INTERNET POSITIF GIRL VS HENTAI-MAN
Genre : fantasy, romance, comedi friendship
Disclaimer : Masashi kashimoto
Author : retsuya02
"Tadaima…!"
Naruto setengah berteriak ketika memasuki rumahnya, ia baru saja pulang dari sekolahnya. Namun Naruto merasa sedikit aneh karena hanya suara seperti benda jatuh yang terdengar dikupingnya. Padahal biasanya jam segini ayahnya belum pulang dari kantornya.
"Apa ayah sudah pulang yah?" gumam Naruto sambil melepas sepatunya kemudian berjalan memasuki ruang makan. Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat ayahnya tergeletak dibawah lantai, sepertinya ayahnya baru saja terjatuh dari tempat duduknya. Dengan panic Naruto berteriak
"AYAAHHH… KAU KENAPA?" Naruto segera memangku kepala sang ayah yang terlihat setengah sadar dan lemah, "SIAL, SIAPA YANG MELAKUKAN INI?" teriak Naruto kemudian.
Sementara minato hanya bisa melihat wajah anaknya sambil menangis "Na-Naruto, a-anakku.. maafkan ayahmu ini, hiks…hiks.. ayah rasanya akan pergi duluan!" ucap Minato lemah.
"Tidak ayah… jangan mati.. aku mohon jangan mati.. hei…!" Naruto berkali kali menepuk-nepuk pipi sang ayah, berharap ia bisa tetap terjaga. Namun sepertinya percuma, Minato saat ini tampak tak bisa tertolong lagi.
"AAYAAAAHHHH….!" Teriak Naruto sambil memeluk tubuh tak berdaya minato. Isakan demi isakan terdengar dari bibir naruto. Dengan taangan bergetar Naruto menaruh perlahan kepala sang ayah yang dipangkunya tadi di atas lantai. "aku Janji ayah, aku akan mencari siapa pelakunya dan akan membalaskan dendammu!" ucap Naruto ditengah isakannya.
Naruto mengusap semua air matanya, ia kemudian menatap sekeliling ruangan, tak ada yang aneh, tak ada tanda-tanda buruk, kecuali…
Bulu kuduk Naruto tiba-tiba saja merinding pada suatu objek yang dilihatnya, sepiring sayuran tumis yang terlihat lezat diatas meja makan dan sedikit tumpahan kuah disampingnya. Naruto mendekati tumis itu dengan tatapan horror. Tak terelakkan lagi firasat buruknya semakin buruk saja
"Ma-masih hangat!" gumam Naruto setelah menyentuhnya "Tak salah lagi, ayah pasti sudah mencicipi tumis ini dan beracun!" gumam Naruto dalam hati dan mulai berfikir ala detektif.
"tapi, apa memang karena ini? Jika ini diracun pasti pelakunya langsung ketahuan kerena sang pelaku tidak akan mungkin meminta langsung kepada ayah untuk memakannya, ditambah lagi.. sayuran ini masih hangat, itu juga berarti sipelaku belum terlalu jauh melarikan diri, atau mungkin… masih berada disekitar rumah ini, yah… tidak salah lagi!" Naruto tetap pada pose detektifnya dan terus menerka-nerka dimana sipelaku bersembunyi.
.
.
.
.
30 MENIT KEMUDIAN….
Naruto masih saja tetap berdiri tegak dan berpose ala detektif yang sedang berfikir.
Karena penasaran dan tak menemukan jawaban pasti Naruto pun akhirnya memutuskan mencicipi tumis yang sudah dingin itu, ia mencolek sedikit kuahnya dan memasukkan kedalam mulutnya.
BRRAAAKKK…!
Suara sesuatu yang jatuh diatas lantaipun terdengar keras diruang tersebut, dan suara itu ditimbulkan oleh tak lain dan tak bukan dari tubuh naruto sendiri. Yah.. Naruto baru saja ambruk kelantai setelah mencicipi tumis tersebut. Meski Cuma secuil rasa yang dirasakan Naruto dijarinya namun cukup untuk membuat pandangan Naruto langsung kabur dan ambruk. Naruto sempat kena stroke dilantai sebelum akhirnya bangkit kembali dengan gerakan patah-patah.
"Cih, tak salah lagi, masakan rasa setan ini… masakan rasa setan ini…milik…!"
"ara… Naruto-kun, kau sudah pulang yah? okaeri…!"
"IBUUUU…. SUDAH BERAPA KALI KUBILANG UNTUK TIDAK MEMASAK WOIII…!" Teriak Naruto pada sosok wanita berambut merah yang tampak baru muncul dari pintu ruangan makan mereka, ditangan wanita itu tampak beberapa kantong plastic yang berisikan bahan makanan. Dan wanita tersebut adalah Kushina alias istri Minato alias ibunya Naruto sendiri. Ia baru saja pulang membeli lagi persediaan bahan makanan dirumah.
Kushina malah menempelkan jari telunjuknya dibibir dan memiringkan sedikit kepalanya "aree.. nande desu ka?"
"NANDE 'NDAS MU… lihat berkat masakan ibu, sekarang nyawa ayah dalam bahaya tahu!" Teriak Naruto lagi sambil menunjuk tubuh Minato dilantai yang tampak sudah berbusa mulutnya dan kejang-kejang.
Kushina hanya menunduk melihat tubuh suaminya dengan tatapan tanpa dosa "Kukira tadi dia lagi tidur setelah makan!"
"MAU MATI WOII.. MAU MATI… BUKAN LAGI TIDUR!" untuk kesekian kalinya Naruto berteriak lagi sambil mengebrak-gebrak meja . Ia heran mengapa ayahnya bisa jatuh cinta dan menikah dengan ibunya yang notabene nya sangat buruk dalam hal memasak dan memiliki kepribadian herp yang agak telat kalau berfikir.
"Cih, kalian ini, berisik sekali aku dan ibu baru kembali dari rumah kakek tapi sudah mendengar suara keributan seperti ini!" sebuah suara wanita lain mengiterupsi kekesalan Naruto, ia kemudian menoleh kearah sumber suara.
"kau yang berisik, dan kenapa kau membiarkan ibu yang memasak hah?" sahut Naruto pada sosok gadis yang lebih tua dua tahun darinya, gadis itu memiliki warna rambut yang sama dengan ibunya dan memakai kacamata, namun sifatnya sedikit dingin dan terkesan cuek. Wanita itu adalah kakak perempuan Naruto yang bernama Karin.
"Jadi maksudmu aku saja yang memasak hah?" ucap Karin santai sambil bersandar didinding dan melipat kedua tangannya didada.
"Bu-bukan seperti itu maksudku!" jawab Naruto kikuk.
"kalau begitu ya sudah!" ucap Karin sambil berlalu pergi menuju kamarnya sendiri. Naruto hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Wajah naruto terlihat tak bersemangat ditambah lagi ketika ia menatap ibunya yang berjongkok disamping tubuh sang ayah yang masih pingsan dan menggunakan jari telunjukknya untuk menusuk-nusuk pipi suaminya dengan polos.
Meski berbeda kepribadian namun Karin sama buruknya dengan ibunya jika dalam hal memasak, itu sebabnya Naruto tak ingin jika kedua wanita ini memasak untuknya. Intinya, dikeluarga naruto ada dua perempuan namun keduanya tak berguna dan jika dalam hal memasak. Sebaliknya, masakan mereka sangat berbahaya.
Itulah yang jadi alasan mengapa sang ayah lah yang mendapat tugas untuk memasak, bukan karena apa-apa, tapi ini demi umur yang panjang.
SKIP
Naruto mengerang frustrasi didalam kamarnya ia tak menyangka dua minggu berlalu dengan cepat, Karin dan ibunya memang habis berlibur dirumah sang kakek di luar kota selama 2 minggu, itu sebabnya Naruto dan ayahnya merasa aman merdeka selama waktu itu. Mereka tak perlu mati kesal setiap harinya melihat kelakuan ceroboh ibunya dan terbebas dari masakan rasa setan yang bisa mengancam nyawa mereka setiap jam makan tiba.
Sekarang Naruto benar-benar keberuntungan tak berpihak lagi padanya dan mungkin untuk selamanya. Setelah kedatangan gadis virtual gila, kakak dan ibunya juga sudah kembali dari masa liburannya.
"Arrgghh… kenapa semuanya jadi begini?" umpat naruto kesal "Oh, ya ngomong-ngomong soal kesialan, dimana virtual sialan itu? Dari tadi aku tak melihatnya muncul di ponselku!" lanjut Naruto sambil melihat layar ponselnya.
"Oi, virtual gila kau disana?" ucap Naruto memastikan. Untuk beberapa saat hening. Namun kemudian layar Naruto menyala sendiri dan menampakkan sosok gadis disana.
"Apa Memangilku? kau rindu padaku hem?" sahut Hinata menopang dagu.
"Cih, rindu apanya, kau dari mana saja biasanya kau akan menambah kekesalanku tiap harinya, kau tidak berbuat sesuatu yang macam-macam kan?" Ucap naruto.
"pertama, aku tidak kemana-mana , kedua.. selama kau tidak berbuat sesuatu yang mesum, maka aku juga tidak akan melakukan apa-apa terhadapmu dasar NEET mesum!" Sahut Hinata bernada malas.
"Huh, dasar virtual gila, tapi baguslah kalau begitu!" Ucap Naruto menaruh ponselnya dimeja belajarnya dan berbaring ditempat tidurnya kemudian menutup matanya "aku mau tidur siang dulu!"
Beberapa menit kemudian tak ada lagi suara dikamar Naruto karena pemiliknya tengah tertidur pulas dan Hinata hanya melihat wajah tidur Naruto dengan senyuman tipis. Setelah itu Hinata menghilang dari ponsel naruto dan berpindah ke ponsel seseorang yang ingin ditemuinya.
Sementara itu dikamar Karin…
Gadis berkacamata itu sedang asik membaca novel favoritnya, namun kegiatannya terrhenti ketika layar ponselnya menyala dan menampilkan sosok wanita aka Hinata didalam. Karin tersenyum dan meraih ponselnya
"Lama tak berjumpa Hinata-chan!"
..
.
.
BERSAMBUNG..
