhyun, membalas pelukan Chanyeol.
Kini mereka menjatuhkan tubuh mereka ke ranjang. Artinya, mereka berpelukan dalam posisi berbaring.
.
..
…
..
.
Sudah pagi. Baekhyun mulai menggeliatkan tubuhnya dipelukan Chanyeol. Semalam ia tidur dengan posisi berpelukan. Hmmm… hangat sekali. Tanpa sadar, ia tersenyum sendiri. Mengingat kejaian tadi malam. Chanyeol yang memeluknya hangat, mengelus kepalanya sampai ia tertidur,...
"sudah bangun, tuan putri?"
Oh, sialan. Baekhyun kedapatan tengah tersenyum sendiri!
"ne? i-iya, sudah." Canggungnya~
"kkk~ jangan gugup begitu. Seperti aku adalah penjahat saja. Santai, tuan putri." Ujar Chanyeol lembut, sembari mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Baekhyun dan mengecup kepala Baekhyun.
'dddrrrtttt'
Oh, siapa yang tega merusak pagi indah ChanBaek?
"nugu?"
"Oh Sehun."
Kini mereka terdiam. Baekhyun yang takut mengangkat teleponnya karena tatapan Chanyeol yang mulai sendu.
"angkatlah, Baek. mungkin penting."
"ne."
Baekhyun mulai sedikit memberi jarak. Tetapi tetap berada di ranjang.
"ne, Hun. Ada apa?"
"hey, manis! Sudah bangun? Aku sangat merindukanmu. Padahal baru semalam."
Oh. Betapa bodohnya Baekhyun. Ia menyetel volume ponselnya terlalu keras. Artinya, Chanyeol bisa mendengar suara Sehun yang cukup nyaring itu.
"n-ne. aku baru saja bangun, Hunnie."
"kau mimpi indah, kan?"-
"ya, tentu saja."
"hey. Hari ini sekolah free. Bagaimana kalau kita bolos? Aku sudah menyiapkan tempat kencan yang indah. Kau mau?"-
Kkk~ kalau saja Sehun tau, kini bahkan wakil kepala sekolah ada tepat disamping Baekhyun.
"ne? k-kencan?"
"iya, Baekki~ aku ingin mengajakmu kencan. Mau, ya?~"-
Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Chanyeol. Kini Chanyeol memberi kode, sedikit menggelengkan kepalanya. Tanda bahwa Chanyeol –sang suami- tidak setuju.
"maaf, Hun. Hari ini aku harus menyelesaikan urusanku dengan Park saem. Tugas matematika milikku dan Kyungie, belum diperiksa." –tentu saja hanya sebuah alasan-
"aaa, begitu. Baiklah, mungkin lain kali saja. Tapi, janji. Kau harus mau menemaniku makan siang hari ini."-
"ne, Hunnie. Aku janji."
"arraseo. Bye~"-
'TTTIIITTT'
"berani sekali dia mengajakmu kencan. Kalau saja dia tau bahwa kau sudah seutuhnya menjadi milik Park Chanyeol." Gerutu Chanyeol dengan nada meremehkan.
"hehe. Ehm. Yeolli mandilah dulu. Aku akan membuatkan sandwich. Stelah Yeolli mandi, aku akan mandi."
"baiklah, istri mungilku~" ledek Chanyeol yang kemudian bergegas menuju kamar mandi. Baekhyun hanya dapat ber blushing ria
.
..
…
..
.
"Baek!"
"ne? ah, Hunnie!"
Kini Sehun berlari menuju Baek, memeluk Baekhyun erat, seakan tak mau kehilangannya.
"Hunnie, lepaskan~ aku tak bisa bernafas~"
"wae? Aku sangat merindukanmu, Baekki~ aigoo~" ujar Sehun sembari tetap dalam posisinya.
"kkk~ seperti anak keci saja." Lirih Baekhyun, membalas pelukan Sehun.
"hoy! Dilarang bermesraan disini. Apalagi dengan Baekki-ku. Berani sekali kau."
Siapa itu? Hmmm. Dari stylenya yang seperti anak dancer, dan kulit tan nya, ini Kai.
"memangnya apa urusanmu?" cicit Sehun, dengan mulut dimanyunkan. Ia tak terlalu menganggap serius kata Kai barusan. Karena ia dan kai sudah menjadi sahabat sejak hari pertama Kai masuk kelas.
"urusanku? Banyak! Baekki adalah sahabatku sejak cilik, jadi, dia milikku. Lalu, aku tidak akan membiarkannya bersama lelaki mesum banyak alibi sepertimu."
"MWO?! LELAKI MESUM BANYAK ALIBI? Sebutan macam apa itu? Dan, hey! Biar kutanya, siapa yang lebih mesum?!"
"cih, dasar wajah tembok. Baeki, jangan percaya pada wajah polosnya. Dibalk topengnya, dia sebenarnya berfikiran cukup mesum. Kalau soal mesum, pengetahuannya lebih banyak dariku." Ledek Kai.
"aisshh, sudah! Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan."
Oh, tentu saja. Telinga Baekki kita kan, masih polos.
.
..
…
"Kyung? Bukankah seharusnya kau sedang bersama Baekki?"
"hm? Untuk apa?"
"katanya, tugas matematika kalian belum diperiksa Park saem?"
"heol! Tugas itu bahkan sudah dari minggu lalu! Aku dan Baekki tidak pernah terlambat memasukkan tugas dari Park saem! Bahkan 2 jam sebelum jam pelajaran Park saem, kami akan langsung ke ruangannya untuk mengantear tugas!"
Sehun mengerutkan dahinya. Ada yang tidak beres. Padahal tadi Baekhyun pamit pada Sehun, tepat saat Sehun mengajaknya bolos.
"jadi, sekarang, dimana Baekki-ku?" kini Kai yng bersuara.
"aku tak tau dimana Baekki-mu~" jawab Kyungsoo, kelihatan kesal. Kai sedikit menyeringai.
"baiklah, aku mau mencarinya saja." Ujar Sehun.
"pergilah, Hun. Aku tetap disini saja. Sepertinya ada yang sedang kesal." Sindir Kai, dibalas death glare oleh Kyungsoo.
"arraseo, hyung. Aku pergi. Bye~"
"ne."
.
..
…
….
"dimana Baekki?" lirih Sehun. Sudah setengah jam ia berputar mengelilingi sekolah, tetapi bahkan jejak Baekhyunpun tak ditemukan.
"oh, ya. Mungkin dia sedang menghadap Park saem sekarang!" sadar Sehun, kemudian berlari menuju ruang wakepsek.
.
.
"kau sehat? Kau kelihatan sangat berkeringat. Padahal, AC nya sudah kunyalakan."
"n-ne, saem. Aku..aku sehat"
"sudahlah. Aku tau kau gugup, Baek. santai saja. Sekarang kita disekolah."
"ne, saem. Tapi, saem. Ada apa saem memanggilku kemari?"
"hanya… ingin melihat wajahmu."
"n-ne? s-saem, jangan bercanda~"
"aku tidak bercanda, Park Baekhyun."
.
.
Sehun mendengar semua itu. Ia hanya bisa menahan bola matanya agar tak keluar dari kelopaknya, dan menahan rahangnya agar tak hancur karena mengeratkannya.
Ia melihatnya. Bagaimana Baekhyun yang kini mulai beringsut mundur karena Chanyeol yang mulai mendekatinya.
.
.
"lihat? Aku sudah melepas tanda pengenalku."
'srekk'
"sekarang dasimu juga sudah terlepas. Tidak ada tanda pengenal sekolah lagi, Baek."
"Y-yeol."
"jangan gugup begitu. Kita sudah resmi menjadi sepasang suami-isteri. Jangan gugup, Baek."
.
.
Sudah cukup. Sehun tak tahan. Ia mendobrak pintu, dan menatap Baekhyun dengan tatapan tak dapa diartikan.
"cih. Ironis sekali." Cicitnya, kemudian membanting pintu.
Baekhyun? Kini ia hanya dapat diam mematung. Siapa itu tadi? sehun?
"H-hunnie…" lirih Baekhyun, kemudian merebut dasinya yg dipegang Chanyeol. Lalu berlari mengejar Sehun.
"Hunnie!"
"…."
"Sehun!"
"…."
"OH SEHUN!"
Kini mereka tiba di kelas. Baekhyun mulai menarik kecil seragam Sehun, tetapi tak mendapat tanggapan yang berarti.
"Hunnie, biarkan aku menjelaskannya." Lirih Baekhyun. Lihat apa yang Sehun lakukan sekarang. Ia hanya memakai headphone dengan gerakan begitu santai.
Baekhyun mulai berfikir. Mungkin Sehun sedang butuh waktu untuk sendiri. Jadi, ia mulai meninggalkan Sehun, dan duduk di bangkunya yang berada tepat didepan tempat duduk Sehun.
.
Beberapa menit kemudian, Sehun tiba-tiba bangkit. Yah, memang itu sudah jam istirahat.
.
..
…
Atap. Baekhyun mengikuti Sehun dan tiba ditempat itu. Sehun langsung mendudukkan dirinya dilantai sembari menutup matanya. Perlahan, Baekhyun mendekati Sehun.
"Hunnie~"
"…"
Tak ada tanggapan seperti tadi. Baekhyun hanya menunduk menyesal.
"mau makan bekal bersama? Aku membawa sandwich. Ini enak! Cobalah." Ujar Baekhyun, sembari menyodorkan kotak bekal berwarna Baby Blue.
"…"
Masih tak ada tanggapan. Baekhyun mulai mendudukkan dirinya disamping Sehun. Membuka kotak bekalnya dan memotong sebuah sandwich. Ia menyuapkan sepotong sandwich kecil menuju mulut Sehun, menggunakan garpu.
'sraakk'
Sehun menghempaskan suapan itu. Baekhyun hanya dapat terdiam kaku. Mulai menjatuhkan air matanya. Semarah itukah Sehun padanya?
"kau tak kenal menyerah, ya?"
"Hunnie…"
"kau menolak ajakan kencanku karena kau sdah menikah. Yah, well, itu masuk akal."
"Sehunnie~"
"sangat masuk akal."
.
..
…
TeBeCeh~~~~
Ouh, well.. :'v
Segitu doang.. :'v chap berikutnya, udah masuk bab baru.. :'v
RCL, neh~
Review kalian adalah sumber kekuatan author buat publish lagi.. ;'v dan sumber kekuatan buat bangkit dari stressnya carla ngerjain soal-soal dan tugas:"
So, review juseyo~ ;)
