Hello! :v
Carla balik lagehhh, bawa chap baru. Ini udah masuk bab berikutnya, yah~
Tapi keknya ini juga bakalan carla bikin per part, deh.. :v pokoknya ikutin aje, dah.. :v
Lahh.. untuk yang bilang chapnya kependekan… ini terjadi karena Carla ngebagi per part gitu.. jadi karena masih berhubungan ama chap sebelumnya, Carla pendekin, biar makin panas:v *tawa sadis:'v*
Gomaptah buat review sebelumnya. :') really gomaptah~~~ :'v
Story by CarlaChoi02.
Typo stand by you, beibehhh..
Chapter 6: Please Don't Go.
.
..
…
Sudah seminggu sejak kejadian Sehun menghempaskan sandwich pemberian Baekhyun. Kini Sehun mulai tidak menunjukkan kepeduliannya lagi sama sekali. Kyungsoo, Kai, dan Luhan sudah mencoba memberi penjelasan pada Sehun, tetapi bukannya mengerti, Sehun malah makin marah.
"cih. Jadi kalian sudah tau duluan, tapi menyembunyikannya dariku, begitu? Kalian memang sahabat terbaikku."
Yah, tanggapan seperti itulah.
.
.
..
"masih belum dapat tanggapan dari Sehun?" tanya Chanyeol yang tiba-tiba memegang tangan Baekhyun. Kini mereka tengah berada di taman samping rumah.
"belum. Sepertinya dia sangat marah padaku." Jawab Baekhyun dengan nada amat pasrah.
"dia akan mengerti, Baek. percayalah."
"hiks…"
Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun.
"kenapa menangis, hm?"
"kalau saja aku mengatakannya sejak pertama kali kami bertemu. Pasti tidak akan menjadi sesulit ini. Hiks…"
"hushhh… jangan menyesali apa yang sudah terjadi, Baek. dimana ada kemauan, pasti ada jalan." Ujar Chanyeol lembut, sembari memeluk Baekhyun dan mengelus lembut kepalanya.
.
..
…
..
'dddrrt'
"eoh? Ada pesan masuk."
"siapa?"
From: Bubble Hunnie
Kau mau mejelaskan semuanya, bukan?
Temui aku di taman dekat rumahmu.
"Y-yeol. Aku… aku mau pergi keluar sebentar"
"huh? Kemana? Ini malam, Baek. pasti dingin."
"tak apa, Yeol. Ini sangat penting. Aku pergi dulu, Bye!"
.
..
…
Baekhyun sudah sampai ditengah taman. Ia melihat siluet seorang namja tinggi sedang berdiri membelakanginya. Kemeja denim lengan panjang dark blue, celana jeans hitam, dan sneakers putih.
"Hunnie?"
Namja itu membalikkan tubuhnya, menghadap Baekhyun. Baekhyun berlari kecil menuju Sehun.
"aku tau kau marah padaku, Hunnie. Kau pantas marah padaku. Aku salah karena tidak memberitahumu sebelumnya. Aku…"
"Baekki, pelan-pelan."
Julukan itu. Baekhyun kini dapat tersenyum lega. Tidak seperti kemarin saat Sehun memanggilnya 'Byun Baekhyun' saat menyampaikan pesan seorang guru. Sekarang Sehun memanggilnya 'baekki' lagi.
"jelaskanlah, Baek. apapun yang perlu kudengar."
Dan Baekhyun mulai menjelaskan semuanya pada sehun.
.
"dan, begitulah."
"jadi, awalnya kau tidak menerima ini?"
"begitulah~"
Sehun meraih tangan mungil Baekhyun.
"aku akan memberimu pilihan, Baek. apa kau bersedia memilih?"
"apa pilihannya?"
Sehun mulai mendekat.
"aku…"
Lebih dekat
"atau…"
Tepat dihadapan Baekhyun.
"Park Chanyeol."
Baekhyun tersentak. opsi macam apa itu? Tentu saja Baekhyun bingung. Ia memundurkan dirinya, sedikit memberi jarak.
"jangan takut, baek. sekarang aku terlihat seperti seorang monster." Ujar Sehun dengan sedikit terkekeh.
"aku tak tau harus memilih apa, Hun."
"jangan bingung, Baek. pilih saja. Sesuai kata hatimu. Aku sudah tidak marah lagi. Kau sudah menjelaskannya padaku. Sekarang pilih saja, Baek." ujar Sehun lagi, dengan senyuman tulus.
Hening sejenak.
"kau sahabatku, Hun. Aku…"
Sehun sedikit tersenyum.
"tapi, Chanyeol suamiku."
Kini senyumah Sehun mulai pudar.
"Jadi, apa pilihanmu, baek?" ujar Sehun dengan penuh pengharapan.
…
"aku, memilih Chanyeol, Hunnie. Aku… aku minta maaf."
…
"kau memilihnya karena dia suamimu, Baek?"
Baekhyun sontak mengarahkan matanya pada Sehun. Benar juga. Kenapa hatinya malah memilih Chanyeol secara refleks?
"entahlah, Hun. Kurasa, aku mulai memiliki rasa pada Chanyeol."
Kini hati Sehun amat teriris.
"aku, mencintainya, Hun. Aku… aku minta maaf."
Sehun menarik lengan Baekhyun. Membawa tubuh mungil Baekhyun kedalam pelukan hangatnya. Memang tak sehangat pelukan Chanyeol, tapi, cukuplah.
"aku harap kau bahagia, Baekki." Ujar Sehun, menutup matanya.
Setelah beberapa saat, Sehun melepas pelukan mereka.
"aku pergi dulu, Baek. bye~"
Dan kemudian, Sehun pergi menaiki motor sporty putihnya. Melaju memecah lalulintas kota seoul yang tak pernah tertidur.
"hati-hati, Oh Sehun…" lirih Baekhyun.
BRUMMM
"kau sahabatku, Hunnie…"
BRUMMM
"Park Chanyeol suamiku…"
BRUMMM
"maafkan aku, Hunnie."
BRUMMM
Sehun semakin menambah kecepatan motornya. Melampiaskan seluruh amarahnya pada jalanan kota Seoul.
.
..
…
..
.
"hiks… bagaimana ini, Yeollie…"
"sudah, baek. setidaknya untuk sekarang, dia mulai bisa mengerti, kan?"
Sudah 3jam sejak Baekhyun menangis terisak sedari tadi. ini karena insiden di taman. Sehun memang tampak marah, sedih, dan kecewa. Tapi bagaimana lagi? Apa yang harus Baekhyun lakukan sekarang? Semuanya sudah terlambat.
'dddrrrtttt'
"ada panggilan masuk, Baek."
"hiks… nugu?"
"entahlahh.. tapi, dari nomornya, sepertinya rumah sakit seoul."
"mungkin menanyakan kabar daddy. Apakah daddy belum check up, ya?"
"angkatlah."
"ne, Byun Baekhyun imnida."
"ya. Maaf menyita waktu anda, nona. Kami dari Seoul universal hospital. Apakah anda kerabat dekat tuan Oh Sehun? anda yang berada dipanggilan cepat nomor 1 di ponsel tuan Oh, jadi anda yang pertama kali kami hubungi."
"ya, saya sahabat-tunggu… rumah sakit? Oh Sehun? Apa yang terjadi pada sehun?!"
"tunggu, nona. Tenang dulu. Biar kami jelaskan maksud panggilan kami."
"silahkan."
"tuan Oh Sehun kini sedang berada di IGD karena kecelakaan 2 jam yang lalu. Motornya menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang. Saat ini kondisi pasien…"
"…"
"kritis."
"…k-kritis?!"
"ya, nona. Akan sangat membantu, apabila anda segera datang untuk mengizinkan kami mengambil tindakan selanjutnya."
"tolong segera ambil tindakan! Saya segera kesana! Buat dia bertahan, suster!"
'tttiiitttt'
"ada apa, Baek?"
"ke rumah sakit, Yeollie! Sehun kecelakaan!"
.
..
Mereka sampai di rumah sakit. Bau obat yang khas, dan penerangan maksimal langsung menyapa tubuh Baekhyun sesaat setelah memasuki gedung itu. Baekhyun tak berhenti menangis sedaritadi. Ia terus mengalirkan air matanya, entah merutuki apa.
.
"maaf, nona? Ada yang bisa kami bantu? Anda terlihat bingung?" ujar seorang perawat yang tengah menghampiri Baekhyun.
"Oh Sehun! Korban kecelakaan yang masuk 2 jam yang lalu! Dimana dia sekarang?" timpa Baekhyun, tak ingin buang waktu.
"ooohh, pasien itu? Anda Byun Baekhyun?"
"ya, saya Byun Baekhyun."
"pasien Oh sekarang sudah dibawa ke ruangan ICU. Lukanya cukup parah. Jadi kami mengambil tindakan lebih lanjut, sesuai keinginan anda."
"dimana ruangannya?"
.
..
…
'klek'
"OH SEHUN!"
Baekhyun berlari menuju ranjang tempat Sehun berbaring. Ia tak bisa memeluk tubuh Sehun, karena kini tubuh Sehun dipenuhi gips dimana mana.
Sangat ironis.
Kaki kanannya di gips karena keretakan pada bagian lutut. Tangan kiri di gips karena patah tulang. Lehernya juga diberi penahan. Perban memenuhi tubuhnya. Plester luka memenuhi wajahnya yang dulu amat bersinar.
Dan jangan lupa dengan kabel-kabel yang kini mengelilingi tubuh Sehun.
Kini semuanya sirna. Sehun dalam keadaan kritis. Tubuh yang dulu selalu ia gunakan untuk memeluk Baekhyun, atau sekedar menggandeng Baekhyun. Kini terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit ini. Kini hanya Infus dan oksigen lah yang menemaninya.
"hunnie… gwenchana? Kenapa kau selalu membuatku khawatir, eoh?! Apa yang kau lakukan sekarang? Ayo bangunlah, pabo! Aku disini. Jangan bermimpi terus. Ayo bangunlah!" isakan itu terus keluar dari bibir mungil Baekhyun.
"…"
"hunnie! Sadarlah, kumohon! Hiks.. jahat! Kau bilang, kau menerimanya! Dan, apa yg kau lakukan sekarang, eoh?! Hiks…" ironis. Seluruh isakan Baekhyun tak merubah keadaan. Sehun tetap terbaring lemah disana.
.
"baek. aku yakin, dia pasti akan bertahan. Sabarlah, Baek."
'BRUAKKK'
"OH SEHUN!"
.
"lulu eonni?"
.
"hiks… WAE?! OH SEHUN, SADARLAH, NAMJA PABO!" kini luhan datang dan memukul dadanya sendiri.
Baekhyun sedih melihat keadaan eonninya, Byun luhan. Begitu masuk, Luhan langsung berlutut di samping ranjang dan menangis sejadinya.
"eonni.. jangan sedih… hiks.. sehun akan baik-baik saja.. aku percaya padanya…"
"HENTIKAN BYUN BAEKHYUN!"
Apa itu? Apa yang salah dengan Luhan? Kenapa ia bisa bisanya membentak adiknya sendiri?
"dengar, Byun Baekhyun. Secara tidak langsung, kaulah penyebab semua ini…"
"Byun Luhan-"
"tutup mulutmu, Park Chanyeol! Byun Baekhyun, ani, Park Baekhyun, kau tau? Dia seperti ini karena kecewa padamu. Dia melajukan motornya sembari terus memikirkan hal-hal mengecewakan yang telah kau katakan padanya."
"ak-aku tidak mengatakan hal keji, eonni~"
"siapa yang tau, huh? Bisa saja kau bilang padanya, 'jangan mendekatiku', atau semacamnya? Kau penyebab semua ini, Baekhyun! Sekarang, menyingkirlah dari kehidupannya! Jangan membuatnya tambah sengsara lagi! Pergi!"
"eonni_"
"KUBILANG PERGI!".
Tatapan itu. Tatapan penuh amarah yang tak pernah diberikan Byun Luhan pada Baekhyun sebelumnya.
.
.
.
TBC~…
Nahhh… jadi ini part 1 nya. Part 2 nya ditunggu, yaaa~~~
Carla mau minta maap kalo telat banget update:" taulahh, tugas menumpuk, dan ujian udah menemani:'v
Tapi tetap usahain buat update pas senggang kok:')
Oiyaa.. aku pengen nanya pendapat readers, nih…
Enakan mana, yaa?
Si sehun meninggal, trus Luhan jadian ama Kris. Trus ChanBaek direstuin ama Sehun sebelum dia meninggal, dan hidup bahagia.
Atauuuu…. Sehun bertahan, trus jadian ama luhan. Kris balik ke kanada untuk ngurus perusahaan dan menikah ama new chara. Chanbaek hidup bahagia karena gk ada gangguin lagi.
Lebih sexyan mana, ders? :'v
Bantuin carla buat milih alurnya, yeaaahhh… :*
RCL, jan lupa, nee.. ;)
Silent readers? Kutetap menantiiii…~~~ :"vs
