INTERNET POSITIVE GIRL VS HENTAI-MAN
Genre : fantasy, romance, comedy, ecchy
Disclaimer : Masashi kishimoto
Author : retsuya02
Naruto terbangun tepat jam 7 malam, sejenak ia menguap lebar dan mengusap matanya untuk melepas sisa rasa ngantuk yang masih menyelimuti tubuhnya. Semenjak ia bersama gadis virtual yang mendiami smartphone miliknya, Naruto memang tak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Yah.. apa lagi kalau bukan aktifitas mengelola blog mesum miliknya.
Gadis virtual itu telah menyapu bersih server pribadi miliknya, lengkap dengan alamat-alamat email langganan Naruto yang setia menunggu kiriman link video maupun gambar laknat dari gadis-gadis yang direkamnya dalam kamar ganti hingga kamar kecil. Tentu saja setelah Naruto mendapat bayaran dari sang pemesan.
Namun satu aturan Naruto yang tak akan ia langgar jika sedang bertransaksi, yaitu Naruto tak akan melayani kliennya jika meminta link video maupun foto-foto bugil yang mengandung unsur LOLI. Lagipula ia takut tercyduk seperti yang sedang ngetrend di negara INDONESIA. Membayangkannya saja membuat naruto bergidik ngeri.
Kita anggap saja Naruto tetap melakukannya bisa-bisa pintu rumahnya, bukan.. pintu kamarnya tiba-tiba ditendang dengan kasar oleh satuan polisi anti lolicon, dan berteriak "Namikaze Naruto, anda telah tercyduk!" bisa hancur kan reputasinya?.
Oke, kita kembali pada aktifitas baru Naruto.
Berjalan dengan gontai menuju kamar mandi dalam kamarnya, Naruto membasuh wajahnya dengan air hangat beberapa kali, namun karena ia merasa nyaman dengan sensasi air hangat tersebut, sekalian saja deh ia membuka semua pakaian yang dikenakannya. Dan nyebur kedalam bathup.
"Mandi duluuu...MANDE DOLOO..MANDE DOLOOO...LAA..LA..LLAAA...!" Teriak Naruto gaje dengan nyanyian anehnya.
Beberapa menit setelah ia mandi, Naruto berjalan santai dikamarnya dengan pinggang yang masih terlilit handuk, rambut pirangnya yang basah ia acak-acak untuk mengurangi kadar air yang masih bertengger di rambutnya.
Langkahnya terhenti tepat didepan kaca besar yang tertempel dipintu lemari pakaiannya, membolak balik pipi kiri dan pipi kanannya secara bergantian Naruto memastikan wajah tampannya (katanya) tidak ternoda dengan jerawat, cukup lama ia dalam posisi tersebut. Naruto jadi tertarik untuk memeriksa 'pedang excalibur' miliknya.
Melepaskan handuk yang melilit pinggangnya, Naruto kini sudah telanjang bulat dihadapan kaca, ia menyerigai tajam setelah menunduk melihat 'pedang' yang melekat diselangkangannya, Naruto tampak senang setelah memastikan yang itu tampak sehat-sehat saja.
Ujungnya, tengahnya, pangkalnya, rambutnya.. uh.. lebat coy... semakin menunduk Naruto memeriksa juga 'kantong berlian' miliknya "hm.. yang sisi kanan oke, sisi kiri... ah.. masih ada tahi lalatnya kok!" Naruto semakin menunduk mengecek "untung saja cuma tahi lalat, coba kalo tahi kerbau!" lanjut Naruto gaje.
Ditengah-tengah aktifitas aneh Naruto, dibalik layar komputer sesosok wanita virtual hidup tengah mati-matian menahan tawanya disertai wajah yang memerah karena sebenarnya ia sudah sedari tadi telah menyaksikan pertunjukan memalukan dari Naruto.
Sayangnya Naruto juga sepertinya tak menyadarinya atau mungkin saja sebenarnya Naruto lupa akan kebaradaan gadis virtual yang telah bersamanya beberapa hari ini.
Hinata ingin menegur Naruto yang sedang dihadapan kaca, namun ia urungkan karena menurut Hinata apa yang dilakukan Naruto saat ini cukup lucu dan memalukan, jadi ia diam saja. Apalagi sekarang naruto malah sudah berjoget-joget pinggul dihadapan kaca lemarinya sambil memutar-mutar handuknya dengan satu tangan diatas.
"OH.. YEAHH... JONIKU SEHAT..JONIKU PANJANG... OUYEAAHH..!" Naruto terus bernyanyi aneh dengan suara yang lumayan keras, tak puas dengan berjoget pinggul saja Naruto memutar badannya ala penari india tak lupa tangan yang memutar handuk diatas masih ia lakukan.
"My Joni..oh..my joni is so... loonnggg and-...!" bak patung pancoran Naruto berpose kaku saat matanya bertemu pandang dengan Hinata dalam komputer dibelakangnya. Bibir bawahnya terus menggantung lebar, tatapan matanya kosong. Bagaimana ia benar-benar lupa dengan keberadaan gadis virtual gila yang akan terus mengawasinya? Apa lagi setelah diingat-ingat lagi, Naruto tak berpakaian sama sekali, hingga 'pedang excaliburnya' yang layu mengantung tak berdaya.
"KYAARRRGGHHH..!" Naruto berteriak histeris nan panjang sambil menutupi selangkangannya dengan kedua tangannya tak lupa posisi kaki disilangkan "eh tunggu, kenapa malah aku yang berteriak begini?" kesal Naruto."Bukannya disaat seperti ini harusnya pihak wanitalah yang berteriak histeris?" lanjutnya.
Melirik ke arah Hinata yang malah menatapnya dengan datar membuat Naruto jadi semakin kesal "Cih.. virtual gila sialan, kau akan menyesal!" Naruto memungut handuknya yang sempat ia jatuhkan tadi kemudian melilitkan dipinggangnya, ia berjalan beberapa langkah kearah komputernya sambil menyeringai tajam.
Syuutt!
Dengan satu gerakan Naruto melepas lagi handuknya dihadapan komputernya sehingga Hinata didalam bisa melihat dengan jelas 'terong' Naruto dengan leluasa, berharap Hinata akan berteriak histeris seperti yang dibayangkan Naruto, namun sayangnya tak seperti itu, Hinata malah menyilangkan kedua tangannya dengan tatapan datar kearah 'anu' Naruto "Jadi Cuma segitu? Cuih.. memalukan!" Naruto rasanya ingin menagis dan mati saat itu juga.
Siapa sangka kebanggaannya itu akan dikatai Cuma segitu? Dari manusia virtual. Memakai pakaian lengkap dengan gontai naruto membuka pintu kamarnya untuk keluar, namun sebelum menutup kembali pintu kamarnya "aku mau kebawah dulu, mau makan malam, jangan berbuat yang aneh-aneh!" yah.. masih sangat terdengar jelas suara Naruto yang telah kehilangan kepercayaan dirinya.
DRAP!
Pintu pun tertutup oleh Naruto yang telah melangkah menjauh, meninggalkan Hinata yang sudah merah padam mukanya menahan malu, dengan cepat Hinata berpindah dari komputer menuju smartphone Naruto yang ditinggal pemiliknya di atas tempat tidur, Hinata bersembunyi dibalik aplikasi berlogo rubah api dan memegangi kedua pipinya yang memanas.
Jantungnya seolah ingin melompat keluar pasca melihat dengan jelas 'pedang' milik Naruto tadi. "I-itu..itu punya Naruto-kun..punya..Naruto-kun?" Hinata terus bergumam gaje dengan muka yang semakin merah padam dan kepalanya sedikit berasap "KYAARRGGHH... aku melihat punya Naruto-kun dengan jelas!" membayangkannya membuat hidung Hinata mimisan.
"eh, tunggu apa yang kupikirkan? kalau begini aku yang malah jadi mesum" Hinata memukul kepalanya sendiri untuk keluar dari fantasi anehnya, namun ekspresi Hinata berubah jadi terlihat sedih "aku harus fokus pada tujuanku yang sebenarnya!"
Hinata memeluk kedua lututnya sambil mengingat kembali percakapannya dengan Karin.
(chap depan flashback percakapan Hinata & Karin sekaligus bongkar sedikit siapa hinata sebenarnya dan kenapa Hinata bisa kenal Karin)
BERSAMBUNG
Hia.. lama tak jumpa dengan kalian dific ini, kuharap ceritanya masih kalian tunggu-tunggu setelah setahun fakum (maaf ya lama), jadi belom bisa berkata apa-apa dulu hehehe..
Special tanks to :
Ak, desi rei hime, parrati-chan, uzumaki-san, reader69, giant no oppai, sasukenakghaol, indigorasenggan, amanda, betelgeuse bellatrikx, nerd, kidsno terror13.
Dll
Palopo 12-04-2017
