"Bagaimana keadaannya?"
"Ah, dia baik-baik saja anda jangan khawatir!"
"Dia tampak bahagia meskipun terbaring seperti itu!"
"Yah, ia tampak sangat bahagia!"
.
.
.
.
INTERNET POSITIF GIRL vs HENTAI-MAN
Genre : romance, fantasy, comedy, friendship
Disclaimer : masahi kashimoto
Author : retsuya02
.
.
.
Di hari minggu sinar matahari secara perlahan lahan mulai menyinari seisi kota konoha, kicauan burung terdengar Saling bersahutan, udara dingin lumayan menusuk kulit sehingga membuat sebagian orang enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya, begitupun tokoh utama kita yang bernama Uzumaki Naruto yang tingkat kemesumannya sudah tidak diragukan lagi, bahkan sangat terlihat jelas dari ekspresi wajahnya bahwa ia sedang bermimpi yang tidak-tidak, bahkan air liurnya terlihat menetes beberapa kali.
Dalam mimpi Naruto mendapati dirinya dikelilingi oleh gadis-gadis seksi nan cantik serta menggoda,tak henti-hentinya tangan-tangan dari para wanita tersebut terus membalai tubuh Naruto apalagi disertai bisikan-bisikan nakal yang membuat naruto semakin menikmati mimpi mesumnya.
Naruto tak sadar bahwa sedari tadi tingkahnya diatas tempat tidur ada yang memperhatikan dengan ekspresi wajah jijik, setiap ia melihat Naruto berubah posisi tidurnya muncul keringat segede biji salak dikepalanya, dan sosok itu adalah Hinata sendiri.
Dari dalam layar computer, Hinata hanya bisa terus-terusan swetdrop melihat tingkah aneh dari Naruto ketika tidur, namun karena sudah tak tahan melihatnya, muncul ide iseng untuk mengerjai naruto agar terbangun.
Hinata memulai aksinya dengan mendownload lagu rock yang lumayan berisik jika diputar, kemudian Hinata mengaktifkan software mp3 dan meyetel lagu tadi namun sebelum itu Hinata sudah membuat volumenya kandas, tak tangung-tanggung Hinata juga berpindah ke perangkat computer lain milik Naruto yang ada disampingnya dan melakukan hal yang sama, Hinata tak perlu heran melihat beberapa perangkat computer didalam kamar milik naruto karena selain seorang NEET nanggung, jangan lupakan kalau Naruto itu adalah admin dari beberapa blog hentong meskipun sudah di blok oleh Hinata, dan situs terakhir yang di 'hancurkan' Hinata adalah fak*ku net.
Kembali ke aksi Hinata, kini setelah persiapan telah selesai Hinata siap mencari ritme lagu yang tepat dari lagu yang sudah di putarnya tadi, dengan ekspresi wajah psikopat Hinata mengaktifkan semuanya secara bersamaan dan…..
.
JREEENNGGG…JRREENNNGG... BADUM TSSS…
.
"UWWAAAARRGGHH…!" alangkah terkejutnya Naruto ketika kupingnya dicemari oleh lagu yang ekstra berisik dari computer miliknya hingga hanya satu lompatan saja Naruto berlari kearah jendela dan berteriak "KEBAKARAAAAANNNN…!"
"BAHAHAHAHA… RASAKAN ITU!"
Naruto cengo sejenak ketika music berhenti dan digantikan dengan suara tawa dari seorang gadis yang berada didalam komputernya. Naruto kemudian menoleh kearah sumber suara dengan tatapan geram "Dasar virtual gila kubunuh kau!" Naruto melangkah kearah komputernya dan melepas semua colokan colokan listriknya "nah, sekarang kau mati virtual sialan!" gumam Naruto tersenyum licik.
"yuhuuu… aku disini ero-kun!"
Sudut siku-siku muncul dikepala Naruto setelah mendengar suara Hinata dari dalam ponselnya yang ia letakkan di atas mejanya ia lupa jika Hinata bisa berpindah tempat dari ponselnya keperangkat lain dengan bantuan koneksi internet atau jaringan telepon sejauh 300 meter, tanpa pikir panjang Naruto meraih ponselnya dan menatap Hinata dengan gusar "Jadi, kau mau main-main denganku ya!" ucap naruto menahan amarahnya.
"kalau ia memangnya kenapa hm?" Hinata justru menantang dengan melipat tangan didada dan kembali melanjutkan kalimatnya"Kalau kau berani denganku aku akan-…"!
SREEKK..!
Hinata tak jadi menyelesaikan kalimatnya karena Naruto langsung mencopot baterai ponselnya segera, seingga ponselnya pun mati total dan sosok Hinata pun juga hilang. Dengan ekspresi penuh kemenangan Naruto tertawa ala psikopat yang baru saja membunuh korbannya "hahahaha… selamat tinggal virtual sialan, jangan berfikir aku takpunya akal untuk menipumu, aku hanya perlu memusnahkan ponsel ini dank au juga akan ikut mati hyahahahaha!"
Naruto benar-benar merasa diatas awan dan sudah berhasil menyingkirkan Hinata dari hidupnya,sambil membawa ponselnya, ia kemudian berjalan keluar kamarnya dan turun kelantai dasar rumahnya, setelah itu ia berjalan keluar rumah dan berhenti di tempat sampah didepan rumah "Nah, dengan begini tak akan ada lagi virtual aneh dan gila yang mengganggu hidupku fufufu!" dan Naruto pun membuang ponselnya kedalam tempat sampah. Setelah itu ia kembali masuk kerumahnya dengan bersiul-siul ceria.
Diruang makan Naruto bertemu ayahnya yang tampak sibuk membaca Koran digital hari minggu dilaptopnya sambil meminum segelas teh hangat, "selamat pagi ayah!" sapa Naruto sambil membuka kulkas dan mengambil sepotong roti dan mentega disana, setelah itu ia pun mengambil posisi duduk dikursi berhadapan dengan ayahnya.
"Yo, selamat pagi Naruto, tumben pagi-pagi sudah bangun, padahal kan ini hari minggu!" Balas ayah Naruto aka Minato.
Naruto mengunyah rotinya kemudian menelannya "Yah, tadi ada gangguan kecil tapi sudah tidak apa-apa aku sudah bereskan!". Minato agak bingung "Gangguan?" namun Naruto hanya tersenyum dan kembali memakan rotinya, terlihat sekali jika naruto sangat senang hari ini.
Kenyang dengan sarapan rotinya Naruto berniat kembali kekamarnya "aku kekamarku dulu!" pamit Naruto dan langsung berlari kecil menaiki tangga meninggalkan ayahnya yang masih sibuk membaca berita di internet. Minato hanya mengangguk sekali karena ada yang menarik perhatiannya didlam layar laptopnya.
Sementara itu, Naruto didalam kamarnya merasa benar-benar bebas sekarang ia kemudian berbaring ditempat tidurnya sambil melihat gambar majalah mesum yang belum sempat ia buka semenjak kedatangan Hinata kedalam ponselnya. Muka Naruto langsung berubah mupeng ketika melihat deretan gambar-gambar setengah telanjang disetiap halaman majalah tersebut. Tapi sayup-sayup ia bisa mendengar suara teriakan ayahnya dari bawah.
"Naruto… virtual cantik yang tempo hari muncul lagi dilaptop ayah loh!" teriak minato kegirangan karena baginya virtual itu terlihat berbeda menurut Minato ia tampak benar-benar hidup. "Kali ini dibawahnya muncul pesan yang katanya 'jika dalam hitungan waktu 10 detik aku tak diambil, maka dengan terpaksa akan kutampilkan gambar buram ini! ' tapi… apa maksudnya yah?" Minato bingung dengan maksud pesan itu "Eh, gambar apa ini? Seperti ada yang berpose aneh didalam!"
.
DRAP..DRAAPP…DDRRAAPP…WUSSS…!
.
Minato tambah luarbiasa dibuat bingung, tapi kali ini bukan dari pesan atau gambar buram itu, melainkan suara derap kaki dari Naruto yang berlari kencang menuruni tangga dan langsung keluar, tak sampai disitu kuping Minato bisa mendengar suara kotak sampah yang sedang diobrak abrik isinya oleh Naruto, Minato tak mengerti mengapa anaknya jadi kalang kabut begitu dan tak tahu mengapa naruto dengan wajah panic menumpahkan seluruh isi tempat sampah yang di ambilnya.
Tak sampai 5 detik, Naruto sudah kembali kehadapan Minato dengan menggenggam ponselnya, Naruto tampak ngos-ngosan, minato swetdrop "ad-ada apa denganmu nak! Belakangan ini kau jadi aneh!" tanya Minato. Namun Naruto malah menjawab dengan suara parau "aku sudah mengambilnya… jadi singkirkan gambar itu!" dan untuk kesekian kalinya Minato lagi-lagi dibuat bingung.
Naruto memutar laptop ayahnya hingga berhadapan dengan dirinya "Se-sebenarnya apa yang terjadi nak?" Tanya Minato agak ketakutan
"Tidak apa-apa ayah, ini hanya perangku!" Jawab Naruto dan menatap kesal pada layar laptop Minato, naruto bisa menebak dalam hati jika Hinata tadi langsung berpindah tempat menggunakan koneksi internet ayahnya sehingga bisa meretas laptop tersebut.
Sementara itu meski mendapat deathglare dari naruto, sosok Hinata didalam malah bersantai-santai sambil menjulurkan lidahnya ditambah lagi dengan senyuman mengejek. Naruto kini sudah dipuncak amarahnya, namun sayang ia harus bisa menahannya, demi reputasi dan harga dirinya.
"Lihat saja, suatu saat nanti akan kubuat kau menyesal!" bisik Naruto pelan dan malah disambut dengan ekspresi mulut menguap dari Hinata dan menepuk-nepuk pelan bibirnya yang terbuka lebar. Naruto rasanya ingin menangis, sudah berapa kali ia menderita kekalahan.
Naruto menaruh kembali laptop ayahnya, dan melangkah dengan kesal menaiki tangga menuju kamarnya, sementara Minato hanya bisa geleng-geleng kepala, minato kembali focus ke layar laptop.
"Wah.. sudah hilang lagi ya!"
.
Sementara itu dikamar Naruto
Naruto membentur-benturkan kepalanya sendiri didinding ia frustrasi dan Naruto benar-benar hampir dibuat gila, ia sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyingkirkan Hinata, namun tetap saja hasilnya seperti melempar boomerang, melihat kondisi Naruto seperti itu Hinata justru terkikik geli. Dan saat ini Hinata sudah kembali kedalam ponsel milik Naruto karena tadi sudah diaktifkan lagi.
Sementara Naruto masih sibuk dengan depresinya Hinata ingat sesuatu yang sempat ia potret menggunakan kamera ponsel Narutokemarin disekolah, Hinata mencari foto tersebut dan tak butuh waktu lama ia menemukannya dan menampilkannya dilayar. Gambar difoto tersebut adalah sosok wanita berambut merah muda.
"Oi, ero-kun,, boleh aku tahu ini siapa?" Tanya Hinata penasaran. Naruto menoleh "Hei, dari mana kau mendapatkan foto ini?" Naruto malah balik nanya.
"kemarin disekolahmu, sewaktu kau dibanting oleh gadis ini aku mau Tanya dia siapa, sepertinya kau akrab sekali dengan dia?" Terang hinata.
"Cih, kukatakan padamu ya, pertama : dijepang mengambil foto seseorang tanpa ijin itu adalah tindakan yang tidak sopan tahu dan kedua-..!"
"Hoo.. jadi merekam aktifitas wanita didalam kamar ganti itu bukan tindakan tidak sopan ya?"
"Ngeh, kalau itu beda, itu tuntutan pekerjaan!"
"pekerjaan yang mesum?"
"URUSSAII!" Naruto berteriak kesal karena sedari tadi ucapannya selalu ditanggapi Hinata, "Yang lebih penting lagi, memangnya ada apa dengan foto Sakura, dan memangnya mengapa jika kami akrab?" lanjut Naruto bertanya.
"Tidak ada, aku hanya penasaran saja!" balas Hinata.
Naruto duduk ditepi tempat tidurnya sambil membawa ponselnya dan mulai menjelaskan "aku dan Sakura sudah berteman sejak kami masih kecil, dari taman kanak-kanak hingga SMA kami selalu disekolah yang sama, sewaktu kecil aku tak punya teman bermain selain Sakura, oleh karena itu tak salah kan jika kami akrab!"
Hinata tersenyum tipis namun ada sesuatu yang ia sembunyikan dibalik senyuman itu dan tentu saja Naruto tak menyadarinya. "Teman masa kecil ya!" gumam Hinata.
"Yah, dia satu-satunya teman masa kecilku, memangnya kenapa? Sepertinya kau cukup penasaran?"
"Tidak apa-apa!" Ucap hinata tersenyum ia kemudian bersembunyi dibalik logo aplikasi bergambar rubah "Sudah kuduga kau tak ingat lagi!" gumam hinata pelan tanpa bisa didengar oleh kuping Naruto
Sementara Naruto sedikit bingung mengapa Hinata tiba-tiba seperti itu, Naruto merasa jika Hinata terlihat kecewa tapi entah masalah apa.
.
.
.
=-=-=-=-=-=-=BERSAMBUNG=-=-=-=-=-=-=
.
.
.FREE TALK :
WOOWW… apa ya maksud hinata dengan kalimat terakhirnya, mungkinkah ada hubungannya dengan masa lalu naruto dan Hinata?lalu kenapa hinata jadi virtual seperti itu? Hehehe simpan rasa penasaran anda, tapi… kalo kalian perhatikan free talk chapter kemarin saya rasa kalian pasti sudah bisa menebaknya kenapa Hinata jadi sosok virtual karena 30% aku bocorin disana loh.
Oh ya, hampir lupa fic berikutnya yang bakalan update adalah EVERIDAY LIFE WITH YANDERE GIRL dan sekedar bertanya nih, sebenarnya ada yang masih berharap ga sih fic ku yg judulnya PENGEMBALA KEHIDUPAN dari akun lama untuk di up?
Itu aja terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya,….
Balasan review :
-setya566 : kan emang dadanya terlihat hampa hahahah
- byakugan no hime : ga dong wkwkwkwk tapi nanti ada kok siapa yang ada dibalik semua ini.
- tetsuya : yo.. ketemu lagi kita, map ya kalo kelamaan.
Dan terima kasih juga buat kalian
The kidsno oppai, indigorasenggan23, anitaa hyuuga, herp, vynza, dll
_arigatou_
