Naruto membuka matanya secara perlahan ketika ia merasakan ada sinar matahari yang mengusik tidurnya, kepalanya sedikit terasa pusing serta badan terasa pegal karena posisi tidurnya yang tak nyaman.
"Hoaamm,, sepetinya aku tertidur dimeja belajarku lagi!" gumam Naruto sambil bangkit berdiri dan membuka lebar pintu jendelanya "Hah, sudah pagi yah, mimpi semalam memang aneh!" lanjut Naruto menggaruk-garuk kepalanya dengan rambut yang acak-acakan.
Naruto kemudian berjalan kearah kamar mandinya, tapi sebelum itu ia meraih ponsel miliknya dan menatapnya sebentar "Hah, sudahlah mimpi itu tak usah dipikirkan!"
"Ohayou raja mesum, apa kabarmu dipagi yang cerah ini!"
"..."
Naruto cengo melihat sosok gadis virtual dalam ponselnya yang tengah menyapanya dengan senyuman mengejek serta bertolak pinggang dengan angkuhnya.
"TIDAAAAAKKKKKK!"
Dan Naruto pun langsung histeris dipagi yang cerah ini.
.
.
.
.
INTERNET POSITIVE-GIRL VS HENTAI-MAN
.
.
.
.
"hei orang mesum, ingat ya kau harus membawaku kesekolahanmu hari ini!" ucap Hinata dengan melipat tangan didada, sedangkan Naruto yang sudah berseragam sekolahan lengkap tampak acuh saja dengan ocehan Hinata yang sedari tadi mengganggu indra pendengarannya. Naruto kemudian meraih ponselnya dan berbicara dengan Hinata didalamnya.
"Cih, memangnya untuk apa?" Tanya Naruto jengkel.
"Sudah jelaskan, aku akan mengawasi setiap aksi mesum mu dan mencegahnya dimasukkan ke blog-blog cabul milikmu!" Jawab Hinata
"Oh, jadi begitu ya kau bilang kalau kau bisa keperangkat apa saja sesukamu, selama itu terhubung dengan koneksi internet dan koneksi jaringan seluler iya kan?" Tanya Naruto lagi dengan seringaian tajam, sepertinya Naruto berhasil mengetahui sesuatu "kalau itu memang bisa kau lakukan, bukan hal yang sulit jika kau tinggal berpindah tempat saja kesekolahanku tanpa harus memintaku membawa ponselku dan kau bisa langsung ada disana sebelumk aku!" Lanjut Naruto dengan ekspresi penuh kemenangan.
Hinata mendengus kesal "cih, tak kusangka kau menyadarinya, salah satu batasan kondisiku adalah hanya bisa berpindah tempat dalam radius 300 meter saja!" ungkap Hinata.
"Hahaha, jadi begitu.. sepertinya dengan bantuan koneksi internet pun tak cukup membantumu yah, kasihan sekali Cuma bisa bergerak bebas sejauh 300 meter saja ahahahaha...!" ejek Naruto dan kemudian menaruh kembali ponselnya diatas tempat tidur.
"Nah, selamat bersenang-senang virtual gila, sekolahku dari sini jauhnya 2 Km loh!" ejek Naruto sambil membuka pintu kamarnya meninggalkan hinata yang sudah sangat-sangat kesal.
"Dasar sikuning mesum itu, awas saja kau akan kubalas dengan ini!".
Naruto turun dari kamarnya dengan bersiul-siul kecil. Ia merasa benar-benar menang atas Hinata yang tak bisa berpindah perangkat lebih dari 300 meter dari ponsel Naruto.
"Ah ohayou, kau sudah siap berangkat yah?" sapa seorang pria paruh baya yang mirip dengan Naruto. Tampaknya pria itu sedang mengetik sesuatu di laptopnya diatas meja makan. Naruto ikut duduk disalah satu kursi disana sehingga posisi mereka berdua berhadapan.
"Ohayo ayah, sepertinya ayah masih sibuk yah?" tanya Naruto melihat sang ayah tampak serius mengetik diatas keyboard laptopnya.
"Ia ayah masih harus mengirim beberapa email penting ke beberapa teman kerja ayah dikantor!" jawab Minato tersenyum.
BIIPP...BIIPP...
Minato tampak sedikit bingung dengan icon aneh yang muncul disudut kiri layar laptopnya, karena penasaran ia meng-kliknya "Sepertinya ada sesuatu yang masuk disini!" gumam minato.
"ah.. paling itu spam atau iklan tak berguna, ayah seperti tak tau internet saja yang sekarang iklannya lebih banyak dari pada halaman link iru sendiri!" Ucap Naruto dan memakan sepotong roti kemulutnya.
"Iya, mungkin juga sih tapi...!" Minato membaca beberapa kalimat dalam icon yang telah dibukanya tadi.
"Hapus saja!" kata Naruto mulai malas dan mengambil segelas susu dan meminumnya.
Minato melanjutkan "Kata tulisan ini blog mesum dengan nama erokyuubi telah terhapus dan diblok permanen oleh internetpositive!"
BRRUUSSHH...!
Minato tiba-tiba terkejut melihat naruto yang tiba-tiba saja main sembur sembarangan, untung saja tak ada korban seburan air susu dari mulut Naruto.
"Kau kenapa Naruto?" Tanya Minato bingung.
"Y-yah... tidak apa-apa hanya saja susunya sedikit asin hahahaha...!" jawab Naruto gaje, ia sangat terkejut bagaimana mungkin Hinata tau kalau blog mesum itu miliknya, dan ditambah lagi sudah dihapus katanya 'Gadis virtual gila, apa yang dia lakukan dengan blog milikku?' teriak Naruto dalam hati.
"Hebat juga, program internet positive sepertinya terdengar bagus!" ucap Minato kemudian membaca pesan kedua yang masuk dari icon tadi.
"Y-yah,, memang hebat ya!" Balas Naruto berkeringat dingin dan kembali minum, tapi kali ini air yang diminumnya adalah air putih.
"pesan kedua bilang blog dengan nama hentai-shuriken juga telah hilang dari dunia maya, sayonara kepala kuning mesum!"
"BRRRUUUSSSSHHHH..."
Minato lagi-lagi terlonjak kaget oleh ulah Naruto yang tiba-tiba saja meyemburkan air dari dalam mulutnya, namun untung saja lagi-lagi tak ada yang jadi korban semburan maut Naruto.
"K-Kau tidak apa-apa Naruto? Apa kau sedang tak enak badan?" Tanya Minato khawatir dengan kondisi aneh anaknya yang tampak depresi.
"a-aku tidak apa-apa, air putihnya tersasa pahit!" jawab Naruto dongkol setengah mati,
Yang barusan dihapus hinata tadi itu adalah blog mesum kedua milik Naruto dan kedua blog itu sering mendapat banyak kunjungan oarang-orang mesum yang ingin mengunggah gambar mesum atau video.. ah.. sudahlah :v
'sial bagaimana bisa ia menemukan server milikku?'
BIIPP..BIPP..
Icon lambang + itu kembali berkedip, tanpa pikir panjang minato meng-kliknya. Dan muncullah sesosok gadis moe didalam layar monitor dengan berpakaian kemeja tanpa lengan warna biru tua sedangkan kedua tangannya dibalut manset warna biru muda, rambutnya diikat ala twin tail mengenakan rok agak pendek dan bagian kaki tampak memakai kaos kaki panjang meskipun tidak jelas dimata Minato karena gadis moe itu dari lutut kebawah kakinya hanya seperti serpihan-serpihan data saja.
"Wah.. liat ini Naruto, bukankah gadis virtual ini tamapak sangat cantik ia bergaya mirip Hatsune Miku nih!" Seru minato kegirangan sambil memutar layar laptopnya kearah Naruto.
"Eh?"
.
.
Krikk..kriik..krikk..
.
.
"Ohayou minna, aku adalah gadis virtual dari internet positive yang akan memblokir semua yang berbau mesum, teh-hee!" ucap sosok itu dengan mengedipkan sebelah matanya
.
BRAKKK...BRAAK...BRAKK..DUAGHH..DUAGGHH..
"Woaa... apa yang terjadi padamu nak? Kau tidak apa-apa?" teriak Minato panik karena tiba-biba saja tanpa alasan yang jelas Naruto langsung membentur-benturkan kepalanya sendiri diatas meja.
"TENANG SAJA AYAH, AKU TAK APA-APA HAHAHAHA...!" teriak Naruto dan langsung berlari secepat kilat kembali kekamarnya dilantai dua. Sedangkan sang ayah hanya bisa terheran-heran melihat ke anehan anaknya. Minato kembali menatap layar laptopnya.
"Wah, sudah hilang yah?"
Sementara itu..
""woii.. apa yang kau lakukan hah? Dan pada blog ku juga" teriak Naruto langsung mengambil ponselnya setelah tiba dikamar. Hinata perlahan-lahan muncul dibalik salah satu icon bergambar O merah dalam ponsel Naruto.
"Heh, aku kan sudah bilang, bawa aku kesekolahanmu, jika tidak aku bisa melakukan yang lebih dari pada ini!"
"S-sial, kau sudah keterlaluan!" ucap Naruto kesal
Hinata memainkan browser berlogo huruf O merah dan memantul-mantulkannya beberapa kali layaknya pemain basket "karena itulah bawa aku kesekolahanmu, mengerti!"
Naruto semakin kesal dibuatnya namun ia berusaha tetap tenang menghadap perlawanan Hinata. Menarik nafas panjang Naruto berucap "Dasar bodoh, aku tak punya apa-apa lagi yang bisa kau pakai untuk mengancamku, jadi untuk apa aku menuruti perintahmu Virtual gila!"
giliran Hinata yang menghembuskan nafas pendek " Hahh, kau masih keras kepala juga, bagaimana dengan ini!" Hinata menampilkan beberapa foto dibelakangnya membuat Naruto kembali berkeringat dingin.
"A-apa yang akan kau lakukan dengan itu?" tanya Naruto karena isi foto-foto tersebut adalah gambar dirinya yang tengah setengah telanjang.
Hinata dengan ekspresi malu-malu yang dibuat buat dan sambil memeluk salah satu icon kamera berlogo 360, ia berkata "meskipun aku hanya bisa berpindah dari ponsel ini dalam jarak 300 meter, tapi sebenarnya itu bukan masalah, aku bisa menyebarkan foto-foto ini ke orang-orang pembawa ponsel yang masuk dalam jangkauan ku!"
"Apa? Kau benar-benar mengancamku tahu!" seru Naruto "cih, tapi tak apa, sebarkan saja aku tidak takut!" lanjut Naruto menantang. Lagi pula Naruto merasa tak ada yang perlu ditakutan karena semua isi foto tersebut hanya menampilkan dirinya yang bertelanjang dada saja dan ia masih memakai boxer.
"Sunguh?"
"Y-yah, silahkan saja!"
"Kau tidak takut hm?"
"S-siapa takut!"
Adu intimidasi terus berlanjut diantara keduanya hingga beberapa saat 'tak apa, difoto itu aku masih memakai boxer, jadi aman-aman saja' ucap Naruto dalam hati dan berusaha tenang.
Kali ini Hinata memainkan icon logo petir didalam ponsel Naruto "hei kau tahu ero-kun, kemarin sewaktu aku menghapus semua koleksi berhargamu di komputermu, tanpa sengaja aku menemukan aset yang berharga yang bisa aku pakai untuk menundukkanmu?"
"A-apa maksudmu?" tanya Naruto
"Mungkin kau lupa menghapusnya atau kau memang berniat untuk menyimpannya sebagai kenangan, yang jelas foto ini sangat memalaukan loh jika disebarkan!" Hinata mulai ancamannya lagi.
"Heh, memangnya apa, fotoku dengan memakai boxer lagi yah? Silahkan saja aku ti-tidak ta-takut!" balas Naruto sambil membuang muka.
"Yang ini bagai mana?" Hinata menampilkan foto yang dimaksud, sedangkan Naruto yang bercucuran keringat memutar bola matanya menatap gambar yang muncul dibalik punggung Hinata.
"KKYYYAAAAAAGGGGHHH...!"
Naruto luar biasa shok melihat foto yang dikiranya sudah dihapusnya dulu.
"Ara-ara, sudah kuduga foto memalukan ini akan berguna!" ucap Hinata kegirangan melihat muka Naruto yang sudah tampak depresi berat.
Bagaimana Naruto tidak depresi kalau itu adalah foto yang memang benar-benar memalukan, dalam gambar itu Naruto sedang memakai pakaian dalam wanita dan berpose layaknya wanita nakal, Naruto ingat betul kapan ia mengabadikan moment laknat tersebut,
itu terjadi ketika 5 bulan yang lalu, saat itu Naruto diam-diam mengambil pakaian dalam ibunya dijemuran dan mengenakanna didalam kamar, setelah itu iseng-iseng ia memotret dirinya sendiri menggunakan kamera laptopnya untuk sekedar lucu-lucuan. Tapi entah kenapa ia sendiri lupa menghapusnya dan kemudian melupakan keberadaan foto tersebut.
"Jadi, bagaimana? Bawa aku atau yang ini kusebarkan?" ancam Hinata
"Arrgghh.. baiklah..baiklah.. akan kubawa kau kemana pun, kau puas?" teriak Naruto frustasi. Ia kemudian menaruh ponselnya disaku bajunya dengan hinata didalam ponselnya dan mulai menuruni tangga untuk berangkat kesekolah.
Naruto mengambil ponselnya dalam saku dan tampaklah Hinata didalam sedang tidur-tiduran dengan santai sambil bersandar di salah satu icon aplikasi ponselnya 'Cih, liat saja Virtual gila aku pasti akan menyingkirkannmu!' ucap Naruto dalam hati
'hm, aku akan membuatmu tak berkutik dihadapanku ero-kun!' ucap Hinatadalam hati
Adu deathglare pun terjadi, Naruto bahkan tak peduli ketika melewati ayahnya yang tampak semakin heran melihat anaknya terus menatap marah pada layar ponselnya sendiri.
"ada apa dengan anakku?"
.
.
...BERSAMBUNG...
.
.
.
FREE TALK :
Hedeh... membingungkan ya? Maaf jika ceritanya mulai membosankan, dan memang cerita yang aneh, heheheh
Oh ya, chapter dua ini alurnya aku ambil sedikit dari filem jepang yang judulnya sayang sekali aku lupa :v dan film itu juga kebetulan menceritakan drama comedy antara manusia penggila internet dengan gadis virtual (sayangnya aku benar-benar lupa judulnya apa hiks,,hiks,,) padahal filmnya bagus loh, meskipun endingnya nyesek -_- apa lagi saat sigadis virtual melupakan sang pria setelah mati-matian mengabulkan keinginan sang gadis yang terobsesi menjadi virtual idol nomor satu.
Beuh.. kebayang ga tuh, dilupakan begitu saja setelah menghabiskan waktu bersama dengan banyak kekonyolan? Dan mirisnya di ending film si pria hanya bisa melihat sang virtual yang sudah jadi idol dari layar besar tengah kota sambil tersenyum dan berkata "Aku beruntung pernah memilikimu dan aku tak menyesal karena sudah mengenalmu" dan si pria pun melangkah pergi dengan senyum yang tetap melekat diwajahnya (entah apa artinya)
Jiahh... judulnya apa sih? Aku cari di google kok susah amat?
END FREE TALK
Jawab review :
-Hanzama : iya nih, sampai-sampai aku sudah beli kaosnya hahahaha
-onpu885 : sipp.. tapi maaf ya kalo lama
-rizkikartika1053 : SIAAPPP
-megane gals : hohoho kamu mau juga dihapus filenya?
-esya. 27. Bc : ssttt.. masih rahasia dong hehehe
-Uzumaki kyukyu : maap author gak kuat ngetik lama
-Azu-chan Naruhina : hits sampai-sampai saya kesulitan buka anu :v
-Tetsuya : hei, ketemu lagi kita hehehe yoss tanks kalo dibilang ga mainstrum hehehe
Yoshh... sekian dulu chapter yang ini, dan sampai ketemu lagi di chap selanjutnya
