Naruto berjalan menuju sekolahannya dengan mood yang berantakan, betapa tidak sampai detik ini ia merasa terus-terusan kalah telak dari gadis virtual yang dianggapnya gila, belum lagi naruto tidak tahu virtual gila itu datang dari mana. Yang ia tahu bahwa gadis virtual itu tiba-tiba saja muncul dilayar ponselnya.
"Hei ero-kun, kenapa wajahmu kusut begitu hem? Padahal ini masih pagi!"
Luar biasa…. Naruto tambah kesal mendengar suara wanita dikupingnya yang berasal dari sosok virtual yang ada dalam ponselnya. Ini benar-benar bencana, sosok gadis virtual yang bernama Hinata itu terus-terus saja meledek Naruto sepanjang perjalanan menuju sekolah.
"DIAAAMM… apa kau mau membuatku tampak seperti orang gila yang membentak ponselnya sendiri hah?" Teriak Naruto pada Hinata dalam ponselnya. Hinata malah senyum-senyum aneh "Ternyata selain kemesumanmu yang keterlaluan, kebodohanmu juga tak kalah parahnya!"
Cikuk!
Suara urat kekesalan muncul dikening Naruto "apa maksudmu mengataiku bodoh?" Tanya Naruto berusaha menahan emosinya yang siap meledak kapan saja. "huh, maksudku adalah kau cukup menaruh ponselmu disaku baju seragammu dan agar aku tetap bisa bicara denganmu kau cukup memasang headset dikupingmu itu, nah.. dengan demikian orang-orang yang melihatmu akan berfikir bahwa kau sedang menelepon seseorang!" terang Hinata dengan panjang lebar dengan santai "kau mengerti tidak?" lanjutnya.
Naruto sebenarnya tak ingin mengikuti saran Hinata, namun ia pikir apa yang dikatakan Hinata ada benarnya juga, akhirnya dengan ogah-ogahan naruto memasang headset dikupingnya yang terhubung lamgsung dengan ponselnya yang ia taruh disaku bajunya dibagian dada kiri, persis arahan Hinata barusan. Secara kebetulan ukuran kantong didada seragam Naruto terlihat cocok untuk ukuran ponsel Naruto dan layar ponsel tersebut sedikit menyembul keluar dibagian atasnya sehingga Hinata didalamnya bisa dengan leluasa melihat keluar.
"hehehe, kau juga ternyata penurut ero-kun!" ucap Hinata tersenyum puas.
"Urusai!" Sahut Naruto sambil mengantongi kedua tangannya disaku celana dan berjalan lagi menuju sekolahannya.
SKIP
Naruto kini telah sampai tepat di pintu masuk sekolahnnya, ia sedikit melirik kesana kemari untuk memastikan keadaan aman, setelah dirasa aman ia berlari-lari kecil menuju kelasnya. Naruto melakukan tadi bukan tanpa alasan, ia tahu betul kalau sebagian siswi disekolahan masih mengincarnya untuk dihajar beramai-ramai tentu saja hal ini berhubungan dengan aksi nekatnya kemarin merekam aktifitas para siwsi di toilet khusus wanita.
Naruto berjalan disepanjang koridor dengan harap-harap cemas dalam hati ia berdoa agar tidak bertemu dengan segerombolan siswi yang diintipnya kemarin, Hinata yang dari tadi kebingungan dengan tingkah Naruto pun bertanya "Hoi, apa yang membuatmu berjalan seperti sedang dikejar sesuatu?"
"Diam, kau tak perlu tahu dasar virtual gila dan jika sudah dikelasku nanti kau jangan berbuat yang aneh-aneh mengerti?" ingat Naruto.
"Yah, itu tergantung dari sikapmu padaku!" sahut Hinata dengan santai, sedangkan Naruto hanya bisa mendecih kesal mendengarnya.
Naruto kemudian berhenti didepan salah satu ruangan "Nah, ini ruangan kelasku ingat jangan berbuat yang macam-macam dan aku juga tidak akan mengganggumu!" Hinata meihat-lihat sekeliling dan berkata "baik..baik .. ero-kun!"
Naruto berniat melangkah masuk ruang kelasnya namun sebuah teriakan wanita yang terdengar menakutkan tiba-tiba saja mengusik kuping Naruto "NARUTOOOO… AKU PUNYA URUSAN DENGANMUUU..!" pemilik suara itu terus berlari kencang mendekati Naruto yang sudah pucat pasi.
GREP!
Kerah baju naruto ditarik dengan kasar.
WUSSS..!
Kemudian dengan satu gerakan berputar tubuh Naruto diangkat dan dibuat melayang
BRAAKK!
Dan berakhir dengan tubuh Naruto yang terbanting keras dilantai hingga Naruto tak bisa berbuat banyak karena semuanya dirasa terjadi begitu cepat. Belum puas melempar naruto, gadis tersebut kembali mendekati Naruto yang sebenarnya sudah langsung KO dilantai setelah habis di smack down tadi.
"Kamera kecil yang kutemukan kemarin dibawah mejaku itu punyamu kan?" ucap gadis itu sambil menunjukkan sebuah kemera kecil yang sudah remuk ditangan kirinya sementara tangan lainnya meraih kerah baju Naruto "ayo mengaku dasar mesummm..!" lanjutnya menarik kembali kerah baju Naruto lebih keras dan hendak memukul wajah Naruto namun terhenti ketika tiba-tiba saja bokongnya serasa ada yang meremasnya.
Gadis itu menoleh kebelakang dengan wajah memerah dan benar saja apa yang ada dalam pikirannya, bokongnya sedang diremas oleh orang yang sedang ia tarik kerah bajunya, ia merasa cukup lengah karena membiarkan Naruto berada dibawah tubuhnya padahal ia sudah tahu bahwa Naruto punya 1001 cara untuk melakukan hal-hal mesum sekalipun saat sedang terdesak seperti ini.
"Ba-ba- BAKEMONOOO… HENTAIII..!" teriak gadis itu dengan muka merah padam.
WUUUSS..!
Dan sekali lagi tubuh Naruto dilemparkan dengan garang. "Da-dasar binatang mesum..ap-ap-aapa yang kau lakukan hah?" ucap sigadis dengan menahan malu yang luar biasa "akan kubunuh kau!" lanjutnya sambil menyiapkan tinju andalannya.
"Tu-tunggu Sakura-chan, kau salah paham aku tidak berniat mengintipmu!" ucap Naruto mengangkat tangannya dan gadis yang bernama Sakura itupun menghentikan langkahnya. Naruto bangkit secara perlahan-lahan dari lantai ia juga tak menyangka kalau kamera yang ia pasang bisa dengan mudah ditemukan Sakura dan lagi ternyata kemarin Sakura bertukar tempat duduk dengan gadis target pengintipan Naruto yang bernama Shion, gadis yang lumayan memiliki bentuk tubuh yang menggoda dimata Naruto.
"Ukhh..yang ingin kuintip kemarin itu bukan kau tahu!" kata Naruto sambil memegangi kepalanya yang ngilu terbentur lantai tadi "lagipula aku tak ingin mencari masalah denganmu, salahmu sendiri yang bertukar tempat duduk kemarin dengan Shion!" lanjut Naruto
" jadi maksudmu ini semua salahku hm?" Tanya Sakura menahan kekesalannya.
"Yah, secara teknis sih iya, dan asal tahu saja aku tak ada niat mengintip pantsu milikmu dan jika sedang diruang ganti aku juga tak berniat mengintipmu!" ucap Naruto yang tak menyadari aura seram sudah mengumbar ditubuh sakura karena Naruto bicara sambil membelakanginya.
"apa maksudmu?" Tanya Sakura lagi dengan aura yang semakin mengerikan yang sayangnya tak disadari Naruto. "Maksudku sudah jelaskan? Kalau aku tak ada niat melihat dada hampamu itu ditambah lagi jika diremas pun pasti tak ada rasanya, mungkin seperti sedang menyentuh tulang rusuk secara langsung dan-..!"
BRUAKK..KRAAAKKK..!
"AAARRGGHHH…!" Naruto hanya bisa berteriak keras ketika rahangnya serasa berpindah dari tempatnya terkena tinju Sakura dan tulang belakangnya seolah dilipat habis dengan satu gerakan. Sakura memang terkenal kuat apalagi ia termasuk jagoan sekolah dalam hal karate dan sering mewakili sekolahan mengikuti event-event bela diri se-jepang.
"Ada lagi yang ingin kau ucapkan Na-ru-to?" ucap Sakura semakin menakutkan, meski Naruto sudah tahu akan berakhir seperti ini namun entah mengapa Naruto sangat suka menggoda Sakura dan selalu membuat Sakura mencak-mencak jika berada didekat gadis berambut pink itu. Mungkin karena mereka sudah saling kenal dari masa kanak-kanak.
Yap, singkat cerita Naruto dan Sakura sudah berteman sejak mereka masih kecil. Mereka dulu selalu menghabiskan waktu bersama dengan bermain sepanjang hari, jadi tak salah jika Naruto sangat tahu betul apa yang bisa membuat Sakura marah-marah dan apa yang disukai Sakura dan banyak lagi. Begitupun sebaliknya, Sakura sudah paham betul sifat Naruto yang satu ini namun entah mengapa Sakura sendiri tak pernah bisa membenci Naruto meskipun ia selalu jadi korban keisengan Naruto, marah sih iya, tapi jika sampai membenci itu tak pernah.
"tu-tunggu Sakura-chan, aku tak akan mengulanginya lagi!" ucap Naruto dengan pucat pasi melihat tinju Sakura yang siap mendarat diwajahnya. "Dasar mesuuumm..!" teriak Sakura dan langsung melayangkan tinjunya, hanya saja tiba-tiba saja terhenti karena sebuah suara menginterupsi aksi Sakura.
"Hoi, pasangan aneh sampai kapan kalian seperti itu?" Sakura dan Naruto menoleh kearah sumber suara secara bersamaan. Tak jauh dari tempat mereka, sosok pria seumuran mereka berdiri dengan ekspresi wajah datar dan mengantongi kedua tangannya disaku celana. Rambutnya yang ala emo itu sedikit berayun mengikuti arah tiupan angin kecil yang numpang lewat.
Sakura kesal sedangkan Naruto kegirangan karena selamat dari amukan Sakura, tanpa basa-basi lagi Naruto segera menjaga jarak dari jangkauan Sakura.
"Yo, teme terima kasih pertolongannya dan selamat pagi hehehe!" Sapa Naruto cengar cengir. Pemuda yang disapa Teme itupun hanya memasang wajah malasnya sambil membalas "Hn, masih hidup juga kau dobe, dan jangan panggil aku seperti itu, aku punya nama dan itu adalah UCIHA SASUKE!"
"Hehehe jangan begitu teme, kau sendirikan sering memanggilku Dobe jadi kita impas kan?" Sahut Naruto dengan tatapan menantang kearah Sasuke
"Hn, itu karena kau memang orang bodoh!" balas Sasuke tak mau kalah dan melemparkan tatapan sinisnya.
"Dan kau memang sialan!" ucap Naruto
"Hn, Dobe!"
"cih, Teme!"
"Dobe!"
"Teme!"
Sakura sweatdrop sendiri melihat Naruto dan Sasuke adu mulut sambil menempelkan jidatnya satu sama lain dengan aura suram. Sakura bahkan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku kedua pemuda dihadapannya karena entah sejak kapan Naruto dan Sasuke saling menyapa dengan sebutan aneh seperti itu.
Berbeda dengan Sakura, Naruto mengenal Sasuke sejak kelas satu SMP, namun meskipun begitu keduanya sudah seperti saudara sejak saat itu, hanya saja mereka sering ribut meskipun masalah yang diributkan hanyalah hal sepele, namun tak pernah sampai merusak hubungan baik keduanya. Intinya Naruto, Sakura dan Sasuke adalah sahabat yang akrab satu sama lain (meskipun konyol).
"Hei sudah..sudah.. pelajaran hampir dimulai sebaiknya kita segera masuk kelas atau kita akan kena hukum!" Ucap Sakura melerai pertengkaran kedua sahabatnya dan menjewer kuping Naruto serta menarik paksa memasuki ruangan kelas, meninggalkan Sasuke yang hanya bisa melihat Sakura yang memaksa Naruto masuk ruangan kelas dengan cara menjewer kupingnya dan Naruto yang hanya bisa berteriak kesakitan.
"apa yang kau lakukan Sakura-chan ini sakiittt..lepaskan!"
"Berisik, kalau tidak kupaksa masuk kau akan bolos lagi kan?"
"Memangnya kenapa Sakura-chan?"
"Diam dan masuk!"
"Ittaaii… sakit Sakura-chan!"
Pertengkaran kecil Sakura dan Naruto masih terdengar sayup-sayup dikuping Sasuke dan kemudian tak terdengar lagi, Sasuke tetap berdiri ditempatnya tadi, sampai akhirnya Sakura berteriak dari dalam kelas.
"Sasuke, mengapa berdiri disitu terus ayo cepat masuk!" Sasuke tak bergeming, namun ia tersenyum tipis, jika boleh jujur Sasuke sedikit iri pada Naruto, ia tak bisa seakrab itu dengan Sakura meskipun mereka sudah kenal lama, sebenarnya Sasuke bisa memaklumi fakta bahwa Naruto dan Sakura adalah teman semasa kecil sedangkan dirinya hanyalah sosok yang muncul diantaranya setelah mereka masuk SMP dulu.
Dan hal yang terpenting lagi, Sasuke memendam sesuatu yang tak bisa diungkapkannya, sebuah perasaan yang dirasakannya semenjak duduk dibangku SMP.
Menarik nafas pendek Sasuke berjalan masuk keruangan kelas dan menatap senyum Sakura yang tengah bercengkrama dengan siswi lain. Cukup lama Sasuke menatapnya hingga akhirnya ia menyudahinya karena suatu hal yang dirasa tidak mungkin terjadi nantinya.
Yah… jika boleh jujur, Sasuke sudah menyukai Sakura sejak mereka masih SMP. Namun bagaimana dengan Sakura?
-=-=-=-=-=-=-= BERSAMBUNG-=-=-=-=-=-
FREE TALK :
Yoo… lama ga update nih hehehe dikarenakan author mulai ada bisnis kecil-kecilan nih hihihi… bisnisnya sih ga jauh2 dari yang namanya dunia anime, jadi FFn jadi terbengkalai deh.
Tapi don't worry bisnisku ga sesibuk yang kalian bayangkan kok jadi fic ini akan tetap aku selesaikan.
Dan… mengenai cerita fic ini aku kasih sedikit spoiler deh buat kalian disini akan nada cerita segi 4 yang akan menghiasi konflik persahabatan Naruto Hinata Sakura dan Sasuke.
Dan… tentang siapa Hinata sebenarnya akan saya bongkar sedikit demi sedikit hehehehe oh ya, ada yang pernah nonton MIDORI NO HIBI?
Yap,, segitu aja dulu ARIGATOU! :D
Nb: map blom sempet balas review kalian
